Image Slider

From Blog to Vlog!

on
Wednesday, September 25, 2013
KAYA KURANG KERJAAN BANGET NGGAK SIIHHHH? HAHAHAHAHAHAHAHA.

Karena kita anaknya selalu haus popularitas ingin berbagi jadi setelah bikin blog ini berdua, selanjutnya saya sama JG naik kelas dengan bikin vlog. Ayeeee!

Seperti disebut JG dalam videonya, katanya doi KADUHUNG TEU JADI ARTIS alias menyesal kenapa dari dulu nggak jadi artis. HAHAHAHAHA. Jadi mari wujudkan cita-cita JG jadi artis ... dengan nongol di YouTube!

Ya kan kalau nggak ada yang mau nonton juga minimal keluarga, temen-temen, dan temen-temen kantor mau nonton dengan paksaan. Bodo amat juga ya kan, toh effortnya nggak jauh beda sama blogging. Syuting 10 menit, editing sejam (karena masih oon), upload, done.

Ini vlog pertama setelah ditonton isinya emang agak nggak penting lol. Tapi mungkin ya bisa dibikin penting buat emak-emak kaya saya yang belanjanya mingguan dan mau tau harga-harga barang minggu ini *lo aja kali, cha* XD

Bikinnya juga dadakan super. Pulang dari Carrefour:

JG : "AYO KITA SYUTING VLOG SEKARANG!"

Me : "AYO!"

*pasang tripod, tulis poin yang mau diomongin, syuting, done* XD XD

Ya udah ah ini videonya. Ke depannya semoga infonya lebih berguna ya kan. See you!

UPDATE! Anyway, review app belanja seru dan rekomendid ini bisa dibaca di sini ya!



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

When It's Only JG & AST #8 & #9

#8
Ke dokter gigi hari Sabtu lalu. Dokter gigi langganan yang ngurusin behelnya JG. Baru aja masuk ruangan ...

Dokter gigi : "Aduh, ini dateng berdua mah bencana ini mah. Aduuhhhh!"

-________-

Selesai JG ganti karet behel, saya cabut gigi, dan perbincangan panjang dengan dokter gigi tentang cerita-cerita pasca nikah dan soal anak beranak.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Tentang Honeymoon

on
Tuesday, September 24, 2013
"Cieee yang ke Singapur hanimun cieeee ... "

Bosen banget dibilang gitu sama orang-orang yang tahu saya sama JG mau ke singapur akhir minggu ini. T____T

Pertama, kita ke Singapur adalah rencana dari sebelum nikah, dadakan karena dapet tiket murah (kelas menengah ngehe). Kedua, perginya sekeluarga sama ibu dan adik-adik saya. Ketiga, ini saya sama JG ke Singapur untuk ketiga kalinya berdua, masih keitung honeymoon nggak?

Tapi yah, saya emang nggak ngerti konsep honeymoon. HAHAHAHAHAHA. Kalau honeymoon artinya liburan berdua setelah menikah, ya gimana saya perginya sekeluarga. Kalau honeymoon artinya liburan berdua untuk pertama kalinya, ya ini bukan yang pertama kalinya juga sik. Kalau honeymoon artinya liburan pasca stres abis nyiapin nikah, eeerrr saya sama JG nggak stres-stres amat sih pas nyiapin nikah. :S

Kan saya sama JG anaknya kritis banget ya. *sok* Jadi suka ngotot harus tahu makna di balik sesuatu sebelum melakukannya. *halah* Kaya misalnya pre-wedding. Nggak pre-wed kenapa? Karena nggak makna. Nggak resepsi kenapa? Karena nggak makna. Nggak honeymoon kenapa? Karena ya apa bedanya sama liburan berdua aja kan ya?

Atau mungkin karena saya sama JG setelah nikah langsung jauh dari orangtua dan jauh dari siapa-siapa kali ya. Jadi di rumah aja udah honeymoon bangeeett secara cuma berdua mulu selain di kantor. lol. Ngapain jauh-jauh ke Bali/Lombok yang mana adalah destinasi standar hanimun se-endonesia. Plus saya nggak suka pantai. Panyas dan lengket, jadi nggak tertarik hanimun ala-ala newlyweds Indonesia ke tempat panas. Kecuali kalau ada yang bayarin ke Jepang atau keliling Eropa, mau tahun depan atau kapan pun I'll take it as a honeymoon. MUAHAHAHAHAHAHA. Ke Singapur mah males juga dibilang hanimun. XD

Tapi ya, honeymoon sepertinya jadi penting buat yang setelah menikah tetap tinggal dengan orangtua. Karena mungkin butuh waktu private beberapa hari untuk sejenak jauh-jauh dari orangtua dan ingin berdua aja dengan suami. :)

Jadi hanimun itu sebenernya menurut saya sih pilihan bangeeettt. Kalau udah sering jalan berdua dan di rumah cuma berdua (tanpa orangtua) sih menurut saya ya namanya liburan ajalah. Nggak usah hanimun-hanimun. lol Nggak ada bedanya kan ya? Tapi kalau kalian masih serumah sama orangtua, ya bisalah hanimun demi menjauhkan diri sejenak dari stres pasca nyiapin nikah plus quality time berdua aja kan ya.

Selamat hanimun! *lho*

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Perempuan Juga Punya Pilihan

on
Monday, September 23, 2013
Jadi berawal dari perbincangan ringan saat makan siang di kantor. Seorang teman bertanya pada teman lain yang akan menikah bulan depan.

Teman 1: "Kalau lo nikah, istri lo dibolehin kerja nggak?"

Teman 2: "Ya kalau sekarang sih boleh aja. Tapi prinsip gue kalau udah punya anak, dia nggak boleh kerja. Harus fokus urus anak."

Waktu itu demi menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, saya diem aja. Lagian itu kan urusan dia, istrinya juga istri dia. Padahal dalam hati:

"WTF!" *sambil bersyukur JG nggak pernah melarang-larang begitu* -______-

Si temen saya ini orang pinter, lulusan ITB, kariernya bagus. Tapi kok pemikirannya konservatif sekali, melarang istri kerja untuk ngurus anak. MELARANG?

Kalau melarang gitu, istri nggak punya pilihan dong. Dilarang suami untuk kerja karena punya anak. Dari sudut pandang dan pemikiran saya, ini salah besar. Perempuan juga punya pilihan! Dan mengurus anak bukan semata-mata tugas perempuan!

Jika pilih bekerja, perempuan harus siap dengan segala konsekuensinya. Energi pasti terkuras karena sebelum dan sepulang kerja HARUS berkomunikasi dengan anak.

Tapi kan urusan anak ini bukan cuma urusan perempuan. Kerja sama dong dengan suami, biar capeknya nggak sendirian. Sama dengan mengurus rumah. Sama-sama bekerja, sama-sama capek saat pulang ke rumah, sama-sama mengerjakan tugas rumah tangga. Sama-sama FOKUS mengurus anak.

Jika pilih tidak bekerja, perempuan harus siap juga dengan segala konsekuensinya. Terutama stres karena merasa tersisihkan dan jadi "bukan siapa-siapa". Ini diakui oleh beberapa ibu yang keluar dari pekerjaan demi anak. Hidup perempuan bukan hanya untuk mengurus anak lho! Gimana mau mengurus anak kalau kondisi psikologis ibu jadi tidak stabil.

Perasaan sendirian, perasaan tidak punya power, dan perasaan ingin bergaul dan bersosialisasi biasanya jadi masalah ibu bekerja yang berhenti karena anak. Kebayang ya tadinya ke kantor dandan cantik, ngobrol dan hang out sama teman kantor terus tiba-tiba harus di rumah 24 jam. Stres pasti. Banyak sekali cerita semacam ini. Jadi pilihan ini harus dipertimbangkan dengan kondisi ibu, jangan membela anak tapi mengorbankan ibu. Tidak ada yang harus berkorban kan sebenarnya?

Kedua opsi itu selayaknya dipilih oleh perempuan sendiri. Karena itu hidupnya sendiri. Jangan sampai karena punya label "suami", lalu seenaknya mengatur hidup orang lain. Suami itu membuat bahagia, bukan membuat stres karena misalnya nggak mau bantu kerjaan rumah tangga atau melarang ini itu.

Tapi kembali pada pilihan. Inget aja ya, kalau kalian semua perempuan di dunia ini punya pilihan dari awal.

1. Kalian, perempuan, sejak awal punya pilihan untuk memilih suami. Apakah ingin suami yang demokratis, atau suami yang penuh aturan yang dibuatnya sendiri. Cari suami yang sejalan tentang konsep hidup. Jangan berusaha toleran padahal beda prinsip. Ke depannya "beda prinsip" itu bisa memicu perdebatan panjang (yang pasti melelahkan).

2. Kalian, perempuan, punya pilihan untuk memilih jalan hidup sendiri dan punya suara sendiri karena ini HIDUP KALIAN SENDIRI. Bicarakan dengan suami atau calon suami agar tidak menyesal di kemudian hari. Bicarakan ingin punya anak setelah berapa tahun menikah, bicarakan ingin bekerja atau tidak, bicarakan ingin kehidupan pernikahan yang seperti apa, dll.

3. Kalian, perempuan, punya pilihan untuk bekerja atau tidak bekerja dengan konsekuensinya sendiri. Pastikan pilihan yang diambil adalah berdasar kata hati. Diskusikan dengan suami cara mengurus anak jika kalian bekerja. Pastikan suami tahu benar apa yang kalian mau bukannya sekadar melarang-larang wtf. *sebel*

Udah ah puyeng abis operasi gigi geraham.

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

When It's Only JG & AST #6 & #7

on
Sunday, September 22, 2013
#6
Background: JG anak mamah banget. Tiap malem pasti harus nelepon mamah di Bandung. Malam itu saya tiduran, JG nelepon mamah ...

JG : "halo mah"

Mamah di Bandung : "xbsdhdnrismbdh"

JG tutup telepon.

Me: "ko bentar amat teleponnya?"

JG : "mamahnya mau ee katanya" *kecewa*


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

When It's Only JG & AST #4 & #5

on
Saturday, September 21, 2013
#4
Subuh-subuh jam 5 bangunin JG tidur. Tiba-tiba JG ngeliatin sambil masih ngantuk *menatap mata-mata dalam: romantic mode*

JG : "mata kamu bulet banget"

Me : "mana ada mata kotak"

JG: "ada ... "

*mata masih menatap dalam-dalam*


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Terapi Pasangan Baru

on
Thursday, September 19, 2013
Bulak-balik naek motor pas pacaran itu rutenya:

Kosan -> Kantor -> jemput AST -> Cari Makan -> Kosan AST -> Kosan

Nah rute itu repeat ajah terus terusan setiap hari ampe 2 tahun, secara waktu itu bareng AST less than 5 hour lah dalam sehari, kecuali weekend yang memang dari pagi lari ke senayan kemudian cari makan siang dan bada isya udah pulang lagi.

Dari setiap harinya saya tidak full in touch bareng AST, saya masih ada waktu di mana saya sendiri atau bareng temen-temen nonton bokep futsal bareng. Kadang juga maen PES pake laptop kantor yang secara penggunaanya sudah diselewengkan, kalo ketauan KPK dan disadap ini laptop pasti log activitynya lebih banyak maen PES daripada ngerjain config-an perangkat :S

Sesudah menikah seperti yang AST ceritakan di-postingan sebelumnya, kita berubah. Berubah jadi lebih baik atau tidak memang pilihan pribadi masing-masing (ini kata katanya gold banget). Well, yang sebelumnya hanya kurang dari 5 jam sehari berduaan sama AST, sekarang tuh bisa seharian penuh kalo pas weekend, dan 14 jam kalo weekdays.

Para pasangan yang menikah apakah kalian merasa aneh atau merasa 'aduh… kok kamu lagi kamu lagi sih?" atau bahasa gaulnya itu 4L (Lo Lagi Lo Lagi)? Ngerasa gitu karena memang pasti sebelumnya kita tidak fully attach dengan pasangan pas pacaran. Ada beberapa cara agar kita mulai terbiasa dengan pasangan yang ada setiap hari, jam, menit, dan detiknya di sekitar kita.

Ini beberapa terapi yang kita gunakan untuk selalu merasa nyaman walaupun harus bertemu atau berduaan seharian ;

1. Build teamwork dengan cara mengerjakan pekerjaan rumah bersamaan. Dengan mengerjakan pekerjaan rumah bahu membahu membuat bonding kita makin kuat.

Memasak : Saya menyiapkan alat masak, AST menyiapkan bumbu dan bahan makanan. Dalam proses memasaknya kita melakukan semuanya bersamaan, mulai dari memotong bahan hingga memasaknya. Dari kebersamaan ini terbentuk rasa saling percaya sama pasangan, juga ada saling 'menghangatkan' saat bersama.

2. Mengetahui sifat dasar wanita tentang privasi

Membereskan kamar : Kita tau pastinya kalau wanita itu butuh tempat 'private' untuk dirinya sendiri, dan lelaki kebanyakan tidak mempunyai tempat untuk privasinya. Nah, saat membereskan kamar adalah terapi yang baik untuk menanyakan pada AST bagaimana layout kamar yang memenuhi persyaratannya. Sebagai contoh adalah di kamar kita ada pojok dandan, di mana alat-alat melukis wajah tersimpan. Jangan lupa juga bertanya sama pasangan kita di mana spot pakaian lelaki, awas jangan sampe salah nyimpen, nanti ga dapet jatah (anjiir joke lamaaa).

3. Perhatian

SMS/wasap/imess/telepon : tidak lupa untuk memberikan informasi kegiatan di kantor, pada saat jam makan siang, atau pas ada meeting informasiin bahwa kamu tidak bisa dihubungi beberapa saat karena meeting. Karena pasangan baru yg saya rasakan, rasa memiliki makin besar. Beberapa saat tidak bisa dihubungi saja nanti kita dicariin, padahal mah lagi kencing di toilet

4. Make a space.

· Memilih pakaian : Biarkan pasangan wanita kamu punya waktu dan ruangan sendiri untuk memilih pakaian yang akan digunakannya, karena memilih pakaian itu perlu kosentrasi yang tinggi. Jangan diganggu kalau lagi milih baju sebelum pergi kerja. Namun jika tempat bekerja istri menggunakan seragam, drama memilih pakaian pagi-pagi itu tidak akan terjadi :D

· Dandan : ini juga termasuk ritual yang tidak boleh diganggu, jangan sampai deh kamu komentar negatif dandanannya di pagi hari. Cukup bilang "aku minta sun dong sama si cantik", Insya Allah kamu melewati tantangan di pagi hari dengan MERDEKAA!!!!

5. Sayang itu katanya tinggal dilakukan ajah jangan bilang-bilang.

Ini untuk saya pribadi sih salah, malahan sayang itu harus dikatakan. Say 'I Love you' tiap hari itu bukannya bikin bosen, malahan sweet dan mengingatkan pasangan kamu kalo ada yang sayang sama dia tiap hari.


JG


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

When It's Only JG & AST #3

on
Wednesday, September 18, 2013
#3
Malem-malem lagi sibuk nyambung pensil alis yang patah. Tiba-tiba ...

JG : "Aku dan kamuuuuu takkan tauuu, mengapaaa kitaa tak berpisaaaahhhh. Walau kita takkan pernah saaaatu~~~ ..."

*mendapati JG yang lagi nyanyi sepenuh hati di DEPAN KIPAS ANGIN macam kipas itu adalah mic di studio rekaman*

Me : "KAMU NGAPAIN?"

JG: "Bagus ih ini suara aku jadi ada suara duanya, WALAU KITA TAKKAN PERNAH SAAAAATUU BIARKAN AAAAAKUU MENYIMPAN BAYANGMUUUUU~~~ ... "

WTF.

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

When It's Only JG & AST #1 & #2

on
Monday, September 16, 2013
Jadi ini terinspirasi dari Tim dan Audrey alias Fatty and Shorty. Soalnya JG sering juga kadang-kadang punya jawaban atau pernyataan aneh atau nggak normal. Bodo amat ya dibilang ikut-ikutan juga. lol

Terjadi weekend kemarin. Saya leyeh-leyeh mainan iPhone, JG baca motorplus.
image from here
JG : sayang, aku mau ruckus. *memperlihatkan foto ruckus*

Me : ih lucu tapi buat apa, aneh bawah joknya bolong gitu

JG : iya kan lumayan buat kita bawa SKATEBOARD.

Me : *flatface*

we don't even play skateboard or have one or plan to have one. 



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

How Marriage Affect My Life

Gile ya judulnyaaaa, ahli banget saya bikin judul-judul macam artikel standar dari web-web lifestyle. lol. Jadi apa yang berubah dan sejauh mana marriage mempengaruhi hidup saya?

Saya mah anaknya liberal banget yah *opo*, pas nikah itu mikirnya:

"Alah, nggak bakal ada yang berubah, nikah kan cuma melegalkan tinggal serumah aja."

Yang diamini sama JG:

"Iyalah, nggak akan ada yang berubah. Nggak akan ada bedanya kok sama pas pacaran."

KENYATAANNYA. JENG JENG JENG.

...

...

...

BERUBAH BANGET GILAK. BAHAHAHAHAHAAHAHHAHAHA. Tapi berubah jadi lebih baik kok ciyus. XD

Berawal dari saya jadi betah di dapur. Kalau ibu saya baca ini pasti heran karena seumur hidup saya paling males masak-masakan. Masak sih dulu terpaksa waktu ayahibu pergi haji. Itupun terpaksa karena uang buat makan selama ditinggal 40 hari, 3/4 nya habis dalam 2 minggu pertama karena makan di luar mulu, jadi masak. Selain saat itu, MALES PAKE BANGET. -_______-

Tapi setelah ditelusuri penyebabnya, mungkin karena kalau masak di rumah, judge-nya datang langsung dari ibu. Pake banyak aturan harusnya gini harusnya gitu, megang pisau harus gini, megang ulekan harus gini, motong ini bentuknya begini begitu, mayes banget dengernya lol. Jadi mending nggak masak ajah. XD

Sekarang di dapurnya sama JG. We cook together EVERYDAY, togetherness and teamwork therapy kata JG (entah istilah itu eksis apa nggak), dan masak itu terapi kesabaran buat saya yang nggak sabaran dan emosian. Judge-nya juga kan kita berdua, ih bodo amat megang pisau gimana yang penting kepotong. Bodo amat apa yang dimasak duluan, yang penting enak. Gitu aja. Seperti juga Islam, masak itu mudah. :''))))

Masak-masakan ini efeknya gila. Sejak nikah (baru juga 17 hari lol) belum makan di mall lagi. Rekor atuh ih. Biasanya paling nggak seminggu sekali makan di luar (yang mahal yah setelah dipikir-pikir *jadi mikir* XD). Efeknya lagi, baju-baju buat nge-mall (halah) jadi nggak kepake dong. DIPAKELAH BUAT BELANJA SAYUR. HAHAHAHAHAHAHA. Karena saya sama JG tiap Jumat ke Carrefour buat update bahan masakan seminggu ke depan. Ke Carrefour doang setelannya udah paling hits-lah se-Jakarta Barat. XD

Yang berubah lagi, uang yang dulu dipikir mau beli MacBook-lah, mau pergi ke mana-manalah, beralih jadi mau beli kulkas yang lebih besar biar bisa belanja lebih banyak. Apapun demi dapur ngebul. Uang makan sekali berdua di resto-resto itu bisa buat belanja seminggu pemirsaaaahhhh. XD

Terus karena saya suka banget jajan, jadinya selain masak buat sehari-hari, kalau abis makan malem, masak juga jajan-jajanan. Kaya cilok atau pancake. Pancake standar lah ya. Tapi cilok enak soalnya rasanya diatur sendiri. Hahahaha. Udah belanja juga buat bikin bubur kacang ijo. I'm so proud of myself karena nggak bergantung mang cilok di Bandung lagi. Kalau mau tinggal bikin. \m/

Nah karena jadi seneng masak, langsung obsesi pengen bawa bekal makan siang ke kantor. Yang ini masih banyak gagalnya karena kalah sama ... ngantuk. Bangun sih bangun subuh, solat subuh terus antara masak atau tidur laginya adalah pilihan yang jawabannya hanya Tuhan yang tahu. -______-

Tapi karena tiap malem selalu udah niat mau masak buat pagi, jam 10 pasti udah tidur. Ke badannya jadi enak banget. Apalagi buat saya yang dari dulu ingin banget hidup sehat tapi tidur selalu jam 1-2 pagi. Bangun jam 9 ngantuk banget. Ke kantor menyeret diri. Malemnya jam 7 udah ngantuk, tidur sampai jam 10, bangun sampai jam 2, tidur lagi. Besoknya ngantuk lagi. Lingkaran setan.

Sekarang bangun jam 5, solat, masak, jam 8 pergi ke kantor karena JG masuk jam 8 (tapi pergi jam 8 lol) jadi saya harus ikut pergi pagi karena nggak dibolehin pergi sendiri. Atau bangun jam 5, solat, tidur lagi sampai jam 7. Hidupku jadi lebih indah dan sehat. :'))))))

Tapi meski demikian, saya sama sekali nggak menyarankan atau malah menyarankan kalian yang belum nikah untuk nikah cepet-cepet. Ya suka-suka ajalah, kalau udah waktunya juga nanti pada nikah. :p

Soalnya, hari-hari single itu tidak akan pernah terulang kembali. Hari-hari di mana nonton Koreaan sampai pagi dan nonton drama nggak bisa berhenti itu nggak akan pernah bisa kau alami lagi. lmao. Saya jadi ketinggalan banyak hal, banyak sekali. "Running Man" entah kapanlah bisa lanjut nonton lagi. Cuma maksain nonton "Appa Eodiga" karena JG juga suka jadi nonton berdua. Dan "WIN" nontonnya di sela-sela sibuk di kantor. Sepotong-sepotong.

Tapi ya udah. Mau ngeluh juga gimana kan. Happy aja. :))))) Tapi sempet juga marriage blues (macam baby blues *ngarang* lol) tapi nanti cerita di posting selanjutnya aja soal si blues-blues ini. Sempet juga sok banget saking masaknya enak terus dan seneng banget ngerjain kerjaan rumah:

"AKU NGGAK KERJA AJA DEH. AKU JADI IBU RUMAH TANGGA AJA." *belagu*

Padahal kebayang kalau nggak kerja mau apa juga di rumah. IH. NGGAK BISA DANDAN NGGAK BISA PAMER BAJU SAMA SEPATU DI KANTOR. *mental* HAHAHAHAHHAHAHAHHA.

Kalian gimana? Apa yang berubah setelah menikah?

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Siapa yang mengerjakan ini? Suami atau Istri?

on
Monday, September 9, 2013
Kebiasaan waktu kecil atau di rumah akan terbawa hingga dewasa. Seperti membawa piring/gelas makanan setelah makan ke tempat cuci piring, mandi sebelum tidur, makan di meja makan, dan lain-lain. Hal-hal simple seperti itu akan dibawa hingga dewasa.

Saya sih kebiasaanya tidak pernah beberes kasur sesudah bangun tidur, hehehe, kebiasaan ini saya bawa hingga ngekost di jakarta. Alasan saya biasanya mudah, "Namanya juga cowo" sambil cengengesan jawabnya.

Tapi yah, seringkali hal-hal buruk jika harus diperbaiki kalau kita sudah kebanyakan excuse. Misalnya kalo disuruh cuci tangan sebelum makan suka jawab "udah bersih sih tangannya juga, emang aku maen tanah?" dan segudang alasan lainnya jika ada masukan untuk melakukan kebaikan.

Pernahkah kamu memperbaiki kebiasaan buruk kamu? Saya pernah. Saya suka sekali lupa berdoa sebelum makan. Saya ingin sekali melakukan terapi agar tidak lupa berdoa sebelum makan. Oleh karena itu saya membiasakan diri menutup mata depan makanan beberapa saat kemudian berdoa atas karunia makanan yang diberikan tuhan kepada kita. Sampai ada teman yang bertanya:

"Kamu pindah agama? Kok posisi berdoanya seperti itu?"

Yaelah brooo!!! Bebas kali mau gimana gimana juga posisi berdoa.

Well, kebiasaan buruk yang saya punya sekarang totally harus saya ubah. Setelah menikah saya mencoba memperbaiki hal-hal buruk yang saya punyai. Sekarang jika hal buruk saya tetap lakukan, bukan saya saja yang akan merasakannya. AST pun akan merasakan dampak atas kebiasaan buruk saya.

Sebelum menikah saya berjanji kepada AST akan melakukan seluruh pekerjaan rumah kecuali 1 hal……… menyetrika baju… bukan saya ga mau, tapi emang saya ga bisa.

Bagaimana dengan pekerjaan yang memerlukan skill tertentu seperti memasak? Saya sih usahakan melakukannya. Dalam agama yang saya pelajari, bahwasanya pekerjaan rumah itu KEWAJIBAN SUAMI. Ada yang keberatan dengan pemahaman saya bahwa semua pekerjaan rumah adalah kewajiban lelaki? Saya ga peduli!

Di awalnya aku bilang ke AST akan melakukan semua pekerjaan rumah, dan AST saat itu mengiyakan pernyataan saya. Namun dalam kenyataanya AST membukakan mata saya, bahwa tidak seharusnya ada pernyataan kamu mengerjakan ini dan aku mengerjakan ini.

Iyah AST membukakan mata bahwa pekerjaan rumah dan tetek bengek masalah keluarga adalah tanggung jawab bersama. Memasak atau mengepel atau lainnya adalah TEAMWORK. Yah benar kita lakukan bersama, kita saling membantu dalam segala hal. Bukankah kebahagiaan juga kita nikmati bersama. Menikah membuat kita belajar bertanggung jawab bukan membuat kita melempar tanggung jawab

Jadi jika ada suami yang maunya diurusin segala halnya, mending jangan cari istri deh, mending cari ajah pembantu rumah tangga. Atau kalau ada istri yang cuma ngarep suaminya ngehasilin uang banyak untuk biayain gaya hidupnya sementara sendirinya ga mau bantu, mending jangan cari suami udah jadi simpanan ajah sih.

Oke ga?

JG


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Our Wedding Video

on
Saturday, September 7, 2013
THE VIDEO IS FINALLY UP! HURAY!

Jadi ya di mana-mana video wedding jadinya sekitar 3 bulan. Tapi berkat maksa nego si ayah, akhirnya jadi dalam waktu seminggu aja. YEYEYE!

Ini bukan video wedding dokumentasi, ini video super highlight jadi cuma sepanjang beberapa menit aja. Tujuannya biar orang yang nggak bisa dateng bisa cepet-cepet liat. Masa nunggu 3 bulan kan keburu basi ya.

Hasil videonya saya dan JG suka suka suka banget banget banget, terus jadi guilty karena nawar harganya agak kurang ajar plus minta jadi cepet. HAHAHAHAHAHAHA.

production : defamous video indonesia
contact didik kurniawan : phone/whatsapp/line 081322911125
visit facebook : defamous video
email: nurani_advis@yahoo.com / didik.defamous@gmail.com



THANK YOU SO MUCH DEFAMOUS!
You guys made our wedding day more meaningful. *tears*


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Cerita Hari H

on
Tuesday, September 3, 2013
So I was freaking out only about an hour before the wedding.

Pertama karena JG gila kayanya dari rumah perginya setengah 7, acara setengah 8. Pake motor aja nyampenya sejam setengah. Ditambah ibu pake ikut-ikutan ngomong JG ke mana ke mana ke mana kenapa telat kenapa telat kenapa telat. MANA AKU TAU. -_____-

Kedua karena tukang tenda inisiatifnya luar biasa ya pasang pita ke kursi warna HIJAU MUDA. Semua serba pink kecuali pita kursi. Katanya biar match sama undangan ada hijaunya. Undangan saya warnanya turquoise-pink, bukan hijau muda wtf. Sambil dirias itu saya jejeritan minta pita dilepas padahal ngeliat aja nggak tapi udah pasti nggak matching dong ya kan.

ibu ke saya: eh mbak ko mas-masnya pasang pita kursi hijau muda ya?
saya *sambil dirias*: HIJAAUUU? BUKAAAA!
ibu: tapi bagus ko, liat aja dulu.
saya: BUKAAAAAAA!!!
wed 1 photo weddinginvitation_zpsff5c3c72.jpg
undangannya
Mau bagus mau apapun tapi nggak mau ada warna hijau. Tendanya udah saya suka banget warnanya, shocking pink, pink, dan salem. MASA KURSINYA HIJAU. -______- Akhirnya pita hijau dilepas dan diganti ungu. Masih matchinglah ungu-pink mah ya.

Udah gitu manyun. Bad mood. Mana make upnya nggak suka tapi periasnya pede abis muji-muji diri sendiri dengan bilang "ih ya ampun keren gini ya jadinya". -______- 

Soal make up ini salonnya salon langganan saya sejak dulu kala, tiap ada acara besar yang make up-in ibu yang punya salon. Tapi karena saya pake wedding dress dan bukannya kebaya, ibunya nggak pede katanya kalau make up buat non kebaya. Jadi dilimpahkan ke anaknya. Anaknya ini oke ya, masih muda dan punya salon+tempat spa yang lumayan rame. Tapi nggak suka make upnya. Mau sama ibunya aja nanti lagi. Tapi nanti lagi nggak nikah lagi wtf.

Saya pengen banget ngapus eyeliner bawah dan pake sendiri tapi doi ngikut-ngikutin saya terus. :"| Akhirnya terpaksa keluar pas udah dipanggil dengan make up itu. Begitu akad selesai, salam-salaman, langsung lari ke dalem rumah, apus dan pake sendiri. Jadi pas siangnya ke panti jompo, make upnya udah diedit sama saya sendiri. Sebel kan soalnya ya mana udah bayar foto dan video mahal-mahal. :|

Tapi pas keluar ngeliat JG pake jas abu sama dasi kupu-kupu pink dan bawa hand bouquet langsung cerah ceria hampir ke cekikikan.*cemen* Lupa deh tadi marah-marah kenapa. Hand bouquetnya sesuai yang saya mau. Dan anehnya nggak deg-degan sama sekali loh. Dari awal keluar rumah, khotbah nikah, sampai akad, nggak deg-degan atau tegang sedikitpun. JG juga katanya sama. Jadi abis akad:

JG: Eh udah ya gini doang?
Saya: iya gini doang.

Asli nggak berasa apa-apa. Ya begitu aja. Sekarang jadi bingung, ko akad nikah cuma gitu doang. Kalau dateng ke akad nikah orang kan kesannya suka terharu sendiri gitu ya. Tapi giliran diri sendiri malah biasa aja. Jadi ternyata selama ini orang pacaran cuma dibatasi ayahnya salaman sama cowoknya dan bilang dua kalimat ijab kabul. Simpel abis. Terbukti nyiapin nikah ribet itu sebenernya ribet nyiapin resepsinya kan. NIKAH GIH. HAHAHAHAHA. 
wed 2 photo bayuvani_zpsddf4d4fa.jpg
photoshop-ed my eyes wtf
wed 3 photo granny_zps18f6adf7.jpg
with JG's granny
wed 5 photo parents_zps10d89856.jpg
parents!
 photo sis_zpsc221cd88.jpg
sis and her bf.
wed 4 photo jompo_zps51e4eab3.jpg
di panti jompo
Entah apa yang terjadi sama iPhone ya kenapa fotonya jelek-jelek banget gitu. Biar ah. Fotonya udah dikasih sama fotografer ko tapi di rumah. Jadi nanti aja ya.

Jadi ya udah. Tau-tau sekarang udah nikah. Bener-bener nggak ada bedanya kecuali jadi serumah sama JG. Nggak ada yang berubah sama sekali deh. :) Terus seneng banget dapet hadiah banyak buat isi dapur. Soal hadiah ini dibikin postingan sendiri deh ya.

Nanti lanjut lagi ya. Ngantuk.

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!