Review Baby Wrap: Hanaroo

on
Wednesday, January 21, 2015
Review baby wrap bagus: Hanaroo
review gendongan bayi hanaroo baby wrap
belum dandan yang penting foto duluuu XD
Masihhh menyambung heboh minggu lalu tentang masalah gendongan bayi.

Waktu Bebe lahir, saya belum bisa pakai kain jarik (samping, bahasa Sunda). Ribet banget, pasti melorot. Browsing-browsing, eh ada nih yang mirip-mirip dan tampak lucu karena bayinya menclok di perut jadi kaya bayi kanguru, mereknya Hanaroo.

Nggak pikir panjang, belilah Hanaroo ini di toko bayi deket rumah. Harganya berapa ya, lupa deh, sekitar Rp 160 ribuan. Setelah beli dan coba, LOH KOK TERNYATA LEBIH SUSAH? LOL

Waktu Bebe bayi, ini dipake paling tiga kali. Sukses sih dia tidur. Tapi setelahnya saya bertekad harus bisa pake jarik. Nah sekarang Bebe beratnya 8,3 kilo, sebelah bahuku sudah tak mampuuuu menahan jarik. Kembali lagi deh pake Hanaroo. Hanaroo ini saya pakai kalau gendong Bebe pakai motor. Suami saya yang nyetir motornya ya, bukan saya.

Oiya karena contoh-contoh di website Hanaroo cara pemakaiannya kurang tepat, ibu-ibu yang pakai Hanaroo bisa lihat tutorial sejenis dari merek Moby Wrap atau Boba Wrap. (browsing sendiri ya)

Review Hanaroo gendongan bayi ala kangaroo! *rhymes*

Plus:

💙 Murah. Ya kalau dibanding baby carrier instant lain yaa.

💙 Nyaman sekali. I mean it. Bayi nyaman, ibu nyaman.

💙 Bahu nggak sakit karena beban terbagi ke kedua bahu. Juga terbagi ke pinggang.

Minus:

💙 Pakenya susah dan ribet. Nggak ada praktis-praktisnya. Bayangin aja kain sekitar 4 meter harus dibelit-belit dan diiket manual.

💙 Tidak untuk bayi tidak kalem. Masih ribet iket-iket eh keburu nangis kejer anaknya. Kalau udah nangis, masukinnya susah. -____-

💙 Berat untuk dibawa-bawa. Bulky banget!

💙 PANAS! Bikin keringetan.

💙 Yang terakhir, pakenya susah ya tentu bukanya juga susah. Kalau Bebe ketiduran di Hanaroo, 98% dia bangun pas saya sedang berusaha buka iketan untuk naro dia di kasur. Kalau pake jarik, nggak bakal bangun dia karena bukanya lebih simpel.

Intinya? Nggak rekomen buat yang mau praktis dan anaknya nggak kalem. Ini saya aja beralih ke gendongan instan alias gendongan modern. HAHAHAHA. Yang terpenting, gendongnya harus benar dan sehat ya!

Itu dia review baby wrap Hanaroo, follow saya di Instagram yuk! @annisast yaaa banyak cerita seru yang saya share di sana! 💙


-ast-
LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

8 comments on "Review Baby Wrap: Hanaroo"
  1. jadi penasaran cara makeknya mak hehe
    salam kenal^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. makenya dibelit ke pinggang, bahu, dan ke pinggang lagi *lap keringet*
      salam kenal jugaaaa. :)

      Delete
  2. Saia juga punya mak, berhubung bayi saia bukan tipe kalem hehe jadi kagak pernah berhasil hiks :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyak betul kalau bayinya yang nggak kalem mah nggak perlu dicoba hahaha

      Delete
  3. Dulu waktu anak pertama masih milih2 gendongan. Akhirnya beli yg mahal, harganya hampir 500rb kl gak salah. Skrg udah anak kelima, malah lebih nyaman pake jarik yg udah belel hihihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku baru heboh mau gendongan ini itu setelah anaknya tembus 8 kg mbak, sebelumnya berjarik juga. tak sanggup lagi bahu ini menahan beban seberat itu dengan sebelah sajaaa.. *halaahhh

      Delete
  4. 2 hari yang lalu nyoba Mak..haduuh bener2 lap keringet deh, blum2 si bayi dah jerit2 tapi entahlah masih terobsesi dengan gendongan ini malah jadi semacam tantangan hihihi..

    ReplyDelete
  5. emang kelihatannya nyaman banget, tapi kalau susah untuk di pakai dan di lepasnya, mending pikir pikir lagi aja dari padakerepotan sendiri, Hehe, pakek selendang
    model lama aja :D hehe

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)