Image Slider

Quotes of The Day

on
Friday, February 27, 2015


Jadi ceritanya lagi sibuk nih punya project baru. Namanya Stowy Project. Project pribadi ala-ala pengen bikin satu set emoticon buat di blog. Ehloh ternyata bikin emoticon itu menyita waktu sekalihhhhh. *hormat grak sama yang bikin emoji*

Karena waktunya abis sama si Stowy jadinya males nulis deh *alasaaannnn*. Terus karena kemarin baru bikin postingan tentang typography apps jadi malah keterusan mainan henpon. -_____-


Bikin ginian ajalah. Just for laugh.


Disclaimer: I don't own the quotes. They spread all over the internet actually. I just rewrite and make it pretty! :D


Motherhood is indeed a lifelong journey.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

30+ THINGS TO DISCUSS BEFORE MARRIAGE

on
Wednesday, February 25, 2015
Tulisan ini terinspirasi dari obrolan santai beberapa teman yang sudah menikah disertai dengan keluhan "suami gue nggak mau bantu kerjaan rumah" atau "kalau nggak punya anak, gue mau suruh suami nikah lagi". Ini hal-hal yang saya tanyakan sama JG sebelum menikah. Jawabannya bisa jadi pertimbangan, layak dinikahi nggak nih ini orang? Sudut pandang pertanyaan dari perempuan. Jika merasa ada yang tidak sesuai dengan agama/kepercayaan masing-masing, skip pertanyaannya ya. Pertanyaannya nggak usah sekaligus ditanyain, cicil aja (semacam rumah). :D

***
things to discuss before getting married - hal yang perlu didiskusikan sebelum menikah


Jadi, ceritanya udah punya calon. Calonnya kece, punya penghasilan tetap, punya asuransi kesehatan bagus, backgroundnya keren (macam foto Instagram), keluarganya baik, enak diajak ngobrol, restu orang tua udah di tangan, semua serasa perfecto. Ngebet dong pengen nikah secara semua sahabat, rekan, teman seangkatan sekolah sampai kampus kebanyakan udah nikah. Belum lagi keluarga besar dan handai taulan terus-terusan nanya: KAPAN NIKAH?

Yakin nih mau nikah? Ini daftar pertanyaan yang bisa didiskusikan dulu dengan si Mr. Right. Siapa tauuuu. siapa tau ya, ada jawaban yang nggak disangka. Better safe than sorry ya kan. Minjem motto website sebelah: selamatkan pernikahan sebelum dimulai. Jangan ragu mundur kalau ada prinsip yang nggak sejalan. Yuk!


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

APPS REVIEW: BEST TYPOGRAPHY APPS!

on
Monday, February 23, 2015

Good morning everybodyyyy!

Supaya blog tambah kece badai, tiap postingan biasanya saya beri banner bertuliskan judul dan nama blog (seperti yang di atas ini). Fungsinya, agar ketika di-share, selain link, muncul juga foto itu. *penting* Nah terus ternyata banyak yang bilang: tutorial doongg bikin banner!

Kalau tutorial bikin banner sih sebenernya sama aja sama tutorial kolase foto yang buat header itu. Cuma ukurannya diubah dan dibuat jadi persegi. Nah, tapi banyak yang kesulitan kan ya pake photoshop. Dari nggak punya softwarenya, sampai susah karena belum biasa sama interface (tampilan) nya. Daripada ribet, mending pake henpon!

Iya, mending bikin aja bannernya pakai aplikasi di hp! Lebih gampang! Ini dia 3 aplikasi ponsel favorit saya untuk urusan typography. Dua pertama cuma bisa buat iOS, yang ketiga ada di iOS dan Android.

1. TYPIC+
typic+ app review

Typic ini kayanya paling umum digunakan soalnya simpel sekali. Tinggal ambil foto sebagai background, tambah tulisan, ubah warna tulisan, tambah shadow tulisan. Tambah berbagai doodles lucu yang bisa diganti juga warnanya. Recommended sekali deh! Typic ini harganya cuma $1,99 di Apps Store.
typic+ app review

Pilihan font-nya keren. Bisa tambah design, icons, doodles, places, dan words. Semua bisa diubah warnanya juga. Contoh jadinya seperti yang di bawah ini.

typic+ app review

Ada juga sih versi free-nya. namanya Typic aja nggak pake +. Tapi pilihan font dan doodles-nya lebih sedikit. Ada juga Typic Kids! Suka saya pakai untuk edit foto Bebe. Harganya $1,99 juga dengan font, frame, dan stiker khas anak-anak. Lucu banget deh!

2. PHOSTER

phoster app review

Saya udah pakai apps ini sejak pertama kali punya iPad 4 tahun lalu. Aplikasi keren karena seolah hasil foto kita jadi nempel di dinding macam poster! Kita bisa ambil dari template yang ada terus diganti tulisannya, atau bikin template sendiri. BEBAS! Phoster ini harganya sama juga $1,99 di Apps Store.

phoster app review

Pilih template dari sekian banyak yang keren-keren iniihhhh. Ganti tulisannya sama yang kita mau. Apps ini favorit semua orang dan direkomendasikan di mana-mana lho!

phoster app review

Kerennya lagi, setelah selesai, kita bisa pilih filter seolah image yang kita buat jadi serupa kertas. Namanya juga poster! Hasilnya seperti ini. Ini yang saya pakai di awal tulisan untuk banner.

phoster app review

Maunya gratisan? Ayolaaahhh, hargai usaha orang lain dong. Aplikasi gratisan memang banyak yang keren, tapi yang berbayar biasanya lebih keren. Kalau mampu beli iPhone/iPad harusnya mampulah ya menyisihkan 25 ribu untuk beli aplikasi. :D

Nah tapi buat yang nggak pake iOS atau keukeuh nggak mau beli, jangan berkecil hati. Aplikasi yang satu ini lumayan kece nih untuk yang maunya gratisan. Kebetulan available juga di Android.

3. Phonto

phonto app review

Phonto ini aplikasi sejuta umat juga sepertinya. Banyak yang pakai. Fungsinya kurang lebih sama, bisa tambah tulisan, shapes, dll. Pilihan fontnya banyak. Kekurangannya kalau dibanding Phoster, tidak ada template, jadi plek harus kreatif bikin sendiri. Dibanding Typic, nggak ada doodles-nya. Tapi kalau hanya untuk banner blogpost aja sih cukup banget pakai Phonto.

phonto app review


Hasilnya seperti di bawah ini. Lucu yaaa, bisa pasang icon orange kaya notifikasi di Instagram. :D

phonto app review

Intinya apapun aplikasinya, banyak belajar aja bikin banner. Jangan lupa intip-intip Pinterest untuk inspirasi desain-desain yang keren dari seluruh dunia. Biar tahu font apa yang sedang tren, desain seperti apa yang sedang disukai, dll.

Yuk! Have a nice monday!



-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

What is Inside My Make Up Case + Tips!

on
Friday, February 20, 2015
Sebagai emak-emak anti rempong saya strict banget soal make up case ini. Pokoknya benda di dalemnya harus ada sesedikit mungkin! Soalnya isi tas harus di share sama mainan Bebe. -_____- Saya ke mana-mana bawa beberapa mainan kecil Bebe in case pulang kantor mau mampir dulu ke mana gitu. Terlalu berat kalau make up case harus besar.

Jadi di tas cuma ada make up case kecil seukuran kotak pensil. Make up case besar ditaro di rumah aja. Saya selalu keluar rumah udah pake pake skin care+bb cream/cc cream. Bedakan kan cepet bisa di mobil ajah jadi nggak pernah bawa bedak di make up case.

Lagian kulit saya cenderung kering jadi nggak perlu touch up untuk ngilangin minyak. Selama alis kece mah apapun mampu saya jalani. Hahaha.

foto agak blur maklum foto dadakan >.<


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Tips Manajemen ASI Perah Tanpa Kejar Tayang

on
Wednesday, February 18, 2015
Manajemen ASI perah untuk ibu bekerja.

Siapa di sini yang masih menyusui dan bekerja jadi harus pumping ASI tiap hari? SAYAAAAA!

Ini ceritanya sok-sokan mau ngasih tips manajemen ASIP karena banyak yah yang ternyata ASIP nya kejar tayang. Temen kantor saya yang suka pumping bareng, nyerah kasih susu formula di bulan ketujuh karena freezer yang tadinya penuh jadi kosong. Kejar tayang nggak kekejar, suforlah dikasih.

Saya sendiri alhamdulillah belum merasakan kejar tayang. Stok cuma di freezer kulkas atas aja. Pas Bebe 6 bulan, ASIP satu kulkas kecil (seukuran kulkas hotel) saya buang semua karena tanggalnya lewat 3 bulan dan donor ASI itu terlalu complicated (religion wise, I just don't want to do that so please judge, i don't care).

Sekarang tabungan saya cuma se-freezer itu aja. Kalau penuh, saya cari botol dengan tanggal terlama dan buang. Jadi dalam freezer itu jumlah botolnya akan tetap sama. Pertimbangannya karena so far, tabungan belum pernah terpakai karena Bebe selalu minum ASIP fresh yang dipompa kemarinnya. Pertimbangan kedua, listrik mahal banget gilak. Pake satu kulkas bisa irit listrik lumayan banyak. Pertimbangan ketiga, nggak perlu beli botol lagi. Tiap botol abis, cari tanggal terlama, buang, punya lagi deh botol kosong.

Oiya, saya selalu pake ASIP fresh buat Bebe, bukan ASIP stok. Fresh artinya ASIP yang baru dipompa kemarin atau kemarinnya lagi, nggak lebih dari seminggu. Jadi saya nggak pake sistem pakai tanggal terlama, tapi pakai tanggal terbaru. Nggak tega ah, masa Bebe yang 8 bulan dikasih ASIP untuk bayi 5-6 bulan. :D

(Baca dulu: Tentang 6 Bulan Ng-ASI)

Saya sadar diri baru menyusui 8 bulan jadi masih panjang perjalanan menuju dua tahun. Masih banyak sekali yang mungkin terjadi. Tapi tips di bawah ini mungkin bisa membantu ibu-ibu lain yang struggling karena kok ASIP nya tinggal dikit lagi? Kok rasanya pumping terus tapi kejar-kejaran? Mungkin ada yang salah manajemennya buibu, baca dulu ya!

Btw saya akhirnya sukses menyusui sampai 2 tahun 10 bulan. Baca cerita weaningnya di sini: Akhirnya Bebe Menyapih Dirinya Sendiri

1. Hitung jumlah kebutuhan ASIP

Ini inti dari segalanya keberhasilan ASIP tanpa kejar tayang. TULIS berapa ml atau berapa botol kebutuhan bayi setiap hari. Minta nanny atau neneknya untuk membiasakan diri selalu tulis minum berapa botol hari ini. Saya juga baru sadar saya selama ini bisa sisa, karena saya selalu cek laporan daycare Bebe minum berapa banyak setiap hari. Fungsinya sebagai gol untuk pumping besok.

Misal hari ini Bebe minum 500 ml. Artinya 5 botol ASIP berkurang dari freezer. Artinya besok saya harus pumping minimal 500 ml untuk ganti botol yang hilang dari freezer itu. GIMANA PUN CARANYA HARUS DAPET MINIMAL 500 ML. Nggak sekali dua kali saya pumping di mobil pulang kantor, sambil Bebe nenen karena hasil pumping di kantor masih kurang.

Masih kurang juga? Power pumping! Pumping sambil nenenin, sambil nonton film, sambil ngapainpun! Paling sedih kalau udah menjelang jam tidur dan stok masih kurang, mau nggak mau bangun jam 2 atau jam 3 buat pumping. KALAU NIAT PASTI BISA!

Saya juga bukan tipe yang sekali pumping bisa dapet sampai 300-400 ml. Sekali pumping itu kanan-kiri maksimal banget dapet 250. Standarnya saya cuma dapet 100-200 ml (total kanan-kiri loh), jadi memang harus nambah jadwal pumping. Mau nggak mau.

Saya mah anaknya ambisius banget kan ya, jadi golnya selalu saya lebihin. "Oh, Bebe hari ini minum 500 ml, okay besok harus pumping ENAM RATUS MILI". Dengan gol lebih gitu, akan selalu ada ASIP tertabung setiap harinya.

2. Weekend Supply

Hayoooo, siapa yang kalau weekend malah nggak pumping? Jangan dong! Weekend tetep pumping, meskipun cuma dapet 100-200 ml, weekend supply ini fungsinya untuk tabungan. Loh iya dong, kan buat Senin ada ASIP yang dipompa di hari Jumat! ASIP hari Jumat dipakai buat hari Senin, ASIP hari Sabtu-Minggu buat tabungan. Nah kalau sukses nambah weekend supply, logikanya udah nggak mungkin kejar tayang ya, karena selalu ada stok dari weekend. :)

3. Pompa saat penuh

Ini biasanya saya lakukan kalau weekend dan pengen nambah stok ASIP. Kalau payudara kerasa penuh, JANGAN DISUSUI KE BAYI. Pompa sampai terasa kosong. Kalau bayi mau nenen? Ya nenenin aja itu payudara kosong. Pengalaman saya, payudara kosong memang kosong kalau dipompa, tapi nggak bakal kosong kalau diisap bayi. Isapan bayi kan beda yah, mau kerasa kosong juga keluar aja itu ASI.

Nah sebaliknya, kalau payudara penuh terus malah disusui, nanti pas pumping pasti dapetnya sedikit atau malah nggak dapet sama sekali. Jadi sekali lagi, kalau kerasa penuh, pumping dulu!

(Baca: 13 Hal yang Hanya Bisa Dirasakan Ibu Menyusui)

4. Pelit sama tabungan ASIP

Saya pelit banget super! Dari Bebe lahir sampai sekarang, belum pernah pergi-pergi bawa ASIP. Bebe pergi sama saya, ngapain ngambil tabungan ASIP? Pernah sekali ASIP diambil untuk ngetes apakah Bebe mau dikasih via botol sama JG. Tapi setelahnya no! Mending saya repot nenenin Bebe di tempat umum, di mana pun, daripada harus ambil tabungan ASIP.

Saya nenenin Bebe di restoran, di mobil, sampai di kantor imigrasi. Kita aja lapar dan haus pengennya makan dan minum dong, sama juga hak Bebe untuk dapet makan dan minum dia secepatnya. Meskipun artinya harus diem di pojokan atau nyusuin sambil ditutup pakai jilbab. (saya anaknya malesan bawa apron, jilbablah bisa ditarik dikit jadi apron lol) NO ASIP WHEN YOU'RE WITH ME, BEBE! Hahaha

Banyak ibu-ibu yang memilih bawa ASIP aja karena ribet kalau harus nenenin di tempat umum. Harus pake baju menyusui (baju berkancing), harus ini harus itu. Buat saya, lebih ribet harus bawa cooler bag dan botol. Ribet harus cairin ASIP-nya. Ribet juga harus cuci botolnya nanti di rumah.

5. DISIPLIN

Ini yang paling susah ya kayanya. Saya aja tadi pagi bablas jadwal pumping karena keasyikan kerja *pencitraan*. Selalu kasih deadline untuk pumping. Misal mau pumping sehari 3x di kantor. Pumping 1 maksimal jam 9, pumping 2 maksimal jam 1, pumping 3 maksimal jam 4.

Saya sekarang cuma pumping 2x, maksimal jam 11 sama jam 5 sore. Jangan lewat jadwal! Karena kalau lewat jadwal dan malah bablas ke jadwal berikutnya, hasilnya nggak bakal jadi 2 kali lipat juga kan. Misal kalau sesuai jadwal: jam 11 dapet 200, jam 5 dapet 200. Eh jam 11 kelewat, pas pumping jam 5, nggak mungkin saya dapet 400 ml sekaligus. Mau nggak mau harus sesuai jadwal.

***
Nah tuh, tipsnya cuma 5 ternyata. Ditambah doa yang khusyu dan online dan offline shopping once in a while insya Allah ASI akan terus mengalir deras. Jangan lupa ngemall buat window shopping buibu. Sempetin beberapa menit sehari untuk ngerjain hobi juga bisa bikin happy. Buang jauh-jauh pikiran negatif. Usir orang yang selalu kasih aura jelek. :D

Ribet? Pernahkah ada yang bilang menyusui itu mudah? Menyusui itu susah karena harus berdamai dengan diri sendiri. Harus mengikhlaskan banyak sekali waktu. But believe me it's totally worth it! Worth the money and the health of the baby. :D

Kapan mulai mompa? Saya sendiri mulai mompa sebulan setengah sebelum masuk kerja soalnya malaaassss. Salutlah sama ibu-ibu yang bahkan di rumah sakit pun udah mompa. Saya baru mompa pas Bebe mau umur 2 bulan, itupun hasilnya habis karena si Bebe belajar pake soft cup feeder lah, belajar pake botol ini itu ini itu.

(Baca: Tentang Drama Pilah Pilih Dot)

Tapi yang lalu biarlah berlalu, sekarang mah doanya biar supply ASI lancar terus sampai tiba saatnya Bebe cukup usia untuk tidak ng-ASI lagi.

Semangat buibuuuu! :D

Follow Instagram saya yuk! Banyak cerita seru yang saya share di sana, mau tanya-tanya soal ASI juga boleh! Klik @annisast!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

TUTORIAL: Cara Resize Foto Banyak Sekaligus

on
Tuesday, February 17, 2015

tutorial how to resize multiple images in adobe photoshop - cara resize foto banyak sekaligus di adobe photoshop

Sering kan yah agak-agak males untuk nge-blog karena kebetulan postingannya butuh banyak foto dan size fotonya gede-gede. Harus resize dulu dong biar loading pagenya nanti nggak berat buat pembaca. Tapi harus resize satu-satu juga lamaaaa. *alasaannn*

Nah, ada kok caranya resize foto banyak sekaligus di Adobe Photoshop. Jadi foto dalam satu folder, semuanya akan di-resize sesuai ukuran panjang maksimal yang kita set. Cus langsung baca petunjuknya:


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Tentang Hidup di Social Media

on
Friday, February 13, 2015
"Bahwa hidup itu nggak seindah foto Instagram," -- JG

Well, true.

Saya sendiri punya akun Instagram yang jarang sekali di-update karena harus meng-admin akun Instagram Bebe. JG punya akun Instagram yang cukup rutin di-update.

Isinya seputar hal-hal yang dia suka seperti sketsa, mini toys, mobil, foto-foto liburan, atau apalah yang penting menurutnya bernilai #Instagrameun atau layak di-Instagram-kan. Setiap hari dia upload #UratOret alias gambaran sendiri, setiap Rabu upload #KutipanRabu, isinya quotes-quotes inspiratif buatan sendiri. *halah*

Si Bebe akun Instagramnya di-update daily karena emaknya obsesi pengen lihat perubahan wajah dia dari hari ke hari. Bikin komik juga buat lucu-lucuan ajah karena muka Bebe ekspresif jadi gampang dibuat komik.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Bebe 8 Bulan!

on
Wednesday, February 11, 2015
Ini catatan (buat diri sendiri sih sebenernya) udah bisa apa aja si Bebe di usianya yang ke-8 bulan.

1. Punya emosi dan bisa berkomunikasi

Bebe sekarang emosinya makin keliatan. Kalau dia seneng, ketawa-tawa terus. Kalau bosen, bisa menghela napas "hah" gitu sambil bahunya turun. Kalau bosen banget, nangis seketika. Ini juga cara Bebe berkomunikasi. Dia punya nada-nada tertentu yang menandakan pengen digendong, pengen nenen, atau manggil. Misal saya duduk di sebelah dia tapi nggak merhatiin dia, Bebe akan "uh" dengan nada tertentu sampai saya noleh. Kemudian? Kemudian sibuk lagi sendiri. -_____-

Emosi ini juga termasuk menolak. Misal menolak tangan saya pegang pipi dia, jadi ditepok suruh pergi. Dia juga masih hobi jatoh-jatohin barang. Yang absurd kalau tangan saya misal lagi di atas paha saya sendiri, terus nggak boleh. Tangannya didorong-dorong biar jatoh. -_____-

2. Coba merangkak dan berdiri

Dari segi motorik kasar, Bebe sedang berusaha keras merangkak tapi belum berhasil karena berat di pantat. Kepala dan tangan sukses naik, pantat ketinggalan. Pantat naik, kepala nyungsep. Tapi ngesot ala tentara jago bener. Ngesot aja ngebut. Ngebut karena dia biasanya mengincar sesuatu. Misal ngesot di karpet, dia mengincar sendal rumah ... untuk digigit. Daripada keburu dipindah, ngebutlah dia ngesotnya.  Selain itu, Bebe juga udah maunya berdiri mulu padahal belum kuat. Kakinya jejek-jejek terus. Tangannya juga kuat banget, bisa megang benda berat sebelah tangan aja. Sekarang kalau nenen terus nenennya copot dia tarik mendekat seolah payudaraku semacam gelas.

3. Bisa nunjuk!

Ini paling seru! Suatu hari si Bebe tiba-tiba melipat jari tengah, jari manis, dan kelingking dan tiba-tiba nunjuk! Nunjuk pake telunjuk dan jempol. Setelah bisa nunjuk, apapun ditunjuk dan harus didatengin. Atau misal ada orang naik tangga dia nunjuk tangga, ibu saya masuk kamar, Bebe nunjuk kamar. SIBUK!

4. Observe more

Bebe sekarang mulai mengobservasi dengan mata dan tangannya, bukan dengan mulutnya. Kalau sebelumnya dia pegang apapun, yang pertama dilakukan adalah masuk ke mulut. Sekarang dilihat dulu semua sudutnya, dipukul-pukulin ke meja, lama-lama baru masuk mulut.

5. Makanan

Mulai pilih-pilih. Alias pilih-pilih yang nyuapin. Kalau saya yang nyuapin susah luar biasa, nggak pernah habis, nangis duluan minta gendong. Kalau di daycare mah habis semua juga. Huh. Di 8 bulan ini juga saya baru kasih mangga dan kuning telor. Plus keju! Alhamdulillah yah suka keju. Emaknya suka banget keju jadi sempet parno Bebe nggak suka keju.

ASI juga masih terus. Nenen terus meski gampang terdistraksi dan nggak sengaja gigit. ASIP nya mulai ngurang banget, tinggal 200-300 ml per hari dari 400-500 ml.

Udah sih itu aja. See you!



-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

APPS REVIEW: The Wonder Weeks

on
Monday, February 9, 2015

First time mom pasti suka bingung ya kan kenapa bayi ada kalanya nangis terus tanpa alasan. Kalau emaknya drama (kaya saya), crankynya si baby akan berbanding lurus dengan crankynya saya. Capek jadi berkali lipat karena mengulang pertanyaan dari dalam hati sampai diteriakin beneran karena kesel: INI ANAK KENAPA SIH?!!!

Nah awalnya saya gitu sampai akhirnya nemu aplikasi brilian namanya The Wonder Weeks saat Bebe umur 3 mingguan. The Wonder Weeks my savior!


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Mengasuh Anak Sendiri vs Diasuh Kakek Nenek

on
Friday, February 6, 2015
Ada yang galau karena harus menitipkan anak ke neneknya? Galau karena tidak bisa mengasuh anak sendiri sehingga anak diasuh oleh nenek?

anak diasuh nenek kakek

First of all, semua pilihan masing-masing ya buibu. Nggak ada yang benar atau salah. Nggak ada yang lebih tepat, tepat, kurang tepat, atau tidak tepat. Tulisan di bawah ini murni apa yang saya jalani sendiri. Karena tak ada standar untuk jadi orang tua ideal. "Ideal" menurut sebagian orang kan ketika punya anak, "memaksa" ibu untuk berhenti bekerja dan diam di rumah. Tapi buat saya dan JG ya tidak ideal. Makanya, ideal menurut siapa? :)

***

Memutuskan berkeluarga itu artinya keluar dari rumah. Sejak kecil, ibu saya selalu bilang: setelah menikah, meskipun ngontrak, harus keluar dari rumah.

Tapi saya keluar dari rumah tiga tahun lebih cepat karena memutuskan kerja di Jakarta. Ternyata hidup tanpa intervensi orang tua itu seru banget!

(Baca: Repotnya Tinggal di Jakarta dan Kenapa Bertahan di Jakarta?)

Seru karena semua diputuskan sendiri. Sebelum punya anak, keputusannya remeh temeh macam belanja bulanan, makan apa hari ini, pulang jam berapa malam ini. Setelah punya anak? Wow, intervensinya luar biasa!

Sebagai orang tua baru, saya belajar banyak sekali soal bayi-bayian dan anak-anak. Yang saya pelajari tentu beda dengan common sense ibu dan nenek saya. Ya bayangin aja, saya punya anak tahun 2014. Ibu saya ngelahirin saya tahun 1988. Nenek saya ngelahirin ibu saya tahun 1963!

Range-nya aja udah 25-50 tahun!

Lima puluh tahun berlalu, manusia semakin modern dong yah. Berantem lah saya yang "modern" ini dengan ibu dan nenek saya yang sudah "berpengalaman" membesarkan anak sejak 50 dan 25 tahun lalu. Well, it was tough!

Pertama soal bedong dan gurita. Saya nggak mau Bebe dibedong dan digurita karena semua pendapat modern bilang nggak perlu. Ibu saya maksa ingin bedong dan gurita. Berantemlah setiap hari selama kurang lebih 3 minggu pertama. -______- Untuk gurita saya masih toleranlah asal nggak diiket kenceng. Tapi bedong?

Berantemnya dengan cara kalau ibu pegang Bebe, sebisa mungkin dibedong. Begitu saya liat, saya lepas. Ibu liat, Ibu bedong lagi. Saya lepas lagi. Terus aja sampai dan ibu nyerah sambil sedih-sedih bilang: "ya udah terserah mbak aja!" Dan saya yang ngambek juga: "ya emang terserah aku!" -______-

Gimana dong, kalau saya nurut-nurut aja, nggak maju-maju ini endonesiah! *naon*

Dan banyaaakkkk lagi common sense perbayian dari ibu dan nenek yang "dipaksakan" ke saya. Tentu ditolak mentah-mentah karena terbukti mitos. Di antaranya:

- Nggak boleh makan es nanti ASI nya dingin dan lidah bayi putih-putih (kagaaaa ada hubungaaannnn. Dikata ini toket macam kulkas keles, bisa dinginin ASI)

- Baru melahirkan nggak boleh tidur siang (gue make sure tidur siang sebanyak mungkin!)

- ASI awal harus dibuang dulu karena basi (what the?)

- Sekali nenen harus gantian kanan kiri karena kanan makanan kiri minuman (atulah teori macam apa ini?),

- Baju bayi jangan direndem kelamaan nanti anaknya masuk angin. (yaampooonnnnn)

Endebrei endebrei. Buanyak. Nggak masuk akal. Mau kabur aja dari rumah fix. *lebay*

Apalagi nenek saya. Yang ngasih makan anak-anaknya dengan bubur tepung beras di hari keempat. Bayi 4 hari cuuyyy, dikasih bubur. Mending ibu saya dulu nggak nurut, jadi saya baru makan bubur di umur 4 bulan. Dulu kan standar MPASI memang 4 bulan, bukan 6 bulan kaya sekarang.

Nenek saya pas lagi main ke rumah pas umur Bebe sebulanan, risih banget kayanya liat Bebe nenen sejam sekali.

Kata nenek: "Udah kasih makan bubur aja. Biar tidurnya bisa lama. Daripada repot seharian cuma nenenin aja."

Saya: *menjelaskan bahwa saya nggak ngerasa repot menyusui dan bahaya MPASI dini*

Nenek: "Ah nggak akan apa-apa, kan buburnya lembut. Atau kasih pisang aja!"

Saya: *anter nenek pulang*

-______-

Masalahnya ya, kalau udah urusan cucu, ibu saya yang paling gaul, berjiwa muda, dan rock n roll aja bisa mendadak dangdut jadi konservatif. Padahal udah dijelasin baik-baik lengkap dengan segala literatur ilmiahnya, teteeppp aja keukeuh saya harus nurut berbagai mitos ituuhhh. *jambak rambut sendiri*

Menang nggak semua sih, ada banyak juga yang ibu setuju. Kaya lepas sarung tangan di umur 2 bulan, Bebe nggak makan lagi setelah jam 6 sore, Bebe nggak boleh nonton TV, dll. Tapi yang beda pendapatnya juga banyak. Dan repotnya kami sama-sama keras kepala.

Jadilah saya menunggu-nunggu waktu cuti habis. Biar bisa di Jakarta dan ngasuh Bebe dengan cara yang saya dan JG sepakati. Dan jauuhhh lebih menenangkan dan menyenangkan. Saya bersyukur bisa tinggal jauh dari orangtua. Bersyukur bisa mengunjungi mereka sebulan sekali.

Meskipun ya ruepot luar biasa. Saya udah minus 1 kg dari berat badan sebelum hamil. JG udah minus 10 kg dari berat badan sebelum nikah. Bayangin aja kerja office hour plus ngurus anak dan rumah tanpa mbak dan tanpa baby sitter. :)))))

Beda sekali kalau lagi di Bandung, saya cuma leyeh-leyeh doang. Nggak perlu mikirin masak dan ngurus rumah. Tapi yaaa menikmati sekali mengurus anak tanpa intervensi di Jakarta.

Ini nih sekarang aja lagi liburan di Bandung seminggu. Entahlah kenapa ngepas banget sama Bebe nggak mau makan sama sekali. Padahal biasanya makan lahap selalu habis. Saya dan ibu maksa makan Bebe yang udah ah uh kesel karena dipaksa.

Ayah: "udahlah, nggak usah dipaksa, kasian!"

KASIAAANNN malahan masa dua hari cuma makan sesuap dua suap. T_____T

Dan ini rupanya terjadi sama hampir semua orang. Tiap hari di grup Facebook Sharing ASI/MPASI, pasti adaaaaa aja yang curhat sedih karena anaknya diem-diem dikasih MPASI dini sama mertua lah, anak kejang dikasih kopi sama neneknya lah, blablabla. Padahal segala kegalauan itu solusinya satu: keluar dari rumah, tinggal tanpa orang tua, urus anak dengan cara sendiri.

Lagipula saya ada contoh nyata. Anak pertama Teteh (kakak JG) diurus sama mertua (neneknya) karena waktu itu Teteh kerja. Manja luar biasa. Anak nenek. Sekarang umur 4 tahun kalau malem masih pake diapers, masih ngedot. Anak kedua diurus sendiri sama Teteh yang memutuskan berhenti kerja. Sejak umur setahun udah mandiri dan udah lepas diapers sama sekali. Minum udah pake sippy cup.

Jadi saya udah sepakat sama JG, Bebe akan terus di daycare. Kami berdua menolak pola asuh kakek nenek. Lagian, anak-anak daycare itu biasanya sociable dan nggak takut ketemu orang. Kalau lagi nggak mood, mereka akan jutek, bukannya nangis saat ketemu orang baru.

Karena bagaimana pun, sekali lagi, pola asuh orang tua dan pola asuh nenek kakek itu pasti beda.

Di usia nenek kakek, cucu nangis itu hampir selalu dianggap mengganggu jadi gimana pun harus berhenti. Dibujuk dari gendong sampai jajan. Di usia orang tua, anak nangis itu ada berbagai kemungkinan. Apakah harus dibujuk? Atau harus didiamkan untuk belajar self soothing dan belajar kalau nangis bukan senjata?

Di usia kakek nenek, anak makan harus habis gimana pun caranya. Termasuk sambil nonton TV atau sambil jalan-jalan sambil digendong jarik. Ada pun yang malah nggak mau maksa cucu makan dengan alasan takut trauma kalau dipaksa. Kuruslah itu cucunya. Ada juga yang nggak mau maksa cucunya gosok gigi karena cucu selalu nangis tiap gosok gigi.

Kalau kata Ustaz Aam Amirudin, kekurangan mengasuh bersama kakek nenek adalah konsistensi. Misal orang tua melarang makan coklat. Kakek nenek membela dengan "bolehlah, sedikit aja". Anak jadi bingung harus menurut siapa? Kasus seperti ini menurut psikolog (waktu konsultasi di daycare) akan mendorong anak berbohong dan jadi kongkalikong dengan kakek nenek.

Tapi pasti ada sih kakek nenek yang strict dan disiplin. Bersyukurlah kalian yang punya orangtua/mertua yang disiplin dalam mengurus cucu. Bersyukur juga kalian yang anaknya kalem, santai broh di mana pun berada jadi kakek nenek nggak capek urusnya. Bukan yang butuh perhatian 100%, heboh melintir-lintir lihat pegang sana-sini kalau di mobil, nungging-nungging di atas bouncer, dan lempar-lempar barang dari high chair. *alias si Bebe -____-*

Eh tapi gini-gini saya juga galau loh waktu hamil. Ada khawatir karena akan taro Bebe di daycare. Tapi opsi lainnya hanyalah pakai baby sitter bersama ibu saya di Bandung. Kasihan ibu saya pasti capek karena Bebe super aktif. Kasihan juga Bebe cuma ketemu saya dan JG saat weekend aja. Kasihan juga sama saya dan JG capek tiap weekend harus mem-Bandung. Kasihan juga saya nggak bisa nenenin Bebe tiap saat. Nggak sehatlah intinya.

Juga demi kewarasan saya dan JG karena nggak perlu debat sama ortu masing-masing soal anak, tinggal jauh dari orang tua jadi solusi. Juga diskusi dengan daycare tentang pola pengasuhan. Diskusi dengan psikolog tentang tumbuh kembang anak.

(Baca: Tentang Menitipkan Anak di Daycare)

Karena menjadi orang tua adalah proses belajar seumur hidup. Kami selalu butuh saran, tapi tidak dengan paksaan. :)

Jadi memilih mengasuh anak sendiri atau diasuh nenek dan kakek? Your choice. :)

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Tentang Menitipkan Anak di Daycare

on
Wednesday, February 4, 2015
tips menitipkan anak di daycare kekurangan dan kelebihannya

Judulnya sungguh sangat baku sekali demi judul yang SEO friendly lah ya. HAHAHA.

Saya udah pernah nulis soal daycare ini waktu awal-awal Bebe di daycare (which means waktu umurnya 3 bulan lol). Mengingat sekarang Bebe makin besar, saya jadi merasa perlu meng-update apa saja kelebihan dan kekurangan daycare. Saya juga udah lebih tahu seluk beluk daycare.

(Baca dulu: Tentang Bebe di Daycare)

Selain itu, trigger dari postingan kali ini adalah karena masih banyak sekali yang memandang saya dan JG secara negatif karena menitipkan Bebe di daycare.

Bahkan kalimat sesimpel: "Yah, kok di daycare?" atau "Hah? Nggak takut emangnya di daycare?"


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

TUTORIAL: Cara Memasang Button Back to Top

on
Monday, February 2, 2015
cara memasang back to the top button di blogspot dan wordpress

Hai everybodyyyyy!

Ini postingan scheduled karena dirikuh sedang cuti seminggu ke Bandung alias liburan. Tapi dalam rangka konsisten ngeblog jadi di-draft dan scheduled deh. *harus banget bilang-bilang*

Kali ini tutorial Monday Techno-nya adalah cara bikin button Back to Top seperti yang ada di kanan bawah blog saya ini. Fungsinya biar kalau ada postingan panjang, nggak perlu lama-lama scroll untuk kembali ke atas. Tinggal klik Back to Top, syuuunnggg, layarnya otomatis nge-scroll sendiri ke atas.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!