Image Slider

#FAMILYTALK: Tips Melepaskan Anak dari Gadget

on
Saturday, October 31, 2015
btw ini gagal. jadi ya ... gagal. bebe akhirnya lepas dari gadget di umur 3 tahun. baca di sini: 


Lebih tepat sih judulnya: Tips Melepaskan Ketergantungan Diri Sendiri pada Gadget Agar Anak Tidak Ikut-ikutan. DUILEEEEE. Diri sendiri aja ribet hidup tanpa gadget, masih mau sok-sokan melepaskan anak dari gadget. -______-

Tapi yes, saya dan JG sedang berusaha melepaskan Bebe dari gadget. Karena pertama takut ketergantungan dan takut matanya rusak. Mumpung belum suka-suka banget jadi maunya dilepas. Dia boleh main gadget Sabtu Minggu doang. Gimana caranya kan anaknya belum ngerti?

Ambil paksa aja sih paling nangis tantrum 10-15 menit udah gitu lupa.

Tips selesai.

...

...
Baca versi Isti di sini

Ya abis gimana, anak 2 tahun itu belum tahu waktu. Belum bisa dibilangin, "oke satu cerita terus udah yaaa, main yang lain yaaa." Belum bisa. Dia bahkan belum tahu definisi waktu dan cerita itu apa. -_____-

Jadi selama ini yang saya lakukan bersama JG adalah buka hp sambil sembunyi-sembunyi. Ya abis gimana kan group WhatsApp dan Line itu kadang urgent banget ya pengen kita ikut nimbrung ngobrol YANG MANA NGGAK PERNAH PENTING BANGET PADAHAL.


Lagian nanti kalau nggak cek HP 10 menit sekali nanti banyak ketinggalannya. Ketinggalan info di Twitter. Ketinggalan chat di group-group. Ketinggalan banyak deh kan sedih kalau ketinggalan info. Kan sedih kalau nggak bisa chat sama temen-temen sepanjang malam.


Blah.

Sampai hari itu. Saya lagi PMS jadi emosi terguncang. Saya nonton video YouTube yang ada kutipannya begini.


Video itu pernah saya tonton dulu. Tapi dulu nontonnya lempeng aja nggak menohok, ya udah sik gimana dong hidup gue ya begitu nggak usah dibikin pusing. Tapi kali ini saya merasa sedih sekali. Karena ya, Bebe suka pengen main HP/iPad/iPod itu karena dia liat kami berdua sedang pegang. Kalau lagi pegang pasti direbut, kalau lagi nggak pegang, dia nggak inget ada gadget-gadget itu di rumah.

Kasihan Bebe. T______T

Kemudian dengan emosional saya WhatsApp JG, nanya gimana kalau mulai sekarang kita nggak buka HP sama sekali dari jam 6 sore sampai jam 9 malam? Karena pertimbangannya itu quality time sama Bebe dan Bebe tidak akan minta HP kalau dia nggak liat HP nya. Dan Bebe hampir pasti tidur di jam 9 malam.



Terus JG telepon.

JG: "Aku nggak bisa. Lagian kamu yang lebih banyak pegang HP"

Saya: "Iya aku tau, makanya yuk dicoba sama-sama"

JG: "Nggak deh kamu aja"

Terus teleponnya ditutup. Yes, segitu signifikannya gadget di kehidupan keluarga kami sampai perdebatannya alot gini macam steak kelamaan dimasak. *ANALOGINYA PLIS*

Karena lagi mens itu Saya tiba-tiba pengen nangis. Saya merasa saya punya saran yang baik untuk perkembangan Bebe tapi nggak didukung sama JG. T_______T


Apa yang dilakukan selanjutnya? Ke toilet kemudian mewek. HAHAHAHAHAHAHAHAHA. Gue doang apa gimana sik kalau lagi mens suka drama banget nangis-nangis. -______-

Terus saya WhatsApp JG.



YEAAYYY! Itu chat 2 minggu lalu jadi total 2 minggu sudah kami berdua tidak pegang HP dari jam 6 sampai jam 9 malam. Sebelumnya kami pengumuman di group yang penting-penting kalau saya tidak bisa respon di jam-jam itu. Kalau ada hal sangat urgent, bisa telepon langsung.

Alhamdulillah sampai sekarang belum ada yang telepon. Artinya? Artinya tidak ada hal yang luar biasa penting sampai harus dibalas detik itu juga. Sampai harus mengorbankan waktu bersama Bebe :)

Catatan saya setelah dua minggu tanpa gadget bersama Bebe:

1. Bebe lebih kalem. Iya ya karena perhatian kami berdua full fokus ke Bebe, jadi dia cenderung jarang nangis karena perhatian 100% tidak terganggu hal lain.

2. Tidur lebih nyenyak. Bebe tidur lebih nyenyak karena capek banget lari-larian tanpa lirik gadget. Jam setengah 9 atau jam 9 biasanya mandi terus kemudian baca-baca buku sebentar atau main di kamar. Kemudian tidur.

3. Lebih banyak ngobrol. Saya dan JG jadi lebih banyak ngobrol. Before this we talk a lot sih but after this we talk more. Banyaaakkk sekali cerita. Saya jujur kangen banget masa-masa ini kaya zaman pacaran dulu *eeaaa* Zaman di mana kami sangat menghargai waktu ngobrol karena ketemunya sebentar. Sekarang udah nikah mah ah susah banget cari waktu ngobrol yang berkualitas kalau nggak disengaja-sengajain.


4. Tidur tepat waktu. Ini karena capek hahahaha Capek ngejar-ngejar Bebe dan main sama Bebe. Jam 9 tidur bareng deh sama Bebe. Padahal biasanya dari Bebe tidur itu masih online sampai jam 12 atau jam 1. Masih sih kadang kaya gitu, tapi seringnya sekarang jam 9 udah tepar bertiga.


5. Kuota irit. Ini iyaaaa banget. Karena waktu-waktu produktif untuk online sekarang berkurang 3 jam. Irit banget deh pokoknya. :D


Terus chat-chat di group dan timeline Twitter gimana? BIARLAH. Meski kadang gatel banget pengen cek tapi ya udahlah. Nggak ada yang se-urgent itu kok sampai harus nyuekin Bebe main sendirian. Kalau ada yang bener-bener urgent, pasti telepon kan.

So yessss, itu salah satu usaha kami untuk melepaskan Bebe dari gadget. Share juga dong, gimana cara agar balita bisa bebas gadget. :D

Oiya, videonya ini. Pasti udah pada nonton lah ya. A poem "Look Up" by Gary Turk. :)



-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Jadi Hidup Itu ...

on
Friday, October 30, 2015

Masih jam 7 pagi, hari Jumat. Iya hari ini, persis tadi pagi. Saya duduk di kubikel saya, dengan laptop dan monitor yang masih mati. Ruangan juga masih sepi, lampu dan AC malah baru saja menyala. Dinyalakan karena saya datang.

Setiap hari saya selalu jadi yang pertama datang. Bersamaan dengan satpam yang membuka pintu dan menyalakan lampu. Bersamaan dengan office boy yang harus mencuci gelas dan menyiapkan minum. Bersamaan dengan cleaning service yang selalu meminta saya untuk berhati-hati karena saya selalu berjinjit sambil permisi, berjalan di atas lantai basah yang baru dipel.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Semangat Shanti Persada Melawan Kanker #FinishTheFight

on
Thursday, October 29, 2015
Photo by: Darwis Triadi.

Setiap kisah selalu punya dua sisi. Kalau cerita tante saya membuat mengharu biru, beda lagi dengan kisah perempuan satu ini. Ia juga divonis breast cancer 5 tahun lalu. Bedanya ia malah menginspirasi banyak orang. Termasuk saya. :)

Hari itu ruangan depan kubikel saya terisi orang baru. Perempuan berkulit putih dengan rambut sebahu. Sepatunya selalu berhak tinggi. Dressnya selalu licin rapi. Berbeda dengan saya yang kadang rasanya ingin dasteran saja ke kantor hahaha


Satu hal, wajahnya sama sekali tidak asing. Mencari tahu namanya, saya langsung browsing: Shanti Persada. Cobalah sendiri, apa yang muncul di Google. Pantaslah tidak asing, wajah ini sering muncul di media.

Iya, mbak Shanti begitu saya biasa memanggilnya adalah seorang cancer fighter. Ia founder komunitas Love Pink Indonesia. Komunitas yang ia dirikan sebagai support group bagi para cancer fighter.



Mbak Shanti divonis kanker payudara 12 Maret 2010. Di acara Kick Andy setahun yang lalu, ia mengaku tak pernah menyangka harus hidup bersama kanker. Apalagi saat itu, ia langsung divonis di stadium 3B di payudara kanannya.

"Sabtu pagi itu saya ke ahli onkologi, tapi kondisi payudara saya sudah seperti kulit jeruk dan puting tertarik ke dalam. Dokternya terkejut melihat kondisi fisik payudara saya dan memperkirakan sudah stadium 3B. Saat itu, dunia seperti berhenti berputar," ujarnya.

Namun kemudian, ia teringat ibunda dan anak perempuan satu-satunya di rumah. Ia pun bertekad harus sembuh dan sehat kembali.

"Saya terpikir mama saya umurnya 81 tahun waktu itu, beliau masih sehat dan kuat. Saya mau anak saya ketika seusia saya, masih punya ibu seperti saya," lanjutnya.

Mendirikan LovePink

Mbak Shanti kemudian menjalani serangkaian perawatan. Ia bertemu dengan Madelina Mutia yang juga sedang berjuang dengan kanker yang sama. Mereka berdua kemudian membentuk support group bernama Love Pink pada 2012.

Love Pink didirikan untuk membantu penderita melewati masa kritis selama perawatan. Misinya adalah memberi dukungan mental pada teman-teman yang terdiagnosa kanker dan mengkampanyekan deteksi dini payudara.

Punya pengalaman sebagai cancer fighter membuat keduanya tahu persis bahwa mental support adalah kekuatan utama untuk bisa menjalani berbagai rangkaian terapi untuk proses penyembuhan.



Terakhir, Love Pink menggelar event Jakarta Goes Pink yang diikuti oleh 9 ribu orang 4 Oktober lalu. Berpakaian pink, mereka berjalan kaki dari Parkir Timur Senayan sampai Jalan Jenderal Sudirman. Semua untuk meningkatkan kesadaran bahwa kanker payudara bisa datang pada siapa saja. Pada pria sekali pun!



"Sebagai penderita kanker payudara, pelajaran paling berharga yang kami dapatkan adalah bahwa sikap dan cara pandang merupakan hal yang yang terpenting. Masing-masing dari kami masih berjuang, tetapi kami tidak lagi menghadapinya sendiri." -- Love Pink.
*

Beberapa bulan berlalu setelah pertemuan pertama itu, saya jadi sering bertemu dengan mbak Shanti karena minimal seminggu sekali kami weekly meeting bersama. Sampai suatu hari di pertengahan minggu, ia bilang harus check up rutin ke Singapura.

Hari Senin ia sudah masuk kerja kembali. Dengan high heels berwarna peach dan dress selutut dengan outer berwarna senada. Saya ingat persis ia membawa buah untuk cemilan saat meeting. Siangnya ia mewawancarai seorang calon karyawan. Ia memanggil saya ikut masuk ke ruangannya.

Usai wawancara, calon karyawan pulang. Saya menanyakan kabar. Bagaimana Singapura?

"Iya jadi kemarin waktu check up, ternyata ketemu lagi, Cha. Di sini," ia berbicara sambil menunjuk lehernya. Nada bicaranya santai sekali. Seperti orang yang menunjukkan ada bentol gatal digigit nyamuk semalam. Yang terkejut siapa? Ya saya dong.

"Hah?! Ketemu apa? Kanker lagi?" tanya saya. Ia kemudian menjelaskan ya, kanker kelenjar getah bening. Dan langsung dioperasi saat itu juga.

"Buat apa sih ditunda? Toh ujungnya harus operasi juga kan. Dokter tanya apa aku nggak ingin konsultasi sama keluarga dulu di Indonesia? Tapi untuk apa? Malah buang waktu kan minggu depan harus ke Singapura lagi," ujarnya.

Padahal ia ke Singapura hanya berdua dengan anaknya. Selama ia check up, anaknya jalan-jalan karena tak tega anak 15 tahun harus menemani ibunya di rumah sakit. Lagipula ia bisa sendiri. Bahkan saat keputusan operasi pun, anaknya tak diberitahu.

Setelah sadar benar dari operasi, dia langsung pulang ke hotel tanpa rawat inap. Rumah sakit Mt Elizabeth memang tak pernah menahan pasien untuk rawat inap jika tidak sangat kritis. Menurut pihak RS, orang sakit sebaiknya dirawat di rumah, karena rumah sakit justru sarang penyakit.

"Kemarin tuh passs banget cek tahun kelima. Eh nggak lolos, dikasih tantangan lagi. Ya udah jalani aja," katanya.

Jadi begini, seseorang yang sudah pernah kanker, harus rutin check up 6 bulan sekali untuk memastikan sel-sel kanker itu benar-benar bersih. Nah jika sudah lewat 5 tahun dan benar bersih, maka bisa dibilang sebagai cancer survivor. Tapi ketika belum lewat 5 tahun, maka ia masih seorang cancer fighter. Tepat di pemeriksaan tahun kelimanya, mbak Shanti ternyata terkena lagi kanker getah bening dan menyebar ke paru-paru.

Ia pun kemudian menjalani operasi dan kemoterapi lagi. Untuk proses pengobatan kali ini ia sempat terbang ke Guang Zhou dari Mei hingga Agustus 2015. Beberapa kemo juga dilakukannya di sana.

Di sela-sela kesibukannya bekerja dan bersama Love Pink, mungkin sedikit sekali yang tahu kalau ia masih menjalani kemoterapi. Teman-teman kantor saya saja malah banyak yang tidak tahu kalau ia seorang cancer fighter. Kenapa? Karena tidak terlihat sama sekali. Ia selalu segar dan ceria. :D

Karena merasa cantik itu penting bahkan saat kita sedang berada di titik terendah. Jadi ia selalu memastikan untuk tampil cantik dan berdandan agar auranya positif. Agar orang yang melihat pun senang dan tidak terbawa negatif.

"Waktu gue operasi cancer yang pertama, temen-temen bagi tugas. Pas keluar ruang operasi, siapa yang mau pasangin lipstik. Bener dong, begitu kelar operasi, gue langsung dipakein lipstik merah," ujarnya sambil tertawa.

Sebelum pergi ke Guang Zhou, saya dan beberapa teman sempat menjenguknya di rumah sakit. Kali ini bukan hanya lipstik merah, tetapi bulu mata palsu juga siap siaga. Pin berbentuk pita pink juga disematkan di bajunya sebagai tanda kalau ia sedang berjuang.

Meski di rumah sakit, mbak Shanti tidak tiduran, duduk tegak seperti orang sehat. Mengobrol dan tertawa seperti tak ada apa-apa. :)



Setelah itu kami jarang bertemu. Sesekali saya menyapa via WhatsApp, mengucapkan selamat ulang tahun. Memberi icon love di status Path-nya yang selalu sibuk wara-wiri dengan kampanye Love Pink. Apalagi bulan ini memang bulannya kanker payudara, sibuknya tiada dua.

*



Sampai beberapa hari lalu. Di ulang tahun XL yang ke-19, saya datang sendirian. Di barisan terdepan duduklah ia bersama dua temannya dari Love Pink, Samantha Barbara dan Dede Gracia. Ternyata CEO XL temannya semasa kuliah. Saya langsung menyapa dan jadi duduk di sebelahnya. Di depan kami, duduk berbaju putih bapak Menkominfo Rudiantara.

Tak menyia-nyiakan kesempatan, ia langsung memperkenalkan diri pada Pak Menteri. Memberinya booklet Love Pink, mengajaknya bekerjasama. Pak Menteri setuju.




Pak Menteri tak tahu, mbak Shanti bersama rombongan Love Pink baru datang dari Bandung kemarin. Bertemu dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil, bertamu dan mengajak serta untuk kampanye kesadaran akan kanker payudara. Kang Emil memberi satu karyanya (saya lupa bentuknya apa) untuk dilelang dan hasilnya disumbangkan bagi para cancer fighter.


*

Jadi ya, kanker payudara bisa terjadi pada siapa saja. Tidak bergantung pada usia, status sosial, atau status ekonomi. Punya tante yang meninggal dunia karena kanker payudara saya tahu sulitnya untuk bertahan karena rangkaian pengobatan yang banyak dan menyakitkan. Tapi dunia belum berakhir.

Tetap semangat! Kalau menginspirasi, share yuk tulisan ini. Agar lebih banyak lagi yang teredukasi dan terinspirasi. Klik button share di bawah postingan ini ya! :)


Lebih lengkap tentang kanker payudara bisa diunduh di sini.

#finishthefight #gopink #breastcancerawareness.

Sumber foto: dokumentasi pribadi, dokumentasi Shanti Persada, dan Facebook LovePink Indonesia.

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Belajar Berkomunikasi dengan Balita

on
Wednesday, October 28, 2015

Yaelah sis, anak lo satu doang masih kecil pula sok-sokan mau nulis tips begini. XD

NGGAK APA-APA YAAAAA?

*mengabaikan yang melarang kemudian lanjut nulis lol*

Jadi pernah di daycare ada anak namanya Z. Si Z ini laki-laki, umurnya dua tahun. Dan seperti layaknya anak laki-laki umur 2 tahun, nggak bisa diem. Lari-larian mulu. Saya sore itu jemput Bebe kan, dan lihat jempol kaki kanan si Z berdarah.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

The Bath Box Ocha Liquid Soap: #SelasaCantik

on
Tuesday, October 27, 2015

Wawawaaaa. Kembali lagi ke #SelasaCantik! Kali ini Wina mau review sabun green tea. Saya suka banget sama green tea kalau diminum, nah Wina ini suka banget sampai sabun aja nyoba rasa green tea. Hehehehe. Yuk simak reviewnya!



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Serunya Mandiri Karnaval 2015

on
Monday, October 26, 2015
[SPONSORED POST]


Waktu menulis Mandiri Karnaval dengan 17 food truck, 17 kuliner, dan 17 performances, awalnya saya biasa saja. Paling yaaa, panggung biasa dengan jajanan di sekitarnya. Ya standar bazaar-bazaar kuliner gitulah. Tapi ternyata setelah dua hari di sana LOH KOK SERU!

Iya serunya seru banget. Underrated banget kalau disebut bazaar. Karnaval sebenar-benarnya karnaval! Dengan badut-badut, badut beregrang, badut bersepeda roda satu, bianglala berlampu, dan banyaaakk lagi. Bebe aja betah! Betah lari-larian sampai saya dan JG sakit pinggang muahahahaha #parentsproblem.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#FAMILYTALK: Calon Suami dan Poligami

on
Saturday, October 24, 2015


Jadi, dalam sejarah #FAMILYTALK (iyah yang baru episode keempat iniihhhh), mungkin ini tema tersulit yang akan saya tulis. Nggak tau deh kalau buat Isti, soalnya Isti semangat banget ingin nulis ini zzzzz *bobo*

Yes, topik yang hot minggu ini: POLIGAMI.

T_________T *mendadak mellow* *anaknya gampang jealous*

Baca versi Isti di sini:

Disclaimer dulu bahwa saya tidak punya pengalaman langsung dengan poligami. Ayah, mertua, suami, tidak berpoligami. Jadi yang saya tulis di sini murni pandangan saya sebagai "orang luar". Saya mungkin hanya melihat dan menulis dari kulitnya saja. Dan maaf sekali tidak akan menyinggung soal agama. Semua murni masalah hati. *ceile* Mohon maaf kalau ada salah-salah kata. :)



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Yuk, Weekend-an di Mandiri Karnaval 2015!

on
Friday, October 23, 2015
[SPONSORED POST]


Jadi gaes, beberapa minggu ini kepala saya ngebul banget karena meeting yang tak kunjung henti. Iya jadi sudah hampir setahun kantor saya mempersiapkan sesuatu yang baru. Nah sekarang tinggal 6 bulan menjelang launching, segala sesuatunya lagi disiapkan sedetail-detailnya.

Serunya, project ini nanti akan melibatkan banyak bloggers BANYAAAKKKK BLOGGERS WUHUUUUU. PASTI SERU DEH. *excited* Jadi meskipun sehari-hari saya lebih lamaan meeting daripada tidur di malam hari, saya enjoy banget ngerjainnya. Serius nggak cuma sekali dua kali kami meeting 7 jam nonstop. Padahal tidur malem aja seringnya cuma 4-5 jam. :)))))))


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Tentang Kanker Payudara, Let's #FinishTheFight!

on
Thursday, October 22, 2015

Dini hari itu, 24 Juni 2013 pukul 1 pagi. Dua bulan menuju pernikahan kami, saya dan JG berjalan menyusuri trotoar Kuningan yang sunyi senyap. Kami baru datang dari Bandung. Dari pool travel, berjalan kaki menuju kantor JG untuk mengambil motor yang akan mengantar kami berdua ke kost masing-masing.

Malam itu saya gelisah. Ponsel saya pegang erat. Berkali memeriksa layarnya karena seolah mendengar nada dering. Padahal tidak ada siapapun yang menelepon.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

5 Kondisi Tidak Butuh Daycare

on
Wednesday, October 21, 2015
Bebe di daycare mana? Di Tweede Daycare Benhil. Klik untuk baca reviewnya.
 Yang mau nanya-nanya boleh ke Instagram aku ya @annisast. Follow dulu tapi hahaha. Nggak deng, DM langsung aja bisa kok. Thank you!


LANJUTTTT NGOMONGIN DAYCARE HEHEHEHEHE

Iya, meskipun saya #teamdaycare, saya sadar betul lho ada beberapa kondisi di mana daycare bukan jalan keluar terbaik. Daycare cocok untuk ibu bekerja seperti saya, tidak ada lembur, jam kerjanya pasti.

Banyak ibu-ibu yang ingin sekali anaknya di daycare, tapi punya kondisi di mana tidak punya pilihan lain kecuali pakai nanny di rumah atau resign sekalian.

Ini 5 kondisi di mana kita tidak butuh atau daycare bukan solusi terbaik. Buat yang galau mau daycare apa nggak, semoga bermanfaat ya.

(Baca juga: 5 Alasan Tidak Butuh Asisten Rumah Tangga)

1. Ayah dan ibu sering bekerja lembur

Kalau hanya salah satu sih masih bisa ya. Anak dijemput dulu oleh ayahnya atau oleh ibunya. Tapi kalau keduanya sering lembur duh kasihan anaknya selalu dijemput malam. Bangkrut pula karena sering bayar overtime. Jadi kalau memang ayah atau ibu banyak jadwal lembur, menurut saya better di rumah aja pakai mbak.

Karena kadang suka kasihan mbak di daycare-nya pun mau pulang kan setelah seharian jagain anak. Dia harus ikut "lembur" juga karena orangtua anaknya lembur. Mana udah sepi, mbak lain udah pulang, anak lain udah pulang. :(

2. Ibu sering bekerja saat weekend ...

... dan ayahnya nggak sanggup jaga anaknya sendirian. Hahahaha. Iyalah, kalau ayahnya sanggup mah ya dijagain ayahnya aja. Kemarin ada temen daycare Bebe yang bingung titip siapa kalau ibunya harus kerja saat weekend. Mana kerjanya ke luar kota. Mending apa? Mending pake mbak aja di rumah. :D

3. Ada kakek dan nenek yang bisa supervisi

Meskipun yesss, kayanya kalau satu kota dengan orangtua atau mertua juga anak saya akan tetep di daycare ya. Tapi idealnya sih, anak dititip ke orangtua beserta nannynya.

Jadi orangtua nggak terlalu capek, cuma supervisi aja. Bagian yang capek-capeknya sama mbak. Asal nggak banyak dramanya sih ini enak. Kalau sama orangtua/mertua malah banyak drama ya udah mending daycare aja atau sama mbaknya tapi di rumah aja. Hehehe.

(Baca: Kami menolak pola asuh kakek nenek)

4. Tidak ada daycare yang dekat rumah atau dekat kantor

Pilihannya hanya dua: dekat rumah supaya anak diantar dulu sebelum pergi ke kantor atau dekat kantor. Supaya anak pergi bareng.

Saran saya lebih baik yang dekat kantor ya. Karena kita bisa cepat jemput. Kalau dekat rumah dan rumahnya jauh gitu, kasihan lagi anaknya nanti terlambat dijemput. Overtime lagi deh.

5. Ibunya ibu rumah tangga 

Alias nggak kerja di kantor hehehehe yaiyalaahhh. Kalau nggak kerja ngapain deh ke daycare? Di rumah aja dong ya bareng-bareng. Cuma kalau mau me time sekali-kali, bisa kok titip di daycare harian. Jadi satu hari aja, emaknya ke salon. :D

Jadi yessss itulah. Dari sudut pandang saya aja sih. Ada yang mau menambahkan?

[UPDATE]
Sudah ditambahkan sama mbak Noni wuhuuuuu!

(Baca posting saya Tentang Daycare lainnya di sini!)

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SelasaMasak: Resep Sesame Tofu

on
Tuesday, October 20, 2015

Masa yah udah Selasa lagi. Waktu jalannya cepet banget, ngeri yah. T_____T

Anyway, #SelasaMasak dari @feraoofera kali ini bikin ngiler banget! Resep yang gampang banget juga: Sesame Tofu *mata berbinar* Nanti malem pulang kantor mau ke pasar terus beli bahannya ah. Coba yuk!


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Yuk, Catat Jadwal Menstruasi!

on
Monday, October 19, 2015

HUBUNGANNYA SAMA MONDAY TECHNO APAAHHHH?

Ada dong hubungannya, soalnya aku mencatat jadwal menstruasinya di hp. Pakai aplikasi dong tentunya. :)

Aku sendiri pakainya iPeriod. Tapi sebenernya aplikasi apapun juga rata-rata fiturnya sama. Kebetulan dulu pas cari, iPeriod ini nongol paling atas, jadi ya udah deh download yang ini. Eh ternyata dia nyambung sama aplikasi iPregnant untuk pencatatan kehamilan, jadi ya udah betah, nggak coba yang lain.

Saya udah pakai iPeriod ini sejak sekitar tahun 2011. Sebelumnya saya rutin mencatat jadwal menstruasi di HP. Saya biasanya tulis di notes tanggal mulai dan tanggal selesai aja. Tapi aplikasi tentu lebih enak ya karena bisa kasih notifikasi. :D


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#FAMILYTALK: Jawaban Saya Sebagai Working Mom

on
Saturday, October 17, 2015

IH GILA BANGET YAH UDAH SABTU LAGI. Time really flies. Ngeri deh lama-lama. Baru aja Senin eh udah Sabtu lagi. Udah waktunya #FAMILYTALK series lagi. YAY!

Minggu ini masih melanjutkan topik minggu lalu, tentang betapa saya nggak sanggup jadi Stay At Home Mom. Kali ini saya mau jawab "excuse" nya Isti tentang kenapa dia nggak sanggup jadi Working Mom. Tapi sebelumnya baca dulu deh.




LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Jadi, Saya Tidak Lagi Membaca Buku ...

on
Friday, October 16, 2015


IYA DUH SEDIH. :(

Eh sedih tapi nggak sedih gitu deh. *apa coba*

Yang jelas, yes saya sudah lama sekali nggak baca buku "beneran". Kayanya ada setahun gitu nggak baca buku. Padahal sejak bayi, kalau ditanya hobi saya apa, saya selalu jawab: membaca.

"Hobi membaca" itu terus melekat dari saya bisa baca sampai saya SMA kayanya. Buku dan majalah Bobo lah yang jadi penyumbang minus mata saya yang udah minus 2,5 di kelas 6 SD. Sebelum tidur harus baca buku dulu, kalau nggak, nggak bisa tidur. *geek abis*



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Bebe 16 Bulan

on
Thursday, October 15, 2015

Bebe 16 bulaaannn! Dua minggu laluuuu! lol

Udah bikin sih tulisan ini tapi kok ya lupa terus posting. Ok jadi Bebe bulan ini luar biasa ya. Luar biasa aktif dan nggak ada kalem-kalemnya.

JG yang sebelumnya bilang ingin anak kedua sampai nyerah: "Aku nggak sanggup kalau kaya Bebe gini ada dua" T_____T

Yaelah, bapaknya begitu apalagi emaknya ya kaannn. *ngos-ngosan* *badan tinggal kulit dan tulang* -_____-



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

5 Alasan Tidak Punya Asisten Rumah Tangga

on
Wednesday, October 14, 2015

So yesss, dari lanjutan blog post tentang daycare, muncul pertanyaan berikutnya: emang kenapa sih kok nggak mau punya asisten rumah tangga alias mbak? Kan paling simpel itu Bebe di daycare, di rumah ada mbak. Jadi Bebe aman, rumah aman. Nggak capek.

IYA YA KENAPA YA? LOL

Padahal saya dan JG tipe orang yang kalau bisa praktis kenapa dibikin ribet? Asal nggak melanggar aturan sih pastiii pilih jalan termudah. Dengan kondisi suami istri bekerja, lebih gampang punya mbak ART dong ya di rumah? Sampai rumah ada yang masak, rumah rapi, tinggal main sama Bebe.



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Review Colourpop Lippie Stix I Heart This matte: #SelasaCantik

on
Tuesday, October 13, 2015
 

Haiii, selamat Selasaaaa! Kalau Selasa minggu lalu itu jadwalnya #SelasaMasak bersama @feraoofera, minggu ini ada #SelasaCantik! Iyaaahh, isinya postingan beauty wuhuuuu!

Q&A dulu sekilas ya:

1. Kenapa nggak posting beauty sendiri?
Karena saya jarang banget beli make up dan bukan tipe yang coba-coba make up. Jadi beli kalau emang review-nya bagus. Akan gagal lah jadi beauty blogger mah bahahahaha

2. Kan posting beauty di fanpage Annisa Steviani?
Iyaahhh, tapi itu yaaa, sekadar beauty diary aja. Postingnya pun suka-suka, nggak terjadwal, kalau lagi pengen aja dan ada waktunya. Kalau di blog, pake kontributor gini, posting lebih terjadwal dan blog akan tetap rapi.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

APP REVIEW: MyXL

on
Monday, October 12, 2015

Dalam rangka ultah XL yang ke-19 beberapa hari lalu, ayolah sekali-kali postingnya tentang XL. :)))

Jadi saya anaknya lupaan banget. Terus suka sebel kalau harus nginget nomer untuk cek pulsa. *123# atau berapa ya? *efek punya dua nomor*

Nah, makanya saya termasuk yang seneng banget karena XL punya aplikasi yang mempermudah segalanya. Namanya MyXL. Apa aja fungsinya?


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#FAMILYTALK: Me on Stay At Home Mom

on
Saturday, October 10, 2015

Dih baca judulnya aja udah pada judes gitu. *suudzon* bahahahahaha. NGGAK KOK NGGAKKK. Nggak akan jadi war atau kontroversi lagi karena yah menurut saya mah topik ini emang nggak kontroversial aja sih. XD

Jadi jadi, topik #FAMILYTALK minggu ini adalah Stay at Home Mom vs Working Mom yang mana selalu dibilang "kontroversial". Padahal mah apa ih, engga ah biasa aja. Saya yang working mom, nggak pernah menganggap saya lebih oke juga daripada ibu-ibu lain yang tidak bekerja. Nggak pernah menganggap ibu bekerja lebih keren dari ibu tidak bekerja.

Karena apa? KARENA SAYA NGGAK SANGGUP JADI SAHM. HUAHAHAHAHAHAHA. Dan sebaliknya ternyata Isti juga NGGAK SANGGUP JADI WORKING MOM HUAHAHAHHAHAHA. Dunia macam apa ini. XD


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Tentang Lagu Anak-anak (1)

on
Friday, October 9, 2015

Jadi saya kan udah sering bilang ya betapa kalimat "anak zaman sekarang dengernya lagu dewasa!" itu sama sekali ga valid.

Karena apa? Karena orangtuanya lah yang memilih lagu untuk anak-anak. Bebe sendiri seneng banget denger lagu. Dia akan segera joget dengan gerakin tangan dan nganggukkin kepala.

Nah untuk mengakomodirnya, saya belilah semua album lagu anak klasik di iTunes. Lagu anak-anak klasik macam "Pelangi", "Bintang Kecil", dkk. Ada kumpulan lagu anak karya Pak Kasur dan Ibu Sud, ada juga yang diaransemen ulang oleh Kak Nunuk. YES, THAT KAK NUNUK YANG MAIN KEYBOARD ITUH. :))))



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Julie's Biscuit, Instant Addiction!

on
Thursday, October 8, 2015
[SPONSORED POST]



Beberapa waktu yang lalu, saya diundang ke acara launching biskuit. Di otak sih yaaaa, biskuit ya biskuit aja what so special about it sih ya? Apalagi biskuit dengan krim kacang, saya nggak terlalu suka peanut butter. :|

Terus dateng deh, acaranya seru. Dibuka dengan makan siang diiringi akustikan dari Fortune Acoustic yang vokalisnya cantik. Dan biskuit yang di-launch-kan itu tersebar di seluruh penjuru ruangan.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Tentang Wangi Bayi

on
Wednesday, October 7, 2015
bau%20asem%20bayi

Akrab dong sama kalimat:

"IHHH SUKA BANGET SAMA WANGI BAYI!" *kemudian cium-cium rambut bayi*

atau

"Duh, wangi bayi tuh ya enak bangeeetttt!" *kemudian peluk-peluk bayi* *bayi orang lain* lol

Buat saya, orang yang sering bilang gitu itu karena:


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SelasaMasak: Resep Tumis Campur

on
Tuesday, October 6, 2015

"Kunci perubahan adalah kekompakan dan kolaborasi," Ridwan Kamil.

So yes. Mulai sekarang tiap Selasa saya akan berkolaborasi dengan 2 teman saya untuk #SelasaMasak dan #SelasaCantik bergantian setiap minggunya. Kenapa?

Simply karena saya nggak pernah masak dan jarang beli make up. Tapi selalu senang kalau baca resep atau baca review skin care atau make up. Jadi semua posting di hari Selasa bukan saya yang menulis ya! :D

Oke! #SelasaMasak pertama (dan selanjutnya juga sih lol) akan diisi oleh teman saya sejak TK @feraoofera. Masak apa kita hari ini?


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

5 Jenis Aplikasi Wajib untuk Blogging via HP

on
Monday, October 5, 2015


Holahalo! Kembali ke Monday Techno wuhuuuuu! Setelah minggu lalu agak nggak penting, kali ini agak serius lah Monday Techno-nya LOL

Berawal dari saya kok sibuk banget sampai nggak sempet buka laptop buat blogging. Jadinya semua dilakukan di hp deh. Sebelumnya saya cuma suka nulis doang di hp. Hampir semua image dikerjakan di Photoshop.

Tapi lama kelamaan kok ya buka laptop pun aku sulit mencari waktunya? Jadilah mulai ulik-ulik, gimana caranya supaya bisa tetep posting dan semua dilakukan dari hp. Contoh postingnya di link di bawah ini. Semua dilakukan dari hp aja! Tanpa laptop!


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#FAMILYTALK: 5 Alasan Hidup Tanpa TV

on
Saturday, October 3, 2015

Welcome to our very first series: #FAMILYTALK with Istiana Sutanti. Yeah yeah yeah! Intinya sih di series ini kami berdua mau bahas hal-hal yang mungkin nggak dilakukan orang lain tapi surprisingly dilakukan oleh kami berdua.

Seperti contohnya ya ini. Di rumah saya dan Isti sama-sama nggak punya TV. Buat yang seneng nonton TV pasti ngerasa aneh, nggak punya TV terus gimana? YA NGGAK GIMANA-GIMANA SIH LOL

Ini 5 alasan saya kenapa bisa bertahan hidup tanpa TV. Alasan Isti gimana? Baca di sini ya!

(klik link di atas untuk versi Isti)

Baca juga versi Lia di bawah ini wuhuuuu!




LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Tentang Definisi Rumah

on
Friday, October 2, 2015

Duh anaknya gampang banget terpengaruh lingkungan nih. Gara-gara baca posting ini aku jadi mellow dan pengen ikutan juga kangen-kangenan. *halah*

Mellow karena yes, baru aja empat tahun di Jakarta. "Rumah" sudah tidak lagi terdefinisikan dengan sempurna. Rumah yang mana? Pulang ke mana?

Kalau ke Bandung bilangnya "pulang ke Bandung". Pas balik ke Jakarta lagi bilangnya juga "pulang ke Jakarta". Perginya kapaaannn?

Soalnya rumah Bandung yaaaa udah kaya bukan rumah sendiri lagi. Mana pun kasur yang dulu dipakai sendiri sekarang dipakai berdua Bebe, JG tidur di kamar adik saya karena SEMPIT, SIS. Belum anaknya suka tendang-tendang dalam tidur kan sini sakit badan jadinya.

Terus yaaa, kalau udah nikah dan punya anak mah memang lebih enak keluar dari rumah orangtua kan ya. Di mana kebanyakan masalah solusinya hanya didiskusikan berdua dengan suami. Nggak terlalu banyak suara. Karena bikin bingung dan bikin drama.

Nah tapi terus rumah Jakarta juga nggak bisa disebut "rumah" karena dih ngaku-ngaku banget! Ada juga rumah kontrakan punya bu haji. Meskipun iyes belum berencana pindah karena betah banget dan bu hajinya baik. Tapi tetep aja, rumah kontrakan. Mau hias-hias juga males karena tahu suatu hari pasti akan keluar dari situ. :(

Bebe sih nggak tahu ya itu rumah kontrakan, yang jelas dia justru menganggap si rumah kontrakan ini sebagai "rumah"-nya dia. Bebe suka tampak stres kalau kelamaan di Bandung karena yah, rumah asing.

Terus di Bandung biasanya too much attention sementara dia sukanya main-main sendiri gitu. Beberapa kali libur seminggu di Bandung pasti dia rewel banget, dan ajaibnya pas nyampe Jakarta, di rumah kontrakan sempit yang nggak luas kaya di rumah Bandung, dia nggak rewel lagi.

Pas kembali ke Jakarta, dia akan happy. Akan lari-larian sendiri dari ruang tamu ke kamar ke dapur tanpa ada yang berusaha gendong terus atau larang ini itu. Mau naro sendal di kulkas mau naro kemiri di kasur, nggak pernah dilarang. Jatoh berdiri sendiri, nggak langsung ditolong. :')

Kan ada rumah yang dicicil itu? Itu rumahnya sekarang ditempati mertua karena rumah mertua letaknya pinggir jalan raya persis, nggak cocok buat nenek-nenek bercucu. Jadi rumah mertua dikontrakkan deh jadinya. Karena nggak ditempati sendiri dan nggak ditata sendiri, jadinya rumah itu juga bukan kaya rumah sendiri, rasanya yaaa rumah mertua aja yang kita bayari cicilannya tiap bulan. Hahahaha.

Dan kalau lagi di Bandung juga mood-nya liburan banget. Serasa pengen puas-puasin ngapain kek gitu mumpung di Bandung. Karena apa? Karena tahu akan pulang ke Jakarta. Sementara di Jakarta mood-nya kerja banget. Meski macet dan heboh selalu, saya dan JG betah di Jakarta. Tapi gimana dong, nggak punya rumah beneran juga di Jakarta dan pulang kampung itu selalu berarti Bandung.

Mungkin .....

.... ini tanda-tanda kayanya harus beli rumah lagi di Jakarta. Nggak perlu Selatan atau Pusat lah ya kemahalan, JAKARTA BARAT AJA BOLEH? BAHAHAHAHAHAHAHA. Solusi yang sulit. -_____-

#nuhunkangemil

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!