Image Slider

#FAMILYTALK: Foto Anak di Dunia Maya

on
Saturday, April 30, 2016

Holaaa! #FamilyTalk kembali lagi setelah minggu lalu bolos karena nenek saya meninggal. Topik minggu ini adalah tentang menampilkan foto anak di dunia maya.

Baca punya Isti di sini:

Dunia pun terbagi tiga.

1. Ibu-ibu yang nggak peduli sama sekali, upload semua foto anak, mau telanjang, lagi mandi, nggak ada sensornya upload semua. Anak juga anak gue, ya kan? Ngatur amat, beliin susu juga nggak.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SassyThursday: High School Era

on
Thursday, April 28, 2016

"Let's not judge people based on the way they're in high school. None of us are the same people we were then."

Kemarin-kemarin gue baca kalimat ini di sebuah kolom komentar portal berita. Karena si portal berita menulis soal artis pas SMA yang katanya sering ngebully dan bitchy banget gitu. Beda sama image-nya yang sekarang innocent.

Kalimat itu bikin gue merenungkan masa lalu. *halah* KARENA KOK BENER BANGET YAH ITU KALIMAT. Banyak hal yang berubah, dan sebagian besar masa-masa itu udah nggak bisa lagi dihubungkan dengan diri kita yang sekarang karena perubahannya banyak.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

10 Tips Agar Balita Cepat Lancar Bicara

on
Wednesday, April 27, 2016

Jadi di usia Bebe yang baru 22 bulan, dia sudah sangat lancar bicara. Bebe jarang sekali blabbering. Dia bisa mengobrol bahkan dengan orang asing. Indikatornya memang harus orang asing, kalau ibunya sendiri kan kadang memang ngerti ya anak ngomong apa.

Ketika kita sendiri (yang juga ibu-ibu), ngobrol dengan anak kecil lain, kadang nggak ngerti kan? Nah makanya untuk ngetes kelancaran bicara anak, biarkan dia ngobrol dengan orang asing. Kalau si orang asing ini ngerti, dan bisa mengobrol dengan anak, berarti anak kita lancar bicara.

Bebe ngobrol sama siapa? Banyak sih, selain sama keluarga di rumah, mbak daycare, orangtua di daycare, dan seringnya sama driver GrabCar lol. Dia suka tanya "om nyetir om?", "om pake topi?" atau "om angkot om" dan lain sebagainya.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Nenek

on
Sunday, April 24, 2016
Rabu, 20 April 2016.

Jam di ponsel menunjukkan angka 22.56 tapi Semanggi masih padat merayap. Dipadati orang-orang yang masih juga sibuk memencet klakson dan menyerobot sana-sini.

Xylo sempat tertidur namun akhirnya terbangun setelah mobil berhenti sejenak untuk menjemput adik saya. Kami janjian bertemu di stasiun pengisian bensin untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung. Perjalanan singkat yang rasanya seperti saya lewati dengan bermimpi. Mungkin karena memang saya setengah tidur, mungkin juga karena pikiran saya yang seperti kosong.

Cipularang hujan deras. Suami menyetir dan adik saya, Lika duduk di depan, mengobrol tentang banyak hal, tentang pekerjaan, mereka tertawa-tawa. Saya terlalu mengantuk untuk ikut serta. Lagipula satu gerakan salah dari saya, bisa mengakibatkan Xylo bangun dan menangis.

Jadi saya hanya diam. Tidur sejenak kemudian terbangun melihat air hujan jatuh menabrak-nabrak kaca mobil. Suara wiper berdecit membantu mata menyapu tetes air yang menghalangi pandangan. Saya tidur sekejap kemudian mengusap-usap punggung Xylo yang tampak tidak nyaman tidur di jok mobil tanpa car seat.

Bandung sudah dekat. Pintu tol Pasteur sama sekali tak ramai, bukan hari dan jam afdol para turis. Jam belum menunjukkan pukul 2 dini hari. Melewati jembatan gunung batu, saya seperti sesak membayangkan bau itu tak lama akan tercium lagi. Bau kamper dan bunga menjadi satu.

Bau "kematian".

*

Enam jam sebelumnya.

JG masih sibuk memasak makan malam di dapur. Saya bermain mobil-mobilan dengan Xylo di kamar. Saya mengambil ponsel, seperti biasa itu jadwal kami menelepon ayah ibu saya di Bandung via video call. Dua kali saya menelepon, keduanya gagal.

Bukan hal yang aneh. Ibu saya tidak selalu memegang ponsel. Tapi tak lama kemudian muncul sebaris pesan di grup keluarga.

"Ibu lagi di jalan, mau ke rumah nenek"

Pesan itu aneh. Karena sudah jam setengah 9 malam, untuk apa ibu saya membelah Bandung dari timur ke barat untuk ke rumah nenek kalau tidak ada sesuatu yang urgent?

"Nenek kenapa?"

Ibu kemudian menjelaskan tetangga nenek menelepon karena melihat rumah nenek lampunya belum juga menyala padahal waktu magrib sudah lewat.

Empat puluh menit kemudian saya lewati dengan mengecek ponsel beberapa menit sekali menunggu kabar, sampai akhirnya ayah menelepon. Mengabarkan satu kalimat. Yang saya jawab dengan satu kalimat pula.

"Aku sama Lika pulang sekarang, ay"

Saya dan Lika kemudian berjanji bertemu di stasiun pengisian bensin untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung. Perjalanan mimpi.

*

Nenek saya tutup usia di tahun ke 77. Nenek sehat wal afiat. Paginya masih menelepon ibu saya karena merasa agak tidak enak badan. Namun saat diantar ke dokter, tidak ada yang salah. Semua bagus, detak jantung normal, tekanan darah normal. Dokter hanya memintanya beristirahat di rumah.

Matahari terbenam, namun lampu rumah nenek tak kunjung menyala. Tetangga depan rumah menelepon ibu karena merasa janggal. Ibu kemudian meminta tolong para tetangga untuk mendobrak pintu sementara ibu sendiri, ayah, serta kedua tante saya bergegas menuju rumah nenek

Saat para tetangga mendobrak pintu, nenek ada. Ia sedang duduk di ruang tamu yang tirainya belum ditutup. Posisinya damai seperti orang sedang tidur. Mata dan mulut mengatup. Tetangga yang kebetulan bidan bilang, belum empat jam nenek pergi.

Nenek meninggal dunia dengan tas mengaji teronggok di sebelahnya, di atas kursi tamu. Ada buku yang sepertinya sedang dibaca, terjatuh di sampingnya.

*

Sudah sekitar 2 tahun terakhir nenek tinggal sendirian. Tante saya yang tinggal di rumah nenek terpaksa harus pindah dan tidak bisa menemani nenek sepanjang waktu. Tante saya ini harus merawat dua sepupu saya yang ibunya meninggal dunia karena kanker payudara.

Kedua sepupu lain yang dulu tinggal di rumah nenek juga sekarang bekerja di luar kota. Dan nenek tidak mau tinggal di rumah anak-anaknya. Selalu ingin di rumahnya sendiri.

Meskipun usianya hampir 80 tahun, nenek tak pernah hanya duduk diam di rumah. Rajin tahajud dan salat sunat lainnya. Setiap hari aktivitasnya dimulai pukul 4 untuk menyapu dan mengepel rumah. Kemudian ada saja kegiatannya, dari mengaji, arisan, sampai nonton bioskop bersama teman-teman jika kebetulan ada film religi yang tayang.

Nenek bahkan berani pergi mengaji ke Mesjid Agung, Alun-alun Bandung sendirian. Saya pernah bertanya khawatir: "Kalau ngaji ke mesjid agung itu pergi sendirian, nek?"

Nenek: "Nggak"

Saya: "Sama siapa?"

Nenek: "Sama Allah" *dengan telunjuk mengacung ke langit*

Fun fact: Nenek mualaf. :)

*

Jam 2 kurang seperempat dini hari itu kami sampai ke rumah nenek. Di depannya sudah berdiri tenda dengan kursi berjajar, menghalangi jalan. Di ujung jalan, bendera dari kertas wajik warna kuning disematkan di tiang listrik.

Di ruang keluarga, keluarga besar sudah berkumpul. Tinggal menunggu kami dan satu sepupu yang sedang dalam perjalanan dari Semarang. Om saya mengaji di depan jenazah nenek yang sudah dimandikan dan ditutupi kain batik coklat. Tidak ada tangis histeris, tidak ada bau kamper atau bau bunga yang saya khawatirkan.

Semua mengobrol pelan. Semua sepertinya merelakan.

*

Nenek punya anak 5, perempuan semua. Yang sulung tinggal di Denmark bersama suaminya. Ibu saya putri kedua, putri keempat meninggal dunia karena kanker payudara. Saya cucu pertama dan layaknya semua cucu pertama di dunia, saya istimewa.

Saya yang diajak nenek naik becak pergi ke Cihampelas untuk belanja bulanan di Premier. Pulangnya kami selalu membeli es yoghurt yang dimakan di atas becak. Saat belum bekerja, saya yang selalu diberi uang lebih banyak dibanding cucu lainnya. Saya yang dibelikan gitar hanya karena ada satu ujian saat SMP yang mengharuskan kami membawakan sebuah lagu dengan gitar. Gitar itu sampai sekarang teronggok, tak ada yang bisa memainkannya kecuali ayah saya.

Nenek menikah dengan kakek saya dengan "paksaan", dijodohkan oleh orangtuanya. Nenek saat itu punya pacar orang Belanda bernama Willem. Namun tentu tidak disetujui orangtua.

Suatu hari nenek diseret oleh ayahnya dari rumah di Pasteur (sekarang rumah itu sudah jadi hotel Ibis). Nenek diseret menuju Mesjid Cipaganti di mana kakeknya, buyut saya, sudah menunggu dengan penghulu. Mereka kemudian menikah.

Menikah di mesjid, nenek sebenarnya dibesarkan di agama Kristen sejak kecil. Sampai kemudian punya anak, ibu dan tante-tante saya sekolah di sekolah Kristen. Seingat saya, ibu saya baru belajar mengaji saat saya SD. Setelah ibu bisa mengaji, baru nenek belajar mengaji dan mulai belajar ilmu agama Islam.

*

Pagi tiba. Semua orang siap pergi ke makam. Saya merelakan diri jadi penjaga rumah, tidak mau ikut ke makam. Bahkan sejak sampai di rumah nenek sampai pagi itu, saya tidak mau melihat wajah nenek. Saya pun tidak mau punya kenangan melihat jenazah nenek dimasukkan ke dalam tanah. Tidak.

Biarlah nenek menjadi kenangan manis. Nenek yang selalu memasak kalau saya datang ke rumah. Nenek yang kalem dan tak pernah marah. Nenek yang pernah bilang saat saya SMP, mengizinkan saya pacaran asal usia saya sudah 17 tahun. Nenek yang selalu ikut kami liburan keluarga. Nenek yang kesampaian punya buyut pertamanya, Xylo.

Selamat jalan, Nenek. Until next time.

-ast-




Sent from my iPhone


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SassyThursday: Menjaga Ucapan

on
Thursday, April 21, 2016

Duile judul gue udah kaya judul posting-posting agamis gitu ya. Sebenernya mah padahal mau ngomongin si neng yang bilang keluarga pacarnya kaya anjing dan tai. Wow.

Kenapa atuh dipacarin neng? Karena kalau pacaran itu, selain cocok sama cowoknya, penting juga cocok sama keluarganya. Kalau nggak cocok mah sampai kapan juga rese aja.

Baca punya Nahla di sini:

Dan masuk ke tema ini juga melalui diskusi panjang bersama Nahla. Karena galau mau bahas ini atau bahas Kemal yang nanya ukuran bra ke random people. Itu juga kampret sih, gue pengen bahas juga tapi yah, sudah dibahas dan dijudge jutaan manusia jadi ya sudahlah kita bahas si neng dan abang serigala aja lolol.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

10 Kebohongan Saya pada Anak Saya

on
Wednesday, April 20, 2016

Saya benci berbohong pada anak kecil apalagi pada anak saya sendiri. Saya benci pada kebohongan model menakut-nakuti "jangan nakal loh nanti ditangkap polisi".

Nggak masuk akal banget mengkambinghitamkan polisi. -______-

Atau "kalau nggak dimakan nanti nasinya nangis loh".


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Tentang Mempertanyakan Rezeki

on
Tuesday, April 19, 2016

Pagi ini saya mengobrol dengan makpon, mbak Mira Sahid kesayangan. Tentang hidup yang hiruk pikuk. Tentang beberapa hal yang saya masih harus banyak belajar. Tentang hal-hal yang harusnya lebih saya hargai.

Bahwa hidup itu banyak penyesalan mba. Hahahahaha.

Topiknya soal rezeki. Bahwa ada hal-hal yang membuat saya jadi mempertanyakan rezeki. Padahal seharusnya tidak boleh seperti itu kan?



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Sephora Smoothing Body Scrub in Green Tea: #SelasaCantik


Jadi saya dan Wina punya kesamaan yaitu senang segala sesuatu berbau green tea. Saya sih nggak sadar kalau saya suka green tea tapi kalau ada opsi green tea, naturally pasti pilih green tea lol.

Nah kali ini Wina me-review scrub wangi green tea. Langsung kecium baunya huhuhuhu. Scrubnya dari Sephora Smoothing Body Scrub in Green Tea.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#FAMILYTALK: Rutinitas yang Membosankan

on
Saturday, April 16, 2016

Isti tiba-tiba mengusulkan untuk menulis tentang rutinitas dan saya langsung setuju. Karena hidup saya dan JG meski kata orang terlihat menyenangkan, actually we're so bored ... and tired hahahahahaha.

Gimana nggak bosen coba, dari 24 jam hidup kami bertiga dihabiskan dengan kurang lebih 10 jam di kantor/daycare, 10 jam di rumah, dan 4 jam perjalanan. EVERYDAY EXCEPT WEEKEND.

JG akan bangun di jam yang sama setiap pagi, masak makan siang, saya akan siapkan baju Bebe untuk ke daycare. Pergi bersama, drop saya, drop Bebe, kerja, meeting, makan siang. Pulang kerja saya jemput Bebe, kemudian pulang bareng-bareng atau pulang masing-masing. Sampai rumah JG masak, saya main sama Bebe. Makan bareng kemudian umpel-umpelan di kasur. Beberapa detik kemudian udah pagi lagi. Repeat.

BOSAN.

Makanya saya selalu happy happy hore kalau ada yang ngajak makan siang di mall meski lama-lama kok ya Plaza Senayan mulu ya kan (karena deket). Kalau seharian ribet banget di kantor, hampir dipastikan pulang jalannya jadi belok ke Senayan City dulu ... karena deket juga. Lama-lama kok ya Senayan City terus juga sihhhh?

Sekarang saya ngerti kenapa orang Jakarta senang sekali mall dan kenapa mall berserakan. Karena hidupnya membosankan dan kemudian nggak ada tempat lain yang lebih mudah dituju, baby friendly, dan punya segala fasilitas dari toilet, tempat makan, sampai ruang menyusui. Mall adalah jawaban atas semua pertanyaan wtf.

Ketambahan lagi saya dan JG bukan pasangan adventorous yang senang mencoba tempat baru. Semua cari aman, mall itu lagi itu lagi, makan di tempat itu lagi itu lagi yang udah pasti enak dan baby friendly atau foodcourt kalau lagi nggak rame karena si Bebe maunya ngerangkak sampai kolong-kolong meja kan ribet ya gaes. Makan siang ke PS sama anak-anak kantor pun tujuannya pasti hanya Genki Sushi (karena asliii ini tempat makan nggak lelet sama sekali, semua datang seketika!) dan cuci mata ke Sephora (belinya mah tetep di ol shop lolol).

Kami adalah orang-orang kurang kreatif dan kami bosaaaannnn butuh piknik!

Makanya kalau weekend selalu penuh rencana. Ngapain yuk ngapain yuk? Kalau janjian sama orang paling ngemall lagi. Mentok CFD lah, jalan-jalan cari matahari sambil JG video-videoan. Atau main ke taman biar Bebe lari-larian. Atau main jauhan dikit ke Aeon, ke Ikea, mentok. Karena diajak ke Taman Safari mikirin macetnya aja langsung mundur teratur.

Coba naik kereta ke bogor kemudian kapok nggak mau lagi karena CAPEK banget gaes. Rencananya pengen ke Kuntum Farm aja tapi belum kesampaian. Pengen berenang juga tapi belum kesampaian karena banyak alesan lah maklum emang anaknya cuma bisa cari-cari alasan. Karena kalau weekend maunya bobo, ngantuk, capek. Kan makin bosan yah hahahahaha.

Pernah berteori sama JG. "Eh cuti yuk sehari, kita jalan-jalan di Jakarta jam kerja". "Ayok ayok". Kemudian jadi wacana karena rasanya kok nggak tanggung jawab amat sama kerjaan? Kami adalah orang-orang yang nggak rela nggak kerja karena kalau abis cuti itu besoknya sibuk banget pemirsa! HAHAHAHAHAHAHHA

Untungnya kami masih punya Bandung!

Sebulan sekali ke Bandung adalah pelarian dari berbagai rutinitas ini. Di Bandung kami lebih adventorous karena jajan di pinggir jalan juga PASTI enak. Jalan ke factory outlet pake piyama pun bodo amat kecil kemungkinan ketemu bos atau klien.



Di Bandung 3 hari, uang yang keluar bisa lebih dari hidup di Jakarta 2 minggu. Mewah pokoknya. Bandung sudah jadi satu pos sendiri saat gajian. Makanya saya nggak mau sering-sering ke Bandung karena costnya gede hahahahahah. Karena kami jajan jajan happy, belanja belanja murah tapi banyak, di Jakarta lebih irit karena jajan aja jarang, semua terukur dengan makan siang dan makan malam.

Di Bandung juga ayah saya senang jalan-jalan dan makan-makan. Sekali ke CFD aja saya jajannya banyak bener, nenteng bungkus makanan teruuussss. Pulangnya pasti mampir lagi ke mana buat jajan-jajan lagi. CFD di Jakarta paling beli bubur doang semangkok terus pulang bobo lagi lol.

Bandung itu bahagia makanya kami belum mau pindah ke Bandung. Nanti kalau bosan mau lari ke mana hayo? Bandung bikin bahagia karena kami menikmati setiap detiknya.

Tapi kebayangnya sih rutinitasnya ibu rumah tangga huhuhuhu kutakshangguppppp. Rutinitasnya berbatas tembok rumah, kalau nggak punya mbak, mau keluar rumah pun berarti bawa anak kan. Kalian para ibu rumah tangga memang jagoan, saya yang berbatas tembok kantor aja bosan.

Membosankan yah rutinitas itu? Apa rutinitas kalian? Punya ide nggak kami ngapain biar nggak bosan?

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SassyThursday: CEMBURU

on
Thursday, April 14, 2016

Bok harus capslock banget atuh judulnya. Jadi karena timeline aku damai, aku dikasihtahu Nahla kalau ternyata lagi rame urusan suami dan cemburu.

Gara-gara ada foto yang memperlihatkan istri bercadar ditutupi tirai biar makannya nyaman. Kemudian si pembuat status cerita kalau dia bahkan nggak boleh nonton acara tertentu di TV yang ada si A dan si B karena suaminya cemburu. Dia juga menambahkan kalau senang dicemburui seperti itu karena nggak kebayang kalau rumah tangga tanpa rasa cemburu seperti itu. Plus miris karena banyak pasangan cerai dengan alasan pasangannya "cemburuan".

Baca punya Nahla di sini:
Jealousy



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Bebe 22 Bulan

on
Wednesday, April 13, 2016

Bebe 6 Bulan | Bebe 7 Bulan | Bebe 8 Bulan|Bebe 9 Bulan |Bebe 10 Bulan | Bebe 11 Bulan | Bebe 12 Bulan | Bebe 13 Bulan | Bebe 14 Bulan | Bebe 15 Bulan | Bebe 16 Bulan | Bebe 17 Bulan | Bebe 18 Bulan | Bebe 19 Bulan | Bebe 20 Bulan | Bebe 21 Bulan

BEBE 22 BULAAANNN. Makin lucu deh, makin jadi anak kecil. Ini masa-masa yang pengen di-pause karena lucu banget. Anak kecil kok masih nenen lol.

Eniwei yang ketinggalan, saya nulis Bebe's Story loh sekarang. Isinya tentang celetukan-celetukan Bebe yang menurut saya lucu lol. Cek yaaaa!


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Maybelline Vivid Matte Liquid Lipstick #MAT12 Review: #SelasaCantik

on
Tuesday, April 12, 2016


#SelasaCantik nya review lipstik lagi nihhhh. Kali ini lipstik dari Maybelline Vivid Matte Liquid Lipstick #MAT12. Karena murce, aku tadinya penasaran pengen coba beli tapi nggak deh kalau nggak awet. Aku tipe yang males reapply gitu kan.

Ini dia review dari Wina.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#FAMILYTALK: Tontonan untuk Anak

on
Saturday, April 9, 2016


Jadi dulu saya pernah bilang kalau Bebe nggak suka nonton. Itu dulu. Sampai umur setahun setengah gitu kayanya Bebe masih belum tahan nonton lama (lebih dari 15 menit).

Baca punya Isti di sini:

Dulu saya kasih liat Hi5 karena kan cuma nyanyi dan joget-joget. Tapi terus malah saya yang ngefans dan pengen nonton konsernya. Malah JG yang ikutan jogetnya. -______- Bebe gampang bosan. Jadi biasanya dia tinggalin aja tuh laptop/hp terus sibuk lagi ngerjain yang lain.




LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SassyThursday: Berteman di Dunia Maya

on
Thursday, April 7, 2016

Hai hai! Kembali di #SassyThursday yang mana topik kali ini berawal dari ghibah. Nahla ih suka ghibah sih elah. -______-

Baca punya Nahla di sini:

Pokoknya inti dari pembicaraan saya dan Nahla yang kurang bermutu sekitar 2 minggu lalu itu adalah, kami (well, saya) mendapati dua pertemanan seleb blog yang tiba-tiba renggang. Bayangkan, biasanya ke mana-mana bareng-bareng sampai kaya tiap hari ketemu gitu terus tiba-tiba berbulan-bulan nggak ketemu.


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Bebe's Story 1-6

on
Wednesday, April 6, 2016

Ini akan jadi series baru, entah karena saya ibunya kali celetukan-celetukan Bebe itu lucu banget saya sering sampai ngakak. LOL

Terus kalau Bebe udah gede, ini akan lucu sekali dibaca jadi saya berusaha nulis kalau Bebe ngomong lucu. Akan dirangkum di Bebe's Story. Yang nomor satu, cerita dari blogpost sebelumnya tapi ditulis di sini juga deh biar ke-record di sini. Here we go.



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!