Image Slider

#SassyThursday: Nama Beken (ft #GesiWindiTalk)

on
Thursday, September 29, 2016

Kalau urusan seleb dunia maya, Nahla, Gesi, dan Mbak Windi ini emang partner paling sip banget lol. Dari pagi sampai malem urusannya beginian muluk ah elah suram amat hidup kitaahhh.

Topik kemarin sih oke banget, yaitu Anya Geraldine yang ternyata adalah nama beken. Padahal mukanya match banget sih menurut aku dengan nama Anya. Tapi ternyata nama aslinya adalah Nur Amalina Hayati. Dan selama ini kalau doi ikut kontes modelling, pakai nama asli. Nama Anya itu ternyata cuma nama Instagram.

Well, jadilah mari kita bahas soal nama beken!

Baca yang lain di:
Nahla: Kenapa HaloTerong

Annisast katanya nama beken juga padahal itu kan nama lengkap, ya emang nama asli gue kannn. Yang belum baca ceritanya bisa baca di sini: Di Balik Nama Annisast.

Nah kalau JG itu baru nama beken. Semua orang kecuali temen kantor atau temen-temen kuliah, sekarang panggil dia mas Jege. Apalagi temen-temen gue, om Jege dan mas Jege. Apa itu JG?

JG adalah jago_gerlong, nama akun socmed dia. Kenapa namanya itu? Karena dia orang Gegerkalong asli sejak lahir, Iya, Gegerkalong deket rumahnya Aa Gym *name-dropper*. Nah terus dia mengaku-ngaku sebagai jagoan main PES (pro evolution soccer, fyi buibuk) se-Gegerkalong. Jadilah namanya @jago_gerlong. Jagoan PES se-Gegerkalong.

Alay? Biarlah urusan dia lolol.

Kalau Bebe? Mari kita flashback ke postingan tahun 2013. Ada penjelasan nama Bebe di sini (di paragraf paling bawah hahahaha) ini dia Bebe 1st Post.

Btw postingan itu dipublish Maret 2014 tapi ditulisnya bulan Oktober karena saya takut jinx. Jadi kepercayaannya itu kan nggak boleh bilang-bilang hamil selama 3 bulan pertama, cerita lengkapnya ada di sini: YES, I'M PREGNANT.

Ya intinya gue sih team yang nggak masalah sama nama beken. Boleh boleh aja apalagi kalau catchy dan gampang diingat. Lagi kenapa dimasalahin juga HAHAHAHAHA. Terserah lah mau pake nama beken atau nggak.

Tau nggak sih, Wulan Guritno aja nama aslinya Wulansari. Tetep cantik kan? *lirik gesi*

Cuma yah kadang-kadang gue suka mikir gitu, dari mana dapat ide nama beken yang jauh dari nama asli? Apa karena tidak puas pada nama pemberian orang tua? Apa menganggap nama aslinya terlalu ndeso dan kurang internasyenel?

Mungkin orangtuanya tidak tipe yang berpikir panjang soal nama jadi ya kasih ajalah apa adanya. Dan mana tau anaknya pas gede jadi artis kan. Tau jadi artis sih langsung dikasih nama Titi Kamal bukannya Kurniaty Kamalia. Bukannya jelek, tapi kurang catchy gitu loh. Sulit diingat.

Gue jadi inget JG pernah cerita temen kantornya lagi urus KTP, terus ada yang lagi urus surat keterangan tidak mampu, namanya ... Cristiano Ronaldo.

Itu nama beneran loh. Cristiano Ronaldo yang mengurus surat keterangan tidak mampu.

Ketika orang yang merasa keren tapi namanya sederhana (kalau nggak mau bilang ndeso, sorry to say) mengubah nama, apakah orang-orang yang beneran orang desa tapi namanya internasyenel harus pula mengubah nama?

Karena ternyata, nama juga punya strata, yang bisa-bisa berbeda dengan strata sosial yang nyata. *ceile rhymes amat*

Dan banyak juga kan yang mengubah nama setelah punya suami atau punya anak. Nama suami okelah, kaya Windi Teguh, Windi istrinya mas Teguh. Atau Ummi Ismail, artinya si X adalah umminya ismail lahhh. Sah-sah aja meskipun gue sih nggak pake karena entahlah. Not so me gitu.

Apalagi yaaa.

Udah sih kayanya gitu aja. Sungguh postingan yang kurang faedah dan makna. Maafkan.

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Bebe's Story 18 - 26

on
Wednesday, September 28, 2016

Bebe's Story nya kembali! Heboh nih kehidupan karena saya enjoy banget ngobrol sama Bebe meskipun kadang pengen garuk-garuk tanah karena pertanyaannya diulang-ulang. Tapi aku senang anakku banyak ngomong karena aku sebal sama anak pendiam HAHAHAHAHA.

Soalnya ada loh anak yang saya udah meng-kiyut-kan suara untuk ngobrol sama dia tapi terus anaknya lempeng. Jawabnya satu dua kata. Iya sih karakter anak beda-beda tapi saya lebih suka yang bawel lol. 

Update, Bebe sekarang 2 tahun 3 bulan. Versi videonya ada di Instagram ya @azxylo. :)

#18
Anak kecil kan biasanya ingin disangka udah besar ya. Biasanya pada sebel kalau dibilang masih anak kecil. Bebe nggak.

Ibu: "Xylo sudah dong nenennya, kan sudah besar, sudah 2 tahun"

Bebe: "Mau nenen, Xylo masih kecil"

Ibu: "Yang sudah besar siapa?"

Bebe: *menyebutkan nama mbak-mbak di daycare*

-______-

Bebe: "Ibu tolong dong" *minta tolong buka tempat minum*

Ibu: "Oke"

Bebe: "Xylo belum bisa, xylo anak-anak"

IYEEE. 

#19
Bebe punya mainan kuda nil hadiah dari Hokben, tapi terus kakinya copot satu. Nah mumpung dia udah mulai tertarik sama angka dan huruf. Jadi sekalian lah saya tanya.

Xylo: "Ibu, kaki kuda nil satu"

Ibu: "Iya kaki kuda nil dua, hilang satu, jadi kakinya ada berapa sekarang?"

Xylo: "Tiga"


Ternyata belum ngerti konsepnya lolol dia hanya menyebutkan angka selanjutnya, setelah ada yang ngomongnya satu, kemudian dua, kemudian TIGA.

Bebe sudah tahu huruf A, O, dan C loh btw. I'm a proud mom! #shameless

*

#20
Bebe lagi main sendiri, JG nemenin sambil masak. Tiba-tiba dia teriak histeris.

Bebe: "APPA KAKI HILANG APPAAA!"

Panik dong semua langsung mendekat ke Bebe. Ternyata ... dia sedang megang wayang cepot dan singkapin sarungnya. Selama ini dia nggak tahu cepot nggak ada kakinya jadi dia pikir kaki cepot hilang.

HAHAHAHAHAHAHAHAHA

*

#21
Bebe lagi senang-senangnya makan jelly. Nutrijell aja sih. Nah terus selalu saya libatkan dalam proses masak karena biar seru ajah ada kegiatan. -_____-

Malam itu dia udah kebanyakan makan jellynya. Saya alihkan dengan ngajak masak.

Ibu: "Yuk berhenti makannya, kita bikin jelly dulu"

Bebe: "Nggak mau ibuuu"

Ibu: "Kenapa?"

Bebe: "Nggak mau masak jelly"

Ibu: "Maunya apa?"

Bebe: "Maunya makan jelly"

Well..

*
#22
Selain jelly, Bebe juga senang yogurt. YOGURT BUATAN SENDIRI LOH. *harus capslock block dan underline karena memang bertujuan untuk pamer*.

Bebe seneng banget sampai saya bikin terus. Sampai suatu hari, kulturnya habis jadi belum bisa bikin lagi.

Bebe: "Mau yogurt dong ibu"

Ibu: "Yah, tidak punya, yogurtnya habis"

Bebe: "Yahhh, mau yogurt doonggg" *ngotot maksa*

Besoknya pulang kantor rusuh nyari susu dan kultur, kemudian capek-capek pun kuaduk lah itu yogurt. Besoknya udah jadi kan.

Ibu: "Be, mau yogurt nggak?

Bebe: "Sudah punya ibu?"

Ibu: "Iya kan kemarin bikin, Xylo mau?"

Bebe: "Nggak mau"

Ibu: "Katanya kemarin mau?"

Bebe: "Nggak mau"

T_______T

*

#23
Ada satu anak daycare, cowok umur 3 tahun yang sweet banget. Dia pernah bilang gini ke saya "Xylo sudah dijemput, abang belum dijemput. Bunda kerja, abang kangen bunda"

Gilak sih saya bukan emaknya aja leleh amat denger anak kecil bilang kaya gitu. Maka saya pun dengan excited tanya Bebe.

Ibu: "Kalau ibu kerja, Xylo di daycare nangis nggak?"

Bebe: "Nggak, Xylo main mobil sama abang"

Ibu: "Ibu kalau di kantor ingat Xylo di daycare, Xylo di daycare ingat ibu di kantor nggak?"

Bebe: "NGGAK"

Ibu: "Masa sihhh? Ibu kangen Xylo tau kalau Xylo di daycare"

Bebe: "XYLO NGGAK"

*krai baby krai*

*

#24

Kami sudah jarang sekali pakai stroller karena seringnya sia-sia. Jadi selalu ditanya dulu. Malam itu.

Ibu: "Xylo mau pake stroller atau digendong pakai ergo?"

Xylo: "Sepatu"

PINTAARRR!

*

#25
Setiap hari Bebe selalu bawa mobil-mobilan kecil untuk main di daycare. Suatu hari dia ambil dua mobil, dikasih ke saya.

Bebe: "Ini bawa yah, buat kerja di kantor"

KYAAAAAA :'))))))

*

#26
Di daycare malem-malem, nunggu JG jemput. Di tamannya ada dua keong mayan besar, sekepalan tangan Bebe. Dan keong ngapain coba di situ? Mana nggak terlalu terang jadi Bebe minta keongnya disenter, dia jongkok saya jongkok sambil senterin keong.

Bebe: "TUUHH ADA KEONG! Keong lagi apa ibu?"

Ibu: "Mmm, lagi diam aja sih"

Bebe: "Wah keong lagi diam. Keong ada teman-temannya ibu?"

Ibu: "Keong ada temannya, temannya cuma satu"

Bebe: "Ooohh teman keong cuma satu Keong lagi apa ibu?"

Ibu: "YA SEDANG DIAM AJA SIH"

Bebe: "Iya keong diam. Keong ada tanduk ibu. *menirukan tanduk dengan dua tangan di atas kepala*

Ibu: "Iya ada tanduknya ya, itu sepertinya matanya deh" *ibu kurang paham, belum googling
soalnya* -_____-

Bebe: "Keong diam ya, keong diam ada temannya. Keong dua. Keong lagi apa ibu?"

Ibu: "Lagi jalan-jalan tuh."

Bebe: "MANAAAA? KEONG DIAM"

Ibu: "IYAAAA KAN IBU TADI SUDAH BILANG"

*kemudian terus aja keonglagiapaibukeonglagiapaibukeonglagiapaibu a million times*

T______T

Tapi yah, selama aku hidup aku akan terus jawab pertanyaan Bebe. PANTANG MUNDUR!

Soalnya kasihan liat anak kecil yang disuruh diam sama ibunya huhu. Atau dijutekin karena anaknya nanya mulu. Akan kujawab meski aku lelah dan PEGEL BANGET PLIS.

YOSH!

-ast-

Baca cerita Bebe lainnya di sini! Dan mainan baru Bebe di video di bawah ini atau klik di sini!


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Thomas and Friends Spooky Tracks Set Unboxing

on
Monday, September 26, 2016


Jadi sebagai YouTuber tidak berniche alias apa aja boleeehhh dibikin video lol kami kali ini unboxing mainan!

Mainannya adalah kereta api Thomas and Friends Spooky Track Set yang motorised alias bisa jalan sendiri. Yes, motorised bukan motorized, bloody hell! *logat British*

*kotaknya ga konsisten, satu nulisnya motorized (kiri) dan motorised (tengah), aku terganggu banget sumpah* -______-


Kereta Thomas ini udah jadi inceran appa dan ibunya Bebe karena si Bebenya NGGAK MAU mulu dibeliin ini.

Jadi setiap diskon, gue dan JG selalu tawarin ini ke Bebe dan dia selalu tolak. Dia selalu pilih mainan kecil yang yahelah bikin berantakan doang dan nggak penting gituloh.

Emang ini Thomas penting?

Penting! Alasannya:

1. Bebe ngefans banget sama kereta. Tiap pagi dan sore kalau pas lewat rel dan keretanya lewat itu dia akan berbinar bahagia dan super excited.
2. Bebe suka mainan kecil dan anaknya anteng banget kalau dikasih mainan yang dia suka. Dia tipe yang ke mana-mana di tas bawa mainan gitu sampai-sampai dia suka bekelin gue dan JG mainan untuk di kantor katanya. :'))))
3. Jadi Bebe harus beli karena dia PASTI suka dan dia akan anteng main itu sehingga ibu bisa edit video. Yes, right. :|

Tapi yang sulit adalah meyakinkan Bebe kalau ini adalah mainan yang seru biar dia mau beli. Nah beberapa minggu lalu, kami ketemu temen JG di mall, anaknya pegang Thomas yang kecil. Sebagai perkenalan Bebe kami belikan juga lah Thomas kecil itu, yang 30ribuan itu loh.

Kemudian dia baru sadar, oh ini Thomas kereta ya kok lucu. Kemudian dia mulai melupakan film Cars yang padahal super favorit banget setelah Zootopia. Dia mulai menonton Thomas.

Dan kemudian datang lagi diskon Kidz Station. Eh masa yang kereta polos diskonnya dikit, yang diskonnya banyak yang Spooky Edition ini. Dan seperti sebelumnya, Bebe lempeng.

Ibu: "Bebe mau ini nggak?" *sambil jongkok dan memperlihatkan kotaknya pada Bebe*
Bebe: "Nggak"
Ibu: "Ini bagus loh Be, wahhh Thomasnya bisa jalan sendiri loh! Ada relnya juga!"
Bebe: "Tapi ini kotor ibu"

T______T

Kotor soalnya kan Spooky edition jadi di keretanya ceritanya ada kotor-kotor bekas tangan berlumpur gitu.



Ibu: "Oiya, tidak apa-apa sih ini memang seperti ini, bukan kotor"
Bebe: "Ini kotor ibu!"
Ibu: "Iya ini kotor tapi Bebe mau nggak?"
Bebe: "Mau tapi cuci dulu"
Ibu: "Hmmm"
Bebe: "Di rumah cuci dulu ya ibu?"

ANAK SIAPA SIH INI KOK TIDAK BERNODA MACAM RINSO?

Kenapa Thomas?

Maunya sih gue beliin Tomica Mickey Mouse, harganya lebih murah dan keretanya super lucu Instagram worthy banget. Tapi nggak ada relnya. T______T Ada sih yang ada relnya tapi gue nggak suka keretanya dan harganya lebih mahal dari Thomas.

Kenapa harus nunggu Bebe mau dan bukannya langsung beliin aja?

Karena kami selalu memberi Bebe pilihan. Nggak mau main ngasih-ngasih aja tanpa diskusi. Meskipun seumuran Bebe sih masih bisa banget didistraksi biar dia nggak ke area Cars dan ngambil mainan Cars. Tapi intinya kami selalu memberi pilihan dan Bebe yang mengambil keputusan.

Keputusan Bebe dia mau. Tapi mau dicuci dulu sampai rumah. HAHAHAHAHAHAHAHA.

Bener loh dia inget aja sebelum turun mobil minta lap, tapi kemudian dia terlalu sibuk main sampai lupa keretanya kotor. Inget lagi setelah beberapa hari. Dengan sikap superhero akhirnya gue ngambil aseton dan cotton bud untuk ngapus si tapak tangan berlumpur.

Gue hapus pelan-pelan dan kehapus! SAMA BIRU-BIRUNYA menyisakan bercak putih AHUAHUAHUAHAUHAUAHUAHUAH BODOH. Jadi ternyata itu stiker bukan cat. Ya kalau stiker diprint dong semuanya, dihapus aseton ya kembali jadi kertas stiker putih.

Auk ah dodol amat.

Oke setelah berpanjang lebar, ini dia videonya. Bagus loh ada relnya yang bisa naik turun sendiri gitu. Dan bikinnya susah bikin berkerut serius banget. Manual booknya nggak nolong dan lebih rese lagi ada satu part yang ternyata nggak kepake. Lama banget kita mikir itu part buat apa. *sigh*

Maafkan muka kami capek banget karena ini syutingnya jam setengah 11 malem. Bebe sih seger karena dia udah tidur terus bangun lagi. :(


*

BYTHEWAYYYYY ...

Ide unboxing ini muncul dari temen kantor gue si Abel (hai bel!) yang jago BANGET bikin video tapi dulu nggak mau bikin YouTube channel. Kan sebel yah. Finally dia bikin juga YouTube channel. Klik di sini aja. *btw orangnya ga tau gue omongin di sini huahahahaha*

Pembicaraan kami kurang lebih begini.

Gue: "Bel, ide dong ide, gue bikin video apa lagi?"
Abel: "Unboxing aja udeh, lo beli sepatu? Unboxing! Beli tripod? Unboxing! Beli mekap? Unboxing! Beli dari ol shop mana gitu, unboxing! Segala unboxing pasti ada yang cari dan bikinnya gampang."

Gue saat itu merendahkan dengan amat sangat karena cih apaan bikin video kok unboxing, yang penting-penting ajalah sama gue mah TAPI AKHIRNYA MAH DIBIKIN JUGAK. HAHAHAHAHHA. Dan iya loh gampang, aku akan sering-sering belanja untuk unboxing kalau gitu. #demikonten #ALASAAANNN

Selamat nonton! Jangan lupa subscribe!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#FAMILYTALK: PARENTS TAG!

on
Saturday, September 24, 2016
 
Holaaa!

Ya nggak udah panjang lebar intinya kalau jawabin question tag mah lagi nggak ada ide aja hahaha.

Baca punya Isti:

1. How many children do you have?
And how old are they?

Well. 1 son, 2y3m.

2. What are your proudest and most frustrating moments as a parent?

Last night when he was trying to wear his pants by himself. I'm so proud that he can do it yet so frustrated waiting because he's done that in 15 minutes.

Kalau jadi orangtua nggak sabaran, itu pasti udah direbut deh celananya terus pakein ajalah. 10 detik kelar. Tapi kalau gitu kapan belajarnya?

Jadinya serah deh, kebalik aja sampai 2x. Kebalik, gue bantu balikin, kebalik lagi T_______T Gue balikin lagi, baru deh bener. Berikutnya adalah dia bingung cara ngeluarin kaki dari bolongnya. 

Yah, sampai akhirnya bisa keluar, kemudian dia berdiri dan tarik ke atas. Proud! My frustration gone instantly. lol.

3. How do you discipline your child/children?


1. Tidak pernah kalah dengan tangisan
2. 2-5 minutes time out.

*nanti nulis detail ah soal time out*

4. Do you co-sleep?

YES. Karena ga punya kamar lagi hahahaha sad. Ada sih kamar tapi di atas. :(

5. What is your one MUST HAVE piece of baby equipment?

Baby bouncer, bisa anteng banget duduk di bouncer. DULUUU GENGS DULU. 

6. Name one thing you bought before you had your baby and you never ended up using?

Nursing apron. Nyoba dipake atau dibawa maja nggak. Hahahaha.

7. Have you always wanted kids? How many more do you plan on having?

I never wanted kids but i also had never not wanted kids. None.

8. Do you think your relationship with your spouse has changed since you had children? Better or worse?

Better. We changed from a romantic lovey dovey to annoying high-pitch-baby-song-singer HAHAHAHAHA

9. Date night? How many nights (or days) per month?

NEVER. 

10. How is your relationship with friends since having a child?

Udah pernah gue bilang di postingan sebelumnya, gue udah hampir nggak pernah nongkrong atau ketemu sama temen-temen. 

11. How many cars does your family have?

1 aja soalnya garasi cuma 1 #persoalan

12. Dream vacation with your kiddos AND one without the kiddos?

Japan and ... Japan. The Wizarding World of Harry Potter to be exact hahahaha.

13. Where do you shop for your kids?

Randomly. Biasanya kalau lagi di mall dan ada diskon, gue beli banyak sekaligus terus berbulan kemudian nggak beli lagi. Ada juga satu FO di BTC Bandung yang murah-murah dan ya gitu sama. Beli sekaligus banyak terus ga beli-beli lagi.

14. Favourite mommy makeup and skin care products?

WTF IS MOMMY MAKE UP?

15. Since becoming parents, do you notice you act more like your own mother (for mom) / father (for dad)?

Not really.

16. Piercing a baby’s ear: do or don’t?

Don't. (Meskipun gue ga punya anak perempuan nih ya). Kalau pun suatu hari dia mau tindik ya dia akan tindik dengan kemauan dia sendiri. Kenapa harus kita yang nindik? Untuk nunjukkin dia perempuan? Kenapa harus ditunjukkin emang? lol

17. Bath or shower? (for you and child/children)

Not even a prob.

18. Is mom back to her pre baby weight?

Yes. Kayanya sebulan gue udah balik ke berat normal deh. Nyusuin sejam sekali nurut ngana nggak bikin kurus?

19. College dreams: Do you expect your kids to go to college? Or would you let them decide for themselves?

Kuliahlahhh. Tapi kuliah lah di tempat yang sesuai passion. Kalau lulus SMA belum tau mau kuliah apa, ya jangan dipaksain. Tunggu aja setahun, community service dulu, magang-magang dulu, asal nggak nganggur aja di rumah. 

Karena kuliah itu mendewasakan. You're not a same person before and after college life.

20. Finish these sentences: “you know you’re a mom when you______?” “You know you’re a dad when______?”

Harus buru-buru jam 5 teng langsung pulang. T_____T Aku suka kerja tapi aku juga suka Bebe. -_______-

Oke itu aja ternyata. See you next week!

-ast-

source:
https://labellemama.com/tag/20-questions-for-parents-tag/


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Cut the Carb, Cara Gampang Kendalikan Nafsu Makan

on
Thursday, September 22, 2016
[SPONSORED POST]


Kalau ngomongin berat badan, saya sering dianggap remeh. Sebabnya badan saya kecil. Hahaha. Padahal makan saya banyak. Yang sering dianggap jadi biang kerok cuma satu: menyusui.

Iya, saat hamil, berat badan saya hanya naik 10 kilogram. Melahirkan dan menyusui, turunnya 12 kilogram. Malah minus kan. Padahal saat itu makan saya banyak sekali, dua kali porsi sebelum saya hamil dan melahirkan. Tapi ya sepertinya wajar karena semua demi ASI yang melimpah.

Kini usia Bebe sudah 2 tahun 3 bulan, udah nggak nyusu-nyusu amat. Tau-tau saya timbang badan … jeng jeng … naik 3 kilo dari berat sebelum hamil! Ada apa ini?!

Setelah ditelusuri itu ternyata karena porsi makan saya masih porsi makan ibu menyusui yang harus pumping 3 kali di kantor. Padahal sekarang saya sudah berhenti pumping, menyusui pun hanya sebelum tidur. Sementara porsi makan saya hampir selalu seporsi penuh ukuran rumah makan padang, bukan rumah makan cepat saji yang sedikit sekali itu hahaha.

Tapi kan aku harus kuat karena Bebe masih suka digendong. *ALASAAANNN!* *plak*



Saya kemudian sadar kalau pola ini sama sekali nggak bener. Apalagi ada temen kantor yang memang sakit diabetes. Setiap hari makannya nasi coklat dan menjaga sekali asupan gulanya. Sampai-sampai dia kalau beli bubble tea itu bukan less ice less sugar kaya saya, tapi no ice no sugar. Itu bubble tea apa sayur sop? *cry*

Apalagi sejak Bebe mulai makan seperti orang dewasa alias nggak lagi makan makanan bayi. Saya selalu pilihkan makanan yang paling sehat untuk dia. Dan yang terpenting, jauhkan dari konsep warung dan jajanan karena nggak sehat semuaaa.

Kemudian aku bercermin pada diriku sendiri. Kok ya saya jaga makan Bebe sementara saya sendiri nggak jaga makan? Padahal harusnya saya dan JG menjaga makan biar bisa terus sehat dan main lama-lama sama Bebe kan.

(Baca: Bekal Makan Siang dan Problematika Takut Tidak Dimakan)

Mulailah heboh food combining yang mana nggak bertahan sampai sekarang hahahahaha. Udahlah nggak perlu tanya alasannya karena itu sia-sia. Alesan paling mantep sih karena susah kalau nggak bekel sendiri, jajanan di kantin lebih menggoda. lol

Akhirnya saya mencoba cara paling mudah yaitu diet karbo alias memotong karbo. Saya sampai pesen bolak-balik sama JG kalau bekelin makan siang itu nasinya dikurangin setengah karena saya nggak menyusui lagi, nggak butuh kalori sebanyak itu lagi.

Sebenernya buat yang nanya kenapa saya kurus, itu karena makan saya juga nggak jorok-jorok amat sih. Jajan gorengan nggak pernah, menggoreng sendiri di rumah pun jarang sekali. Snack berisi angin belaka atau biskuit gitu juga jaraaangg banget. Sarapan udah bertahun-tahun nggak pernah karbo, antara buah atau yogurt plus muesli. Makan siang dan makan malemnya itu loh yang suka nggak ketahan.

Ini bekal makan siang saya minggu lalu. NASINYA SEGITU HUHU padahal sebelum hamil mah nggak pernah habis nasi segitu. Plus tumis daging dan terong panggang ala-ala Tasty lol. Yang kecilnya itu yogurt tertutup muesli.



Ini bekal makan siang saya sekarang. Sarapan melon, nasi plus omelet tofu keju dan kembang kol kukus. Karbonya jadi setengah! Masih laper nggak tiba-tiba nasi berkurang setengah? Nggak dong karena plus makan SOYJOY dua jam sebelum makan. Dan SOYJOY dimasukin microwave itu enak banget gaes. ASLIIII.

Saya baru tau SOYJOY bisa dimasak dulu sebelum dimakan. Lah sebelumnya nggak ada yang pernah bilang atau ngasih tahu! Iseng pas buka bungkus kok di belakang ada keterangan cara penyajian. Dimasukin ke microwave katanya 10 detik. Dicoba masukin semenit terus aku lemes karena enaknya kebangetan, kaya brownies loh serius. Coklatnya leleh.

Dan tentu saja sebelumnya aku meremehkan, apaan nih cuma sepotong kecil gini gue mana kenyang? Kemudian masukin microwave 2 bar SOYJOY. Baru dimakan satu setengah aja ternyata udah kenyang banget. Jadi satu aja cukup sih kalau saya mah.


Terus pas kemarin dateng ke acara Lunch with SOYJOY, ahli gizinya mbak Seala Septiani M.Gizi menjelaskan kalau dalam satu hari sebenarnya manusia dengan body mass index ideal (tidak kegemukan) hanya butuh karbohidrat sekitar 1,5 mangkok nasi sehari. Lebih dari itu sudah bisa menyebabkan kegemukan dan diabetes loh. T_______T

Jadi ya pilihannya adalah makan siang dengan nasi setengah porsi plus makan malam dengan nasi satu porsi atau sebaliknya. Makan siang full satu porsi, makan malam setengah. Saya sih pilih makan siang setengah dan makan malam full karena nggak tahu, lebih lapar malam daripada siang sih.

Tapi kan laper kak, kalau makan nasinya sedikit?

Percayalah itu hanya sugestimu belaka, dek.

Iya faktor kebiasaan juga berpengaruh loh. JG buktinya, dulu kalau makan nasinya pasti dua porsi. Sekarang bisa banget satu porsi, berat badannya turun 13 kilogram dari pas nikah sampai sekarang.

Nikah kan harusnya bikin gemuk kalau buat cowok? No, kalau kamu gemuk setelah menikah itu bukan tanda bahagia, itu tandanya kamu dan istri nggak bisa menjaga pola makan dan kurang mengingatkan satu sama lain untuk hidup lebih sehat. :)

Dan yang dimakan sebelumnya juga berpengaruh loh sama porsi makan kita selanjutnya. Sarapan buah dan sarapan bubur misalnya, pas makan siang rasanya pasti lebih lapar kalau kita sarapan bubur. Ya karena buah dicernanya pelan-pelan, jadi energinya muncul pelan-pelan. Beda sama bubur yang kalorinya tinggi, cepat jadi gula dalam darah, jadinya cepet bikin laper lagi.

Masih ragu untuk diet karbo?

Coba dulu dong ah. Dibantu SOYJOY 2 jam sebelum makan. SOYJOY ini terbuat dari kedelai yang bisa menjaga gula darah tetap stabil dan nafsu makan pun jadi berkurang. Makan nasi setengah pun tetap kenyang. Kedelai juga kaya serat dan protein, makanan yang kaya serat dicerna lebih santai oleh tubuh jadi nafsu makan pun kembali lebih lama. Gluten free juga loh!

Dan ternyata bukan cuma saya yang niat berubah hidup lebih sehat setelah punya anak. Ringgo Agus Rahman dan Sabai Dieter juga demikian. Mereka jadi hidup lebih sehat setelah Bjorka lahir.

*Btw aku ngefans banget sama mereka hahaha. Selalu nggak sabar nonton YouTube Pesan untuk Bjorka plus follow banget Instagram mereka yang feed-nya bikin iri karena fotonya bagus-bagus.*

Jangan lupa follow juga Instagram @Soyjoyid untuk informasi mengenai healthy lifestyle.

Yuk kurangi karbo dan hidup lebih sehat!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SassyThursday: Hijab dan Fashion Week


Jadi beberapa hari terakhir ini media diramaikan berita desainer Indonesia Anniesa Hasibuan sukses show di New York Fashion Week (NYFW). Anniesa disebut sebagai desainer Indonesia pertama yang tampil di main stage NYFW dan juga desainer pertama yang menampilkan karyanya dengan model yang semuanya mengenakan hijab.

Baca punya Nahla:

Jadi pro kontra pasti dong, karena seharusnya perempuan tidak memamerkan pakaian yang glamor. Hijab adalah kesederhanaan jadi show hijab di fashion week itu sesuatu hal yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Itu yang kontra. Yang pro tentu karena bangga, ada desainer Indonesia yang karyanya bisa dinikmati oleh para pecinta fashion di ajang dunia.

Satu lagi yang kontra justru muncul dari kalangan fashion itu sendiri. Mereka mengkritik bahwa masuk NYFW kan bayar slot blablabla, nggak dikurasi amat jadi bukan berdasarkan karya. Kemudian banyak yang bilang desainnya nggak original dan biasa aja, pada ngebandingin sama desainer lain. Malah ada yang bilang dia bikin celana aja nggak bisa. Wah, people can be so mean.

Gue sih jujur bangga. Keren lah ada orang Indonesia yang satu panggung sama Vera Wang dan Jeremy Scott. Mau desainnya pake jilbab atau nggak, gue tetep seneng sih. Apapun yang bawa nama Indonesia di dunia internasional secara positif kan harusnya didukung dong. Apalagi Anniesa dapat standing applause dari penonton yang hadir.

Daripada selama ini Indonesia terkenal karena bom dan teror, kan nggak banget ya. Mendingan dong Anniesa bawa ke panggung bahwa hijab itu nggak menyeramkan. Hijab itu cara berpakaian yang seperti ini loh, bisa cantik dan enak dilihat.

Lagian menurut gue nih yaa, bajunya bisa dipakai untuk orang yang nggak berjilbab juga kok. Ya kalau headscarf-nya mau dipake silakan, nggak juga bajunya tetap wearable.

*tapi kan siapa elu, kaya ngerti fashion aja*

Ya biar ajaaa. Zaman sekarang kan orang bisa mix and match baju aja passionnya langsung fashion. Suka jahit dikit langsung bilang hobinya desain baju. Punya anak satu terus bikin brand baju anak.

AHAKAHAKAHAKAHAKA maap maap sarkasnya suka kebawa mulu.

Iya sih tapi kenapa deh pada negatif amat orang-orang? Lama-lama yang aku nggak tahan dari negeri ini adalah negativity. Apa-apa diliatnya negatif mulu. Aku capek.

*lo juga keles*

Ada orang sukses, langsung dicari-cari ih ternyata dia begini begitu. Dia tau apa soal fashion, baru juga setahun jadi desainer. Si X udah dari dulu tuh desainnya begitu, udah tahunan. YA TERUS KENAPA? Yang masuk fashion week dia ya yang jadi berita dia lah. 

Atau contoh sederhana, ada orang followersnya banyak, dinyinyirin dia kan cakep doang tapi nggak punya karya. Nurut ngana pose depan kamera itu bukan karya? Bukan skill? Coba deh gue tantang photoshoot 20 pose dalam satu jam. Bisa? Kepikiran posenya apa aja?

Belum lagi urusan atlet renang badannya di BLUR di tivi astagaaaa. Ada yang horny gara-gara liat atlet renang BERENANG di kolam renang?

I JUST CAN'T HANDLE IT ANYMORE.

:(

Yah jadi intinya, dukung karya anak bangsa dan stop the negativity!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

5 Alasan Anak Perlu Menangis

on
Wednesday, September 21, 2016

Saya dan JG adalah tipe orangtua yang selalu bilang pada Bebe kalau menangis itu tidak apa-apa. Kami selalu membiarkan Bebe menangis karena ya namanya anak kecil masa nggak boleh nangis kan. Jatuh terus sakit ya nangis, kecewa karena tidak boleh makan es krim ya silakan nangis, kecewa karena film harus dimatikan dan waktunya tidur, nangis deh boleh.

Ini dia 5 alasan anak perlu menangis:

Menangis itu mengeluarkan emosi

Iya beberapa bulan lalu kami sempat ngobrol dengan psikolog, menangis itu cara anak untuk mengeluarkan emosi. Dia belum bisa curhat atau marah dengan kata-kata, cara tergampang mengeluarkan emosi adalah dengan menangis.

Bayangkan anak sedang mengeluarkan emosi terus disuruh diam. Kan malah tambah emosi. Atau kalau aku sih khawatir dia jadi memendam emosi. Tidak baik, takut meledak suatu hari nanti. Iya kalau meledaknya dengan tangisan lagi, kalau jadi depresi? :(

Menangis itu mengekspresikan diri

Iya, seperti juga mengeluarkan emosi, menangis itu mengekspresikan diri. Ya kita kalau seneng kan ketawa-ketawa, kalau lagi sedih ya belanja. Kalau anak kecil sedih kan belum tahu harus melarikan diri ke mana. Jadi lah menangis aja.

Orang dewasa kadang lupa nangis. Nangis kalau udah mentok sedih banget baru nangis. Padahal nangis itu nggak apa-apa loh baik untuk anak kecil atau orang dewasa. Kenapa? Karena dua alasan di bawah ini.

Menangis itu mengurangi stres

Yes, ini berlaku untuk orang dewasa dan anak kecil. Menangis bisa mengurangi stres. Aku baca-baca di mana sih lupa hahaha Yang jelas orang yang menangis, energi negatifnya jadi keluar semua. Jadi nggak stres deh.

Bayangkan anak kecil dilarang nangis, kan kasihan. Hidup dari mata anak kecil itu nggak gampang juga, mereka kadang bingung kenapa sih nggak boleh guling-guling di tanah yang bekas hujan ya kan. Jadi kalau anak mau nangis, biarkan nangis, jangan sampai mereka stres.

Menangis agar mood kembali baik

Bebe kalau habis nangis suka jadi manis banget. Dia puas ngeluarin semua emosi negatifnya dan akhirnya kembali peluk dan ngomong manis lagi sama saya. Beda kalau dia nahan nangis, mukanya stres banget.

Menangis itu belajar terbuka dan berkomunikasi


Ya, dengan dia menangis artinya dia menunjukkan rasa kecewanya dengan terbuka. Ia belajar mengkomunikasikan bahwa "aku kecewa, ibu harus tahu". Kalau dia udah mulai aneh-aneh seperti nonton film dengan posisi badan yang aneh (kaya lagi senam lantai), saya selalu bilang:

"Xylo boleh menangis, yang tidak boleh adalah nonton tidak sambil duduk"

Kemudian dia pasti nangis.

(Baca: Menangani Anak Tantrum di Tempat Umum dengan Tenang)



Tapi pusing sis anak nangis terus!

Kalau dibiasakan menangis, lama-lama frekuensi dan lama menangisnya berkurang kok. Misal hari ini nangis 15 menit, besoknya nggak akan nangis selama itu ASAL kitanya nggak cepat-cepat suruh dia diam. Apalagi disogok ini itu biar anak berhenti nangis.

Wah udah, Hari ini anak nangis disogok dengan jajan, ya besoknya dia minta lagi. Nggak dikasih? Ya ngamuk karena orangtua nggak konsisten. Jangan nyogok anak nangis dengan apapun. Kecuali dengan kegiatan bermain lain.

Terus jangan juga membiasakan diri menganggap anak nangis adalah gangguan. Anak nangis karena ngambek (bukan karena sakit) biarkan aja, lakukan aktivitas seperti biasa. Ngobrol, main hp, atau ngapain kek. Jangan jadi menghentikan aktivitas karena memang tujuannya dia kan nyari perhatian.

Atau malah kadang saya cuekin aja. Dia lagi nangis terus ya cuek aja saya ajak ngobrol yang lain, pura-pura nggak tahu kalau dia nangis. Lama-lama dia juga ikut ngobrol, lupa sama nangisnya.

Kecuali kalau anak nangis karena jatuh atau sakit. Biasanya saya diamkan dulu biar lebih hati-hati, baru kemudian peluk dan tanya mana yang sakit? Dan jangan lupa diberitahu supaya hati-hati. Karena jatuh itu sakit.

Susah? Ya, nanti lama-lama juga terbiasa kok membiarkan anak menangis.

(Baca: Memanjakan Anak? Seperti Apa?)

*

Tapi kadang saya juga masih keceplosan apalagi kalau menurut saya tidak perlu nangis. Misal "ibu gendong ibu huhuhu" sambil nangis. Saya suka keceplosan bilang "iya digendong, tidak perlu nangis dong". Sampai suatu hari Bebe malam-malam rewel sekali tanpa sebab, manja luar biasa. Itu baru sembuh sakit, biasalah pas sakit dimanja banget. Sakitnya udah sembuh manjanya nggak ikut sembuh. Biasanya mandiri ini merengek-rengek tapi nggak jelas maunya apa. Akhirnya saya bilang "Bebe silakan marah, ibu tidur ya".

Saya tinggal tidur kemudian saya dengar suara isakan. Dia hiks hiks gitu seperti ingin nangis tapi ditahan. Sekitar setengah jam kemudian saya bangun dan Bebe masih terisak, saya tanya "Bebe sebetulnya kenapa?" Dia tetap telungkup sambil terisak. Saya gendong dan saya bilang "Bebe mau nangis? Ayo nangis aja dulu biar bisa tidur".

Kemudian blar aja teriak nangis, saya gendong dan saya peluk. Kasihan mungkin dari tadi ingin sekali menangis tapi dia tidak menemukan alasan untuk nangis. Sementara saya sering bilang "sudah dong tidak perlu nangis" kalau dia nangis tanpa alasan. T______T Dia menangis lama, saya gendong terus. Sampai akhirnya dia tenang.

Yah. Itulah jadi orangtua. Nangis aja perlu ilmu hahaha.

Ada yang anaknya suka nangis juga?

Tos kitaaaa!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Tantangan Makan 7 Bungkus Indomie

on
Tuesday, September 20, 2016
[BUKAN SPONSORED POST]


Oke oke segala sesuatu memang butuh pengalaman sampai bisa lancar. Contohnya saya ini, video udah selesai dari hari Sabtu, tunda-tunda upload sampai Senin pagi sebelum kerja. Videonya error. Nggak sempet benerin sampai malem terus ngantuk. Akhirnya baru upload tadi pagi jam 5.

Really, commitment is an act, not a word.

*tampar diri sendiri*

BTW VIDEONYA ADALAH JENG JENG MAKAN 7 BUNGKUS INDOMIE!

JG sih yang makan hahahaha. Terinspirasi videonya Stella Lee karena yah, makan Indomie satu aja enak apalagi 7? TUJUH, GENGS!

Video ini harusnya di-upload minggu lalu. Tapi minggu lalu Bebe sakit demam plus diare sampai 4 hari clingy parah. Boro-boro saya pegang laptop, mandi aja nggak saking ditinggal bentar kejernya udah kaya apaan.

Jadi ini, tantangan makan 7 bungkus Indomie dan 3 telor. Apakah JG berhasil?


Dan akhirul kata; HAPPY BIRTHDAY INDOMIE!

Love and hate relationship memang kita karena sebagai ibu aku tentu ingin makan sehat yang tidak instan serta homemade. Tapi tidak bisa dimungkiri bahwa Indomie adalah ramen paling enak di dunia dan selalu punya tempat di hati kita semua. Sejauh apapun kita melangkah di dunia #selaluadaindomie menyertai malam-malam hujan kita. :')

PS: Yang mau ikutan tantangan ini BOLEH! Tag aku (kasih link ke postingan ini) di blogpost/video kalian nanti aku list di sini. OKAAYYYY!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#FAMILYTALK: Life with Kids

on
Saturday, September 17, 2016

Sering liat kan ya foto-foto yang dishare orang di Facebook tentang kelakuan toddler aka balita yang ajaib? Ada yang coret-coret muka pake lipstik, ada yang ngawur-ngawur terigu sampai satu rumah jadi putih.

Baca punya Isti:


Meskipun (dulu) saya selalu mengeluhkan Bebe adalah anak yang energinya nggak habis-habis, dia adalah anak yang manis.

HAHAHAHAH MUJI ANAK SENDIRI.

Soalnya sampai sekarang, 2 tahun 4 bulan, Bebe belum pernah melakukan hal mengejutkan yang bikin speechless. Ok nggak fair sih ini karena toh kami cuma ketemu dan main malam-malam dan weekend tapi saat malam dan weekend ini Bebe full sama saya atau sama JG dan nggak pernah lepas dari pandangan sedikit pun.

We're that possesive.

Jadinya sampai sekarang belum pernah ada moment kaget karena Bebe mainin lipstik saya atau Bebe tiba-tiba ngeluar-ngeluarin baju atau piring dari lemari gitu. Atau tiba-tiba basah karena main air sendiri gitu. Belum pernah.

Di grup ibu-ibu temen kuliah, pernah ada pembicaraan semacam ini saat membicarakan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi kalau kami playdate karena ada 6 anak kecil cowok. Percakapannya kurang lebih gini:

A: "anak gue bisa-bisa nendang-nendang meja sama siram-siram air minum"

B: "anak gue baru aja ngabisin bedak sebotol buat main salju-saljuan"

Gue: "pada ngapain sikkkk?"

B: "ya gitu aja, nggak perlu alasan, itu kegiatan tanpa tujuan tante icha."

Terus saya mikir. Bebe nggak pernah loh melakukan kegiatan tanpa tujuan. Terus saya jadi kasihan sendiri. T_______T

Tapi setelah dipikir-pikir, mungkin karena dia selalu dapet full attention. I don't blame you ibu-ibu full time mom, ya kali kalau di rumah 24 jam mah mana bisa gue juga full atensi sama dia doang. Ini karena ketemunya cuma dari jam 5 sore sampai waktu bobo, perhatian saya dan JG itu full buat Bebe.

Jadinya ya dia melakukan kegiatan dengan tujuan dan pasti minta ditemenin karena seharian nggak ketemu.

"Main mobil yuk ibu"
"Sepak bola yuk ibu"
"Baca buku yuk ibu"
"Main beras dong ibu"

Ya main beras buat motorik ala-ala itu. Padahal dia bisa ambil sendiri berasnya karena ditaro di tempat beras Tupperware yang tinggal ditarik terus berasnya nongol di laci bawahnya. Tapi dia nggak pernah tuh ambil sendiri, selalu izin dulu sama saya atau JG.

Intinya semua kegiatan dia pasti ada tujuannya dan nggak pernah bikin kaget karena dia selalu bilang dulu.

Rumah jadi berantakan terus nggak setelah punya anak? Mmmm, sebelum punya anak juga rumah berantakan sih hahahaha. Selalu berantakan karena nggak punya waktu beres-beres. Pulang dari Bandung, segala barang yang dibawa itu minimal seminggu lah masih numpuk di ruang tamu.

Capek lah, nggak usah maksain beres-beres kemudian cranky. Mending rumah berantakan tapi bobo lebih lama daripada rumah rapi tapi bobo sebentar. #lifeguide

Kalau mainan sih nggak ya, Bebe anaknya rapi banget. Kalau habis main PASTI beres-beres karena dibiasakan kaya gitu di daycare. Main Hot Wheels sekoper di kasur, sebelum tidur pasti buru-buru dimasukin semua dan disingkirkan dari kasur. Main di rumah orang lain pun dia beresin sampai semua kembali ke tempat semula.

Pernah lagi belanja bulanan di Superindo, kami lapar sekali dan akhirnya duduk di dalam, ada booth yang jual ituloh, kue pukis, risol, dan carabikang. Kami duduk di kursi plastik, Bebe tanya bolehkah ambil kursi yang dekat tembok untuk didorong-dorong? Saya bilang boleh.

Dia kemudian dorong-dorong kursi ke sana kemari (ini ada tujuannya ga ya hahaha selama nggak ganggu orang nggak pernah dilarang sih). Lucunya pas mau pulang, dia kembalikan kursi itu ke posisi semula seperti waktu dia ambil. :))))) Konsep beres-beres melekat banget buat Bebe. Meskipun kadang dia beresinnya asal karena ngantuk atau nggak sabar ingin main yang lain tapi yah, 90% dia main selalu langsung dia beresin.

I guess I'm super lucky. :')

Tapi kalau yang ditanya adakah yang berubah dari kamu setelah punya anak?

Ya selain mendewasakan dan mengubah ukuran gentong sabar, yang jadi sangat jarang kami lakukan adalah nongkrong bareng temen-temen. Dulu hidup saya dan JG adalah main mulu sama temen-temen, nongkrong sampai pagi. Dari mall sampai sevel doang yang penting ngumpul dan ngobrol.

Sekarang nggak pernah sama sekali. Kami hampir tidak punya teman yang rutin ditemui karena yah, di rumah ajalah. Mentok ngemall bertiga aja biar santai, nggak diburu waktu dan bebas mau ngapain aja.

Dan karena ke mana-mana bertiga, jadinya kalau mau ada event atau acara apapun, harus disepakati dulu mau pergi nggak nih? Aku sama Bebe nunggu di mana? Gitu. Jadi maap-maap gengs kalau ada yang pengen main sama kita tapi kitanya nggak bisa mulu. Hidup udah cukup heboh nih huhu.

Udah sih itu aja.

-ast-







LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Ide Basa-basi Tanpa Bikin Tersinggung

on
Friday, September 16, 2016

Asumsinya bertemu teman lama. Berteman di media sosial dan sering bertegur sapa di dunia maya. Saat bertemu, apa yang harus dibicarakan?

Nggak semua orang bisa basa-basi sementara basa-basi dirasa wajib apalagi kalau bertemu langsung. Mau ngomong apa ya? Mending di socmed bisa bales pake like atau emoji doang. Kalau ketemu?

Awkward moment banget jadinya kan kalau cuma "halo" cipika-cipiki terus diam. Jadi keluarlah kata-kata yang biasanya malah jadi menyinggung padahal yang ngomong kadang nggak mikir dua kali kalau perkataannya bisa melukai.

"Kok gemukan?" atau "Kok kurusan?" --> padahal tidak yakin benar ini orang kurusan atau gemukan, cuma kayaknya aja sih. Ya mana tau, nimbang badan bareng aja belum pernah.

"Kok iteman sih?" "Kucel amat neng?" --> none of your business.

"Belum isi aja nih?" *sambil pegang perut* --> percayalah meski bukan saya yang dibeginikan, saya dan suami beberapa kali menegur orang yang berkata seperti ini pada orang lain. Kami bilang "Ibu tidak sopan, ibu tidak boleh bertanya seperti itu." Butuh keberanian luar biasa tapi orang-orang ini harus berhenti.

"Kapan nambah (anak)?" --> situ Tuhan?

Well. Belum apa-apa udah emosi deh jadinya. Tapi yah, tidak semua orang punya kemampuan interpersonal yang baik. Tidak semua orang tahu bagaimana harus bersikap tanpa melukai orang lain.

(Baca: Mempertanyakan Rezeki)

Dan sebagai orang yang memang suka ngobrol, saya beri ide basa-basi yang (semoga) tidak akan membuat orang tersinggung.

Tanyakan kabar

Standar lah ya. Justru setelah tanya kabar ini yang krusial. "Hai apa kabar? *ngomong apa lagi ya* ... krik krik krik"

Tanyakan keluarga yang kita tahu persis keberadaannya atau pernah kita temui atau kita lihat fotonya di media sosial

"Anak yang paling besar kelas berapa sih sekarang? Sekolahnya di mana sih?" --> bisa dilanjutkan tentang obrolan seputar sekolah.

"Ibu apa kabar? Duh udah lama ya nggak ketemu ibu. Ibu masih suka jahit?" --> bisa dilanjutkan tentang obrolan seputar hobi orangtua. Ceritakan juga hobi orangtua kita.

"Adik kamu yang dulu SD itu sudah kerja ya sekarang? Kerja di mana? Oh ya anak zaman sekarang memang lebih suka punya bisnis sendiri ya" --> bisa dilanjutkan tentang obrolan seputar bisnis.

Ingat, jangan tanya yang kita tidak tahu persis. Bagaimana kalau sudah meninggal? Akan jadi lebih awkward lagi.

Tanyakan soal hobi

"Masih suka yoga? Sekarang yoga di mana?" --> kalau nggak ngerti soal hobi dia, ini kesempatan kita untuk bertanya dan belajar hal baru. Saya senaaaanggg sekali ketemu orang dengan hobi yang tidak saya mengerti sebelumnya. Bisa jadi tahu banyak hal baru dan orang yang diajak bicara pun biasanya senang membicarakan hobi dia.

Ide pertanyaan seputar hobi yang kita tidak ketahui sebelumnya:
- Tanya tentang alat-alatnya, belinya di mana, ada produk lokalnya apa harus impor.
- "Ada komunitasnya nggak?"
- "Mahal nggak sih?" atau kalau DIY "belajarnya di mana?"
- "Sejak kapan suka hobi ini?"
- DAN BANYAAAKKK LAGI. Nanti ngalir dengan sendirinya kok.

Kalau kebetulan ngerti soal hobinya, bagus dong jadi punya topik obrolan yang sama. :)

Rumah

"Rumah masih di A? Kan kerja di kota B? Ditempatin siapa sekarang?" --> kemudian bisa bercerita seputar harga rumah atau kontrakan.

"Rumahnya lucu banget deh di Instagram, siapa yang dekor?" --> kemudian bisa mengobrol soal Ikea, dekor rumah, dan online shop Instagram lol

"Rumah orangtua masih di Gerlong?" --> kemudian bisa mengobrol soal rumah orangtua, tinggal dengan siapa mereka, dll.

Pekerjaan (hanya kalau kita tahu persis soal dia masih bekerja atau tidak)

"Eh masih kerja di agency A? Ada yang ngehubungin gue waktu itu nanya job ABCD ..." --> ini kalau kalian blogger atau influencer nyahahahaha

"Neng, katanya resign ya? Pindah kerja atau di rumah aja?" --> PERTANYAAN KRUSIAL, HATI-HATI JANGAN JUDGE.

Jawaban:

A. Jadi ibu rumah tangga. Saran reaksi: "Wah keren euy, saya mah pasti nggak akan sanggup jadi ibu rumah tangga." --> lanjutkan mengobrol soal anak. Hindari obrolan seputar sayang gelar kuliah, sayang karier, dll. None of your business.

B. Pindah kerja. Saran reaksi: "Oiya jadi apa sekarang? Masih jadi wartawan?" --> lanjutkan mengobrol seputar kerjaan.

(Baca: Dunia Tidak Selebar Daun Kelor, Jangan Gampang Baper!)

Dan yang terakhir ini adalah basi-basi yang tidak akan pernah gagal:

Puji (karena semua orang senang dipuji)

Kalau cewek:

"Lipstiknya bagus banget sihhhhh! Apa itu apa itu?" --> lanjutkan mengobrol soal lipstik yang tidak akan selesai meski sudah berjam-jam lol.

"Alis cetar bangeett. Pake pensil alis apa?" --> lanjutkan mengobrol soal makeup dan beauty guru.

"Tasnya lucu amaaatt? Beli di mana sih? Oh di Bandung? Di mananya?" --> lanjutkan mengobrol soal tas dan tempat beli tas lucu.

Kalau cowok:

"Motornya keren euy. Ini modif sendiri?" --> laki gue bisa ngobrol panjang sama orang nggak dikenal cuma ngomongin motor.

"Weh, sepatunya mantep. Lokal itu?" --> lanjutkan mengobrol soal sepatu.

Apalagi ya kalau cowok? Duh gue nggak ada ide kalau cowok mah. Ya kalian para cowok ngomongin apalah yang bisa membuat jadi obrolan panjang.

Kalau orangnya bawa anak, puji anaknya, ajak obrol anaknya.

"Eh cantik/ganteng kelas berapa sekarang?" --> menurut orangtuanya anak pasti cantik atau ganteng kan.

"Rambutnya bagus yaaa keriting" dan kalau rambutnya lurus "Rambutnya bagus yaaa lurus".

KARENA RAMBUT KERITING DAN LURUS SAMA AJA. Jadi harus sama-sama dipuji.

"Wah topinya Ironman nih, suka Avengers nggak?" --> lanjutkan mengobrol soal film favorit.

Kalau orangnya biasa-biasa aja dan nggak puji-able? 

Jangan maksa muji karena biasanya jadi tambah awkward. Ngomongin apa aja bisa sebenernya, saya mah sampai stroller aja bisa jadi bahan obrolan sama ibu-ibu yang nungguin anak di playground. 

Kalau orangnya nggak suka ngobrol dan hanya jawab sepotong-potong?

Ya udah jangan dipaksa ngobrol. Orang pendiam itu kan ada 2 macam. Satu yang bener-bener tidak suka ngobrol dan yang satu lagi suka ngobrol tapi malu. Yang tipe pertama tidak usah dipaksa, ya kaliii masa maksa-maksa orang. Tipe kedua biasanya beberapa menit juga udah cair.

Intinya sebisa mungkin jangan mengomentari fisik dan rezeki.

Bilang orang kurusan atau gemukan atau iteman atau putihan atau nanya kapan punya anak itu nggak ada manfaatnya sama sekali. Nggak bakal bisa berlanjut obrolan juga. Yang ada malah selamat kamu dapet award sebagai orang nyebelin.

Dan memang pertama kali ketemu orang setelah sekian lama itu pasti ada perasaan awkward kok. Santai aja nanti juga cair sendiri. :)

Semoga berguna yaaa.

See you!

-ast-

(Baca postingan tentang kehidupan lainnya di sini)


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

PDA, Yay or Nah?

on
Thursday, September 15, 2016


Oke jadi #SassyThursday minggu ini sewajarnya bahas Mario Teguh lah ya karena semua orang ngomongin itu minggu ini. Tapi ... gue sama Nahla nggak ngikutin muahahahahah. Gue bahkan belum pernah nonton utuh satu episode Golden Ways itu. Nggak follow beliau di socmed mana pun jadi nggak punya kedekatan apapun jadi mau nulis apanyaaaa.

Nahla: "nulis soal anaknya aja kak, dia cuma caper apa gimana"

Aku: "masalahnya aku ga tau anaknya ngomong apa lagi selain ngaku-ngaku anaknya?"

Nahla: "aku juga nggak tertarik sih"

HAHAHAHAHAH *failed*

Jadilah kami memutuskan untuk membahas topik yang lebih dekat yaitu selebgram dan YouTubers AG yang senang memamerkan kemesraan sama pacarnya.

Baca punya Nahla:

Bukan, bukan cuma foto ciuman, tapi ciuman dan cuddling sambil ... pegang tongsis demi merekamnya jadi momen indah yang diabadikan di video YouTube astaga hidupnya ribet.

Maklum, sini mah anaknya praktis. Nggak kebayang di Bali maunya leyeh-leyeh terus harus terbebani pegang tongsis gopro. Lagi berendam air panas ... teteup pegang tongsis gopro dengan pose seolah nggak liat kamera. Berat banget hidup jadi YouTubers ya gaes.

Yang dilakukan Anya (tadi namanya sok dirahasiain hahaha) itu bagian dari public display of affection (PDA). Cuma dulu PDA itu offline doang, sekarang bisa banget PDA online. Yes or nah?

Aku sih ... yes.

HAHAHAHAHAHA.

Because since the very first time, I do that kind of things too with JG. Maksudnya kami adalah tipe yang cium pipi bibir di mana aja. Termasuk di depan kantor kalau pergi naik motor dan tentyu saja diliatin satpam. Tapi JG nya suka keukeuh, anaknya posesip emang. Hahahaha.

Sampai sekarang ada Bebe, ya yang dicium sebelum turun mobil jadi dua. Cium sebelum pergi kantor adalah ritual yang belum pernah sekali pun tidak dilakukan. AAAHHHH AKU SAYANG KALIAN BERDUA. <3 <3 <3

Tapi tolong jangan bikin ilfeel itu aja sih. Jangan french kiss gitu lo gengs, kalau di The Sims mah peck namanya. Muah aja cukup. Maksudnya semua kan ada tempatnya, kalau mau PDA, jangan lakukan lebih dari 30 detik atau orang pasti mulai risih liat kalian. Dan itu tidak baikkkk karena semua ada tempatnya. Kalau bebas banget nanti lama-lama ada yang ML di atrium mall kan bisa-bisa ditangkap satpam huhu.

Kalau online? Ya secukupnya juga lah. Asal nggak bikin repot aja. Gue sendiri sih nggak bakal kepikiran sebelum peluk "eh bentar, gopro mana gopro?" Kan nggak bakal inget yah. Ingetnya setelah dilakukan jadi pun pasti adegannya harus diulang nanti nggak natural lagi HAHAHAHA.

Dan sebenernya online ini cuma memperluas audience PDA aja sih. Bedanya dia bisa diulang-ulang dan kalau nggak suka nggak perlu ditonton. Kalau di tempat umum kan memang mau nggak mau keliatan ya. Tapi meskipun pasti ada yang liat, seberapa banyak sih yang liat.

Atau di konser gitu, yang liat kita backhug paling orang yang di belakang dan di sebelah kanan kiri. Yang depan aja belum tentu sadar. Nggak 50ribu orang juga kaya di YouTube.

Dan bedanya, kalau PDA di tempat umum, kita sebenernya nggak peduli mau ada yang liat apa nggak. Kita cuma naturally pengen cium aja misalnya karena dibelikan sesuatu atau dipuji sesuatu atau pamit mau pisah tempat (gue ke event, JG main sama Bebe lol). Tapi kalau di YouTube kan tujuannya memang untuk orang nonton. Jadi yah, sama tapi beda sebetulnya.

Dan ini gimana kebiasaan dan karakter pasangannya sih. Kami memang tipe yang sangat terbuka satu sama lain. Gue sama ayah juga gituuu. Di tempat umum rangkulan dan gelendotan sama ayah. JG juga tipe yang cium-cium mamahnya terus.

Bahkan nulis gini aja jadi kaya PDA ya? Gue yakin yang nggak suka PDA pasti risih juga nulis soal PDA. Ya nggak?

Untuk orang yang memang keep private things private mah yaaa nggak apa-apa juga. Yang penting nyaman aja. Cuma kalau bisa ya liat positifnya aja. Misal liat gue cium pipi JG di eskalator (spesifik). Daripada mikir negatif "dih kaya nggak punya rumah aja", kan mending mikir "love is everywhere ya, nanti mau juga cium pipi suami ah".

Adem kaannnn. Nyahahahaha.

Kalau diliat yang belum nikah atau anak kecil gimana? Ya anak-anaknya dikasih tau dong kalau hal-hal kaya gitu baiknya kapan dilakukan. Komunikasi adalah kuntji!

Kalian gimana? Yay or nah dengan PDA?

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#LampauiBatas Bersama Ayah

on
Tuesday, September 13, 2016
[SPONSORED POST]



Kalau bicara tentang ayah, saya bukan tipe yang emosional seperti orang-orang kebanyakan. Sebabnya, ayah saya bukan tipe yang dingin tapi diam-diam sayang dan bekerja keras demi anak-anaknya.

Ayah saya tipe yang terang-terangan menunjukkan rasa sayang. Yang mencium kening dan pipi saya selalu. Yang selalu merangkul saya kalau kami sedang jalan di mall. Yang bisa saya ajak bicara soal pacar-pacar saya. Yang selalu jadi yang pertama mengucapkan ulang tahun. Yang suka melakukan hal-hal konyol dan kadang lebih bikin malu-maluin daripada lucu.

The PDA-style-dad. LOL.

Saya anak pertama dari tiga bersaudara. Kedua adik saya perempuan semua. Jadilah ayah saya satu-satunya laki-laki di rumah. Digelendoti oleh 4 perempuan yang bisa sangat manis kalau ada maunya hahahaha. Yang bisa mengerikan karena tamu bulanan kami hampir selalu datang bersamaan. Tapi ayah selalu jadi ayah yang menyenangkan.

Dari remaja, ayah adalah sosok yang selalu bisa diajak berdiskusi soal apapun. Dari jurusan kuliah, sampai soal politik dan isu-isu sosial. Maklum kami memang menyukai hal yang sama. Ayah kuliah di jurusan yang sama dengan jurusan saya kuliah. Kami sama-sama suka menulis dan membaca. Ayah yang menginspirasi saya untuk jadi wartawan karena ayah pun dulu wartawan.

Saat dewasa, ayah jadi partner untuk bicara soal pekerjaan. Urusan gaji selalu jadi bahan diskusi. Dan ayah selalu jadi supporter utama bagi anak-anaknya.

Ayah rela bolos kerja demi mengantar saya dan adik-adik saat kami KKN di Purwakarta. Ayah selalu meluangkan waktu menjemput kami les ini itu. Saat semakin sibuk, ia selalu mengirim supirnya untuk menjemput kami. Ia yang menyetir sendirian.

Ketika saya jadi wartawan KPop, ayah selalu membaca semua tulisan saya meskipun tidak mengerti apapun soal grup musik Korea. Sekarang adik saya jadi tim kreatif untuk program Asli atau Palsu (ASAL) di Trans7, ayah selalu memastikan diri untuk nonton dan memberi masukan ini itu. Memuji kalau memang bagus. Menyempatkan diri untuk mengunjungi adik saya jika ia sedang casting di sekitar Bandung.

Itu saat remaja dan dewasa. Tapi kalau ditanya apa hal yang paling diingat saat kami kecil? Video ini berhasil membuat saya tersenyum.


Meski ayah memang bukan sosok yang keras tapi ia pun rela melakukan hal-hal yang #LampauiBatas untuk anak-anak perempuannya.

Pernah suatu hari saya dan adik saya mengikat rambut ayah dengan karet jepang warna-warni. Semua bagian rambut kami ikat. Ditotal mungkin ada sepuluh ikatan. Ayah santai diam dan tidak menolak. Setelah selesai, kami tertawa-tawa karena ayah jadi sangat lucu. Apa yang ayah lakukan?

Ayah menggendong kami berdua ke luar rumah dan berjalan-jalan. Dengan rambut yang berantakan dan diikat sana-sini. Kami berteriak-teriak karena malu. Ayah yang diikat rambutnya, kami yang malu. Hahaha. Konyol sekali.

Sekarang saya dan satu adik saya tinggal di Jakarta, jauh dari ayah. Tapi tentu saja kamu punya grup keluarga untuk mengupdate hari ini siapa pergi ke mana. Kami juga video call hampir setiap malam karena ayah dan ibu saya kangen. Kangen sama Bebe bukan kangen sama saya hahaha.

Kalau kalian, ada kenangan apa bersama ayah?

-ast-



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Althea Birthday Box Haul

on
Monday, September 12, 2016
[SPONSORED POST]



Hola!

Kali ini aku mau share beauty haul yang tertunda hahaha. Kalau yang follow Instagram aku sih mungkin udah tau ya karena aku udah posting soal haul ini banyaakkk. Di blog sebenernya di-draft dari lama tapi baru sempet posting sekarang. >.<

Salah satu produknya bahkan udah pernah aku review di sini. Apakah ituuuu?

Yak! Althea Korea Birthday Box!



Althea ini tempat belanja produk Korea favorit aku. Udah nggak keitung berapa temen yang teracuni untuk belanja di Althea ini. Saking murahnya!

Ongkirnya pun free untuk pembelian di atas 500ribu. Percayalah, belanja di Althea mah 500ribu bisa banget dapet banyak untuk stok karena harga barangnya bisa cuma setengah dari harga counter di sini. Hati-hati kalap banget deh belanja di sini.



Nah karena spesial ulang tahun, jadinya dapat party kit! Boxnya pun berubah warna pinknya, biasanya pink soft, ini jadi jadi pink fuschia gitu laff. Dapet topi dan balon juga. Meriah banget! :)

Apa aja yang aku beli?

The Face Shop CC Cushion x My Other Bag



INI LOVELY BANGET <3

FYI, My Other Bag adalah brand tas asal Los Angeles yang membuat tas kanvas bergambar parodi designer's bag. Nah My Other Bag kolaborasi bareng The Face Shop untuk bikin case CC Cushion!

Kebetulan, aku suka CC Cushion The Face Shop. Aku pernah review di sini. Bilangnya nggak mau beli lagi tapi ternyata kalau packagingnya lucu mah ternyata aku beli beli juga. :| Shadenya masih tetep sama V201. Totalnya sendiri ada 3 shade, V103, V201, dan V203 plus udah ada SPF50+ PA+++.

Spesialnya, ada bonus cermin dan tas kanvas kecil dari My Other Bag yang match sama case cushionnya. SUPERLAFF!

Witch's Pouch Love Me Blusher



Ini juga udah aku review di sini Witch's Pouch Love Me Blusher in Sweet Coral Review. Sejak aku nulis, sampai sekarang ini jadi daily blush on aku.

Warnanya cantik dan matte jadi nggak menor untuk sehari-hari. Staying powernya juga lumayan oke, nggak ilang banget meskipun dipakai seharian.

Dan setelah dipakai berkali-kali aku jadi makin suka sama brushnya karena lebar dan halus. Worth to buy! Gede banget pun, entah akan habis kapan karena sampai sekarang pun belum cekung sedikitpun karena pigmented banget jadi seoles bisa buat sepipi.

Guerisson 9-Complex Cream



Aku beli ini karena ... penasaran. Karena kulit aku kering banget kan aku jadi sering coba-coba moisturiser hahaha. Dan yang satu ini spesial karena terbuat dari ...

...

Minyak kuda aka horse oil.

Tenang, kuda-kuda ini nggak dibunuh cuma buat skin care kok. Dagingnya dimakan. *loh kok jadi enek bilangnya* Iya di Jepang mah sampai ada sashimi daging kuda loh. Manusia memang menyeramkan. :|

Guerisson 9-Complex Cream ini menjanjikan kelembaban yang bisa meregenerasi, menghaluskan, dan memudarkan hiperpigmentasi dan mengurangi kerutan. Tampak seperti all in one moisturiser kan.

Tapi aku belum pake karena masih masuk antrian. Aku sekarang lagi pake rangenya Vitacreme. Aku harus disiplin ngabisin skin care karena kalau nggak bakalan aku buka terus colek-colek doang, sayang nanti kadaluarsa.

*

Oke itu aja!

Once again, happy birthday Althea! Stay fabulous!


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SassyThursday: YouTube Stars

on
Thursday, September 8, 2016
 
Jadi baru aja ada lagi selebgram yang putus. Dia nggak nangis drama sih tapi gue kasian deh jadinya. Mana udah lamaran dan ada videonya di YouTube, kupikir mereka akan nikah. :( Dan karena ya anaknya bukan yang caper banget gitu. Well, itu menurut gue. Tapi kalau hanya karena dia suka pakai bikini terus kalian menganggap dia caper mah ya ga apa-apa hahaha.

Nah terus kemudian saya teringat ucapan seseorang beberapa waktu lalu. Kurang lebih gini "kenapa sih pada suka sama selebgram? Artis aja bukan!".

Definisikan dulu "artis". Kalau menurut lo artis adalah orang yang muncul di TV, itu kan karena lo nonton TV. "Artis" atau "seleb" buat gue ya orang-orang yang ngetop di social media karena gue nggak nonton TV. Hiburan gue ya socmed, jadi fair dong menurut gue kalau mereka dibilang seleb juga.

Baca punya Nahla:

Kalau YouTube, gue cinta YouTube banget! Dari dulu! Dari zaman David Choi dan Michelle Phan masih culun! Gue download entah berapa banyak video-videonya David Choi karena keren banget (di zaman itu).

Sampai sekarang gue punya 2 akun YouTube. Satu buat subscribe YouTubers lokal, satu lagi buat subscribe YouTubers luar. Karena kalau luar gue nontonnya semacam make up, beauty, cover song, reaction video. Sementara kalau lokal topiknya random aja, gue suka nonton apa ajalah yang penting lucu. Dan karena mix gitu interestnya, gue nggak suka timeline gue jadi campur aduk. Makanya niat abis punya dua timeline YouTube lol.

Salah satu YouTube stars alias seleb YouTube yang lagi gue liatin banget itu Young Lex. Bukan, bukan karena dia lagi sama Karin terus. Gue udah liat Young Lex dari sebelum dia akrab sama Karin. Belum lama sih, 2-3 bulan terakhir lah. Itu juga dikasih tahu Nahla. Hahahaha. Kata Nahla "kasar banget, kak!" Tapi sejak kapan rap nggak kasar? :)))))

young lex instagram samuel alexander
source: instagram.com/young_lex18

Dan pas nonton beberapa videonya, ternyata ini anak inspiratif amat! Dia udah tahu passion dia dari kecil banget dan dia usaha banget untuk itu. Nonton video Draw My Life-nya deh. Kerasa banget perjuangan untuk bisa hidup dengan passionnya. Dia juga bukan dari keluarga yang mampu, dia sempet jadi OB untuk bisa biayain kuliah dan sampai sekarang udah ngetop banget tetep tinggal di gang. :)

Cara dia ngerangkul fansnya juga oke menurut gue. Dia bisa ngerti posisi fans yang masih muda, yang maunya tindik kuping, bolos sekolah, dan encourage mereka untuk nggak melakukan itu (dulu) minimal sampai lulus sekolah.

Lagu dan videonya juga bagus untuk ukuran DIY semua ya. FYI, gue zaman dulu emang suka lagu rap-rap lokal gitu. Anak Ardan Radio Bandung pasti akrab lah sama Ebith Beat A atau Alit (Alit da Baong), atau 7 Kurcaci, Fade 2 Black, Saykoji, dan SoulID. Waktu Ebith bikin lagu soal lirik dia dicuri sama Kremlin itu gilaaa, pecah banget. *MAAP YA MASA LALU BANGET CERITANYA LOL* *sementara itu Nahla dengerinnya klasik dan main biola lolol*

Young Lex ini jadi nostalgic buat gue, karena meski sekarang gue dengernya Justin Bieber yang lebih adem, gue tau banget rasanya jadi anak muda yang meledak-ledak dan diwakili sama lagu rap dari grup-grup indie lokal.

Tapi satu hal, seperti yang Nahla bilang, ngomongnya kasar. Dan dia nulis "official" dengan "officialy". :))))))

Ini contohnya. Yang baper dan mau shock bilang "anak zaman sekarang kok gini amat" plis jangan nonton. Karena di judul videonya aja udah jelas tuh explicit.

Betapa zaman sekarang setiap orang bisa mengejar cita-citanya sendiri lewat social media. Gue ngebayangin rapper lokal zaman dulu struggling untuk cari uang dan bertahan hidup dengan passion karena ya gimana. Kalau mau cari uang banyak harus mainstream lewat TV, tapi kalau nongol di TV sebagian idealisme pasti terjual karena mau nggak mau harus ngikutin pasar. Nggak bisa seenak udel.

Kalau di YouTube? Mau anjing-anjingin orang juga kalau emang videonya bagus mah tetep ada yang apresiasi, makin banyak yang nonton udah pasti dapet penghasilan. Yang penting berkarya sebaik mungkin! Kolaborasi dengan berbagai orang! Liat aja Young Lex views videonya jutaan dan dia percaya banget sama konsep kolaborasi, dia kolaborasi sama banyak orang dan itu keren menurut gue.

Makanya gue ketawa waktu ada yang bilang "Anak-anak kaya gitu nanti dicek HRD di masa depan, siapa yang mau memperkerjakan mereka?"

Woh, modal ratusan ribu followers di YouTube dan Instagram mah bisa hidup banget. Siapa yang bilang mereka mau kerja di perusahaan orang di masa depan kalau bisa hidup dengan passion tanpa harus bergantung orang lain? Nih ya, asal karyanya bagus, fans banyak, buka bisnis yang sesuai sama pasar followers mereka. Pasti laku. Kuncinya cuma work haardddd!

YouTube itu second largest search engine in the world loh. Kedua setelah Google (makanya dibeli Google juga). Hampir pasti nggak akan tutup atau bangkrut. Gila, they rule the world! Duh gue mesti bikin satu tulisan khusus nih soal bagaimana Google menguasai dunia hahaha.

Sementara itu di luar sana juga banyak ibu-ibu yang panik "kenapa harus ngomongnya kasar banget sih! Kalau ditiru anak kecil gimana?" Dijawab langsung sama Young Lex di salah satu video dia. Kata Young Lex dari zaman dulu juga udah banyak lagu kasar kenapa sekarang dia doang yang disalahin, di akhir video Jamrud - Surti aja ujungnya "surti f*ck you". Dan Jamrud kurang mainstream apa, muncul di TV loh mereka, video klip Surti itu. Nggak kaya YouTube yang user pilih tontonan sendiri. :)))))))

Dua sisi banget ya kan jadinya. Di satu sisi gue appreciate banget sama kerja keras orang-orang kaya Young Lex untuk berkarya sesuai apa yang dia suka. Sisi lainnya, sekarang gue juga punya anak.

...

Orang-orang semacam ini yang gue kagumi dulu, ternyata agak bikin khawatir juga setelah punya anak hahaha. Kuncinya tetep cuma satu sih, ya dijaga dong anaknya jangan sampai nonton kalau belum cukup umur. Bukan tontonan anak-anak kok itu, jelas ada tulisannya explicit content.

*ngomong gampang bener, punya anak remaja aja belum pernah*

Karena ya, kalau dia udah cukup dewasa dan dia memutuskan untuk jadi jadi rapper mah ya udah nggak apa-apa. Asal yakin sama passionnya sih kenapa nggak? Selama nggak nyakitin orang lain dan bisa jadi inspirasi untuk banyak orang.

Kemudian banyak juga yang bilang "anak YouTube  itu kenapa sih suka ngerasa lebih oke dari artis TV?".

(anak YouTube tok ya secara sekarang artis TV juga punya series di YouTube yang viewsnya tetep gedean anak YouTube asli lol)

Kalau dari sisi kualitas ya sama-sama ajalah. Kan cuma tergantung selera mau suka sama yang mana. Mau yang tayangannya punya peraturan penyiaran atau nggak?

Dan anak YouTube juga nggak semuanya ngomong kasar gitu kan. Meskipun YouTubers luar juga yang kasar ngomongnya emang yang subscribers nya puluhan juta.

Banyak juga kok YouTubers lokal yang manis-manis. Bikin video beauty, parody, atau vlog konyol kaya Jovi Hunter yang bahkan considerate banget. Nggak ngerokok, nggak ngomong kasar di depan kamera meskipun dia mengakui dia sebenernya perokok dan suka ngomong kasar. Aduh aku superlaff deh sama Jovi. <3

Lagian akui sajalah, di mana-mana anak indie lebih ngerasa keren kok dibanding yang mainstream. Bukan cuma anak YouTube, banyak juga band-band yang stay indie, nggak mau masuk label besar karena nggak mau masuk TV dan disetir kapitalisme, disetir permintaan pasar untuk diiringi joget cuci - jemur baju. :)))

Dan mungkin juga karena perjuangannya beda. Ya gimana, semua serba DIY, bikin lagu sendiri, rekaman sendiri, syuting video sendiri, modelnya dia sendiri, ngedit pun sendiri, udah gitu mati-matian cari penonton sendiri. Meski banyak yang udah punya tim, tetep aja timnya jauh jauh jauh lebih kecil dari korporasi TV. Timnya pun temen-temen sendiri. Semangatnya beda. 

Kalau band yang muncul di TV kan berkarya nih, udah gitu jelas diatur sama manajemen akan on air di mana, off air di mana. Ketaker lah sebulan kira-kira akan dapet uang berapa. Lah YouTube? Udah mati-matian bikin semuanya sendiri, masih harus deg-degan "ada yang nonton ya?".

Huft panjang juga ya. Kalian gimana? Punya YouTube stars favorit? Atau masih nonton TV?

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Selepas ASI, Apakah Anak Harus Minum Susu?

on
Wednesday, September 7, 2016

Apakah anak harus minum susu UHT atau susu formula setelah lewat 2 tahun?
Pertanyaan itu datang dari pembaca blog saya via email beberapa hari lalu. Jawabnya ya sesuai pengalaman aja, saya nggak bilang harus atau nggak harus karena saya kan bukan dokter, bukan ahli gizi juga. :)

Karena biasalah ibu-ibu masa kini, seneng banget kontroversi. Soal susu yang dulu nggak pernah jadi bahan perdebatan, sekarang rame bener. Bener nggak sih nggak butuh susu setelah 2 tahun? Kalau nggak minum susu apa nggak kurang kalsium?

*ya maklum ibu-ibu tambah pinter sis* *iya iya*

Sebenernya saya sendiri juga mempertanyakan hal itu sih. Di antara kubu anti susu dan kubu fans susu, saya akhirnya mengambil jalan tengah.

Sebentar, enaknya sih kita bahas satu-satu ya antara kedua kubu ini. Biar mencerahkan lah, brightening gitu (dikata skin care).

Pro susu

Yang ini ibu-ibu yang ngasih susu buat anaknya. Malah sehari kalau bisa dikasih target, harus 3 gelas! Kalau nggak nanti kalsiumnya nggak cukup, takut anaknya jadi pendek dan giginya kurang kuat. Lagian dulu kan kita semua minum susu juga nggak kenapa-kenapa kok.

Anti susu

Yang ini ibu-ibu yang nggak ngasih susu buat anaknya. Sebagian besar karena memang menjalankan pola makan food combining dan jadi tim #KibulanSusu. Anti susu karena naturally susu sapi memang nggak cocok buat tubuh manusia dewasa. Susu hanya cocok untuk bayi, itu pun ASI bukan susu sapi. Lagian susu hanya mengandung kalsium padahal tulang juga butuh magnesium.

*

Saya sebagai ibu-ibu masa kini tentu saja bingung harus ikut yang mana hahahaha. Masalahnya bahkan dokter aja terbagi dua kubu. Dokter siapa dulu nih? Ada dokter yang anti susu, ada dokter pro susu, ada dokter selow nyantai kaya saya hahaha. Jadi ya semua juga bisa bilang "kata dokter gue sih blablabla".

Oke jadi intinya saya sendiri bukan keduanya. Seperti biasa saya ambil jalan tengah ajalah biar aman. Bukan nggak punya pendirian tapi kalau kontroversial gini kan yang bisa kita percaya tinggal diri sendiri dan Tuhan ya nggak?

Jadi gini.

Selepas 1 tahun, Bebe udah nggak minum ASIP karena udah nggak mau. Mulai saya kasih UHT (iyaaa, UHT boleh dari 1 tahun, di kotaknya emang 2 tahun tapi kan itu dalam rangka mensukseskan ASI 2 tahun).

Saya kasih Ultra Mimi (bukan iklan) dan dia mau semua rasa. Selang-seling sehari satu rasa untuk mengenalkan dia ke berbagai rasa dan dia mau semua. Sampai bisa ngomong tuh, 1,5 tahunan, mulai nawar, maunya coklat doang. Udalah kasih coklat doang. Sampai umurnya 2 tahun pas, dia masih minum UHT sekotak sehari.

Beberapa bulan terakhir minum susunya makin banyak. Sehari bisa 4-5 kotak! Tapi setelah ditelaah lebih lanjut, dia minum susunya banyak kalau makannya sedikit. Kalau di daycare makannya banyak (dan ngabisin makanan orang) dia kadang sehari nggak minta susu sama sekali.

Maka akhirnya kalau weekdays di daycare, tetap saya bekalkan susu. Mau diminum silakan, nggak diminum nggak apa-apa, asal makannya habis. Kadang diminum kadang nggak. Kalau di rumah alias weekend doang, karena sudah dipastikan makannya nggak habis, jadi bolehlah minum susu 4 kotak sehari. Kadang pake sereal atau oatmeal biar sekalian kenyang.

Jadi intinya, nggak mewajibkan minum susu dan nggak ngelarangnya juga. Karena yah, secukupnya ajalah, nggak 100% begini atau begitu. Yang jelas saya masih keukeuh sama merek satu itu karena nggak ada garemnya dan gulanya sedikit.

Minum susu coklat setiap hari bikin gigi rusak nggak sih?

Bebe bukan anak yang minum susu sampai ketiduran sih. Dia minum susu di kotak (kalau di rumah) dan di gelas (kalau di daycare) jadi nggak mungkin sambil tiduran hahaha. Anaknya emang nggak mau pake dot dari umur 6 bulan jadi ya gosok gigi lah sebelum bobo. Dan syukurlah nggak ada drama gosok gigi, kenapa coba?

Karena ada anak daycare giginya jelek banget, hancur. Jadi tiap dia nggak mau gosok gigi saya bilangin giginya nanti rusak loh kaya xxx hahaha dia parno setengah jijik gitu liat gigi rusak jadi selalu mau gosok gigi.

(Baca cerita Bebe gosok gigi di sini)


Kenapa susu UHT dan bukannya susu bubuk?

Pernah saya jelaskan di postingan waktu jalan-jalan ke pabrik Ultrajaya, karena kandungan susu UHT lebih baik dan lebih terjaga dibanding susu bubuk. Itu alesan sok-sok an aja sih, alasan intinya mah karena praktis aja. Sekotak sekali minum, nggak perlu bikin dulu, nggak perlu cuci gelas dan sendok. Kalau dibekel ke mana-mana pun praktis banget.

Iya aku nyampah banget gaes maafkan ya bumi. :(

*

Udah sih itu aja. Yang jelas jangan menyalahkan orang dengan pilihannya. Nggak minum susu ya terserah, minum susu ya terserah juga, nggak minta susunya sama kalian juga kan. Hahaha.

See you!

-ast-



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Main-main dengan Hewan Ternak di Kuntum Farmfield Bogor

on
Monday, September 5, 2016

Kuntum Farmfield atau Kuntum Nurseries Bogor itu ternyata seru ya! Jalan-jalan ke Kuntum ini udah jadi wacana sejak Bebe kecil. Sejak jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor. Tapi dulu malas karena Bebe belum bisa jalan, males lah belum ngerti pula.

Nah terus karena semakin hari Bebe semakin suka binatang dan hafal hampir seluruh nama binatang (thanks to buku Faunapedia lol) akhirnya memantapkan niat untuk ke Kuntum mendadak! Rencana hari Kamis, Sabtu berangkat. Jangan banyak mikir-mikir lah nanti nggak jadi hahahaha!

(Baca: Bebe's Fav Book + Tempat Favorit untuk Beli Buku Anak)

Malem sebelum ke Kuntum, saya brief Bebe dengan ngeliatin dia blog-blog orang yang ada foto-foto Kuntumnya, jadi dia nggak kaget akan ngapain aja di Kuntum (makanya di opening video dia udah hafal banget mau ngapain padahal baru pertama kali ke sana).

Nggak nyampe 2 jam perjalanan kayanya udah nyampe deh ke sana. Enak banget soalnya tempat di kota, dari keluar tol itu nggak jauh sama sekali. Iyahhh, soalnya di pinggir jalan Tajur. Aku laff banget karena selama ini pengen ajak Bebe ke Taman Safari tapi kok ya stres mikirin ke puncaknya.

dedek dedek kambing yang gemez. 
suami aku gendong ayam aja bahagia
ANGSA! *lupa kapan terakhir kali liat angsa* *apa belum pernah yaaa*

Harga tiket masuk Kuntum Farmfield (per Juli 2016) jadi 40ribu, padahal sebelumnya 30ribu. Anak di bawah 2 tahun nggak perlu bayar. Mahal sih menurut aku karena ya, nggak dapet apa-apa. Kalau di Floating Market Lembang atau Farmhouse gitu kan bisa dituker minuman atau sosis. Di sini nggak dapet apa-apa. Dapet deng, dapet tiket masuk. -_______-

Di dalem bisa beli susu sapi untuk anak kambing (weird i know, kenapa kambing dikasih susu sapi? Nanti dibully sebagai anak sapi gimana? Ibu kambing pasti males pumping nih, pumping dong!) sebotolnya 5ribu aja. Bisa beli juga sayuran dan wortel sebakul untuk kelinci, marmut, dan kawan-kawannya. Lima ribu juga. Padahal yaaa, susunya dari sapi mereka juga. Rumput dan wortelnya juga mengambil dari kebun sendiri tampaknya. Jago bisnis banget yang punyaaaa lol.

serius banget ngasih makan marmut. kalau lagi makan sendiri susah serius. :|
kelinci sayang sayang. multitasking, satu tangan elus, satu tangan tunjuk yang lain
kelinci ini menggigit tangan JG. WHY GOD WHY.
ke kuntum sama kesayangan-kesayangan ini. :*
Pesan moral: DATENGNYA PAGI-PAGI! Karena kalau siang panas. Kami kemarin dateng jam setengah 9an gitu enak deh udaranya pas. Belum ada matahari yang panas banget. Dan agak nggak tega karena semua binatangnya tampak kelaparan. Anak kambing ngembik-ngembik terus dan rebutan susu. Sapi juga moo-nya memelas. Tapi kalau kata JG ya wajar, memang harus nggak dikasih makan dulu karena kan yang dijual adalah experience anak ngasih makan ke binatang. Kalau binatangnya kenyang mah piye?

Binatangnya sendiri banyaaaakkk. Dari ikan, kambing kecil, kambing besar, sapi, kelinci, marmut, tupai, ayam dan segala unggas, sampai kuda. Semua bisa dikasih makan dan dipegang langsung.

Bebe naik kuda lohhhh! Bayar 30ribu sekali puteran yang yaahhh ... deket banget lol. Pertama kalinya Bebe naik kuda. Sampai-sampai dulu kalau main sepeda dia bilang sepedanya sebagai "motor polisi", sekarang dia bilang sepedanya "kuda". Anakku imajinasinya luar biasa muahahahaha.

horse-riding selfie *SOK*
Oiya di foto dan video Bebe tampak pemberani sekali ya. Padahal itu dapet bujukin sampai mau pegang. Percayalah, Kuntum ini isinya anak balita nangis atau kabur dari binatang dengan ayah dan ibu yang bujukin biar anaknya mau ngasih makan hahahahaha.

Terus apalagi ya?

Ada tempat makan nggak sih kok aku nggak merhatiin. *failed* Yang jelas pas makan siang sih kami  melipir ke mall biar dingin karena puanas banget kalau siang. Jangan lupa bawa baju ganti karena setelah main bajunya bau kelinci. Apalagi yang model Bebe gitu segala dipegang, bau kelinci banget bajunya.

Udah sih itu aja. Recommended sih menurutku untuk tempat piknik keluarga yang nggak jauh dari Jakarta.

Cek videonya di bawah ini yaaa. Komen dan like kalau suka! Aku nggak foto-foto banyak karena fokus bikin video hahahaha. Nonton yaaaa!


See you!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!