Image Slider

Tips Maintain Social Media

on
Monday, October 31, 2016

Jadi beberapa minggu lalu saya baca status orang lain. Lupa sih status siapa yang mempertanyakan “Kok bisa ya pada eksis di semua socmed? Saya Facebook aja nggak keurus.”

Jadi inilah saya tulis tips me-maintain social media. Kapan harus membuka akun socmed yang mana? Harus posting apa?

Facebook


Kalau lagi nggak sangat luang, jangan buka timeline Facebook. Buka aja tab notifikasi. Yang penting-penting ada di situ semua kok. Buka timeline Facebook, selain menghabiskan waktu, juga bikin sebel. Karena banyak orang yang statusnya nggak sejalan sama prinsip kita. Kalau kebetulan nemu, unfriend aja atau unfollow biar damai.

(Baca ini soal follow dan unfollow)

Most of the time saya Facebook cuma buka tab notif. Tapi karena di kantor kerjaannya memang di socmed, jadi hampir bisa dibilang saya selama di kantor memang aktif di Facebook. Saya juga jarang update status karena ga tau mau update apa deh?

Biar timeline tetep jalan, maka share-share lah berita dari news site terpercaya. BuzzFeed paling favorit lolol. Jangan lupa tambahkan pendapat pribadi biar mancing orang buat komen.

Twitter


Twitteranlah … sambil pup muahahahahaha. Lagi di Twitter udah nggak serame dulu kan, tapi percayalah, yang rame di Facebook belum tentu rame di Twitter dan juga sebaliknya. Jadi saya sih tetep scroll-scroll timeline Twitter untuk update aja, lagi rame apa AnakTwitter?

Lagi di Twitter kan udah ada si “while you are away …” yaitu Tweet dari orang-orang yang sering berinteraksi sama kita dan sering kita kepoin timelinenya. Jadi tinggal cek di bagian itu aja.

Nge-tweet apa? Apa kek. Kalau ada yang terlalu random dan akan menimbulkan perpecahan di Facebook, biasanya saya tulis di Twitter. Rakyatnya lebih adem lol.

Instagram

Yang terobsesi sama feed Instagram acungkan tangannyaaaaa. Hahahahaha. Feed Instagram rapi menentukan mood banget sih kalau buat saya. Tapi foto bagus itu kan susah ya. Jadi yang saya lakukan adalah stok foto sebanyak-banyaknya saat ada waktu foto.

Terus diuploadnya cicil deh, sehari satu. Kalau lagi liburan juga bisa, stok aja dulu nanti upload perlahan-lahan, tinggal dipakein hashtag #throwback.

(Baca: Trend Make Up di Instagram)

Snapchat/Instagram Stories

Ini dijadikan satu kategori karena yaelah sama persis juga. Saya jarang pake keduanya tapi mantengin bener punya orang lain lol. Saya jarang snepcet-an atau stories-an karena suka lupa. :| Padahal udah ada tips lengkapnya di sini.

Salah satunya adalah Snapchat lah saat di jalan menuju kantor. Nah masalahnya saya di jalan menuju kantor itu si Bebe pasti nenen. Ribet lah udah. Yang jelas saya pasti cek timeline Snapchat sambil makan siang.

(Baca tentang Snapchat di sini)

Path

Saya nggak pernah update Path karena malas buka timelinenya yang isinya temen-temen doang lagi pada makan malem atau kolase foto bayi. Hahahaha. Jadi itu tips update di Path, update lah makan malam kalian atau anak-anak kalian. Well ...

Blog


Nulislah sebelum tidur. Nulisnya di HP lah udah, makanya niche blognya curhat deh jadi bisa tulis dan publish dari HP LOL. Kalau beauty blogger mana bisa, foto sama ngedit fotonya aja pegel mahahahaha.

Terus jangan lupa langganan dlvr.it. Cuma berapa ya, 9 dolar apa sebulan. Tapi bisa setting auto post di Facebook fanpage, Google+, Pinterest, Twitter, sampai 50 akun pokoknya. Worth every penny. Jadi setelah nulis ya udah, nggak usah ribet share lagi di socmed. Otomatis ke share sendiri.

(Baca: 5 Apps Wajib untuk Phone Blogging)

YouTube

Karena YouTube adalah gudang ilmu sebenar-benarnya. Cari tutorial apa juga ada. Kalau saya sih nonton YouTube supaya update dengan para YouTube stars masa kini. Bawa headset ke mana-mana, nonton kalau lagi nunggu atau lagi mati gaya.

Nggak sempet? Saya sering jadiin mereka-mereka ini sebagai backsound. Nggak ditonton tapi didengerin. Kaya waktu kasus Jeffree Star vs Kat Von D, udalah nggak perlu diliat mukanya, dengerin aja yang penting update.

Mau update YouTube juga? HUAAAAA. Itu sih mati-matian banget karena syuting, voice over, dan editing itu makan banyak waktu banget.

Kalau mau baca catatan ribetnya bikin beauty video bisa dibaca di sini dan catatan setelah sebulan di YouTube juga di sini.

*

Tapiii sebelum melakukan semua itu, pertanyakan dulu pada diri sendiri. Apa tujuan bersocmed? Kalau saya sih hobiiii. Social media dan dunia digital adalah hidupku hahahaha. Makanya happy banget kerja di dunia digital dan mantengin socmed.

Terus juga biar nggak ketinggalan info. Timeline Facebook saya itu nggak lebih seperti feed dari news site. News site entertainment sih banyaknya HAHAHAHAHA. Fanpage mereka saya bintangi biru, status dengan bintang biru ini akan muncul lebih banyak di timeline. Itu dulu sebelum Facebook mengubah algoritma ya. Sekarang sebel, fanpage di newsfeed jadi sedikit sekali meskipun udah dikasih bintang biru. :(

Di Instagram, feed saya isinya kebanyakan beauty blogger. Jadi untuk update segala sesuatu seputar beauty saya ke Instagram. Tau ada lipstik yang lagi happening, itu pasti dari Instagram. Kemudian Snapchat/Instagram Stories untuk kepoin hidup orang yang ingin dikepoin. Banyaknya saya follow artis sih, lucu aja liat Kendall Jenner atau Gigi Hadid bangun tidur, biasanya kan difoto paparazzi. -______-

Udah sih itu aja. Balik lagi, kalau memang nggak nyaman di social media ya nggak perlu maksain juga sih. Mempertanyakan “kok bisa sih update socmed sebanyak itu?” buat saya sama dengan pertanyaan “kok bisa sih masak menu makan malam sebanyak itu?”. Ya karena tergantung kesukaan masing-masing, mau menghabiskan waktu luang di mana?

Yang penting happy kan?

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Karena Menikah Bukan #lifegoals

on
Sunday, October 30, 2016
Tidak menikah dan bercerai adalah pilihan. Jangan menghakimi orang yang tidak menikah, juga orang yang memilih berpisah dengan suami atau istrinya. Karena menikah bukanlah #lifegoals.


Saat remaja, yang ada di bayangan saya soal konsep menikah hanya seputar pesta pernikahan. Ingin menikah di hutan, ingin wedding dress selutut seperti yang dipakai Han Ji Eun di serial Full House, ingin pake Dr Martens untuk menikah. Tidak pernah khawatir soal kehidupan pernikahan itu sendiri.

Beranjak kuliah dan dewasa, saya mulai bertanya-tanya apakah menikah sama dengan bahagia selamanya? Bagaimana jika saya ingin sendirian sementara harus satu rumah terus dengan suami?


Itu twit saya tahun 2010. Itu adalah titik di mana saya mulai sadar kalau menikah harus dengan orang tepat atau lebih baik tidak menikah sama sekali! Saya mulai sadar kalau tidak menikah dan bercerai adalah pilihan. Saya belajar tidak menghakimi orang yang tidak menikah dan juga tidak memandang sebelah mata orang yang memilih berpisah dengan suami atau istrinya.

Menikah, tidak menikah, tetap menikah, dan berhenti menikah itu sebenar-benarnya pilihan.

Dan sebalnya, urusan menikah ini lebih rempong untuk perempuan. Masih banyak perempuan yang ditanya kapan nikah padahal usia baru 20 tahun. Umur 25 jadi deadline menikah, laki-laki masih mending, deadlinenya biasanya di umur 30. Pertanyaan "kapan nikah?" jadi pertanyaan wajib untuk semua orang, padahal siapa bilang semua orang HARUS dan MAU menikah?

Kamu memilih untuk menikah sekarang, kamu memilih untuk menikah nanti. Kamu memilih untuk menikah dengan dia, kamu memilih untuk tidak menikah dengan dia dan menunggu laki-laki yang kamu anggap lebih baik. Kamu akhirnya memilih untuk tidak menikah. Semua tentang pilihan.

Maka saya agak kecewa dengan tulisan yang mengutip buku Henry Manampiring (dikenal sebagai @newsplatter di Twitter) berjudul Tips Dapat Jodoh dari Henry Manampiring untuk Perempuan Pintar yang Sulit Dapat Pasangan.

Perempuan yang dimaksud di artikel itu adalah para perempuan alfa atau alpha female, perempuan yang secara natural biasanya pintar dan berjiwa pemimpin.

Artikelnya panjang, saya tidak tahu apakah bukunya memang berisi kalimat-kalimat di bawah ini atau ini penafsiran dari penulis artikel. Mind you, tulisan saya ini juga akan panjang.

Artikelnya kurang lebih berisi bahwa alpha female biasanya terlalu kuat dan kurang peka sehingga sulit menikah. Masalahnya ada kalimat-kalimat yang menyiratkan seolah tujuan hidup semua orang adalah menikah, seolah jika kamu perempuan pintar dan tidak menikah maka kamu harus berubah! (kalimat dari artikel asli saya tulis miring).

Ketika kamu berhasil menunjukkan sisi positif dari kerja kerasmu, percayalah bahwa lelaki pasti akan tertarik.

Perempuan pintar dan hebat katanya sering 'ditakuti' oleh laki-laki sehingga sulit mendapat pasangan.

Dan meminta para perempuan ini untuk “menurunkan” kriteria laki-laki idaman supaya cepat dapat pasangan. Juga tentang laki-laki yang terintimidasi karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki sang alpha female. Aku kok sedih. Kenapa semua dilakukan demi laki-laki? T______T

Jangan terlalu pemilih. Sebagai perempuan yang hebat, wajar bila kamu memiliki kriteria yang tinggi. Tapi, bukan berarti kamu berkeras untuk mendapatkan sang alpha male agar kamu dan dia tampak serasi.

Kalimat ini serupa pembenaran atas kalimat orang “makanya jadi perempuan jangan pinter-pinter amat nanti susah dapat laki”. Hih!

Seperti yang jutaan orang lainnya juga mengamini, menikah sama sekali bukan prestasi. Kalian hanya kebetulan bertemu satu orang yang bersedia saling merecoki satu sama lain seumur hidup, menyamakan prinsip hidup, dan tinggal bersama. Jadi karena kamu menikah bukan berarti kamu lebih superior dari orang yang belum menikah.

(Baca: Jangan Dulu Menikah Kalau ...)

Karena banyak loh yang pengen buru-buru lulus kuliah biar bisa nikah, like hellow? Lulus kuliah biar bisa punya ilmu yang berguna buat orang lain aja gimana?

Percaya nggak sih, menikah itu cuma masalah timing. Kalau hidup kamu standar begini nih ya, kamu pacaran dari SMA, kemudian putus. Kamu pacaran saat kuliah kemudian putus juga. Kamu pacaran saat kerja kemudian putus dengan alasan “belum siap nikah” atau dia selingkuh sama bosnya, endebrei endebrei.

Kemudian kamu punya pacar lagi di umur deadline menikah. Keluarga kamu yang sebelumnya tidak peduli jadi mulai peduli dia kerja di mana, gajinya berapa, latar belakang keluarganya bagaimana. Kamu jadi langsung merasa dia “the right one” padahal cuma karena “oh sekarang waktunya gue nikah deh, oke deh nikah sama dia”.

LAH IYA KAN PACARANNYA SAMA DIA.

Bisa juga kamu jadi merasa “oh sekarang waktunya gue nikah ya, tapi duh nggak deh nikah sama dia, putus deh”. Diputusin karena kamu merasa sudah waktunya kamu menikah dan kamu nggak mau buang-buang waktu sama dia. See, it’s all about timing!

Kembali ke urusan alpha female yang bikin takut laki-laki.

Saya tidak setuju dengan artikel itu yang bilang cari jodoh lebih susah untuk perempuan kuat. Bok, cari jodoh mah emang susah. Nggak peduli itu perempuan karakternya apa.

Alpha female ini biasanya masih kuliah (lagi), punya bisnis yang sedang berkembang atau sedang di puncak karier ketika usia menikah maka mereka menunda menikah karena sedang semangat sekolah atau semangat bekerja. Apa itu salah? Ya nggaklah, itu kan pilihan.

Mereka ini banyak kok, saya ulang ya BANYAK yang akhirnya menikah di usia 30 sekian. Sekolah sudah selesai, karier sudah mantap. Jadi nggak valid sama sekali kalau bilang alpha female susah menikah.

Banyak juga yang menikah sambil tetap kuliah dan berkarier. Banyak perempuan yang saya kenal memilih menikah sambil kuliah dan berkarier karena kenapa tidak? Orang-orang ini yang sanggup kerja di siang hari, kuliah saat weekend, SAMBIL HAMIL. Sering kan denger perempuan hebat seperti ini?

Tapi memang banyak juga yang memilih tidak menikah DULU karena ingin fokus di hal lain. Banyak juga yang memilih TIDAK menikah karena memang tidak mau seumur hidup harus berdiskusi dengan orang lain soal pilihan-pilihan hidup.

Makanya saya geleng-geleng kepala dengan artikel itu karena kenapa ada kesimpulan kalau para alpha female ini harus menunjukkan sisi positif dari kerja keras AGAR LELAKI TERTARIK? Kenapa juga harus menurunkan kriteria pria idaman SUPAYA CEPAT MENIKAH? Kenapa semua jadi dilakukan demi laki-laki?

Kalau kamu alpha female dan ingin menikah, saya setuju dengan bagian memperluas lingkaran pertemanan dan introspeksi diri. Karena mau kamu alpha female atau bukan, memperluas networking dan memperbaiki diri mah nggak ada salahnya. Walaupun juga, kamu bukan sedang cari jodoh.

Iya betul, karena alpha female sulit menikah hanyalah stereotype. Ketika perempuan pintar sulit menikah maka orang usil akan berkomentar “kepinteran sih makanya susah nikah”. Tapi ketika ini perempuan nggak pinter-pinter amat, kariernya nggak bagus-bagus amat belum menikah juga, komentarnya ganti “makanya jangan pilih-pilih amat lah, jadinya susah nikah kan”.

Dan komentar seperti ini kan terjadi pada semua orang, cuma modelnya saja yang berubah. Kalau menikah pun nanti akan dikejar “ayo cepet punya anak keburu tua loh” udah punya anak satu disuruh punya anak kedua. Udah punya anak kedua masih direcoki “dih anaknya dititipin pembantu kok nggak malu”. Udalah.

Perempuan, menikah atau tidak menikah. Sedang menikah atau sudah selesai menikah, tidak ada bedanya. Mereka tetap bisa bekerja dan berkarya, tetap bisa membuat bangga. Yang beda hanya judgement dari masyarakat.

Lagipula, MENIKAH ITU MEMANG HARUS PILIH-PILIH, pemirsa. Menikah dengan orang yang tidak tepat hanya akan bikin kamu stress, percayalah.

(Baca: 30 Hal yang Harus Didiskusikan Sebelum Menikah)

Menikah bukan #lifegoals. Daripada menurunkan kriteria hanya demi status menikah, cintai diri kamu sendiri, buat dirimu bahagia, ikut komunitas hal-hal yang kamu sukai, keliling dunia, cek bucket list, bungee jumping di Macau tower, diving di laut terdalam, jadi volunteer orangutan, ciptakan hal baru, kuliah di kampus terbaik di dunia, bekerja lah di perusahaan terbaik dunia.

Jangan mengubah diri dan menjauhkan cita-cita demi laki-laki. Kalau kamu berubah demi laki-laki dan menikahinya, belum tentu kamu lebih bahagia. Karena laki-laki yang cocok buat kamu adalah laki-laki supportive yang tidak minder apalagi membatasi. :)

Satu hal lagi, jangan mudah terpengaruh omongan orang lain.

"Turns out, real life is a little bit more complicated than a slogan on a bumper sticker. Real life is messy. We all have limitations. We all make mistakes. Which means―hey, glass half full!―we all have a lot in common. And the more we try to understand one another, the more exceptional each of us will be." -- Judy Hopps, Zootopia Police Department. 
-ast-

PS: untuk pembaca baru. Ya, saya menikah dengan satu anak. :)


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

#SassyThursday: Foto Makanan

on
Thursday, October 27, 2016



Siapa yang suka foto makanan acungkan tangannyaaaaa? Akhirnya ada yang rame lagi di timeline dan layak di-SassyThursday-kan muahahahaha.

Iya kemarin itu satu fanpage (itu fanpage doang apa website sih?) bikin video viral tentang makanan judulnya "Arti Sebungkus Nasi". Gue nggak mau insert videonya ah, males amat promoin mereka lol.

Baca punya Nahla:

Videonya sih agak nggak nyambung ya menurut gue. Dari pertanyaan "Pernah pamer makanan demi like dan komentar di media sosial?" sampai di akhir mereka mengajak menghargai makanan. Emang kalau difoto, makanan itu jadi nggak kita hargai gitu? -________-

Intinya kita harus menghargai makanan dengan tidak memotretnya (?) karena masih banyak "kaum" yang makannya hanya dengan nasi+telor, nasi+tempe, bahkan nasi+garem+bawang goreng. Bahkan ada yang makan telor karena sedang ulang tahun.

Videonya ditonton hampir 1,5juta kali dengan 50k shares. Sakses lah kan emang tujuannya cuma bikin viral video bukan mau menyebarkan pesan. Ya gimana pesannya juga nggak ada lol.

Yang heboh justru komentar orang yang share karena merasa tersentuh dengan videonya. Di timeline gue banyak yang merasa tersindir kemudian "nggak-nggak lagi deh foto makanan" sampai "untung gue nggak pernah foto makanan".

Luar biasa sampai bikin orang mikir 2x untuk posting foto makanan dan bisa mengambil keuntungan karena nggak pernah foto makanan (?). Untung kenapa kalau nggak pernah foto makanan?

Gue nulis gini bukan karena kesindir ya karena GUE NGGAK PERNAH FOTO MAKANAN. Hahaha. Bisa dicek Instagram gue @annisast, nggak ada foto makanan sama sekali. Kenapa?

Pertama, gue nggak bakat foto makanan apalagi jadi food blogger, lupa mulu. Pasti keburu langsung dimakan padahal udah niat mau review restoran. Ya gimana mau review kalau makanannya habis duluan. Kurang amat review restoran nggak ada foto makanannya.

Kedua, meennn foto makanan juga karya seni. Sama susahnya kaya motret #minimalismscene di IG (JG lagi di aliran ini btw, check his feed @jago_gerlong). Gue sering foto makanan tapi nggak jadi diupload karena kok nggak bagus ya? Kok nggak menggugah selera ya? Kok gelap? Kok nggak menarik?

Iya sesusah itu.

Tapi gue nggak jadi merasa terganggu juga sama orang yang foto makanan, terutama yang fotonya memang bagus dan artistik. Gue malah mengagumi hasil fotonya. Kadang kabita ingin makan juga, tapi seringnya nggak peduli karena banyak juga foto makanan indah tapi makanannya gue sebenernya nggak suka.

Banyak juga orang super kaya foto makanan yang seumur hidup kayanya nggak bakal mampu gue makan karena entah belinya di mana muahahahah. Ini tipe-tipe rich kids of Instagram yang ke mana-mana pake jet pribadi padahal umur masih 18 tahun. Apa gue jadi iri dan pengen makanan mereka? Nggak juga. Apa mereka jadi nggak menghargai makanan karena kalau pengen sushi, mendadak suruh nelayan mancing di laut terus chefnya dibawa ke rumah sementara gue makan Sushi Tei aja udah bahagia? Nggak juga kan?

Banyak juga ibu-ibu yang foto makanan terus share resep dan jadi inspirasi bagi ibu-ibu lainnya. Dari foto makanan hari ini sampai foto bekal buat suami dan anak.

Dan gue nggak dapet sama sekali maksudnya "ayo lebih menghargai makanan dengan tidak memotretnya". Kenapa karena difoto, kita jadi nggak menghargai makanan? Yang penting bersyukur aja ya nggak? Kecuali makanannya sambil diinjek atau didudukin gitu baru nggak menghargai. Atau makannya nggak habis dan dibuang-buang gitu baru nggak menghargai. Kalau difoto doang mah ah elaahhh.

Iya iya, banyak orang yang susah makan, tapi nggak ada hubungannya sama orang yang hobi food photography atuh. Zaman kamera belum ditemukan aja pasti udah ada orang yang susah makan mah.

Tapi ya udah diliat sisi positifnya (masih ada sisi positifnya, aku anaknya positif sekali) yaitu mengingatkan kalau banyak orang yang makannya menunya nggak variatif jadi bantu lah lebih banyak orang. :)

Gue sih naker orang aja dari komentar yang share muahahahha. Oh share begitu, oh gampang terpengaruh sama video semacam itu yang padahal nggak ada isinya. Oohh. *manggut-manggut* lolol

Udah ah.

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Catatan untuk Para Beauty Vlogger Pemula (alias Diriku Sendiri)

on
Tuesday, October 25, 2016

YEAY YEAY YEAY! Tolong semprot confetti gengs, tolong terbangkan merpati, tolong nyalakan kembang api, petasan, dan mercon kemenangan karena finally gue bikin beauty video!

Tepatnya bikin beauty video yang sesuai dengan standar terendah gue. Iya standar terendah, tertingginya tetep ngarep dengan lighting ala my queen NikkieTutorials lol.

Jadi sejak postingan yang kemarin itu (link di bawah ini) gue bener-bener putus asa. Tapi kemudian Nahla bilang berkali-kali "make up aja kali kak direkam, terus tinggal vo deh".

IYA TAPI AKIK NGGAK ADA WAKTU KALAU HARUS 2x TAKE VIDEO DAN VOICE OVER.

(Baca: Hal-hal yang Dipelajari Setelah Sebulan di YouTube, No Beauty Videos!)

Sampai akhirnya sempet-sempetin dan jadinya lamaaaaaa muahahahahahah. Abisan kelar edit video terus biasanya langsung cicil edit kan maksimal sehari jadi, lah ini harus cari me-time lain dulu buat voice over kan setelah edit. Tapi ya udalah.

Dan karena gue takut gagal, jadi video pertama ini make up natural ajalah, tes-tes lighting aja sama tes edit. Bete banget pasti kalau udah bikin makeup heboh gitu terus videonya jelek hahahaha *alasaannn padahal mah nggak bisa makeup susah-susah*

Soalnya kalau video biasa yang gue bikin sama JG itu gue nggak mikirin lighting sama sekali. Yang penting terang, ring light di-set paling terang aja. Ternyata kalau bikin beauty video nggak bisa begitu, kalau di-set paling terang nanti mukanya rata, contour sama blush on nggak keliatan.

Untuk yang mau bikin beauty video juga, ini catatan gue. Anggap sebagai hal-hal yang perlu diperhatikan saat bikin beauty video untuk pemula kaya gue:

1. Lighting adalah kunci. Natural light = natural glow kalau kamu tau posisinya hahahaha. Banyak banget liat orang bikin video dengan lighting matahari tapi gelap sebelah juga jadinya mukanya. Padahal udah untung banget bisa punya waktu santai nemu matahari. Liat video orang sih pada pake lampu meja untuk nyeimbangin bagian yang nggak kena cahaya matahari.

2. Kalau nggak pernah nemu matahari kaya aku, ring light is a must! Aku punyanya yang biasa sih bukan LED (abis yang LED harganya 2x lipatnya), tapi ini nolong banget super! Cahaya jadi merata ke seluruh muka.

3. Backdrop itu penting kalau rumahmu berantakan. HAHAHAHAHAHA. Gue ngikutin juga cara Nahla dengan melakban dua hoverboard ... APA DEH NAMANYA. Apa board sih?

Impraboard, or is it infraboard? Auk ah males googling mana yang bener. Intinya kaya fiber kanopi buat atap garasi tapi ini yang murahnya gitu beli di Gramedia.

Nah terus kainnya dijepit di board itu. Boardnya disenderin aja di tembok ruang tamu.

Sedih deh gue pake kain sequin, mainstream sekalehhhh. Mau print semangka-nanas gitu belum sempet aja ya udalah yaaa. Pake dulu si kain sequin lah. Anggap aja disko darurat eym.

4. Cermin gue pasang pake lazypod di tripod kamera. Ini karena gue nggak punya meja rias. Mau beli kok yang dipengen 2juta aja di Ikea. Custom made gitu juga 2-3juta. :(

Meja rias akan membantu karena udah ada cerminnya dan semua alat make up akan rapi di meja, duduk pun lebih nyaman. Ini gue duduk di lantai dong, pegel dan duile berantakannya nggak ada dua. Ngalah-ngalahin mainan Bebe.

Dan di video pertama ini cerminnya kurang atas jadi guenya nunduk HAHAHAHAH. Dan maklum yes mata minus 5, muka sama cermin jaraknya harus deket banget kalau nggak blur semua. Cermin ada juga yang dipegang tapi ribet ah, paling praktis ditempel di tripod.

Mau pake softlens kok males nyari, auk lupa naro bekas dibawa ke Bandung. *niat gak sihhhh?

5. Make up yang mau dipake gue kumpulin dulu di keranjang. Jadi nggak sibuk ngaduk-ngaduk make up case. Brush yang mau dipake juga gue pisahin dulu. Ini menghemat waktu banget deh.

6. Pertanyaan terbesar dan harus dipecahkan, rekam video pake mirrorless itu settingnya gimana? Kalau buat selfie, P lebih bagus loh daripada Manual. Malah lebih bagus P dibanding Intelligent Auto-nya Sony a.k.a beauty mode. Gue anaknya nggak terlalu suka beauty mode sih soalnya intinya kebanyakan cuma ngeblur muka aja. dan kalau muka gue di-blur idung gue suka keliatan makin rata karena dia menghilangkan shading kan.

*tiati frame kacamata ikutan ke-blur sis*

Btw aku putus asa banget loh. Masa pake setting yang sama, hasil video sama selfie jauh banget huhu. Aku jadi merasa fake lol. Enaknya pake apa donggg pas rekam video? Plis beri aku ide.

*hina saja aku karena pake kamera nggak pake setting manual, kalau auto aja bagus ngapain manual coba. buang-buang waktu lol. Lagian gue juga BISA ya foto pake setting manual. Angkatan gue di kampus kebagian matkul foto pake dua kamera, analog dan digital. CUCI CETAK SENDIRI JUGA BISA BWEK*

*ini kenapa jadi pembelaan diri padahal yang nyinyir aja belum ada huh*

7. Suara motor karena rumah di pinggir jalan besar finally bhay semua karena gue beli clip on! Yay to me! Mereknya Boya, beli di Tokopedia.

8. Editnya masih pake Filmora, yang simpel ajahhh.

UDAH SIH ITU AJA. Kok tampak nggak ribet ya padahal aslinya ribet banget sampai bikin istigfar berkali-kali.

*

Videonya mana?

*krai*

Oke jadi videonya udah publish semalem terus gue private lagi tadi pagi karena baru sadar ada typo. YES TYPO DI TEKS. Baru ditonton 20 orang sih, maafkan ya 20 orang yang tahan melihat ketypoan gue.

Gue nggak mau ada typoooo gue benci typo. Kalau blogpost ada typo tinggal diedit. Video ada typo gue nggak mau karena typo itu akan selamanya ada di sana, gue mau edit dulu lagi videonya dan publish ulang ... nanti malem karena filenya di laptop rumah sementara sekarang gue udah di kantor. BERAT BANGET HIDUPPPP.


Jadi no 9 adalah;

9. CEK ULANG JANGAN SAMPAI ADA TYPO. Gue cek berkali-kali sebenernya tapi alasan terbesar adalah 3 hari kemarin gue sakit. Sakit banget sampai hari Sabtu itu nggak bisa bangun saking pusingnya. Gue sakit banget pusing kepala, pandangan gue delay tapi gue keukeuh rendering video yang udah selesai diedit. Pas udah jadi dan gue cek kayanya normal, gue nggak cek banget-banget lagi terus langsung upload. Ternyata gue yang lagi nggak normal wtf.

9. Masih kurang sih sebenernya pengen beli ... Beauty Blender. HUBUNGANNYA APAAA? Ya biar sih gue mau Beauty Blender masa nggak bolehhh? -________-

*

Oiya nanti kalau videonya udah publish, kalian akan liat kalau gue nggak bikin ala-ala beauty vlogger gitu yang glam dan mata dizoom terus kedip-kedip pose-pose. I. JUST. CANNOT. #teaser

Pose-pose imut itu nggak gue banget. Gue akan awkward parah dan ingin menampar diri sendiri kalau disuruh kaya gitu. Maka gue tetap pakai editan video gue yang biasa. Dengan emoji dan sound effect orang nangis tentunya lolol.

Special thanks to Nahla yang selalu menggampangkan bikin video beauty sehingga membuatku menggampangkannya juga dan Vindy yang gue hebohin mulu urusan clip on dan Filmora HAHAHAHAHAHAH.

DITUNGGU VIDEONYA NANTI MALAM YAAAA. :)

*sok senyum padahal pedih*

T______T

-ast-

UPDATE:

Ini yaaa videonya. Hahaha.





LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

#FAMILYTALK: Belajar Mandiri

on
Saturday, October 22, 2016

Bulan ini Bebe umurnya 2 tahun 4 bulan. Lagi masa-masanya ingin mengerjakan semua sendiri. Dari buka kait bra (buat nenen) sampai pake baju dan pake sepatu sendiri. Kalau saya nggak sengaja membukakan, bisa ngamuk dan harus diulangi lagi.

Iya ibu-ibu lain pasti mengalami juga lah, yang sepatu udah dipake harus dibuka lagi karena maunya pake sendiri. Level sabun udah kebilas harus sabunan ulang karena maunya bilas sendiri.

T_______T

Baca punya Isti di sini:

Apa yang saya lakukan dalam menghadapi Bebe yang mandiri banget ini?

Mengamankan rumah

Ini berat banget gengs. Karena rumah kontrakan kecil terus yang tersulit adalah mengamankan KOMPOR. Iya soalnya lemari piring ada kuncinya, kulkas aman, kompor yang sulit karena Bebe penasaran banget pengen nyalain kompor sendiri.

Ini dia lagi seneng bikin omelet tapi pengen pecahin telor sendiri, parut keju sendiri, dan masak sendiri. Pecahin telor dan parut keju sih okelah ga masalah kotor-kotor mah lah, tapi nyalain kompor dan menggendong di depan kompor dengan dia pengen aduk sendiri ITU GIMANA CARANYA? T______T

Yah, tolong ya yang punya ide memasak aman bersama balita 2 tahun, leave comments below!

Beri benda tajam mainan

Seperti gunting plastik dan pisau plastik. I know i know harusnya dikasih gunting dan pisau beneran. Tapi sejak Bebe tertarik pada gunting dan pisau saya selalu tunjukkan ini tajam, cus coel dikit ke kulitnya cuma biar merasakan itu tajam. Dia jadi berhati-hati. Kaya waktu Bebe pernah memecahkan gelas, saya colek sedikit beling ke kakinya biar dia tau kalau itu tajam. Sejak saat itu Bebe selalu memegang gelas dengan dua tangan dan jalan berhati-hati. Dan iya kalau di rumah dia hampir selalu pakai gelas kaca.

Selalu diulang sih "Be, hati-hati nanti pecah, kalau pecah kenapa?" Bebe bisa jawab dengan lancar "Kalau pecah tajam".

Untuk gunting pertimbangannya adalah biar yang kegunting kertas doang. Meminimalisir risiko baju atau sprei kegunting gitu hadoohh. Lagian gunting kertas juga kalau kena tangan mayan tajem kok, tapi ga bisa melukai. Nggak bisa melukai tangan dan sprei lol.

Tahan keinginan untuk ikut campur

Ketika anak mau mengerjakan sendiri, tugas kita hanya menyemangati. Kalau dibantu terus takut jadi nggak mandiri. Iya sih pake celana aja luamaaa banget, tapi ya udah sabar-sabarin aja. Atau pake celana taunya belum pake diapers. Jadi udah mah dia susah payah pake celana, terpaksa harus dibuka lagi karena harus pake diapers dulu.

Ya sudahlah tahan diri. Agak emosi kalau makan sendiri sih karena jatuh-jatuh makanannya hadeuhhh. Tapi aku harus jadi ibu yang sabar idola kita semua. -_____-

Beri tanggung jawab.

Semacam buang sampah atau beres-beres mainan. Atau sesimpel membawakan sesuatu dari ruang tamu ke dapur. Atau kalau andalan saya, tolong ambilkan minum.

Dengan demikian dia jadi nggak penasaran lagi sama dispenser dan nggak pernah random pencet-pencet biar air keluar. Anak yang penasaran sama dispenser kayanya yang suka dilarang main di dispenser deh. *ngarang lol

Jangan selalu nurut

Ini aku berasa banget nih karena Bebe lagk melakukan segala sendiri, rasanya ingin membiarkan aja. Tapi ternyata nggak gitu juga. Tetap orangtua yang beri batasan.

Seperti ingin nyalain kompor sendiri tetep nggak boleh. Tetep diberi penjelasan kalau ada hal-hal yang belum bisa dilakukan anak-anak dan harus ditemani ayah atau ibunya.

FULL ATTENTION DAN SABAR

Ini harus di capslock amat. Kenapa? Karena inti dari anak ingin ngerjain semua sendirian adalah ibu yang bengong nungguin anak bermenit-menit pakai celana hahahahaha.

Plus harus full attention karena takut bahaya lah.

Huah, capek banget ya hahahahha. Dulu waktu bayi capeknya karena nggak bobo-bobo, sekarang bobo sih tapi capek karena harus 100% terus nemenin Bebe sementara badan pulang kantor aja rasanya udah 20% pengen bobo lol.

Semangat buibuuu!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

#SassyThursday: Tentang Berteman

on
Thursday, October 20, 2016

Ini adalah penentuan #SassyThursday teralot. Sampai jam 9 malem belum tau mau nulis apa karena auk yang lagi rame di timeline apa hahaha. Pada ngomongin politik dan agama semua duh malassss. Akhirnya muncullah topik yang mudah ditulis dan hanya akan berisi cerita pribadi belaka muahahahaha.

Gue sama Nahla aneh banget, aneehhh banget sering terjadi kesamaan. Bukan cuma sama-sama absurd karena terobsesi nanas dan terong atau suka warna-warna dan watercolor tropical kinda things tapi pola pikir suka sama sampai merinding gitu hahaha asliii ngeri parah.

Tapi di sisi lain kami berdua juga beda banget. Gue lebih vokal dan suka bersuara sementara Nahla lebih pendiam. YESSS NAHLA PENDIAM, GENGS. Jadi kali ini kami mau share bagaimana introvert-nya Nahla dan bagaimana extrovert-nya gue. Nahla yang introvert tapi mudah curhat ke orang sementara gue extrovert tapi jarang curhat sama orang lol.

Baca punya Nahla:

Oke jadi kalau yang udah pernah ketemu gue, pasti taulah kalau gue anaknya nggak pemalu hahahaha. Kalau gue diem artinya lagi nggak mood banget (mungkin lagi mens lolol). Gue tipe yang nyapa orang duluan, say hi, sok akrab, bisa menginisiasi percakapan lebih dulu. Dan kebetulan JG juga orangnya gitu. Bisa di parkiran tau-tau lagi ngobrol sama orang kaya akrab banget padahal nggak kenal dan cuma tanya-tanya motornya.

Gue juga gitu. Gue tipe yang memuji sepatu mbak-mbak yang nggak gue kenal tapi sama-sama ngantri beli Chatime wtf. Gue tipe yang mengajak ngobrol semua anak kecil yang gue temui di toko mainan. Gue tipe yang memuji baju anak orang lain di dalem lift. HANYA KARENA PENGEN NGOBROL AJAH. HAHAHAHA.

Aku anaknya suka mengobrol. Kadang ada yang annoyed dan terganggu banget kemudian lempeng dan menganggap gue nggak pernah muncul di kehidupan dia. Tapi kebanyakan sih hepi ya, apalagi kalau dipuji. Cih, dasar manusia huahahaha.

Gue tipe yang berbasa-basi sama semua driver taksi. Gue tipe yang menanyakan hal yang sama berjuta kali pada supir taksi baik taksi modern ataupun konvensional "udah berapa lama jadi supir taksi pak?". Percakapan bisa berlanjut sampai gue tau anaknya pesantren di mana, istrinya kerja apa nggak, anaknya berapa, panjang lebar. Nggak kelar-kelar malah kalau dia ceritanya seru gue suka sebel karena keburu nyampe rumah lol.

Tapi yah, sebenernya, temanku sedikit gaes. Yes, gue bukan social butterfly yang punya teman di mana-mana dan selalu punya orang untuk diajak nongkrong bareng. Gue bahkan nggak pernah nongkrong hahaha. Gue jarang sekali ikut reuni. Temen gue sedikit banget. Ini mungkin menjawab kenapa gue nggak masalah nikah diem-diem hahaha.

Nggak tau ya, gue ngerasa semakin sedikit teman, semakin sedikit orang yang harus gue bahagiakan. Semakin sedikit harus menjaga omongan karena takut si A tersinggung, takut bapaknya si B bete, takut emaknya si C sakit hati. Ya gue juga mikirin hal-hal kaya gini tapi semakin kecil circlenya, semakin bebas berpendapat lah haha.

Gue punya sahabat *NAHLA, I COUNT ON YOU* beberapa orang tapi ya udah itu aja. Nggak punya lagi hahaha. Dan semakin dewasa gue semakin membedakan mana yang statusnya kenalan (cuma pernah kenal), mana teman (sudah berteman lama dan masih maintain good relationship), mana sahabat (ini yang gue curhatin), mana teman socmed (berteman, suka ngobrol, tapi di socmed doang).

Jadi iya, sebaliknya dari Nahla, gue anaknya nggak gampang curhat. Sedikit sekali orang yang tau masalah-masalah gue. Gue cuma cerita masalah gue ke JG. Mungkin karena anak pertama ya, gue terbiasa untuk menyelesaikan masalah sendiri. Nggak pernah cerita ke orangtua juga karena aku anak sehat tubuhku kuat. Anak kuat menyelesaikan masalah sendiri. Curhat buat gue beda tipis sama ngeluh jadi berusaha dihindari.

Gue nggak bilang ini good things ya, tapi entahlah lebih nyaman kaya gini. Cuma segelintir orang yang tau kalau gue punya masalah, imbasnya gue nggak drama karena nggak perlu mikirin saran-saran orang lain. Gue cuma mau dikasih saran sama orang yang menurut gue bener-bener penting. Ini makanya gue males curhat di socmed karena siapa mereka sampai bisa ngasih saran ke hidup gue?

*sombong lu* *bodo amat*

Gimana sih katanya suka ngobrol tapi nggak punya temen terus ngobrol sama siapa? Iya memang sukanya ngobrol sama orang baru karena orang baru itu menarik banget. Banyak hal-hal yang kita nggak pernah kebayang sebelumnya. Btw jadi inget mau bikin series baru soal cerita bersama driver taksi online. NANTI YAAAA.

Kalau sama sahabat-sahabat dan handai taulan sih kadang curhat meski seringnya sih gue yang dengerin mereka curhat kemudian ngasih saran-saran semacam gue ini paling bener aja hidupnya. *maap gengs lol* Tapi gue seneng sih memberi saran dan menganalisis orang.

Saking seringnya ngobrol sama orang, gue bisa menganalisis orang dari CHATNYA. Apa dia nulis sambil marah? Apa dia bohong? Apa dia becanda? Apa dia ngetik sambil ribet?

*

Apalagi ya.

Oiya saking gampangnya Nahla kepancing gue kadang suka kasian sama dia karena anaknya inosen banget lol. Kan serem ya tau-tau cerita apa gitu ke orang yang nggak terlalu kita percaya. Gue sih justru menghindar cerita pribadi DENGAN BERTANYA CERITA ORANG HAHAHA.

Daripada gue cerita hidup gue, mending gue tanya-tanya orang dan dengerin cerita hidup dia. Jadi apakah aku beneran extrovert? HAHAHAHA. Aneh banget aku extrovert yang tidak mudah curhat sementara Nahla adalah introvert yang mudah curhat. Mungkin banget ini ada teori psikologinya cuma gue sama Nahla aja yang nggak ngerti dan menganggap ini aneh lol.


Udah sih. Kalau kalian gimana? Geng aku apa geng Nahla nih? Apa nggak dua-duanya?

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Tips Menyikat Gigi Balita

on
Wednesday, October 19, 2016
Tips menyikat gigi balita banyak sekali beredar di internet. Tapi biarlah ya aku mau share juga cerita Bebe sampai dia mau sikat gigi tanpa gulat, drama, dan air mata. LOL


Beberapa waktu lalu Bebe difoto di Instagram sambil tersenyum dan pamer gigi. Kemudian ada yang berkomentar (hai mbak Mira!) memuji wah gigi Bebe bagus ya, pasti rajin sikat gigi. Gigi Bebe memang putih bersih dan nggak keropos sama sekali (JANGAN SAMPAI). Giginya masih utuh. Ada kuning dikit di gigi depan tapi masih utuh banget,

Karena ibu Bebe mudah dibuat bangga dan bahagia, maka aku tulis postingan ini. Hahahaha. Kemudian bingung nulis judul mau pake "tips sukses" takut nggak sukses, mau bilang "tips pintar" kok ya sok pinter amat. Mau bilang "tips seru" ya mati-matian juga sih nggak seru-seru amat hahaha. Jadi ya udalah to the point tips menyikat gigi balita.

Bebe dulu drama banget sikat gigi. Bikin putus asa banget, digigit lah, nolak lah, mulut ketutup rapet lah sampai nggak ngerti lagi masukin sikatnya gimana. Cuma ya tetep kan harus dipaksa baik-baik. Baik-baik karena dipaksa tapi ya nggak diomelin juga. Disabar-sabarin aja dibujukin. Sekarang sih syukurlah udah nggak pernah drama lagi. Malah maunya sikat gigi mulu, kalau udah selesai pasti minta odol lagi. -_____-

Ini dia tips menyikat gigi balita:

1. Biasakan sejak bayi

Bebe sikat gigi sejak belum ada giginya. Pas gusinya mulai keras gitu, disikat pake karet yang dimasukin ke jari itu loh. Digigit nggak? Digigit laahhh.

Sampai sekarang juga masih gigit sikat gigi kok. Tapi apa karena digigit kemudian menyerah? Apa karena digigit jadi rela anak nggak gosok gigi?

Ya intinya biasakan gosok gigi sejak bayi. Pantang menyerah sebelum gigi tersikat semua!

(Baca: Mengajarkan Kebiasaan Baik pada Balita)

2. Buat rutinitas

Kapan pun Bebe mandi maka Bebe gosok gigi. Jadi saya nggak bikin aturan gosok gigi setelah makan atau gosok gigi pagi dan sebelum tidur. Kadang kalau weekend dia sore udah dekil banget, ya sore mandi plus gosok gigi. Malem sebelum tidur pasti mandi lagi dan gosok gigi lagi karena mandi adalah ritual sebelum Bebe tidur.

Nah waktu belum bisa kumur-kumur, saya juga nggak mengharuskan gosok gigi di kamar mandi atau wastafel. Pakai pasta giginya yang bisa ditelen juga kan jadi nggak ada urgensi dia harus di kamar mandi atau wastafel. Gosok gigi di mana aja, di kasur sambil main juga ayo aja yang penting gosok gigi. Setelahnya minum. Ini untuk membiasakan diri dengan gosok gigi aja sih. Di mana aja ayo daripada dipaksa ke kamar mandi/wastafel terus malah nggak jadi?

(Baca tentang pasta gigi bisa ditelan Bebe di sini)

Sekarang sih dia udah bisa kumur dan dibuang airnya. Jadi sekarang pakai pasta gigi biasa soalnya yang bisa ditelan itu mahal hahaha. Jadi sekarang (2 tahun 4 bulan) gosok gigi selalu di kamar mandi.

3. Sikat gigi bersama

Ini penting dan harus sambil akting "IBU SIKAT GIGI DULU AAHHH! HMMM! SEGAR YA SETELAH SIKAT GIGI." Ya akting-akting sok excited gitu loh.

Biarkan dia pegang sikat giginya sendiri, lama-lama Bebe suka menyerah gitu kemudian saat kondisi sikat gigi masih dalam mulut dia, GOSOK!

Cicil aja gosoknya. Misal sekarang geraham bawah dulu kanan kiri, udah gitu mandi dulu, terus geraham atas kanan kiri, terus main air, terus baru depan. Berdua juga bisa, pegang berdua gitu sikatnya. Soalnya kadang dia bete gitu karena kelamaan disikat giginya, mati gaya dan nggak nyaman kali ya ada yang gusrek-gusrek gigi.

4. Pasta giginya yang enak

IYA INI NGARUH. Kalau nggak enak nggak mau dia. Kalau udah bisa pilih biar pilih sendiri. Waktu kecil sih saya cari aman rasa pisang karena Bebe suka pisang. Intinya cari yang jadi favorit anak.

5. Sikat giginya yang enak

Ini juga ngaruh! Bebe pernah saya belikan sikat gigi yang bisa dilipet terus jadi mobil. Ya dipake cuma sekali doang kemudian mingkem. Ternyata pas saya coba emang nggak enak banget sih, keras dan kasar. Sekarang Bebe harus pake Oral-B Stages (ini bukan iklan) yang gambarnya Winnie The Pooh. Dia sampai tau yang gambar Tigger itu yang di daycare, yang Eeyore di rumah, yang Pooh di rumah nini. Begitulah. Harus cari yang bikin anak terobsesi.

Eh terus kemarin beli di AEON sikat gigi Tomica soalnya gemes lucu banget. Nggak tau deh mau apa nggak, belum dicoba hahaha.

6. Nonton video "Brush Your Teeth"

Ini nggak ngaruh di Bebe tapi ngaruh di anak beberapa temen saya. Jadi gosok giginya sambil nonton videonya. Bebe entahlah nggak terpengaruh sama sekali dan tetep nggak mau. Ini videonya.


Mungkin bisa dicoba dengan video anak kecil lain lagi gosok gigi. Tidak ada salahnya mencoba peruntungan hanya bermodal kuota, buibu!

7. Perlihatkan gigi rusak

Ini dia turning point-nya. Suatu hari Bebe liat gigi kakak sepupunya (namanya Alma) yang keropos. Sampai hitam gitu kan. Dan dia shock.

Bebe: "Ibu gigi Alma kenapa?"

Ibu: "Itu karena tidak sikat gigi, makanya harus rajin menggosok gigi ya!"

Kemudian dia mau gosok gigi dengan sukarela. Sejak saat itu dia jadi suka merhatiin gigi orang. Kebetulan di daycare juga ada anak yang giginya keropos juga. Terus dia lapor kalau temennya gigi rusak juga karena nggak pernah gosok gigi lol anakku mudah ditakut-takuti. -_____-

8. Puji dan ingatkan

Pujian harus sering diberikan "wah anak pintar menyikat gigi!" bahkan kadang masih di kamar mandi aja saya peluk dulu saking urgent-nya itu pujian. Setelah selesai mandi, bawa ke kamar, laporkan lagi dong sama JG "Appa, tadi Xylo pintar loh menyikat gigi!". Nanti Bebe akan berbinar bangga dan JG tentu harus puji lagi "WAHHH PINTAR SEKALI MAU MENYIKAT GIGI".

Ulangi dan ulangi lagi setiap hari. Hidupku penuh dengan akting excited memuji segala hal baik yang dilakukan Bebe. Nggak apa-apalah ya? HAHAHAHA.

(Baca: Selepas ASI, Apakah Anak Harus Minum Susu?)

*

Begitulah. Luar biasa, tips menyikat gigi balita doang sampai DELAPAN POIN loh ibu-ibu. Masih bisa bilang jadi ibu itu gampang? Btw please note ada kemungkinan Bebe giginya bagus karena nggak ngedot hahaha.

Soalnya rata-rata anak yang ngedot itu kan dot terus ketiduran kan. Nggak gosok gigi lagi dong? Mungkin itu sebabnya juga giginya jadi gampang rusak. Mungkin loh yaaa.

Share yukkk biar gigi anak Indonesia bagus-bagus semua karena rajin menyikat gigi!

*modus*

LOL

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Pengalaman Treatment dan Facial di Duraskin Indonesia

on
Tuesday, October 18, 2016
[SPONSORED POST]


Holaaaa!

Kalau kalian follow Instagram saya, pasti udah taulah ya saya beberapa bulan terakhir ini treatment di House of Dura, Duraskin Indonesia. Sebenernya dikasih voucher untuk posting di Instagram aja sih, tapi kok ya sayang kalau nggak sekalian share di blog. Soalnya ini pertama kali saya treatment semacam ini, salah satunya adalah facial tanpa ekstraksi tujes pencet. Happy kan dengernya? LOL

Lagian kalau di Instagram captionnya nggak bisa panjang-panjang soalnya nanti siwer kan. Sementara saya kan mau cerita panjang huahahahha. Tapi jadinya nggak ada foto karena niatnya emang cuma foto di Instagram dan video jadi nggak ada foto yang bagus buat blogpost. :(

Oke jadi Duraskin ini salah satu cabangnya ada di Permata Hijau, deket banget dari rumah saya meskipun macet yaahhh tentu sajaaa. Permata Hijaunya persis di sebelah kiri ITC, ada gedung juga namanya Panin Plaza. Duraskin ini ada di sebelah kanan lobi banknya, keliatan kok ada plangnya besar.

Tempatnya adem dan kalem, nggak terlalu besar dan nggak super rame sampai harus nunggu antrian gitu karena sistemnya by appointment which i laff karena malas antri soalnya bawa bayikkk.

Pas pertama kali datang itu kita harus isi formulir biodata dan kondisi kulit. Ditanya detail skin care apa yang dipake, regime-nya gimana, dan mereknya apa aja. Ditanya juga semacam punya reaksi alergi nggak, pakai obat dari dokter lain nggak, dan sebagainya.

Setelah isi, kita akan diantar sama mbak-mbaknya untuk ketemu dokter. Dokternya ramah banget namanya Dokter Yunita. Dokter Yunita ini awalnya nanya-nanya juga tentang kondisi kulit saya dan saya ya curhat lah, ngapain lagi huahahaha.

Terus diperiksa deh pake kamera yang bisa zoom banget sampai detail kulit keliatan jelas. Katanya kulit saya kering, MEMANG IYAAA. Plus ada banyak komedo di hidung, MEMANG IYA JUGAAA. Sedih hiks.

Akhirnya dokternya menyarankan treatment terbaru dari Duraskin yaitu Dura Revitalizing Cell. Kaya gimana?

Dura Revitalizing Cell

Dura Revitalizing Cell ini fungsinya all ini banget. Bisa mencerahkan, mengurangi kerutan, membersihkan komedo, dan melembabkan jadinya cocok untuk kulit aku yang kering kerontang. Treatment-nya sendiri dilakukan di kamar sendiri-sendiri. Jadi bukan ruangan besar yang disekat gorden gitu. Satu ruangan untuk kita sendiri, ada wastafel, cermin, dan lemari. Kita ganti pake kemben yang disediakan terus rebahan dan mulai!

Stepnya begini:

1. Wajah dibersihkan. Dibersihkan pun lamaaaaa banget biar bersih banget hahaha. Dibersihkan plus di-massage sampai leher dan punggung atas.

2. Kemudian mbaknya mengeluarkan tube gitu dan dikasih lah wajah kita krim spesial buatan Duraskin. Krim ini mengandung micro needle alias jarum kecil. Pas dioles zzzzz baru berasa perih. Tapi perihnya nggak super perih sih. Perih aja, mayan perih lah hahaha. Kaya scrub tapi butirannya tajem dan kecil-kecil. Micro needle ini yang bisa menembus pori dan membersihkan kulit. Udah gitu massage dengan micro needle ini bukan cuma sekali tapi berkali-kali. Tiga empat kali gitu deh kalau nggak salah.

3. Setelahnya kulit di massage lagi dengan alat oxy. Jadi alatnya ini ngeluarin errr ngeluarin apa ya ? *failed* Ngeluarin angin gitu kenceng gitulah. Dan yang lama banget disemprot alat oxy ini adalah dark circle aku huhu. Kata mbaknya kalau rutin, dark circle bisa hilang loh, kerutan di sekitar mata juga akan menipis.

4. Terakhir, dimasker dan didiamkan 20 menit. Masker clay gitu sih modelnya.

5. Masker dilap, kemudian diberi serum dan sunblock

Ini videonya:


Kulit saya jadi halussss banget. Tapi sampai 2 hari ke depan, kalau nggak sengaja nyentuh kulit muka itu jadinya masih berasa ada gesrekan gitu efek dari micro needle-nya. Mungkin semacam kulitnya jadi sensitif gitu. Dokternya juga wanti-wanti biar selalu pakai sunblock meskipun nggak pernah ketemu matahari. Karena sayang katanya, kulitnya nggak ada flek hitam. Takutnya kalau nggak pake sunblock nanti malah muncul flek hitam.

Besoknya area sekitar hidung kering-kering semua dan sisa komedo itu mengering. Dasar iseng, saya kelotokin deh yang kering-kering itu. Jadi berbekas HUAAAAA. Sekarang sih udah memudar lagi ya mungkin karena saya rajin tiap malem pake grapeseed oil, tapi lesson learned lah jangan suka ngelotokin kulit-kulit kering. :(

Sebulan kemudian saya ke sana lagi, periksa lagi pakai kamera itu dan dokter Nitanya amaze banget karena komedo yang sebelumnya banyak banget itu hilang! Hilang sama sekali! AAKKKK BAHAGIA.

Nah di pertemuan kedua ini karena dokter Nita udah nggak menemukan masalah apapun, akhirnya kami memutuskan untuk coba treatment lain lagi yaitu Skin Tightening T-Flash.

Skin Tightening T-Flash

Skin Tightening T-Flash ini fungsinya untuk mengencangkan kulit wajah. Kalau dilakukan secara teratur bisa bikin pipi jadi tirus! Saya langsung excited dong!

Saya: “Dok kalau habisnya langsung foto, keliatan tirus nggak?”

Dokter: “Harusnya sih langsung keliatan bedanya ya”

*buru-buru foto before* *biar nanti bisa foto after*

HAHAHAHAHAHAHA

Prosesnya:

1. Seperti biasa muka dibersihkan kemudian di-massage. Aku senang massage di Duraskin ini soalnya massage sampai bahu dan punggung kaya lagi creambath gitu. *anaknya banci massage*

2. Ini bagian paling menegangkan, muka di-extract. Iya kaya facial biasa gitu yang diteken pencet buat ngeluarin segala perkomedoan. Ini cobaan hidup banget ya tapi kalau nggak dilakuin juga nggak bakal bersih mukanya huhu.

3. Setelahnya dokter Nita muncul dengan alat seperti setrika gitu. Alatnya panas (tapi ya nggak sepanas setrika sih), kemudian ditekan di bagian pipi dan rahang.

4. Kemudian masker deh. Laff banget soalnya maskernya warna mint hahaha *langsung selfie dan kirim Nahla yang warna favoritnya mint lol

Inti dari treatment ini adalah si proses setrika tadi itu. Lumayan lama ya, bolak balik dan panasnya kaya diganti-ganti gitu. Dokternya wanti-wanti kalau memang terlalu panas bilang jadi bisa berhenti dulu. Memang ada beberapa kali kerasa panas sih tapi masih tolerable. Saya mending disetrika gini daripada facial hahaha.

Ini videonya, ada before-after nya juga loh.


Jadi itu dia cerita pengalaman aku perawatan di Duraskin Indonesia. Recommended banget! Buat kalian yang tertarik bisa hubungi dulu House of Dura Permata Hijau, detailnya di bawah ini:

House of Dura
Panin Plaza Jl. Teuku Nyak Arif blok CC no 6 (Sebelah ITC Permata Hijau) Jakarta Selatan
Telepon: 021-53664600 WA : 081210520278 BBM : 27445CF0 Line : duraskin.ph www.duraskinindonesia.com
www.instagram.com/duraskin.indonesia
www.instagram.com/duraskin.hodpermatahijau

See you!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

WHEN IT'S ONLY JG & AST #119 - #124

on
Friday, October 14, 2016

#119 ANAK TUMBLR

Malem itu, JG menanggapi Karin yang "anak tumblr" banget.

JG: "Ah aku udah dari dulu loh bertahun-tahun blogging di Tumblr, nggak ada yang bilang aku anak Tumblr"

Me: "Maksudnya bukan blogging di Tumblr ih, Karin itu kamarnya dihias ala Tumblr gitu pake lampu-lampu."

JG: "Ah itu mah mau 17 Agustusan aja kali, bukan anak Tumblr?"

FUG.

*

#120 DAGING BEKU

Malem-malem, problematikanya adalah makan apa.

JG: "Masak daging deh"

Me: "Belum cair tapi"

JG: "Itu daging apa invoice?"


*

#121 LOMBA KARAOKE

Lagi masak. JG mukanya sedih.

JG: "Sayang, aku sedih deh besok ada XL Idol (lomba karaoke) dan aku nggak bisa ikut"

Me: "Kenapa nggak bisa ikut? Pas kamu ada meeting?"

JG: "Bukan, kan aku nggak bisa nyanyi gimana mau ikut"


Tapi aku adalah istri supportive jadi tentu memberi dukungan dong yah.

Me; "Alah pasti bisa kok, nyanyi doang masa nggak bisa"

JG: "BENER MENURUT KAMU AKU BISA?"

Me: "Iya bisalah pasti!"

JG: "Oke kalau gitu aku ikut. Aku latihan habis ini."


*

#122 MENJAGA PERASAAN

Ruang tamu berantakan sisa unpack dari Bandung yang belum selesai dari minggu lalu. Padahal mau ada montir ke rumah benerin mobil. Siapa tau mau masuk rumah ya kan.

Me: "Menurut kamu kita harus beberes dulu nggak? Kan mau ada Pak Mamat?"

JG: "Nggak usahlah, kenapa sih kita harus menjaga perasaan Pak Mamat?"

WTF

Saya terus ke kamar sama Bebe. JG gedabrak-gedubruk di ruang tamu.

Me: "Lagi apa sih?!"

JG: "Kayanya kita harus menjaga perasaan Pak Mamat deh"

*beres-beres rumah maksudnya*

-______-

*

#123 PAK MAMAT 2

Pembicaraan belum selesai.

JG: "Sayang btw ... Pak Mamat kenapa jadi montir ya?"

Me: "Emang kenapa?"

JG: "Pak Mamat kan harusnya jualan tomat" *kemudian nyanyi Pak Mamat jualan tomat, yang beli harus hormat*

Gue agak nggak yakin lagunya begitu. Kemudian besoknya di kantor browsing. KAN SALAH KAN. Terus gue telepon lah JG.

Me: "Eh kamu tau nggak sih, yang jualan tomat itu bukan Pak Mamat!"

JG: "Masa sih? Siapa?"

Me: "Pak camat"

JG: "Hah? Sejak kapan Pak Camat jadi enterpreneur?"


*

#124 SURPRISE ULANG TAHUN

Jumat siang di kantor, siang-siang, JG telepon.

JG: "Sayang aku punya surprise buat kamu, kasih tahu ga ya?"

Me: "Kasih tau deh"

JG: "Ih berarti selama ini surprise aku selalu gagal gara-gara kamu"

Me: "OKE FINE GA USAH KASIH TAHU!"

*tutup telepon kzl*

(Baca tentang surprise yang selalu gagal di sini)

Malemnya belanja bulanan terus JG beli cumi katanya ingin masak cumi. Oke.

Sabtu pagi gue masih bobo pelukan sama Bebe. Di dapur terdengar suara-suara orang masak. Rajin bener Sabtu pagi masak. Hahaha. Tapi karena JG memang masak setiap hari jadi aku tidak terkejut lol. Terus pintu kamar tiba-tiba dibuka.

JG masuk bawa mangkok yang masih berasap. WAHHH SURPRISE!

JG: "Selamat ulang tahun sayang, ini aku masakin kamu tom yum"

Me: "Wahhhh asikkkk ... tapi kan aku nggak ulang tahun hahaha"

JG: "AAHHH DIAM! POKOKNYA INI SURPRISE ULANG TAHUN!"

*kemudian makan tom yum*

Me: "Ini kok enak? Pake bumbu instan ya?"

JG: "Ya menurut kamu aku mau ulek bumbu?"

Me: "Hmmm"

JG: "Ini baso ikannya mahal loh sayang, tadi pagi aku naik motor ke AlfaMidi beli ini"

Me: "Udangnya mana?"

JG: "Aku ga nemu nih, tadinya semalem mau ke pasar beli udang tapi ngantuk"

Me: "Cuminya mana?"

JG: "Nggak punya kan nggak ke pasar ... SHIT! AKU LUPA! Sebentar ya aku masukin dulu"

HAHAHAHAHA DEYM CUMI SUSULAN MACAM ULANGAN


Cerita JG & AST lainnya bisa dibaca di sini ya!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

#SassyThursday: Suami Takut Istri

on
Thursday, October 13, 2016

Oke jadi finally #SassyThursday ngomongin MT huft. Gue nggak ngikutin banget. Ngikutin karena dia diomongin di grup-grup aja. Sampai ini ono nya lengkap. *ini ono naon*

Yah grup-grup WhatsApp ini ngomongin dari level dia abis ngapain di tv sampai menyebarkan screencapture IG dia dan apa yang terjadi di baliknya yang mana bersumber dari orang-orang yang niat banget buka thread dan DISKUSI di forum lol.

Jadi tanpa baca beritanya sedikitpun gue taulah ya. Cuma karena nggak ngikutin amat gue mau ambil dua poin penting dan bikin merinding *LEBAY NENG* dari kasus ini. Yaitu tentang suami "takut" istri dengan pamer kemesraan di depan umum.

Baca punya Nahla:

Oke jadi SEMUA, semua orang yang bukan fansnya (atau mungkin sekarang fansnya juga) mengambil kesimpulan kalau om MT ini ada di bawah kendali istrinya. Di bawah kendali penuh. Sampai-sampai katanya sebenernya yang update IG itu sebenernya istrinya mahahahahah.

Level ke mana-mana HARUS berdua. Semua job harus lewat istrinya dan bahkan doi nggak punya line telepon yang bisa terima telepon dari orang lain selain keluarga karena kalau orang lain mau nelepon dia ... harus lewat istrinya. Aduh.

Kok tampak kasihan?

Tapi coba pikir ulang, kasihan nggak ya? Karena kalau dia bahagia diperlakukan seperti itu apa perlu dikasihani? Nggak sehat karena semua orang butuh privasi dan waktu sendiri? Tapi kalau dia nggak masalah sih ya kan harusnya suka-suka dia ya.

"Ah, nggak bakal ada laki-laki yang mau digituin, rela ditekan sama istrinya, itu dia terpaksa aja kali."

Itu komen seksis. ;) Sama seperti "ah cewek mah nggak usah jadi bos, diem di rumah aja".

I mean semua orang punya pilihan dan dia memilih itu. Dia memilih istrinya. Meskipun itu tampak geli dan bodoh buat kita.

JG selalu punya image kalau dia di bawah tekanan istrinya. IYA, GUE. Ya gimana, gaji semua gue yang pegang, mau beli apa-apa harus acc dulu Menteri Keuangan. IYA, GUE.

Tapi kalian nggak tau aja sebenernya apa yang dia mau juga gue kasih-kasih aja. Mau beli mainan apa juga boleh, mendadak mau beli ini itu juga beli-beli aja. Sebenernya ya bebas-bebas wae (kecuali tato -______-), cuma memang harus tanya gue dulu mahahahahah.

Kenapa coba? Karena sebelum ketemu gue hidupnya berantakan. HAHAHAHAHA. Nggak berantakan level mabok-mabokan lol tapi uang-uang entah kemana. Gaji padahal berkali lipat dari sekarang tapi nggak pernah punya tabungan, sementara cicilan rumah udah jalan dan tiap bulan selalu punya utang kartu kredit!

Pacaran sama gue, utang kartu kredit lunas semua, uang teratur, cicilan kebayar, masih bisa jajan. Makanya sampai sekarang, gue yang pegang uang.

Itulah gengs, selalu ada sebab di balik suami-suami yang tampak takut istri. 

Meskipun gue yakin ada juga sih yang takut beneran lol. Antara takut atau males aja karena kalau dikonfrontir nanti istrinya ngomel panjang lebar berhari-hari dan malah jadi nggak hepi. Jadi ya sudah diam. Diam bukan berarti takut, cuma nggak mau jadi masalah aja.

*JG kamu nggak begini kan, hah?*

Itu poin pertama. Yang kedua yang nggak gue banget adalah pamer kemesraan berlebihan dan too much info dengan screencap percakapan WhatsApp atau pembicaraan mereka. Mungkin om MT hanyalah Anya di masa depan wtf.

Ini udah pernah gue bahas di #SassyThursday yang PDA yay or nah. Gue sih ayo-ayo aja ciuman di mall lol tapi nggak upload chat mesra juga keles. Karena jarang chat mesra seringnya chat bego tidak penting muahahahhahaha. Nggak lah, hal-hal yang pribadi ya sudahlah untuk pribadi.

Orang bilang dia trying too hard kan untuk nunjukkin kalau dia nggak kenapa-napa sama istrinya. Tapi kalau dia nggak begitu orang juga akan mikir kalau "ciee om MT berantem ya sama istrinya". Gimana dong serba salah.

Dan meskipun dia tampak vulgar dan menunjukkan semuanya. Banyak juga yang kita nggak tahu kan. Dia pilih apa yang akan dia bagikan dan dia memilih itu.

Kaya orang bilang ke gue: "kok hidup lo semua ditulis banget sih? Gue sih orangnya menghargai privasi banget makanya gue nggak blogging"

Wahahahaha sebenernya gue juga begitu kok. Gue dan JG justru private banget, nikah aja males bilang-bilang. Lahiran aja nggak bikin status telah lahir blablabla. Nama lengkap Bebe aja sampai sekarang nggak pernah dipublish di internet apalagi dibikin hashtag.

Lagi makan di mana nggak pernah upload foto, lebaran pun nggak upload foto keluarga. Ada hal-hal yang mau gue share dan ada hal-hal yang mau gue simpan sendiri.

Gue nggak masalah sama sekali sama kalian yang senang upload segala pelik kehidupan, ya gimana gue juga ngefans sama banyak banget anak blogger sampai tau nama lengkap dan Chinese namenya *melirik Dashiel dan Fighter Tiah* lol. Biasa aja liatnya nggak jadi sebel atau apa, tapi kalau ada orang bilang gue orangnya share too much, ih berarti nggak merhatiin amat. Hahaha.

Jadi yah intinya, apa yang kita liat di internet dan simpulkan sendiri itu hanya asumsi, dan asumsi itu berbahaya karena leading ke fitnah.

Sekian dan terima transferan ke akun Jenius gue ya $annisast.

*ini nggak sponsored post cuma nebeng nitip link sponsored post lol*

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

The War of Toilet Training

on
Wednesday, October 12, 2016
foto ilustrasi belaka huahaha

Sekitar seminggu lalu ada jadwal ketemu sama psikolog di daycare. Jadi mau share-share dikit ngomongin apa aja sama psikolog. Pertama psikolognya tanya umur Bebe tepatnya berapa sekarang? Dua tahun 3 bulan. Saya tanya balik, seharusnya sedang fase apa ya?

"Oh ini sih lagi usianya toilet training ya, ONE OF THE BIG PARENTING WAR"

Asli mbak psikolognya exactly bilang gitu hahaha. Big war bener bahasanya. Terus saya ketawa aja dong. Eh dia serius.

"Bener loh ibu, war banget soalnya biasanya pup aman di diapers ini berceceran di lantai"

*krai*

Membayangkan pup berceceran di lantai.

*krai*



Untungnya nih ya, untungnyaaaa Bebe sih udah lancar pup di kamar mandi sejak beberapa bulan terakhir. Dia pasti heboh mau pup langsung loncat ke kamar mandi dan mau pup di kloset dengan manis. Kadang sambil nyanyi, kadang keukeuh masih ngunyah makanan, pernah minta minum lagi pup. -_____- Cuma pipis yang belum bisa.

*

Btw intermezzo si Bebe pas awal-awal bisa pup, kami lagi di Senayan City. Eh dia pup di celana (OKE DI DIAPERS OKE). Terus saya tanya.

Ibu: "Be, kok pupup di celana sih? Kenapa tidak ke kamar mandi?"

Bebe: "Nggak ada ibu, jauh"

Ibu: "Nggak jauh kok, ibu antar. Nanti lagi pup harus di kamar mandi ya!"

Bebe: "Jauh ibu, kamar mandi di rumah"

HAHAHAHAHAHAHAHA. Disangkanya di Sency nggak ada toilet lololol. Dia pikir harus pulang dulu ke rumah untuk pup. XD

*

Oke intinya masalah Bebe adalah pipis. Sudah beli celana dalam buanyak untuk persiapan toilet training. Beberapa kali dicoba juga kalau weekend di rumah. Cuma ibunya aja kurang niat hahaha. Soalnya Bebe udah ngerti loh bilang pipis, tapi pipis dulu baru bilang. Maklum sih ya pipis kan tandanya agak sulit dipahami ya nggak kaya perasaan kamu yang gampang ditebak pup.

Ini dia tips toilet training dari psikolog daycare Bebe:

1. Niat kuat

Niat kuat bahwa satu hari sampai beberapa hari ke depan akan toilet training. Tapi memang sih di kasus Bebe, ibunya yang masih agak kurang niat. Males euy mikirin cuci celana. T_____T Jadi harus diniatkan dan harus sounding ke anaknya juga. Berkali-kali bilang pipis harus di toilet.

Bebe teori mah lancar bener, tapi praktiknya memang sulit. Harus diniatkan "oke minggu ini toilet training!" begitu.

Jadi kapan neng? Kapan yah?


2. Jaga emosi

Ini nih yang paling sulit dan mayan bikin bengong karena takut keceplosan. Jadi usahakan sebisa mungkin tidak judgemental. Sering kan denger cerita pas toilet training anaknya nggak ngompol tapi jadi nahan pipis? Udah dibawa ke toilet juga jadi nggak mau pipis.

Nah coba introspeksi diri buibu, mungkin cara penyampaiannya judgemental. Misal lagi toilet training terus anak pipis di celana. Ibunya langsung refleks membuat pernyataan menyesal.

"Yahhh basah deh celananya. Nanti lagi pipis di toilet ya"

Kalimat itu menunjukkan kekecewaan. Anak menyangka ibunya kecewa karena dia membasahi celananya. Bukannya jadi tahu pipis itu gimana, dia malah jadi cari cara supaya celananya tidak basah. Whoa.

Lebih baik kalimatnya seperti ini.

"Wah Bebe pipis ya? Lap sama-sama yuk. Nanti lagi pipisnya di kamar mandi ya, karena pipis itu kotor, supaya tidak perlu lap jadi pipisnya di kamar mandi"

Itu emosi netral. Ingat ibu-ibu, emosi harus netral. Jangan judgemental!

3. Ajak untuk membersihkan

Iya ajak untuk ikut membersihkan. Untuk memupuk rasa tanggung jawab dan kemandirian.

4. Metodenya apa?

Bebas sih katanya metodenya. Saya pernah baca yang toilet training dalam 24 jam lah, yang 3 hari dijamin sukses lah, banyak metodenya. Kata mbak psikolog sebenernya bebas terserah ibunya sih.

Terus ada juga kan yang setengah jam sekali dibawa ke toilet untuk disuruh pipis. Biasanya pake alarm gitu per setengah jam biar ibunya nggak lupa.

Psikolog: "Sebenernya nggak teratur dibawa ke toilet juga bisa kok, apalagi kalau ibunya sulit teratur"

Why aku dijudge sebagai orang tidak teratur. Meskipun memang iya. HAHAHA. Nggak sanggup kayanya setengah jam sekali bawa Bebe buka celana dan pipis. Dibawa ke toilet aja belum tentu mau dia. T_____T

Mbaknya juga menyarankan untuk tidak pakai celana supaya dia lebih kenal dengan bagian tubuhnya sendiri. Oh ini loh yang buat pipis. Plus biar anak merasakan juga sensasi air pipis mengalir langsung ke kakinya. Ini biasanya bikin kurang nyaman.

"Tapi malu kan, Bebe pasti nggak mau deh di rumah nggak pake celana soalnya dia risih sendiri malu," jawab saya.

"Kalau gitu gunting aja bagian depan celana dalemnya," kata mbak psikolog

Errrr. Nanti lagi lah ya? Hahahaha.

*

Buibu share lah plis tips toilet training buat anak cowok yang gampang protes dan sedang senang memaksakan kehendak dongggg. Makasihhhh. :*

-ast-

Ini dia tips dari Mbak Noni yang harus dicoba karena anaknya sama-sama di daycare. Bebe nggak lemah iman sama odong-odong tapi ya nanti kita cari lah dia lemahnya sama apa.



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Grapeseed Oil - Minyak Biji Anggur untuk Perawatan Wajah

on
Tuesday, October 11, 2016

Hola!

Selasa ini saya mau share tentang minyak biji anggur alias grapeseed oil. Udah sekitar 3 tahun belakangan saya membersihkan wajah pakai minyak. Sebelumnya sih olive oil, tapi setahun terakhir saya pakainya grapeseed oil atau minyak biji anggur.

Cuci muka kok pakai minyak?

Iya karena logikanya kan kulit kita kotor karena minyak (sebum) masa dicuci pakai air? Nggak bersih dong harusnya. Teorinya adalah, diambil dulu kotorannya dengan minyak bersih, dilap, baru kemudian dibersihkan dengan facial foam.

Ada juga yang bersihin make up pakai baby oil. Teorinya kalau aman buat bayi artinya aman buat kita padahal belum cencuuu. Produk bayi aja masih sedikit banget yang bebas paraben dan bebas parfum. Kasian yah. Masa kita make up aja mengusahakan nyari yang paraben free tapi produk bayi masih banyak yang nggak paraben free. :(

Saya tau soal grapeseed oil ini dari adik saya, katanya lebih enak dari olive oil. Terus iseng deh beli FoodHall gitu 100ribuan 1 liter merek Casa Di Oliva. Pas dicoba ternyata iya, lebih enak grapeseed oil dibanding olive oil karena teksturnya ringan banget. Kalau olive oil kan kental dan "berat" gitu, ini cair seperti air mengalir. *halah*

Sejak saat itu sampai sekarang, saya selalu membersihkan wajah pakai grapeseed oil. Caranya gampang sih tinggal tuang ke muka, terus pijat ke seluruh bagian muka. Terus pakai waslap atau handuk setengah basah, lap muka. Make up terambil semua. Maskara waterproof aja sanggup loh terangkat sama grapeseed oil ini.

Enaknya adalah, irit micellar water hahahaa. Micellar water saya masih pake Bioderma Hydrabio, tapi pakenya kadang-kadang doang kalau lagi malessss banget pake oil. Bukannya nggak suka, suka kok suka banget tapi pertama boros kapas, apalagi kalau make up tebel duh kapas yang kebuang banyak banget saya suka guilty sendiri gitu. Kedua boros Bioderma-nya hahahaa sayang kan soalnya mahal.

(Baca: BIODERMA HYDRABIO H2O, TONIQUE AND BRUME REVIEW)

Kalau pakai grapeseed oil ini nggak perlu pakai kapas sama sekali. Plus natural juga kan 100% free chemical lah. Mayanlah setelah seharian segala skin care dan make up ditaro di muka, minimal cucinya pakai yang 100% natural hahaha.

Ini dia saya buatkan video cara membersihkan muka dengan grapeseed oil.


Selain untuk membersihkan muka, minyak biji anggur ini banyak loh manfaatnya untuk kulit. Banyak yang menjadikan minyak biji anggur sebagai serum malam. Jadi sehabis membersihkan wajah, teteskan ke telapak tangan 3-4 tetes, gosok tangan, kemudian totol-totol ke wajah dan leher.

Ini dia manfaat dan kelebihan minyak biji anggur:

- Antioksidan, membantu mengeluarkan racun. Kaya beta karoten, vitamin C, D, dan E.

- Minyak biji anggur ini non comedogenic alias nggak akan menyumbat pori.

- Melembabkan kulit, mengecilkan pori, dan bisa mengurangi kerutan. Anti aging gitu deh!

- Menghilangkan bekas jerawat, menjaga agar jerawat tidak kembali, dan menghilangkan noda hitam bekas jerawat.

- Cocok untuk semua jenis kulit terutama kulit berminyak. Kulit aku kering sih tapi no problem, so far so good pake grapeseed oil.

- Bisa mengurangi lingkaran hitam di bawah mata ... yang mana nggak laku di saya mah sih hahaha Abisan ngurangi lingkaran hitam di bawah mata mah obatnya satu: BOBO LAMA-LAMA SETIAP HARI. Ini mah mau pake grapeseed oil, pake eye cream tiap hari, kalau tidurnya sehari 4 jam sih tetep aja nggak bakal ngaruh. *krai*

- Bisa buat rambut juga. Membuat rambut lebih berkilau dan menghilangkan ketombe.

- Gampang dicari. Supermarket besar pasti ada. Dan karena belinya harus seliter which habisnya akan banyak banget, mending beli patungan sama temen-temen atau bisa dipake buat orang serumah. Awet banget kok lah sekali pake paling 5 tetes atau kalau buat bersihin make up lengkap sih 1 sendok teh maksimal.

Tapi balik lagi yang namanya skin care mah cocok-cocokan tapi ini worth to try banget sih menurut aku.

Selamat mencoba! Semoga bermanfaat ya! :)

-ast-

source:
http://www.restorationbeauty.com/2014/09/using-grapeseed-oil-as-night-serum-and.html
http://www.stylecraze.com/articles/amazing-benefits-of-grape-seed-oil-for-skin-hair-health/


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Tentang Rate Card Blogger

on
Monday, October 10, 2016
Berapa rate card yang pantas untuk blogger? Berapa fee yang layak untuk blogger?


Ngomongin uang mah nggak ada habisnyaaaa. Masih banyak juga ternyata blogger yang bingung karena habis ditanya rate card terus nggak tahu mau jawab berapa. Hehehe. Tapi emang membingungkan sih dan ... sensitif.

Tapi saya coba tulis lah secara detail dan komprehensif lah ya *naon*. Sebenernya udah banyak yang nulis tapi karena masih banyak yang nanya ya tulis lagi lah! Karena mayan banyak juga yang japri nanya-nanya rate card ini hahahaha. Btw meski namanya rate card, bukan berarti bentuknya harus "kartu" loh ya. Istilah rate card ini intinya mah cuma nanya fee aja berapa. Ada contoh email aku di bawah.

TAPI NANTI LAH SCROLL KE BAWAHNYA, BACA DULU!

*rewel*

Kenapa rate card itu bikin bingung, karena:

1. Kita nggak tahu standar rate card itu berapa. Berapa sih kalau blogger lain biasanya dibayar?
2. Sesama blogger biasanya merahasiakan rate card, kecuali yang akrab banget ya. Jadi makin bingung deh, ini kemahalan atau kemurahan?
3. Agency atau brand juga yang sepertinya nggak punya standar, tiba-tiba nawarin 100ribu, tiba-tiba nawarin 2juta. Berapa sih standarnya?

Nah, sekarang saya coba jawab satu-satu ya. Abis ini sebenernya nggak akan terjawab berapa sebenernya standar rate card blogger itu karena memang nggak ada standarnya. Karena memang tidak mungkin dibuat standar. Kecuali misalnya gitu tiba-tiba blogger-blogger se-Indonesia bikin konvensi terus menentukan harga per view 5ribu rupiah! Nah jadi enak kan tuh, tinggal di akhir hasil page views dikali 5ribu rupiah.

Tapi kan itu tidak terjadi ya. Jadi yang paling tepat adalah mengira-ngira sendiri, seberapa layak kita dibayar untuk satu tulisan?

(Baca: Penulisan SPONSORED POST pada Postingan Berbayar)

Menurut saya, lihat dari hasil page views kita per artikel, misal satu artikel rata-rata dibaca 5.000 kali. Ya sponsored post kita juga biasanya akan diliat segituan (meskipun biasanya cenderung lebih rendah). Nah layakkah 5.000 kali dibaca itu dibayar sekian? Sebenernya lebih tepat dihitung user sih, seberapa banyak pembaca bukan seberapa banyak dibaca. Tapi klien biasanya minta laporannya page views jadi ya udalah ya page views aja yang dijadiin patokan.

Btw bang Harris Maul (sok ikrib bener) pernah bikin blogpost soal rumus menghitung rate card, tapi menurut saya sih udah nggak relevan lagi karena page rank kan udah nggak di-update sama Google. Yang mau baca bisa baca di sini.

Juga tergantung dengan followers kita di social media. Makin banyak followers makin tinggi juga daya jual kita karena kan biasanya kita otomatis lah share postingan blog di social media. Makanya sekarang banyak juga brand yang mau posting di blog tapi ngasih requirement minimum followers social media.

"Ah tapi si A viewsnya sehari cuma 500-an, followers socmed dikit, tapi katanya per sponsored post itu bisa 5juta"

Memang bisa aja, kan bebas suka-suka bloggernya mau kasih rate card berapa, tergantung kliennya juga mau ambil apa nggak rate card segitu. Haha.

Beberapa kali campaign bareng sama blogger-blogger lain, saya sempet tahu rate card beberapa blogger yang wow, sampai dua tiga kali lipat dari blog saya. Padahal cek di Alexa sih Alexanya masih tinggian saya. Liat total page views juga tinggian saya padahal ngeblog lamaan dia hehehe, jadi seharusnya performance blog dia masih di bawah saya.

Tapi kalau saya kan mikirin pertanggungjawabannya ya, apa layak satu tulisan hanya dibaca sekian orang terus saya dibayar sekian juta? Brand dapat timbal balik apa dari saya? Apalagi yang goalsnya akuisisi alias mencari pembeli, wah dengan keluar uang sekian untuk bayar saya, seberapa banyak pembaca saya yang ikutan beli?

:)

Terus ada juga yang bilang "tapi kalau postingan berbayar di blog aku fotonya banyak loh, reviewnya lengkap!" Iya itu bisa banget jadi nilai plus juga, tapi ... yang baca banyak nggak? Maksud saya, kalau fotonya bagus banget tapi yang baca 50 orang kan gimana, mending fotonya biasa aja tapi yang baca 5.000 orang kan. *ya mending bagus banget tapi yang baca 50ribu orang sih lol*

Kemudian klien berulang juga (kalau saya) treatmentnya beda. Misal saya sudah berkali-kali dengan agency A, saya biasanya tidak menaikkan rate sejak awal. Cincai lah pake rate awal kerja sama juga nggak apa-apa karena yang penting kan hubungan baiknya. Padahal misalnya kalau ke agency baru, rate saya sudah di atas itu.

"Kompetitor" (alias sesama blogger) dan niche blog juga pengaruh loh. Misal beauty blogger nih, yang senior dan page viewsnya banyak banget aja banyak yang masih rela dibayar cuma pakai produk (tanpa uang cash), masa kalian yang baru kemarin sore bikin blog dan page viewsnya masih kecil banget langsung minta produk dan uang? Nggak mungkin kan rasanya.

Tapi beauty blogger ini emang cenderung passion dan hobi ya, jadi biasanya dikasih produk aja happy dan langsung ditulis di blog. Padahal kliennya nggak minta hahaha. Jadi sulit buat beauty blogger baru, mau coba minta sesuai rate jadi nggak enak karena kemarin aja dikasih lipstik langsung direview masa sekarang minta produk dan uang tunai? Kemarin dateng event senang hati masa sekarang dateng ke event minta fee? Yah begitulah.

Beda sama brand-brand keluarga gitu yang sering baik hati kasih aja produk tanpa harus nulis di blog karena mereka tau biasanya kalau parenting/lifestyle blog sudah kasih rate sendiri untuk satu postingan. Untuk terima kasih sih biasanya posting aja di socmed. Hehehe.

Terus bentuk rate card itu gimana sih? Apa harus pakai image .jpg atau file .pdf gitu? Kata teori-teori blogging profesional sih gitu tapi saya sih udah nyerah nggak pake lagi gituan HAHAHAHA.

Karena aduh ribet banget update socmed-nya, harus buka photoshop terus edit. Bisa aja sih pake tulisan data bulan anu, tapi kan sayang kalau followers udah naik banyak banget. Akhirnya saya nyerah pake jpg dan pdf itu dan akhirnya copy paste aja email di bawah ini kalau ada yang nanya rate. Tinggal update bagian followers. :)


Saya sih biasanya langsung aja attach juga screencapture Google Analytic sebulan ke belakang meskipun nggak ditanya. Biar bisa langsung mempertimbangkan, harga segini worth it atau nggak? Brand yang udah pernah kerja sama linknya saya kasih link tag ke "adv" dan "achievements". Udalah itu paling simpel bisa diklik langsung di emailnya, nggak perlu ribet mikirin bikin file .pdf berhalaman-halaman. Hahaha,

Mungkin ini sesat tapi ini simpel. -______-

Dan yang terpenting, tanyakan pada diri sendiri MAU NGGAK DIBAYAR SEGITU UNTUK SATU TULISAN?

Karena intinya cuma mau apa nggak doang kok. Kalau mau satu tulisan di 100ribu ya nggak apa-apa, pasanglah rate di 100ribu. Kalau rela dibayar produk aja ya bilanglah begitu. Kalau mau satu tulisan 1-2juta, ya tolak lah yang 100ribu dan ngasih produk doang, bilang aja baik-baik kalau memang fee-nya nggak masuk sama rate blog kita.

Ingat, sekali lagi ini hanya soal mau dan tidak mau. Ya gimana kalau page views gede, Alexa bagus, tapi masih mau 200ribu satu tulisan sih kan terserah ya. Ini sebabnya susah banget untuk menentukan standar rate blogger.

Dan, mau atau tidak mau ini juga yang menentukan standar sebenernya. Brand juga jadi coba-coba, ah kemarin si A mau dibayar sekian, kok kamu nggak mau sih?

Ini sebabnya performance blog itu penting. Kita bisa bilang kalau ya blog kita banyak yang baca, engagement tinggi, sering viral, komentar banyak (misalnya). Sebutlah kelebihan blog kita apa sampai layak dibayar di harga yang kita inginkan.

Tapi kalau kasih rate mahal nanti pada kabur :(. Ya balik ke tujuan awal ngeblog. Mau cari uang atau mau berbagi? Kalau mau cari uang ya udah, sesuaikan dengan yang bayar. Kalau mau berbagi dan menyalurkan hobi menulis *AHEM* harus punya pendirian dong. Harus punya sikap dan menghargai karya kita sendiri. :)

Kalau placement berapa? Ini nggak tahu karena saya nggak terima placement ads di blog. Saya maunya blog saya isinya tulisan saya semua hahaha *obsessed*

Kalau cuma minta satu link berapa? Tema tulisan bebas kok, nggak perlu sebut brandnya. Woh sebebas apapun juga tetep lah kita kan mikir ide ke mana biar linknya masuk, kaya yang ini. Saya sih biasanya turunin sedikit ratenya dari rate biasa. Tapi jarang juga sih soalnya entahlah kok jadi kaya lebih mikir ya nulisnya dibanding yang campaign dikasih brief lengkap.

APALAGI YA? Udah itu aja sih kayanya. Kalau ada yang mau ditambahkan komen aja yaaa. Kalau ada pertanyaan dan penting seperti biasa nanti aku edit dan aku masukkan di bawah ini.

Sampai jumpa di Monday Techno berikutnya!

Semoga jadi tercerahkan ya soal rate card blogger ini!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

#FAMILYTALK: Cita-cita Bebe

on
Saturday, October 8, 2016



Orangtua zaman dulu (apalagi generasi di atas saya) rata-rata punya cita-cita untuk anaknya. Anaknya harus jadi PNS! Anaknya harus jadi dokter! Anaknya harus kerja kantoran! Anaknya harus jadi insinyur! *macam si doel*

Beda dengan orangtua millennials yang biasanya slow "serah deh mau jadi apa yang penting nggak rugiin orang lain". :')))

Baca punya Isti di sini:

Mungkin karena sebagian di antara kita terlalu diatur hidupnya jadi ketika punya anak, nggak mau terlalu ngatur. Teori parenting paling hits kan justru "tidak melakukan apa yang orangtua lakukan pada saya".

Bebe gimana? Jadi apa ya Bebe di masa depan?

Karena saya sama JG anaknya nggak serius, kami suka ketawa-tawa kalau ngebayangin si Bebe remaja jadi anak serius. Tau-tau dia senang bersekolah dan senang belajar. Tau-tau senang pelajaran Matematika yang nggak kami sukai. Tau-tau anaknya serius banget belajar mulu nggak pernah main.

Hahahah pasti saya dan JG akan dorong-dorong dia untuk "main kek Be, kamu kok belajar terus sih!". Sekalinya main, main game sendirian di rumah, geek geek gitu padahal saya sama JG kan (dulu waktu belum nikah) social butterfly banget alias di mana ada waktu main maka mainlah!

Kalau Bebe pendiam dan lebih suka main game sendirian di rumah ya udah nggak apa-apalah asal tetep mau cium ibu lol. Asal dia nggak nyuruh kami diam karena bahkan sekarang aja Bebe mulai annoyed sama kelakuan kami yang kadang ajaib.

JG joget "appa jangan joget!". JG nyanyi "appa jangan nyanyi!". Saya dan JG ngobrol padahal dia lagi serius main "IBU DIAM. JANGAN NGOMONG IBU!"

-__________-

Tapi gimana juga kalau sebaliknya?

Ternyata Bebe remaja malas sekolah dan tidak suka belajar hahahahaha. Ya nggak apa-apalah,seharusnya saya udah nanya dia mau kuliah apa sejak kecil sih. Masuk SMA harusnya kami sudah tau apa yang Bebe suka jadi ya mau sekolah silakan, nggak mau sekolah dan mau melakukan hal yang disuka silakan. Asal positif aja, nggak narkoba dan nggak kriminal wtf.

Saya dulu pas SMA nggak malas sekolah sih, tapi saya malas belajar juga. Sekolah karena mau ketemu temen-temen dan pacar aja HAHAHAHA. Tapi karena saya udah tau apa yang saya suka, saya fokus di situ dan fokus untuk kuliah di bidang yang saya suka. Jadi nilai Fisika 4 di rapot itu no big deal karena demi apapun juga saya nggak akan kuliah teknik.

Kayanya Bebe akan saya gitukan juga. Itu kalau dia sekolah formal ya.

Kalau nggak mau kuliah gimana?

Jadi inget anaknya seseorang di mana ayah ibunya profesor dan kucluk-kucluk anaknya lulus SMP bilang "aku mau STM aja terus kerja, aku nggak mau kuliah".

Krik krik.

Kuliahlaahhh. Kuliah dan kampus itu mendewasakan. Beda kan makanya pola pikir orang kuliah dan nggak kuliah. Ketika nggak kuliah, kamu stuck di pola pikir anak SMA.

Mungkin ada pengecualian ya, tapi tetep sih se-millennials-millennials-nya saya. Saya maunya Bebe kuliah, kecuali dia bisa mengubah pikiran saya huahahaha.

Maksudnya kuliah kan bebas banget ya. Suka musik? Ya kuliah musik lah! Sukanya bikin video di YouTube, ya kuliah sinematografi lah. Suka olahraga? Ya kuliah olahraga lah!

*sok artistik banget jurusan kuliahnya padahal tau-tau si Bebe sukanya Fisika terus masuk Fisika Murni karena memang passionate pada rumus Fisika* *pingsan*

HAHAHAHAHHAHA

Terus kerjanya apa?

Apa aja asal nggak ngambil hak orang lain, Be. Apa aja asal Bebe senang melakukan itu. Apa aja asal Bebe nggak pulang ke rumah dengan muka capek dan bilang ingin resign aja.

Saya sama JG sih ngebayanginnya Bebe sama kaya kami sih (alias nggak akan suka eksak lol) since personalitynya udah mulai keliatan. Di luar ke-balita-an dia yang suka lari-lari nggak jelas sambil kepala liat ke atas sampai pusing dan jatuh, dia kemampuan interpersonalnya bagus, seneng ngobrol, sama kaya appa dan ibunya lah pokoknya. Monkey see monkey do.

Kami punya waktu 20 tahun untuk bantu menemukan passion Bebe dan pasti akan kami temukan! Hiduplah dengan passion supaya nggak banyak ngeluh soal kerjaan!

Udah sih itu aja.

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!