Image Slider

Kehilangan dan Kuota Kepemilikan

on
Friday, August 18, 2017


Bicara kehilangan, dua kali barang yang cukup "penting" harus terrampas dari kehidupan saya.

Tahun 2008-an saya pernah dihipnotis di Toko Petra, Bandung. Waktu itu hilang Blackberry pertama yang dibeli dengan uang tabungan sendiri. Kedua kemarin itu, saat barang-barang yang raib malah bukan barang yang saya beli sendiri.

Keduanya cukup bikin bengong seharian. Dan ya ... sedih sekali. T_______T

Saya cerita di grup dan semuanya kalem, Nahla bilang: "namaste, kita harus kasih positive vibes, udah anggap buang sial" --> anaknya emang positif banget sama harta benda

Gesi bilang: "Kalo kata Kousuke papa Miiko: barang yang hilang membawa segala kesakitan dan ketidakberuntungan kita alias kaya kata nahla, buang sial" --> bahkan di saat kesialan pun nge-quote-nya Miiko

Mba Windi bilang: "tp udah dilihat blm ke seluruh rumah siapa tau ketelingsut" --> orangnya paling logis hahahaha heartless wtf

Terus kata anak kantor saya Devina (cie Devina disebut namanya lol) "sejak aku ilang HP itu mbak, aku percaya semua orang pernah kehilangan, kaya ada kuotanya gitu".

Oh ya, kuota kehilangan, kuota kepemilikan. Kehilangan kali ini ternyata mengajarkan saya banyak hal.

*

Pagi itu berita kehilangan belum saya ceritakan di group keluarga. Saya menunggu agak tenang dan memikirkan kalimat yang pas karena saya sendiri masih shock memikirkan ada orang masuk rumah. Saya merangkai kata agar kejadiannya tidak terlalu terasa horor.

Ketika akhirnya saya bercerita, semua orang berduka, adik-adik saya pada kasih emot nangis. Sayanya jadi makin sedih huhuhu.

T_________T

Emosinya campur aduk. Sedih, khawatir, terutama takut. Iya saya takut banget karena malem sebelumnya di rumah cuma berdua Bebe. Saya jadi kepikiran, gimana kalau orangnya masuk pas JG nggak ada. Saya dan Bebe bisa apa?

Gimana kalau pas orang itu masuk ruang tamu dia tidak menemukan apa-apa? Apa dia akan lanjut masuk rumah dan bertemu kami bertiga? Seketika keanehan saya menyimpan kamera dan iPad di ruang tamu jadi terasa sebagai keberuntungan.

Jika hari itu normal dan kamera serta iPad ada di kamar seperti hari-hari biasanya, ruang tamu saya tidak akan terisi barang berharga. Apa yang akan si pencuri lakukan?

Segala emosi itu bercampur plus terpikir adik saya yang akan menikah akhir minggu ini. Rasa kecewa, hasrat kebendaan, dipadukan dengan obsesi pada Instagram ini memang menjerumuskan sekali ya.

*ujung-ujungnya Instagram* 😪

Nggak lama group buibu temen kuliah rame. Temen saya cerita ada anak temennya umur 6 bulan yang baru aja meninggal karena SIDS (sudden infant death syndrome). Yang kacau dari SIDS itu nggak pernah diketahui penyebabnya kan, anak lagi tidur tau-tau meninggal aja nggak ada suara atau apa.

"Abis main terus tidur terus dia ga bangun lagi, kata dokter kematian alami"

T_________T

Belum sekian menit bahas SIDS, guru daycare-nya Bebe chat ngirim beberapa foto Bebe yang dekil keringetan abis guling-guling main bola di halaman. Mukanya bahagia, tengil seperti biasa. Bebe nggak tahu, sepagian ibu dan appanya lagi sedih. Nyes banget rasanya liat Bebe yang happy setelah denger berita anak meninggal.

T_________T

Kehilangan saya ternyata nggak ada apa-apanya. Orang lain kehilangan sesuatu yang jauh lebih besar, sementara saya masih punya segalanya. Hidup saya nggak pernah kurang meski nggak berlebihan sampai bisa beli Hermes. Bebe sehat dan happy, suami support selalu, saya nggak kurang apa-apa.

Abis dikirim foto Bebe itu saya ngerasa Tuhan itu lagi ngegeplak nyamuk depan muka saya yang lagi ngelamun. Saya digeplak di depan mata biar kaget dan berhenti merenung terlalu lama.

Beberapa bulan ke belakang saya memang terlalu banyak mengeluh, terlalu sering ngerasa kurang, terlalu mikir kok hidup gini-gini aja sih. Kok kurang terus ini dan itunya.

Butuh hilang kamera dan iPad dulu baru saya ngerasa bahwa tanpa kedua benda itu aja ternyata hidup saya nggak kurang. Nggak sama sekali. Hidup saya cukup, sangat sangat cukup.

Saya juga jadi sadar satu hal: nothing is unlimited. Every single thing has a limit!

Hidup dan mati sih udah tentu ya. Tapi juga hak kepemilikan kita pada barang. Nggak ada satu pun yang bisa kita miliki selamanya. Semua benda punya "kuota".

Jatah saya untuk punya kamera dan iPad mungkin hanya 5 tahun. Itu pun harusnya saya sudah merasa beruntung lah, selama 5 tahun bisa memanfaatkan kamera dan iPad tanpa modal apa-apa sama sekali karena keduanya adalah pemberian.

Kalau pun nggak hilang, ketika kuota kepemilikannya habis ya barang itu PASTI akan nggak bisa dipake lagi. Entah rusak atau saya beli baru atau barangnya dikasih ke orang atau dijual.

Kalau pun kita simpan barang itu selalu, akan ada masanya dia berhenti kita pakai. Hanya akan terduduk di lemari atau di gudang dan kemudian ditasbihkan sebagai "barang kenangan".

Semua pasti ada batasnya. SEMUA PUNYA WAKTUNYA, SEMUA PUNYA GILIRANNYA. Semua punya kuota kepemilikannya.

Tiba-tiba saya ikhlas. Saya langsung chat JG dan bilang mulai sekarang saya akan lebih menghargai waktu-waktu bersama Bebe dan JG karena ternyata mereka berdua lah sebenar-benarnya definisi bahagia. :')

Saya langsung merasa beruntung menikah dengan JG yang bahkan tidak bertengkar atau saling menyalahkan saat terjadi musibah seperti ini. Padahal menyalahkan adalah hal termudah untuk menenangkan diri.

Dan ya, banyak sekali saya tahu pasangan yang malah bertengkar saat terjadi musibah. Hal sesederhana anak menangis saja bisa jadi sumber pertengkaran. Padahal untuk apa mencari kesalahan yang tidak perlu? Kami tidak, thank God.

JG bisa menyalahkan saya yang entah kenapa menyimpan kamera dan iPad di ruang tamu. Saya juga bisa menyalahkan JG yang tidak mengunci pintu. Tapi kami tidak melakukan itu. Tidak peduli siapa yang salah, yang jelas saat ini kami butuh satu sama lain untuk saling berbagi kesedihan.

Sorenya saya jemput Bebe dan bilang "cil, kamera sama iPad ibu ilang diambil orang, ibu sedih deh".

Manisnya, Bebe langsung peluk saya dan bilang "nanti kalau sudah besar aku beli kamera dan aiped buat ibu".

CRYYYYY.

Sepanjang jalan ke rumah, Bebe yang duduk di car seat terus cium-cium tangan saya sambil bilang "Aku beli kamera, ibu seneng kan? Appa seneng kan? Tapi nanti kalau sudah besal"

😢

Nyampe rumah dia langsung nyalain senter di HP nya dan sibuk nyenterin semua kolong. Kolong meja, kolong rak, sisi samping lemari. Saya tanya, lagi apa? Jawabannya?

"Aku lagi cari kamera dan aiped ibu" seolah kamera dan iPad saya hilang itu sama dengan mobil-mobilan dia yang "hilang" masuk ke kolong.

WHAT HAVE I DONE TO DESERVE THIS SWEET BOY 😭😭😭

*

Nahla selalu bilang "harta itu serem kak, serem banget". Iya saya baru sadar itu sekarang, semakin banyak kita punya sesuatu, semakin besar kemungkinan kita "sakit" karena kehilangan, semakin tinggi rasa khawatir dan curiga.

Tapi yaaa, realistis aja sih. Nggak bakal juga tiba-tiba hidup minimalis hanya dengan satu koper gitu kaya yang lagi trendi hahaha Nggak sanggup, secukupnya aja yaaaa. Hasrat kebendaan ini kan paling susah dibendung karena bikin bahagia dengan instan. Sigh.

Dan ternyata kemalingan gini wajar terjadi di kota-kota besar ya! Iya sih saya sering denger cerita, tapi banyak orang yang saya ceritain soal ini pernah kehilangan dengan cara sama juga, kehilangan di ruang tamu juga karena nggak kunci pintu. Oh well.

Kuota kehilangan itu benar adanya.

Malem itu juga kami ke kantor polisi, mengantri 1 jam lebih dan belum juga kebagian jatah dibuatkan laporan pencuriannya. Kami mengobrol dan menyadari bahwa semua orang di sini melaporkan sesuatu yang hilang karena dicuri!

Saya baru tahu lho, di kantor polisi ruangannya itu beda dengan bikin surat kehilangan atm hilang. Ini ruangannya tegang, ada satu ibu yang ternyata pencuri ketangkep basah, sedang diinterogasi. Beberapa calon pelapor lain menunggu dengan wajah capek. Ditambah pak polisi yang menjawab ketus karena harus jaga image-lah! Ada maling di ruangan gitu loh!

Wow, banyak orang kehilangan artinya banyak yang mencuri, artinya banyak yang butuh uang. Mungkin memang BUTUH uang untuk makan, untuk beli susu, untuk anaknya sekolah.

Iya saya yakin, maling nekat seperti ini tidak akan mengambil kamera dan iPad saya untuk dibelikan iWatch dong? Priority bro. Nggak mungkin kan malingnya komplotan Danny Ocean karena masa iya yang dimaling cuma kamera dan iPad. 😶

Selintas saya mikir loh kok banyak orang jahat di dunia ini!

Tapi kemudian langsung tersadar bahwa nggak fair lah mikir kaya gitu karena kenyataannya orang baik juga banyak. Lebih banyak.

Orang-orang baik yang mau membantu mendorong mobil ke pinggir jalan meski tidak kenal, yang tidak menjambret HP kita saat sedang pesan ojek di sisi jalan yang ramai, yang rela ... apa lagi ya. Ya intinya banyakan orang baik kok! Dalam satu gedung kantor aja maling uang kantor paling berapa orang kan. Rasionya lebih banyak orang yang baik dan jujur kan!

Belum lagi memikirkan orang-orang yang harus mengambil kuota kehilangan mereka dengan cara yang kasar dan tidak manusiawi. Yang dirampok dengan senjata tajam sampai disekap di kamar mandi.

Ya intinya saya masih jauh lebih beruntung. Maling kamera itu hidupnya pasti tidak seberuntung saya. :')

Jadi ya kalau kalian baru kehilangan barang kaya saya, ingatlah selalu bahwa semua orang punya kuota kehilangan. Semua barang punya kuota kepemilikan. Nothing's immortal.

Dan selayaknya ibu-ibu, mari kita tutup postingan ini dengan kata mutiara yaitu ... selalu ada hikmah di balik setiap kejadian hahaha.

Kali ini hikmahnya adalah jadi beli kamera baru. Sebelumnya saya selalu ingin beli kamera tapi tak pernah punya alasan kuat untuk beli karena kamera lama pun tidak apa-apa hahahaha #win

Kalian pernah hilang barang elektronik kesayangan juga? Hilang apa? Jangan sedih ya, mungkin kuotanya sudah habis! ;)

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Kamera Hilang :(

on
Tuesday, August 15, 2017

Jadi gengs, di pagi yang cerah tadi aku sedang dirundung duka. Duka yang rasanya kaya ditonjok seketika terus langsung dilelepin ke air es. ALAH BANYAK GAYA. Ditonjok aja amit-amit nggak pernah, apalagi dilelepin ke air es.

Intinya kaya sedih tapi terus ya udah. Sedih sedih ikhlas. Sedih sedih merelakan gitu deh. Karena ...

KAMERA AKU HILANG

IYA KAMERA AKU HILANG WOW KAMERA YANG SUNGGUH AKU BANGGAKAN. HILANG. RAIB ENTAH KE MANA.

Misterius. HHHH.

Oke kronologi dulu apa kenangan dulu nih? SIGH.

🌵 Kronologi 🌲 

Weekend kemarin kami ke Bandung, ada nikahan sepupu sama pengajian adik saya. WE HAD FUN. Seru banget lah ketemu seluruh keluarga besar, dandan, pake baju baru, foto-foto, dan ini itu banyak sekali.

Baru sekian meter pergi dari rumah menuju Jakarta, ayah chat, memory card kamera ketinggalan. Oh ya udalah ya, nggak perlu diambil karena weekend ini ke Bandung lagi. Jadi cuma akan Senin, Selasa, Rabu di Jakarta.

Minggu malem nyampe di Jakarta, saya keluarin kamera yang kebetulan ada di tas saya (bukan tas kamera) karena toh buat apa? Kalau pun dibawa-bawa nggak ada memory card-nya juga. Saya simpan di rak buku di ruang tamu. Saya simpan juga iPad di rak buku yang sama.

Posisi rak buku ini tepat di depan pintu banget sih, kalau pintu kebuka emang keliatan langsung rak bukunya. Di rak yang sama kami menyimpan kunci-kunci, jadi Senin pagi pas berangkat sih yakin banget itu kamera dan iPad masih ada.

Senin malem saya pulang berdua Bebe. Pintu kekunci, saya kembali kunci pintu karena JG punya kunci lain. Saya nggak cek itu kamera dan iPad.

Selasa pagi, JG bangun, buka pintu dan manasin mobil terus mandi. Saya di kamar lagi siap-siap, pake skin care, pake baju. Bebe bobo. Kamar dan ruang tamu ini sebelahan btw. Jadi harusnya saya sadar sih kalau ada yang buka pintu. Tapi toh kenyataannya nggak.

Pas siap pergi, JG baru nanya: "kok kamera nggak ada?" Cari-cari di seluruh rumah dan mobil dan nggak ada.

Yak di situlah kami bengong. Lemes karena ya, kamera dan iPad nggak ada lagi di rak itu. Waktu itu masih nggak yakin sih sama iPad karena ya, iPad ini emang jarang banget dipake. Jarang banget like jarang banget.

Well.

Kami ke kantor dengan hampa. Masih ada sisa 10% denial bahwa oh lupa naro aja sih pasti. Sampai akhirnya siang-siang mulai inget banget semuanya. Mulai inget banget bahwa oh memang iya kok bener naronya di situ. Posisi kamera dan posisi iPad udah inget banget jelas. Ingatan memang kadang harus dipaksa keadaan. Sigh. Udalah pasti ilang.

MASALAHNYA ...

...

ILANGNYA GIMANA?

Kalau ditelusuri sih sekalinya pintu nggak kekunci itu memang cuma pas JG manasin mobil aja. Jadi ya, the scary part is, ada orang masuk rumah pas saya sama JG dan Bebe lagi di dalem rumah! YA ABIS GIMANA LAGI KALAU BUKAN GITU.

Langsung deh mikir macem-macem, gimana kalau dia masuk rumah terus nggak nemu kamera sama iPad. Dia akan melakukan apa? Apa dia akan lanjut jalan ke dalem dan KETEMU KAMI BERTIGA?

T________T

🌵 Kenangan 🌲 

Ya, saya dan JG penyimpan kenangan. Dulu saya menyimpan banyak banget barang-bareng kenangan yang bahkan jadi sampah doang kaya tag baju favorit atau tiket bioskop. Semua udah musnah sih karena Konmari.

Ini kamera banyak kenangannya nggak? Well, justru kamera ini adalah perekam kenangan itu sendiri huhuhuhuhuhu. Kamera ini udah nemenin saya dari awal punya blog, foto-foto Instagram hampir semua pake kamera itu, video YouTube juga.

Dan yang paling penting, kamera ini dibeliin ayah waktu saya belum nikah jadi sedihnya dobel. T__________T

Satu, sedih karena kameranya hadiah dari ayah. Dua, sedih karena kalau beli lagi artinya harus beli pake uang sendiri hahahahahaha. SAD.

Sepagian sampai siang itu saya cuma bengong aja mikirin kamera. Tumben-tumbenan juga hari sebelumnya ngosongin memory card, biasanya jarang banget sih ngosongin memory card. Apalagi foto-foto Bebe, paling didiemin aja di kamera. Yang dipindahin kemudian dihapus biasanya foto event aja.

Jadi ya, foto-fotonya aman karena memang nggak kebawa. Tasnya juga nggak dibawa karena pas banget kan itu kamera ada di tas saya. Jadi ya, batere satunya aman, blitz, sampai perintilan kaya tutup lensa aman sih.

SPEAKING OF LENSA. Itu lensanya dapet nyari mau nangis banget! Lensanya rare, nyari berbulan-bulan nggak nemu. HHHH. Di Sony-nya nggak ada, di group, di semua marketplace nggak ada yang jual. Kehebohan hidupku mencari lensa diakhiri dengan hilang begitu saja. HIKS.

Yang punya lensa Sony 35 mm F1,8 boleh loh sini dijual sama akuuuu. T_________T

via GIPHY

Baru sekitar jam 1 siang saya inget, oiya iPad juga ilang. Dan baru ngaktifin lost mode di Find My iPhone huhu sungguh telat. Di Find My iPhone sih tulisannya iPad-nya offline. Dan itu iPad emang nggak saya isi kuota whatsoever. Langsung diaktifin lost mode dan ngarep itu iPad belum di-wipe.

iPad ini lebih dahsyat sih kenangannya. Dulu dapet dari menang kuis dari FOX International. Punya Instagram pertama kali di iPad, zaman liputan bawa iPad banget buat wawancara, gambar, main game semua di iPad. Saya pernah banci game banget main Hay Day sampai Virtual City gitu-gitu semua main di iPad.

Cuma karena akhir-akhir ini jarang dipake jadinya nggak terlalu nyesek. Kampretnya, case iPad abis saya buka dan simpen di mobil hahahaha. Begitu pula dengan camera strap, baru diganti sama yang ori-nya. Jadi iPadnya dikasih dan hilang, casenya saya beli sendiri, ada. Kamera juga dikasih dan hilang, strapnya yang saya beli sendiri sih ada. Speechless ya hahaha.

Sok-sokan hahaha hahaha mulu dari tadi padahal sedih.

*

So yeah, now I'm camera-less. Mikir mau langsung beli lagi apa ya soalnya weekend ini adik saya nikahan, nanti sedih kalau nggak bisa foto-foto. Tapi browsing-browsing kamera kok tambah sedih. Apalagi mikirin lensa yang kemarin udah nggak ada hhh. Apalagi mikirin tiba-tiba harus keluar uang hhh. Sedih gengs, sedih.

Fuji atau Sony mau kasih aku kamera boleh lohhh. Email aja hahaha. Hari ini aja saya udah berhasil convince satu orang untuk beli kamera yang sama kaya yang akan saya beli nanti. Saya anaknya influencing banget emang lolol.

Oke deh pulang dulu deh dari kantor. Jadi terinspirasi mau nulis satu tulisan tentang kuota kepemilikan. BESOK YA! KALAU UDAH NGGAK SEDIH YA!

Tetap waspada ya kalian semua! Jakarta itu keras!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Tips Menulis Blog yang Menarik (2)

on
Monday, August 14, 2017


Ini adalah bagian dua dari tips menulis blog yang menarik. Bagian satunya bisa dibaca di sini ya:

Tips Menulis Blog yang Menarik (1)

Oke di bagian kedua ini akan masuk ke pemilihan topik. Milih topik ini emang ribet sih karena yaaa topik sih banyak tapi yang mana yang cocok sama pembaca kita dan diri kita sendiri ya kan?

⭐ Tentang topik ...

Coba kenali diri sendiri, apakah ada pemikiran kita yang spesial dan tidak biasa? Hal-hal tidak biasa ini biasanya disukai orang karena bikin kaget hahahaha.

Kalau nggak kepikiran ummmm, ya jangan nulis opini sih. Karena ya untuk apa nulis opini kalau opini itu adalah opini yang umum?

Misal saya nulis tentang selingkuh dan pelakor, itu rame karena sementara semesta menghujat, saya cenderung "membela" pelakor. Kalau kalian ikut menghujat juga terus nulis sih ya jadinya tulisannya biasa aja, nggak spesial.

Tapi ya jangan cuma anti mainstream, harus punya argumen kuat juga. Kalau nulis di luar kebiasaan orang banyak terus argumennya nggak kuat sih ya siap-siap aja dibully. :)

Jadi menurut saya sih yaaa, kalau kalian emang nggak punya cukup argumen, tulis yang ringan-ringan ajalah. Topik atau cerita sehari-hari, tips seputar rumah, atau tentang kejadian hari itu juga oke. Atau belajar nulis komedi aja! Baca di blognya Raditya Dika dulu banget dia suka share cara nulis komedi.

Karena kadang cerita yang biasa aja bisa jadi menarik dan lucu kalau kita bisa nulisnya. :)

Yang terpenting, tulislah sesuatu yang kita suka! Lebih gampang nulisnya!

⭐ Minta tolong baca dulu ke orang

Saya biasanya kasih dulu ke orang kalau tulisannya kontroversial. Misal yang ini AGAMA DAN MANUSIA, emang sih nggak viral kaya yang lain sampai ratusan ribu views, tapi tembus belasan ribu lah viewsnya. Dan nggak ada yang bantah argumen, karena mau bantah apa. Yang saya tulis emang bener kok.

Tapi tau bener apa nggak itu harus dinilai orang lain dulu. Tulisan itu saya kasih dulu ke JG, Gesi, Mba Windi, dan Nahla. Begitu mereka ok, baru saya publish. Kalau mereka belum sreg, saya edit dulu sana-sini karena kalau orang terdekat saya yang satu pikiran aja nggak sreg, apalagi orang lain?

Untuk topik kontroversial, pencarian plot hole sama orang terdekat itu penting hahaha. Tapi kalau nulisnya lucu-lucuan kaya tulisan si neng ini TENTANG HIDUP SEMPURNA ARTIS INSTAGRAM (A.K.A SI NENG A) saya nggak kasih ke orang dulu karena takut ternoda kemurnian lucunya hahaha.

Sumpah gue kenapa jadi orang pede amat hahahahah

⭐ Endapkan

Ya, mengendapkan tulisan itu penting. Kalau nggak penting-penting amat nggak perlu diendapkan lama-lama sih. Nulis malem, baca lagi pagi. Tapi kembali lagi, kalau nulis yang kontroversial kaya SELINGKUH itu saya nulisnya seminggu lebih. Endapkan, edit, endapkan, edit, tiap hari aja begitu.

⭐ Keep it short

Ini nih, saya sering ngomelin mba Windi gara-gara nulisnya panjang banget astagaaa. Ngasih contoh kasus aja bisa 5 cerita sendiri, padahal mah 2 cerita aja orang udah nangkep kok intinya.

Saya selalu edit banyak. Ketika proofread atau setelah diendapkan, banyak sekali yang saya hapus supaya tidak bertele-tele. Yang penting pembaca nangkep intinya. Soalnya makin panjang nanti orang makin males bacanya. Scroll aja terus tapi inti masalah nggak kesebut terus.

⭐ Latihan!

Iya beberapa waktu lalu saya baca tulisan orang tentang pengalaman dia belajar nulis. Dia nggak punya background nulis apapun, cuma mendisiplinkan diri tiap malem nulis 400 kata kalau nggak salah. EMPAT TAHUN SETIAP HARI TANPA PUTUS DIA NULIS.

Empat tahun kemudian dia jadi kontributor tetap di beberapa publication dan punya kantor yang jual jasa nulis gitu buat CEO dan ghost writer. Dia bilang kalian nggak akan tahu apa itu disiplin sampai kalian mati-matian ngelakuin hal yang sama demi latihan untuk jadi lebih baik. Dan percaya nggak dia latihan nulis di mana? Di Quora aja loh. Padahal kesannya Quora tempat jawabin pertanyaan aja kan, tapi jadi tempat latihan nulis buat dia. So inspiring!

Ya kalau soal latihan ini saya nggak akan bantah sih karena saya sendiri nulis udah lama banget! Kalau untuk dibaca publik, saya nulis sejak SMP dan nggak putus sampai hari ini. Saya nulis untuk majalah dinding sekolah pas SMP dan SMA, saya kuliah jurnalistik, saya berkali-kali nulis resensi buku buat koran pas saya kuliah, saya jadi reporter, saya nulis buat publication lain, saya nulis buku, saya nulis blog. Sebagian besar hidup saya, saya habiskan nulis.

Dan itu kan bisa dianggap sebagai latihan! Terus menerus menulis adalah latihan yang tak kunjung henti. Dengan latihan juga kita belajar diksi yang banyak karena pas nulis mau nggak mau mikir dong nggak mau pake diksi yang sama terus. :)

Buat kalian yang punya blog, coba disiplinkan diri untuk nulis secara rutin. Kalau kalian nggak mau meluangkan waktu, nggak berusaha mencoba, ya mungkin nulis emang bukan buat kalian. Nyerah aja nggak apa-apa kok.

*loh kok judes*

*

Oke deh segitu aja. Panjang yaaaa. Semoga berguna ya! Selamat menulis semuanya!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Tips Menulis Blog yang Menarik (1)

Halo semuanya, mumpung hari Senin saya mau share sesuatu yang produktif yaitu tips menulis blog! Gila keren nggak tuh saya ngasih tips nulis hahahaha.


Saya sih berani ngasih tips nulis karena ya ngerasa bagus aja nulisnya HAHAHA. Ya iyalah, harus merasa mampu dulu dong baru kasih tips. Lagian saya sih pede tulisan saya enak dibaca lol. Terbukti ya dengan blog ini yang pembacanya ada terus sampai berjuta-juta kali kusenang deh. Makasih loh kaliaaannn! Makasihnya berjuta-juta kali juga. :*

Ini kayanya akan panjang sih tapi simak ya! Saya nulis ini iseng aja sih karena kadang suka pengen main ke blog orang tapi kok ya tulisannya nggak enak dibaca. Ceritanya nggak seru, point of viewnya biasa aja, cara nulisnya nggak spesial juga, eh terus malah baper curhat di socmed karena blognya sepi. Introspeksi dulu kaliii. :)

Ini dia tips menulis blog yang menarik ala annisast:

⭐ Nggak usah pusing sama kata ganti

Mau pake saya, pake aku, pake gue, bebas. Dan nggak perlu terus-terusan sama juga sih. Misal blog ini, di tulisan yang cenderung serius maka saya menggunakan "saya", di postingan remeh temeh kaya #SassyThursday gitu pakenya "gue".

Yang menentukan itu topiknya, ketika kita ngobrol serius sama orang yang nggak kita kenal, kita cenderung menggunakan saya kan. Dan ketika kita ngobrol sama temen-temen yang akrab dengan topik ringan, maka kita pake "aku" atau "gue" kan. Jadi ya nggak usah dibikin pusing!

Soalnya kata ganti ini ngaruh banget ke feel satu tulisan. Ketika kamu berusaha ngomong serius tapi ngomongnya "kasar" dan pake lo gue, orang nangkepnya bisa beda. Bisa dianggap marah atau malah dianggap nggak serius. Begicu.

Sementara kita nulis blog kan nggak selamanya serius dan nggak selamanya bercanda kan. Jadi sesuaikan kata ganti dengan topik dan feel tulisan.

⭐ Jangan menyingkat kata!

Gini ya saya kasih tau, menyingkat kata itu digunakan di SMS zaman dulu karena keterbatasan karakter. Lah zaman sekarang kan nggak ada yang dibatasi kecuali Twitter, udalah jangan singkat apa-apa. Saya sih chat aja udah nggak pernah nyingkat apapun sama sekali. "Yang" bukan "yg", "belum" bukan "blm".

Ini ngaruh ke psikologis pembaca, baca singkatan itu capek, nggak nyaman. Mana kadang singkatan orang kan beda sama orang lainnya, boro-boro baca dengan enak, malah mikirin arti singkatannya dulu.

Jadi tulis kata dengan utuh, nggak ada ruginya kok.

⭐ Perhatikan panjang paragraf

Yes, jangan kepanjangan dan jangan kependekan. Kalau saya sih maksimal 3 kalimat dalam satu paragraf. Jangan cuma satu kalimat dalam satu paragraf plis kalian bukan tribunnews ya. Baca paragraf yang terlalu pendek itu capek, sekalimat enter sekalimat enter hhhh.

⭐ Jangan mengulang kata yang sama

Sebisa mungkin jangan ulang kata yang sama baik dalam satu kalimat atau dalam satu paragraf. Karena itu MEMBOSANKAN. Contoh ini dari paragraf di atas:

Saya nulis ini iseng aja sih karena kadang suka pengen main ke blog orang tapi kok ya tulisannya nggak enak dibaca. Ceritanya nggak seru, point of viewnya biasa aja, cara nulisnya nggak spesial juga, eh terus malah baper curhat di socmed karena blognya sepi. Introspeksi dulu kaliii. :)

Coba kalau kalian nulisnya gini:

Saya nulis ini iseng aja sih karena kadang suka pengen main ke blog orang tapi kok ya tulisannya nggak enak dibaca. Ceritanya nggak seru, point of viewnya nggak seru, cara nulisnya nggak seru juga, eh terus malah baper curhat di socmed karena blognya sepi. Introspeksi dulu kaliii. :)

((( MENGULANG KATA NGGAK SERU )))

Yang mana yang lebih enak dibaca? Ya tentukanlah sendiri.

Mengulang kata boleh kalau tujuannya menekankan. Contoh:

Tapi Blue ini underrated banget ya, kurang duit promosi gitu sedih deh. Jadi nggak sempet se-hits Westlife atau Backstreet Boys gitu hhhh. Padahal Lee Ryan potensial banget. Potensial apa ya, ya potensial ngetop karena ganteng nyahahahaha. (lengkapnya di post ini)

Nangkep yaaa?

⭐ Proofread and proofread

Proofread itu penting. Kalau saya sih biasanya baru setengah aja udah saya preview dulu dan baca. Fungsinya kalau ternyata alurnya kurang enak, masih bisa atur ulang. Kalau udah selesai banget baru atur alur sih jadinya lebih ribet kan.

Dan jangan cuma baca sekali! Baca berkali-kali, pikirin dari sudut pandang orang yang baca, apa mereka ngerti apa maksud kita? Apa kita bisa mengirim emosi kita ke mereka?

Karena kadang kita nulis pakai bahasa tutur dan orang jadi bingung maksudnya apa karena mereka belum pernah ketemu langsung sama kita. Jadi baca berulang-ulang itu penting.

*

Oke ini kalau dilanjutin akan super panjang jadi saya bagi dua ya! Bagian keduanya bisa dibaca di sini:

Tips Menulis Blog yang Menarik (2)

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Survey Kidee Child Care Senopati

on
Saturday, August 12, 2017
Beberapa minggu lalu, saya survey ke Kidee Child Care Senopati, maunya sih ke Kidee Elnusa juga cuma kejauhan dari rumah dan kantor. Tulisan ini adalah bagian dari review dan survey daycare di Jakarta Pusat dalam rangka cari daycare untuk Bebe, anak saya yang usianya 3 tahun.

Jadi sudut pandangnya memang toddler bukan bayi. Ini bisa jadi bayangan aja karena survey satu-satu itu menyita waktu sekali kan. Tapi sebaiknya, ya datenglah ke beberapa daycare untuk survey dulu sebelum memutuskan mau ke daycare yang mana. Baca juga postingan lain tentang daycare di sini. :)


Kidee adalah daycare kedua yang saya kunjungi setelah Lovely Sunshine. Sengaja melebarkan sayap cari daycare Senopati karena kalau di Benhil dan sekitarnya udah nggak ada lagi. Ada sih Sahabat Islamic Childcare tapi saya belum ke sana. Pertimbangannya karena halamannya kecil dan pagernya nggak pernah ditutup jadi saya serem kalau pintu kebuka, Bebe lari ke jalan. Huhu.

Oke ini dia review singkat Kidee Child Care Senopati!

🏡 Lokasi

Kidee Child Care ini ada di Jalan Laksana deket Blok S. Jadi kalau kalian makan di pujasera Blok S itu kan sebenernya pertigaan dan depannya ada jalan ya. Nah itulah jalan Laksana. Dari pujasera itu langsung keliatan kok rumahnya agak di belokan gitu. Strategis banget kalau kerjanya di SCBD, deket banget sih ke sini.

🏡 Kondisi bangunan

Rumah satu lantai, bangunannya udah agak tua ya. Halamannya luas dan ada banyak sepeda serta mainan kaya perosotan gitu. Di luar ada rak sepatu anak jadi sepatu rapi. Kekurangannya nggak ada bel hahaha apa saya nggak nemu ya?

Saya ketok-ketok pager nggak ada yang bukain pintu sampai akhirnya ngintip-ngintip dan ada anak bukan pintu! Nggak serem sih soalnya pagernya tinggi dan digembok jadi anak nggak akan kabur. Tapi setelah anak itu muncul, pintu tetep nggak dibukain sampai akhirnya saya telepon ke dalem minta dibukain pintu. :S

Setelah di dalem baru dijelasin sama mbak supervisornya ternyata mas yang jaga di luar lagi keluar fotokopi walhasil orang dalem nggak ngeh kalau ada tamu.

Anaknya banyak ada 30-an anak dan ruang mainnya luas banget jadi nggak keliatan anak-anak numpuk di satu tempat gitu, ada halaman belakang terbuka pula jadi sirkulasi udara bagus. Cuma agak khawatir sama rak di ruang tengah soalnya nongol gitu nggak pake pengaman takut kejeduk, plus ada colokan di bawah nggak ditutup duh kukhawatir banget deh.

Tapi mungkin colokan mati ya mana tau ya kan, masa sih di daycare colokan hidup nggak ditutup.

🏡 Rasio caregiver dan anak

Loh kok lupa tanya ini hahahaha. Jadi waktu itu udah nanya-nanya sama temen saya yang anaknya udah lama di sana terus saya jadi percaya-percaya aja lol, nggak terlalu niat nanya, cuma niat liat rumahnya aja hahaha.

Tapi mbaknya banyak juga sih, ada teacher juga satu lagi main motorik halus injek-injek pasir kasar gitu sama bayi.

🏡 Jadwal harian

Kidee ini nggak ada preschool, cuma ada ekskul ngaji aja. Jadi jadwalnya standar daycare aja, dateng, mandi, makan, main, ngaji, makan siang, mandi lagi, bobo siang, makan lagi, nunggu dijemput. Ya standar daycare lah. Terus yang saya suka, pagi-pagi ada circle time.

Circle time deh kalau nggak salah namanya hahaha jadi semua anak dikumpulin di ruang main, dari bayi sampai yang gede-gede terus nyanyi, nari, dan lain-lainnya. Seru yaaaa!

🏡 Mandi

Kamar mandinya luaasss. Mandi sendiri-sendiri dong ya! Cuma katanya banyak anak yang udah sahabatan jadi mandinya berdua. Jadi ya tergantung anaknya juga.

🏡 Makan

Makannya standar daycare pada umumnya, 3 kali sehari makan berat, sekali buah dan sekali biskuit. Susu bawa sendiri.

Makanan dimasak di dapur daycare juga. Yang agak khawatir, dapurnya deket banget sama halaman belakang jadi pas saya ke sana ada anak di dapur padahal ada kompor nyala. Rada serem yha mengingat Bebe suka lari-lari tak tentu arah.

🏡 Tidur

Tidur ada kamarnya khusus cuma kasurnya baru dipasang kalau jam tidur, karena kalau dipasang sebelum itu jadinya diinjek-injek katanya malah dipake main. Tiap anak punya kasur sendiri dan nggak gantian sama anak lain.

🏡 Program preschool

Nggak ada, ada ekskul ngaji aja nambah Rp 150ribu tiap bulan. Katanya ada anak yang umurnya baru 1,5 tahun tapi udah hafal huruf hijaiyah gitu karena ngaji di Kidee setiap pagi. Tiap semester dapet report, strength weakness anak apa. Seru sih ya!

🏡 Mainan

Nah ini baru kusadari setelah JG ngomong "kok perasaan nggak liat mainan ya di Kidee?" iya ya kok nggak ada ya. Apa emang konsepnya nggak main-main ya. Cuma liat ada satu rak buku, itu pun bukunya nggak terlalu banyak. Mungkin disimpan di tempat tak terlihat lol.

🏡 Jam buka - tutup - overtime

Buka jam 6.30, tutup jam 6. Overtime-nyaaaaa ... LUPA NANYA HAHAHAHAH. Mengapa aku sungguh gagal menulis review. XD

🏡 CCTV

Ada CCTV dan online.

🏡 Toilet training

Ini juga nggak nanya deuh. Lupaaaa.

🏡 Report harian

Report daycare diberikan harian dan report perkembangan anak setiap 3 bulan.

🏡 Punishment

Tidak ada punishment/hukuman. Cuma dikasih tahu aja kalau memang anak salah.

🏡 Anak sakit

Seinget saya sih, nggak ada kamar isolasi ya. Tanya sendiri yaaa!

🏡 Lain-lain

Ada field trip dan bayar lagi tapi katanya nggak pernah lebih dari Rp 200ribu. Field trip-nya pake seragam gitu tampak seru sekali sih kalau liat di Instagram. Visit psikolog, dokter anak, dan dokter gigi setiap 6 bulan.

🏡 Biaya

Admin fee: Rp 2juta
Monthly fee: Rp 3,7juta
Ekskul: Rp 150ribu

Masih affordable sih, admin fee cuma sekali dan untuk itungan biaya daycare Jakarta Pusat juga masih ok ya menurut saya. Saya juga sempet WhatsApp sama ownernya dan ownernya baik banget. Ramaahhh banget padahal saya chat hari Sabtu pagi. Keramahan owner juga jadi pertimbangan banget sih buat saya, karena nanti kalau ada apa-apa kita kan komplain nomor satu ya ke owner dulu.

Masalahnya cuma satu ..

WAITING LIST 10 ANAK HUHUHUHUHUHU

Baca-baca di forum juga emang untung-untungan banget masuk ke sini hhhh. Tapi ya udalah akhirnya naro nama aja. Mengapa sungguh kurang beruntung hahaha.

Oke segitu aja review daycare Jakarta Pusat saya, next akan review Little Bee Daycare & Preschool. Minggu depan ya!

Baca review sebelumnya:

REVIEW LOVELY SUNSHINE DAYCARE BENHIL

dan cerita plus tips seputar daycare di tag:

TENTANG DAYCARE

See you daycare mommies!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SassyThursday: Tipe Cowok dari Masa ke Masa

on
Thursday, August 10, 2017

Judulnya panjang hahahaha. KEMBALI LAGI DI #SASSYTHURSDAY YANG YA AMPUN UDAH LAMA BANGET BOLOS! Abis Nahla sibuk dan aku malas jadi ya udah lol. Nggak perlu maksa karena yang bisa memaksa itu hanya jadi dewasa. Adulting is so damn hard.

Sigh. Gue dan Nahla sebenernya lagi capek banget nih nulis topik "terpaksa dewasa" terus jadi hari ini kami mau senang-senang dengan topik remeh temeh yaitu tipe cowok dari masa ke masa nyahahahaa. Sungguh topik majalah remaja sekali ya!

Baca punya Nahla:
Tipe Cowok dari Masa ke Masa

Gue sih yang ngasih ide tapi kemudian sendirinya blur. Nggak inget dulu suka cowok kaya apa ya? Emang punya yang namanya "tipe cowok"? Nggak sih kayanya, yang penting ngobrolnya nyambung aja. Dan speaking of "nyambung", nyambungnya anak SMP, SMA, dan kuliah serta sekarang itu pasti beda sih.

Jadi ya kalau harus nyebutin tipe cowok kesukaan sih gue beneran nggak bisa sama sekali. Yang penting mau dengerin gue ngomong, dah titik.

Pacar? Ya gitu aja, pas zaman sekolah sih yang penting suka lagu-lagu yang sama jadi nonton pensi bisa bareng ya kan. Bisa dibikinin mix tape juga pake radio. Lagu pilihannya ya gue otomatis sukalaahh kan setipe band kesukaannya nyahahaha. NAH! Jadi mendingan kita ngomongin bias di band aja!

Bias ini bahasa masa kini sih ya, buat yang nggak tau, artinya itu member favorit kita. Disebut bias karena apapun yang mereka lakukan, pandangan kita akan selalu bias kepadanya lol. Mau dia tidur mangap sambil ileran, kita tetep bilang dia ganteng. Bias sebias-biasnya nyahahaha.

Tapi ya, jauh sebelum era jadi reporter KPOP dan ketemu artis Korea, pada dasarnya gue emang lemah sama boyband. Anaknya fangirl boyband banget sampai nggak mau ngikutin One Direction karena meragukan diri sendiri bisa lolos dari jeratannya. Ya udah cukup tau hitsnya ajalah, plus kepoin Gigi dan Zayn. Aku harus tobat!

Perjalanan boyband gue cukup panjang. Dari SMP sih ya. SD gue ngapain sih auk, nggak inget sama sekali. Kayanya pas SD gue masih baca buku banget gitu deh. Belum ada pressure untuk nonton MTV hahaha.

Gue SMP tahun 2001 dan itu lagi zamannya Westlife banget. Backstreet Boys sama *NSYNC udah beberapa tahun sebelumnya ya CMIIW (LUPA). Yang jelas gue ngefans bangetnya sebenernya bukan sama Westlife. Tapi sama ...

...

BLUE!

Bias gue Lee Ryan. Bagi gue zaman SMP, Lee Ryan itu ganteng banget ya ampun.


Astaga kalian perlu tau gini doang gue Google Image-nya sambil blushing najong. :')))))

Gue ngefans sama Blue level pernah maksa ibu kantin sekolah SMP buat jual poster HAHAHAHAHAHA. Jadi dulu Blue itu jadi bintang iklan Pepsi Blue. Nah kantin sekolah gue jual dong Pepsi Blue dengan kulkas biru gitu kan. Dikasih lah sama orang promosi Pepsi: POSTER BLUE SEGEDE GABRUK. Dulu sih rasanya gede banget ya, kemarin-kemarin pas beberes Konmari kok ya cuma ukuran A3 lol.

(Baca: Beres-beres Rumah dengan Konmari Method Yuk!)

Bahan posternya itu bagus banget, bukan kertas tapi semacam plastik gitu. Kertas dilaminasi lah pokoknya bagus banget, nggak bisa sobek. Dan nggak Pepsi Pepsi amat juga, cuma mereka berdiri berempat pake baju biru abu terus ada logo Pepsi di bawahnya. Gue nanya dong ke ibu kantin, bu itu posternya buat saya aja. Karena jelas dia dikasih dan dia nggak ngefans sama Lee dong nggak kaya gue!

Terus sama ibu kantin nggak boleh coba! IH MAU NANGIS! Terus gue bujuk-bujukin karena itu kan itungannya poster official, sampai akhirnya dia bilang "ya udah tapi beli!" HUAAAA terus akhirnya gue beli Rp 1000 apa gitu lupa hahaha. Dulu uang jajan padahal Rp 1500 doang lolol kalau sama les baru dikasih Rp 3500.

Tapi Blue ini underrated banget ya, kurang duit promosi gitu sedih deh. Jadi nggak sempet se-hits Westlife atau Backstreet Boys gitu hhhh. Padahal Lee Ryan potensial banget. Potensial apa ya, ya potensial ngetop karena ganteng nyahahahaha.

Oke sebelum lanjut ke bias berikutnya, mari kita dengarkan dulu satu tembang dari Blue, All Rise. Yang nggak tau lagu ini nggak temenan! Haha!


Kalau sekarang di Blue ditanya siapa bias, gue pilih Simon sih ya. Suaranya bagus banget! Dulu suka Lee karena dia cute aja sih. Remeh lah aku mah.

Nah karena Blue kurang promosi, naturally ya gue suka juga Westlife. Tau bener-bener tau semua lagunya. Nah di Westlife, bias gue Nicky Byrne sama Brian McFadden. Nah dari sini aja udah keliatan kalau tipe cowok gue itu random banget. Apapaan nggak ada benang merahnya sama sekali gini.

Suka Nicky karena mukanya Amerika banget gitu. Model-model Aaron Carter. Suka Brian karena dia tinggi gede aja sih. Auk ah nggak jelas amat.

Yang jelas pas Brian pacaran sama si Kerry Atomic Kitten itu gue yang sebel karena Kerry pendek banget! Jari-jarinya juga pendek, gue inget mereka ngedate ke pantai gitu Kerry pake bikini dan jelek hih berani-beraninya pacaran sama Brian. Memang sungguh tidak masuk akal sekali ya sebelnya hahaha.



Sama Westlife ini bersyukur sih karena beberapa tahun lalu pas mereka ke sini gue nonton HUHUHUHU. SUMPAH TERHARU. Tapi promotornya sempet rusuh sih, jual tiket di luar kapasitas Tennis Indoor Senayan yang kecil banget gitu. Gue nonton festival kedorong-dorong sampai pengap banget dan akhirnya melambaikan tangan ke kamera.

NGGAK DENG. Melambaikan tangan ke mas-mas yang jaga gitu di seat atas minta dipindah karena gue sama temen-temen udah nggak kuat banget. Ya udah akhirnya pindah ke atas, duduk dan nyanyi-nyanyi sepanjang konser. Konser nostalgia banget senaaanggg!

Apa lagi ya?

Udah sih kayanya mereka doang yang ngaruh banget di hidup pas zaman SMP mah. SMA dengerinnya udah band macam Hoobastank gitu. Dan itu bukan karena ngerti tapi ya karena temen-temen dengerinnya itu ya udah ikutan aja hahaha. 180 derajat banget sama Nahla deh kalau soal musik mah.

Berikutnya punya bias lagi langsung yang ini. HAHAHAHAHA.


Ya gara-gara Boys Before Flower sih. Berikut-berikutnya sih bisa diliat di sini: daftar cowok ganteng kesayangan (TOP BIGBANG FTW!). Di situ baru keliatan ada tipenya ya. Mungkin memang butuh jadi agak tua dulu sampai bisa menentukan sukanya cowok kaya gimana. Makanya jangan nikah muda ya gengs. Hahaha.

(Baca: Rumitnya Menikah)

Sebenernya pengen bahas juga Backstreet Boys sama *NSYNC sih tapi duh kepanjangan. Intinya kalau di BSB gue suka Nick Carter lah who else! Combo sama Aaron Carter juga. Brother of the era. Kalau *NSYNC ya Justin Timberlake tentu saja karena Britney Spears my queen! Kalau Britney konser di sini gue mau nonton!

Btw nanggung nostalgia, INGET MEREKA NGGAK? GILA SIH ANAK MTV MILENIUM MANA SUARANYAAAAA?!


Steps tahun ini 20 tahun! Mereka comeback dan punya album baru omg omg omg. Duh gue beneran harus bikin satu postingan tentang nostalgia lagu favorit 90-an.

Masa-masa di mana kalau mau tau band favorit itu bener-bener cuma dari majalah dan tabloid Fantasi. Harus rajin dengerin radio dan mantengin MTV karena kalau nggak gitu nggak akan tau apa-apa soal mereka. Masa-masa itu. :')

Kalau kalian gimana? Suka tipe cowok kaya gimana? Siapa bias boybandnya? AYO NGAKU!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Bebe dan Bahasa Inggris, 6 Bulan Pertama

on
Wednesday, August 9, 2017
Sudah masuk bulan keenam sejak Bebe pertama kali bilingual dengan bahasa Inggris di rumah. Saya mau update progress-nya nih. Siapa tau bikin semangat buat ibu-ibu yang juga mau coba bilingual di rumah. :)


Update dari mana yaaaa. Lhoh kok bingung sendiri hahahaha. Oiya sebelum mulai saya mau bilang dulu kalau no, bahasa Inggris saya nggak sebagus itu kok serius. Kalau bahasa Inggris saya bagus banget kali udah jadi wartawan di Amerika hahahaha (sepertinya mudah lol nurut ngana aja).

Tapi ya kalian-kalian yang millennials saya yakin bisa laahhh bahasa Inggris sehari-hari mah ya. Saya percaya kalian bisaaaa hahahaha. Dan ya, saya kan cuma ngomong sehari-hari sama Bebe mah. Mau ngomong apa juga ya kan.

Saya bikin poin aja ya! Ada 5 poin. Ayo simak baik-baik!

📢 Udah bisa apa?

Sebulan belakangan udah berani ngomong! Itu sih kemajuan yang sangat membanggakan hahaha karena ada masa-masa dia nggak mau ngomong sedikitpun. Dia ngerti saya tanya apa, tapi dia tetap jawab dengan bahasa Indonesia. We've all been there, right? Ngerti sih ngerti tapi takut ngomong.

Dia udah tau anggota tubuh, binatang, warna, kendaraan, apa lagi ya yang basic-basic gitu lah. Bebe juga mulai merangkai kalimat dan ini bikin terharu. Oiya jangan kira langsung bener ya! Saya kan ngikutin bayi-bayi blogger luar (yang cuma belajar bahasa Inggris aja) umur 2-3 tahun masih begitu aja kok Inggrisnya. Misal "my name Penny" bukan "my name is Penny" gitu.

Sekarang dia kasih sesuatu ke saya dan bilang "is for you" (this is for you), kalau nunjuk sesuatu bisa bilang "this one, this one, this, aaaannnnd this!", bisa nanya "where the other?", bisa bilang kalau mau sesuatu "i want this", "i want sleep" pokonya i want i want aja nggak pake to hahaha. Bisa bilang "aylaik!" dan "so yummy!". Apa lagi ya. Bisa menggabungkan warna dan benda "black dog" "red firetruck" dll. Bisa nyanyi Twinkle Twinkle dengan pronunciation yang bener dan nggak ngarang lol.

Udah lumayan banget lah, komunikasi sehari-hari tidak terhambat sama sekali. Dan cara ngomongnya itu ... LUCU BANGET SUMPAH HAHAHAHAHA #shamelessmom

📢 Metodenya apa?

Awalnya saya ngomong dua bahasa sekaligus tapi itu capek banget huuuu. Nggak kuat. Capek lah karena ngomongnya jadi ngeluarin energi dua kali lebih banyak *anaknya itungan lol*. Tapi itu efektif banget loh kayanya. Soalnya Bebe jadi nggak nanya.

Jadi saya bener-bener "Are you hungry? Kamu lapar?" atau "No you can't do that Xylo, nggak boleh begitu Xylo" BAYANGIN AJA CAPEKNYA.

Terus saya nyerah di bulan pertama hahahahahaha.

Akhirnya ya udah bodo amat, kalau lagi males ya full Indonesia, kalau lagi on banget ya full Inggris. Cuma karena bahasa Indonesia dia udah lancar banget dia jadinya nanya kalau ada kata yang dia nggak ngerti. Misal saya bilang "don't throw it!", Bebe tidak tahu throw itu apa terus dia nanya "throw apa tuh?" Saya jawab dan dia biasanya langsung coba pake "throw ajalah!" HAHAHAHA

Nah jadi kayanya emang lebih gampang mengajarkan bahasa kedua setelah anak sangat lancar bahasa pertama. Jadi komunikasi bisa pakai dua bahasa. Cuma ya ingat, sebaiknya mulai diajarkan bahasa kedua sebelum usianya 6 tahun ya!

Alasannya ada di postingan yang ini: Mengajarkan Bahasa Inggris pada Balita

Banyak juga yang memang membagi orangtua kan, ibunya full Inggris, ayahnya full Indonesia sejak anak masih bayi. Nanti otomatis anak akan bisa keduanya asal konsisten. Nah kalau ini saya males karena saya sendiri pusing kalau ngobrol bertiga hahaha pengen nyautin pake bahasa Indonesia juga dong jadinya karena Bebe dan JG seru ngobrol pake bahasa Indonesia.

Ya intinya sayanya kurang nyaman lah hahaha *ALASAN!*

Nonton juga belum terlalu ngaruh ya. Katanya banyak anak yang jago bahasa Inggris karena seharian nonton Disney Channel, Bebe nonton sih tapi kayanya nggak ngaruh banyak. Jadi ya beda-beda, harus dicoba, jangan jadi anak dikasih nonton terus hanya demi dia bisa bahasa Inggris tapi kita nggak coba metode lain hehehe.

Saya coba juga dengan buku cerita bahasa Inggris sih. Lumayan ngaruh karena kalau ada kata yang dia nggak ngerti, dia stop kita cerita dan nanya. Jadi intinya interaksi ya! IYAAA.

📢 Reaksi Bebe gimana?

Awalnya marah. Kalau saya ngomong pake bahasa Inggris dia teriak "NGGAK MAU!" nggak mau jawab maksudnya. Dia agak nggak terima gitu kenapa tiba-tiba ibu ngomong banyak tapi dia nggak ngerti. Tapi ya nggak usah ditanggepin amat sih, harus ngotot aja kitanya.

Lama-lama dia mulai jawab meski pakai bahasa Indonesia, mulai berani tanya kata yang nggak dia ngerti, dan mulai berani ngomong.

Terus yang paling ngaruhnya banget sih ketemu anak orang yang ngomongnya bahasa Inggris juga. Jadi dia nggak ngerasa asing sendiri. Dia merasa itu bahasa yang umum buat anak-anak. Setelah itu naturally dia nggak marah lagi dan mulai terbiasa.

📢 Susah nggak sih?

Apapun yang perlu dilakukan dengan konsisten dan disiplin kan emang susah ya. Sekarang saya batasi aja dengan ngomong baik dalam bahasa Inggris, menegur yang perlu penjelasan saya pakai bahasa Indonesia.

Bukan apa-apa, sebel tau panjang lebar nyeramahin anak terus anaknya nggak ngerti hahahaha.

Jadi dibilang susah sih nggak susah ya, dibilang gampang juga ya nggak gampang karena butuh niat kuat. Niat Bebe bisa bahasa Inggris sejak bayi aja cukup sih karena ya anak-anak lain pada bisa masa Bebe nggak. Lagian effortnya kan cuma dari orangtuanya aja, nggak perlu les atau apa. Jadi niatkan!

📢 Apa nggak takut dia lupa bahasa Indonesia?

Nggak lah, lingkungan dia masih mayoritas bahasa Indonesia kok, saya yakin dia nggak akan lupa. Ngomong campur-campur sih iya banget dan itu wajar karena anak masih belajar tentang code switching, bagaimana melatih diri agar bisa bicara full satu bahasa.

Good news-nya, kalau sudah sampai code switching ya artinya anak sudah punya dua bahasa di otaknya. Senang ya!

Dan saya memang nggak pengen dia cuma bisa bahasa Inggris doang sih makanya tetep nekenin bahasa Indonesia juga. Kasian nanti kalau sekolahnya ternyata bahasa Indonesia takutnya pusing. Pokoknya sebelum urusan sekolah dimulai, Bebe harus lancar dulu kedua bahasa itu. Masuknya ke sekolah berbahasa Inggris atau bahasa Indonesia liat uangnya nanti hahahahaha.

*

Oiya, untuk penyemangat, saya nonton videonya mbak Yonna Kairupan. Anaknya empat dan semuanya lancar bahasa Inggris dari kecil karena di rumah bilingual. No, suaminya nggak bule dan anak-anaknya nggak di sekolah internasional. Karena konsisten aja dari kecil di rumah pakainya dua bahasa. Masa saya yang anak satu nggak sanggup?! #kompetitif

Nonton aja deh yaaa biar lebih jelas. Ada juga satu video lagi dengan anak-anak sebagai bintang tamu dan ditanya gimana perasaan mereka bisa bahasa Inggris sejak kecil. Cari sendiri di channelnya hahahah.


Oke deh segitu aja dari saya. Nanti diupdate lagi kalau udah ada progress yaaa!

See you when I see you!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Rumitnya Menikah

on
Monday, August 7, 2017
Saya tidak bicara dari sudut pandang agama ya. Kalau mau dilihat dengan sudut pandang agama apapun silakan, tapi mungkin tidak akan sesuai. :)


Di usia saya sekarang, lingkungan pertemanan saya rata-rata sudah menikah dengan dua anak. Usianya memang sudah masuk untuk punya dua anak. Usia ideal bagi society, belum tentu ideal bagi diri sendiri karena toh pada kenyataannya jumlah anak tidak berbanding lurus dengan kebahagiaan rumah tangga.

Ada yang terus menerus bertengkar karena suami selingkuh berkali-kali tapi tetap hamil lagi, made up sex that only made the baby but not the family. Bayinya jadi tapi hubungan suami istri tetap berantakan. Anak kedua pula. Istrinya nggak kerja pun.

Ada pula yang memaksa menikah padahal tidak satu prinsip dengan calon suami, dengan alasan berharap suami bisa membawa ke kehidupan yang lebih baik. Tapi ternyata tidak. Bagaimana bisa kalau definisi "hidup lebih baik"-nya pun berbeda? Hidup bersama orang yang tidak satu value itu melelahkan. Mau bercerai kok ya suami terlalu sempurna? Punya alasan apa?

Ada yang suaminya mendadak mengubah janji setelah menikah. Bayangan menikah menyenangkan jadi sebaliknya. Me time jalan-jalan dengan teman setelah semingguan mengurus dua anak tidak diberi izin. Padahal sebelum menikah sudah ditanya bolehkah ini dan itu, jawabannya selalu boleh.

Bahkan hal "sesederhana" melarang istri bekerja saja bisa jadi urusan panjang jika istrinya memang tipe yang senang bekerja dan tidak bisa hanya diam di rumah. Belum lagi urusan mertua, urusan sekolah anak, urusan suami yang tidak mau bantu pekerjaan rumah tangga, suami yang tidak mau dititipi anak, dan buanyak lagi.

(Baca: Beda Prinsip Lebih Baik Tidak Jadi Nikah Loh!)

Kalau mendengar cerita-cerita ketidakbahagiaan dalam pernikahan saya selalu merasa bersalah karena masih suka ngeluh hahaha. Meski satu prinsip pada segala hal, ya kami juga punya masalah kecil yang padahal bisa diabaikan. Padahal dibandingkan masalah orang lain sih duh remeh banget. Untuk hal-hal lain yang besar dan melelahkan, so far kami selalu satu suara.

Menghadapi Bebe, maka kami vs Bebe, menghadapi mertua dan keluarga saya maka kami vs mertua dan keluarga. Itu yang membuat kehidupan pernikahan saya rasanya tidak serumit orang-orang. Orang-orang yang seumuran saya loh ya, yang baru menikah 5 tahunan.

Karena banyak ya ternyata yang suami selalu membela ibunya dibanding istri. Pokoknya istri harus nurut ibu aja mau ibunya logis apa nggak. "Kamu nurut lah sama ibu aku!" Wow wow. Kenapa nggak kita diskusikan dulu berdua kemudian ambil keputusan BERDUA dan jelaskan ke mertua hasil keputusan BERDUA itu? Kan kamu nikahnya sama aku bukan sama ibu kamu?

T________T

Padahal mertua nyuruhnya itu punya anak lagi meski anak pertama masih kecil, biar capek sekalian katanya. Istri nurut ajalaahhh. Duh sakit kepala mikirinnya. Punya anak ya, mau sekarang mau nanti ya sama-sama capek. Kan terserah yang mau ngelahirin dong kapan mau beranak lagi. Kalau suami dan ibunya berkomplot nyuruh punya anak sementara yang hamil masih keberatan masa dipaksa? Emang perempuan hidup cuma buat jadi medium beranak doang?

T________T

DAN INI TRUE STORY. Semua contoh di atas tadi cerita beneran. Dari orang yang nikah baru 3-5 tahun! Nikah baru 3-5 tahun aja repotnya udah kaya gini wow. Kalau kata Nahla, bayangkan harus hidup kaya gitu 50 tahun lagi.

Karena sering denger curhat model seperti ini, maka sekarang kalau ada orang bilang duh pengen buru-buru nikah, saya dan JG pasti kompak bilang "Yakinnn? Duh pikir-pikir dulu lah". Dan kami serius soal itu. Kami tidak mau kalian jadi orang berikutnya yang curhat karena "nikah kok gini amat ya". Hiks.

Pusing ya? Iya nikah itu pusing banget, complicated.

Dan ya, orang-orang menikah ini selalu bicara pernikahan seolah menikah adalah sesuatu yang paling menyenangkan di dunia! Well, no, except you find the perfect one.

Katanya "nikah aja nggak apa-apa, iya sih pusing, tapi enaknya juga banyak" YA ITU KAN ELO. Saya sih nggak berani menyarankan orang menikah hanya karena pernikahan saya baik-baik saja. Ya saya baik-baik aja, orang lain? Kan belum tentu.

(Baca: Selingkuh dan Pelakor)

Banyak yang baik-baik saja tapi banyak juga yang berusaha terlihat baik-baik saja. Banyak yang tampak mesra di social media padahal menangis setiap malam. Banyak yang di luar sama-sama terus, di rumah mah ya masing-masing aja kaya nggak kenal. BANYAK. Banyak yang menikah socially bukan personally.

Karena sejak awal, banyak yang pernikahannya itu soal "social acceptance". Ya dalam tanda kutip. Menikah karena tertekan lingkungan, menikah karena memang merasa sudah usianya harus menikah, menikah karena keluarga meminta menikah, menikah karena ya mau ngapain lagi bro, semua temen udah nikah. Ya nggak tau, ngapain kek, keliling dunia mungkin?

Makanya menentukan tujuan menikah itu penting dibicarakan sejak awal. Oiya kita mau nikah, apa tujuannya?

Misal tujuan menikahnya adalah "melanjutkan keturunan" maka setelah menikah target berikutnya adalah punya anak dong? Terus ternyata nggak dikasih anak. Jadinya logis kan kalau salah satu minta cerai karena nggak bisa punya anak? Atau misal kalau istrinya yang ternyata punya masalah kesehatan, jadi logis dong kalau suami minta poligami? Ya karena memang tujuan awalnya kan melanjutkan keturunan.

Saran saya sih cari yang tujuannya hidup bersama selamanya deh. Nonton film Test Pack sama calon pasangan, tanya pendapatnya kalau itu terjadi sama kalian. Bukan promosi, tapi film itu ngasih gambaran banget pasangan yang ideal menurut saya. Menurut saya loh yaaa. :)

Tapi tenang dulu, ada kok pasangan yang bener-bener bahagia. Kategori ini pun masih terbagi dua. Hahaha.

Pertama, yang satu prinsip hidup jadinya santai sama segala sesuatu. Perfect match made in heaven. Berantem cuma urusan siapa yang mandi duluan lol. Satu visi misi, nggak saling menuntut suami harusnya gini, istri harusnya gitu!

Kedua, salah satu sebenernya sebel tapi ya udah terima ajalah daripada pusing. Telen aja udah, eh sori, ikhlas aja udah. Namanya juga nikah ya kan, harus saling ikhlas, harus toleran namanya juga dua kepala jadi satu. :)

(Baca: Mengurangi Intrik Rumah Tangga)

Masalahnya, ikhlas itu nggak gampang. Nggak semua orang punya stok ikhlas luber-luber. Ada yang di depan suami dan keluarga sempurna banget sebagai istri dan ibu. Tapi di social media ya ampuuunnn, 180 derajat. Terlihat sekali dia butuh teman untuk bicara, butuh teman untuk berdiskusi. Nyamber sana-sini, komen sana-sini. Kan kasian jadinya.

Atau yang lebih bisa menahan diri biasanya hanya curhat pada sahabat. Keluhan-keluhan yang tidak pernah terbayang karena di luaran sana mereka adalah pasangan sempurna yang bikin iri semua orang. Sahabat-sahabatnya ini yang jadi ikut sedih huhu kasihan tapi nggak bisa bantu banyak juga. :(

Inti dari semua ini adalah. Pikir yang banyak sebelum nikah! Tanya pertanyaan-pertanyaan ini ke calon pasangan! Dan perempuan harus mandiri, tidak mandiri, tidak mau punya penghasilan tidak apa-apa tapi siapkan storage untuk ikhlas yang banyak yaaa. :)

Kalau setelah ini kalian jadi ragu menikah, bagus dong. Keraguan akan jadi kehati-hatian, dan menikah adalah keputusan yang harus diambil dengan hati-hati. Percayalah bahwa dengan ragu dan hati-hati, kalian akan menemukan seseorang yang bisa berbagi prinsip hidup selamanya. Menjalani hidup tanpa jadi orang lain, tanpa harus selalu bersembunyi di balik kata ikhlas.

Karena sesungguhnya, keikhlasan tidak diperlukan lagi di sebuah hubungan yang berbagi prinsip hidup yang sama. Your life would be so much easier. Toleransi pasti ada, tapi sungguh di hal-hal yang sangat kecil sampai tidak pantas disematkan sebagai sebuah keikhlasan. :)

Untuk kalian yang belum menikah, merasa menikah terlambat, tidak menikah, atau sudah berhenti menikah, hal apapun tentang pernikahan tidak mengurangi sedikit pun dari harga kalian di dunia ini. You're all worth it.

Selamat hari Senin! Baca tulisan tentang pernikahan lainnya di sini ya! Tentang Nikah

-ast-

Untuk kesayangan aku, @jago_gerlong. Terima kasih untuk jadi kamu yang seperti aku. Untuk diskusi masalah yang tidak pernah panjang, untuk pertengkaran yang tidak pernah bermalam, untuk jadi jawaban atas semua kebimbangan. I love you 💛 (TOLONG INI DISCREENCAP DAN BELIIN AKU IPHONE 7 DONG! HAHAHA)


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Memanjakan Bebe

on
Friday, August 4, 2017

Akhir-akhir ini Bebe sering nangis. Sering banget. Dari level nangis akting ke pojokan terus sesenggukan tanpa air mata, sampai nangis kejer beneran berurai air mata, ngamuk, sampai ngompol.

Sejak Senin sampai kemarin (saya nulis ini hari Kamis) setiap pagi Bebe nangis. Di mobil dia meluk saya kenceng banget dan bilang "aku nggak mau ke daycare". Kemudian saya leleh dan anter dia ke daycare, bukannya turun di kantor. Di daycare dia ngamuk.

Terus saya mellow gitu ke JG, Bebe kenapa ya, sedih deh jadi gampang nangis blablabla. Saya kemudian jadi baca-baca tentang perkembangan balita tiga tahun, baca milestone, baca apa yang dirasakan orangtua, baca soal family tradition and discipline, dan baru kerasa digetok. Ternyata masalahnya ada di saya, bukan di Bebe.

Faktor utamanya adalah karena saya baru ngerasa sayang banget sama Bebe! After 3 freaking years! Dulu pas Bebe 3 bulan dan pertama kali masuk daycare, orang-orang pada bilang "ya ampun tega amat bayi kecil ditaro di daycare!".

(Baca: Tips Adaptasi di Daycare)

Dan saya nggak paham kenapa harus nggak tega sih? Tega-tega aja ah! Hari pertama ok saya nangis karena khawatir, tapi hari-hari berikutnya ya biasa aja. Sayanya nggak drama atau apa. Ya itu tadi, ternyata dulu saya belum ngerasa se-attach itu sama Bebe. Huhu. Maaf ya, Be. :(

Makin gede wow Bebe makin menyenangkan ya, bisa diajak komunikasi, bisa diajak ngobrol, nggak ngebosenin, nggak usah nenenin, segala-gala bisa sendiri. Saya jadi seneng banget deket-deket dia, main sama dia, dan ngobrol sama dia. Baru kerasa wow punya anak itu lucu banget ya!

via GIPHY

Saya overwhelming sama semua kemampuan dia dan lupa kalau dia sebenernya masih balita dan harus diperlakukan sebagai balita. Saya lupa kalau saya harus membiarkan Bebe menangis karena anak kecil menangis itu wajar! Anak yang di daycare, anak yang sama nanny di rumah, anak yang sama ibunya di rumah, semua pasti menangis kan kalau memang sedang emosi? Jadi menangis itu tidak apa-apa!

(Saya aja sampai lupa saya pernah nulis 5 Alasan Anak Butuh Menangis)

Saya lupa kalau saya tidak boleh memanjakan Bebe. Saya lupa kalau harusnya saya tegas dan tidak memanjakan dia dengan banyak hal yang sebetulnya tidak perlu. Wah bener-bener sih kalau dirunut ke beberapa bulan terakhir, untuk pertama kalinya saya beli macam-macam barang yang terhitung nggak murah untuk Bebe. Dari baju, sepatu, mainan, sampai sepeda.

Padahal sejak bayi Bebe nggak pernah saya belikan barang apalagi mainan. Beli mainan murah aja nggak! Mainan Bebe dibeliin sama ibu saya atau hadiah dari orang. Saya dulu sama sekali nggak bisa relate sama ibu-ibu yang mengeluh model:

"setelah punya anak apa-apa belanja buat anak dulu, ibunya jadi jarang belanja"

atau

"ke mall niatnya beli tas sendiri, sampai sana malah beliin sepatu anak"

No, saya nggak pernah kaya gitu. Bahkan segala baju lucu aja nggak pernah saya beliin. Saya tetep belanja banyak untuk diri saya sendiri, Bebe secukupnya aja, sepatu aja cuma punya satu, nggak kaya ibu-ibu lain yang sepatu anaknya banyak banget hahaha.

Sampai beberapa bulan lalu hhhh. Tiba-tiba kok rasanya beli banyak barang banget buat Bebe. Sampai saya berulang kali bilang ke JG, he's so spoiled!

Bilang doang tapi, tiap dia minta apa juga dikasih. Anaknya nggak minta apa-apa juga tiba-tiba saya beliin apa gitu. T_____T Minta barang khususnya ya, cuma kalau nolak mandi, nolak berhenti nonton, gitu-gitu sih masih dimarahin.

Padahal dari dulu dia tantrum banget kan, tapi dulu sayanya tega. Karena dulu dia nangis doang sambil marah-marah, kalau sekarang nangis pake embel-embel "aku maunya ibu" atau "aku nggak mau mainan, aku mau ibu". Jadinya sayanya leleh deh.

Dan ternyata iya, ngasih barang-barang yang dia mau langsung seketika itu efeknya lumayan kerasa. Bebe yang sebelumnya mandiri dan jarang nangis, sekarang jadi nangisan banget.

Sedih deh ah. Langsung merasa bersalah karena jadi ibu yang kurang tegas dan kalah sama anak.

via GIPHY

Akhirnya nemu ini di babycenter and I plead guilty! Yang merah dari babycenter, dan yang ditulis biasa adalah perasaan saya ya. (deuh si eceu, apa-apa pake perasaan lol)

Leaving your child for the day or evening can be tough. Parents often have separation anxiety too – and sometimes a parent's anxiety can fuel it in the child. If your child is having a hard time saying goodbye, you might want to examine your own attitude toward parting. You could be inadvertently causing a problem if:

Ninggalin Bebe kapan pun berat banget rasanya sekarang. Belum sampai pengen resign sih, baru sampai ngerasa bersalah. Dan ya harus diakui ternyata memang attitude saya yang bikin dia jadi manja. Apa aja? SEMUANYA YANG DI BAWAH INI.

🙅 Your goodbyes take more than a minute or two and involve many hugs and kisses, tips, and reminders to the sitter or the child.

Oh tentu saja. Bukan a minute or two lagi, lebih dari 10 menit malah karena harusnya saya turun di kantor ini malah ikut dulu menjauh ke daycare Bebe. Sepanjang perjalanan malah peluk-peluk dan cium-cium terus. Tsk. Padahal dulu memandang sebelah mata ibu-ibu yang kurang kuat kaya gini. *sigh*

🙅 You leave and then return quickly just to check on your child or give one last kiss.

Nggak leave and return quicky sih tapi molor-molorin waktu biar bisa lebih lama peluk Bebe. Hah aku menyesal sekali. :(

🙅 You ask, "Will you miss me?" or are visibly emotional about leaving.

Saya ngomong "Ibu kangen juga kok sama Bebe kalau Bebe di daycare and blablabla kalimat sayang-sayangan". Yang bikin mellow kok ya diri sendiri ah sebel.

🙅 You provide complicated explanations for why you have to go and make elaborate promises about what you'll do together when you get back.

Iya ini ngaku salah. Mana saya sampai iming-imingi mainan! Kalau tidak nangis nanti ibu pulang bawa mainan baru. Kemudian dia tambah drama "aku nggak mau mainan aku mau ibu" T_________T

🙅 Your child's sharp antennae and busy imagination will pick up on your cues. A cheerful, confident attitude goes a long way in making partings pleasant. Keep in mind that it's healthy for a 3-year-old to spend time in the company of other adults, so by making goodbyes short and sweet, you're doing him a big favor.

Ya, kalimat terakhir akan selalu saya ingat. Bebe lebih aman dan lebih produktif di daycare daripada hanya di rumah bersama saya yang nggak bahagia. Saya yang ikut mellow dan sedih banget pas naro Bebe di daycare jadi efek negatif buat Bebenya sendiri. Harus ceria ya nanti lagi! #monolog

source: babycenter 

Tapi ya, jadi orangtua kan pembelajaran seumur hidup nih, ya udah saya terima kesalahan saya dan mulai menata hati serta logika biar bisa kembali tegas sama Bebe. Dan emang kerasa banget loh Bebe manja kalau ada saya doang!

Kemarin pagi akhirnya nguat-nguatin hati dan tetep turun di kantor. Bebe ngamuk di-strap di car seat. Nggak nyampe 5 menit JG chat katanya Bebe udah berhenti nangis dan langsung ceria. YAELAAHHH.

Hari-hari sebelumnya berarti emang sayanya yang drama. Pake aturan nganter ke daycare segala, mandiin, nemenin makan, dan ikut sedih pas akhirnya saya tetep harus berangkat kerja. Besokannya juga sama, pake cium-ciumin terus selama di mobil, ngamuk deh akhirnya pas turun di daycare.

Lagian saya ngapain drama coba, kalau pun Bebe di rumah seharian sama saya, pasti ada aja kok yang bikin dia nangis. Yang ada malah makin gampang ngambek karena saya manjain. Sementara di daycare dia jarang banget nangis.

Well, itulah cerita minggu ini dari saya. Semoga bisa diambil hikmahnya ya bahwa jika merasa anak manja maka bercermin dulu pada perilaku kita sendiri. :)

Selamat akhir pekan!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Survey Lovely Sunshine Daycare Jakarta

on
Wednesday, August 2, 2017
Halo, kali ini saya mau berbagi hasil survey Lovely Sunshine Daycare Jakarta Pusat yang terletak di Jalan Danau Poso Benhil. Review di sini bukan berarti saya pernah mencoba menitipkan anak di sini ya, ini hasil survey dan tanya-tanya pada daycare yang bersangkutan. 

Tulisan ini adalah bagian dari review dan survey daycare di Jakarta yang saya lakukan dalam rangka cari daycare untuk Bebe, anak saya yang usianya 3 tahun, jadi sudut pandangnya memang toddler bukan bayi. Ini bisa jadi bayangan aja karena survey satu-satu itu menyita waktu sekali kan. Tapi sebaiknya, ya datenglah ke beberapa daycare untuk survey dulu sebelum memutuskan mau ke daycare yang mana. Baca juga postingan lain tentang daycare di sini. :)


Lovely Sunshine Daycare ini sebetulnya adalah target utama dari calon preschool dan daycare Bebe. Hanya saja tahun lalu saya sempat main ke sini dan rasanya kurang sreg. Tapi waktu itu saya nggak terlalu tanya detail karena memang iseng doang, minggu lalu saya dan JG balik lagi ke sini untuk tanya se-detail mungkin dan ... tetep kurang sreg hehehe.

Ini detailnya ya. Setiap daycare yang saya review, saya tulis detail yang sama supaya bisa dibandingkan satu sama lain.

🏡 Lokasi

Lovely Sunshine ini terletak di Jalan Danau Poso no 157, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Strategis buat yang kerjanya di daerah Sudirman - Kuningan - Slipi. Daycare di daerah Benhil ini ada beberapa, cuma yang ada preschool-nya hanya Lovely Sunshine ini (cmiiw).

🏡 Kondisi bangunan

Rumah dua lantai, masuk dengan fingerprint jadi nggak perlu ngebel terus nunggu dibukain pintu. Plus point karena nunggu dibukain pintu sebel hahaha. Di lantai satu untuk kelas dari 3 sampai 6 tahun, lantai dua untuk bayi sampai usia 2 tahun.

Anaknya banyak ada 30-an anak tapi menurut saya sih rumahnya terlalu kecil untuk nampung anak sebanyak itu. Ruang mainnya nggak terlalu besar, nggak ada halaman depan cuma ada halaman belakang kecil tempat tangga-tanggaan sama jungkat-jungkit. Kelasnya juga sempit.

Ini lumayan bikin mikir soalnya Bebe anaknya nggak mau diem, di kelas sempit bisa-bisa nggak bebas. :(

🏡 Rasio caregiver dan anak

Di Lovely Sunshine, satu mbak nggak terus menerus pegang anak yang sama. Sistemnya per kelas, jadi tiap kelas ada 1 teacher dan 2 caregiver. Di kelas pre-K untuk usia Bebe, waktu survey ada 6 anak. Masih ok sih ya rasionya. Pas lah.

Caregiver-nya juga dikasih training berkala. Kata supervisor, kalau ada komplain baju tertukar pun caregiver langsung ditegur karena artinya ia kurang konsentrasi. Wow.

🏡 Jadwal harian

Nah di luar ruangan yang sempit, saya nggak sreg sama jadwalnya yang terlalu banyak di kelas. Ini jadwal yang saya tangkep dari pembicaraan sama supervisornya. Baiknya di-confirm ulang ya buibu!

1. Dateng ke daycare pagi-pagi, anak dianter ortu langsung masuk kelas masing-masing
2. Mandi
3. Masuk kelas lagi, makan di kelas
4. Belajar di kelas, dari jam 9-12
5. Makan siang di kelas lagi
6. Tidur siang di kelas lagi (dipasang kasur)
7. Jam 2-6 (bangun tidur siang sampai dijemput), bergantian pakai ruang main dengan kelas lain. main tidak bersama anak yang lebih besar/lebih kecil jadi main di ruang bermain pakai jadwal.
8. Makan sore di kelas

Kok di kelas terus ya? Nggak bebas main di ruang main karena harus bergantian dengan anak kelas lain. Kalau anaknya udah gede dan tujuannya sekolah sih oke ya, kalau saya kan justru tujuannya Bebe main, sekolah cuma tambahan aja kalau dia mau.

🏡 Mandi

Ini juga kurang sreg karena mandinya berdua-berdua, katanya (iyes saya nanya) karena anak banyak sementara kamar mandi cuma satu. Berdua-berdua nggak cowok cewek sih tapi saya nggak mau huhuhuhu.

🏡 Makan

Makannya standar daycare pada umumnya, 3 kali sehari makan berat, sekali buah dan sekali biskuit. Susu bawa sendiri.

🏡 Tidur

Tidur di kelas seperti yang udah saya jelasin di atas. Ternyata banyak daycare dengan konsep kaya gini ya. Saya baru tau, soalnya daycare Bebe sekarang terpisah banget antara kelas, kamar anak cowok, kamar anak cewek, dan kamar bayi.

🏡 Program preschool

Yes ada program preschool dari Pre-K (3-4 tahun), K1 (4-5 tahun), K2 (5-6 tahun). Untuk pre-K masih pakai bahasa Indonesia, untuk K1 dan K2 udah mulai pakai bahasa Inggris. Diajari membaca tapi tidak dipaksa, hanya pengenalan huruf dan angka.

Kami ngobrol dengan teachernya, konsep belajarnya itu disiplin dan konsisten. Karena dengan konsistensi, anak akan disiplin karena terbiasa.

Tiap minggu ada goals untuk masing-masing anak, jadi nggak memaksakan goals yang sama ke semua anak. Kalau anak nggak nyampe goals-nya maka dikomunikasikan dengan orangtua. Cukup oke sih ya menurut aku.

🏡 Mainan

Mainannya lumayan banyak, ada ayunan dan perosotan. Ada rumah-rumahan yang baru dicuci juga pas saya survey. Ada kompor dan masak-masakan yang Bebe suka banget! Ada mobil-mobilan polisi yang bisa dinaikin. Sampai sekarang kalau liat mobil polisi Bebe bilang "itu mobil polisi kaya di sekolah aku". Hahaha.

🏡 Jam buka - tutup - overtime

Buka jam 7, tutup jam 6. Overtime-nya oke loh, ada toleransi waktu 15 menit jadi baru dihitung overtime kalau udah jam 6.15 sore. Pas banget buat saya dan kalian-kalian yang overtime terus hahahaha.

🏡 CCTV

Ada CCTV tapi aku lupa tanya apa bisa diakses orangtua atau nggak. :S

🏡 Toilet training

Ini juga nggak nanya deuh. Lupaaaa.

🏡 Report harian

Report daycare diberikan harian dan report preschool mingguan.

🏡 Punishment

Tidak ada punishment/hukuman. Kalau anak salah karena misal merebut mainan temannya, menurut supervisornya nggak dihukum gimana-gimana, cuma misalnya anak hanya disuruh diam beberapa menit di karpet merah (karpet karet puzzle itu loh).

🏡 Anak sakit

Nggak nanya masa lupa. Tapi pas keliling-keliling sih nggak ada kamar isolasi ya. Tanya sendiri ya buibuuuu!

🏡 Lain-lain

Ada field trip dan main ke taman cuma jadwalnya kurang jelas. Visit dokter anak dan dokter gigi setiap 3 bulan.

🏡 Biaya

Biaya Daycare dan Preschool Lovely Sunshine: Rp 3,2juta/bulan
Admission fee: Rp 2juta
Biaya preschool (tanpa daycare): Rp 1,95juta/bulan

Murah loh itungannya untuk daycare dan preschool. Worth it lah untuk orangtua yang anaknya udah usia preschool dan masih butuh daycare.

Dan namanya daycare ya, cocok-cocokan banget antara orangtua dan daycare itu sendiri. Temennya Bebe udah dua orang preschool di Lovely Sunshine. Dari segi fee bulanan juga itungannya murah dengan pertimbangan biaya daycare Jakarta Pusat yang lain

Oke itu dia review daycare pertama. Masih ada dua daycare lain di sekitar Jakarta Pusat dan Selatan yang akan saya review tapi nantiiii kalau sempet hahaha.

Selamat cari daycare buibu!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Galau Preschool

on
Monday, July 31, 2017

Seminggu belakangan saya galau karena preschool. *tarik nafas panjang*

Sebenernya saya sendiri nggak ngotot banget Bebe harus preschool sih karena sebagai ibu yang percaya diri, saya yakin dia nggak butuh-butuh amat preschool. Toh di daycare yang sekarang aja ada guru TK-nya kan sehari dua jam. Di rumah juga kami aktif baca buku, mewarnai, main ini itu yang selevel lah sama preschool hahaha.

Tapi kemudian kegelisahan itu muncul karena melihat progress bahasa Inggris Bebe yang udah keliatan banget dan jadinya pengen preschool bahasa Inggris biar cepet lancar! Itu sebelum saya tau kalau preschool bahasa Inggris itu ya ampun mahalnyaaa. Uang pangkalnya aja bisa Rp 10juta gitu. Langsung sedih karena sebagai kelas menengah, pilihan sekolah itu terbatas banget ya. :|

Selain urusan bahasa Inggris, urgensi cari preschool jadi makin kerasa karena sahabatnya Bebe di daycare, mari kita sebut aja dengan K, hari ini hari terakhir di daycare karena pindah ke daycare yang ada preschool-nya. T______T Sejak beberapa hari lalu saya dan ibunya K WhatsApp-an tentang ini dan saya mellow banget mikirin Bebe nggak ada temennya lagi di daycare yang sekarang.

Karena Bebe anaknya berteman banget, dia pilih-pilih sahabat sejak kecil. Natural mungkin karena sejak bayi di daycare kan, nggak mungkin temenan baik sama semua anak karena ya cocok-cocokan lah sama kaya kita orang dewasa. K ini umurnya emang udah 3 tahun 7 bulan, ibunya udah lebih gelisah lagi dari saya karena anaknya udah hampir 4 tahun tapi belum preschool juga.

(Baca: Pertanyaan Seputar Daycare)

Jangankan ditinggal selamanya (LEBAY BIAR), si K nggak masuk seminggu karena belum pulang dari kampung pas lebaran aja Bebe tiap sore cranky hhhh. Dan karena K keluar, otomatis Bebe jadi anak paling gede di daycare! Satu anak lagi yang seumuran Bebe banget kebetulan juga harus keluar bulan ini karena ayahnya pindah tugas ke Jogja. Duh aku mellow banget deh beneran semingguan ini.

T________T

Agak nggak terima kenapa Bebe tau-tau udah 3 tahun aja hahaha. Kok tau-tau ibu udah harus cari preschool aja sih? Kalau yang ibunya di rumah atau pake mbak mungkin nggak segalau ini ya, karena ya tinggal cari preschool aja kan yang deket rumah. Ini kami harus cari preschool yang deket rumah serta deket kantor, ada daycare-nya dengan biaya bulanan yang masih masuk budget. Huhu.

Karena mau sedih merenung berdiam diri doang mah tak akan berguna, kami pun mulai survey daycare plus preschool seputaran Jakarta Pusat, Jakarta Barat yang nggak terlalu barat, dan Jakarta Selatan yang nggak terlalu selatan. Gini nih akibat rumah di Barat perbatasan Pusat dan Selatan. Bingung sendiri karena kalau di Barat banget atau Selatan banget jadinya jauh.

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Lovely Sunshine di Jalan Danau Poso, Bendungan Hilir. Cuma saya nggak sreg sama segala sesuatunya sampai mau nangis karena Lovely Sunshine ini deket banget dari rumah dan kantor. Strategis banget. Cuma ya menurut saya kelebihannya cuma strategis aja.

Lengkapnya nanti saya tulis di blogpost terpisah ya! Seminggu ini tiap makan siang saya dan JG akan keluar muter untuk survey daycare Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Tiap abis survey akan saya bikin review-nya sekalian biar bisa kasih informasi juga buat buibu yang mungkin mau cari daycare buat anaknya.

(Baca: Tips Memilih Daycare)

Saya tetep nggak akan info di mana daycare Bebe jadi yang mau tau boleh email atau DM saya di Instagram ya. Agak kurang nyaman kalau harus sebut nama daycare Bebe di tempat umum gini. Nanti kalau udah pindah sih saya akan review lengkap daycare yang sekarang, yang jadi nggak disebut adalah daycare yang baru hehehe. :)

Kami akan survey ke 4 daycare yang secara jarak masih masuk akal untuk dikunjungi. Syarat saya sih nggak muluk-muluk (BOHONG) yang penting banget banget bangetnya adalah kamar anak laki-laki dan perempuan terpisah atau minimal bangetnya tiap anak punya kasur sendiri.

Ini penting karena saya geli banget mikirin Bebe harus gantian kasur sama anak lain. Kalau anak lainnya lagi sakit gimana?

Karena ternyata banyak daycare yang nggak peduliin hal ini dan anak bebas tidur di kasur yang mana aja. Plis aku nggak bisa bayanginnya pun. Saya maunya Bebe punya kasur sendiri dan itu jadi area pribadi dia kaya di daycare yang sekarang, bisa bawa selimut dan boneka sendiri. HUAAA MIKIRIN GINIAN AJA MELLOW.

T________T

Untuk preschool-nya, saya dan JG udah berdamai dengan kenyataan bahwa Bebe nggak akan bisa masuk preschool bahasa Inggris jadi ya kami harus bertahan hanya berbahasa Inggris di rumah meskipun campur-campur karena lelah banget sis harus ngomel pake bahasa Inggris sementara anak yang dimarahinnya nggak ngerti lol. Untuk percakapan biasa dan instruksi sederhana sih masih diusahakan sebisa mungkin pakai bahasa Inggris.

Jadi ya yang penting ada program setara preschool dan Bebe bisa belajar sesuatu yang baru di sekolah barunya nanti. Semoga juga bisa nemu sahabat baru yang bikin Bebe nyaman dan betah di daycare-nya. Aamiin.

Doakan kami semoga cepet ketemu daycare baru yang cocok ya!

(Baca postingan seputar daycare di sini!)

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

WHEN IT'S ONLY JG & AST #134 - #140

on
Friday, July 28, 2017

Hai haiii! Kembali lagi dengan percakapan kami. Saya tuh maunya sering-sering posting ini tapi kadang suka lupa nyatet kalau ada yang lucu jadi lewat aja. Semoga menghibur ya!

#134 Sampah

Di mobil, di tol menuju Bandung.

JG "Sayang aku mau buka jendela ya?"

Saya: "Ih ngapain!"

JG: "Aku mau buang sampah sembarangan"

Saya: "IH NGAPAIN IH!"

JG: "Sampahnya upil"

via GIPHY

*

#135 Mangga atau manggis?

Di kantor, jam makan siang JG telepon.

Saya: "Kamu makan siang apa?"

JG: "Aku makan telor asin doang sama mangga, tapi aku nggak tebak sih mangganya"

Saya: "Ya emang nggak usah ditebak sih mangga mah, manggis keles itu mah"

JG: "HEHE"

-________-

*

#136 Tabung gas

Pas pulkam lebaran, tabung gas dicopot dong selangnya. Balik lagi ke Jakarta kompornya kok jadi nggak nyala. JG uprek-uprek di dapur sendiri lamaaaa banget sampai akhirnya dia nyerah.

JG: "Sayang kompornya ga bisa nyala nih, kamu sini dong"

Saya jalan ke dapur kemudian kompornya langsung nyala!

Saya: "Tsk, aku moral support ya"

JG: "Tabung gas aja takut sama kamu apalagi aku"

via GIPHY

*

#137 Ponari

Mbak Sary Melati punya dua Alaskan Malamute, gemes banget anjing gede gitu. JG sebagai pecinta anjing langsung bahas terus.

JG: "Nama anjing mba Sary kaya ee loh, namanya poo"

Saya: "Ganti nama aja"

JG: "Iya sebenernya itu dari si Po Kungfu Panda sih"

Saya: "Kalau gitu ganti nama jadi ponari aja"

krik krik

JG: "Oke sayang mulai sekarang aku lebih baik diam daripada merusak imajinasi ponari kamu ok!"

via GIPHY

*

#138 Warisan

Bebe punya mainan alat berat gitu, salah satunya ada truk sampah (dump truck). Bebe ingin tisu disobek kecil dibulet-bulet dijadiin sampah. PR banget kan ya, buletin-buletin tisu sampai banyak. Pas udah selesai malah diacak-acak! Bertaburanlah itu tisu di seluruh kasur.

Ibu: "Kok diacak-acak sih? Ah ibu nggak mau bikinin lagi ah buat Salo ah!"

JG: "Be tuh dengerin ibu, kalau ibu marah kamu nggak dapet warisan loh nanti"

via GIPHY

*

#139 Oncom

Saya kebiasaan bilang oncom sebagai pengganti kata "kamp*et" atau "sialan" gitu konteks becanda ketawa-tawa ya. Kan lebih sopan aja lol. Suatu hari lagi ngobrol sama JG di mobil, dipikir Bebe nggak dengerin.

Saya; "Ah kamu oncom"

Bebe motong: "Appa oncom ya ibu?"

Saya: "Iya, kamu anak oncom"

Bebe: "Aku anak ibu bukan anak oncom"

HAHAHAHA

*

#140 Quote of the day


"Jika diam itu emas maka pacar kamu yang ambekan itu pasti sudah kaya,"
-- @jago_gerlong, 30 tahun, karyawan swasta.

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!