Kembali Mewujudkan Mimpi

on
Friday, July 7, 2017

Sejak awal pacaran, saya dan JG selalu membuat resolusi tahun baru bersama setiap tahun. Sudah pernah saya ceritakan kan ya, bagaimana kami selalu membuat list hal-hal yang ingin dicapai setiap tahun.

List itu kemudian didesain sedemikian rupa dan menjadi dua ukuran. Satu ukuran wallpaper hp dan satu lagi ukuran wallpaper laptop. Ketika tahun berganti, maka wallpaper pun berganti.

Kalau mau ditulis di kertas juga lebih bagus lagi. Tempel di dinding sebelah kasur, atau di pintu kulkas, atau di pintu kamar. Di mana saja asal selalu terlihat.

Dari tahun ke tahun hampir semua yang kami tulis terwujud. Bahkan tahunnya belum selesai, biasanya semua resolusi sudah di tangan! Wallpaper pun bisa diganti. Malah pernah dalam setahun membuat dua list resolusi saking semua sudah terkabul di setengah tahun pertama.

(Detail di sini: Resolusi Tahun Baru)

Maka kami pun membuat resolusi yang lebih dan lebih lagi. Tidak muluk-muluk seperti mulai berolahraga, resolusi kami biasanya seputar gaji, gadget baru, atau liburan ke luar negeri. Intinya hal-hal yang ingin dicapai di tahun itu.

Kecuali tahun ini.

Desember 2016 saya merenung apa yang ingin saya capai di tahun 2017. Tidak ada. Saat itu seperti tidak ada. Rasanya kami sudah merasa cukup dengan harta benda. Saat itu yang di otak saya hanya dua:

1. Konmari-kan rumah Bandung dan Jakarta. Ini sudah hampir selesai. Hampir karena tampaknya tidak akan selesai 100%. Berkat Konmari, saya juga berpikir ulang untuk membeli sesuatu yang kurang penting dan ini rekor hahaha.

Saya cerita lengkap di sini: Beres-beres Rumah dengan Metode Konmari Yuk!

2. Menyelesaikan dana pendidikan Bebe untuk masuk SD. Masih 3-4 tahun lagi memang deadline-nya, tapi kalau sesuai rencana akhir tahun ini pasti selesai. Berkat beberapa rezeki yang tidak terduga Alhamdulillah. Biarlah sudah 3 tahun tidak liburan asalkan uang SD Bebe selesai dulu. Tidak tenang rasanya liburan dengan utang uang pendidikan hahaha.

Lengkapnya bisa dibaca di sini: Tahap Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Dengan demikian, dua hal itu tau-tau 85% selesai. Saya dan JG pun mulai merenung. Apa lagi yang ingin kita capai?

Chat demi chat di siang hari, obrolan di mobil pagi-pagi, diskusi saat makan malam, akhirnya merumuskan mimpi baru. Mimpi lama yang dulu rasanya jauh sekali sekarang rasanya makin dekat dan sayang jika tidak dikejar dengan berlari lebih cepat, Untuk mimpi yang ini deadline-nya agak panjang, tidak satu tahun.

Saya pun langsung membuat wallpaper baru. Wallpaper resolusi dengan deadline terpanjang, empat tahun. Tidak bisa saya ceritakan karena masih terlalu jauh. Lewat mimpi itu muncul tekad-tekad baru. Tekad yang membuat hati bergemuruh jantung berpacu kencang. Nervous dan excited. Kami pasti bisa!

*TUMBEN SIS PUITIS AMAT NULISNYA HAHA*

Dan punya mimpi seperti ini deg-degannya emang bikin sedih dan mellow hahaha. Meskipun saya dan JG anaknya positif banget, pasti ada laahh ketakutan untuk gagal. Maka kami pun mendiskusikan plan B dan C - nya. Jadi nggak ada yang namanya gagal, yang ada hanya mengganti rencana dengan rencana berikutnya.

Meski deg-degan, punya mimpi juga senang sekali! Rasanya hidup kembali punya tujuan setelah setengah tahun hanya diam, leyeh-leyeh, beres-beres kenangan dan buang banyak sekali barang yang selama ini numpuk nggak jelas, cuma jadi energi negatif doang.

Aku senang!

Oiya selain menulis dan memvisualkan resolusi, kami juga biasanya berpegangan tangan erat-erat, memejamkan mata, dan meneriakkan mimpi itu berkali-kali di dalam hati. Pake aba-aba start dan stop. Caranya gini:

1. Tentukan kalimat tujuan, detail dan spesifik. Misal "mau beli mobil merek A dari dealer alias baru bukan mobil bekas paling lambat bulan September 2018".
2. Tentukan siapa yang akan kasih aba-aba start dan stop
3. Pegangan tangan kuat-kuat dan merem, tukang aba-aba bilang "START!"
4. Masih pegangan tangan, merem, teriakkan dalam hati kalimat yang tadi sudah disepakati. Teriakkan berkali-kali sebanyak mungkin sampai tukang aba-aba bilang "STOP!"

Sounds stupid? Kalian terlalu negatif kali hahahaha.

Teriak dalam hati sama-sama gini bikin pikiran positif coba deh. Bikin hati rasanya makin mantap sama tujuan. Dulu waktu masih main sama temen-temen, kami biasanya begini ramean. Jadi misal ada yang ingin sesuatu, kami merem sama-sama dan teriak dalam hati sama-sama. Ini cara lain untuk berdoa, juga berteriak agar universe mau bekerja sama. Afirmasi. :)

Jadi ya, pesannya untuk kalian yang belum nikah, kalau memang berniat nikah maka carilah pasangan yang bisa diajak berdiskusi mewujudkan mimpi. Yang bisa excited merumuskan masa depan ingin dibawa seperti apa.

Yang udah nikah mah nggak usah dibilangin lagi lah ya, pasti udah punya lah mimpi sama-sama kalau memang komunikasinya bagus mah, ya kan ya dong?

Doakan aku ya gengs! Kalau kalian lagi nganggur boleh loh merem dan teriakkan dalam hati "semoga Annisa Steviani berhasil mendapat apa ya ia inginkan!"

MAKASIHHHH. SELAMAT MEWUJUDKAN MIMPI!

-ast-
LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

8 comments on "Kembali Mewujudkan Mimpi"
  1. KOK SWEET BANGET SIH KALIAN :"

    ReplyDelete
  2. saya aminkan untuk wishlist mbak annisa.

    ReplyDelete
  3. Huh inginkan pasangan 👫 yang saling mendukung juga!

    ReplyDelete
  4. Saya juga sering ngobrolin mimpi ini itu dengan suami, tapi nggak pernah kepikiran dicatat atau dibikin wallpaper. MAkasih sudah ngasih inspirasi mba ^^

    ReplyDelete
  5. not stupid lah. itu seru! :)
    semoga terwujud ya semua impian-impiannya

    ReplyDelete
  6. Aamiin, semoga terwujud.. ikut doa juga ah dan semoga universe juga mendukung :)

    ReplyDelete
  7. unyu banget sih mbaaaa, ku jadi ingin menikah #halah hahahah

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)