Bebe dan Rasa Takut

on
Wednesday, October 11, 2017

Dulu waktu Bebe belum umur setahun, saya rasanya bangga banget punya anak nggak penakut. Naik kuda-kudaan yang goyang-goyang itu sambil BERDIRI, naik perosotan tinggi berani padahal belum bisa jalan, ngapain juga Bebe oke-oke aja deh, nggak ada takutnya sama sekali.

Baru beberapa lama kemudian kusadari, Bebe ternyata bukan anak pemberani tapi waktu umur setahun mah emang belum nyampe aja otaknya alias belum bisa mendefinisikan apa itu rasa takut. HAHAHA

Dan sebagai ibu-ibu, ketidaktahuan kadang ditutup kebanggaaan. Bangga sama halu beda tipis padahal huhu.

Karena kerasa banget makin gede makin jadi penakut kan anak-anak itu? Dan ini peer banget deh buat saya yang kompetitif.

Abisan saya maunya Bebe jadi anak yang benar-benar pemberani (bukan menurut kebanggaan saya aja). Tapi ternyata pemberani ini spektrumnya luas banget! BANGET! Dan sebagai ibu ambisius ya saya maunya Bebe pemberani di segala lini kehidupan lah! *REPOT*

Untuk kehidupan sosial, Bebe termasuk anak yang pemberani. Meski kadang malu ngomong, tapi dia nggak sungkan untuk ngajak anak lain yang baru ketemu main bareng. Apalagi kalau anaknya keliatan pendiam gitu, dia suka nyodorin mobil-mobilan terus mereka main bareng.

Makanya di daycare baru pun Bebe nggak punya kesulitan adaptasi. Kata missnya dari hari pertama dia udah cerewet aja dan mandiri banget kaya bank. Intinya saya bangga beneran sama kemampuan sosialnya karena terbukti! *apeu*

(Baca: Melarang Anak dengan Kata 'Jangan')

Nah tapi tentu saja Bebe takut sama hal lain.

Pas kemarin beli balance bike, dia nangis-nangis di mobil karena nggak sabar pengen nyampe rumah dan coba sepedanya. Di mobil, sepeda yang belum dirakit itu dia peluk. Nyampe rumah dia coba 5 detik terus bilang “nggak ah aku takut jatuh” terus ditinggalin aja gitu main yang lain. WHY!

Besoknya saya langsung beli peralatan safety lengkap dan saya liatin video-video anak lain yang udah jago balance bike. Saya jelasin juga kalau jatuh, tidak akan sakit karena kan sudah aman. Seminggu deh prosesnya sampai dia bener-bener mau nyoba balance bike-nya agak lama. Sebelumnya sih ya gitu aja, main 2 menit terus nggak mau dan main yang lain.

Sebelnya kalau dibilangin tuh ngejawab! Misal gini:

Ibu: “Kamu kan hebat Be, pasti bisalah naik sepeda”
Bebe: “Nggak ah aku nggak hebat. Aku takut jatuh terus sakit”

T________T


Karena jadi orangtua itu harus siap jadi motivator, maka ya saya sama JG terus-terusan kasih motivasi dan kalimat positif sama Bebe kalau Bebe pasti bisa naik sepeda. Sampai akhirnya ya bisa. Sebelnya lagi kalau udah bisa maka ia menuntut pujian.

“Aku udah bisa kebut loh ibu, aku hebat kan?”

IYA HEBAT IYAAA.

Tapi saya nulis ini karena momen kemarin. Gong dari segala urusan penakut ini yaitu Bebe ternyata takut banget naik monkey bar di sekolah! Bentuknya gini, nggak tinggi-tinggi amat lah setinggi saya doang. Dan ada pegangannya.

source

Awalnya saya liat temen-temennya Bebe pada bisa semua naik monkey bar ini. Manjat ke atas loh ya, manjat dari satu ujung ke ujung lainnya. Bahkan sampai anak umur 2 tahun aja udah pada bisa! Bebe penasaran pengen nyoba juga tapi terus baru dua tangga dia berhenti dan turun lagi. “Aku takut”

T________T

Saya rada nggak terima gitu karena kenapa takut deh? Anak lain buktinya bisa! Saya nggak mau dia jadi takut ketinggian kaya JG karena waktu kecil JG selalu dilarang main panjat-panjatan model gini.

Berhari-hari saya bawa monkey bar ini sebagai topik pembicaraan dan puji sebagai anak pemberani. Model “kamu kan anak pemberani, pasti bisa lah naik monkey bar” yang selalu dijawab dengan “aku nggak pemberani aku takut”.

T_______T

Sampai suatu hari saya nggak jemput, Bebe dijemput sama JG dan JG kirim foto Bebe lagi di atas monkey bar! KOK BISA!


JG bilang kalau Bebe mau selamatin robot harus naik monkey bar itu dulu. And it works! Jadi selama ini dia nggak mau naik itu kemungkinannya itu ada dua:

1. Bebe emang takut banget
2. Bebe nggak takut-takut amat tapi manja aja karena ada ibu

(Baca: Bebe yang Romantis)

Karena kalau ada ibu itu Bebe manja! Semua maunya sama ibu, semua maunya sambil dipeluk ibu, semua mendadak nggak bisa gitu hhhh.

Tapi ya saya jadi belajar juga. Bahwa rasa takut anak itu muncul sendiri tanpa ditakut-takuti, dan bisa dihilangkan dengan motivasi! #rhymes

Karena Bebe bener-bener nggak pernah ditakut-takuti siapapun tapi toh dia takut juga. Dan Bebe hanya butuh seminggu motivasi sampai akhirnya mampu melawan ketakutannya sendiri.

Ya tapi itu kan Bebe ya, nggak tau kalau anak lain hahaha. Kalau anak kalian takut apaaa?

-ast-
LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

6 comments on "Bebe dan Rasa Takut"
  1. ponakanku kelas tiga sd takut baca kalimat bahasa inggris kak, takut salah katanya huhuhu untungnya sodaraku berhasil ngasih motivasi jadinya sekarang dia berani baca kalimat-kalimat bahasa inggris

    ReplyDelete
  2. iyaaa..suka gemes sendiri klo anak takut tp kitanya yakin dia bisa,dan sekarang lagi sering begitu..😭
    anehnya klo kita ortunya udah hopeless dan jadi cuek malah anaknya malah jadi berani..😅

    ReplyDelete
  3. Aku salah fokus ke "capt. America" wkwkkw teh, jangan lelah2 ya berbagi pengalaman parenting. Aku sbg ibu baru (1tahun) mengidolakanmuuuu. Banyak yg aku ngga tau dan baru tau setelah baca2 blog atau twiter atau caption ig mu yg mengular itu :))) love love teh

    ReplyDelete
  4. Anak aku takut air...*whyy* diajak ke waterboom nangis, diajak ke pantai nangis liat air banyak 😑

    ReplyDelete
  5. duh gemesnya anak, jadi pengen nikah ini :-)

    ReplyDelete
  6. Semangat ya Bebe! Jadi inget masa kecil dulu kalo baca artikelnya mbak Annisa :(

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)