Image Slider

Catrice Illuminating Blush in Coral Me Maybe Review

on
Tuesday, January 31, 2017
Catrice Illuminating Blush in Coral Me Maybe Review


Haiii!

YEAY WINA REVIEW CATRICE!

Saya udah penasaran banget sama brand ini dari sejak available di Guardian. Cuma mau beli itu mau beli apa bingung hahaha.

Tapi ternyata kata Wina nggak terlalu pigmented, mungkin lebih cocok untuk blush on sehari-hari ya. Simak review Wina yaaa!




💖 Catrice adalah drugstore brand dari Jerman. Harganya terbilang affordable untuk makeup impor.

💖 Blush on dikemas dalam pan berbentuk bulat material plastik transparan.

💖 Blush on berpola chevron yang cantik banget, terdiri dari dua shades: pale coral pink dan versi lebih gelapnya.

💖 Illuminating blush dengan efek shimmery.

💖 Tekstur brush on padat, tidak terlalu powdery.

💖 Efeknya pipi rosy pink yang glowing. Cocok buat yang warna kulitnya pale to medium.

💖 Staying power OK, ngga mudah luntur sekitar 3-5 jam.



💔 Material plastik kemasannya terkesan ringkih. Tulisan nama brand juga mudah menghilang.

💔 Karena efeknya sheer, kurang cocok buat yang suka blush on pigmented. It takes effort to swipe the blush and put it to your cheek.

💔 Tidak dilengkapi brush.

💔 Baru dijual di Guardian mall-mall besar.



Rp63.500 untuk 7gr



Guardian di mall-mall besar



Yes



🌟🌟🌟✰✰

3 out of 5

Sampai jumpa di #SelasaCantik berikutnya!
Follow Wina di social media dan main-main ke blognya ya!

BLOG | IG: @mrswynnz | Twitter: @mswynnz




LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Mulan Inspired Makeup

on
Monday, January 30, 2017

HAI SEMUANYAAAA!

Jadi dalam rangka belajar makeup, saya lagi seneng makeup karakter karena makeup karakter itu menirukan orang lain. Meniru itu susah!

Kemarin saya udah niruin Princess Jasmine untuk kompetisi Wet n Wild kan. Nah dalam rangka Imlek saya akhirnya bikin satu-satunya Asian Disney Princess, Mulan!

CUMA NGGAK SEMPET EDIT VIDEONYA! HUHUHUHUHU. Makeup Imlek ini kolaborasi sama temen-temen di Blogger Ceria yeaaayyy!

Bikin Mulan ini dadakan banget. Karena saya kan cuma bisa syuting hari Minggu, terus baru punya ide Sabtu malem! Dipelototin lah itu foto Mulan dan mikir, hmmm apa yang kurang?

Bunga saya punya, biasanya buat props foto, bandananya ngegunting dari tas bekas goodie bag hahaha. Jilbab item ada, baju ala-ala aja pake jilbab lain yang kebetulan warnanya mirip.

Jadi inilah dia, produk yang aku pake:

- Foundation Revlon Colorstay
- City Color contour Stick and Highlight in Deep
- Concealer The Saem + Corrector Make Over
- Etude House Drawing Brows
- BH Cosmetics Party Girl After Hours Eyeshadow Palette
- Wet n Wild Mega Liner Liquid Eyeliner - Dark Brown
- Wet n Wild Silk Finish Lipstick in Cherry Frost
- Untuk poni berkibar itu aku pakai Wet n Wild Color Icon Brow Pencil - Brunettes Do It Better


Kesulitan yang aku hadapi, mungkin bisa untuk pelajaran ke depannya hahaha:

- Tes make up itu petnting! Gila stres abis nggak tes make up dulu, bingung gitu bikin mata sipit gimana caranya? Mata aku malah jadi gede itu karena aku pake soft lens sih huhu nggak punya soft lens ukuran normal jadi ya matanya jadi gede lol.

- Tes jilbab juga penting, gimana caranya biar bisa top bun? Auk gimana caranya, lamaaaa banget mikir sampai akhirnya thank God bisa juga huhu.

Udah sih itu aja. Semoga bisa secepetnya edit video yaaaa.

See you!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Tertohok Lagu Ruang Sendiri - Tulus

on
Friday, January 27, 2017

Jadi tuh saya anaknya update banget lagu-lagu di blantika musik tanah air. Saya tau lagu-lagunya Isyana, Raisa, GAC, Tulus gitu-gitu. Banyak lah. Saya tau-tau hafal aja gitu.

YA, TAU-TAU HAFAL. DENGAN TIDAK SENGAJA. KARENA DICEKOKI.

DICEKOKI JG. JG tipe yang dengerin lagu mulu di mana-mana, kaya kurang selera gitu kalau nggak setel playlist. Kalau saya justru nggak suka melakukan sesuatu sambil denger musik karena saya anaknya kebanyakan mikir. Kalau saya denger lagu pasti langsung kebayang oh ini lagunya artinya begini, kok dia menulis begini apa dia galau? Apa dia pernah disakitin orang lain? Pusing lah, ribet.

Kaya pas Justin Bieber rilis Love Yourself, langsung kepo wah ini lagu buat siapa, nggak mungkin buat cewek yang ini, pasti buat cewek yang ono. Follow ah Instagramnya, kemudian rempong sendiri dih dasar social climber padahal Bieber baik banget sama dia, blablabla. PANJANG URUSAN.

Nah, JG itu selera musiknya agak ajaib karena dia suka hip hop tapi di satu sisi dia suka Isyana Sarasvati. Benang merahnya di mana gituloh hellow? Mungkin ini bagian dari dia yang sulit ambil keputusan jadi bingung maunya suka apa? lol

(Baca: Anak dan Pengambilan Keputusan)

Pernah tiba-tiba saya humming lagu entah siapa kemudian JG "kok kamu nyanyi itu?" terus saya jawab nggak tau aku denger di radio kali. Kata JG "Nggak mungkin! Itu lagu Raisa yang nggak ada di radio. Aku dengerin Raisa sealbum!"

Oh well no wonder I know lah kalau gitu!

Dari sekian banyak lagu di playlist Yonder JG (anak XL promo Yonder dong ah lol) yang saya terngiang terus itu salah satunya lagu Tulus judulnya belakangan saya tau "Ruang Sendiri". Aduh judulnya aja udah makjleb.

Kalau ngomongin lagu, saya langsung tanya Nahla yang musikalitasnya sungguh tinggi. Saya chat dia dan nanya, aku mau bedah lagu nih, kamu suka lagu ini nggak? Musikalnya gimana?

PERTANYAAN SALAH PEMIRSA. Jawaban Nahla:

"Astaga aku paling suka lagu ini"
"Dia bentuk lagunya tornary form"
"A-B-A gitu"
"Terus aku suka banget melodinya si si si la do si. Jadi dia ambil si itu unik karena leading note"
"Aku pure suka karena reffnya si itu big thing"


I was like "what the f are you talking about?" Nahla menjawab dalam empat kata:

"KAN KATANYA BEDAH LAGU?"


Ya tapi saya nggak mudeng lah dia ngomong apa. Akhirnya Nahla menutup dengan "Udah intinya chordnya bagus, well made, melodinya ngikutin note dari extended chordnya. Tulis aja gitu biar kaya pintar wow annisast."

YA UDAH OKE DITULIS LAH BEGITU. Jangan lupa linkback aku ya, kata Nahla lagi. Oke ini linkback -> haloterong.com

Intinya saya senang karena lagu ini selain enak didengar, musikalitasnya juga ternyata oke. Nggak ecek-ecek. Yang belum denger coba denger dulu deh.


Masalah buat saya itu ada di liriknya yang begitu menohok gitu loh gengs. Mengapa itu seperti menyindir aku di masa lalu? Di saat benci banget kalau JG nggak mau ketemu HAHAHAHAHA.

"Ruang Sendiri" - Tulus

Beri aku kesempatan
'Tuk bisa merindukanmu
(Jangan datang terus)

TAPI AKU KAN KANGEN! Iya sih malem aja makan malem bareng. Kemarin malemnya makan malem bareng juga. Iya sih kalau kamu masuk siang, siangnya makan siang dulu di kantor aku. Iya sih, weekend juga kita sama-sama terus. Tapi kan aku ... kangen. :(

Beri juga aku ruang
Bebas dan sendiri
(Jangan ada terus)

Katanya sayang sama aku? BOHONG YA?!

Aku butuh tahu seberapa kubutuh kamu
Percayalah rindu itu baik untuk kita

OH JADI SELAMA INI KAMU NGERASA NGGAK BUTUH AKU? FAIN!

(Pagi melihatmu) menjelang siang kau tahu
(Aku ada di mana) sore nanti
Tak pernah sekalipun ada malam yang dingin
Hingga aku lupa rasanya sepi
Tak lagi sepi bisa kuhargai

Yaiya atuh kan namanya juga sayang. Kamu jadi lebih menghargai sepi daripada menghargai rasa kangen aku?

Baik buruk perubahanku
Tak akan kau sadari
(Kita berevolusi)

Aku nggak perlu sadar, aku sudah evolusi jadi manusia. Aku maunya kamu. :(

Bila kita ingin tahu
Seberapa besar rasa yang kita punya
Kita butuh ruang

Aku punya ruang, ruang rindu. *nyanyi lagu Letto*

(Pagi melihatmu) menjelang siang kau tahu
(Aku ada di mana) sore nanti
Tak pernah sekalipun ada malam yang dingin
Hingga aku lupa rasanya sepi
Tak lagi sepi bisa kuhargai

Kita tetap butuh ruang sendiri-sendiri
Untuk tetap menghargai rasanya sepi

Tak lagi sepi bisa kuhargai

AKU NGGAK MAU. Kamu pokoknya kabarin aku kalau udah nyampe kantor, kalau mau makan siang, kalau mau meeting, kalau mau pulang. Aku tau kosan aku lebih deket kantor aku dibanding kantor kamu TAPI KAMU JEMPUT YA. Aku nggak mau pulang sendiri. Aku lagi mens, perut aku sakit, aku mau bakso.

T_______T

*

WHY SO ABUSIVE. HAHAHAHAHAHA.

Ini mah judulnya entah kangen entah kesepian. Maklum anaknya ekstrovert, nggak suka yang sepi-sepi. Pantes JG dulu nyebelin, ternyata saya yang nganggep dia nyebelin padahal kayanya nggak nyebelin-nyebelin amat ya. Mungkin kalau lagu ini ada di zaman dulu saya bakal ngomel-ngomel dan nggak mau dengerin lagi lol.

Tapi di sisi lain, JG juga posesif banget super astaga. Jadi ya equal lah, sama dengan. Dulu ke mana-mana berdua, dari pulang ke Bandung sampai nonton konser. Sekarang udah nggak pernah berdua ke mana-mana karena BERTIGA. Hahahaha. Jadi ya terima kami bertiga atau kami tidak keluar rumah lol.

Udah ah geje. Tapi kayanya akan sering-sering nulis geje dari lagu gini. Daripada kupendam sendirian hahahaha.

Selamat Imlek!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

#SassyThursday: Menahan Diri

on
Thursday, January 26, 2017

Ini padahal cocoknya topik bulan puasa yah lol. Tapi saya nggak akan bahas menahan diri dari emosi dan amarah sih soalnya kepanjangan. Apalagi menahan diri dari maki-maki orang-orang nggak ada otak di Facebook yang mengukur kesuksesan perempuan dari jumlah anak dan status pernikahan. HAAAHHH EMOSI. Ogah ah, tulisan ini mau dari sisi menahan diri dalam mengeluarkan uang aja hahahaha.

Jadi beberapa minggu lalu saya dan Nahla membahas siliblend ... or silisponge if that term makes any sense. Ya pokoknya 'beauty blender' yang dari silicone itu loh. Padahal kami berdua punya sponge untuk aplikasi foundation yang masih baik-baik saja. Saya sendiri punya face expert brush Real Technique yang enak banget dipakai untuk foundie.

Baca punya Nahla:

Waktu itu saya bilang "udah nggak usah (beli), buat apa coba? nggak usahlah beli-beli gituan." Karena tidak penting maksudnya. Eh kemarin pagi malah saya yang nyasar di Shopee dan ngeliat-liat siliblend itu dengan harga mulai Rp 18ribu.

Saya mikirnya, alah 18ribu doang mayan lah kan sekalian bisa review di blog kan. Saya kembali chat Nahla. Kata Nahla dia udah nggak pengen karena liat review Ini Vindy yang bikin comparison sponge, brush, dan siliblend.

AHA! Jadi tersentak dan mikir ulang "KENAPA SAYA HARUS REVIEW COBA?" lol. Udah mulai banyak juga yang review, kecuali kalau saya nggak punya sponge dan brush, artinya saya memang butuh tapi ini kan saya hanya ingin punya. Sungguh tidak penting dan hanya akan jadi runtah di rumah.

Oke runtah terlalu kasar. Hanya akan jadi sarang debu di rumah, fyuh. Selamat.

Soal menahan diri ini saya belajar banyak dari Nahla. Nahla jago banget loh menahan diri untuk nggak beli barang, untuk nggak kebawa peer pressure.

Contohnya laptop, laptop Nahla udah lemot banget kasihan banget lah udah. RAM-nya cuma 2GB, tapi Nahla tetap produktif bikin video seminggu sekali, blogging, dan bikin order desain! Gila saya bisa stres kali ngerjain desain dengan laptop lemot huhu. Nahla stres tapi dia sabar. Kalau saya udah kabur pasti beli MacBook Pro. She deserves it! Kerjanya pasti lebih efektif.

Tapi yang Nahla lakukan adalah bersabar, bertanya merek laptop saya apa? (Dell) RAM-nya berapa giga? (4GB) Apakah rendering foto dan video lama? (Tidak sama sekali, padahal umurnya sudah 4 tahun). Dan sampai sekarang dia belum juga beli laptop baru padahal rendering video bisa berjam-jam, sementara saya setengah jam udah mentok paling lama.

Sungguh kesabaran adalah skill kehidupan paling utama. Well, Nahla I'm so proud of you. ❤

Salah satu yang paling berat adalah menahan diri tidak membeli skin care dan makeup dengan alasan "untuk di-review di blog". Seriously blog ini menghasilkan sebanyak apa untuk menulis review beauty?

Jadinya 50% review beauty di blog ini ditulis oleh Edwina (check out her blog here) yang menulis #SelasaCantik dua minggu sekali. Kemudian sisanya sponsored alias barangnya dikasih. Hanya satu postingan beauty yang bukan sponsored yaitu review The Face Shop CC Cushion ini. Ini pun saya dapet gratisan pas lagi promo tuker case cushion apapun, dapet CC Cushion ini hahahaha.

Dih, nggak modal. Lha iya kalau modal harus balik modal dong? Dengan cara apa? Saya kan bukan keturunan dinasti yang tidak pernah tahu jumlah uang di rekeningnya karena terlalu banyak dan selalu bertambah. Jadi balik modal harus dipikirin banget lol.

Lagi nulis beauty kan nggak perlu melulu review, bisa nulis tips juga loh. Seperti yang saya tulis soal brush makeup untuk pemula atau membersihkan muka dengan grapeseed oil.

Tapi kalau kalian melakukan itu, beli-beli barang mulu untuk dengan alasan bisa sekalian review di blog juga terserah sih, asal jangan ngutang aja biar sehat financial hahahaha canda gengs. Iya bener, kalau sharing membuat kalian hepi ngapain saya larang-larang juga lol. Cuma kalau saya sih memilih tidak, karena ... bokek lah apalagi. HAHAHAHA.

Dan saya juga bukan yang super irit dan mikir 1000 kali sebelum beli. Tapi minimal sekarang saya berpikir ulang, menunggu lebih lama. Bisa tiga hari sampai berminggu-minggu untuk memutuskan bahwa oke deh saya beli.

Dulu mah pengen apa sekarang ya beli sekarang, duit duit gue, gue kerja sendiri ya belanja sendiri lah yang penting dana-dana wajib aman. Tapi setahun belakangan udah nggak, udah pake akal sehat hahahaha. Dengan cara itu saya jadi bisa mengirit uang banyak sekali, dan yang terpenting tidak menumpuk barang!

Setelah saya cek resolusi tahun-tahun sebelumnya ternyata resolusi nggak numpuk barang ini resolusi 2015! Jadi baru setelah 2 tahun rumah saya agak lengang. Gila ya mencicil mengeluarkan barang selama 2 tahun.

Soalnya nggak bisa sekaligus, saya dan JG tipe yang menyimpan kenangan pada barang jadi berpisah itu sulit. Tahun 2015 yang keluar sebatas tempat-tempat makan yang jarang dipakai, dompet-dompet yang udah numpuk nggak jelas, sebagian tas, satu koper besar baju, apalagi ya. Pokoknya ada sekitar 4 dus berhasil dikeluarkan. Projectnya kami namai Purging the House. Keren nggak?

Padahal tahun itu yang keluar masih sedikit. Tahun 2016 kemarin kami sudah mengeluarkan 7 karung baju! Plus satu karung sepatu dan tas! Kini tas saya tinggal beberapa dan flat shoes hanya dua, YES DUA GENGS I'M SO PROUD. Slip on sisa dua, wedges 2, sepatu lari 2, sepatu sendal 2, nggak punya sendal hahahahaha. Rak sepatu dan baju kini lengang dan ada space kosong, nggak berjejalan lagi. Lega sekali rasanya.

Paling bangga adalah membawa ke Bandung satu kotak Koreaan saya. Isinya lighstick BANYAK. Official semua, semua artis yang pernah saya datangi saya beli lightsticknya huh. Terus CD dan DVD yang ada ttd artisnya (di antaranya Lee Min Ho yes, SAYA PUNYA CD TTD LEE MIN HO!). Terus press id konser dan press release, tiket konsernya, tiket pesawatnya, itinerarynya, belum tega dibuang karena itu momen-momen mengubah hidup semua. Tapi minimal sudah pindah ke Bandung. Sudah tidak di depan mata lagi. HAAAAA, DITULIS BEGINI MALAH JADI MELLOW.

T______T

OK SKIP.

Peernya adalah jangan beli-beli lagi yang nggak makna kalau tidak mau membuat lagi satu tumpukan barang baru.

(Baca: Suka Menumpuk Barang? Hidup Minimalis Yuk!)


Maka kalau kalian menyangka saya punya banyak makeup sebenarnya tidak hahaha. Foundation hanya punya satu, bedak dan segalanya hanya punya satu untuk setiap jenis kecuali lipstik yang beberapa warna. Kalau kebetulan dikasih warna sama yang saya kasih ke orang. Kadang tergoda banget beli foundation baru, untuk apa? Untuk direview? Sungguh racun duniawi, kemudian akan jadi disimpan saja, karena sesering apa sih pake foundation? Artis bukan, makeup artist bukan huhu.

Yang paling sulit dari menahan diri urusan belanjaan ini adalah dari barang-barang lucu nan gemas. Ini biasanya murah, pin 10ribuan, stiker 5ribuan gitu. Serasa jajan aja sih tapi stiker aja di laci banyak banget astaga. Pin banyak, masih beli-beli juga patch. Ah elah maunya apaaaa? Untung ini barang kecil gitu kan digelasin satu aja muat, nggak terlalu sita tempat.

Huft. Biarlah ini jadi peerku. :(

Peer lainnya adalah menahan diri dari ...

...

MAKANAN

T___________T

IYA MAKANAN SUNGGUH PENGGODA IMAN TERBERAT. Sakses nggak beli palet seharga Rp 200ribu eh pulang kantor tergoda makan di luar sama JG. Abis Rp 300ribu. Ya mending beli palet lah seenggaknya awet bertahun-tahun sampai kadaluarsa, lha makanan? Sampai rumah ee terus kelar. Huhu sedih.

Tapi makanan ini recharge energy banget sih beneran setelah seharian di kantor hahahahaha. Kalau capek banget gitu ngemall makan di sana terus kaya dapet suntikan energi baru hahahaha. Auk ah energi apa yang jelas begitu kok. Mall jadi tempat pelarian paling gampang. Ibunya pelarian, anaknya lari-larian. APA SIH NEENGGG? NGGAK APA-APA KOOKKK.

Kenapa sih jadi irit-irit amat? Yah, biar dana pendidikan Bebe cepet selesai huhuhuhu. TAHUN INI DAPEN HARUS SELESAI. Dan semoga diberi jalan untuk homeschooling jadi uangnya sisa banyak HAHAHAHAHAHA.

Bener nggak pola pikir kaya gitu sih? Apa jangan-jangan homeschooling lebh mahal dari SD swasta?

Alah jadi ngelantur. Udah ah ngantuk. Capek pun nulis ini tengkurep di kasur dengan Bebe yang berdiri di punggung saya kemudian menjatuhkan diri ke kasur. Naik lagi, jatohin diri lagi. Anteng, tidak menganggu saya dan saya pun tidak punya alasan melarang. Gila saya nggak nyangka punya anak laki-laki membuat saya ketergantungan mbak pijit.

Oke ngelantur sesi dua sudah selesai.

Kalau kamu, menahan diri dari apa yang tersulit buat kamu? Share yaaa!

-ast-



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Agar Anak Mau Duduk di Car Seat

on
Wednesday, January 25, 2017
Yak, ini adalah pertanyaan semua umat terutama ibu-ibu dengan bayi yang sering pergi-pergi, gimana sih caranya agar anak mau duduk di car seat? Gimana biar anak betah di car seat?

agar anak betah di car seat

Hai hai semuanya.

Saya kembali dengan artikel parenting. Finally! Seperti yang sudah saya bilang di atas, saya akan berbagi tips tentang bagaimana agar anak betah duduk di car seat.

Soalnya saya sering dapet pertanyaan ini "Bebe kok mau sih duduk di car seat? Anakku susah banget!".

Sebelum masuk ke tips, ibu-ibu yang hamil atau baru melahirkan juga suka nanya saya: "mau beli car seat deh buat anak, beli merek apa ya?" Jawaban pertama saya pasti "butuh banget car seat? akan dipakai sesering apa?" Kalau cuma sebulan sekali ke rumah nenek mah anaknya nggak bakal mau sih dijamin. Kecuali ibunya strict banget anak jerit-jerit ngamuk tetep di-strap di car seat ya. Ya udah good lah kalau gitu.

Kalau kaya saya kan anak nangis di car seat pasti saya turunin dan nenenin, kalau kalian model kaya saya begini terus cuma di car seat sebulan sekali, nggak bakal kepake udah. Nggak perlu beli, sayang. Dipake minimal seminggu sekali deh baru anaknya kemungkinan besar mau. Kalau nggak rutin dipake mah nggak perlu beli sekali lagi yaaa.

Bahaya nggak? Ya bahaya lah. Duh boro-boro concern car seat ya tapi di Indonesia, supir taksi online aja masih banyak yang nggak mau pake seat belt. Gemes.

Ya buibu, ini ya tipsnya.

Perkenalkan sedini mungkin


Ya, umur berapa Bebe pertama kali duduk di car seat? Dua bulan. Technically dia malah bobo karena belum bisa duduk. Bandung-Jakarta pake car seat dan dia rewel. Kenapa rewel? Nanti akan dijelaskan di poin selanjutnya.

Kemudian di usia 5 bulan dia tiap hari duduk di car seat karena dia pergi ke daycare berdua sama JG. Bebe di daycare dari 3 bulan sih tapi dua bulan pertama saya ikut anter ke daycare karena kami pake motor gengs, belum beli mobil hahahaha. Deket sih nggak nyampe 5 kg tapi berat astaga, pinggang saya sakit semua. Iya saya memang cemen.

Jadi kalau ditanya kenapa betah? Ya karena dia naik car seat sejak bayi SETIAP HARI KERJA, pulang dan pergi. Itu aja udah cukup alasan sih lol. Tapi bacalah duluuu poin-poin berikutnya. Hahahaha.

Cek kenyamanan car seat


Ya, Bebe rewel diduga karena car seat nggak nyaman. Car seatnya waktu itu minjem punya temen saya dan kurang tebel gitu busanya jadi nggak nyaman. Pas beli sendiri merek Joie sih aman jaya.

Perhatikan juga ukuran car seat. Bebe pernah tiba-tiba rewel banget nggak mau di car seat, ternyata karena car seat nya kekecilan. Diganti yang baru langsung mau dan nggak ada masalah.

Yang penting empuk lah udah.


(Klik image di bawah untuk baca tentang jenis dan memilih car seat)

Matahari is no no

Bayi dan balita tidak bersahabat dengan matahari, gengs. Matahari membuat cranky. Kalau bayi sih mending kacanya ditutup penghalang kaca gitu loh yang diceplok-ceplok di kaca. APA DEH NAMANYAAAA. Ya pokoknya penghalang matahari.

Kalau kaya Bebe sih udah gedean (2 tahun 7 bulan) udah bisa pakai kacamata item lol. Bebe punya 2 kacamata item, yang satu h&m dan itu tidak nyaman dipakai toddler, nggak usah beli. Mungkin kalau 5 tahunan udah bisa karena di Bebe nggak nyangkut sama sekali hahaha. Bebe pake kacamata Superman beli di Kidz Station gitu sejak dia umur 2 tahunan lah. Jadinya dia kalem karena tidak silau. Kalau silau dia berisik dan marah-marah "SILAU IBU SILAAUUU!" -__________-


agar anak betah duduk di car seat
kiri kacamata superman, kanan kacamata h&m

Bawa mainan atau ...

pasang gadget HAHAHAHAHHA. Maaf ya aku emang gagal banget jadi ibu idealis idaman kalian semua. Saya pasang dudukan hp di kaca samping Bebe jadi dia bisa nonton sambil duduk di car seat. Itu udah pasti kalem lah dijamin nggak gagal.

Kalau gagal mungkin dia ngantuk atau laper makanya cranky. Kalau bayi-bayi belum ngerti nonton sih bisa digantung mainan yang bunyi kincring-kincring macam di baby bouncer ya. Bebas lah, berikan apa yang bayi kalian sukai.

Nonton tentang Car Safety

Ini works well banget sama Bebe abis kemarin drama daycare itu, selain dia nggak mau juga duduk di car seat karena takut saya strap terus saya tinggalin huhu. Sekarang dia udah nggak drama tapi itu worth separate blog post!

Intinya Bebe mau duduk lagi di car seat karena saya kasih tonton film tentang car safety. Bebe lagi suka Robocar Poli jadi kebetulan banget! Episode Poli di bawah ini tentang car safety dan pentingnya duduk di car seat untuk anak-anak. Jadi kalau dia nggak mau duduk saya tinggal bilang "kata Poli apa?" dan kalau mau duduk saya akan puji "wah pintar ya menurut pada Poli" IYA BUKAN MENURUT PADA IBU HUUUU.


Terakhir, temani dan tunjukkan kalau kita pun pakai seatbelt. Seatbelt itu keren, puji setiap dia mau duduk di car seat. Gitu aja sih. Saya juga nggak ekstrem banget tapi most of the time Bebe di carseat. Kalau ibu-ibu yang hebat kaya si Gilang temen saya mah beuh, mau nenen aja mobil harus berhenti dulu. Saya nggak tahan ah, nenen ya nenen dulu. Kalau bobo ya taro lagi di car seat.

Begitulah. Semoga berguna yaaa.

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Serba-serbi Beli Mesin Cuci

on
Tuesday, January 24, 2017
Mesin cuci top loading vs front loading, mana yang lebih baik? Saya rangkum semua pertanyaan seputar mesin cuci dan review mesin cuci Samsung front loading dari saya spesial untuk kalian semua lol.


HAIIII!

Akhirnya review mesin cuci! Sebenernya mesin cuci di rumah nggak kenapa-napa sih, kami pakai mesin cuci dua tabung karena itu adalah kado nikah. Jadi pas dulu beli itu nggak browsing review atau apa. Ini tulisannya akan panjang hahahaha.

Bulan lalu pas liburan Natal dan Tahun Baru di Bandung, ibu saya beli mesin cuci baru, mereknya LG top loading (bukaan atas) serinya apalah lupa pokoknya harganya nggak sampai 3juta. Dan wow ternyata mesin cuci bisa canggih ya! Tinggal pencet tombol tut tut tut, tau-tau kering siap jemur. Nggak pake acara bilas rendem manual kaya mesin cuci dua tabung. Itu selama di Bandung saya jadinya nyuci mulu padahal biasanya bawa baju kotor ke Jakarta biar bisa laundry. Hahaha.

Kemudian sebagai pasangan no gaptek dan menghargai waktu (ehm) kami pun bertekad beli mesin cuci. Pertimbangannya biar nggak usah laundry lagi, bukan mahal sih sebenernya kalau ngitung uangnya nggak mahal karena kamu cuma berdua kan, tapi effort packing baju kotor, nganter ke laundry nya itu loh. Belum baju Bebe yang selalu JG cuci sendiri, sehari dia abis 4 stel, nyuci mulu perasaan huhu kasian suamiku capek.

Problem 1: Beli mesin cuci merek apa?

JG membuat status di Facebook minta masukan soal mesin cuci dan saya share. Nggak nyangka ternyata banyak yang respon! Terima kasih teman-teman, kini aku tau fungsi Facebook selain untuk share artikel BuzzFeed. 😍

Hasil suara dari rekan-rekan semua berdasar pengalaman masing-masing menunjukkan Samsung ada di posisi depan. Dibanding Electr*lux malah lebih banyak yang nyaranin Samsung. Padahal kalau mesin cuci top of mind-nya Electr*lux kan, tapi menurut teman-teman yang lebih dulu pakai, purna jualnya kurang oke. Slow response katanya. Duh hari gini slow response mah nggak deh. No offense ya Electr*lux, ini menurut para konsumen kalian loh.

Dan sebagai orang yang rajin komplain, purna jual fast response ini penting banget! Dan nggak nyesel deh milih Samsung nanti saya ceritain detailnya ya.

Problem 2: Mesin cucinya mending top loading atau front loading?

NAH ini juga galau. Karena harganya lumayan jauh kan. Kata temen-temen mending front loading sekalian, lebih kering dan lebih bersih. Iya sih saya coba mesin cuci ibu di Bandung yang top loading itu kok cuma goyang kanan kiri doang? Bersih emang nyuci kaya gitu?

Pertanyaan ini dijawab sama mas-mas Hartono Elektronik tempat saya beli. Kalau mesin cuci top loading, rekomendasinya LG karena tabungnya ikut muter (well, ikut goyang kanan kiri), jadi putarannya dua arah. Dan iya memang lebih bersih front loading karena cara mencucinya itu baju dibanting atas bawah atas bawah gitu.

Pertimbangan lain, mesin cuci front loading lebih hemat tempat karena atasnya bisa dipake naro barang. In our case, bisa jadi alas untuk motong bawang karena mesin cuci ditaro di dapur hahahaha.

Problem 3: Beli mesin cuci di Jakarta di mana?

Sebagai orang Bandung saya nggak tau kalau toko elektronik murah bukan di mall gitu di mana? Ini akhirnya dikasihtahu temen saya namanya Iwan, thanks loh Wan. Dia bilang beli di Hartono Elektronika aja (asli ga sponsor ini mah hahaha) harganya lebih murah dibanding tempat lain. Saya cek website-nya wowwww bagussss.

Tapi sebagai mantan wartawan dan mahasiswa jurnalistik, disiplin verifikasi itu penting! Kami pun menyempatkan diri ke Senayan City untuk cek perbandingan harga. Jadi di toko elektronik atas ituuuu saya cek satu per satu harga mereka dibanding harga Hartono, bedanya sampai 1juta! Sinting! Sama Carrefour dan Lotte juga bedanya sampai 500ribu lebih loh. Wah luar biasa Pak Hartono ini ya pembela rakyat kecil sekali luv! 💖

Akhirnya hari Sabtu beberapa minggu lalu kami ke Hartono Elektronika. Tempatnya ternyata deket rumah banget di Kebayoran Lama. Lha sayanya malah main dulu ke Senopati terus jadinya jauh hahahaha. Tempatnya enak, parkirnya lumayan luas.

Mas-masnya product knowledge-nya bagus dan sabar ditanya-tanya. Segala elektronik ada di sini dari urusan rumah kaya kulkas, ac, mesin cuci, rice cooker, sampai kamera, laptop, hp juga ada. Tokonya modern banget dan rapi meskipun sempit. Mana Bebe bobo jadi stroller mentok udalah nabrak orang sana-sini lol. Tapi recommended banget kok, apalagi murah kan. Bisa cicilan 0% loh! Demikian review Hartono Elektronika dalam dua paragraf hahaha.

Oke kami akan beli front loading Samsung, budget maksimal 4,5juta, TIPE YANG MANA?

source: Hartono Elektronika

Budget segitu untuk Samsung cuma dapet dua model, yang satu kapasitas 6,5kg yang satunya 7 kg. Harganya beda tipis, yang 6,5 kg Rp. 3.999.000 dan yang 7 kg Rp. 4.199.000. Mending 7 kg lah ya?

Pas diliat GEDE BANGET ASTAGA. Kotaknya gede banget sementara kontrakan kami secuil banget gitu mau disimpen di mana? Akhirnya dengan lapang dada saya ukur mesin cuci dua tabung (yang dipajang di situ juga) dengan jengkal tangan, saya bandingkan dengan kedua mesin cuci itu. Yang 6,5 kg pas! Lebarnya sama persis dengan mesin cuci dua tabung jadi pasti muat di tempat mesin cuci yang sekarang.

Yeay punya mesin cuci baru! Problem berikutnya adalah Hartono hanya ngirim di jam kerja dan hari kerja. Biaya kirim 100ribu (cmiiw). Tapi terus gimana dong nggak ada yang bisa nerima di rumah? Akhirnya JG beres-beres mobil dan MASUKIN MOBIL HAHAHAHA. KARIMUN FTW!


Selain mesin cuci kami bawa carseat toddler loh dan masih muat. Duh ini Karimun udah dipake buat bawa segala macem huhu sayang banget sama mobil ini. :')

FAQ seputar mesin cuci front loading:

Mesin cuci front loading watt-nya gede nggak?

Nggak sih ya, ini udah hampir sebulan dan kami nggak merasakan listrik tiba-tiba habis padahal nyuci dua hari sekali hahaha. Maksimumnya memang 2000 watt tapi itu maksimum terutama kalau pakai air panas. Kalau nggak pake sih kayanya so-so aja, nggak bikin listrik boros.

Oiya meski maksimum 2000 watt, rumah kami cuma 1300 watt dan works fine kok. Nggak ada masalah.

Mesin cuci front loading bukannya harus pake air panas? Nanti boros listrik karena harus manasin air dulu!

NGGAAAKKK. Itu kan bisa dipilih di menunya mau pake air panas atau air biasa. Kalau pun misalnya pilih mode baju bayi yang otomatis air panas, ya di-set lah biar airnya jadi normal. Semua bisa diset. Canggih banget kok nggak usah khawatir.

Mesin cuci front loading kan airnya mesti kenceng banget ya?

Ini iya. Tapi nggak perlu nyemprot banget juga sih. Kalau pake toren di lantai 2 aja cukup kok, mesin cucinya di lantai 1. Nggak perlu kenceng gimana-gimana amat.

Mesin cuci front loading boros air kan?

NGGAK. Airnya dikit banget kok. Lebih boros nyuci manual deh kayanya. Airnya kan disesuaikan dengan jumlah dan berat baju dan itu nggak banyak. Percayalah padaku.

Layanan Purnajual alias service center Samsung

Yang bikin terharu huhu. Jadi pas di Hartono itu mas-masnya udah bilang "mbak nanti sampai rumah telepon Samsung aja biar di-setting sama diajarin cara makenya". Saya dan JG yang "ok pak", padahal kami dalam hati "cuhhh gue nggak gaptek kali harus diajarin apanya, palingan liat buku manual juga gampang".

TERNYATA LUMAYAN SUSAH. DAN BUKU MANUAL NGGAK NOLONG.

T_________T

Menu-menunya sih ok ngerti semua cuma bingung kok sekali nyuci 3 jam? Udah gila kenapa lama banget takut baju rusak lah. Terus pas ngeringin itu mesin cucinya yang geter parah keras banget sampai pindah tempat. Panik lah, browsing-browsing juga nggak nemu apa-apa. Oke ini deh saya kasih keyword kali ada yang mau browsing: mesin cuci front loading Samsung bergetar saat mengeringkan. AHAHAHHAHAHHA.

Besoknya di kantor ada telepon. Ternyata dari Samsung dong, mbaknya bilang gini "Siang, dengan ibu Annisa? Kami mendapat laporan pembelian dari Hartono Elektronika untuk mesin cuci Samsung, apa sudah bisa digunakan? Kalau belum kami bisa pandu via telepon untuk setting dan penggunaannya."

NANGIS NGGAK?

Kaya lagi mens sakit perut banget nggak bisa gerak terus pengen bakso tapi LDR jadi nggak ada yang nganterin makanan terus abang GoFood datang. Pengen peluk abang GoFood ya nggak? Hiks.

Akhirnya saya curhat lah kenapa ya kok saat mengeringkan bergetar kenceng banget mesin cucinya? Ternyata itu karena baut belakangnya belum dibuka. Jadi di belakang emang ada 4 baut gitu, di buku disuruh dibuka tapi nggak dijelaskan kenapa. JG udah buka terus saya yang khawatir kenapa sih buka-buka baut? Ternyata memang harus dibuka HAHAHAHAHAHA.

Baut itu fungsinya biar komponen dalem mesin cuci nggak bergeser saat dipindah-pindahkan dari gudang -> toko -> rumah. Kalau udah nyampe rumah mah ya dibuka aja. Malemnya dibuka dan voila, nggak ada suara lagi apalagi getaran hahahaha.

Jadi gimanaaa, rekomen nggak mesin cuci Samsung?

IYES. Soal nyuci 3 jam itu ternyata modenya aja. Utik-utik ada kok mode yang 40 menit atau 70 menit gitu. All in ya dari ngerendem, nyuci, bilas, pewangi, dan keringin. Bersih kok dan wangi. Cuma ya kalau noda susu coklat mah tetep harus dikucek dulu lah sebentar.

Bisa nyuci sprei? BISAAAA. Selimut tipis bisa, bed cover nggak muat sih kalau muat harusnya bisa. Keringnya 80% lah ya, bisa nyuci tiap hari banget karena besok langsung kering uh luv! Padahal kami jemur di dalam rumah loh. Di lantai dua tapi nggak di luar, di dalem biar hahahaha.

Detergent nya kami pakai yang Rinso serbuk yang khusus front loading, nggak mahal sih kayanya biasa aja deh. Berapa kg juga kan sekotak sementara kami cuma bertiga, baju Bebe kecil-kecil. Pakenya juga nggak banyak-banyak kan.

Ada fitur child lock juga! Soalnya Bebe ini iseng banget deh pencet-pencet jadi selalu kami child lock terus Bebe bangga gitu karena pencet-pencet dan nggak dilarang hahahaha. Child lock ini juga berfungsi lebih karena tombolnya itu bukan tombol klik tapi tombol sentuh. Kesenggol pinggang dikit aja kesentuh jadi aman banget lah, selalu gunakan child lock.

Saya nggak nyangka satu mesin cuci bisa mengubah hidup keluarga kami huhuhu. Sekarang nyuci tiap hari pun nggak masalah, nggak capek. Tinggal pencet kemudian tinggalin bobo. SENANG!

Cucian nggak lagi numpuk karena baru numpuk dikit bisa langsung dicuci. Sprei, sajadah, bisa langsung dicuci dan ganti teratur karena nggak ada urusan "masih di laundry".

Udah sih gitu aja. Semoga bermanfaat yaaaa.

-ast-



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Little Things That Matter

on
Monday, January 23, 2017

Hi gaes!

Duh gila lama-lama blog ini isinya kaya vlog gitu di mana saya cuma nulis aja pas saya mau nulis, entah ada maknanya bagi pemirsa atau nggak. Sama kaya vlogger model hari ini masak ya dia vlog masak, hari ini nggak tau mau ngapain ya dia bilang di video kalau hari ini nggak tau mau ngapain lol.

KE MANA ANNISAST BLOGGER PARENTING ITU HAHHH? YANG SUKA MEMBERI TIPS DAYCARE DAN KEHIDUPAN BERSAMA ANAK BALITA? KE MANAAA?

Auk ke mana. Butuh pasokan energi ekstra dalam bentuk waktu diam yang agak lama, untuk meresapi maunya apa sih taun ini? Rajin blogging nggak, vlogging juga nggak, rajin kerja sih iya karena takut nggak gajian hahahaha.

Terus saya mikir. Maklum lah ya kalau diem pasti jadi banyak mikir. Memikirkan cita-cita dan resolusi yang tumben belum dibuat dalam bentuk image dan dihias. Masih di notes belaka.

Karena resolusi kami tahun ke tahun itu semuanya big things! Model pemasukan sebulan nambah sekian, beli barang A, barang B, ini itu, Bebe daftar pre school, ini itu. Semua BESAR banget. Nggak ada resolusi sederhana macam olahraga, atau sarapan buah karena ah sudahlah kebanyakan teori hahahaha. Kalau bikin kalian semangat sih nggak apa-apa tapi kan sebenernya mulai hidup sehat mah bisa kapan aja dilakukan ASAL NIAT.

Kemudian saya memikirkan hal-hal penting tapi kecil ... dan mudah dilupakan ... seperti ...

... memanjakan JG. IYA JG BUKAN BEBE. Soalnya dulu pas belum ada Bebe, hidup JG 100% saya yang atur banget level mau main futsal aja saya yang pack barangnya semua, temenin main, beresin setelah main.

Sekarang kasian huhu pergi ke kantor aja siapin semuanya sendiri karena saya siapin bawaan Bebe ke daycare. Aku nggak bisa banget deh sayang sama dua orang di waktu yang sama. EGIMANAAA? 😂

Ya aku akan berusaha!

JG, I know you read this, you've never told me to do this or that and you always patiently take care of me but I'll try too! ❤️

Nggak usah nambah sayang-sayangin Bebe karena overflowing banget takut malah jadi manjain. Hahahaha. Ditegur kemarin sama JG "kenapa sih cium-cium Bebe terus?" padahal udah mau telat pergi kerja. Gendong, cium, ambil tas, cium, beres-beres baju Bebe, cium. Cium anak bayi kenapa candu ya.

*sebel amat mau pake kata 'candu' tadi mikir dua kali hihhh gara-gara awkarin* 😪

Saya juga mau lebih menerima, berdamai dengan keadaan, nggak banyak berantem sama JG maka saya akan demand ke JG plis jangan ngajak aku berantem hahahahaha.

Intinya itulah. Tahun ini rasanya kok pengen menata diri, pengen mencari maunya apa sih hidup ini? Mau kerja terus sampai pensiun? Mau resign atau keliling dunia biar kaya the real millennials? Mau apa?

Mau belajar makeup biar makin jago. Mau namatin jadi semua Disney Princess terus di-featured BuzzFeed *tetep*. Ternyata makeup karakter itu tantangannya luar biasa ya karena menirukan kan. Gimana caranya pipi bisa chubby? Gimana caranya mata sipit? Gagal mah nggak apa-apa namanya juga nyoba pertama kali lol. Lumayan buat ngetawain diri sendiri aja. 😂


Terus review palette eyeshadow yang belum kesampaian satu pun. Mau lebih banyak belajar soal makeup dan edit video biar jagoooo!

Dan gongnya adalah, tahun ini saya dan JG punya 2 channel YouTube terpisah!

Iya soalnya dari kemarin galau kok channel saya isinya campur aduk. Jadinya mau dipisah aja, channel saya isinya beauty dan girly things lain sementara channel JG isinya vlog, parenting, keluarga, Bebe, endebre endebre. Thanks to Chandraliow dan Agung Hapsah, JG jadi mau edit video lagi hahahahha karena kompetitip liat video mereka keren lol.

Nonton video pertama JG di sini yaaa. SUBSCRIBE YAAAA.


Kalau dari segi barang saya belum pengen apa-apa sih. Malah ngurangin barang banyak banget. Di Bandung keluar 4 karung baju, kemarin di Jakarta keluar lagi 2 karung. Ini bangkek nih, kerasanya hal kecil banget, ah baju doang. TAPI kenapa baju jadi banyak?

(Baca: Suka Menumpuk Barang? Hidup Minimalis Yuk!)

Pertama dulu pas kuliah saya seneng banget beli baju. Zaman-zaman masih ngikutin trend dan baca semua website fashion plus langganan majalah fashion. Baju-baju kemudian sayang dong dibuang juga soalnya dulu belinya mahal huhu. Dulu beli baju uangnya dikasih ayah jadi nggak sayang beli mahal, sekarang pake uang sendiri mah bhay.

Kedua, baju kami harus banyak karena JG males nyuci hahahaha. Kasian capek. Ke laundry pun effort packing dan jalan kan. Sejak beli mesin cuci, nyuci lancar jaya dan kami jadi nggak merasa butuh baju banyak.

Apalagi ya? Yang kecil-kecil tapi penting? Kayanya banyak hahahaha. Ya termasuk rajin menulis biar waras dan rajin vlogging biar skillnya nambah. Ingin beli printer buat nyoba-nyoba printable dan bikin diy. Terus apalagi yaaaaa. Ayo dong beri ide lol.

Kalau ngomongin yang besar malah inget, kasian yang kecil-kecil huks. Goal terbesar tiap tahun sejak punya Bebe sih nyelesain dana pendidikan Bebe jadi nanti uangnya bisa buat yang lain huhu. Gila sampai nggak nafsu liburan atau apa, setiap punya uang dimasukin buat uang sekolah Bebe. Punya anak seheboh itu adek-adek, jangan pada buru-buru nikah ya.

Yeah.

Itu ajalah. See you when I see you!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

#SassyThursday: Penyesalan dalam Hidup

on
Thursday, January 19, 2017

Jadi ya, hidup nggak selalu berjalan kaya yang kita mau kan ya. Ada penyesalan-penyesalan yang kalau dipikirin, wow menyita waktu. Sedih, dan ya bikin kecewa.

Padahal disesali juga buat apa sih sebenernya mah. Nggak mengubah apapun. Cuma bikin bete aja kan. Kaya ada temen yang nyesel banget kenapa nggak terima lamaran cowoknya dulu, sekarang si mantan jadi kaya raya, istrinya cantik, anaknya lucu, rumahnya Instagramable, hidupnya sempurna. If only that was me, pasti gitu kan mikirnya.

Baca punya Nahla:

Padahal yeee, hidup si mantan sempurna karena dia nikah sama istrinya itu loh. Mungkin juga dia jadi kaya karena justru nikah sama si istrinya sekarang bukan sama temen saya. Anaknya juga lucu karena istrinya cantik hahahaha. Tapi iya kan. 😂😂😂

Kalau dari saya, ada sedikit penyesalan kenapa dulu nggak ngotot kuliah di luar negeri atau minimal student exchange lah hahahaha. Nyesel sedikit aja sih karena dulu kan nggak semudah sekarang info-infonya. Beda banget lah, zaman sekarang student exchange di kampus saya aja banyak banget program dan negaranya, dulu mah nggak ada.

Selain itu, nyeselnya jadi sedikit aja karena dulu juga saya memang menjalani yang terbaik dengan sangat smooth, saya lulus SPMB hanya dengan satu pilihan (tidak memilih pilihan kedua karena saya hanya mau kuliah jurnalistik). Lulus cum laude, dapet kerja yang menyenangkan, sampai sekarang.

Tapi namanya manusia ya kalau nggak ngeluh itu rasanya kurang hahahaha. Soalnya ngeliat temen-temen yang kuliah di luar negeri ih kerjanya lebih bagus, mereka jadi punya nilai plus dibanding kami yang cuma kuliah Indonesia. Nggak usah protes atau denial, ini kenyataan kok. Banyak perusahaan yang jelas-jelas menulis mengutamakan overseas graduate. Yayaya. Tampak tidak adil tapi ya sebenernya fair sih, suka-suka mereka lah lol.

Satu penyesalan lagi baru terjadi beberapa bulan lalu. Intinya saya menolak tawaran interview dari perusahaan digital yang selalu dianggap 'Tuhan' untuk base Singapur. Iya emang baru tawaran interview doang sih belum tentu keterima banget, masih jauh perjalanan. Tapi gilanya adalah, saya jadi menyesal menikah dan punya anak terlalu cepat.

(Baca: Cita-cita yang Tertunda karena Anak)

Soalnya saya nggak mungkin kerja di luar negeri tanpa JG. JG mah mau-mau aja keluar kerja karena cita-cita dia adalah stay at home dad tapi sayanya yang nggak mau. Nanti saya pasti cuma ketemu Bebe sebentar, nggak mungkin saya kerja 9-5 kaya sekarang. Lagian karier JG di kantor yang sekarang bagus, semua fasilitas bagus, asuransi, bonus semua aman, masa resign gitu aja? Saya nggak mau. Terlalu banyak yang akan hilang, dan yang terberat adalah memikirkan waktu-waktu saya bersama Bebe.

Saya sekarang seneng banget kerja 9-5 dan sama Bebe lama sekali. Jemput Bebe di daycare, main sepeda, main mobil-mobilan di perosotan (don't ask how), atau sekadar tengkurep nonton film bareng-bareng. Itu hanya mungkin kalau saya kerja di tempat yang jam kerjanya pasti.

Jadinya nyesel banget, coba kalau belum nikah, coba kalau belum punya anak. Satu hal yang bikin saya bertahan, saya lebih baik menyesal karena tidak bisa kerja di sana dibanding menyesal karena tidak menggunakan waktu saya sebaik mungkin bersama Bebe.

Tapi tetep, saya nangis dan ngelamun terus sekitar 2 minggu, tiap perjalanan pulang dari kantor itu di mobil ngelamun aja terus. Malem-malem nangis. Nangis terus hahaha. Ya mending nangis sih daripada ditahan-tahan juga buat apa. Emosi itu harus dirilis gaes biar nggak jadi jerawat. Duh. Nggak heran saya nggak pernah jerawatan ya hahahaha.

Mungkin saya bukan ibu yang baik, bukan ibu ideal yang selalu terobsesi makanan organik dan hygienis, tapi saya selalu ingin lebih lama dengan orang-orang yang saya sayang. Bebe udah pasti lah. Selain itu saya juga selalu ingin lebih lama sama JG, untuk ngobrol di mobil dan ketawa-tawa. Maka sekarang saya lebih sering menunggu JG di daycare agar bisa pulang bersama, kadang sampai jam 7 malam baru JG datang karena yah, macetlah apalagi. Tapi dibanding ngobrol sama driver GrabCar, mending nunggu aja biar.

Emang bisa kaya gitu kalau hidup kami nggak seperti sekarang? Belum tentu kan?

Intinya ... harus pake intinya nggak nih? lol

Ya intinya, percayalah hidup yang kita jalani sekarang itu adalah yang terbaik maka kita harus melakukannya dengan baik. Move on! Jangan biarkan kekecewaan memengaruhi hidup yang kita jalani sekarang karena itu kemungkinan akan berakhir dengan kekecewaan yang lain.

Life isn't some cartoon musical where you sing a little song and all your insipid dreams magically come true. So let it go. - Chief Bogo, Zootopia Police Department

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

I'm Sick

on
Wednesday, January 18, 2017

So guys I'm sick.

Or have been sick.

Soalnya kepala udah berat dari Minggu malem sampai Senin pagi. Dan tentu saya tetap kerja karena mau apa deh di rumah?

Selasa kemarin udah nggak karuan, nyampe rumah langsung tidur maunya. Dan hari ini resmi flu.

WHY.

Nyalahin cuaca lah apalagi yang bisa disalahin ya nggak? Karena tiap sore hujan jadi tiap sore saya naik ojek dengan kondisi habis berhenti hujan atau bahkan hujan rintik-rintik. Angin besar banget sampai bisa nutup pintu mobil dengan tenaga angin.

Yah well. Ini jarang-jarang loh saya ngeluh sakit hahaha. Tapi beneran saya butuh nulis, biar waras, biar kepala nggak pusing-pusing amat. Mungkin ini pusing karena kebanyakan yang belum ditulis lol.

Btw Bebe udah damai sentosa, udah nggak tantrum lagi kalau ke daycare. Tapi sekarang dia tantrum karena nggak mau pulang dari daycare. Kemarin kami berantem karena Bebe nggak mau masuk mobil dan wailing "MAU DAYCARE AJAAAA!".

Anak kecil memang tidak bisa tidak tantrum ya. Bahkan dengan topik yang sama (YA TOPIK DAYCARE) bisa jadi dua jenis tantrum yang berseberangan ide. Apalah. Ya soon, ini ada triknya ternyata biar anak nggak terlalu clingy sama ibu. Soon, maksudnya nanti lagi ditulisnya lol.

Terus ya thanks to temen-temen Facebook yang sudah sangat membantu sekali dalam pemilihan mesin cuci, kini JG sudah punya mesin cuci baru dan selalu semangat mencuci. Kami tak pernah membayangkan beli mesin cuci baru bisa menghemat waktu dan tenaga sebanyak itu. Mesin cuci ini layak mendapat satu blog post khusus jadi ya, soon!

Intinya itulah, nggak semangat update blog karena mata aja kebukanya nggak bisa 100%. Besok ajalah ya #SassyThursday YANG MANA BELUM TAU MAU TOPIK APA.

I'm done! Peace out!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Gastromaquia Jakarta - Review

on
Tuesday, January 17, 2017
Gastromaquia Modern Spanish Restaurant Review
[SPONSORED POST]


HOLAAAA!

Selasa ini aku nggak punya bahan buat #SelasaCantik hahaha. Masih kerasa ngos-ngosan abis bikin video yang Princess Jasmine ini. Sebagai gantinya hari ini aku mau review salah satu resto di daerah Senopati, namanya Gastromaquia.

Gastromaquia ini terletak di area Senopati tepatnya di Jalan Ciniru no 1. Saya datang di hari Sabtu dengan JG, Bebe, dan adik saya. Sebetulnya khawatir nggak dapet parkir, tapi ternyata karena datang sebelum jam ramai, masih kebagian parkir yeaayyy! Kalau nggak pun valet tersedia sih.

Menurut mbak-mbaknya kalau hari Sabtu itu jam ramenya memang malem karena ada live music yang dimulai jam 20.30 WIB. Malem minggu gitu juga ada promo spesial tapi since kami-kami ini sudah bukan lagi di usia malem mingguan, jadi lunch aja deh hahaha.


Masuk ke dalem, langsung dibukakan pintu oleh stafnya yang ramah. Interiornya homey banget dengan nuansa putih dan kayu-kayu. Begitu masuk mata pasti langsung tertuju pada lampu yang dibuat dari teacup yang gemes banget. Spot yang pas buat ... Instagram lah apa lagi! Hahahaha. Iya beneran hampir semua spotnya Insta-worthy banget.

Gastromaquia ini terdiri dari dua lantai jadi luas banget. Meja satu sama lain jaraknya nggak berdekatan soalnya saya suka agak terganggu sama resto yang mejanya deketan banget. Maklum bawa balita, takut nyenggol orang lain kan. Ini berjauhan, pembicaraan antar meja pun jadi aman tak terdengar lol.



Resto ini memang cocok banget digunakan untuk acara keluarga ya kaya arisan atau makan keluarga gitu. Bisa juga untuk gathering atau acara ulangtahun, pas saya dateng kemarin di lantai 2 ada yang sedang siapkan dekorasi meja untuk ulang tahun. Iyaaa, boleh didekor dengan minimum spending Rp 150ribu per orang.




Buat ibu-ibu: baby chair (cukup) aman!

Cuma sempit banget baby chairnya karena terbuat dari kayu gitu, ukurannya nggak standar baby chair Ik*a yang dipake sejuta resto hahaha. Jadi buat anak seumuran Bebe itu sempit. Masuknya tricky banget sampai kakinya bisa masuk dan dia bisa duduk. Tapi namanya anak bayi kan banyak ide ya jadi entah gimana pas pertama kali masuk itu susah, berikut-berikutnya dia menemukan cara sendiri untuk keluar masuk so yeah, baby chair aman. At least sampai anaknya 13 kg, lebih dari itu nggak yakin muat.

Di lantai 2 sendiri ada outdoornya whoaaaa. Bagian outdoor ini cukup luas dan karena di depan jalannya pohon-pohon semua jadinya adem. Lantai 2 juga nggak luput dari dekorasi cantik di dindingnya. Luv!

Makanannya gimana? Oke kita bahas satu-satu ya. Saya sih nggak bisa-bisa amat sebenernya bahas makanan karena buat saya semuanya enak aja huuu. Kalau bisa review makanan blog ini dijamin udah jadi food blog sih. But anyway, I'll try! Tapi sebelumnya nonton video dulu gimanaaaa? Cus!


Garlic Noodle with Prawn (IDR 65k)



Ini sebenernya Garlic Noodle with Crab Meat tapi crabnya lagi habis huhu. Padahal ngincer ini banget. Mbaknya kemudian menawarkan untuk diganti prawn dan saya ok. Rasanya sederhana banget, nggak berlebihan, aroma garlicnya kerasa banget. Suka! Porsinya juga pas. Cuma ternyata Bebe suka banget JUGA dan akhirnya ibu harus bagi dua sama Bebe hiks. Ibu tidak rela. 😓

Spaghetti in Spicy Creamy Sauce (IDR 75k)



Adik saya pesen ini dan enak banget! Rumput tetangga memang kadang lebih hijau, pesanan makanan orang biasanya memang lebih enak hahaha. Pedesnya pas, bukan pedes yang bikin heboh. Creamy sauce-nya nyam! Ayamnya juga banyak, somehow saya ngerasa ini porsinya lebih banyak dibanding pesanan saya. Again, mungkin ini cuma masalah rumput tetangga. Tapi ya, recommended!

Rabo de Toro (IDR 145k)



Buntut sapi ini porsinya paling wow. Kenyang lah udah. Rasanya enak lah pokoknya hahaha saya gagal lah suruh mendeskripsikan makanan mah. Manis gurij dan dagingnya empuk banget, nggak pegel ngunyahnya. Ini recommended juga. 💗

Untuk minuman kami pesan Strawberry Lemonade (IDR 40k), Lychee Tea (IDR 30k), dan Orange Juice (IDR 35k) yang seketika dihabiskan Bebe sehingga kami pesan satu Orange Juice lagi lol. Patut digarisbawahi kalau Lychee Tea-nya pakai leci asli, buah leci. Soalnya beberapa resto nyebutnya aja Lychee Tea tapi nggak ada lecinya sama sekali, aromanya doang huuu.

strawberry lemonade


Setelahnya karena di luar masih panas dan kami nggak tahu lagi mau ke mana, akhirnya pesen lagi deh Homemade Vanilla Ice Cream (IDR 55k) dan Porcini Croquet (IDR 40k). Es krimnya es krim rumahan sekali, seger dan manisnya pas. Sementara croquet-nya juga crunchy di luar dan rogutnya leleh di dalem. Nyam!

porcini croquet

Jadi intinya tempat cozy, makanan enak, dan harganya terjangkau banget untuk ukuran resto dengan makanan yang cocok di lidah dan family friendly. Nggak crowded jadi ngobrolnya nyaman itu aku luv banget. 💓

Thank you Gastromaquia dan Clozette Indonesia untuk program Clozette Review!

See you!

Alamat:
Gastromaquia
Jl. Ciniru I No.1
Senopati,
Jakarta 12180
Phone: +622129305091

Opening Hours:
Sun - Thur: 11.30 - 22.00 WIB
Fri - Sat: 11.30 - 00.00 WIB

Instagram: @gastromaquia (fotonya bagus-bagus loh cus follow!)





LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Bebe's Story 39 - 43

on
Friday, January 13, 2017

Bulan ini berat sekali ibu-ibuuuu. Karena sepertiganya di Bandung liburan Natal sampai Tahun Baru terus Bebe jadi clingy banget sama saya. T_____T

Saya bukan tipe melankolis jadi Bebe clingy itu aduhhhh pusing! Ini kalau tipe melankolis udah resign nih dari kantor. Saya mah masih kerja aja biasa. Hahahaha.

Kasian sih, tapi Bebe belajar banyak di daycare percayalah. Dia bisa sampai di sini karena belajar berteman, belajar toleransi di daycare dan belajar kehidupan sama saya. Maksudnya kalau saya 24 jam sama dia, mungkin saya tidak akan sewaras ini, begitu pula Bebe.

Jadi inget kemarin ada ibu-ibu yang bilang anaknya suka coret-coret tembok. Bebe pernah tentu saja, sekali doang. Karena saya kasih tau kalau coret di tembok tidak baik, tiap nemu dinding penuh coretan di jalan saya selalu bilang kalau itu tidak baik.

Solusinya JG tempel karton besar di dapur untuk Bebe coret-coret. Sekarang tiap lewat jalan yang dindingnya penuh coretan Bebe akan bilang "ibu itu coret tembok tidak baik".

Saya kemudian mempertanyakan, apa saya punya kesabaran untuk mengobrol dengan Bebe sebanyak itu kalau saya nggak kerja? Kalau saya seharian bersama Bebe, apa Bebe akan tetap memandang saya sama? Karena saya nggak kerja dan kelamaan sama dia itu dia jadi manja banget.

Sering juga liat ibu-ibu yang males jawabin pertanyaan anaknya, ya males sih emang kalau ditanya hampir 24 jam ya kan apalagi menurut ibunya "pertanyaannya kurang penting".

Tapi karena saya hanya punya sedikit waktu sama Bebe, saya jadi jawab semua pertanyaan Bebe. SEMUA. Belum pernah saya suruh dia diam atau tidak menjawab. Kalau tidak tahu saya bilang tidak tahu nanti kita cari tahu sama-sama ya. Tapi dijawab, bukan diam atau ssstt menyuruh diam.

Saya paling kasihan sama anak yang disuruh berhenti bertanya sama orangtuanya. T______T

Oke cukup tentang saya.

Jadi tiap malem Bebe masih nggak mau jawab kalau ibu kerja Bebe di mana? Biasanya dia jawab dengan ceria "daycare!" sekarang nggak mau. Pagi-pagi meluk kenceng banget sayanya nggak boleh mandi. Sampai daycare nangis tentu saja. Maunya di daycare tapi mau sama ibu.

T______T

Udah baca blogpost Drama Daycare ini kan? Nah itu hari kedua doang dia kalem, hari berikutnya kembali kejer. Kalau di carseat ketiduran, saya turun di kantor, di daycare JG yang nggak boleh pergi hahahaha. Auk ah stres.

Di luar itu semua Bebe mulai bisa menunjukkan ketertarikan pada sesuatu. Dan dia baru  tahu kalau dia tidak punya maka dia bisa beli. Dia juga bisa memuji dengan "lucu!" wah gantungan lucu! Pin lucu! Ini lucu! Semua aja yang dia anggap bagus dia puji dengan "lucu!" Nggak usah ditanya meniru siapa ya plis.

Ini celetukan Bebe bulan ini.

#39

Bebe tidak punya mobil polisi, terus saya belikan di Borma, 8ribuan dapet dua biji. Segede upil. Kecil banget tapi gemes, panjangnya paling 3 cm. Dua hari pertama excited, hari berikutnya bosan.

Bebe: "Ibu, mobil polisi besal mana?"

Ibu: "Memangnya Xylo punya?"

Bebe: "PUNYAAAAA"

Ibu: "Yang mana? Ibu tidak tahu?"

Bebe: "Salo punya, beli dulu"

HAHAHAHAHAHAHA

#40

Di Ciwalk.

"Wah om itu ngeloko! Kabuuullll!"

Ini karena tiap ada orang merokok saya bilang ke Bebe kalau itu tidak baik dan harus jauh-jauh. Mungkin dia menyangka merokok = orang jahat maka harus kabur.


#41

Bebe sudah terlalu lama mandi. Takut masuk angin soalnya di Bandung dingin. #AsianMom

Ibu: "Be udah dong mandinya, sikat gigi di luar aja yuk!"

Bebe: "Di sini aja ibu"

Ibu: "Di luar aja deh, dingin"

Bebe: "Jangan ibu nanti ada mobil"

AHA!


#42

Tetangga di Bandung punya anjing namanya Snowy.

JG: "Be, panggil anjingnya, Snowy! Snowy! gitu!"

Bebe: "ANJING! ANJING!"

JG: "SSSTTT BE jangan teriak anjing anjing. nama anjingnya Snowy. Panggil aja Snowy! Snowy!"

Bebe: ""ANJING! ANJING!"

HAHAHAHAHAHAHA

#43

Bebe baru mengerti serunya nonton. Tapi saya larang nonton sambil nenen karena yah, nggak tau kenapa biar disiplin aja.

Ibu: "Jadi mau nonton atau nenen?"

Bebe: "Nenen"

Ibu: "Ya udah matikan filmnya"

Bebe: "Nonton"

Ibu: "Yeee, yang betul. Nonton apa nenen?"

Bebe: "Nonen"


Selain itu Bebe juga baru mengerti soal berbagi mainan. Berbagi makanan sih selalu dilakukan, dia nggak pernah pelit soal makanan. Cuma urusan mainan nih.

Nah kata "gantian" pun jadi nempel banget di kepala Bebe. Lagi macet "Macet ya ibu? Gantian mobilnya ya ibu? Seperti Salo main perosotan? Seperti Salo main ayunan?" IYAAAAA.

Dan ya, makin memilih orang. Mana yang akan dia sapa mana yang tidak akan. Mana yang mau dipeluk dan tidak (clue: hanya ibu). Mana yang mau dia cium dan mana yang tidak (clue: hanya ibu JUGA).

Ya begitulah.

See you next month!


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Glam Look - Princess Jasmine Inspired | Wet n Wild One Brand Tutorial

on
Thursday, January 12, 2017
[SPONSORED POST]



HAAIIIII!

Saya posting video lagi finally yaaayyy! Kali ini videonya video beauty karena baru aja dikasih satu paket make up dari Wet n Wild Indonesia kerja sama dengan Blogger Ceria.

Terus terharu. Huhu. Karena ini adalah video beauty bersponsor pertama saya hahaha. Non beauty sih udah pernah ya tapi kalau beauty kan harap maklum karena saya sendiri baru mulai nulis dan bikin video beauty kan beberapa bulan terakhir aja so YAY FOR ME! And thank you for Blogger Ceria and Wet n Wild Indonesia.

Apa aja yang ada di kotaknya?

Face:
Coverall Cream Foundation - Light/Medium
Coverall Pressed Powder - Fair
Color Icon Blush - Rose Champagne


Eye:
Photo Focus Eyeshadow Primer
Color Icon Brow Pencil - Brunettes Do It Better
Color Icon Eyeshadow Trio - Spoiled Brat & Don't Steal My Thunder
Mega Liner Liquid Eyeliner - Dark Brown
Mega Impact Mascara - Blackest Black



Lips:
Silk Finish Lipstick in … 11 SHADES!


💖💖💖

Banyak banget yaaaa. Nah dari produk ini saya bikin one brand tutorial untuk ikutan vlog competition dengan tema Glam Look - Lips on Point.

Setelah bertapa mencari ide akhirnya saya memutuskan untuk jadi Princess Jasmine. Kenapa Jasmine? Karena Disney Princess itu glam by nature gitu, memang otomatis cantik dan glowing. Tadinya mau jadi Elsa tapi saya nggak punya jilbab krem blonde gitu. Kalau Jasmine kan rambutnya hitam, jilbab hitam mah aman lah ya. Hahahaha.

Kalau ngomongin make up look nya, saya suka Jasmine karena dia matanya besar dengan eyeliner on fleek plus bibir ombre. Lips on point banget!

Ini juga kali pertama saya bikin make up inspired gini. Nantinya sih pengen banget bikin gini lagi karena seru banget. Pengen jadi Disney Princess lain biar kaya @queenofluna, siapa tau masuk BuzzFeed ahahahahahah #goals.

Produk yang saya pake di look ini:



Coverall Cream Foundation - Light/Medium
Coverall Pressed Powder - Fair
Color Icon Blush - Rose Champagne
Color Icon Brow Pencil - Brunettes Do It Better
Color Icon Eyeshadow Trio - Spoiled Brat & Don't Steal My Thunder
Mega Liner Liquid Eyeliner - Dark Brown
Silk Finish Lipstick - Dark Wine and Cherry Frost

Btw saya memang nggak pake maskara karena bulu mata saya pendek sekali. Pendek banget sampai kalau pake maskara juga nggak ngaruh. Ditambah bulu mata palsu juga udah langsung menghilang, nggak keliatan bulu mata aslinya saking pendeknya.

Untuk mata saya pake warna netral, pink, dan hitam untuk efek smokey eyes. Eeyshadow putih untuk highlight. Blush on saya pakai Silk Finish Lipstick shade Dark Pink Frost. Saya seneng sih pake lipstik buat blush on, sehari-hari juga saya sering bikin lipstik jadi blush on karena jadinya lebih nempel dan natural.

Untuk bibir yang jadi point of attention di look ini, saya pakai dua warna. Dark Wine di sisi luar dan Cherry Frost di bagian dalam. Kemudian untuk efek plumpy lips saya pakaikan eyeshadow putih di tengah bibir dan eyeshadow hitam di ujung luar bibir supaya terlihat lebih berdimensi.

Produk-produk Wet n Wild ini 100% cruelty free loh dan semuanya bisa dibeli online di wetnwild.co.id. Pembelian di atas Rp 250ribu free ongkir pula!


Ini dia videonya. Jangan lupa likes dan comments yaaa! Thank you and wish me luck!


-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

#SassyThursday: Kecantikan vs Dunia



Berawal dari gue dan Nahla mengomentari salah seorang YouTubers yang sedang naik daun. Perempuan, bisa main alat musik yang jarang bisa dimainkan oleh perempuan. Gue mikirnya ya dia ngetop karena jarang kali cewek kaya dia, gue bilang ya minimal dia punya talent.

Kata Nahla "Tapi skillnya biasa parah. Di dunia ini memang harus jadi cantik ya." Kemudian kami termenung. Betapa dunia tidak adil pada perempuan yang dianggap tidak cantik.


Baca punya Nahla:


Iya itu kenyataan loh ada gue pernah baca riset kalau perempuan cantik diperlakukan lebih baik, lebih dipercaya orang, dan lebih mudah mendapat pekerjaan. Bagaimana nasib orang-orang berwajah jauh dari standar kecantikan?

Ya struggling.
In early studies, Hamermesh and his team have pointed out that more attractive people tend to make more money and pair off with more attractive spouses.
Well yeah. Gue ngutip Time loh itu bukan situs abal yang suka share hoax huh.

Hal paling cemennya adalah susah nyari followers Instagram dan socmed lainnya. Soalnya beberapa selebgram yang memang mukanya diakui cantik oleh banyak orang, banyak juga yang nggak punya talent apa-apa. Ya udah modalnya muka cantik doang, begitu baca blognya atau temenan di Facebook baru ketaker deh otaknya cuma berapa mililiter doang.

Coba seberapa banyak kalian yang suka mempertanyakan "dia siapa sih? kok ngetop? emang bisa apa?" Ya sebenernya mah nggak perlu bisa apa-apa. Asal muka cantik, ngetop bisa diatur lol.

Aduh gue jahat mengukur standar keadilan dari popularitas. Biarlah ya.

Contoh sedih lagi, susah nyari pekerjaan karena masih ada company yang menulis "good looking" di requirement. Sedih nggak sih? Jangankan "good looking" nyari kerja dengan menyebutkan female/male aja zaman sekarang mah udah disebut seksis. Emang kenapa itu posisi harus ditempati hanya laki-laki atau hanya perempuan?

Bener kan?

Dan akhir-akhir ini gue sedang mempertanyakan soal standar kecantikan dunia.

Mungkin karena gue sendiri baru mulai main-main makeup ya. Gue suka pake makeup, karena kulit lebih cerah, lebih mulus, wajah jadi cantik sekali. Gue senang sekali bermain-main makeup tapi di sisi lain banyak pertanyaan berkumpul di kepala.

Gue suka mempertanyakan emang kenapa sih harus pake eyeliner? Biar mata kebuka lebih lebar, siapa yang bilang pertama kali kalau mata kebuka lebih lebar dengan eyeliner itu cantik?

Kenapa sih harus pake blush on? Biar wajah seger kaya anak bayi. Emang kenapa wajah harus merona kaya anak bayi? Banyak loh orang yang naturally susah blushing. Ini harus blushing sepanjang hari.

Kenapa harus mewarnai bibir dan kelopak? Kenapa satu dunia sepakat kalau eyeshadow rose gold itu cantik sekali? Kenapa bisa? Siapa yang pertama kali mempopulerkan makeup tertentu bisa sama dengan cantik seperti standar kita sekarang?

Media? Gue nggak yakin soal standar kecantikan dibentuk media karena bahkan orang Mesir dan Roma zaman dulu aja udah dikenal suka makeup kan. Eyeliner-nya on fleek loh, pake eyeshadow tebel pula. Trend make up itu udah ada jauh, jauh sebelum hingar bingar Hollywood.

Sampai muncul pertanyaan: WHY DO MEN LOOK GOOD WITHOUT MAKEUP?

Ya karena kebiasaan kita aja kan. Kita terbiasa melihat perempuan dengan bulu mata yang tebalnya tampak bisa dipakai kipas-kipas. Wajah mulus tanpa cela malah berkilauan dengan highlighter. Sementara cowok cuci muka pake jas aja langsung dibilang ganteng.

“For a woman, it just matters to walk down the street being good-looking. It hurts to walk down the street being bad-looking,” Hamermesh says. “For a man, beauty’s direct relation to happiness is not as great. It will give you a better-looking wife, a higher-earning wife and — most important — extra earnings.” -- Time

Meskipun zaman sekarang udah banyak banget sih ya cowok pake makeup tapi tetep aja. Perempuan dianggap lebih cantik kalau pakai makeup. Sampai kalau ke acara spesial harus pakai makeup lengkap huhu.

Saking tertanamnya standar kecantikan ini di dalam benak para perempuan, mereka yang tidak bisa dandan biasanya senang sekali kalau ada yang mendandani. Meski dipesani "jangan menor-menor ya" tapi tetap senang karena bisa tampil beda dari kehidupan sehari-hari. Tampil beda = menutupi flek dan alis digarisi rapi.

Huft. Kampret karena gue juga demikian.

(Baca: Kecantikan dan Perempuan Kedua)

Karena kebanyakan mikir soal standar cantik ini, udah berbulan-bulan loh gue nggak rutin lagi pakai alis tiap hari. Sebelumnya tiap hari wajib pake cc cream lah minimal, alis, eyeliner, dan lipstik. Sekarang skin care aja udah, lipstik kalau mau meeting.

Pertama karena alis jadi overrated hahahahaha bosen sama orang bilang "gue nggak bisa keluar rumah nggak pake alis". Kedua, gue nggak pengen gue jadi insecure cuma gara-gara hal kecil seperti alis. Gue bisa hidup tanpa gambar alis, hidup tanpa pakai lipstik. Risikonya satu doang, dibilang pucet sama disangka sakit terus. Dan itu masih fine sih, nggak masalah.

Jadi ya, gue akan makeup saat gue ingin bermakeup. Gue nggak masalah pergi ke luar rumah hanya pake skin care karena ya, gue nggak mau dijajah sama standar kecantikan buatan entah siapa. Gue nggak mau jadi tidak percaya diri menghadapi orang hanya karena gue belum gambar alis.

Sebaliknya, gue juga akan pakai makeup ketika gue ingin. Poinnya adalah, orang harus bisa tetep menghargai gue, saat gue pakai makeup atau pun saat gue nggak pake makeup.

Gue merasa nggak perlu ekstrem juga seperti Alicia Keys gitu yang nggak pake makeup selamanya. Gue akan pake ketika gue ingin, anggaplah seperti aksesoris. Dipakai ketika kita ingin pakai, bukan wajib dipakai setiap saat.

Gue akan percaya diri dengan keduanya. #sikap

Karena sekarang kan yang mengagungkan natural look banyak yang judge "dih pake makeup, dijajah banget sama standar cantik blablabla". Sebaliknya cewek-cewek bermakeup "pake makeup dong biar seger lalalalala"

Uh I don't give a sh*t anymore. Kalau ditanya "seru ya makeup?" gue jawab "iyaaa seru coba deh". Kalau dia nggak mau ya udah, nggak lantas jadi maksa-maksa. Cewek harus bisa dandan sama nggak pentingnya dengan cewek harus bisa masak. Kehidupan nggak sesempit itu gengs.

(Baca: Cantik Tidak Sama dengan Bodoh)


Gue juga nggak percaya sama standar kecantikan. Karena cantik itu relatif. DAN JELEK ITU TIDAK MUTLAK. Plis itu becanda taun 90an banget yang tidak bermakna. Cantik DAN jelek itu relatif.

Makanya ada orang yang tidak cantik menurut standar mayoritas tapi suaminya ganteng. Dan itu tidak perlu dipertanyakan. Ghibah amat jadi orang. 😂

Btw topik ini jadi mengingatkan gue ke lagu "Gapapa Jelek yang Penting Sombong". Sedih karena secara nggak langsung lagu itu membagi dua, lo cantik/ganteng maka lo nggak punya talent juga nggak apa-apa. Tapi ketika lo jelek, lo wajib punya talent dan menunjukkan talent itu.

Phew. Berat banget urusan visual ini. Padahal kita nggak bisa milih muka bentuknya mau kaya gimana ya kan?

Ada yang pernah punya pengalaman buruk gara-gara looks?

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Mendefinisikan Nakal

on
Wednesday, January 11, 2017

Bulan lalu saya belanja bulanan di Bandung. Pringles lagi diskon buy 1 get 1 free. Ini pertama kali Bebe makan cemilan model begini, biasanya dia makan mentok biskuit doang. Coklat dan permen belum pernah makan. Excited dong Bebe.

JG antri di kasir, saya ambillah itu Pringles dan ajak Bebe duduk di bangku depan supermarketnya. Di bangku itu ada anak umur 4 tahunan berdiri di kursi, bersama perempuan setengah baya yang saya duga neneknya. Ternyata benar,

*Ah elah mau bilang anak umur 4 tahun duduk sama neneknya aja ribet lol*

Karena Bebe excited ingin makan, Bebe kalem. Dia manis sekali. Nggak lari-lari atau apa. Si nenek itu ngeliatin kami terus sampai akhirnya nyeletuk.

"Berapa tahun ini neng? Meni (kok) kalem gitu, ini mah nakal," katanya sambil menunjuk sang cucu.

NAKAL. INI MAH NAKAL. SI CUCU DIBILANG NAKAL.

T________T

na.kal
[a] (1) suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu, dsb, terutama bagi anak-anak) (2) buruk kelakuan (lacur dsb) - source kbbi

Saya jawab, "Dua tahun setengah bu, nakal kenapa emangnya?"

"Ya ini naik-naik kursi, kalau di rumah duh nggak mau diem. Blablabla," si ibu full curhat mode-nya diaktifkan.

Yang ada di otak saya cuma satu. Anak naik kursi dibilang nakal. Anak lari-larian dibilang nakal. Kok sedih sekali.

T________T

Apa definisi nakal?

Dulu, seperti yang saya ceritakan di postingan Karma Anak Laki-laki ini definisi nakal saya memang seperti itu. Tapi kan itu waktu saya kecil, setelah punya anak sendiri, ya berubah lah. Kok tega banget bilang anak sendiri nakal?

Kalau menjudge anak sendiri nakal, apalagi masih balita, apa yang sudah kita lakukan sebagai orangtua? Karena menurut saya, nakal pada balita itu masalah pola pikir sebagai orangtua.

Nakal itu judge yang parah sih menurut saya. Karena anak balita bukan tidak mau menurut tapi memang tidak mengerti bahwa ia HARUS menurut. Maka ia harus diberi pengertian, bukan dilabeli nakal. Karena melabeli nakal pada balita itu nggak ada gunanya.

Oh wait, kayanya memberi label nakal pada semua orang itu nggak ada gunanya. Cewek nakal dan cowok nakal aja definisinya nggak sama. Hih.

(Baca: Bebe Umur 2 Tahun itu Bikin Pusing!)

Karena si anak dilabeli nakal lalu apa? Lalu kita stres karena merasa punya anak nakal. Padahal yang pertama kali bilang si anak nakal itu siapa? Kita sendiri.

Bebe jauh dari kalem. Tapi kalau dia naik kursi ya dijaga aja biar tidak jatuh. Kalau memang bahaya yang diberi tahu kalau itu bahaya, nanti Bebe jatuh. Kalau marah? Diamkan. Kalau kita kalah karena dia marah? Kita yang gagal.

Iya kita yang gagal. Kita memberi kesempatan pada si anak untuk menunjukkan bahwa kita lemah dan kurang tegas. Padahal balita butuh sosok yang tegas, sosok yang dia percaya. Dengan tegas dia nggak akan benci sama kita kok. Kalau udah terlanjur gagal? Masih ada kesempatan.

Besok lagi juga anak akan melakukan hal yang kita rasa salah kok, dijamin. Jadi orangtua kan proses seumur hidup, nggak mungkin mulus terus. Sesekali gagal tapi tolonglah jadikan pelajaran. *ngomong sama diri sendiri*. Bukannya jadi menyalahkan si anak dengan bilang "ini anak nakal".

Lebih parahnya lagi membandingkan dengan anak orang lain. Bebe dianggap kalem karena duduk, si cucu dianggap nakal karena berdiri di kursi. Kenapa dia sungguh yakin kalau Bebe tidak pernah naik kursi? Dijadikan perbandingan itu menyakitkan, saya langsung kebayang ibu si anak.

Ibu si anak mungkin hidupnya tertekan karena ibunya sendiri mengkritik cucunya sebagai cucu yang nakal. Sedih. :(

(Baca: Tips Menangani Anak Tantrum di Tempat Umum)

Kalau anak sudah usia SD atau SMP sih menurut saya karena definisi "nakal" nya sudah bisa dalam level mengganggu ketertiban umum. Pernah saya lagi makan indomie di warung deket kostan dulu, dan tiba-tiba anak empat anak SD pake seragam pramuka mengobrol di depan warung, mereka membuka tas, DAN MEMINDAHKAN CELURIT. Dari tas si anak satu ke tas anak lain.

ANAK SD. MEMINDAHKAN CELURIT. Si ibu warung langsung melempar anak-anak itu dengan kursi plastik dan mengusirnya. Mereka diancam agar tidak main lagi ke daerah situ. Mereka kabur terbirit-birit.

Oke kalau level seperti itu baru bisa dibilang nakal sih. Meskipun tetep pertanyaannya mendasarnya "orangtuanya ke mana? kenapa bisa mereka begitu?" Kadang orang harus dibekali otak dulu sebelum memutuskan untuk punya anak.

Ya tetep, problemnya di orangtua.

Apa definisi nakal buat kalian?

Tolong jangan bilang nakal pada balita ya karena kasihan. :(((((

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!