Image Slider

#SassyThursday: Penyesalan dalam Hidup

on
Thursday, January 19, 2017

Jadi ya, hidup nggak selalu berjalan kaya yang kita mau kan ya. Ada penyesalan-penyesalan yang kalau dipikirin, wow menyita waktu. Sedih, dan ya bikin kecewa.

Padahal disesali juga buat apa sih sebenernya mah. Nggak mengubah apapun. Cuma bikin bete aja kan. Kaya ada temen yang nyesel banget kenapa nggak terima lamaran cowoknya dulu, sekarang si mantan jadi kaya raya, istrinya cantik, anaknya lucu, rumahnya Instagramable, hidupnya sempurna. If only that was me, pasti gitu kan mikirnya.

Baca punya Nahla:

Padahal yeee, hidup si mantan sempurna karena dia nikah sama istrinya itu loh. Mungkin juga dia jadi kaya karena justru nikah sama si istrinya sekarang bukan sama temen saya. Anaknya juga lucu karena istrinya cantik hahahaha. Tapi iya kan. 😂😂😂

Kalau dari saya, ada sedikit penyesalan kenapa dulu nggak ngotot kuliah di luar negeri atau minimal student exchange lah hahahaha. Nyesel sedikit aja sih karena dulu kan nggak semudah sekarang info-infonya. Beda banget lah, zaman sekarang student exchange di kampus saya aja banyak banget program dan negaranya, dulu mah nggak ada.

Selain itu, nyeselnya jadi sedikit aja karena dulu juga saya memang menjalani yang terbaik dengan sangat smooth, saya lulus SPMB hanya dengan satu pilihan (tidak memilih pilihan kedua karena saya hanya mau kuliah jurnalistik). Lulus cum laude, dapet kerja yang menyenangkan, sampai sekarang.

Tapi namanya manusia ya kalau nggak ngeluh itu rasanya kurang hahahaha. Soalnya ngeliat temen-temen yang kuliah di luar negeri ih kerjanya lebih bagus, mereka jadi punya nilai plus dibanding kami yang cuma kuliah Indonesia. Nggak usah protes atau denial, ini kenyataan kok. Banyak perusahaan yang jelas-jelas menulis mengutamakan overseas graduate. Yayaya. Tampak tidak adil tapi ya sebenernya fair sih, suka-suka mereka lah lol.

Satu penyesalan lagi baru terjadi beberapa bulan lalu. Intinya saya menolak tawaran interview dari perusahaan digital yang selalu dianggap 'Tuhan' untuk base Singapur. Iya emang baru tawaran interview doang sih belum tentu keterima banget, masih jauh perjalanan. Tapi gilanya adalah, saya jadi menyesal menikah dan punya anak terlalu cepat.

(Baca: Cita-cita yang Tertunda karena Anak)

Soalnya saya nggak mungkin kerja di luar negeri tanpa JG. JG mah mau-mau aja keluar kerja karena cita-cita dia adalah stay at home dad tapi sayanya yang nggak mau. Nanti saya pasti cuma ketemu Bebe sebentar, nggak mungkin saya kerja 9-5 kaya sekarang. Lagian karier JG di kantor yang sekarang bagus, semua fasilitas bagus, asuransi, bonus semua aman, masa resign gitu aja? Saya nggak mau. Terlalu banyak yang akan hilang, dan yang terberat adalah memikirkan waktu-waktu saya bersama Bebe.

Saya sekarang seneng banget kerja 9-5 dan sama Bebe lama sekali. Jemput Bebe di daycare, main sepeda, main mobil-mobilan di perosotan (don't ask how), atau sekadar tengkurep nonton film bareng-bareng. Itu hanya mungkin kalau saya kerja di tempat yang jam kerjanya pasti.

Jadinya nyesel banget, coba kalau belum nikah, coba kalau belum punya anak. Satu hal yang bikin saya bertahan, saya lebih baik menyesal karena tidak bisa kerja di sana dibanding menyesal karena tidak menggunakan waktu saya sebaik mungkin bersama Bebe.

Tapi tetep, saya nangis dan ngelamun terus sekitar 2 minggu, tiap perjalanan pulang dari kantor itu di mobil ngelamun aja terus. Malem-malem nangis. Nangis terus hahaha. Ya mending nangis sih daripada ditahan-tahan juga buat apa. Emosi itu harus dirilis gaes biar nggak jadi jerawat. Duh. Nggak heran saya nggak pernah jerawatan ya hahahaha.

Mungkin saya bukan ibu yang baik, bukan ibu ideal yang selalu terobsesi makanan organik dan hygienis, tapi saya selalu ingin lebih lama dengan orang-orang yang saya sayang. Bebe udah pasti lah. Selain itu saya juga selalu ingin lebih lama sama JG, untuk ngobrol di mobil dan ketawa-tawa. Maka sekarang saya lebih sering menunggu JG di daycare agar bisa pulang bersama, kadang sampai jam 7 malam baru JG datang karena yah, macetlah apalagi. Tapi dibanding ngobrol sama driver GrabCar, mending nunggu aja biar.

Emang bisa kaya gitu kalau hidup kami nggak seperti sekarang? Belum tentu kan?

Intinya ... harus pake intinya nggak nih? lol

Ya intinya, percayalah hidup yang kita jalani sekarang itu adalah yang terbaik maka kita harus melakukannya dengan baik. Move on! Jangan biarkan kekecewaan memengaruhi hidup yang kita jalani sekarang karena itu kemungkinan akan berakhir dengan kekecewaan yang lain.

Life isn't some cartoon musical where you sing a little song and all your insipid dreams magically come true. So let it go. - Chief Bogo, Zootopia Police Department

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

I'm Sick

on
Wednesday, January 18, 2017

So guys I'm sick.

Or have been sick.

Soalnya kepala udah berat dari Minggu malem sampai Senin pagi. Dan tentu saya tetap kerja karena mau apa deh di rumah?

Selasa kemarin udah nggak karuan, nyampe rumah langsung tidur maunya. Dan hari ini resmi flu.

WHY.

Nyalahin cuaca lah apalagi yang bisa disalahin ya nggak? Karena tiap sore hujan jadi tiap sore saya naik ojek dengan kondisi habis berhenti hujan atau bahkan hujan rintik-rintik. Angin besar banget sampai bisa nutup pintu mobil dengan tenaga angin.

Yah well. Ini jarang-jarang loh saya ngeluh sakit hahaha. Tapi beneran saya butuh nulis, biar waras, biar kepala nggak pusing-pusing amat. Mungkin ini pusing karena kebanyakan yang belum ditulis lol.

Btw Bebe udah damai sentosa, udah nggak tantrum lagi kalau ke daycare. Tapi sekarang dia tantrum karena nggak mau pulang dari daycare. Kemarin kami berantem karena Bebe nggak mau masuk mobil dan wailing "MAU DAYCARE AJAAAA!".

Anak kecil memang tidak bisa tidak tantrum ya. Bahkan dengan topik yang sama (YA TOPIK DAYCARE) bisa jadi dua jenis tantrum yang berseberangan ide. Apalah. Ya soon, ini ada triknya ternyata biar anak nggak terlalu clingy sama ibu. Soon, maksudnya nanti lagi ditulisnya lol.

Terus ya thanks to temen-temen Facebook yang sudah sangat membantu sekali dalam pemilihan mesin cuci, kini JG sudah punya mesin cuci baru dan selalu semangat mencuci. Kami tak pernah membayangkan beli mesin cuci baru bisa menghemat waktu dan tenaga sebanyak itu. Mesin cuci ini layak mendapat satu blog post khusus jadi ya, soon!

Intinya itulah, nggak semangat update blog karena mata aja kebukanya nggak bisa 100%. Besok ajalah ya #SassyThursday YANG MANA BELUM TAU MAU TOPIK APA.

I'm done! Peace out!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Gastromaquia Jakarta - Review

on
Tuesday, January 17, 2017
Gastromaquia Modern Spanish Restaurant Review
[SPONSORED POST]


HOLAAAA!

Selasa ini aku nggak punya bahan buat #SelasaCantik hahaha. Masih kerasa ngos-ngosan abis bikin video yang Princess Jasmine ini. Sebagai gantinya hari ini aku mau review salah satu resto di daerah Senopati, namanya Gastromaquia.

Gastromaquia ini terletak di area Senopati tepatnya di Jalan Ciniru no 1. Saya datang di hari Sabtu dengan JG, Bebe, dan adik saya. Sebetulnya khawatir nggak dapet parkir, tapi ternyata karena datang sebelum jam ramai, masih kebagian parkir yeaayyy! Kalau nggak pun valet tersedia sih.

Menurut mbak-mbaknya kalau hari Sabtu itu jam ramenya memang malem karena ada live music yang dimulai jam 20.30 WIB. Malem minggu gitu juga ada promo spesial tapi since kami-kami ini sudah bukan lagi di usia malem mingguan, jadi lunch aja deh hahaha.


Masuk ke dalem, langsung dibukakan pintu oleh stafnya yang ramah. Interiornya homey banget dengan nuansa putih dan kayu-kayu. Begitu masuk mata pasti langsung tertuju pada lampu yang dibuat dari teacup yang gemes banget. Spot yang pas buat ... Instagram lah apa lagi! Hahahaha. Iya beneran hampir semua spotnya Insta-worthy banget.

Gastromaquia ini terdiri dari dua lantai jadi luas banget. Meja satu sama lain jaraknya nggak berdekatan soalnya saya suka agak terganggu sama resto yang mejanya deketan banget. Maklum bawa balita, takut nyenggol orang lain kan. Ini berjauhan, pembicaraan antar meja pun jadi aman tak terdengar lol.



Resto ini memang cocok banget digunakan untuk acara keluarga ya kaya arisan atau makan keluarga gitu. Bisa juga untuk gathering atau acara ulangtahun, pas saya dateng kemarin di lantai 2 ada yang sedang siapkan dekorasi meja untuk ulang tahun. Iyaaa, boleh didekor dengan minimum spending Rp 150ribu per orang.




Buat ibu-ibu: baby chair (cukup) aman!

Cuma sempit banget baby chairnya karena terbuat dari kayu gitu, ukurannya nggak standar baby chair Ik*a yang dipake sejuta resto hahaha. Jadi buat anak seumuran Bebe itu sempit. Masuknya tricky banget sampai kakinya bisa masuk dan dia bisa duduk. Tapi namanya anak bayi kan banyak ide ya jadi entah gimana pas pertama kali masuk itu susah, berikut-berikutnya dia menemukan cara sendiri untuk keluar masuk so yeah, baby chair aman. At least sampai anaknya 13 kg, lebih dari itu nggak yakin muat.

Di lantai 2 sendiri ada outdoornya whoaaaa. Bagian outdoor ini cukup luas dan karena di depan jalannya pohon-pohon semua jadinya adem. Lantai 2 juga nggak luput dari dekorasi cantik di dindingnya. Luv!

Makanannya gimana? Oke kita bahas satu-satu ya. Saya sih nggak bisa-bisa amat sebenernya bahas makanan karena buat saya semuanya enak aja huuu. Kalau bisa review makanan blog ini dijamin udah jadi food blog sih. But anyway, I'll try! Tapi sebelumnya nonton video dulu gimanaaaa? Cus!


Garlic Noodle with Prawn (IDR 65k)



Ini sebenernya Garlic Noodle with Crab Meat tapi crabnya lagi habis huhu. Padahal ngincer ini banget. Mbaknya kemudian menawarkan untuk diganti prawn dan saya ok. Rasanya sederhana banget, nggak berlebihan, aroma garlicnya kerasa banget. Suka! Porsinya juga pas. Cuma ternyata Bebe suka banget JUGA dan akhirnya ibu harus bagi dua sama Bebe hiks. Ibu tidak rela. 😓

Spaghetti in Spicy Creamy Sauce (IDR 75k)



Adik saya pesen ini dan enak banget! Rumput tetangga memang kadang lebih hijau, pesanan makanan orang biasanya memang lebih enak hahaha. Pedesnya pas, bukan pedes yang bikin heboh. Creamy sauce-nya nyam! Ayamnya juga banyak, somehow saya ngerasa ini porsinya lebih banyak dibanding pesanan saya. Again, mungkin ini cuma masalah rumput tetangga. Tapi ya, recommended!

Rabo de Toro (IDR 145k)



Buntut sapi ini porsinya paling wow. Kenyang lah udah. Rasanya enak lah pokoknya hahaha saya gagal lah suruh mendeskripsikan makanan mah. Manis gurij dan dagingnya empuk banget, nggak pegel ngunyahnya. Ini recommended juga. 💗

Untuk minuman kami pesan Strawberry Lemonade (IDR 40k), Lychee Tea (IDR 30k), dan Orange Juice (IDR 35k) yang seketika dihabiskan Bebe sehingga kami pesan satu Orange Juice lagi lol. Patut digarisbawahi kalau Lychee Tea-nya pakai leci asli, buah leci. Soalnya beberapa resto nyebutnya aja Lychee Tea tapi nggak ada lecinya sama sekali, aromanya doang huuu.

strawberry lemonade


Setelahnya karena di luar masih panas dan kami nggak tahu lagi mau ke mana, akhirnya pesen lagi deh Homemade Vanilla Ice Cream (IDR 55k) dan Porcini Croquet (IDR 40k). Es krimnya es krim rumahan sekali, seger dan manisnya pas. Sementara croquet-nya juga crunchy di luar dan rogutnya leleh di dalem. Nyam!

porcini croquet

Jadi intinya tempat cozy, makanan enak, dan harganya terjangkau banget untuk ukuran resto dengan makanan yang cocok di lidah dan family friendly. Nggak crowded jadi ngobrolnya nyaman itu aku luv banget. 💓

Thank you Gastromaquia dan Clozette Indonesia untuk program Clozette Review!

See you!

Alamat:
Gastromaquia
Jl. Ciniru I No.1
Senopati,
Jakarta 12180
Phone: +622129305091

Opening Hours:
Sun - Thur: 11.30 - 22.00 WIB
Fri - Sat: 11.30 - 00.00 WIB

Instagram: @gastromaquia (fotonya bagus-bagus loh cus follow!)





LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Bebe's Story 39 - 43

on
Friday, January 13, 2017

Bulan ini berat sekali ibu-ibuuuu. Karena sepertiganya di Bandung liburan Natal sampai Tahun Baru terus Bebe jadi clingy banget sama saya. T_____T

Saya bukan tipe melankolis jadi Bebe clingy itu aduhhhh pusing! Ini kalau tipe melankolis udah resign nih dari kantor. Saya mah masih kerja aja biasa. Hahahaha.

Kasian sih, tapi Bebe belajar banyak di daycare percayalah. Dia bisa sampai di sini karena belajar berteman, belajar toleransi di daycare dan belajar kehidupan sama saya. Maksudnya kalau saya 24 jam sama dia, mungkin saya tidak akan sewaras ini, begitu pula Bebe.

Jadi inget kemarin ada ibu-ibu yang bilang anaknya suka coret-coret tembok. Bebe pernah tentu saja, sekali doang. Karena saya kasih tau kalau coret di tembok tidak baik, tiap nemu dinding penuh coretan di jalan saya selalu bilang kalau itu tidak baik.

Solusinya JG tempel karton besar di dapur untuk Bebe coret-coret. Sekarang tiap lewat jalan yang dindingnya penuh coretan Bebe akan bilang "ibu itu coret tembok tidak baik".

Saya kemudian mempertanyakan, apa saya punya kesabaran untuk mengobrol dengan Bebe sebanyak itu kalau saya nggak kerja? Kalau saya seharian bersama Bebe, apa Bebe akan tetap memandang saya sama? Karena saya nggak kerja dan kelamaan sama dia itu dia jadi manja banget.

Sering juga liat ibu-ibu yang males jawabin pertanyaan anaknya, ya males sih emang kalau ditanya hampir 24 jam ya kan apalagi menurut ibunya "pertanyaannya kurang penting".

Tapi karena saya hanya punya sedikit waktu sama Bebe, saya jadi jawab semua pertanyaan Bebe. SEMUA. Belum pernah saya suruh dia diam atau tidak menjawab. Kalau tidak tahu saya bilang tidak tahu nanti kita cari tahu sama-sama ya. Tapi dijawab, bukan diam atau ssstt menyuruh diam.

Saya paling kasihan sama anak yang disuruh berhenti bertanya sama orangtuanya. T______T

Oke cukup tentang saya.

Jadi tiap malem Bebe masih nggak mau jawab kalau ibu kerja Bebe di mana? Biasanya dia jawab dengan ceria "daycare!" sekarang nggak mau. Pagi-pagi meluk kenceng banget sayanya nggak boleh mandi. Sampai daycare nangis tentu saja. Maunya di daycare tapi mau sama ibu.

T______T

Udah baca blogpost Drama Daycare ini kan? Nah itu hari kedua doang dia kalem, hari berikutnya kembali kejer. Kalau di carseat ketiduran, saya turun di kantor, di daycare JG yang nggak boleh pergi hahahaha. Auk ah stres.

Di luar itu semua Bebe mulai bisa menunjukkan ketertarikan pada sesuatu. Dan dia baru  tahu kalau dia tidak punya maka dia bisa beli. Dia juga bisa memuji dengan "lucu!" wah gantungan lucu! Pin lucu! Ini lucu! Semua aja yang dia anggap bagus dia puji dengan "lucu!" Nggak usah ditanya meniru siapa ya plis.

Ini celetukan Bebe bulan ini.

#39

Bebe tidak punya mobil polisi, terus saya belikan di Borma, 8ribuan dapet dua biji. Segede upil. Kecil banget tapi gemes, panjangnya paling 3 cm. Dua hari pertama excited, hari berikutnya bosan.

Bebe: "Ibu, mobil polisi besal mana?"

Ibu: "Memangnya Xylo punya?"

Bebe: "PUNYAAAAA"

Ibu: "Yang mana? Ibu tidak tahu?"

Bebe: "Salo punya, beli dulu"

HAHAHAHAHAHAHA

#40

Di Ciwalk.

"Wah om itu ngeloko! Kabuuullll!"

Ini karena tiap ada orang merokok saya bilang ke Bebe kalau itu tidak baik dan harus jauh-jauh. Mungkin dia menyangka merokok = orang jahat maka harus kabur.


#41

Bebe sudah terlalu lama mandi. Takut masuk angin soalnya di Bandung dingin. #AsianMom

Ibu: "Be udah dong mandinya, sikat gigi di luar aja yuk!"

Bebe: "Di sini aja ibu"

Ibu: "Di luar aja deh, dingin"

Bebe: "Jangan ibu nanti ada mobil"

AHA!


#42

Tetangga di Bandung punya anjing namanya Snowy.

JG: "Be, panggil anjingnya, Snowy! Snowy! gitu!"

Bebe: "ANJING! ANJING!"

JG: "SSSTTT BE jangan teriak anjing anjing. nama anjingnya Snowy. Panggil aja Snowy! Snowy!"

Bebe: ""ANJING! ANJING!"

HAHAHAHAHAHAHA

#43

Bebe baru mengerti serunya nonton. Tapi saya larang nonton sambil nenen karena yah, nggak tau kenapa biar disiplin aja.

Ibu: "Jadi mau nonton atau nenen?"

Bebe: "Nenen"

Ibu: "Ya udah matikan filmnya"

Bebe: "Nonton"

Ibu: "Yeee, yang betul. Nonton apa nenen?"

Bebe: "Nonen"


Selain itu Bebe juga baru mengerti soal berbagi mainan. Berbagi makanan sih selalu dilakukan, dia nggak pernah pelit soal makanan. Cuma urusan mainan nih.

Nah kata "gantian" pun jadi nempel banget di kepala Bebe. Lagi macet "Macet ya ibu? Gantian mobilnya ya ibu? Seperti Salo main perosotan? Seperti Salo main ayunan?" IYAAAAA.

Dan ya, makin memilih orang. Mana yang akan dia sapa mana yang tidak akan. Mana yang mau dipeluk dan tidak (clue: hanya ibu). Mana yang mau dia cium dan mana yang tidak (clue: hanya ibu JUGA).

Ya begitulah.

See you next month!


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Glam Look - Princess Jasmine Inspired | Wet n Wild One Brand Tutorial

on
Thursday, January 12, 2017
[SPONSORED POST]



HAAIIIII!

Saya posting video lagi finally yaaayyy! Kali ini videonya video beauty karena baru aja dikasih satu paket make up dari Wet n Wild Indonesia kerja sama dengan Blogger Ceria.

Terus terharu. Huhu. Karena ini adalah video beauty bersponsor pertama saya hahaha. Non beauty sih udah pernah ya tapi kalau beauty kan harap maklum karena saya sendiri baru mulai nulis dan bikin video beauty kan beberapa bulan terakhir aja so YAY FOR ME! And thank you for Blogger Ceria and Wet n Wild Indonesia.

Apa aja yang ada di kotaknya?

Face:
Coverall Cream Foundation - Light/Medium
Coverall Pressed Powder - Fair
Color Icon Blush - Rose Champagne


Eye:
Photo Focus Eyeshadow Primer
Color Icon Brow Pencil - Brunettes Do It Better
Color Icon Eyeshadow Trio - Spoiled Brat & Don't Steal My Thunder
Mega Liner Liquid Eyeliner - Dark Brown
Mega Impact Mascara - Blackest Black



Lips:
Silk Finish Lipstick in … 11 SHADES!


💖💖💖

Banyak banget yaaaa. Nah dari produk ini saya bikin one brand tutorial untuk ikutan vlog competition dengan tema Glam Look - Lips on Point.

Setelah bertapa mencari ide akhirnya saya memutuskan untuk jadi Princess Jasmine. Kenapa Jasmine? Karena Disney Princess itu glam by nature gitu, memang otomatis cantik dan glowing. Tadinya mau jadi Elsa tapi saya nggak punya jilbab krem blonde gitu. Kalau Jasmine kan rambutnya hitam, jilbab hitam mah aman lah ya. Hahahaha.

Kalau ngomongin make up look nya, saya suka Jasmine karena dia matanya besar dengan eyeliner on fleek plus bibir ombre. Lips on point banget!

Ini juga kali pertama saya bikin make up inspired gini. Nantinya sih pengen banget bikin gini lagi karena seru banget. Pengen jadi Disney Princess lain biar kaya @queenofluna, siapa tau masuk BuzzFeed ahahahahahah #goals.

Produk yang saya pake di look ini:



Coverall Cream Foundation - Light/Medium
Coverall Pressed Powder - Fair
Color Icon Blush - Rose Champagne
Color Icon Brow Pencil - Brunettes Do It Better
Color Icon Eyeshadow Trio - Spoiled Brat & Don't Steal My Thunder
Mega Liner Liquid Eyeliner - Dark Brown
Silk Finish Lipstick - Dark Wine and Cherry Frost

Btw saya memang nggak pake maskara karena bulu mata saya pendek sekali. Pendek banget sampai kalau pake maskara juga nggak ngaruh. Ditambah bulu mata palsu juga udah langsung menghilang, nggak keliatan bulu mata aslinya saking pendeknya.

Untuk mata saya pake warna netral, pink, dan hitam untuk efek smokey eyes. Eeyshadow putih untuk highlight. Blush on saya pakai Silk Finish Lipstick shade Dark Pink Frost. Saya seneng sih pake lipstik buat blush on, sehari-hari juga saya sering bikin lipstik jadi blush on karena jadinya lebih nempel dan natural.

Untuk bibir yang jadi point of attention di look ini, saya pakai dua warna. Dark Wine di sisi luar dan Cherry Frost di bagian dalam. Kemudian untuk efek plumpy lips saya pakaikan eyeshadow putih di tengah bibir dan eyeshadow hitam di ujung luar bibir supaya terlihat lebih berdimensi.

Produk-produk Wet n Wild ini 100% cruelty free loh dan semuanya bisa dibeli online di wetnwild.co.id. Pembelian di atas Rp 250ribu free ongkir pula!


Ini dia videonya. Jangan lupa likes dan comments yaaa! Thank you and wish me luck!


-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

#SassyThursday: Kecantikan vs Dunia



Berawal dari gue dan Nahla mengomentari salah seorang YouTubers yang sedang naik daun. Perempuan, bisa main alat musik yang jarang bisa dimainkan oleh perempuan. Gue mikirnya ya dia ngetop karena jarang kali cewek kaya dia, gue bilang ya minimal dia punya talent.

Kata Nahla "Tapi skillnya biasa parah. Di dunia ini memang harus jadi cantik ya." Kemudian kami termenung. Betapa dunia tidak adil pada perempuan yang dianggap tidak cantik.


Baca punya Nahla:


Iya itu kenyataan loh ada gue pernah baca riset kalau perempuan cantik diperlakukan lebih baik, lebih dipercaya orang, dan lebih mudah mendapat pekerjaan. Bagaimana nasib orang-orang berwajah jauh dari standar kecantikan?

Ya struggling.
In early studies, Hamermesh and his team have pointed out that more attractive people tend to make more money and pair off with more attractive spouses.
Well yeah. Gue ngutip Time loh itu bukan situs abal yang suka share hoax huh.

Hal paling cemennya adalah susah nyari followers Instagram dan socmed lainnya. Soalnya beberapa selebgram yang memang mukanya diakui cantik oleh banyak orang, banyak juga yang nggak punya talent apa-apa. Ya udah modalnya muka cantik doang, begitu baca blognya atau temenan di Facebook baru ketaker deh otaknya cuma berapa mililiter doang.

Coba seberapa banyak kalian yang suka mempertanyakan "dia siapa sih? kok ngetop? emang bisa apa?" Ya sebenernya mah nggak perlu bisa apa-apa. Asal muka cantik, ngetop bisa diatur lol.

Aduh gue jahat mengukur standar keadilan dari popularitas. Biarlah ya.

Contoh sedih lagi, susah nyari pekerjaan karena masih ada company yang menulis "good looking" di requirement. Sedih nggak sih? Jangankan "good looking" nyari kerja dengan menyebutkan female/male aja zaman sekarang mah udah disebut seksis. Emang kenapa itu posisi harus ditempati hanya laki-laki atau hanya perempuan?

Bener kan?

Dan akhir-akhir ini gue sedang mempertanyakan soal standar kecantikan dunia.

Mungkin karena gue sendiri baru mulai main-main makeup ya. Gue suka pake makeup, karena kulit lebih cerah, lebih mulus, wajah jadi cantik sekali. Gue senang sekali bermain-main makeup tapi di sisi lain banyak pertanyaan berkumpul di kepala.

Gue suka mempertanyakan emang kenapa sih harus pake eyeliner? Biar mata kebuka lebih lebar, siapa yang bilang pertama kali kalau mata kebuka lebih lebar dengan eyeliner itu cantik?

Kenapa sih harus pake blush on? Biar wajah seger kaya anak bayi. Emang kenapa wajah harus merona kaya anak bayi? Banyak loh orang yang naturally susah blushing. Ini harus blushing sepanjang hari.

Kenapa harus mewarnai bibir dan kelopak? Kenapa satu dunia sepakat kalau eyeshadow rose gold itu cantik sekali? Kenapa bisa? Siapa yang pertama kali mempopulerkan makeup tertentu bisa sama dengan cantik seperti standar kita sekarang?

Media? Gue nggak yakin soal standar kecantikan dibentuk media karena bahkan orang Mesir dan Roma zaman dulu aja udah dikenal suka makeup kan. Eyeliner-nya on fleek loh, pake eyeshadow tebel pula. Trend make up itu udah ada jauh, jauh sebelum hingar bingar Hollywood.

Sampai muncul pertanyaan: WHY DO MEN LOOK GOOD WITHOUT MAKEUP?

Ya karena kebiasaan kita aja kan. Kita terbiasa melihat perempuan dengan bulu mata yang tebalnya tampak bisa dipakai kipas-kipas. Wajah mulus tanpa cela malah berkilauan dengan highlighter. Sementara cowok cuci muka pake jas aja langsung dibilang ganteng.

“For a woman, it just matters to walk down the street being good-looking. It hurts to walk down the street being bad-looking,” Hamermesh says. “For a man, beauty’s direct relation to happiness is not as great. It will give you a better-looking wife, a higher-earning wife and — most important — extra earnings.” -- Time

Meskipun zaman sekarang udah banyak banget sih ya cowok pake makeup tapi tetep aja. Perempuan dianggap lebih cantik kalau pakai makeup. Sampai kalau ke acara spesial harus pakai makeup lengkap huhu.

Saking tertanamnya standar kecantikan ini di dalam benak para perempuan, mereka yang tidak bisa dandan biasanya senang sekali kalau ada yang mendandani. Meski dipesani "jangan menor-menor ya" tapi tetap senang karena bisa tampil beda dari kehidupan sehari-hari. Tampil beda = menutupi flek dan alis digarisi rapi.

Huft. Kampret karena gue juga demikian.

(Baca: Kecantikan dan Perempuan Kedua)

Karena kebanyakan mikir soal standar cantik ini, udah berbulan-bulan loh gue nggak rutin lagi pakai alis tiap hari. Sebelumnya tiap hari wajib pake cc cream lah minimal, alis, eyeliner, dan lipstik. Sekarang skin care aja udah, lipstik kalau mau meeting.

Pertama karena alis jadi overrated hahahahaha bosen sama orang bilang "gue nggak bisa keluar rumah nggak pake alis". Kedua, gue nggak pengen gue jadi insecure cuma gara-gara hal kecil seperti alis. Gue bisa hidup tanpa gambar alis, hidup tanpa pakai lipstik. Risikonya satu doang, dibilang pucet sama disangka sakit terus. Dan itu masih fine sih, nggak masalah.

Jadi ya, gue akan makeup saat gue ingin bermakeup. Gue nggak masalah pergi ke luar rumah hanya pake skin care karena ya, gue nggak mau dijajah sama standar kecantikan buatan entah siapa. Gue nggak mau jadi tidak percaya diri menghadapi orang hanya karena gue belum gambar alis.

Sebaliknya, gue juga akan pakai makeup ketika gue ingin. Poinnya adalah, orang harus bisa tetep menghargai gue, saat gue pakai makeup atau pun saat gue nggak pake makeup.

Gue merasa nggak perlu ekstrem juga seperti Alicia Keys gitu yang nggak pake makeup selamanya. Gue akan pake ketika gue ingin, anggaplah seperti aksesoris. Dipakai ketika kita ingin pakai, bukan wajib dipakai setiap saat.

Gue akan percaya diri dengan keduanya. #sikap

Karena sekarang kan yang mengagungkan natural look banyak yang judge "dih pake makeup, dijajah banget sama standar cantik blablabla". Sebaliknya cewek-cewek bermakeup "pake makeup dong biar seger lalalalala"

Uh I don't give a sh*t anymore. Kalau ditanya "seru ya makeup?" gue jawab "iyaaa seru coba deh". Kalau dia nggak mau ya udah, nggak lantas jadi maksa-maksa. Cewek harus bisa dandan sama nggak pentingnya dengan cewek harus bisa masak. Kehidupan nggak sesempit itu gengs.

(Baca: Cantik Tidak Sama dengan Bodoh)


Gue juga nggak percaya sama standar kecantikan. Karena cantik itu relatif. DAN JELEK ITU TIDAK MUTLAK. Plis itu becanda taun 90an banget yang tidak bermakna. Cantik DAN jelek itu relatif.

Makanya ada orang yang tidak cantik menurut standar mayoritas tapi suaminya ganteng. Dan itu tidak perlu dipertanyakan. Ghibah amat jadi orang. 😂

Btw topik ini jadi mengingatkan gue ke lagu "Gapapa Jelek yang Penting Sombong". Sedih karena secara nggak langsung lagu itu membagi dua, lo cantik/ganteng maka lo nggak punya talent juga nggak apa-apa. Tapi ketika lo jelek, lo wajib punya talent dan menunjukkan talent itu.

Phew. Berat banget urusan visual ini. Padahal kita nggak bisa milih muka bentuknya mau kaya gimana ya kan?

Ada yang pernah punya pengalaman buruk gara-gara looks?

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Mendefinisikan Nakal

on
Wednesday, January 11, 2017

Bulan lalu saya belanja bulanan di Bandung. Pringles lagi diskon buy 1 get 1 free. Ini pertama kali Bebe makan cemilan model begini, biasanya dia makan mentok biskuit doang. Coklat dan permen belum pernah makan. Excited dong Bebe.

JG antri di kasir, saya ambillah itu Pringles dan ajak Bebe duduk di bangku depan supermarketnya. Di bangku itu ada anak umur 4 tahunan berdiri di kursi, bersama perempuan setengah baya yang saya duga neneknya. Ternyata benar,

*Ah elah mau bilang anak umur 4 tahun duduk sama neneknya aja ribet lol*

Karena Bebe excited ingin makan, Bebe kalem. Dia manis sekali. Nggak lari-lari atau apa. Si nenek itu ngeliatin kami terus sampai akhirnya nyeletuk.

"Berapa tahun ini neng? Meni (kok) kalem gitu, ini mah nakal," katanya sambil menunjuk sang cucu.

NAKAL. INI MAH NAKAL. SI CUCU DIBILANG NAKAL.

T________T

na.kal
[a] (1) suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu, dsb, terutama bagi anak-anak) (2) buruk kelakuan (lacur dsb) - source kbbi

Saya jawab, "Dua tahun setengah bu, nakal kenapa emangnya?"

"Ya ini naik-naik kursi, kalau di rumah duh nggak mau diem. Blablabla," si ibu full curhat mode-nya diaktifkan.

Yang ada di otak saya cuma satu. Anak naik kursi dibilang nakal. Anak lari-larian dibilang nakal. Kok sedih sekali.

T________T

Apa definisi nakal?

Dulu, seperti yang saya ceritakan di postingan Karma Anak Laki-laki ini definisi nakal saya memang seperti itu. Tapi kan itu waktu saya kecil, setelah punya anak sendiri, ya berubah lah. Kok tega banget bilang anak sendiri nakal?

Kalau menjudge anak sendiri nakal, apalagi masih balita, apa yang sudah kita lakukan sebagai orangtua? Karena menurut saya, nakal pada balita itu masalah pola pikir sebagai orangtua.

Nakal itu judge yang parah sih menurut saya. Karena anak balita bukan tidak mau menurut tapi memang tidak mengerti bahwa ia HARUS menurut. Maka ia harus diberi pengertian, bukan dilabeli nakal. Karena melabeli nakal pada balita itu nggak ada gunanya.

Oh wait, kayanya memberi label nakal pada semua orang itu nggak ada gunanya. Cewek nakal dan cowok nakal aja definisinya nggak sama. Hih.

(Baca: Bebe Umur 2 Tahun itu Bikin Pusing!)

Karena si anak dilabeli nakal lalu apa? Lalu kita stres karena merasa punya anak nakal. Padahal yang pertama kali bilang si anak nakal itu siapa? Kita sendiri.

Bebe jauh dari kalem. Tapi kalau dia naik kursi ya dijaga aja biar tidak jatuh. Kalau memang bahaya yang diberi tahu kalau itu bahaya, nanti Bebe jatuh. Kalau marah? Diamkan. Kalau kita kalah karena dia marah? Kita yang gagal.

Iya kita yang gagal. Kita memberi kesempatan pada si anak untuk menunjukkan bahwa kita lemah dan kurang tegas. Padahal balita butuh sosok yang tegas, sosok yang dia percaya. Dengan tegas dia nggak akan benci sama kita kok. Kalau udah terlanjur gagal? Masih ada kesempatan.

Besok lagi juga anak akan melakukan hal yang kita rasa salah kok, dijamin. Jadi orangtua kan proses seumur hidup, nggak mungkin mulus terus. Sesekali gagal tapi tolonglah jadikan pelajaran. *ngomong sama diri sendiri*. Bukannya jadi menyalahkan si anak dengan bilang "ini anak nakal".

Lebih parahnya lagi membandingkan dengan anak orang lain. Bebe dianggap kalem karena duduk, si cucu dianggap nakal karena berdiri di kursi. Kenapa dia sungguh yakin kalau Bebe tidak pernah naik kursi? Dijadikan perbandingan itu menyakitkan, saya langsung kebayang ibu si anak.

Ibu si anak mungkin hidupnya tertekan karena ibunya sendiri mengkritik cucunya sebagai cucu yang nakal. Sedih. :(

(Baca: Tips Menangani Anak Tantrum di Tempat Umum)

Kalau anak sudah usia SD atau SMP sih menurut saya karena definisi "nakal" nya sudah bisa dalam level mengganggu ketertiban umum. Pernah saya lagi makan indomie di warung deket kostan dulu, dan tiba-tiba anak empat anak SD pake seragam pramuka mengobrol di depan warung, mereka membuka tas, DAN MEMINDAHKAN CELURIT. Dari tas si anak satu ke tas anak lain.

ANAK SD. MEMINDAHKAN CELURIT. Si ibu warung langsung melempar anak-anak itu dengan kursi plastik dan mengusirnya. Mereka diancam agar tidak main lagi ke daerah situ. Mereka kabur terbirit-birit.

Oke kalau level seperti itu baru bisa dibilang nakal sih. Meskipun tetep pertanyaannya mendasarnya "orangtuanya ke mana? kenapa bisa mereka begitu?" Kadang orang harus dibekali otak dulu sebelum memutuskan untuk punya anak.

Ya tetep, problemnya di orangtua.

Apa definisi nakal buat kalian?

Tolong jangan bilang nakal pada balita ya karena kasihan. :(((((

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Sukin Super Greens Detoxifying Face Scrub Review | #SelasaCantik

on
Tuesday, January 10, 2017
Halo halooo!

Saya sibuk nih gengs. Nggak sempet nulis sedih bangeeettt. T________T Tapi karena sekarang Selasa dan jadwalnya #SelasaCantik jadi ini dia. Kali ini Wina review face scrub organik Sukin Super Greens Detoxifying!

Jadi inget face scrub saya juga habis dan saya belum beli lagi. Ngeri sendiri mikirin nggak exfoliate kulit muka rutin.

Oke ini dia review dari Wina.






💖 Dikemas dengan tube dark green doff dengan tutup flip-flop yang anti bocor.

💖 Tekstur scrub pearl white dengan micro beads yang lembut ketika diaplikasikan ke wajah. Nggak terasa kasar.

💖 Facial scrub yang mengandung kale, spirulina, chlorella, dan parsley untuk kulit yang lebih sehat dan glowing.

💖 Mengandung jojoba beads dan bambu yang berfungsi untuk exfoliate kulit.

💖 Cocok untuk semua jenis kulit.

💖 Wanginya seperti bungkus permen Sugus.

💖 Setelah dibersihkan, wajah terasa lembut dan kenyal, nggak terasa ketarik.

💖 Efeknya wajah terasa lebih bersih, segar, dan kenyal berkat kandungan "hijau" pada facial scrub ini.

💖 Hemat pemakaian karena hanya perlu seukuran ujung jari untuk seluruh wajah. Pemakaian yang disarankan 2-3 kali sepekan.

💖 Bebas sulfat dan paraben.

💖 Produk facial scrub yang ramah lingkungan atau carbon neutral product.



💔 Product After Opening (PAO) terbilang singkat, hanya 6 bulan.

💔 Belum dipasarkan secara resmi di Indonesia, beli melalui online shop.

💔 Harganya cukup pricey tetapi karena ini produk organik dan ramah lingkungan, quite worth the price.



Rp175 ribu untuk kemasan 125ml



Benscrub.com



Yes



🌟🌟🌟✰✰

3 out of 5

Sampai jumpa di #SelasaCantik berikutnya!
Follow Wina di social media dan main-main ke blognya ya!

BLOG | IG: @mrswynnz | Twitter: @mswynnz




LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Puisi Cinta Masa Lalu

on
Friday, January 6, 2017

Siapa yang suka nulis puisi? SAYAAAAA!

Dulu saya anaknya nulis puisi banget, terpengaruh siapa lagi lah selain geng Cinta. Geng Cinta jadi pengaruh besar dalam hidup sampai waktu SMA saya pernah bikin puisi satu halaman dan baca di radio!

Jadi program apa ya namanya lupa, pokoknya program di mana kalau kamu anak sekolah dan punya bakat, kamu boleh tampil dan siaran gitu. Dipandu sama penyiarnya dan saya pun baca puisi. Dih lupa banget puisi apa dan di mana sekarang, sebel padahal penasaran hahahaha.


Baca yang lain:
Gesi: Gamang | Windi Teguh: Pernah Galau | Nahla: Rantai


Terus ya udah bikin puisi mulu random, awalnya tulis tangan, terus ditulis di notes hp Nokia 6600, terakhir di notes Blackberry. Dan ternyata saya cuma bisa bikin puisi kalau lagi galau. 😂😂😂

Iya entah kenapa kegalauan melahirkan kekuatan dalam memilih dan merangkai diksi. Makanya pas pacaran dan LDR sama JG produktip banget bikin puisi. Pas nikah? Yaelah males amat. Niat pun tak ada. 😂😂😂

Monmaap kalau ada kata-kata geografi macam Selat Sunda karena dulu JG pernah ditempatkan di Lampung lama sekali. Alasan yang masuk akal untuk nulis puisi kan? KAN? KAANNN? Pun pendek-pendek karena itu pas zaman semua orang puisian di Twitter. Kangen amat socmed tanpa politik.

Puisi-puisi ini nggak pernah dipublikasikan. Mentok JG doang yang baca. Ini pertama kalinya, entah menurut orang lain bagus atau nggak. Apa layak disebut puisi apa nggak. Saya nggak terlalu paham juga sebenernya sih urusan puisi ini. Cuma pengen ngasih info aja kalau saya juga bisa loh (dulu) nulis mellow mendayu, bukan cuma teriak-teriak curhat aja. Hahahaha.

Enjoy!

Warning: Cheesiness scale: 10 out of 10. 😂😂😂

resah. gelisah. gundah.
lelah. marah.
panah. arah. darah.
merekah nikmat. lamat-lamat.
berat. hasrat. biar luka ini kubebat.

meski cacat.

Jarak dibatasi selat. Hati dibatasi rindu. Aku berdiri tapi tak menapak bumi. Aku berjalan tapi menjejak kekhawatiran. Aku duduk dan tertunduk. Sedih tapi sudah tak bisa menangis.
Cepat pulang, sayang. Berpeluk menghabiskan malam. Bercerita tanpa terbatas sinyal yang kadang gila. Bercium yang bukan titik dua dan tanda bintang.

Kau minta aku beralasan. Alasan mencintaimu yang pasti berujung pujian. Tapi sesungguhnya tiap kalimat pujian pasti memiliki kebalikan. Maka dengan itulah mencintaimu tak pernah butuh alasan.

Angka memaksa kita mengukur. Membuat jarak jadi punya makna. Apa gunanya kalau rindu ini tetap sama?

Membayangkan terpuruk ke pelukanmu kala mengantuk. Tanpa harus menyadari kalau aku hanya terduduk. Sendiri merasakan rindu yang menusuk dan kosong yang merasuk.

Sejauh raga terpisah selat sunda tapi hati terus dipaut oleh rindu yang menghitung mundur waktu. #BaladaLDR

Seperti danau dihiasi bangau, taman bunga cantik berumput hijau limau, suaramu parau dan tak henti meracau: Ini aku yang rendah hati. Cinta kamu setengah mati. TITIK.

Seperti ucapmu tentang pertanyaan ‘sudah makan belum?’ yang tidak pernah begitu sederhana, bagiku 'titik dua dan kurung tutup’ darimu pun selalu dipenuhi tanda tanya.

Adalah kamu di kota itu. Kota di mana mentari terpaksa angkuh agar bisa hadir di antara awan abu-abu. Apakah kamu tahu bahwa rinduku memilihmu?

BOOM! 💣💣💣

Kaget nggak? Hahahaha. Yang mau ketawa silakan, yang enek dan mau muntah silakan loh. Masa muda adalah masa-masa paling layak ditertawakan, apalagi muda dan LDR lolol.

Udah itu aja. Yang mau share puisi lamanya juga boleehhh. Kalau sudah berlalu, mari kita tertawakan bersama. Kalau belum berlalu, sini tante pukpuk. Semua akan berlalu kok. ❤️

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

#SassyThursday: Privasi

on
Thursday, January 5, 2017

Hai hai!

Tema #SassyThursday kali ini adalah privasi! Saya terinspirasi dari soal pemerintah yang mau memonitor chat di WhatsApp. Artinya privasi kita diganggu pemerintah!

Yaelah sis, pemerintah juga nggak kurang kerjaan bacain WhatsApp semua orang. Hanya karena mereka bisa, bukan berarti mereka akan melakukannya pada semua orang. Lagi emang chat-chat situ penting banget bagi kelangsungan masyarakat luas? HAYO?

Baca punya Nahla:

Kalau kerjaan? Ya pakai yang lain lah, masih ada yang pake WhatsApp buat hal-hal panjang lebar seputar kerjaan yang confidential? Pada pake Slack kan buat kerjaan mah?

Iya ngerti pemerintah tidak seharusnya masuk ke ranah pribadi. Tapi kan WhatsApp ini out of control banget. Kalau misal WhatsApp ada trending topic nih ya, pasti akan ngagetin karena pasti kata-kata yang trending seputar hoax atau sebarkan jangan berhenti di kamu.

HUFT. Untung udah nggak punya grup yang share semacam itu. Left ajalah, saya nggak temenan juga nggak apa-apa daripada capek hati hanya demi silaturahmi. Silaturahmi sama orang-orang yang nggak punya otak mah kan cuma bikin makan ati ya nggak? Ujung-ujungnya jadi sibuk ngejelasin dan nggak produktif di hal lain.

Groupnya group keluarga? SAYA LEFT JUGA SATU HAHAHAHAHAHHAHA. Tersisa yang terpelajar aja bahan obrolannya. Sudahlah biarkan kalaupun jadi diomongin om tante. Kalau ketemu jelasinnya lebih enak "males om, banyak hoax". Daripada jelasin di group mah yang ada juga diceramahin ya kan. Mereka tetep nggak ngerti, kita sakit kepala.

KOK MARAH-MARAH SIHHH? AUK AH.

Kalau privasi yang lain seperti di dunia nyata?

Ini setiap keluarga beda-beda banget ya ternyata. Di rumah saya privasi itu diutamakan banget. Ibu saya kalau mau ambil sesuatu di lemari saya, pasti chat dulu. Adik-adik saya juga sama. Nggak ada urusan pinjem baju nggak ngomong karena kalau mengambil barang orang ya ngomong lah.

Mau masuk kamar harus ketok pintu dulu, siapa tau yang di kamar lagi ganti baju. Ya pokoknya urusan semacam ini dihargai sekali.

KELUARGA JG NGGAK. Awalnya saya shock, sekarang udah biasa.

Iya jadi di keluarga mereka itu baju dipake sama-sama aja. Keluar masuk kamar nggak ketok pintu dulu nggak masalah. Apalagi ya, pokoknya saya ngerasa ini kok aku seperti ditelanjangi? LOL LEBAY SIH. Intinya semacam, kok santai banget sih pake kaos saya yang ketinggalan? Malah ternyata udah cuci kering berapa kali dan sayanya nggak tau.

Kalau sama pasangan?


Saya dan JG level yang terbuka semuanya. Yang kalau mau baca chat ya silakan aja, mau baca DM ya boleh aja, nggak ngerasa terganggu atau apa. Karena mungkin kami nggak menyembunyikan apa-apa ya. Saya chat dengan teman-teman saya ya saya yang ngobrol sama dia. Cara bicara sama, jadi dia nggak akan menemukan keterkejutan apapun.

Meski demikian bukan berarti saya jadi cek terus-terusan juga. Nggak lah ngapain? Hanya karena saya punya akses, bukan berarti saya harus memeriksa kan? Ini persis sama urusan pemerintah dan WhatsApp hahahaha.

Tapi kan namanya orang beda-beda ya, ada juga, yang meskipun nggak nyembunyiin apa-apa, tetep nggak suka kalau hpnya dibuka-buka. "ITU KAN PRIVASI AKU!" gitu katanya. Ya kalau terganggu sih silakan, tapi kalau curiga dikit akan berujung ngecek diam-diam nggak sih? Atau ya udah saling percaya aja?

Malah ada yang buka dompet pasangan aja nggak berani. Dompet emang naro apa sih? Banyak rahasia yang bisa disimpan di dompet ya? Seperti struk makan? Hayo kok ada struk di resto A, makan sama siapa? Hahahaha.

Saya sih nggak bisa kaya gitu ya. Percaya justru karena bebas. Kalau nggak bebas malah kayanya nggak percaya.

(Baca lebih lengkap soal Privasi dan Pasangan di sini)

Kalau di dunia maya?


Katanya era internet adalah era di mana privasi itu bullshit. Nggak juga kali ah. Tergantung masing-masing orangnya. Saya tetep jaga privasi Bebe. Dulu Instagramnya saya nggak private tapi sekarang private karena kasian ah, anaknya makin gede. Saya mau yang follow dia adalah benar-benar orang baik, bukan ol shop hahaha.

Rata-rata yang follow Bebe ibu-ibu dengan bayi atau balita juga sih. Juga bayi-bayi lain. Tapi meski private ya tetep nggak saya sebar-sebarin juga nama lengkap Bebe. Nggak usahlah ya.

Privasi paling blur adalah chat di WhatsApp dan status Path. Karena semua tergantung temen-temen kita banget! Kalau kita udah pilih-pilih apa yang di-post di Facebook (yang massanya banyak) dan mana yang di-post di Path, tapi ternyata ada temen Path kita yang screencap dan sebarin ke orang kan apa gunanya coba?

Apalagi WhatsApp dan group-group "private" lainnya. Harus hati-hati banget karena emang percaya sama semua membernya? Sering kan denger orang ngomongin orang lain karena dengar dari group WhatsApp yang saling beririsan anggotanya?

Oiya menjauhkan diri sama tetangga juga ternyata masuk ranah privasi loh!

Iya tadi saya baca teorinya cuma lupa save link hahahaha gagal. Jadi ada orang-orang yang merasa hp privasi kamar bukan, atau sebaliknya. Nah ada juga yang menganggap bergaul dengan tetangga itu melanggar privasi wow wow.

Iya sih. Bisa juga. 

Apalagi ya? Kalian gimana? Apa yang private apa yang nggak?

Jangan jawab les ya yang private. *kriuk*

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!

Drama Daycare

on
Wednesday, January 4, 2017

Seperti sudah diduga sebelumnya, Bebe akan drama setelah 10 hari liburan sama saya.

T_______T

Iya jadi kemarin saya dan JG memutuskan mengambil cuti terlama di dunia lol. Terlama untuk ukuran saya dan JG yang nggak pernah cuti. Cuti 4 hari plus libur Natal dan Tahun Baru jadi total 10 hari bersama Bebe. Yang dikhawatirkan apa?

Sejak awal yang saya khawatirkan adalah saya yang tidak sanggup bersama Bebe lama-lama. Saya akan bosan dan capek sekali. Jadi full time mom 10 hari ohmai. Kutakshanggupppp!

Tapi ternyata nggak hahahaha. Bebe sudah besar, sudah bisa diajak ngobrol dan main. Sudah bisa main dengan orang lain. Jadi saya cenderung santai.

(Baca: Sedikit Cerita Liburan dan Tentang Vlogging)

Dramanya baru terjadi kemarin pagi. Bebe nempel terus sampai saya nggak bisa turun di kantor. FYI urutan jarak dari rumah adalah kantor saya, daycare, kantor JG. Jadi saya selalu turun pertama. Biasanya Bebe selalu kalem di carseat, kali ini nggak.

Sampai daycare dramanya berlanjut, dia tampak kangen sekali pada daycare. Jalan-jalan keliling ruangan, masuk kamar, tiduran, cari mobil-mobilan TAPI SAMBIL PEGANG TANGAN SAYA.

WHY.

"Ibu jangan keja" like a million times.

T________T

Karena mbaknya Bebe sungguh pemberani dia memutuskan "bu, aku angkat (paksa) aja ya? ini kayanya gini terus deh" Saya mengangguk, kemudian dia mengangkat paksa Bebe dan saya pun pergi. Ngamuknyaaaaa, sampai kedengeran ke trotoar. Padahal saya sengaja keluar dari teras dan tunggu ojek di trotoar

T________T

Soalnya memang ada masa-masa Bebe manja ingin saya ikut antar ke daycare tapi sampai daycare dia biasanya lempeng. Cium pipi saya dan langsung main sama temennya. Libur terlalu lama memang setara dengan pembunuhan perlahan.

(Baca: Liburan Mengacaukan Disiplin!)

Sampai di kantor saya kalem lah menikmati me time 😂😂😂 Pas dijemput drama lagi dia. Kata mbaknya seharian nggak nangis, pagi pun cuma nangis sebentar terus minta makan dan mandi.

Kebetulan Bebe lagi minta mobil polisi besar karena mobil-mobilan polisi yang dia punya kecil.

Ibu: "Be, kalau besok di daycare tidak menangis, ibu belikan mobil polisi besar deh!"

Bebe: "Mau ibu, Salo ikut beli mobil polisi besal"

Ibu: "Tapi besok ibu kerja, Xylo di mana?"

Bebe: "Nggak mau, Salo sama ibu, ikut ibu keja"

Oh no, ini anak nggak bisa disogok. LOL

15 menit kemudian setelah bercerita main di kelas bersama gurunya. Dengan pujian pintar dan hebat tentunya.

Ibu: "Kalau anak pintar sih di daycare nya tidak menangis"

Bebe: "Salo ga nangis"

Ibu: "Iya jadi besok main sama abang ya di daycare"

Bebe: "Nggak mau!"

Sungguh pendirian yang sangat kuat dan tidak mudah goyah. Aku bangga. 😪

Terus saya jadi kasian, kepikiran, karena ini kan masa adaptasi. Apakah kalau nanti setelah seminggu dia nggak nangis lagi itu karena dia senang atau karena dia terpaksa menerima?

😩😩😩

Apakah dia akan menyimpan dendam padaku karena aku buang dia di daycare?

*sinetron abis*

Ya intinya, saya bisa tenang meninggalkan anak di daycare itu karena dua alasan ini.

1. Daycarenya menerapkan nilai-nilai yang sama dengan saya. Serius saya survey dua daycare di sekitar daycare Bebe, bentuknya ya daycare bukan rumah. Nggak membedakan kamar anak laki-laki dan perempuan, dua anak dimandikan sama-sama. Padahal fee bulanannya lebih mahal.

Apa kabar sih belajar gender dan rasa malu?

2. Bebenya kalem. Iya Bebe hanya menangis di hari pertama. Karena dia masuk di umur 3 bulan hahahaha. Anak-anak yang masuk di umur 1-2 tahun sih nangisnya dari rentang seminggu sampai 2 bulan. IYA DUA BULAN MENANGIS SETIAP HARI MENCARI IBU YANG BEKERJA.

Stresnya kebayang.

T________T

Hari ini hari kedua ke daycare pasca liburan dan tadi pagi Bebe sudah masuk ke daycare dengan tangan di belakang menyembunyikan tikus-tikusan karet dan berencana nakut-nakutin mbaknya.

😂😂😂

Thank God cuma sehari doang ternyata dramanya! Saya pikir bakal seminggu! Saya masih tidak boleh turun di kantor, tapi di pintu depan daycare sudah cium pipi saya dan masuk sendiri.

Tapi sejak sore sampai malam sampai pagi memang saya tatar terus. Terus saya ulang-ulang kalau besok ibu-ibu dan bapak-bapak kerja sementara anak-anak akan main sama-sama di daycare. It works!

Jadi kalau saya mau sewenang-wenang men-judge. Anak-anak yang rewel saat ditinggal ibunya kerja itu mungkin memang tidak nyaman dengan lingkungan selama ibunya kerja. Mungkin ya. Karena anak-anak daycare itu jarang sekali drama ditinggal ibunya. Anak baru doang atau si Bebe abis liburan. Hahahaha.

(Baca: 5 Kondisi Tidak Butuh Daycare)

Ya nggak perlu semua anak di daycare juga, tapi gimana caranya lingkungan tempat anak bermain selama ditinggal kerja itu nyaman. Gitu aja sih.

Kekhawatiran sirna. Mari menikmati me time alias kerja lagi!

Semangat ibu-ibu! Selamat meeting! Jangan lupa bercermin dulu sambil senyum biar hepi!

💓

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!