Image Slider

Anak dan Orangtua

on
Friday, March 31, 2017
Seminggu terakhir lagi heboh banget di timeline tentang anak yang tuntut ibunya yang sudah 83 tahun. Tuntutannya nggak main-main, Rp 1,8 miliar! Terus 90% komentar adalah: anak durhaka! Nggak tahu diri!

Oh well.


Yang saya lakukan pertama kali tentu mencari tahu ada apa. Ini kan kasus "unik" ya. Nggak tiap bulan ada anak nuntut orangtua, jadi pasti ada apa-apanya. Dan semakin banyak saya membaca, semakin saya tidak ingin judge siapa-siapa.

Apalagi sejak baca pernyataan si anak, wawancara khusus dengan Kumparan, kalau dia ingin memberi pelajaran pada keluarga yang selama ini selalu memanfaatkan sang ibu.

Khayalan saya begini. KHAYALAN LOH YA INI. *BOLD CAPSLOCK*

Si ibu adalah ibu zaman dulu. Pertama usianya memang sudah sepuh kan, kelahiran 1934 bayangin aja. Umur si ibu 83 tahun, sementara umur Yani (anak yang menuntut) 53 tahun. Beda usia 30 tahun.

Sementara Yani anak kesembilan dari 13 bersaudara. Berarti si ibu menikah muda, langsung punya anak banyak. Ya ibu saya aja nikah umur 25, nenek saya nikah umur 25, saya nikah umur 25. Ini 30 tahun anaknya udah 9 kan.

Mungkin, mungkin dalam perjalanannya si ibu tidak bisa selalu adil. Banyak kan anak sakit hati sama ibunya dan ibunya nggak pernah tahu itu. Mana mah nikah muda dengan banyak anak. Plus anak-anak juga merasa ibunya kaya raya (ini asumsi) jadi memanfaatkan ibunya untuk pinjaman ke bank segala macem. Si ibu dalam rangka "sayang anak" jadi nggak bisa nolak anaknya mau apa.

Cuma Yani ini yang bener usaha, jadi dia sebel sama sodara-sodara lainnya yang selama ini hidup enak doang memanfaatkan si ibu. Sampai Yani dan suami nutup utang kakaknya dulu lah, dikasih kerjaan dulu lah. Selalu ada sodara kita yang nyebelin kaya gitu kan?

Selalu ada anggota keluarga yang terbiasa hidup enak dari orangtua dan merasa selalu ada keluarga yang bantu, jadi hidup enak-enakan. Usaha ganti-ganti, kerja berat dikit ngeluh. Ngutang mulu ke anggota keluarga yang lain. Ngerepotin mulu tapi usaha nggak keliatan. Makanya Yani ini kesel, dia ingin kasih pelajaran sama kakak dan adiknya yang selama ini selalu ngerepotin.


*KHAYALAN SELESAI*


Tulisan setelah ini harap dibaca pelan-pelan. Pelan-pelan ya. Dan saya (seperti biasa) tidak bicara soal agama, saya bicara dari sisi manusia. :)

Satu yang jadi pikiran dan cukup mengganggu saya adalah, kita selalu melihat dari sudut pandang anak durhaka pada orangtua. Pernahkah kita berpikir sebagai orangtua, bahwa kita juga mungkin "durhaka" pada anak?

Apakah semua orangtua menjalankan perannya dengan sangat baik sehingga kita bisa langsung judge semua orang yang tidak baik pada orangtua sebagai anak durhaka? Anaknya keterlaluan, memangnya seorang ibu PASTI tidak keterlaluan pada anak?

"Ya kan orangtua udah ngurus kita dan biayain kita sejak bayi" TRUE. Itu benar. Dan ini tidak perlu dijawab dengan "apa anak pernah minta dilahirkan?" no, tidak sesederhana itu. Tapi ini bisa dirunut sejak awal sekali, sejak kita menikah.

Kita lihat dari sudut pandang kita sebagai orangtua.

Kita menikah, siapa yang bahagia saat strip dua muncul? Siapa yang sangat bahagia belanja peralatan bayi, survey rumah sakit, senam hamil? Sebagian besar orang pasti bahagia lah. Sebagiannya lagi yang kebobolan. Alih-alih bahagia biasanya mereka stres lol.

Siapa yang bahagia ketika anak pertama kali bisa berguling? Bisa jalan? Bisa ngomong "mama" pertama kali? KITA KAN. KITA BAHAGIA. Kita beliin mainan macem-macem dengan alasan biar anak bahagia, padahal kita beliin anak mainan karena kita bahagia liat anak main dengan tenang. Liat anak bahagia punya mainan baru.

Jadi logikanya tolong dibalik, bukan kita yang membuat anak bahagia kemudian suatu hari nanti si anak harus membalas itu. Tapi kita bahagia karena punya anak, kita bahagia melihat anak kita makan enak, kita bahagia melihat anak kita punya sepatu baru. Kita bahagia karena punya anak, bukan justru anak yang bahagia karena kita. Nangkep kan ya?

Ini jadi melandasi pertanyaan berikutnya: sebagai orangtua, pamrih kah kita?

Masuk akalkah jika suatu hari nanti kita marah pada anak yang sudah dewasa "Durhaka kamu sama orangtua! Siapa yang ngasih makan kamu dari kecil?!"

Kok jadi pamrih gitu. Kalau nggak mau ngasih makan ya jangan. Kalau nggak mau urus ya titip panti asuhan. Ini kan kita kasih makan anak juga dengan bahagia, MPASI aja dihias-hias dan share di Instagram. Kita rela melakukan semua itu kan? Karena itu hal yang bikin kita bahagia kan?

Jadi mari bercermin sama-sama. Beri yang terbaik untuk anak dan jadilah yang bahagia pertama kali saat ia meraih mimpi-mimpinya. Ayo semua mulai investasi dana pensiun jadi ketika pensiun, kita tidak terlalu merepotkan anak. Apalagi kalau anak sudah berkeluarga.

Dan ya, meski demikian, bukan berarti jadi pembenaran untuk tidak sopan dan tidak berbuat baik pada orangtua loh ya. Berbuat baik lah. Kalau sudah kenal bertahun-tahun kita juga pasti suka berbuat baik kan pada orang lain dengan alasan "udah kenal lama banget". Apalagi sama orangtua? Udah kenal sejak lahir kan.

Kecuali kalau orang yang sudah kita kenal lama ini suka KDRT misalnya. Ya udahlah gimana lagi. Mungkin lebih baik kalau ditinggalkan aja. Hiks. Ini salah satu kasus "keterlaluan" kan. Kalau si ibu suka nyiksa sih menurut saya udahlah tinggalin aja. Nggak sehat, nggak berarti tetep harus dihormati karena udah udah ngelahirin kita. Dia aja nggak menghargai kita sebagai manusia, untuk apa kita menghargai dia?

Khusus buat para orangtua dengan balita: jangan juga terlalu manjain anak. Sekarang anak nggak dikasih jajan nangis kemudian dikasih, 15 tahun kemudian nggak dikasih motor bisa-bisa bunuh ibunya karena tidak terbiasa dengan rasa kecewa.

Udah gitu aja. See you!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SassyThursday: Hidup Tanpa Uang

on
Thursday, March 30, 2017
Dih judulnya click bait banget ya, hidup tanpa uang cash maksudnya hahahaha.


Iya gengs jadi setelah gue pikir-pikir, gue termasuk jarang banget pake uang cash. Makanya kemarin panik karena kasus ATM ilang terus harus urus surat kehilangan ke kantor polisi. Yang bikin speechless bapak polisi dan mbak bank adalah, itu ATM ilangnya udah setahun yang lalu. Februari 2016 tepatnya lol.

Baca punya Nahla:
Baru panik setelah setahun karena tiba-tiba internet banking mandiri ganti tampilan dan dia minta OTP (one time password) via sms. Sms-nya ke mana? Ke nomer gue yang diambil orang tentunya.

Kalau mau ganti no hp gimana caranya? Harus via atm nggak bisa via customer service di bank! Wow. Sungguh HARUSNYA bisa lah ganti-ganti data gitu via internet banking. Gimana kek security-nya. Masa harus via atm?

Mbak bank: "yah mbak, itu kantor polisi deket, naik angkot paling 3ribu, gampang kok bikin surat kehilangan itu"

Gue: "tapi saya nggak punya uang cash buat naik angkot"

*mbak bank speechless*

Terus akhirnya gue balik kantor (banknya sebelah kantor doang sih) dan mengais-ngais recehan buat naik angkot. Gue nggak tega pesen ojek karena deket banget, nggak nyampe 500 meter tapi males jalan duh Jakarta panas. *yawn*

Mana waktu itu abis gajian huuu kesel. Apa kabar kehidupan online shopping gue hiks.

Kok bisa sih setahun hidup tanpa tarik uang cash?

Iya gue juga nggak sadar itu atm udah ilang setahun lebih sebulan. Sebabnya karena itu atm gue, gaji di situ semua. Tapi ternyata bisa banget cashless!

Jadi biasanya pas gajian udah langsung isi GoPay buat ongkos dan jajan GoFood. Ini wajib karena jadinya irit banget. Jauh lah kalau dibanding bayar pake cash. Iya sih lagi promo tapi GoJek dan Grab selalu promo ganti-gantian kok, pakenya ya yang lagi promo aja hahahaha. No such thing as loyal customer lah, emak-emak mah maunya irit!

Kalau GoJek aplikasinya error tinggal pake Grab, udah konek ke kartu kredit. Belanja dan beli apa-apa online udah. Untuk apa atm?

Malah kemarin baru aja gue beli Vanish (sabun cuci) online nyahahahahaha. Padahal katanya di Indoma*et depan kantor aja ada. Tapi kalau bisa langsung ada di meja kenapa harus nyebrang jalan? Kan panas! 😂

Jadi gue jaraaanggg banget pegang uang cash. Gue bawa uang cash kalau JG nggak masak bekal makan siang. Jadi harus titip makan siang ke OB kantor kan, mas OB belum terima pembayaran via transfer sih ah lol.

Selain makan siang, kami butuh uang cash kalau belanja ke pasar doang. Tapi ya udah sebelum ke pasar ambil dulu di atm. Atm JG hahahahahaha ya atm suami lah kan gue dinafkahi 😂😂😂

Dan gue hepi banget sama hidup cashless begini. Bisa pake dompet kecil aja karena isinya kartu-kartu doang. Kalau ada apa-apa ke rumah sakit juga tinggal pake kartu asuransi, gesek selesai. Praktis banget kan. Coba kalau pake uang tunai, udah mah uangnya lecek, harus dilurus-lurusin dulu sebelum masuk dompet. Terus uangnya bau, tangan kotor.

TERUS CEPET HABIS HAHAHAHAHAHA.

Iya kenapa sih kalau pegang uang cash jadinya jajan terus. Jadi titip-titip mulu jajan sama OB, pempek lah, cendol lah. Meski kadang kalau lagi nggak punya uang cash juga gue pinjem duit temen kantor nyahahahaha. Tapi minimal nggak seboros kalau pegang cash sendirian.

Dari sisi kelemahan, hidup cashless ini hampir nggak ada kelemahannya. Lebih praktis, lebih tercatat kita habis beli apa di mana, lebih gampang dikontrol. Dari sisi pemerintah juga emang terus-terusan kampanye non tunai kan. Karena uang fisik itu maintenance-nya susah plus lebih mudah dikontrol. Siapa transfer ke mana beli apa itu ketauan langsung.

Udah sih gitu aja. Kamu #TeamCash atau #TeamCashless?

-ast-

PS: Follow Instagram gue donggg @annisast, gue lagi males banget nih nulis blog. Akhirnya nulis di Instagram aja, tulisan pendek 5-6 paragraf. Kadang inspiring sampai yang likes banyak banget, kadang cuma nyebelin aja share jajanan hari ini di hashtag #JajanToday. CUS!


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Beres-beres Rumah dengan (Sedikit) Metode KonMari Yuk!

on
Friday, March 24, 2017
Iya sedikit aja menerapkan metode KonMari karena saya nggak menerapkan semua tipsnya. Kenapa? Karena ada beberapa metode dia yang bikin saya agak "eh? no way!" HAHAHAHAHAHA.


KonMari ini nama beken dari Marie Kondo, perempuan Jepang yang pekerjaannya adalah konsultan rapi-rapi rumah. Iya, dia konsultan untuk orang yang mau rumahnya rapi terus! Rapi selamanya bukan rapi sekarang besok berantakan lagi KAYA SAYA. Dan saya yakin 90% dari kalian semua yang tidak punya mbak dan tidak punya darah untuk selalu beres-beres hahaha.

BTW INI AKAN PANJANG. 

Marie Kondo ini nulis buku best-seller judulnya "The Life-Changing Magic of Tidying Up: The Japanese Art of Decluttering and Organizing" dan masuk ke daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia tahun 2015 versi majalah TIME. Karena saya lagi beres-beres dan decluttering terus 2 tahun belakangan, saya baca deh buku ini.

Iya saya beres-beres 2 tahun belakangan karena anaknya susah move on. Tapi sungguh, dibanding 2 tahun lalu, barang-barang saya udah berkurang banyak sekali .

Tahun ini juga untuk pertama kalinya kami nggak bikin resolusi tahun baru karena resolusi tahun ini saya justru ingin decluttering sampai selesai dan kalau bisa nggak perlu beli barang nggak penting dan besar lagi. Tapi baru aja Januari udah beli mesin cuci hahaha.


Saya nggak menghitung jelas karena udah terlalu lama ini prosesnya, tapi kalau pakai karung, baju saya, JG, dan Bebe yang keluar aja udah lebih dari 10 karung. Tas entahlah udah berapa banyak banget. Sepatu juga. Dan lemari saya masih tetep penuh. Sudah kosong, sudah lega, tapi saya belum sreg karena masih ada baju yang saya simpan karena sayang aja.

Masalahnya barang-barang yang saya "sayang aja" itu udah saya simpen bertahun-tahun tanpa dipake atau dibuka sama sekali! Terdiam aja tanpa disentuh. Mending kalau rumah gede, ini kan nggak. Barang lama nggak keluar, barang baru makin banyak. Kan sebel rumahnya jadi makin sempit huhu.

Jadi postingan ini saya dedikasikan untuk para hoarder seperti saya yang susah move on dari TAG HARGA BAJU hanya karena baju itu kesayangan dan nyarinya susah HAHAHAHAHA.

Does it spark joy?

Tips utama dari metode KonMari ini adalah, kita harus pegang satu-satu barang dan rasakan apakah barang ini bisa memunculkan 'spark joy'. Iya itu kriteria seleksi nomor satu: does it spark joy?

Kalau nggak ya singkirkan aja alias BUANG. Kita nggak butuh banyak barang kok dalam hidup. Makin sedikit barang, makin lega ruangan tempat kita tinggal, makin damai karena nggak cluttered. Nggak susah cari sesuatu karena kita tahu persis apa aja barang kita. Nggak mudah berantakan.

Ah ya gitulah pokoknya. Nggak bisa banget saya bikin kalimat memotivasi kaya KonMari.

Keep only those things that speak to your heart. Then take the plunge and discard all the rest. -- Marie Kondo
Oke jadi urutan tidying with KonMari method itu begini:

1. Pakaian (termasuk tas, sepatu, kaos kaki, legging, apapun yang kain-kain di lemari)

2. Buku

3. Dokumen dan kertas-kertas

4. Pernak-pernik

5. Barang kenangan

Gimana mulai beres-beresnya?

Sort by Category

Iya jadi bukan by location. Kita kan biasanya kalau beres-beres hampir pasti berdasarkan lokasi dulu. Beresin kamar dulu, dapur dulu, ruang tengah dulu. Metode KonMari tidak menyarankan itu karena begitu selesainya lama dan nggak runtut. Lebih baik berdasarkan kategori dulu. Kategorinya yang 5 di atas itu tadi.

Karena kadang pakaian aja kita nggak semuanya taro di kamar. Ada yang nyasar ke lemari di ruang tengah atau mana gitu. Nggak satu tempat. Nah sebaiknya dibereskan sekaligus dulu semua, baru kemudian disimpan di satu tempat, jangan nyebar gitu.

INGAT: beres-beres berdasarkan kategori, dan mulai lokasikan barang per kategori di satu tempat.

Kata dia sih semua barang harus dijembrengin di lantai terus pegang satu-satu dengan lembut dan mikir apa mau dibuang apa mau disimpan. KALAU GUE LEMBUT MAH GUE SIMPEN SEMUA ATUH LOL.

(Baca: Suka Menumpuk Barang? Hidup Minimalis Yuk!)

Ini detailnya.

1. Pakaian

Lepas tag pada baju. Saya banyak banget baju masih ada tagnya dan kaos kaki yang masih dibungkus. Akhirnya direlakan lah sudah. Mereka bukan milik saya, akan lebih berguna kalau dikasih ke orang.

Yang paling bikin saya susah move on adalah baju-baju waktu muda. T_____T Beli pake uang ayah, belinya mahal, trendi banget pula. Saya kaya nggak rela gitu dan itu digetok sama Marie huh sebel. Dia bilang:

But when we really delve into the reasons for why we can’t let something go, there are only two: an attachment to the past or a fear for the future.

SEBEL. KARENA MEMANG IYA. Akhirnya saya let go, karena ngapain atuh lah nyimpen hot pants atau baju-baju yang nggak mungkin saya pake lagi? Kalau pun nggak pake jilbab juga malu sama umur hahahaha.

Yang beli udah berbulan-bulan dan nggak saya pake juga saya let go. Intinya kalau ada benda yang kalian selalu pikir sebagai "simpen aja nanti juga butuh" itu kemungkinan besar nggak bakalan dipake. Berlaku buat semuanya. *kemudian ngos-ngosan*


2. Buku-buku

Seperti juga baju, buku yang sudah bertahun-tahun "akan dibaca nanti" itu kemungkinan tidak akan dibaca selamanya. Jadi ya sumbangkan aja. Perlakukan buku seperti makanan, ada masa kadaluarsa nya jadi nggak stok makanan banyak-banyak toh?

Buku = makanan ini analogi saya bukan kata KonMari lol *proud*.

Iya jadi nggak beli buku kalau masih punya buku yang belum dibaca. Baca dulu yang ada. Godaannya berat, tapi kalau nggak gitu, kita numpuk buku yang belum tentu dibaca dan buang uang. Percayalah. Masa nggak percaya sama KonMari karena bagian buku ini saya relate banget hahahaha.

Kondo believes people keep books for far longer than necessary.

Jadi kalau buku udah dibaca setengah terus ditinggalin, ya udah berarti nasibnya itu buku emang cuma dibaca setengah. Buku itu harusnya dibeli sekarang dan dibaca sekarang. Kalau beli sekarang dibaca nanti, kemungkinan besar nggak akan dibaca. APALAGI kalau udah beli buku baru. Beli buku baru 3, dibaca 1, beli lagi 3, dibaca 1, terus aja begitu. ITU SAYA. KZL.

Saya sekarang cuma nyisain Harry Potter sama Dan Brown aja. Segala novel udah disumbangin semua karena cuma bikin debu aja. Nggak bakal dibaca ulang percayalah.

Kecuali buku Bebe ya. Buku anak sih dibaca berulang-ulang banget kan. Jadi rak buku di rumah isinya sekarang hanya buku Bebe dan beberapa buku JG. Saya pake Kindle dong. #TeamKindle



3. Dokumen

BUANG SEMUA KERTAS. Hampir semua kertas di rumah itu nggak berguna. Resep yang nempel di kulkas entah kapan mau dicoba masak. Sekalinya masak malah googling. Laporan harian Bebe, struk belanja, materi seminar apalah yang come on, nggak bakal dibaca lagi karena nggak peduli lah. Buang semuanya.

Saya juga punya satu laci yang harusnya isinya dokumen penting kaya Kartu Keluarga, paspor, akte kelahiran, dll. Laci itu pada akhirnya malah jadi tempat naro peta, boarding pass, segala struk belanja yang saya anggap barangnya penting. Saya sampai punya satu amplop isinya struk belanja barang-barang waktu lamaran. Pentingnya sebelah mana auk ah. Sampah.

Kalau di rumah Bandung mah ada satu pouch gede isinya tiket bioskop astaga. Tiket bioskop sejak remaja dengan pacar beda-beda hahahahaha. Sinting sama hoarder apakah saling berkaitan?

Tapi karena saya anaknya menyimpan kenangan banget, akhirnya yang bener-bener sulit dibuang padahal sampah, saya foto terus upload di album khusus di Google Photo HAHAHAHAHAHA. Sampahnya pindah jadi sampah elektronik lol.



4. Pernik-pernik (termasuk perkabelan)

Charger zaman dulu yang hpnya udah entah kemana, kabel charger rusak, dus hp, dan segala-gala dus yang entah kenapa disimpen segala. "Kali aja mau dijual" well kalau kalian tipe yang jual beli sih silakan. Saya hampir nggak pernah jual apapun jadi udahlah buang aja.

Pin, kalung, cincin yang numpuk doang padahal udah nggak suka lagi atau udah patah. Tetep aja disimpen duh kenapa sih gue huhu. Belum lagi masihhh aja beli karet rambut, pin, patch, numpuk.

Dan yang jadi sampah juga souvenir atau oleh-oleh itu. Berapa persen sih souvenir nikahan dari kelas menengah yang bener-bener dipake? Buang aja atau nggak usah terima. Nggak apa-apa kok nolak souvenir nikahan, mbak pagar ayu penjaga buku tamu nggak akan marah. Kecuali yang nikah orkay yang souvenirnya bisa batik mahal atau malah Hermes kaya kakaknya neng blogger sebelah lol.

Karena sampah banget gengs. Gantungan kunci lah, tempat tisu lah, kipas lah mana mah kurang indah kan ada nama pengantinnya. Sekiranya tidak akan dipakai maka tidak usah diterima atau buang aja, kasih ke orang. :)

Oleh-oleh atau hadiah yang nggak kita suka gimana? Marie ngomongnya judes tapi dia benar.

Menurut Marie, hadiah dan oleh-oleh itu takdirnya hanya untuk diterima. Setelah diterima maka "tugas" nya selesai. Buang aja udah lol. Tradisi oleh-oleh ini emang harus dihapuskan sih. Harusnya dibikin aturan sosial bahwa bawalah oleh-oleh dalam bentuk makanan lol.

5. Barang kenangan

INI NIH. Saya punya sekotak isinya ... Kekoreaan. HAHAHAHAHAHA. CD album yang ada tandatangannya (yang nggak ada ttd nya udah saya giveaway in 2 tahun lalu), segala lightstick (sebutkan semua artis Korea yang konser di sini dan di Singapur 2011-2012 dan saya punya semua lightsticknya karena saya lemah banget sama sesuatu yang nyala-nyala huhu), id pers, press release, tiket konser, semua ada di kotak itu.

Akhirnya beberapa bulan lalu kotak besar itu saya bawa ke Bandung dan saya sungguh bangga karena merasa bisa move on dari kotak itu.

KEMUDIAN DIOMELIN MARIE LOL

Marie judes banget sih hih, masa katanya jangan pindahkan barang dari rumah kita ke rumah orangtua. KENAPA DIA TAUUUU? 

*mewek*

Ternyata orang di seluruh dunia cenderung melakukan itu huhu. Rumah sendiri bersih, tumpukan pindah ke rumah orangtua hhhh. 

Saya sendiri udah beres-beres kamar di Bandung sampai lemari kosong. Kardus sepatu isi barang-barang mantan udah keluar semua nyahahahahha. Buku aman, lega lah udah.

Menurut metode KonMari, orang berat let go barang kalau yang ngasih itu orang yang disayang kaya orangtua atau keluarga. Padahal ketika kita tanya mereka boleh ga ini dikasih ke orang? Mereka kaget karena nyangkanya barang itu udah ilang atau apa hahaha.

Foto gitu segala macem udah lah foto ulang terus upload. Sebisa mungkin simpan dalam bentuk digital aja. INI SAYAAA.

Karena ternyata ada yang menerapkan metode KonMari ini untuk digital stuff juga, jadi decluttering juga. Waaaaa saya nggak mau. Mending taro cloud udahlah. Huhu anaknya mencintai kenangan banget, seneng dan bahagia liat barang kenangan. 

Sampai sini aja soal kategori. NEXT!

*

Inti dari beberes ini adalah set satu tempat untuk setiap barang dan pastikan kalau abis pake, simpen lagi di situ. Wow tips yang berguna sekali lol. Emang ada yang belum tau? Saya mah percaya bakat aja, bakat rapi sama bakat nggak rapi hahahahaha.

Terus beberes lah sendirian gengs, jangan ditontonin orang karena GANGGU. Baru mau buang apa malah disautin "kok itu dibuang?" atau "eh kamu dapet itu susah banget loh masa dibuang?" ERGH. Udah sendirian ajalah.

Satu lagi tips Marie, dia simpan semua barang vertikal dan tidak ditumpuk. Emang sih lebih gampang diambil tapi dia bilang sayuran di kulkas aja dia taro ya berdiri wow. Ain't nobody got time for that. 😂

Yang saya nggak setuju dari Marie adalah dia menganggap tidying ini adalah ritual. Make tidying a special event, katanya. Kalau bersih-bersih jangan pake daster, dia bersih-bersih itu dandan, pake dress, dan pake blazer. Biar rumahnya merasa dihormati. T_______T

Dia juga ngajak ngobrol rumahnya, ngajak ngobrol semua barangnya, bilang terima kasih sama kaos kaki karena udah kerja keras nemenin dia seharian. Dia juga kosongin tas ya tiap hari setelah pulang ke rumah duh ribet sis, nggak punya toddler ya lol. itu pun tas dan barang-barang di dalemnya diajak ngomong karena barang kalau diajak ngomong jadi lebih awet. OKAY? Saya males kali deh ah basa-basi sama barang hahahahaha

Dia juga percaya kalau beres-beres rumah itu bagian dari detoks. Banyak yang mencret-mencret dan jadi kurus setelah bersihin rumah masaaaa? Dia bilang dia nggak bisa buktikan ini secara medis. Yaiyalaaahhhh.

Jadi udah organizing ala KonMari banget nih sekarang?

Oh tentu saya belum sepeduli itu lol. Nyobain cara lipat baju metode KonMari sih ya tapi belum disusun vertikal. Saya cuma mengambil faedah KonMari bahwa barang yang udah lama nggak disentuh itu bisa DIBUANG loh. LOL

Kalau nanti rebound dan rumahnya berantakan lagi ya nggak apa-apa diberesin lagi aja. Yang penting minimal barangnya lebih sedikit dari sebelumnya ya kaaann.

Lagian masa semua orang ngatur rumahnya harus sama ah! Aku kan anaknya nggak suka sama-sama sama orang lolol.

Apakah jadi berhenti beli barang? YA NGGAK JUGA LOL. Tapi intinya adalah let go barang lama. Banyak yang lebih butuh 10 karung baju saya dibanding ngejugruk di lemari doang. Buku kan lebih berguna kalau disumbangin. Bahkan kardus bekas aja bisa jadi uang buat tukang sampah kan. Gila sih kardus HP aja nggak pernah buang sama sekali, baru dibuang sekarang huhu. Dari Blackberry Javelin loh bayangin aja.

*

Segala urusan KonMari ini bikin saya jadi dikit-dikit beres-beres terus. Kemudian dipatahkan JG.

JG: "Ah gara-gara konmari nih kamu jadi beres-beres terus"

Saya: "Ya biar rumahnya rapi aja, ini buktinya banyak 'sampah' banget kan rumah kita. Banyak yang nggak kepake dan aku keluarin"

JG: "Emang kenapa kalau rumah kita banyak 'sampah'? Buktinya dulu aja kita bahagia meski rumah kita banyak sampah."

HMMMM IYA JUGA.

*berhenti beres-beres* lol

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SassyThursday: 5 Font Favorit

on
Thursday, March 23, 2017


#SassyThursday nya rusuh nentuin tema baru jam 7 pagi ini hahahahaha. Sibuk banget dan yah, emang gue sih lagi nggak semangat blogging lol.

Jadi ini dia topik tercemen tapi mungkin kalian mau tau? Font favorit!

Punya Nahla:

Sebagai perempuan, gue lebih banyak beli font dibanding beli sepatu atau tas hahahahaha. Biasanya beli di Creative Market atau diskonan di Design Cuts. Tiap liat font lucu, gue deg-degannya mungkin selevel cewek-cewek yang bawa koper ke midnight sale. 

Font itu mahal, bisa sampai puluhan sampai ratusan dolar! Malah font kaya logo-logo perusahaan gitu ada yang pake sistem license tahunan. Jadi kita bukan beli fontnya tapi nyewa tahunan. Bisa belasan juta rupiah per tahun loh gila nggak. Kenapa mahal?

Karena bikin font itu DIPIKIR. Spacingnya, balancingnya (alah), apalah banyak banget yang harus dipikirin. Makanya para pembuat font amatir spacing antar hurufnya biasanya suka masih error. Nggak sama gitu jadi jelek.

Karena urusan font ini ribet, gue kalau ngincer satu font, itu font bisa gue tongkrongin terus sampai dia diskon. Gue sampai follow Instagram creatornya hahahaha posesif parah. Ini sebabnya gue stres lettering. Gue ngerasa nggak mampu menyaingi para pembuat font ini.

Oke itu beda, bikin font sama lettering itu beda. Tapi gue terlalu sering liat para font creator/designer itu nulis sendiri fontnya. Iya kan pertama ditulis manual dulu kan dan itu bikin iri karena bagus-bagus banget. Rapi banget. Tulis tangan (pake iPad + iPad pencil sih) tapi kaya font, gimana sih ngerti kan ya? Itu salah satu alasan lain kenapa gue berhenti lettering. Lettering gue jelek dan gue males latihan hahahaha.

Tapi kalau ditanya font favorit ... krik krik ... NGGAK TAHU. HUHU. Nggak bisa memfavoritkan beberapa font gitu. Cuma ya, 5 ini adalah font yang paling banyak dipake akhir-akhir ini. Urutannya nggak berdasar kesukaan juga. Apa aja?

Amelian Script
Ini font header blog yang juga dibikin jadi semacam logo dan ditaro di mana-mana termasuk watermark dan kartu nama. Gue beli tapi kalau nggak salah banyak yang kasih bajakannya. -________-

Yang sebel dari font ini adalah, kalau nulis langsung berantakan banget jelek. Jadi ini gue tulis satu huruf satu huruf kemudian disusun.

Carolinea

Handwriting akhir-akhir ini lagi pakai ini. Nggak tau suka aja, nggak terlalu kaku dan nggak terlalu letoy. Cocok buat satu kata satu kata, begitu jadi satu kalimat jelek. Pusing.


Zabaglione


Ini font yang dipake di cover blog post. Biasanya gue tulis term bahasa Inggris yang bukan bahasa sehari-hari dan gue kasih definisinya dengan font Quicksand. Ada di paling bawah. Font ini font paket sama design package apa gitu lupa. Nggak bisa beli satuan pokonya.

Gue suka soalnya handwriting tapi bukan huruf sambung. Berantakan-berantakan rapi gitu.


(Baca: Tips Memilih Font + Free Font!)

Quicksand


Nah ini dia Quicksand. Dia kurus dan banyak versi dari light sampai bold. Suka ini karena simpel dan round aja. Nggak kaku. Buat nulis definisi dan digabung sama Zabaglione yang bold itu kaya cocok banget gitu.


Tide Sans


Ini font paling baru. Beli diskonan cuma 1 dolar apa ya lupa HAHAHAHAHA MURAH ABIS. Yang disuka karena versinya ada sampai 8 deh. Dari yang thin banget sampai thick, italic nya juga rapiiii banget. Tapi belum pake font ini buat tujuan tertentu lol. Kayanya mau dipake buat cover YouTube sih kaya cover YouTube konser Naura (ada di bawah).


Udah itu aja. Ada yang kalian suka? Kalau mau download browsing sendiri ya hahahahahahaha aku males. XD

Kalau mau gratisan dan lucu-lucu itu fontnya Kimberly Geswein. Fontnya Geswein biasanya namanya diawali dengan KG. Tiati perhatiin license-nya ya! Apa boleh commercial atau cuma pribadi. Browsing deh!

See you next week dengan pembahasan yang semoga berguna! :)

-ast-



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Laneige Lip Sleeping Mask Trial Size Review

on
Tuesday, March 21, 2017
Laneige Lip Sleeping Mask - Trial Size Review



HAIII HALOOOO!

#SelasaCantik balik lagi setelah 2 minggu libur hahahaha. Nggak perlu alesan kan ya, males mah males aja lol. Kali ini Wina ngereview Laneige Lip Sleeping Mask. Ini katanya enak banget cuma saya mau beli maju mundur.

Eh tau-tau ada versi trial nya dan ukurannya lumayan gini. Murah meriah pun! Kemana aja sissss. Hahahaha.

Oke ini dia reviewnya, simak baik-baik yaaa. Main-main juga ke blog Wina (link di bawah postingan), di blognya banyak review produk skin care dan makeup juga!





💖 Kemasan trial size berupa mini jar yang sangat travel friendly.

💖 Nggak mudah pecah karena kemasan jar dari plastik.

💖 Teskturnya seperti salep thick berwarna pink.

💖 Lembut dan mudah dibaurkan ke bibir dengan jari.

💖 Dipakai sebelum tidur, paginya bibir terasa lembab dan supple.

💖 Mengandung Berry Mix Complex yang kaya kandungan vitamin C dan formula Moisture Wrap yang menjaga kelembaban bibir lebih lama.

💖 Wangi berry yang manis.

💖 Hemat pemakaian karena hanya dipakai sekali sehari sebelum tidur. Saya beli trial size ini sejak November 2016 dan masih bisa digunakan sampai sekarang (Maret 2017)



💔 Harga terbilang pricey untuk lip mask Korea. But hey, it's Laneige anyway.

💔 Untuk trial size, kurang higienis karena harus dicolek.

💔 Kurang efektif mengatasi noda kehitaman pada bibir.



Mulai dari Rp50 ribu (trial size)

Rp270 ribu (full size)



Shopee, Instagram seller, Sephora, Althea Korea, dll



Yes



🌟🌟🌟🌟✰

4 out of 5

Sampai jumpa di #SelasaCantik berikutnya!
Follow Wina di social media dan main-main ke blognya ya!

BLOG | IG: @mrswynnz | Twitter: @mswynnz




LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SassyThursday: 100 Juta Sehari

on
Thursday, March 16, 2017

Mengkhayal emang paling seru ya. Kali ini gue dan Nahla akan mengkhayal kalau saja kami disuruh menghabiskan 100juta dalam sehari.

BANYAK BANGET?

Nggak juga sih. Tergantung. Kalau mau dibeliin satu Birkin bag juga KURANG. Hahaha. Mau beli tas branded lain juga cuma dapet berapa biji paling. Tapi ya gue ngusahain akan melakukan sesuatu yang menyenangkan hati, tidak mahal sampai bikin keselek, dan berguna bagi kelangsungan hidup. lol

*ngayal aja ribet sis*

Syaratnya gampang;

1. Nggak boleh dikasih ke orang (nggak berkah udah pasti lah soalnya nggak bersedekah -______- sori ngayal doang sis ini ngayal)
2. Harus habis dalam 24 jam (cukup jelas ya)
3. Jam 00.00 harus kembali ke tempat tidur di rumah (yoih jadi nggak bisa kalau mau dipake ke Bahamas)

Nahla mau apa aja? Liat di sini!

Ahem. Pertama gue akan beli ...

KASUR ORTHOPEDIC 
Harga: Rp 8.650.000,-
Sisa budget: 100.000.000 - 8.650.000 = 91.350.000

HJAHAHAHAHAHHA Prioritas bener ini. Usia memang tidak berbohong ya gaes.


Jadi kemarin saya dan JG baru buang kasur. Kasur kami spring bed biasa, beli king size nggak nyampe 3juta 3 tahun yang lalu. Kemudian JG sakit punggung sampai ke dokter dan rontgen segala macem. Tulang punggungnya bengkok dan diduga karena kasur yang nggak rata! Ya gimana mau rata kalau sama Bebe diloncat-loncatin terus huhu. Akhirnya kami buang itu kasur dan kami disarankan beli kasur untuk yoga. Akhirnya custom deh, beli busa rebounded (yang buat alas yoga) tebalnya 6 cm tapi dibungkus pakai bahan spring bed.

Ditaro di bawah aja gitu, cuma dialas karpet karet dan dibungkus sprei biasa. Dan memang iya nyaman banget! Punggung JG sembuh, punggung saya nggak gampang pegel. Anggap aja tidur di lantai kaya orang Jepang yes? YESSSS.

Nah tapi sebenernya kalau punya rumah sendiri sih pengen kasur orthopedic aja sekalian. Tapi nanti kalau Bebe udah besar dan nggak main lompat-lompat lagi. -_________-

Bantal Tempur
Harga: Rp 1.850.000,-
Sisa budget: 91.350.000 - 1.850.000 = 89.500.000


Ini mah udah di ujung tanduk pengen beli banget cuma entah kenapa belum tega lol. Bantal harga segini, mending beli yang lain ya nggak? Tapi kata orang-orang bikin tidur enak banget level nggak mau ganti bantal lain hahahaha. Oke beli lah, cetek! Cuma sepersekian dari 100juta nyahahahahha

Fujifilm XT10
Harga: Rp 11.600.000,-
Sisa budget: 89.500.000 - 11.600.000 = 77.900.000


Selama ini gue pake Sony Nex yang dibeliin ayah dari sebelum nikah tahun 2012 hahahahah Nex 5R. Zaman-zaman mirrorless pilihannya cuma Sony Nex ini atau Nikon J1 lol. Tapi kalau sekarang suruh beli kamera gue pengen jadi geng Fuji biar bisa pake hashtag #terfujilah lolol.

Fujinon Lensa XF 56mm
Harga: Rp 12.349.050,-
Sisa budget: 77.900.000 - 12.349.050 = 65.550.950



MACAM APA LENSA LEBIH MAHAL DARI KAMERA HAAAHHHH. Huh. Dunia memang tidak adil. Ya udah beli lah! Demi feed Instagram yang lebih kece bukan begituuu?

MacBook Pro 13.3"
Harga: Rp 21.699.000,-
Sisa budget: 65.550.950 - 21,699,000 = 43.851.950

Ini gue pengen punya banget tapi nggak butuh HUHUHU. Jadi kalau ada yang mau ngasih duit baru mau beli hahaha. Abis kapan juga gue pake laptop? Semua bisa dilakukan dari HP kan. Selama ini juga laptop di rumah jarang banget disentuh. Karena kapaannn gue harus menyentuhnyaaaa? Jadi ya, beli ajalah namanya juga buang-buang uang lol.

Karena daripada Macbook, gue lebih pengen ini HAHAHAHAHAHA

iPhone 7 128 GB Rose Gold
Harga: Rp 12.050.000,-
Sisa budget: 43.851.950 - 12.050.000 = 31.801.950


Karena iPhone adalah kuntji! Ya gimana gue hampir ngerjain apapun di hp. Dari foto, edit foto, nulis blog, bikin video (kalau males pasang kamera), ngedit video, sampai bikin thumbnail YouTube aja gue di hp. Jarang banget melakukan kegiatan untuk blog atau YouTube di laptop karena kalau nunggu buka laptop mah nggak bakal gue kerjain udahlah. iPhone penyelamat hidupku! Ini iPhone 6 masih oke banget sih udah mau 2 tahun umurnya, tapi kalau dikasih duit ya beli iPhone 7 laaahhh. lol.

Kembali ke umur. Akan sangat indah kalau nulis blogpost di iPhone 7 sambil duduk di sini:

OSIM UDivine Massage Chair
Harga: Rp 20.000.000,-
Sisa budget: 31.801.950 - 20.000.000 = 11.801.950

IYA SECOND AJA SISSS. Soalnya barunya masih di 55juta something omg. Punya kursi pijat adalah cita-cita. Suatu hari gue akan beli ini. Second juga ga apa-apa. LOLOL.

SK-II (IYALAH APALAGI!)
Harga: Rp 2.679.000 + 2.349.000 = 5.028.000
Sisa budget: 11.801.950 - 5.028.000 = 6.773.950

NO EXPLANATION NEEDED.

Duh gila mati gaya harus beli apalagi eerrgghhhh.

Ini aja deh. Huhu. Mengkhayal kok ribet ah elah.

Apple Watch
Harga: Rp 4.499.000
Sisa budget: 6.773.950 - 4.499.000 = 2.274.950


Ini kok lucu beneran gue jadi pengen beli beneran ahahahahahhahahaha.

Sisa 2juta. Beli apa lagi ya?

Voucher MAP: 1juta dan Go-Pay deh 1.274.950 AHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHHAHA

HABIS!


Duh beneran deh Go-Pay itu penyelamat hidup banget! Isinya gampang dan nominalnya terserah kita. Nggak kaya GrabPay yang harus transfer ke Bank Permata. Belum apa-apa udah kepotong 6500 karena beda bank. Aku cinta Go-Pay! LOL

*

Bebe nggak dibeliin apa-apa? NGGAK. Kebahagiaan Bebe adalah kalau ibunya bahagia nemenin dia main. Bahkan jika mainannya sesederhana centong nasi. Jadi ya udah ngapain lah beliin Bebe mainan mahal-mahal, nggak punya uang aja dia gue beliin mainan mulu huuu. Lagi kan di syarat nggak boleh beliin orang lain lolol.

Tapi yah, mengkhayal gini bikin satu hal terbukakan. Bahwa sebenernya kita PASTI mampu kok beli barang-barang itu. Cuma nggak mau aja kan. Coba sekarang, tiap hari udah irit makan siang. Weekend bubar semua. Minimal 500k keluar kalau ngemall Sabtu-Minggu. Kan mending nggak keluar rumah ya terus bobo.

Coba kalau 500k itu ditabung jadi tas Kate Spade dalam waktu tidak lama kan? Cuma ya emang nggak mau aja hahahaha. Soalnya sayang amat tas lucu 2juta terus naik ojek huuu. Gue juga sering sih liat mbak-mbak yang naik ojek dan tasnya ditutup dustbag/kantong kain lain. Pasti karena tasnya mahal, tapi duh ribet banget mbaknyaaa, ribet dan gue itu nggak temenan udalah.

Dan satu lagi, mengkhayal gini kok SUSAH YHA?! Ini #SassyThursday paling mikir sumpah!

Gue consciously memilih barang yang sekiranya 'mampu' gue beli. Aneh banget deh. Gue mikirin banget bahwa kamera 20jutaan itu kemahalan meskipun dikasih uangnya. Kenapa gue sadar uang banget sih? Sadar kemampuan diri padahal ini khayalan. Huh. Gagal.

Mungkin karena nominalnya nanggung. Mau dibeliin mobil kurang, mau beli tas branded langsung abis, mau dipake makan mahal juga gue anaknya nggak terlalu menghargai makanan hahaha. Makan asal enak aja cukup, nggak perlu yang 2juta/orang gitu. Jadi gue memilih makan enak tiap minggu tapi 500k dibanding makan enak sebulan sekali 2juta lol. Mental.

Lagian tadinya gue iseng gitu, browsing top expensive restaurant in Singapore. Tau nggak berapa harganya? DUA JUTA DOLLAR. USD 2 MILLION. Kalau dirupiahin ya Rp 26.726.000.000,00 HAHAHAHAHAHAHAHA DUA PULUH ENAM MILIAR. Selain makan, udah termasuk 45 menit naik helikopter liat Singapur malem-malem, 10ribu tangkai bunga mawar, dan hadiah cincin berlian. LOL All in bener sis?

Ya udah intinya gitu deh. Yuk, siapa sini mau kasih gue fuit untuk dihabiskan sehari! Atau malah mau kasih salah satu barang di atas? :)))))

Kalau kamu, mau dibelikan apa kalau dikasih 100juta dan harus habis dalam 24 jam?

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Cerita dari Konser Dongeng Naura 2

on
Tuesday, March 14, 2017
*Tulisan ini udah mengendap di draft lama banget entah kenapa lupa publish!*

Suatu hari sebulan yang lalu (IYA TELAT CERITA IYAAAA), JG mengirim ke saya poster konser. Namanya pre konser dongeng Naura 2. JG bertanya, mau nonton ini nggak? Saya jawab tanpa pikir panjang, yuk!


Padahal nggak tau Naura itu siapa HAHAHAHAHAHA. Mikirnya oh penyanyi cilik konser, ya udalah ya nonton aja. Sekalian biar Bebe tau suasana konser. Nonton bioskop kan udah tuh.

Konsernya sendiri digelar di Ciputra Artpreneur, Lantai P11 Lotte Shopping Avenue, sebelah kantor JG banget jadi saya yang jemput Bebe dan ketemuan di sana. Di daycare, mbak daycare nanya mau ke mana bu? Saya jawab sambil ngeliatin poster yang dikirim JG. Mbak daycare "WAHHH NAURA! Itu anaknya Nola B3, bu!"

Whoa whoa anaknya Nola B3! Oke kalau AB3 ngerti lah ya lol, siapa coba yang nggak terbuai payung transparan di pantai HAHAHAHA. Mulai agak-agak excited tuh dari situ karena wah minimal emaknya suara bagus masa anaknya nggak.

Sampai Lotte, kami harus naik lift yang ngantri banget karena lift cuma 2. Kami bareng beberapa wartawan TV plus liat Mona Ratuliu juga. Udah mulai ngeh wah ini artis ciliknya tampak ngetop sekali karena wartawan bener-bener banyak.

Tapi tetep, nggak browsing atau apa, we really have no idea mau nonton konser macam apa. Nah pas di lift ngobrol sama mbak-mbak (harap maklum kami random lol). Kata mbaknya "tahun lalu nggak nonton ya? BAGUS BANGET LOHHH! Bener deh aku jadi ekspektasi tinggi sama yang ini."

Kami yang "Oh iyaaaa. Hmmm," karena nggak tau mau jawab apa hahahaha.

Nyampe di lantai 11 WAH GILA KONSER BENERAN HAHAHAHA. Ya maksudnya bukan sekadar konser tapi lengkap dengan booth-booth merchandise, photobooth, dengan anak-anak kecil berbando pink mahkota yang ternyata official merchandise-nya Naura. So cool!

Konser mulai.

Saya sama JG mau nangis.

Karena bagus banget.

T_________T


Lagu pertama Nola muncul di panggung sama anak kecil yang lebih kecil dari Naura. Kami yang blank dan baru ngeh setelah satu lagu mereka bridging dengan ngobrol. OH ITU ADIKNYA! KENAPA LUCU BANGET GEMES!

Detik itu juga langsung search Instagram dan iya emang adiknya dong. Follow Naura, follow Neona, follow Nola HAHAHAHAHA. Neona ini 7 tahun kalau ga salah tapi lucu banget! Dia terobsesi pengen konser sendiri gitu dan celetukannya di panggung itu natural. Kata emaknya itu di luar skrip loh. Gemes banget asli.


Konsernya bagus banget! Mewah tapi ga intimidating. Sederhana meski bajunya Mel Ahyar hahaha. Bajunya mewah tapi nggak intimidating atau terkesan dewasa karena mereka pake sneakers. Anak-anak memang SEHARUSNYA pake sneakers aja meskipun manggung. Soalnya saya suka liat anak-anak manggung di mall gitu pada pake heels huhu. Antara kasian sama pengen toyor emaknya.

T______T

Ada sih di lagu terakhir yang bajunya retro sok dewasa gitu tapi termaafkan lah. Cuma buat closing doang kok.

Suara Naura juga bagusnyaaaaa. Neona juga suaranya bagus. Naura bisa nyanyi sambil main ukulele juga. Bahasa Inggrisnya lancar. Aku sungguh kompetitif dengan anak-anak zaman sekarang. Huft. Karena ini gladi resik konser Naura tahan suara, tiap ada nada tinggi dia berhenti nyanyi, simpan suara buat konser besok dan besoknya katanya. Lagu-lagunya juga lagu anak-anak dengan pesan anak-anak.

Terbikin iri adalah ketika mereka muncul satu keluarga di panggung. Ada ayahnya dan anak tengahnya juga yang cowok. Detik itu juga langsung follow IG ayahnya dan Belvan hahahaha.


Saya enjoy banget nonton ini tapi Bebe bobo lol. Saya terkagum-kagum lihat panggungnya yang sungguh sederhana. Enak banget ya bikin konser zaman sekarang, tinggal bikin panggung 3 dimensi, terus background pake proyektor doang jadinya cantik banget. Kebayang zaman dulu harus bikin properti sendiri duile ribet.

Intinya sampai sekarang belum move on dari konser Naura hahaha masih suka sama satu dancer cowok yang ternyata orang Bandung dan udah di-follow Instagramnya lol. Sebel ya anak kecil zaman sekarang kenapa talented banget! Yang penasaran bisa liat di Instagramnya Naura @aku_naura.

Saya juga vlog sedikit nih buat yang penasaran sama suasana konsernya. Edit apa adanya dari hp nihhhh hahaha.


*

Oiya ini saya nulis ini tulus dari hati loh pengen kasih ide tontonan buat anak-anak. Nggak dibayar hahahaha. Tahun depan kalau ada nonton deh!

Btw semua foto dari Instagramnya @aku_naura ya! LUV!


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SassyThursday: Menikah untuk Siapa?

on
Thursday, March 9, 2017

Minggu ini banyak peristiwa ya, #SassyThursday mau pilih nulis apa? Selma-Haqy? Ah basi, kurang unik lol. Banyak lah orang yang ninggalin pacarnya dan nikah sama orang yang lebih baik lol. Meskipun nggak perlu dijelasin juga sih, she's trying too hard untuk menjelaskan dan jadinya lucu. 😂😂😂

Tapi nggak, bukan itu. Kali ini kami akan membahas pernikahan yang bikin kaget sejuta manusia. Udah bikin kaget, selalu romantis di Instagram, ehhh kemarin gugat cerai. Yes, A dan E.

Maap yah gue sih hampir nggak pernah sebut nama karena nggak enak aja hahahahaha. Untuk nama silakan loh ke blognya Nahla. Dia judulnya aja pake nama HAHAHAHAHAHA. Sia-sia gue rahasiain. lol


Iya jadi A ini laki-laki tapi feminin dan E ini perempuan tapi maskulin. Mereka menikah. Ada yang salah?

Sejak awal pernikahan mereka jadi sorotan banget karena entah kenapa orang begitu yakin nikahnya settingan doang. Karena mereka judge dari looks dong yah namanya juga manusia.

Gue sendiri nggak mikirin amat 😂 Maksudnya ya sempet oh wow dia nikah! Karena gue follow Instagram A dari lama, dari Instagramnya rahasia dan followersnya dikit. Di kesempatan tertentu, dia kadang pake baju cewek. Dia juga ikut #LoveWins rally. E juga sebaliknya kan, dia selalu berperilaku seperti layaknya laki-laki. Sampai katanya suntik hormon or something biar ada jakunnya?

Tapi ya gue nggak mikirin banget karena apa kita bisa judge mereka dengan itu? Kan nggak. Ketertarikan manusia pada manusia lainnya, nggak bisa dinilai dari pakaian atau cara dia bersikap. Lebih jauh, seksualitas itu sangat kompleks, nggak bisa dinilai dengan "jika dia berjenis kelamin laki-laki dan dia tidak suka perempuan, maka dia suka laki-laki" NO, tidak sesimpel itu!

Wah ini bisa jadi panjang, tapi intinya nggak sesederhana itu. Nggak sesederhana kalau laki-laki maskulin nggak suka perempuan, artinya dia sukanya sama laki-laki feminin. Nggak, nggak selalu begitu ya. Tapi mari bahas di lain waktu, sekarang saya mau bahas sisi pernikahannya. Menikah untuk siapa?

Karena kalau menilai dari tingkat rese masyarakat Indonesia, urusan nikah ini jadi urusan bersama banget. Ya masa ada artis umur masih belasan, punya pacar umur belum 20 juga, ditanya infotainment "apa ada rencana menikah?" Astaga, kok heboh?

Belum lagi tetangga "bu, kok si Teteh belum nikah juga?" Tetangga satu RT satu RW nanya semua. Ibunya yang sebelumnya santai jadi mulai kepikiran "iya ya kok anak gue nggak nikah?"


Terus di acara keluarga, di nikahan orang, pertanyaan bagi orang-orang yang udah lulus kuliah adalah "kapan nyusul? kapan nikah?"

WOY!

Bagi orang-orang yang tidak teguh pendirian, lingkungan seperti ini akan jadi urgensi sendiri untuk cepat-cepat menikah. "Wah iya ya, kenapa ya gue nggak nikah?"

Padahal nikah itu apa dan bagaimana aja nggak tau. Ini nih yang harus disodori pertanyaan besar, menikah untuk siapa? Untuk diri sendiri atau untuk memuaskan ego orang-orang di sekitar yang selalu seakan memaksa untuk buru-buru menikah?

T________T

Contoh paling sederhana, adik temen JG ngotot ingin resepsi nikah di gedung dan bikin pesta. Padahal orangtuanya bukan yang berkecukupan. Kalau saya jadi kakaknya saya udah larang dia nikah. Karena dia hanya ingin pestanya, dia nggak mengerti apa esensi menikah.

"Kan sekali seumur hidup, boleh dong pengen gede-gedean." Bolehhh, apa juga boleh. Asal nggak memaksakan aja. Memaksa resepsi besar di luar kemampuan itu hanya menunjukkan dia belum cukup dewasa untuk menikah.

Nah itu contoh betapa lingkungan punya pengaruh yang besar atas keputusan seseorang menikah. Karena ditanya "kapan nikah?" itu annoying! Bikin pengen nanya balik "kapan mati?" karena kan emang nggak tau. Apalagi nggak punya pacar dan memang merasa belum siap untuk menikah

Tanya kek "kapan punya rumah?" atau "kapan kuliah S3?" apalah. Kenapa harus nanya "kapan nikah?" seberapa besar efek jawaban itu sama orang yang nanya? Apa mau sumbang uang buat resepsi? Apa mau bayarin biaya melahirkan kalau punya anak? Apa mau bayarin biaya genteng bocor di rumah? Apa mau bayarin psikolog kalau ternyata nikah malah bikin stres? Kalau nggak kenapa harus nanya kapan nikah coba.

(Baca: Ide Basa-basi yang Nggak Akan Bikin Tersinggung. Nggak ada "kapan nikah?"!)

Intinya, gue sih ngeliatnya A dan E mendobrak itu. Ini imajinasi gue aja tapi mungkin mereka capek ditanya-tanya terus. Semacam: woy lo semua mau gue nikah? Nih gue nikah. Puas lo semua?

Gitu.

Terus kenapa cerai?

Untuk menunjukkan bahwa memaksa orang menikah padahal orangnya tidak mau itu TIDAK BAIK! Gitu loh. Apalagi alasan cerainya nggak terlalu jelas kan.

Di imajinasi paling ngaco gue, ini kaya art performance gitu loh. Di mana karya lo menggebrak nilai moral di masyarakat, mengaduk-aduk perasaan orang dengan nunjukkin berbagai kemesraan, dan akhirnya sad ending gitu untuk nunjukkin bahwa standar moral lo semua nggak berarti apa-apa buat hidup gue. Hidup gue ya hidup gue. Pertunjukkan selesai.

Wow. Antara impresif dan sedih. Impresif karena kalau sekarang mereka ditanya lagi sama orang ngeyel "kapan nikah?" kan bisa jawab "udah pernah!"

YASSSS!

Sedih karena kenapa orang bisa sebegitu ikut campur sama keputusan hidup orang lain. Biar aja sih mereka mau nikah, mau nggak nikah. Mau cerai, mau nggak cerai. Yang penting bahagia dan nggak kriminal. Dan nggak narkoba.

Well itu dia. Jadi menikah untuk siapa?

Yuk yang belum nikah pikirin lagi. Apakah kalian menikah untuk performance belaka? Untuk memuaskan ego? Untuk bikin senang orang lain?

Itu aja. Nggak tau lagi mau nulis apa.

See you next week!

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Bebe's Story 44 - 46

on
Tuesday, March 7, 2017
Bulan lalu nggak nulis Bebe's Story karena nulis Drama Threenager dan Toilet Training. Bulan ini udah lewat tanggal 6 lagi jadi ayolah nulis Bebe's Story lagi!


Bulan ini Bebe masih mood swing, masih nenen, toilet training suka-suka. Iya toilet training yang kemarin itu belum berhasil 100%.

Pertama sayanya memang males-malesan hahaha. Kedua Bebe sempet demam semingguan gitu jadi nggak tega kalau bolak-balik ngompol dan harus basah-basahan di kamar mandi.

Demamnya ternyata tumbuh gigi, gengs. EMPAT GERAHAM SEKALIGUS. Gimana demamnya nggak seminggu lebih coba.

Jadi sekarang dia kalau siang pake celana dalem, tidur dan pergi doang pake diapers. Ngompol makin jarang. Cuma sayanya nggak berani lepas diapers 100%. Apalagi kalau pergi kan, duh males mikirin ngompol di mobil atau di mall gitu.

So far pernah beberapa kali udah pake diapers dan tetep pipis di toilet mall. Pernah juga akhirnya dia kecewa karena pipis di diapers. Toiletnya jauh boy, di Kokas astaga jarak antar toiletnya kejauhan deh ah!

Ya udalah yang penting progress. :)

Nenen juga bikin Bebe stres. Soalnya dulu kan dia ngakunya "anak kecil" sekarang dia ngakunya "anak besar". Dia marah kalau saya panggil "baby" dia jawab "IBU! SALO ANAK BESAL!" Gawatnya, menurut ibu, yang nenen itu bayi bukan anak besar.

Kebetulan ada anak baru di daycare, baru 2,5 bulan. Bayi banget dong. Nah Bebe stres tiap sore karena dia ingin nenen tapi malu ada bayi. Jadi kalau saya dateng kan biasanya langsung ngajak nenen di kamar, ini nggak mau. Begitu bayi dijemput dan pulang, seketika lari ke kamar minta nenen lol.

Ya anggap juga ini progress. HAHAHAHAHAHA.

*

#44

Baca buku, ada gambar ulat.

Bebe: "Ibu itu apa?"

Ibu: "Ini ulat, ada kakinya banyak"

Bebe: "Untuk jalan bisa nggak?"

Ibu: "Bisa dong"

Bebe: "Untuk olahraga bisa nggak?"


#45

Belajar nama jari.

Ibu: "Ini jari apa?"

Bebe: "Jari pentul"

😂😂😂

Ibu: "Yang pentul itu jarum, ini namanya telunjuk"

Bebe: "Ini pentul"

Ibu: "Ini telunjuukkk"

Bebe: "Ini jari jarum pentul"

ASTAGAAAAA!


#46

Di jalan pulang, macet.

Bebe: "APPA JANGAN NGEREM! SALO LAGI NGUPIL!"

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH

*

Ya begitulah!

Follow Bebe di Instagram @azxylo ya! See you next month!

-ast-



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

#SassyThursday: 10 Types of Boys I Wouldn't Date

on
Thursday, March 2, 2017

Maap maap ya pakenya kata "boys" karena ya gimana, "boys will be boys" itu benar adanya. Hahahaha.

Iya kali ini saya sama Nahla mau bahas hal-hal yang kami benci dari cowok. Atau cowok seperti ini loh yang kami nggak suka.

Tapi ini sudut pandangnya hari ini lho ya. Di usia saya yang segini. Entah deh, kalau beberapa tahun lalu mungkin list ini akan beda hahahaha.

Baca cowok yang nggak akan dipacarin Nahla di sini:

INI DIA!

1. Bau ketek 

Dan bau mulut. Dan cowok-cowok yang nggak sadar bau badannya PLIS. Sadar bau badan itu kewajiban gaes. Plis untuk selalu aware pada bau badan kalian sendiri karena itu menyebalkan banget. Ilfeel seketika. Apalagi saya anaknya gampang pusing gitu, paling nggak kuat sama bau badan orang.

Nggak perlu wangi parfum sampai kecium dari jarak bermeter-meter sih tapi tolonglah jangan bau badan. Dan kukunya jangan panjang serta item-item. Kecuali kerja di bengkel. Masih termaafkan lol

2. Lebih pendek

MAAF YA FISIK BANGET HAHAHAHAHHAHA. Masalahnya sayanya aja cuma 150 something gitu makanya nggak mau lah cowoknya lebih pendek. Nanti disangka anak SD pacaran gimana hahahaha. Makanya suka banget liat kaki JG soalnya bagus gitu panjang. Mukanya nggak usah diliat ya. LOLOL

3. The bodybuilder

Ngomongin badan, ini juga saya ilfeel hahaha. Maap ya buibu yang suaminya suka selfie topless di Instagram, saya mah turn off banget liatnya. Pamer otot terus, pake hashtag tertentu, terobsesi protein shake, terus badannya dioles minyak (?) Isi feed Instagram foto nggak pake baju semua. Kecuali kamu Justin Bieber, please don't do that. *biased* XD
4. Full of themselves

Cowok-cowok yang kalau kita lagi ngomong, omongan kita dipotong terus bilang "kalau aku sih ..." kita ngomong belum selesai terus dipotong lagi "eh aku juga pernah loh ..." WOY DENGERIN DULU WOY. Nggak semua tentang lo kali.

Saya punya temen kaya gini dan annoying banget. Yang lain lagi seru ngomongin apa, eh dia motong terus cerita dia lagi, cerita keluarganya lagi, cerita kerjaannya dia lagi. KAGA PENTING BOOYYY, NGGAK MAU TAU. T_________T

*unfriend* *di dunia nyata* lol

5. Judgemental

Judgemental itu susah sih pengertian detailnya. Karena kadang bias sama beropini. Tapi maksud saya tipe yang suka mengambil kesimpulan tanpa fakta jelas. Gini loh misalnya "dih bajunya seksi pasti bitchy"

WHAT.

Bitchy itu attitude, bukan cara pake baju. Ada kok cewek-cewek yang pake dress mini tapi elegan dan bukannya bitchy.

Atau "ih apa sih cewek kok main malem-malem, pasti tukang mabok".

NAON AISIAAA.

Ya gitu.

6. Nggak bisa terima perbedaan pendapat

JG paling jago agree to disagree hahaha . Saya masih suka nggak terima tapi kalau cowok nggak boleh HAHAHAHAHA. Ya intinya nggak suka cowok yang suka keukeuh kita harus ikut sama opini dia. Padahal kenapa gitu kalau saya punya opini lain?

7. Bohong

Pembohong itu banyak ya. Saya kenal beberapa orang yang suka bohong hanya karena dia nggak mau kalah. Jadi misal lagi makan siang di kantor, terus semua orang lagi ngomongin Masterchef. Eh dia nyeletuk "iya tuh gue juga pernah ikut masterchef!" krik krik emang iyaaa.

Mencurigakan karena dia selalu "iya tuh, gue pernah ..." saking nggak mau kalahnya! Sampai level "pernah ikut sea games taekwondo" hanya karena kami ngomongin taekwondo, "pernah nyetirin taksi dan supirnya suruh duduk di belakang" hanya karena kami ngomongin supir taksi. Things like that.


8. Yang suka share website abal-abal di Facebook

Nah bisa juga dia nggak bohong tapi nyebarin kebohongan! Sungguh sangat ilfeel! Kaya udah ganteng gitu tapi di Facebook sharenya website entah apa. Huhuhu. Kasian mungkin kelebihan dikasih ke muka semua, otak jadi kurang.

-____-

9. Yang telat

Dan tidak menepati janji. Duh nggak suka banget cowok telat! Sebel! Nggak perlu penjelasan tambahan!

10. Yang pendiam

HAHAHHAHAHAHAHAHHA Soalnya saya senang diskusi. Sebel kalau saya udah panjang lebar cerita sesuatu terus dia cuma "hmmm" atau "oh gitu". Tapi jeleknya, kadang saya nggak butuh pendapat dan cuma mau didengarkan, dan JG benci banget cuma mendengar tanpa boleh komentar lolol. Sorry not sorry.

*

Sebenernya nggak suka juga cowok drama tapi cowok drama ini biasanya baru ketauan kalau udah jadi pacar. Model yang "bunuh ajalah aku". WHAT THE IH! Ada temen saya yang mantannya begitu huhuhu Abusive parah.

ITULAH! BIKIN YUUKKK VERSI KALIAN! Tag aku yaaa! :)

-ast-


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

Tentang Hidup Sempurna Artis Instagram (a.k.a si Neng A)

on
Wednesday, March 1, 2017
Btw ini posting nggak usah dibaca serius-serius banget ... seperti juga 90% postingan lain di blog ini bahahahahaha. Baca sambil bahagia ya!


IYAAAA, kaya saya semalem bahagia ketiduran jam 19.30 (bilang we setengah 8 malem) dan kebangun segar bugar di pukul 00.33, yesss setengah 1. Bahagia karena ketiduran itu nyenyak, meski di kantor ngantuk pasti ini hahaha.

Dan lagi bangun malem-malem itu malah kepikiran si neng A yang baru melahirkan. Duile jadi topik bener di mana-mana. Pada komen-komen, pada bikin blogpost, saya jadi #triggered banget pengen nulis juga nyahahahahaha.

Soalnya si neng hidupnya sempurna banget dan berusaha keras menunjukkan kesempurnaan itu.

Kubu terbelah jadi 4:

1. Cewek-cewek belum nikah atau belum punya anak yang ngetag pacar/suaminya di komentar "sayang, baca ini ya". Kemudian terinspirasi dan menjadikan si neng sebagai #lifegoals 😂

2. Ibu-ibu dengan balita (saya dan teman-teman) yang berkomentar "yaelah lebay amat sisss. nenenin kapan pun di mana pun mah biasa aja keleus" 😌

3. Ibu-ibu dengan anak remaja yang ngetawain doang 😂😂😂 "tunggu sampai anak lo ABG" gitu masa, kan saya jadi ikut deg-degan 😂😂😂

4. Yang nggak ngerti dengan segala kehebohan ini "A siapa sihhh? Duh nggak follow!" yes, good for you 😂

Saya sendiri sih ngerasa doi lucu dan jadi bahan becanda banget sama temen-temen karena nulisnya dramatis banget. Jadi sekarang kalau si Bebe maksa gitu ingin sesuatu, pasti bilang ke JG:

"Udalah sayang, biarkan anak memilih jalannya sendiri"


Saking puitisnya nulis caption Instagram, si neng mah kucing aja DISETRAP di halaman belakang. Saya sebagai manusia yang lulus semua jenjang pendidikan belum pernah disetrap. Kalah sama kucing neng huhu. Sungguh, neng hidupnya positif banget dan tidak pernah stress tampaknya. Beda sama kita-kita.

*pats shoulder* *siapin galon mabelas biji* *SIRAM diri sendiri biar waras* lolol

Tapi itu loh, semua percaya kan manusia kan nggak ada yang sempurna? Neng itu berusaha keras tidak menunjukkan ketidaksempurnaannya. Seperti misalnya, sejauh ini kayanya (KAYANYA LOH CMIIW) belum pernah tuh curhat bangun berapa kali tiap malem untuk menyusui, eh sori, untuk direct breastfeeding (beda kan ya lol).

Karena mungkin begadang tidak baik untuk kesehatan. Manusia sempurna tidur 8 jam sehari mungkin, termasuk bayi-bayinya.


HHHHH. Nggak bisa temenan lah kita, nggak bisa lah neng masuk group chat geng saya. Nanti kalau kita mau chat ocip-ocip selebgram di jam 11 malem karena itu me time anak udah bobo, si neng nggak bisa ikutan. Ah kurang seru.

Dan ituloh soal anak kalem.

Logika si neng adalah: tenang dan rajin komunikasi saat hamil -> gentle birth -> ayah ibu tidak baby blues -> anak kalem.

Serius itu ada hubungannya? Soalnya baca di komen-komennya ada yang bilang "ah saya gentle birth water birth + lotus baby anak saya rewel" HAHAHAHAHA. Iyaaa, saya juga mikir emang nggak ada hubungannya anak kalem dengan ini ono segala rupa itu.

Karena apa? Karena anak dan orangtua itu BEDA-BEDA. Nggak bisa ketok palu, jika begini maka begini. Wow, nggak bisa banget. Kondisi ibu hamil dan anak lahir beda-beda.

Contoh sederhana dari pemahaman ibu-ibu: ASI bisa melindungi bayi dari alergi.

WOOYYY, si Bebe anak saya full ASI tapi pas MPASI makan ayam sama nasi merah aja alergi. Dibawa ke dokter katanya "tenang aja bu, pas MPASI ada yang makan wortel sama apel aja alergi". Bubarlah semua harapan anak ASI risiko alerginya rendah. Alergian banget si Bebe hih. Bukan cuma dairy, ikan segala rupa alergi dia. Padahal nenen banget sampai sekarang mau 3 tahun.


Jadi nggak, nggak bisa pukul rata semua bayi ASI nggak akan alergi. Karena alergi itu genetis, penyakit turunan. Mau ASI apa sufor, ya kalau ada turunan alergi ya alergi. CUMA karena ibu-ibu sungguh mudah men-judge orang bahkan yang tidak kenal dekat pun, maka kalau ada anak sufor alergi pasti dibilang "pake sufor sih makanya alergian". Padahal kalau anak ASI alergian komennya "wah kok bisaaa".

YA BISA. Karena apa? Karena nggak bisa pukul rata semua kondisi anak. Ngerti buibu se-nusantara?

Jadi kebetulan aja anak neng memang kalem. Saya sama JG aja kurang monolog apa pas hamil Bebe, diajak ngobrol terus sampai nyiptain lullaby sendiri saking semangatnya. Suami full support, hamil lancar, nggak muntah sekali pun, rajin senam hamil bahkan jalan pagi dan senam hamil SETIAP HARI di rumah 2 minggu sebelum melahirkan.

Pas lahir? Wow Bebe KALEM BANGET sampai berat badan saya minus dari berat badan sebelum hamil. Kalem banget sampai saya nggak tau siang malem, baby blues nangis terus. Jadi ya, ketawa ajalah kalau hal-hal kaya gitu dihubung-hubungkan. Bersyukur aja neng bayinya kalem. :)

Soal gentle birth juga

Si neng mengkampanyekan 'filosofi' gentle birth adalah yang terbaik bagi bayi dan orangtua.

Yaiya yang terbaik dan ideal karena perempuan mana yang nggak mau lahiran dengan lembut? Mau lah semua orang juga, makanya mereka mengusahakan yang terbaik. Belajar sana-sini, senam hamil aja di beberapa tempat biar ada insight dari bidan lain. Semua gerakan dan tips-tips dicatat biar bisa dilakukan sendiri di rumah.

Maunya mah saya pun jalan-jalan dulu ke mall pas bukaan satu kaya rangorang, tapi gimana, ketuban udah ijo dan rembes padahal baru 38 minggu, nggak boleh berdiri sama dokter. Tiduran deh sampai mati gaya. Padahal catetan nafas harus gimana pas gimana udah hafal banget di luar kepala. Bebe di perut diajak ngomong biar kompromi juga udah banget lah.

Tapi kalau kenyataannya nggak bisa ideal kan harus bilang apa? Harus kecewa?

Dan ya, nggak ada paham atau metode terbaik yang bisa cocok untuk semua orang. Iya perempuan sudah melahirkan bayi sejak zaman dahulu kala, tapi seberapa banyak yang ibu dan bayinya selamat?

Nggak bisa dibantah pertolongan medis menekan angka kematian ibu dan bayi. Apa water birth di rumah yang terbaik? Apa melahirkan vaginal di RS yang terbaik? Di RS dengan epidural atau tanpa epidural?

Buat saya, proses melahirkan terbaik adalah yang bisa mengantar ibu dan bayi dengan selamat. Mau water birth, mau sesar, mau vaginal, mau pake epidural. Mau lahiran jerit-jerit, mau lahiran sambil zikir, mau lahiran sambil WhatsApp-an. Yang penting ibu dan bayinya sehat lah plis. Nggak usah merasa yang begini lebih baik atau itu lebih baik.

*tuh kan jadi judes* *huh*

Btw kalian nonton film dokumenter Babies nggak sih? Udah pernah saya ceritain di sini: Tontonan untuk Anak. Bayi Amerika, namanya Hattie nggak diperlihatkan proses lahirannya, tau-tau di rumah sakit aja. Kenapa coba?

Babies, hattie yang kanan bawah sama kucing

Karena orangtua Hattie ingin lahiran di rumah, maka mereka lahiran di rumah, kemudian ternyata ada masalah sama nafasnya. Bawa ke rumah sakit deh, dirawat 3 hari dan langsung kena antibiotik. Ini orangtuanya yang ngomong di sebuah wawancara.

Jadi nggak apa-apa mau melahirkan di rumah. Nggak apa-apa banget minta bantuan tetangga masak air mabelas galon. Tapi sekali lagi, jangan seolah karena neng lancar maka semua orang pasti bisa melakukannya dengan lancar. Kan belum cencu. Melahirkan memang proses natural, tapi banyak faktor yang kita nggak tau, bisa dan mungkin terjadi.

Dan (kalau saya sih) cari yang paling aman aja. :)

Satu lagi pertanyaan, katanya bayi si neng cuma nangis 10 menit sehari.

Itu diitungnya gimana? Karena bayi baru lahir kan baru ngek sedikit aja langsung lep di-direct breastfeeding dong? Apa kalau nangis dibiarin terus dia berhenti nangis sendiri?

Nggak mungkin kan? kan? KAN?

Kalau ngitung bayi bobo di kamar, nangis, ibu lari ke kamar dan nyampe dalam 2 menit. Berarti si bayi nangis hanya 2 menit. Diulang kejadian yang sama 5 kali, ya bayi cuma nangis 10 menit dong? Apalagi kalau sekasur, baru nangis 10 detik juga udah langsung diangkat kan.

Bagaimana itu urusan menangis 10 menit sehari, ada yang bisa menjelaskan logikanya?

(Baca: 13 Hal yang Hanya Bisa Dimengerti Ibu Menyusui)

Kalau Bebe nangis terus nggak waktu bayi?

Nangis banget karena dia kolik, kolik karena dia alergi dari apa yang saya makan, padahal saya udah jaga makan banget. Untuk menenangkan kolik maka dia nenen, kalau nenen perutnya makin kembung, kalau perut kembung dia kolik lagi. Saya cuma tidur sejam nenenin sejam, tidur sejam nenenin sejam. Begitu aja sampai 4 bulan. Hahahaha. Traumatis abis.

Mungkin harusnya pas melahirkan saya water birth. Sungguh menyesal. *sigh*

Terus urusan pijat.

Pijat katanya biar ayah dan ibu nggak baby blues? Si neng ih tau nggak kalau 3/4 dari populasi papah papah di dunia ini pagi-pagi harus pergi kerja? Kapan atuh mijitnya? Neng mah enak, suaminya ada terus.

Dan bisa pijat bayi sendiri juga biasa aja keleusss. Saya juga sama JG lulus kursus pijat bayi apakah kalian tahu itu? Hahahaha. Sampai sekarang Bebe masih suka tengkurep terus minta dipijit pakai minyak telon. Dan itu biasa aja, temen-temen saya juga melakukan itu.

TAPI SATU HAL YANG MEMBUAT KAMI KECEWA.

Neng kenapa pake popok sekali pakai alias diapers sih?

Padahal kami (alias temen-temen saya) udah tertekan banget karena haqul yaqin 100% si neng akan pake clodi dong yang lebih ramah lingkungan. Malah sebagian dari kami yakin si baby akan self-potty trained di umur 5 bulan gitu kan ya secara sempurna banget. Duh kami kecewa ziz, pake clodi kan nggak nyampah dan sesuai dengan nilai-nilai yang neng selalu tanamkan. Ya ribet-ribet nyuci clodi nggak apa-apalah ...

SAID NO ONE EVER 😂😂😂

Endorsement memang sungguh memikat (?) (?) (?)

Soalnya foto sama susu (oke minuman untuk ibu) hamil pun nongol mulu. Padahal susu hamil kan hoax lol. Nggak deng bukan hoax, tapi udah jarang dokter nyaranin minum 'susu' hamil apalagi kalau hamil sehat dan makan bergizi. Di kotaknya aja tulisannya bukan susu tapi minuman untuk ibu hamil hahahaha.

*KENAPA JUDES BANGET SISSSS? Indikasi iri dengki mulai terasa ini. Oke oke! Roger that!*

*

Ya oke di luar semua itu, saya tetep maklum lah, maklum banget euforia baru punya bayi. :)

Neng sebenernya sama aja kaya ibu-ibu lain yang habis melahirkan terus nggak tau mau posting apa di Instagram jadi posting bayinya terus. Ya kaannn.

Cuma kameranya aja bagusan dan fotonya

...

aes thet ic.

UDAH AAHHH. HAHAHAHA.

Intinya hidup itu pasti penuh suka dan duka. Ada jutaan cerita dan pelajaran yang bisa kita ambil dari kesusahan orang lain. Dari bagaimana orang itu berjuang, dari bagaimana orang itu bertahan dari segala kesulitan, dari bagaimana cara orang keluar dari masalah-masalah yang dihadapi. Itu yang bisa jadi inspirasi. Bukan hidup 'sempurna' yang dibungkus foto bokeh berfilter indah. :)

Btw sungguh saya nggak bakat elegan. Beda banget tulisan saya sama tulisan caption si neng ya. Ah sudahlah kami beda kasta. Dia aliran almond mylk, saya aliran martabak samyang.

@martabakyuk ini enak huhu 160ribu aja gaes plis traktir aku

Ada yang mau beliin?

-ast-



LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!