Tadinya #FAMILYTALK nggak akan bahas ini, tapi karena momennya abis gajian, jadi ya udalah ini dulu. Gajian? Gajian yang mana ya? Gajian sebulan lagi ya? LOL
Jadi topiknya adalah, bagaimana cara mengatur keuangan dengan suami? Apa jujur semuanya? Apa ada yang disembunyikan?
Baca punya Isti di sini:
Catet ya, keuangan adalah bagian dari komunikasi. Karena saya bilang segalanya, (sampai udah pup belum hari ini, tmi lol) jadi ya urusan uang juga termasuk.
JG kalau beli mainan nggak bilang sih *yearite*. Tapi dia punya jatah sekian sebulan untuk beli mainan dan ya saya nggak pernah ngecek juga sih. Because I trust him (DEAR JG, I KNOW YOU READ THIS SO PLEASE KEEP IT THAT WAY).
Saya sendiri? Sering sih beli-beli nggak bilang dulu. Ya beli dulu aja gitu karena belinya juga pake uang sendiri kan. Itu karena pas beli, saya lagi nggak sama JG. Entah beli online atau lagi perginya sama temen-temen. Tapi ya pas ketemu bilang.
Karena kenapa harus disembunyikan?
Di keluarga kami, gaji semua saya yang atur. JG tau selesai aja. Semua cicilan, tagihan, bayar ini itu, semua saya yang urus. JG nggak pernah tau dan nggak pernah mau tau karena dia suka stres sendiri liat angka yang keluar tiap bulan lol.
(Baca: Mempertanyakan Rezeki)
Semua rencana keuangan didiskusikan bareng-bareng juga karena ya itu, semua didiskusikan. Uang cuma salah satu bagiannya. Saya tahu persis berapa jumlah gaji dia, begitu juga sebaliknya. Tiap ada job dari blog pun selalu didiskusikan, diambil apa nggak.
JG sendiri tiap hari ke kantor hampir nggak pernah pegang uang. Semua ATM saya yang pegang, dia pegang receh-receh buat pak ogah sama kartu kredit aja just in case. Karena buat apa? Bisa kok cashless, parkir di kantor gratis, sarapan sama makan siang bawa dari rumah.
JG pegang ATM kalau saya lagi ada event dan JG harus berdua sama Bebe. Ya masa nggak pegang uang ya kan.
"Dih, suami kok mau-maunya kaya gitu, dijajah istri. Nyimpen uang sendiri dong, jangan bilang istri."
Nggak sedikit yang bilang gitu ke JG dan dia so far lempeng aja. Lagian kenapa harus nyimpen sendiri coba? Mau sepatu bola, tinggal bilang juga saya beliin, beli mainan aman tiap bulan, mau traktir temennya juga ya boleh-boleh aja. Jarang banget saya nggak kasih izin beli sesuatu. *pencitraan istri baik hati lmao*
(Baca: Ini Tahap-tahap Menyiapkan Dana Pendidikan Anak)
Anyway, ada yang sengaja menyembunyikan dari suami, ada yang emang suaminya nggak mau nyaho ya urusan uang istrinya. Daripada stres tau harga tas istrinya HAHAHAHAHAHAHA. Jadi ya intinya mah saling percaya aja.
Ya kan? Ya kan? Kalian gimana?
-ast-











