-->

Image Slider

Showing posts with label adv. Show all posts
Showing posts with label adv. Show all posts

Rekomendasi AC Sehat untuk Keluarga

on
Monday, March 20, 2023



Dateng-dateng ngomongin rekomendasi AC sehat, itulah aku :’)))

Soalnya aku punya kisah perjalanan panjang yang (menurutku) seru banget HAHAHA. Karena aku baru ngerasain AC itu setelah tinggal di Jakarta 3 tahun.


Yes, sebagai anak Bandung waktu Bandung masih dingin, di rumah Bandung ya nggak ngerasa perlu AC lah. Jendela dibuka aja kamar bisa dingin kok. Pas kemudian kerja di Jakarta, BARU TAU astaga di Jakarta tuh kalau buka jendela MALAH MAKIN PANAS YA. Nggak betah banget di kost, mana kostnya seuprit, kecil banget. Pengap dan keringetan sampai rasanya aku mandi terus kalau weekend.


Apakah lalu aku pasang AC? OH TENTU TYDACK. Yang ada, aku malah jarang di kost HAHAHA. Mending di kantor atau di mall sekalian deh, jelas ngadem. Masuk ATM aja bahagia ya di zaman itu karena ATM kan dingin :’)))


Long story short, pindah kerja, lalu pindah kost dengan AC, tapi nggak pernah aku nyalain karena listriknya pake token dan bayar sendiri (pelit banget asli) dan nikah. Nikah, pindah ke rumah kontrakan yang lebih luas, apakah punya AC? NGGAK. Nggak tau gimana tuh dulu bisa survive berdua tanpa AC. Sampai akhirnya hamil. SEMUA BERUBAH.


Bun, hamil 7 bulan tuh kan hidup serba salah ya. Mau nggak kerja kok gabut, mau kerja kok sakit badan. Tidur udah nggak bisa banyak gerak, nggak tidur juga ngantuk. Kaki suka kram tengah malem, bayi nendangin mulu, jalan aja udah berat. INI LAGI KAMAR NGGAK PAKE AC. Panasnya tuh bikin cranky lahir batin.


Sampai aku di titik ngamuk sama JG, “pokoknya pulang kantor malam ini aku mau pasang AC!” weh serem. Pulang kerja beli AC satset, tukang AC dateng ke rumah satset pasang. EH PIPANYA KURANG PANJANG HAHAHA. TOKONYA UDAH TUTUP HAHAHAHA. Gagal tidur pake AC malem itu :’))))


Tapi ya udah, drama selesai, AC kepasang dan sejak saat itu nggak bisa hidup tanpa AC lagi. Manusia adaptasinya emang jago banget ya. Dan catet, AC pertama kami itu adalah Panasonic. Direkomenin sama toko elektroniknya. Kami iya iya aja padahal waktu itu nggak gitu paham juga perkara AC ini.


5 tahun kemudian pindah ke apartemen, AC di unit apartemen juga Panasonic. Mikirnya oh kebetulan aja ya ni orang-orang pake Panasonic juga. 3 tahun kemudian pindah ke rumah yang sekarang, yang jauh lebih besar, LAH SEMUA ACNYA PANASONIC DONG :’)))


Dari tidak punya AC, sampai punya 1 AC, sampai sekarang di rumah ada 5 AC (2 kamar, 2 studio, 1 ruang keluarga) 4 AC nya adalah Panasonic. Kemarin aku bikin studio kedua di garasi, pake AC apa? YA PANASONIC JUGA :’)))


Hampir semua tukang AC nyaraninnya Panasonic. Soalnya awet dan termasuk AC hemat listrik. Malah katanya bisa hemat listrik sampai Rp 1juta per tahun loh. Apa iya?


Menurut aku iya. Karena dulu ya sebelum listrik untuk rumah di atas 3.500 VA naik, aku bayar listrik itu nggak jauh beda sama apartemen bayar listrik dan air (di apartemen tuh tagihan WE, Water Electricity digabung jadi nggak tau listriknya doang berapa).


Padahal AC nya jadi banyak, rumahnya lebih luas, tapi bayar listrik bisa dibilang segitu-gitu aja jadi emang beneran hemat. Soalnya orang suka shock pas aku bilang di rumahku AC nya ada 5, mereka nyangkanya listriknya akan 5 kali lipat dari rumah yang AC nya 1. NGGAK JUGAAA. Tergantung gimana kamu pake AC nya dan tergantung AC yang dipakenya, hemat listrik apa nggak.


Makanya aku seneng banget deh karena bisa nyoba AC Panasonic CS/CU-XPU5XKJ. Yeay AC baruuuu! Bagus banget desainnya minimalis dan ternyata bukan ternyata ini bukan cuma AC yang bisa bikin ruangan dingin, kontrol suhu, dan kelembapan. Tapi banyak fitur lainnya juga!


 

 

Teknologi nanoe™ X dari Panasonic untuk Quality Air for Life


AC ini pakai teknologi nanoe™ X ini apa sih? Teknologi nanoe™ X dari Panasonic ini dikenal sebagai perangkat pemurni udara yang menghasilkan radikal OH yang terbukti efektif menghambat pertumbuhan bakteri, allergen, dan jamur. dan terbukti aman terhadap asma dan alergi.


Dia bisa secara aktif mengisi seluruh ruangan dengan OH radikal yang melawan partikel berbahaya. Kerennya lagi, nanoe™ X ini juga efektif menembus ke dalam serat kain karena ukurannya yang lebih kecil dari tetesan uap. nanoe™ X ini juga bekerja permukaan dan efektif menghilangkan bau.


 

Laluuu, karena sekeluarga belum pernah kena Covid dan ternyata AC Panasonic dengan nanoe™ X ini bisa juga menghambat penyebaran Corona virus! Jadi cocok banget buat jagain keluarga di rumah. Dari hasil uji, nanoe™ X 99.99% bisa menghambat penyebaran Coronavirus! Jadi dia konsepnya emang AC 2 IN 1 (AC+ Air Purifier).


Dan serunya, fitur nanoe™ X ini bisa tetep aktif meski AC dalam keadaan tidak menyala dan hanya mengonsumsi listrik sebesar 25 watt aja!


Di Jepang, teknologi nanoe™ X ini bukan hanya dipakai di rumah atau di kantor, tapi dipakai juga untuk di transportasi publik, dan mobil seperti Toyota Lexus, Suzuki, Mazda, dan Subaru. 


Bersih terus udara di sekitar kita! Worry free banget deh jadinya!


Selain itu, dia juga mempertahankan sirkulasi udara dalam ruangan dengan meminimalkan CO dan VOCs untuk menjaga seluruh ruangan tetap segar. Memastikan hanya udara segar dan bersih yang masuk ke ruangan jadi nggak pengap.



Aku udah coba AC ini dan cepet dingin untuk ukuran AC ½ PK dengan size ruangan sekitar 6x3m. Cuma beberapa menit aja dinginnya udah berasa banget di suhu 20°C. Padahal kalau aku googling, ruanganku ini cocoknya menggunakan AC 1 PK.


Terus kan aku pasang di ruangan yang ada tangganya, sampai tangga bawah masih kerasa banget dingin!


Dan ~surprisingly~ beneran mengurangi bau! Bener-bener bukan gimmick HAHAHA (anaknya suka skeptis). Bau makanan yang suka nempel lama gitu (alias mulek kalau kata orang Sunda) bisa gone seketika. Tapi ajaibnya dia gak menghilangkan wangi reed diffuser duh MAGIC???


Otomatis wangi pel lantai juga jadi cepet ilang. Tapi nggak apa-apa bangettt. Minor lah ya itu, siapa juga mau nyiumin bau lantai HAHA.

 

 

Dan ternyata, hemat listrik itu bukan perasaanku aja tapi AC Panasonic emang punya ECO Mode yang bisa membatasi konsumsi listrik dalam 2 level 80 dan 50% dari watt maksimum, jadi bisa dipakai barengan dengan barang elektronik lainnya tanpa takut listrik di rumah tiba-tiba mati.


Terusss, udah canggih banget karena fitur Comfort Cloud, fitur di mana kamu bisa kontrol AC kamu dari jarak jauh cuma pakai HP aja. Keren kan! Live your best with Panasonic AC!






Mitos dan Fakta Seputar Vaksin

on
Sunday, May 2, 2021

Ngomongin vaksin zaman sekarang itu sensitif banget ya padahal vaksin terbukti menyelamatkan jutaan jiwa. Eh tapi sebentar deh, kalian udah paham belum sih bedanya vaksin dan imunisasi?


Vaksin: Proses memasukkan vaksin ke dalam tubuh via injeksi atau oral.

Imunisasi: Proses di dalam tubuh membentuk antibodi. 


Pada akhirnya kedua istilah ini sering dipertukarkan dalam keseharian dan ya udalah yang penting sama-sama paham kan hahahaha.


Kenapa tiba-tiba bahas vaksin, karena Jumat lalu saya hadir di event Kenapa Harus Vaksin World Immunization Week 2021 Webinar dengan tema "101 Vaksinasi: Kupas Tuntas Vaksinasi Anak" bersama Kenapa Harus Vaksin (@kenapaharusvaksin), theAsianparent Indonesia, Sisy Prescilia, dan dr. Attila Dewanti, SpA(K) dan merasa dicerahkan kembali soal berbagai mitos dan fakta seputar vaksin.


Apa aja sih mitos seputar vaksin dan gimana faktanya?


Mitos: Vaksin hanya melindungi diri sendiri


Faktanya, vaksin bukan hanya melindungi diri sendiri tapi juga melindungi orang lain! Karena ketika kita divaksin, kita tidak berpotensi menularkan penyakit pada orang di sekitar kita.


Data juga bicara demikian. Vaksin lengkap bisa mencegah lebih dari 26 penyakit dan 2-3juta kematian tiap tahun bisa dicegah dengan vaksin. Ketika cakupan imunisasi secara global diperluas, vaksin bisa menyelamatkan 1,5juta orang lagi setiap tahun.


Inget nggak sih outbreak difteri beberapa tahun lalu? Nah itu karena 65% orang nggak vaksin DPT lengkap. Ya melindungi diri sendiri aja nggak bisa apalagi saling melindungi dengan orang sekitar, outbreak deh.



Vaksin juga bisa menghindari komplikasi penyakit serius. Misal flu, orang yang sudah vaksin influenza punya risiko lebih rendah terkena komplikasi seperti pneumonia atau gangguan sistem saraf pusat.


Mitos: Vaksin gratis lebih tidak efektif dibanding vaksin berbayar.


Faktanya, menurut dr. Attila efektivitas vaksin yang gratis maupun yang berbayar itu sama saja. Vaksin di posyandu atau di rumah sakit juga sama saja yang penting itu vaksin lengkap, sesuai jadwal, dan dengan urutan yang benar sesuai jadwal vaksin dari IDAI.



Bedanya yang gratis disubsidi pemerintah, yang bayar tidak disubsidi. Pun bisa berbeda pula dari jenisnya. Seperti vaksin DPT yang menyebabkan demam itu karena jenisnya whole cell di mana pembuatannya pakai kuman yang dilemahkan. Namun ada juga yang aseluler, di mana selnya saja yang diambil dan tidak semua kuman masuk ke dalam vaksin sehingga menurunkan risiko anak demam. Keduanya tetap merupakan vaksin aman.


Kalau pun anak demam pasca vaksin, itu wajar ya! Biasanya demam terjadi dalam 24-36 jam, lewat itu sebaiknya diperiksa ke dokter karena khawatir ada penyakit lain, bukan disebabkan vaksinnya!


Mitos: Karena pandemi, jadwal vaksin anak boleh ditunda.


Faktanya: TIDAKKKK! Jangan sampai karena takut pandemi (yang entah akan berakhir kapan) kita jadi terkena risiko penyakit lain yang sebetulnya bisa dicegah dengan vaksin ya!



Jadi baik vaksin untuk bayi, vaksin untuk balita, maupun vaksin tambahan atau vaksin booster TETAP diberikan sesuai jadwal IDAI. Bagaimana kalau terlanjur terlewat jadwal? Misal karena PSBB atau alasan lain?


IDAI menyarankan imunisasi kejar dan imunisasi ganda, yaitu vaksin beberapa dalam waktu yang sama sekaligus. Nggak masalah dan aman ya! Selama dikonsultasikan pada dokter tentunya.


Mitos: Vaksin yang sama lebih dari sekali itu berbahaya.


Faktanya menurut dr. Attila ketika orangtua ragu anaknya sudah divaksin atau belum, sebaiknya ya diulang saja karena kalau pun sebelumnya sudah pernah, sisa vaksinnya akan dibuang oleh tubuh. Tidak ada bukti pemberian vaksin akan merugikan penerima yang sudah vaksin dan vaksin tidak akan membuat penyakit bertambah parah.



Bonus: Tips Vaksin Aman Saat pandemi


Nah saya yakin sih banyak yang sebetulnya mau vaksin tapi khawatir duh ke rumah sakit lagi pandemi gini aman nggak ya? Ini tipsnya:


Cari fasilitas kesehatan yang memisahkan anak sakit dengan anak sehat. Rumah sakit ibu dan anak tentu bisa dibilang lebih aman dibanding rumah sakit umum.


Buat janji kedatangan dan datang tepat waktu. Kalau masih ada waktu menunggu, pertimbangkan menunggu di mobil.


Konsultasikan pada dokter tentang imunisasi kejar & imunisasi ganda, siapa tahu ada yang bisa diberikan sekaligus karena waktunya berdekatan. Bisa mengurangi waktu ke RS, kan.


Opsi lain, cari tempat vaksin yang bisa vaksin di rumah sehingga tidak perlu ke rumah sakit. 



Terjawab ya berbagai mitos seputar vaksin! Semoga bermanfaat!


-ast- 





Kenapa Saya Belum Mau Punya Anak Kedua

on
Monday, August 31, 2020
[SPONSORED POST]


Kemarin saya buka random question box di Instagram Story. Seperti biasa adaaa aja yang nanya “kapan mau punya anak kedua?”

Kalau kalian ngikutin perjalanan saya dari dulu, pasti tau ya saya takut banget punya anak kedua. Saya bingung sama ibu-ibu yang anaknya baru umur 1-2 tahun terus udah gemes-gemes punya anak kedua karena saya nggak merasakan itu. Ternyata setelah dikasih pandemi, baru sadar KENAPA-nya.

Karena Bebe ternyata bukan anak biasa hehehe. Baru keliatan saat pandemi karena dia diam di rumah, bisa dibilang tanpa stimulasi apapun. Sementara dia biasanya TK dan daycare montessori di mana semua indera terstimulasi dengan baik. Jadi dia “tampak” baik-baik aja. Ternyata nggak.

Awalnya kami bingung karena merasa dia regresi atau mengalami kemunduran perilaku. Ke toilet jadi nggak berani sendiri. Misal saya lagi tanggung kerja, dia mending tunggu saya dan nahan pipis lari-lari keliling ruangan dibanding harus pipis sendiri. Terus sering ketakutan, dia katanya takut ada orang jatoh tembus dari langit-langit (?). Lalu sebelumnya udah berani tidur sendiri sekarang nggak mau lagi.

Ah suramlah, pokoknya repot banget. Dulu sebelum masuk preschool (umur 3 tahun) dia emang begitu, sampai dulu tuh dia takut banget ke ruang tamu sendiri karena katanya takut ada motor orang masuk ke rumah :))))

Nah, pandemi ini kan stresful bukan cuma buat orang dewasa ya tapi juga bisa bikin stres anak maka akhirnya bikinlah janji dengan psikolog anak. Saya cerita panjang lebar, akhirnya diputuskan untuk assessment karena psikolognya mencurigai Bebe SPD, Sensory Processing Disorder.

SPD ini lengkapnya kalian googling aja tapi intinya otaknya kesulitan memproses stimulasi sehingga jadi oversensitive bahkan pada kejadian sehari-hari. Ini sebabnya dia nggak suka banget tuh jalan nyeker, jijik kalau harus pegang lem atau benda-benda dengan tekstur tertentu, picky eater, tantrum parah karena overstimulated, suka main di tempat gelap karena nggak suka cahaya, dan banyak lagi.

Dulu dia denger suara toilet di-flush aja nangis karena menurutnya suaranya kekencengan. Sentuh-sentuh nggak mau, nyeker boro-boro, tangan kena lem aja bisa nangis. Awal-awal di daycare kan kalau main di luar nyeker tuh, BEBE SIH PAKE KAOS KAKI :)))) Baru setelah beberapa lama kemudian, mau jalan dan main nyeker. Mulai nggak picky eater, dan semua jadi lebih mudah.

Jadi iya, saya udah curiga dia ada masalah sama oversensitivity (dulu belum tahu istilah SPD) ini sejak dulu banget. Tapi SEBELUM PANDEMI, setiap ketemu psikolog selalu dibilang “selama nggak ganggu sehari-hari sih nggak butuh assessment”.

Ya setelah masuk preschool emang jadi nggak ganggu sih. Tapi ternyata nggak ganggu itu karena dia distimulasi dengan baik di sekolah dan di daycare. Begitu sekolah dan daycare hilang? Bubar.

Hasil assessmentnya itu dia SPD moderat (2 poin lagi jadi berat hehe). Psikolognya kaget katanya “dipikir akan ringan, ternyata moderat” yah saya sih udah mikir nggak akan ringan hahaha ini anak emang super duper sensitif gitu SEMUA inderanya bukan cuma 1-2 doang.

Jadi sekarang dia home therapy, dikasih jadwal dalam seminggu harus ngapain aja karena kalau nggak diintervensi segera, nanti dikhawatirkan jadi masalah lain di umur 8 tahun ke atas, bisa jadi masalah emosi atau masalah di sekolah.

Kebayang nggak tuh harus SFH, WFH, dan home therapy? :)))))

Saya sama JG sampai bengong berdua: OH INI SEBABNYA KAMI MERASA PUNYA ANAK ITU SULIT. Literally memang dia terlahir dengan temperamen difficult, dengan kondisi khusus. Ya memang susah.

Pandemi ini menyadarkan kami kalau punya anak itu sulit, lebih sulit lagi karena pandemi. Suka nggak suka, punya anak itu nggak segampang pra-pandemi.

Dulu punya anak SPD aja sampai nggak keliatan lho saking semua di-outsource aja ke daycare dan sekolahnya. Di rumah tinggal untel-untelan doang bonding. Sekarang mana bisa. Sekarang kalau mau punya anak, tanggung jawab sendiri! :)))

Padahal pra-pandemi, saya sama JG udah mulai goyah “eh kita tuh bisa kali ya punya anak lagi” gitu. Karena Bebe juga kerasa mandiri banget, udah gede, dan liat kondisi finansial kami pun udah jauh lebih baik. Sampai IUD kadaluarsa aja ditunda-tunda gantinya karena nanti dulu ah SIAPA TAU mau punya anak kedua gitu.

JRENG TIBA-TIBA PANDEMI. Tiba-tiba disadarkan punya anak kok harus diurus sendiri ya nggak bisa diserahkan pada orang lain lol. Mau pake mbak pun (bagi kami) nambah risiko 1 orang lagi di rumah kan.

Lalu ternyata Bebe punya kondisi khusus. Langsung melarikan diri ke dokter kandungan untuk ganti IUD hahahaha. Iyalah kalau emang nggak mau punya anak ya tanggung jawab dengan pakai kontrasepsi. Kan udah yakin, nggak deh, nggak sanggup kalau harus punya anak lagi dengan kondisi kaya gini. Sudahlah kembali ke rencana awal anaknya satu aja. Untung belum keburu hamil huhu.

Belum lagi awal-awal pandemi itu kan Bebe lagi kejar berat badan ya. Takut banget gagal tumbuh karena ya hampir gagal tumbuh masa iya dalam setahun beratnya nggak naik sama sekali.

Naik turun sih tapi kalau dilihat berat tahun lalu dan tahun ini, nggak naik sama sekali sementara anak di atas 1 tahun HARUS naik berat badan 2 kg setahun atau ya gagal tumbuh. REPOT BANGET KAN! Aku nggak mau punya anak lagi karena gemes-gemes doang tapi terus tumbuh kembangnya nggak maksimal. Pasti merasa bersalah banget. PUNYA ANAK ITU HARUS SIAP!

Tapi aku tau banget nih lagi pandemi gini malah banyak yang hamil! Ngerti sih di rumah aja ketemu suami terus yha malah pada bikin anak padahal please banget punya anak tuh dipikirin ya apakah siap fisik, mental, dan finansial?

Apalagi kalau anak kedua atau ketiga dan seterusnya, apakah sudah memperhitungkan jarak kelahiran sehingga si kakak sudah mendapat semua haknya sebagai anak? Si kakak setidaknya sudah selesai mendapat haknya atas ASI dan sudah paham tentang punya adik. Kalau dari saran BKKBN sih jangan sampai ada 2 balita dalam 1 keluarga jadi idealnya emang hamil lagi ketika si kakak udah umur 4 tahun. Jadi selama balita, kita bisa fokus sama tumbuh kembang anak maksimal, fisik dan mental.

Makanya aku setuju banget sama dr. Boyke di video Ninja Talk ini. Kalau emang nggak mau punya anak AYO PAKE KONTRASEPSI. Banyak banget yang pake kontrasepsi nggak mau, begitu hamil panik sendiri. Ya gimana dong, masa iya berharap tidak hamil tanpa usaha apa-apa? Pakai kontrasepsi itu usaha dulu untuk menunda kehamilan, kalau emang tetep dikasih barulah pasrah. Yang penting kan usaha dulu. Videonya bisa ditonton di sini atau play langsung di bawah:


Apalagi yang kondisi keluarganya nggak benar-benar sehat ya! Nggak sehat di sini baik sebagai pasangan suami istri maupun kondisi finansial. Banyak yang penghasilan berkurang atau kehilangan pekerjaan. Eh abis itu malah hamil. Jangan dong ya huhu.

KECUALI memang kalian udah rencana dengan matang mempersiapkan anak. Jadi emang udah pandemi nggak pandemi, memang lagi program punya anak. Nah ini beda cerita.

Kalau udah kaya gini, pastikan aja kalian hamil dengan sehat ya! Diam di rumah karena kita masih nggak tau tuh efek ibu hamil kalau kena Covid-19. Plus nggak usah ke rumah sakit umum! Pilih aja klinik bersalin atau rumah sakit ibu dan anak yang cenderung lebih sepi. Jangan lupa tetap ikut protokol kesehatan dan jaga imunitas,

Ini juga dibahas tuntas oleh dr. Boyke di video Ninja Talk yang ini. Dokter Boyke cerita lengkap banget tentang do’s and don’ts kehamilan saat pandemi gini. Kapan perlu ke RS kapan jangan. Penting banget jadi nonton deh. Di sini atau di bawah ini ya!


Begitu ya. Semoga postingan ini menjawab kenapa saya dan JG begitu takut punya anak lagi. Maka pakai kontrasepsi yuk nggak bosen-bosen deh saya ngingetin kalian untuk pakai kontrasepsi. Pakai kontrasepsi adalah bentuk tanggung jawab sebagai orang dewasa yang sadar pada kemampuan diri sebagai orangtua. Demikian. :)

-ast-





Menjawab Salah Paham Seputar Vagina

on
Tuesday, September 10, 2019
[SPONSORED POST]


Ngomongin vagina lagi yukkk. Yang padahal namanya bukan vagina hahahahahahaha.

Iya, bagian luar yang kita sebut dengan vagina itu sesungguhnya adalah vaginal opening alias liang vagina. Vagina yang sesungguhnya ada di dalam, di antara labia minora dan serviks.

Keseluruhan bagian luar itu namanya vulva. Vulva terdiri labia minora, labia majora, klitoris, uretra (saluran kencing), dan perineum. Itu semua vulva.

Kenapa ini penting? Karena jadi agak bingung nih sex education ke anak jadinya mau sebut dengan “penis dan vagina” atau “penis dan vulva?” So far saya masih penis dan vagina karena semua orang di sekitar Bebe masih pakai penis dan vagina.

Salah satu tujuan sex education dengan istilah sebenarnya itu kan biar nggak membingungkan bagi banyak orang ya. Kalau tetap ada orang bingung ketika anak ngomong “vulva” instead of “vagina”, ya takut komunikasinya jadi nggak jalan aja sih.

Misal anak balita dilecehkan terus dia ngadu ke gurunya dan bilang “vulva” sementara si guru dan sekolah pakainya “vagina” kan tetep jadi miskom. YA GITULAH POKOKNYA.

Anyway sekarang mau bahas kesalahpahaman seputar vulva dan vagina yang massihhhhh sering banget saya denger. Sampai lelah karena hello udah mau 2020 masih percaya aja sama ginian?

Apa aja kesalahpahaman seputar vagina (well ok, vulva)? Hahahaha.

Keperawanan bisa dibuktikan

Ini paling bikin rolling eyes banget. Tes keperawanan itu duhhhh degrading dan terlalu ajaib buat saya. Virginity is a social construct, masalah budaya aja. Karena tau dari mana sih selaput dara (hymen) udah rusak apa belum? Nggak bisa dibuktikan secara medis lho!

Tidak semua perempuan berdarah saat berhubungan seks untuk pertama kalinya karena ya bentuk hymen itu beda-beda, rusak apa nggak juga nggak bisa dibuktikan, dan hymen itu sejak awal sudah BERLUBANG. Ya iyalah kalau nggak bolong gimana darah menstruasi bisa keluar coba.

Ckckckk. Pengen ngegas aja bawaannya kalau ngomongin soal ini sihhhh. >.<

Hanya melahirkan vaginal yang bikin vagina membesar

Ini kekhawatiran banyak sekali orang. Karena mikirin kepala bayi segede gitu, keluar dari vagina gimana caranyaaaa? Padahal kepala bayi pas lahir kan nggak keras kaya kepala manusia dewasa ya ahahahahaha. Kepalanya kecil dan “lembek” gitu.

Dan sebetulnya banyak ibu yang mengaku meski melahirkan caesar pun vagina mereka tetap terasa berubah bentuk. Wajar sih ya karena ya seluruh tubuh rasanya emang berubah bentuk, ka pnasca melahirkan? Jadi jangan percaya hanya melahirkan vaginal membuat vagina berubah. Banyak berlatih kegel agar otot-otot vagina tetap kencang.

Vagina yang sehat tidak akan mengeluarkan cairan

Ini saya termakan salah paham ini banget nih, seolah kalau vagina mengeluarkan cairan jadinya ada masalah. Padahal nggak juga. Apalagi saya memang pake IUD yang emang bikin keluar cairan lebih banyak dibanding yang nggak pake IUD.

Cairan yang normal keluar dari vagina adalah putih dan bening, nggak berbau menyengat. Kalau udah berbau, apalagi bikin gatal, jangan ragu untuk ke dokter ya!

Vagina yang sehat tidak berbau

NGGAKLAHHHH. Emang ada baunya kok. Normalnya memang ada bau khas vagina. Karena kan di dalam vagina itu emang banyak bakterinya dan bakteri memang biasanya berbau.

Kecuali memang baunya tidak biasa-biasanya baru deh konsultasikan dengan dokter.

Vagina hanya butuh air sebagai pembersih

Tergantung airnya sih kalau menurut saya. Karena nggak semua air oke dan bersih banget juga kan. Malah takut jadinya kalau cuma air aja.

Karena ya badan aja kan butuh sabun dong, masa vulva nggak disabunin sih. Vulva juga padahal punya kelenjar keringat makanya rawan lembap.

Makanya pake sabooonnnnn. Iya bukan sabun sih tapi pembersih kewanitaan. Saya sih ke kantor nggak bawa ya tapi selalu pake sih kalau mandi malem sebelum tidur karena ya jadinya kerasa bersih aja semuanya.

Carinya yang kaya gimana? Apa kriterianya?

- pH-nya harus di angka 3,5 sampai 4,9. pH ini untuk mempertahankan tingkat keasaman alami area vagina kita. Kalau pH-nya berubah, bisa jadi masalah bakteri atau jamur.
- Terbuat dari bahan alami supaya nggak bikin iritasi apalagi kalau kulitnya sensitif.
- Jauhi produk dengan pewangi karena kandungan parfum juga bikin iritasi lho. Lagian vagina emang seharusnya bersih dan segar aja nggak harus wangi.
- Kandungan prebiotik bisa melindungi vagina dari bakteri dan jamur.
- Kandungan gliserin yang bisa membantu menjaga kulit sekitar vulva agar tidak kering. Kalau kering biasanya jadi gatal dan perih kan!
- Tidak mengandung alkohol dan paraben. Kalau concern sama halal, pilih yang halal juga!
- Nah, semua kriteria itu ada di Andalan Feminine Care!



Andalan Feminine Care adalah rangkaian pembersih area intim dengan 3 varian yang terbuat dari bahan natural, mengandung prebiotik, halal pula!

Andalan Feminine Care diformulasi khusus sehingga efektif meningkatkan kualitas kebersihan area intim agar selalu segar, nyaman, dan yakin terlindung maksimal. Bahan aktif alamainya juga menjaga keseimbangan level pH area V dengan kandungan prebiotik.

Tiga varian Andalan Feminine Care ini terdiri dari Andalan Fresh Intimate Wash untuk sehari-hari, Andalan Revitalize Intimate Wash untuk menjaga dan mempertahankan elastisitas karena aging, dan yang terakhir Andalan Natural White Intimate Wash untuk mencerahkan kulit di sekitar vulva. Lengkap kaannn.

Saya udah coba ketiganya semuanya nyaman banget. Wanginya nggak nyengat dan nggak bikin kering! Ada kan ya pembersih vagina yang klaimnya bikin segar tapi kenyataannya bikin keset banget sampai kering dan agak-agak perih gitu. Ngeri iritasi deh. Karena kulit saya sebadan-badan emang kering gitu kan, jadi penting banget cari pembersih yang nggak bikin kering.



Siapa yang perlu pakai? Sejak remaja udah boleh kok dipakai, sampai menopause sampai setelah menopause juga nggak apa-apa. Apalagi kalau emang sehari-hari tinggal di tempat lembap, seneng pake celana jins, atau rajin olahraga dan aktivitasnya tinggi banget jadi gampang keringetan. Jadi ayo dicoba!

Jangan lupa follow @AndalanFeminineCare dan mampir ke websitenya Andalan Feminine Care ya!

-ast-




Semangkuk untuk Selamanya

on
Tuesday, August 20, 2019
[SPONSORED POST]

Wah judulnya puitis. :’))))

Setelah punya anak hampir 5 tahun, baru beberapa bulan terakhir saya baru sadar tentang pentingnya 1000 hari pertama kehidupan anak. Kenapa kok tiba-tiba kepikiran?

Soalnya dulu Bebe alhamdulillah nggak ada masalah. Berat badan selalu naik dan masih nggak pernah di bawah garis normal alias tetap chubby sampai sekarang. Tentu credit utama pasti pada daycare ya karena dulu kalau makan sama saya di rumah sih susahnya ampun-ampunan.


Sekarang jadi kepikiran karena baru ada anak temen yang berat badannya stuck dari umur 9-12 bulan di 6 kilogram! Dulu Bebe umur sebulan aja berat badannya 5 kg loh. Bayangin masa anak umur setahun cuma 6 kg sih. T_____T

Setelah diusut lebih lanjut dan ganti dokter anak, ternyata si anak infeksi saluran kencing (ISK) tanpa gejala apapun. Ibunya yang nggak ngeh lah itu anak ISK karena nggak pernah demam sama sekali. Jadi tubuhnya ngelawan bakteri terus makanya nggak tumbuh selama 3 bulan! Nafsu makan juga jadinya ilang, sekali makan cuma 5 suap, gizi dan nutrisinya pun nggak tercukupi.

Singkat cerita, ISK-nya disembuhin, kejar berat badan pakai susu khusus, dan dalam sebulan beratnya naik 1,2 kg. Sekarang masih dalam proses naikin lagi pakai susu 2 jam sekali. Masukin susunya lewat selang yang masuk dari hidung langsung ke lambung.

Sebagai tukang sharing, saya pun cerita ini di IG story dan disambut cerita ibu-ibu via DM. Ternyata selain ISK, menurut para ibu, kebanyakan berat badan anak stuck itu karena Anemia Defisiensi Besi (ADB). Sebanyak ituuuhhh yang anaknya ADB jadi kurus!



Kalau secara fisik keliatan kurus dan ditimbang pun udah nggak sesuai kurva KMS sih harusnya alert ya. Apalagi di 2 tahun pertama. Karena itu tadi, 1000 hari pertama kehidupan itu penting banget!

Pada saat itu semuanya berkembang. Dari kemampuan motorik, sensorik, sampai otaknya. Kalau 1000 hari pertama gagal, kemampuannya akan terganggu. Jadi makanan yang dimakan di 1000 hari pertama setelah ASI itu berpengaruh selamanya lho!

Langsung flashback ke masa-masa MPASI Bebe dulu yang rasanya berat banget ahahahaha. Weekdays sih aman karena Bebe makan di daycare tapi weekend itu saya jadi tertekan karena di masa itu mom shaming sedang jaya-jayanya. Sedikit sekali, malah mungkin nggak ada, yang berani bilang “anakku sufor” karena udah pasti diserang.

Saya yang nggak pedulian ini bukan sekali jadi korban “bully” ibu-ibu di socmed karena meski ngasih ASI 3 tahun, saya selalu ngebelain ibu-ibu yang kasih susu formula dan nggak ngotot MPASI HARUS homemade.

Orang kan punya kondisi masing-masing ya, hal-hal kaya gini nggak bisa dipaksakan untuk semua ibu karena semua juga pilihan.

Plus sih alasannya kewarasan. Yang penting ibu waras ya kan, sufor atau harus MPASI instan nggak masalah daripada ibunya stres, depresi, dan menghadapi anak sambil gila? Kan lebih nggak masuk akal.

Jadi saya sama sekali nggak anti MPASI instan. Malah emang selalu punya stok bubur instan karena ya ampunnn udah masak capek-capek seringnya juga nggak dimakan. HUHU.

Tapi semakin banyak ilmu yang didapat saya baru sadar kalau urusan MPASI itu kompleks banget ya. Apalagi setelah denger soal ADB yang justru banyak dialami oleh bayi ASI. Untung mom-shaming udah nggak musim lagi.

Gini deh, menurut IDAI, mulai 6 bulan bayi punya kebutuhan asupan zat besi 11 mg/hari. ASI hanya bisa ngasih zat besi sekitar 2 mg sisanya harus didapatkan dari MPASI. Nah ngitung kekurangannya gimana? Jadi kurang 9 mg kan yaaa.

Nah 9 gramnya itu bisa didapat dari (salah satunya) daging sapi 400 gram sehari. BANYAK BANGET KAN. Gimana coba caranya masukin daging sapi 400 gram ke tubuh anak *langsung kebayang steak*



Iya dong bisa dicampur sayuran juga sih bener. Sumber zat besi itu kan dari protein hewani seperti daging sapi, hati ayam, daging ayam, ikan, atau dari sumber nabati seperti sayuran berwarna hijau, kacang, telur, dan lain sebagainya.

Nah jadi MPASI homemade lebih baik dari MPASI instan/fortifikasi KALAU ibu mengerti benar tentang bagaimana takaran nutrisi yang dibutuhkan anak. MPASI rumah tentu lebih baik asalkan adekuat atau mencukupi kebutuhan gizi dan nutrisi bayi.

Kalau ternyata MPASI full homemade terus dalam sebulan berat badan anak nggak naik kan berarti ada yang salah. Bisa dari cara mengolah MPASI-nya, bisa juga karena ternyata anak ada masalah kesehatan lain.

Atau ya di-combine ajaaa. Kaya saya dulu. Kalau weekdays MPASI homemade tanpa gula garam sampai umur setahun. Kalau weekend MPASI instan to the rescue! Simpel dan nggak stres karena udah masak lama-lama terus anaknya nggak mau makan.

Lagian ya, MPASI instan juga bikinnya nggak asal-asalan atuh. Aman-aman aja asal anak beneran udah di atas usia 6 bulan. Karena semua produk makanan bayi yang dijual harus ikut standardisasi WHO dan FAO yang semuanya tertuang dalam Codex Alimentarius. (namanya rada Harry Potter vibes ya lol).

Aturan ini melarang makanan bayi untuk pakai berbagai zat yang berbahaya bagi anak. Bahkan detail banget sampai ada aturan maksimum untuk setiap nilai gizinya lho!

Saya udah cek satu-satu untuk bagian baby food. Kalian kalau mau cek sendiri juga boleh, FAO publish semua di website resminya. Kalau nggak nurut standar ini udah pasti nggak dapet izin jual dari BPOM.

Yang mau coba MPASI fortifikasi dan jelas kandungan gizinya bisa coba CERELAC (www.mamamyuk.co.id). Udah pasti kualitasnya terjamin dan yang diperkaya dengan zink, vitamin dan mineral untuk mendukung tumbuh kembang anak. Nutrisi harian anak pun pasti terpenuhi.



Jadi anak makan itu bukan asal kenyang! Bukan asal mau makan. MPASI yang baik itu adalah MPASI yang diberikan saat anak sudah berusia 6 bulan (atau sesuai petunjuk dokter), nutrisinya cukup, aman, diberikan dengan cara yang benar, dan disukai bayi.

Cara memberikannya pun dengan responsive feeding atau mengenali saat bayi lapar dan kenyang. Kalau bayi memasukkan tangan ke mulut dan berbinar melihat makanan, maka ia lapar. Kalau bayi sudah memalingkan muka dan menolak sendok makan, tandanya ia kenyang.



Jadi nggak perlu khawatir lagi mempersiapkan MPASI. Share artikel ini ke temen/saudara/adik kalian yang lagi siapin MPASI untuk anaknya ya!

-ast-

#Tenangajabunda
#CERELACmamamyuk

#mpasi
#mpasi6bulan


Info lebih lanjut bisa visit: www.mamamyuk.co.id

Source:
http://gizi.depkes.go.id/download/kebijakan%20gizi/tabel%20akg.pdf
http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pastikan-bayi-anda-cukup-zat-besi





Review Avoskin Miraculous Refining Serum

on
Wednesday, May 22, 2019
[SPONSORED POST]

Waw annisast menulis beauty lagi sedang ada apa rupanya?

Nggak ada apa-apa sihhh cuma selama ini saya kan memang tetap rajin pakai skin care, hanya saja malas review dan sharing karena ya berbagi tugas lah sama para beauty blogger. Team work gitu ceritanya. *APAAAA*

Tapi excited banget pas ditawarin review Avoskin Miraculous Refining Serum ini karena udah baca review orang-orang yang bilang serum ini exfoliating serum terbaik! Ya tentu kepo karena selama ini saya pakenya selalu exfoliating toner, bukan serum.



Nah, tapi karena sebagian dari kalian bukanlah pembaca beauty blog jadi di sini saya akan jelasin dari basic banget. Soalnya pas kemarin share skin care routine di IG story aja, bukan 1-2 yang bertanya jadi exfo itu gimana kak maksudnya? Yah, kalau memang harus saya yang menjelaskan, maka akan saya jelaskan. *loh kok pasrah*

PLEASE NOTE INI AKAN AGAK PANJANG.

Kenapa, karena sejak dulu kan saya udah bilang kalau mau pakai chemical exfoliator itu BELAJAR dulu. Jangan cuma ikut-ikutan. Kalau males belajar, solusinya adalah baca blogpost ini dari awal sampai akhir ok! Di akhir ada review saya juga setelah pemakaian 1 bulan penuh.

Apa itu chemical exfoliation?

Kalau eksfoliasinya udah ngerti kan ya? Kulit kita itu setiap hari memproduksi sel kulit mati dan sel kulit mati ini butuh diangkat. Diangkatnya bisa pakai physical exfoliator seperti scrub atau chemical exfoliator seperti acid serum/toner.

Avoskin Miraculous Refining Serum Review

Yang paling dikenal kan eksfoliasi pakai scrub ya. Padahal banyak scrub yang mengandung microbeads dan microbeads itu terlalu harsh (untuk kulit bisa bikin tergores dan untuk ekosistem karena terus kebawa ke laut menyerap toxin, dimakan ikan, dan dimakan lagi sama kita).

Lalu seberapa sering harus pakai chemical exfoliator ini? Ini yang tricky karena bergantung kandungannya dan bergantung kondisi kulit kalian. Satu-satunya cara adalah baca review dan coba sendiri. Namanya kulit orang beda-beda dan bereaksi pada produk dengan beda-beda pula kan.

Kalau Avoskin Miraculous Refining Serum ini sebetulnya bagian dari Miraculous Refining Series, jadi selain serum ada tonernya juga. Avoskin Miraculous Refining Serum mengandung 10% AHA (glycolic acid) dan 3% BHA (salicylic acid), 2% Niacinamide dan Ceramide.

Abis ini pasti bingung dong apa itu AHA, BHA, Niacinamide, Ceramide, dan kawan-kawannya itu?

Apa itu AHA?

AHA adalah alpha hydroxy acid (seperti glycolic dan lactic acid). AHA larut dalam air sehingga bekerja di permukaan kulit aja. AHA biasanya digunakan untuk kulit normal ke kering, kulit yang sudah ada keriput, dan kulit yang terlalu sering terpapar matahari karena punya efek melembapkan alami.

Avoskin Miraculous Refining Serum Review

Persentase kandungan AHA dalam Avoskin Miraculous Refining Serum ini sampai 10%. Ini mentok pada batas atas aturan BPOM, menurut BPOM, batas AHA yang aman itu di 10% dan BHA yang aman di 3%.

OKEEE, APA ITU BHA?

BHA adalah beta hydroxy/salicylic acid untuk membantu melepaskan sel kulit mati yang bikin kulit kusam. BHA bekerja di permukaan sampai jauh ke dalam pori-pori.

BHA larut dalam minyak sehingga cocok untuk kulit berminyak yang rentan pada bruntusan, komedo, jerawat, dan pori-pori besar. BHA juga secara natural bisa menenangkan kulit sehingga bisa cocok untuk kulit yang sedang breakout atau meradang karena jerawat. Tetep lho, cocok-cocokan dan dicoba dulu di area rahang.

Terus Niacinamide dan Ceramide itu apa lagi?

Vitamin B3 (niacin) punya 2 jenis, yang pertama adalah niacinamide dan satunya nicotinic acid. Niacinamide punya peran penting untuk kulit yang sehat, anti radang, cocok untuk kulit berjerawat.

Avoskin Miraculous Refining Serum Review

Selain Niacinamide, Avoskin Miraculous Refining Serum juga dilengkapi dengan kandungan Ceramide. Ceramide bagus untuk menjaga kulit tetap lembab, kenyal, dan menjaga kulit dari ancaman buruk bakteri.

Nah, sekarang bayangkan semua itu ada dalam satu produk. Saya sih langsung penasaran banget!

Jadi apa aja manfaat Avoskin Miraculous Refining Serum ini?


Cara pemakaian

Yang namanya chemical exfoliator (baik berupa serum atau toner), itu dipakai di awal skin care regime. Jadi setelah cuci muka, pakai ini dulu. Biarkan sampai meresap dan kering lalu lanjutkan dengan hydrating toner.

Saya sih sekalian juga pake Avoskin Perfect Hydrating Treatment Essence, baru hydrating toner, moisturizer, baru bisa tidur nyenyak lol. Paginya kulit kenyal dan cerah lafff.

Inget lho, nggak ada pakem khusus untuk berapa kali dalam seminggu kalian bisa pakai ini. Dicoba dulu dari seminggu sekali, lalu jadi seminggu dua kali, dst.

Saya awal coba seminggu sekali lalu baik-baik aja dan langsung nekat pakai selang sehari. Jadi hari ini pake besok nggak, besoknya lagi pake. Dan tetep baik-baik aja. Mungkin karena udah terbiasa sama acid juga ya. Ini produk acid kelima yang saya pake soalnya.

Yang harus dicatat: Jangan lupa pakai sunscreen! Karena kalau abis pakai acid, kulit kita lebih sensitif sama paparan sinar matahari. Ya meskipun malemnya nggak pake chemical juga siang harus tetep pake sunscreen sih.

Plus kalau kulit kalian sensitif, pas awal coba di bagian tertentu dulu ya. Pipi bawah gitu, kalau aman baru lanjutin ke seluruh muka.

Jadi gimana setelah sebulan pemakaian?

SUKAAAAA!

Udah yakin suka sih karena produk ini di-rave banget sama anak-anak kantor yang notabene lebih ngerti beauty daripada saya sendiri nyahahahaha.

Setelah pakai Avoskin Miraculous Refining Serum ini kulit saya kerasa lebih cerah, nggak kering sama sekali lagi padahal lagi puasa, licin banget dan make up lebih nempel serta awet.

Jujur pas awal pake bingung nih, emang ngaruh ya kalau serum gini? Soalnya kalau toner kan pakai kapas, jadi emang kerasa sesuatu terangkat dari kulit *halah*. Kalau ini dioles-oles doang emang bakal ngangkat?

Ternyata ya ngangkat aja hahahaha. Buktinya kulit jadi cerah dan noda hitam memudar. Ini baru sebulan sih, yakin deh kalau pake lebih lama harusnya hasilnya makin oke karena siapa juga yang mau hasil instan kan.

First impression juga agak kaget karena tingling sensation alias cenat-cenutnya nggak parah di saya. Padahal pas baca kandungan acidnya lumayan tinggi, saya agak takut hahahaha.

Ternyata nggak secenat-cenut itu mungkin karena teksturnya tidak cair ya. Tekstur Avoskin Miraculous Refining Serum agak cair tapi agak thick dengan bau yang nggak ganggu. Kalau toner kan cair jadi kaya meresap ke dalam pori-pori alias kaya abis ditabokin banget sisss.

Ini nggak, geli-geli dikit wajar karena saya suka kesel kalau nggak ada efek tingling karena dia seperti gabut. KERJA NGGAK SIH? GITU.

Avoskin Miraculous Refining Serum Review

Muka saya sebelum dan sesudah. Padahal udah usaha foto di jam yang sama dengan ISO dan f/ yang sama, di depan jendela yang sama. Tapi ternyata mataharinya yang beda ya susah amaaattt foto before after gini. Tadinya mau nyerah di minggu ketiga pake ringlight ajalah. Tapi takut malah tambah bingung karena 2 minggu awal udah pake matahari. Beginilah kalau bukan beauty blogger hahahaha.

Beforenya lagi merah-merah banget di sekitar alis kiri, aslinya merah banget entah kenapa dan langsung reda di minggu pertama. Flek hitam di bawah mata aslinya memudar tapi nggak jelas di kamera.

Avoskin Miraculous Refining Serum Review

Ini dari minggu ke minggu. Di minggu ketiga jerawat kecil muncul akibat mencoba sunscreen baru (sudah saya ceritakan di story). Tapi langsung hilang tanpa bekas!

Yang bikin kaget dan yakin bakal repurchase adalah harga Avoskin Miraculuous Refining Serum ini terjangkau banget! Rp 219ribu untuk 30 ml, belinya di www.avoskinbeauty.com. Untuk baca-baca info atau mau tanya-tanya bisa ke Instagram @avoskinbeauty.

Ini juga nanti saya bahas di IG ya biar kalian bisa tanya-tanya langsung! Semoga membantu!

-ast-





Review Purebaby Liquid Soap dan Laundry Liquid untuk Kulit Sensitif

on
Tuesday, May 7, 2019
[SPONSORED POST]

Ngomongin kulit sensitif ya … kami sekeluarga sensitif semua karena alergi huhuhuhu.

Saya dan JG alergi debu dan jadi dermatitis atopik, gatelnya luar biasa. Kalau Bebe alergi dingin dan alergi lain yang belum terdeteksi karena belum pernah periksa tapi jadinya kulitnya emang sensitif banget.

Salah makan seafood dikit bisa ruam merah banyak banget, ganti sabun salah brand megar lho dia sepunggung kaya ular ganti kulit, kelamaan nggak cuci sprei langsung kulitnya merah-merah.

Kalau udah alergi gini, satu-satunya jalan keluar emang cuma menghindari pemicunya. Nah kalau di Bebe dulu nih waktu kecil, pemicu utamanya itu sabun!

Wah, PR banget deh cari sabun buat Bebe. Plus harus wanti-wanti mbak di daycare juga karena pernah satu waktu sabun dia abis terus dipakein sabun temennya, selesai sudah kulitnya ngelupas-ngelupas.

Jadi saya udah khatam banget berbagai penyakit kulit pada anak yang disebabkan alergi. Ada yang mengalami hal serupa nggak?

Kalau anak kalian juga kaya Bebe, mungkin udah saatnya untuk mikirin ulang produk sabun dan deterjen yang digunakan. Saya aja nih ya udah segede gini kalau harus lipetin baju yang baru dicuci dengan deterjen yang nggak cocok, tangan bisa gatel-gatel. Masa iya lipetin baju doang harus pake sarung tangan? Zzz.

Nah jadi sekarang saya akan bahas 2 produk yang cocok untuk kulit sensitif seperti kulit kami-kami ini.

Purebaby Liquid Soap

Purebaby Liquid Soap menarik karena klaimnya no added SLS dan komposisinya mengandung triple moisturizer (Oat Kernel Extract, Chamomile, Pro Vit B5). Oat emang bagus banget lho buat kulit sensitif. Pernah kulit muka saya perih karena ganti skin care, selama seminggu saya cuci muka pakai rendaman oat doang tanpa sabun sama sekali dan hasilnya kulit saya kembali normal.



Jadi sabun bayi dengan kandungan oat itu beneran bikin penasaran sih. Yakali soalnya kalau harus tiap hari mandi pake oat ya. Peer banget hahahaha Purebaby ini memudahkan banget!

Aromanya khas sabun bayi yang lembut dan nggak terlalu berasa parfumnya. Saya nggak suka sabun bayi yang jelas-jelas wanginya fake perfume gitu lol. Kaya lebay aja gitu ngapain sih harus wangi banget dengan wangi yang nggak natural. Karena wangi yang menyengat itu berisiko menyebabkan iritasi, terlebih untuk kulit yang sensitif. Teksturnya cair dan nggak terlalu banyak bikin busa atau gelembung. Ini poin plus lain banget nih.


Sebelumnya Bebe pakai sabun batang natural dari susu kambing buatan … Australia (jauh yha). Pas nyoba pake Purebaby ini feelingnya mirip banget lho sama si sabun batang. Soalnya busanya sedikit dan nggak bikin kering sama sekali. Saya nggak suka sabun yang bikin kering kesat gitu karena di kulit kering biasanya masalah dimulai. Dengan mandi rutin pakai Pure Baby Liquid Soap, bisa merawat kulit sensitif dari iritasi dan masalah pada kulit seperti dermatitis, ruam, alergi, dan biang keringat.

Kok bisa nggak bikin kering? Karena produl Purebaby tidak mengandung sodium Lauryl Sulfat/Sodium Laureth Sulfat/Sodium Myrate Sulfat/Anionik Surfaktant. Hayoloh apa itu semua hahahahaha.

Singkatnya Purebaby nggak mengandung SLS atau deterjen sama sekali makanya busanya sedikit. SLS menyerap kelembapan kulit, itu sebabnya setelah mandi dengan sabun mandi yang mengandung SLS, kulit terasa keset. Sebenarnya hal ini menandakan kulit mulai kering. pH nya di 5.5 yang normal untuk bayi dan jangan khawatir sama kandungannya karena semua produk Purebaby dari bahan baku, proses produksi, kemasan, sampai produk jadinya disupervisi langsung oleh perusahaan farmasi dengan standar kualitas Good Manufacturing Practice farmasi.

Purebaby Laundry Liquid

Nah kalau yang ini sabun pencuci baju. Btw mau cerita dulu, untuk pertama kalinya saya punya jemuran di luar dan itu PR banget ya. Maklum tinggal di apartemen sempit, tempat jemur cuma segitu-gitunya dan saya shock begitu tau baju kalau dijemur itu kok jadi kotor. -______-


Bukan kotor kena tanah ya tapi debu dari luarnya itu lho. Soalnya dulu di rumah lama, tempat jemur itu ketutup banget, di rumah Bandung juga ketutup jadi bener-bener nggak pernah jemur outdoor. Begitu coba jemur outdoor wow baju jadi harus dikebut-kebut dulu dengan kekuatan ekstra sebelum dilipet.

Jadi pemilihan sabun cuci juga harus bener-bener yang cocok di kulit karena ya udah mah alergi debu, nggak cocok sama sabunnya pula, selesai sudah.

Jujur ini pertama kali coba cairan pembersih pakaian dari Purebaby dan kaget karena pas dituang itu bening! Nggak ada butiran apapun sama sekali. Kaya cairan bening kental aja.



Pada kemasan tertera, formulasinya juga bebas SLS (Sodium Lauryl Sulfat/Anionik Surfactant) alias deterjen yang tadi udah saya sebut di atas. Jadi busanya emang nggak banyak tapi tetep bersih lho! Purebaby laundry liquid ini mengandung alkylpoliglucoside yang berasal dari minyak kelapa dan gula jagung sebagai zat pembersih, jadi tentu lebih alami. Pantesan bening ya.

Emang busa ini masalah kebiasaan banget ya. Mindset kita selalu banyak busa = lebih bersih padahal nggak sengaruh ituuu. Bisa kok tetep bersih meski tanpa banyak busa.


Kandungannya juga lembut, hypoallergenic, anti bakter dan jamur plusss mengandung aloe vera. Noda juga hilang kok! Seperti noda bekas makanan. Kecuali emang noda rese kaya kecap ya, pasrah aja itu mah kalau nggak buru-buru dicuci.

Setelah dijemur, baju juga nggak jadi kaku dan nggak bikin tangan gatel pas lipetnya. Wanginya nggak keras dan nggak bikin pusing. Otomatis pas dipake juga nggak bikin iritasi dan gatal. Aman jaya. Dijemur di dalam ruangan juga nggak bikin bau apek lho.

Jadi … siapa yang penasaran mau coba?


Produk Purebaby bisa dibeli di Kimia Farma, Food Hall, Farmers, Kelapa Gading, Ranch Market, Aeon, Lulu, Grand Lucky, Diamond, dan Baby Shop. Untuk Purebaby Liquid soap juga bisa didapatkan di apotek. :)

-ast-




2019 Siap Liburan!

on
Monday, January 28, 2019
[SPONSORED POST]

Tahun ini, Bebe akan daftar SD. Dia akan tes di bulan Oktober-November dan udah akan dapat SD di bulan Desember. Yang kepikiran apa?

Yang kepikiran uang investasi untuk masuk SD yang udah ditabung sejak Bebe lahir akhirnya akan kepake. Uang yang kekumpul dalam 3 tahun dari target 6 tahun karena kami nggak liburan sama sekali.

Semua bonus kantor yang seharusnya bisa untuk dana liburan kan kemarin-kemarin dimasukin semua ke uang SD tuh. Akhirnya uangnya akan kepake untuk bayar SD dan kami bisa liburan lagi! SHOOO EXCITED!

Kami pun mulai bikin list liburan. Iyes, sebelumnya nggak punya lho saking nggak peduli. Setelah dipikirin ternyata … BANYAK JUGA YANG DIPENGEN AHAHAHAHA. Ada yang jangka pendek ada yang jangka panjang. Tapi yang jelas, pengen ke tempat-tempat ini bertiga.

Apa aja tempatnyaaa?

Bali


DIH RECEH YA HAHAHAHAHA. Saya sih baru beberapa bulan lalu juga ke Bali. Justru JG yang belum pernah sama sekali hahahaha.

Iya JG itu pernah kerja keliling Indonesia tapi ajaibnya belum pernah sekali pun dapet tugas ke Bali. Ya maklum, dia mah kerjanya masang sinyal di tempat terpencil kan. Bali terpencil sebelah mananya monmaap?

Sampai detik ini, JG masih memendam rasa penasaran pengen ke Bali sementara saya B ajah lol. Cuma penasaran sama satu sih dan yakin Bebe pasti suka banget yaitu … naik kapal selam.

Udah itu aja. Semoga bisa ke Bali dan mewujudkan impian JG dalam waktu dekat ya! Hahaha.

Pulau Komodo


Temennya Bebe di sekolah ke Pulau Komodo dan saya yang sebelumnya nggak pernah kepikiran sama sekali jadi mikir banget lho. Seru banget anak kecil ketemu komodo!

Iya dong pasti beda sensasi ketemu komodo saat masih belum dipenuhi masalah dunia hahahahaha. Mana komodo kan sodaraan sama dinosaurus gitu, Bebe suka banget baca buku dinosaurus jadi dijamin dia suka banget liat komodo.

Akan jadi perjalanan panjang yang butuh persiapan karena ini anak mall kaannn ahahaha butuh sounding agak lama sepertinya untuk menjelaskan kondisi di mana kita akan nginep beberapa hari di kapal. Waw menuliskannya pun aku sudah pusing sendiri.

Yang terakhir adalah … jeng jeng jeng …

Denmark



Ambisius memang tau persis banget TAPI WHY NOT SIH BEING AMBI! *mulai ngasal campur bahasa*

Pertama, bude saya tinggal di Kopenhagen udah 30 tahun jadi udah sering banget denger cerita soal Denmark dari kecil. Kami juga pencinta Lego! Ke Legoland Malaysia aja kemarin mau nangis banget se-excited itu apalagi bisa ke kota kelahiran Lego cobaaaa.

Kota kelahiran Lego ini namanya Billund. Kota kecil yang populasinya cuma 6ribuan orang. Di sana ada Lego theme park dan ada Lego house! Lego house yang kesemua-muanya Lego sampai di restonya beli makan aja dianter robot Lego. T______T

Gila ini nabung harus kenceng banget dan pasti galau antara mau ke Denmark atau mau beli mobil baru hahahaha.

*

Anywayyy, kalau liburan gitu namanya ibu-ibu tetep banyak pikiran ya. Dari pake baju apa sampai mikirin mau bawa baju banyak atau di sana nyuci aja?

Dulu saya suka nyuci. Pertama biar nggak terlalu banyak bawa baju, kedua biar pas pulang nggak terlalu banyak bawa baju kotor. Jemur di bawah AC juga kering kan yang dibawa baju-baju tipis.

Tapi itu kan dulu ya waktu belum punya anak. Sekarang udah punya anak mikirin banget sih, nyuci baju Bebe nggak ya?

Ternyata nyuci baju anak waktu liburan bisa dibikin simpel banget dengan Sleek Baby Laundry Travel Wash! Sleek Baby Laundry Travel Wash adalah pencuci konsentrat pakaian bayi dengan formula bahan alami, efektif menghilangkan noda, mudah dibilas dan praktis dibawa ke mana aja.


Sleek juga mengandung natural plant extract, lime extract, anti fungus, dan paraben free (penting!). Dan bagi Bebe yang alergian, Sleek ini dermatologically tested, anti bacterial, tidak menyebabkan iritasi dan lembut di tangan.

Pakenya juga gampang banget. Tuang 1-2 sendok makan ke dalam 5 liter air. Nyuci di wastafel paling simpel lho kalau lagi liburan. Rendam baju selama 30 menit terus cuci kaya biasa. Nah kalau nodanya baru terjadi dan kebetulan punya akses untuk nyuci, bisa langsung tuang aja sedikit Sleek ke nodanya, kucek, ilang deh!

Harganya juga murah serta dikemas dalam botol tube yang jadinya simpel banget. Untuk ukuran 100 ml itu cuma Rp 12ribuan! Terjangkau banget kan!



Cek info lengkapnya di sini ya!

Instagram: @sleekbaby_id
Facebook: Sleek Baby

Liburan ke mana pun, anak terlindungi dengan Sleek!

-ast-




Menjawab Pertanyaan Soal Perencanaan Keluarga

on
Wednesday, December 19, 2018
[SPONSORED POST]

Ngomongin jumlah anak, udah pada tau kan ya saya termasuk salah satu yang yakin benar hingga detik ini 98% cuma mau punya anak satu aja. Yang 2% disisain dikit lah siapa tahu tiba-tiba berubah pikiran kan. SIAPA TAHU LHO SOALNYA YA SATU AJA PUSING, MAKKK.

Pusing bayar daycare, pusing ngajarinnya, pusing ngelola emosinya, duh nggak kuat banget. Betapa memang diriku ini kurang keibuan jadi so far belum tertarik untuk nambah anak huhu.

Ditambah kemarin abis pulang liburan yang menjadi sebuah lesson learned banget bagi saya dan JG untuk urusan jumlah anak HAHAHA. Sebabnya, kami liburan ke Malaysia mengunjungi suami istri sahabat sejak zaman dulu yang emang sekarang tinggal di sana.


Pasangan ini anak pertamanya 6 bulan lebih tua dari Bebe. Anak keduanya cuma beda umur 18 bulan. Seru banget sebenernya karena seumuran semua jadi mainnya nyambung banget. Tontonannya sama, idolanya sama (Ryan Toys Review lah siapa lagi), mainannya serupa juga model topeng-topengnya Bebe gitu.

Lesson learnednya sebelah mana?

Pusing banget jalan-jalan bawa 3 anak cowok yang umurnya deketan HAHAHAHAHAHA. Kami ke Legoland pake mobil, road trip gitu ceritanya. Waw di mobil aja sungguh jadi sebuah cobaan karena ya pada NGGAK BISA DIEM AMAT SIHHHH.

Di Legoland, habis dengan ibu teriak-teriak karena pada kabur mulu takut ilang. Hari kedua (emang hobinya ngerepotin diri sendiri), kami ke Genting pake LRT dan bis, 1,5 jam perjalanan, 3 dewasa (suaminya temen saya kerja) dan 3 anak dengan 3 stroller.

Perasaannya gimana? MAU NANGIS, MALIH.

JG sampai bilang “Astagfirullah aku nggak kuat, kenapa gini-gini amat kalau anak banyak”

HAHAHAHAHAHA.

Makan aja menjadi sebuah perjuangan, yang satu pesen nasi pengennya mie, yang satu makan mie nggak mau ayamnya terus ngambek, yang satu ditinggal dikit mienya dikobok pake tangan. Total jenderal dua mangkok kuah tumpah begitu saja dengan mie berserakan di lantai karena ya chaos banget sih sampai minta maaf berkali-kali sama mbak-mbak di restonya.

Untung suasana liburan eym jadi semua aman terkendali, bahagia dan tidak terjadi pertengkaran di antara orang dewasa. Biarlah anak-anak bertengkar, orang dewasa bagian ngetawain hidup aja lol.

via GIPHY

Jadi ya, sebuah pelajaran bahwa saya nggak dikasih cukup energi untuk anak berikutnya. Bersyukur banget dulu langsung pasang IUD waktu Bebe masih umur 2 bulanan. Karena wah jarak anak itu bener-bener harus diperhitungkan.

Konsep nambah anak ini termasuk perencanaan keluarga yang menurut aku sering diabaikan lho. Banyak banget pasangan yang malah lebih detail mikirin beli rumah di mana dibanding memikirkan jarak kelahiran anak APALAGI mikirin mau dididik seperti apa anaknya.

Kalau saya sih merencanakan keluarga sedetail itu memang. Dari diskusi soal kontrasepsi sampai detail anak akan dibesarkan dengan cara apa. Yes, saya dan JG punya list value yang diterapkan pada anak dan berusaha selalu konsisten untuk membesarkan anak di koridor itu.

Makanya jujur capek banget karena kami punya idealisme yang nggak mau dikompromi. Idealisme yang yakin banget bakal bubar kalau kemarin-kemarin nggak merencanakan soal jumlah anak. Ya susah lah idealis kalau anak pertama baru setahun sementara udah hamil anak kedua kan?

Karena sesering itu bilang nggak mau nambah anak, pertanyaan yang sering banget masuk via DM dan komentar adalah: PAKE KB APA, KAK?

Nahhh, urusan jenis kontrasepsi ini juga dulu saya blank banget loh. Kurang sosialisasi, apa saya aja yang kurang ngeh ya kalau alat kontrasepsi itu penting banget untuk ngatur jarak kelahiran anak.

Iya jarak kelahiran anak itu perlu diperhitungkan banget lho. Setelah konsultasi dengan psikolog di daycare Bebe, anak baru siap punya adik itu setelah usianya 5 tahun. Jadi idealnya, ibu hamil anak kedua saat anak pertama berusia 4 tahun.

Sebabnya di usia 5 tahun anak baru mulai mengerti konsep anak yang lebih kecil, mengerti konsep bayi itu berbeda dengan toddler, mengerti konsep kakak adik itu berasal dari ibu yang sama.

Mengatur jarak kelahiran anak juga penting biar sekolahnya nggak deketan amat. Kalau beda setahun kan berarti harus siap dua dana pendidikan dalam kurun waktu selang setahun. Ya bagi kaum pekerja kaya saya gini sih dijamin ngos-ngosan kalau harus mempersiapkan dana pendidikan dua anak dengan umur yang terlalu dekat.

Kembali ke pertanyaan “PAKE KB APA KAK” yang jutaan kali ditanyakan. Jawabannya adalah … cocok-cocokan hahahahahahaha.

Iya bener lho. Saya pake IUD tapi banyak juga yang pasang IUD malah alergi. Saya pelupa banget dan males minum pil KB, tapi ada juga orang yang lebih nggak nyaman pake IUD dan selalu ingat untuk minum pil KB setiap hari.

Yang jelas, libatkan suami! Nah saya baru kepikiran kalau ini penting banget setelah baca artikel di moth3rs.com tentang Tips Memilih Metode Kontrasepsi Bersama Suami. Klik untuk baca artikelnya ya.

Ingat, namanya merencanakan keluarga ya harus berdua suami dong keputusannya. Di artikel itu juga dijelaskan apa yang harus dilakukan dan didiskusikan bersama suami sebelum memutuskan alat kontrasepsi yang dipakai. Dari diskusi jarak anak sampai mencatat frekuensi hubungan seksual.

Selain tentang kontrasepsi dan perencanaan keluarga, moth3rs.com juga punya berbagai artikel tentang parenting dan berbagai info yang dibutuhkan ibu serta calon ibu. Dari tips toilet training, speech delay, sampai tips hidup sehat bareng pasangan. Lengkap deh semua. Ntaps!

Dan sebetulnya moth3rs.com itu adik dari website yang sama pentingnya yaitu tundakehamilan.com dari Andalan. Di sini semua produk kontrasepsi dibahas tuntas sampai cara kerjanya.

Karena dari Andalan sudah pasti terpercaya dong ya. Apalagi Andalan sudah hadir di Indonesia sejak 1996. Udah lama banget dengan produk kontrasepsi lengkap yang terdiri dari 6 macam IUD, 4 macam pil KB, 1 implan, 1 kondom Andalan, serta 4 macam KB suntik.

Nah, sekarang tinggal dibaca-baca deh buibu. Setelah itu diskusikan dengan suami, mau pakai kontrasepsi apa? Jangan tanya aku pake kontrasepsi apa lagi yaaaa! *BOSAAAAN* LOL

-ast-




Review Skin Care Ristra Cosmetodermatology

on
Tuesday, December 4, 2018
[SPONSORED POST]

Kalau ngomongin skin care, saya pertama kali dikenalin skin care tentu oleh ibu. Ibu pernah ikut kelas kecantikan jadi tahu banget caranya make up dan cara mengaplikasikan skin care yang benar. Maklum beliau puluhan tahun jadi penari Bali jadi memang harus bisa merawat kulit, pakai make up sendiri, dan membersihkannya dengan benar.

Saya inget banget sih, ibu ngajarin cara bersihin muka yang bener pakai cleansing milk. Iya ada caranya lho biar kulit nggak ketarik dan nggak gampang berkerut. Ada urutannya juga bagian mana dulu yang harus dibersihin.

Nah tapi karena kita hidup di daerah tropis, ada hal yang harus diperhatikan saat pilih skin care yaitu pilih kosmetik dan skin care yang sesuai dengan area tropis dan pH balanced, lakukan perawatan kulit dengan benar yaitu 4 langkah, dan yang nggak kalah penting: wajib pakai suncare!

Tinggal di negara tropis gini kan matahari kenceng banget, seterik itu sampai rasanya mataharinya nggak cuma satu huhu. Udaranya panas dan lembap pula. Ditambah naik ojek ke mana-mana (SAYA SIHHH) jadi udah pasti kena debu dan polusi tinggi.

Secara genetik, kulit tropis juga warnanya memang kecoklatan, tidak mudah terbakar, dan mudah hitam. Rawan kucel bin dekil deh intinya. KALAU NGGAK DIRAWAT LHO.

Kerasa banget sama saya kalau sekalinya nggak rajin pakai skin care kulit jadinya kusam banget. Dua minggu aja rajin rutinin skin care, kulit terlihat lebih cerah dan nggak dekil lagi. 

Jadi begitu bulan lalu dikirimin produk Ristra Cosmetodermatology, yang keinget langsung ya cara ibu ngajarin pakai skin care. Nostalgic banget rasanya cium bau cleansing milk dan tonernya Ristra ini. :’)))



Pakai Ristra Cosmetodermatology ini sudah dijamin cocok untuk kulit tropis, pH balanced yang bisa mencegah bakteri dan menjaga kulit tetap sehat, serta dermatology tested. Skin care dengan kandungan tersebut yang membuat kulit muka kita cantik kini dan nanti. Jadi bukan kinclong sekarang kemudian sakit kemudian gitu lho.

Cus langsung lanjut ke review Ristra skin care yuk!


Please note ini adalah pemakaian kurang lebih sebulan. Kulit saya kombinasi, kering dan agak berminyak di T-zone. Saya akan review berurutan dari proses membersihkan, menyegarkan, melembapkan, dan merawat ya.

Ristra Extremely Gentle Cleansing Milk & Med Soap

review cleansing milk ristra

EXTREMELY LHO. Dan emang bener-bener extremely gentle sampai saya bingung sendiri ini bersih nggak sih? Cleansing Milk ini klaimnya efektif mengangkat kotoran yang menyumbat pori-pori.

Untuk sehari-hari sih ini cocok banget. Saya biasanya pijat lembut di muka kemudian diangkat pakai waslap. Kenapa nggak pakai kapas? Biar eco friendly aja sih ahahaha. Cons-nya, eyeliner yang waterproof/smudgeproof rada susah keangkat.

Jadi angkat dulu aja pakai micellar water atau tisu pembersih, baru bersihin bagian muka lain pakai ini. Kalau pensil alis, eyeshadow, atau foundation sih keangkat semua pakai cleansing milk Ristra ini.

review facial foam ristra

Habis pakai cleansing milk ini lanjut pakai Med Soap alias facial wash. Facial washnya cocok banget di aku karena nggak bikin kulit kering ketarik gitu. Kulit rasanya tetep sama tapi kerasa bersih aja.

Iya jadinya double cleansing, pakai cleansing milk dulu baru pakai sabun cuci muka. Jadi siapapun yang nanya saya kok wajah saya bersih banget? Yang pertama saya tanya balik pasti: double cleansing nggak?

Toning Lotion


Sukaaaa banget sama tonernya Ristra ini. Bikin lembap tapi nggak lengkep dan wanginya enak banget. Toner ini gunanya untuk menyegarkan dan menyeimbangkan pH alami kulit setelah cuci muka.

review toner ristra

Toner ini juga bisa sebagai barang bukti lol. Maksudnya setelah dibersihkan pakai cleansing milk dan Med Soap, pakai toner ini di kapas dan buktikan kalau muka kita udah bersih banget. Beneran nggak ada sisa abu/item gitu loh di kapasnya! Berarti cleansing milk dan Med Soap nya emang sebersih itu.

Karena saya anaknya visual, bentuk botolnya saya suka banget, gemes aja gitu. Jarang kayanya ya botol toner kaya gini.

Cons-nya? NGGAK ADA!

Moisturizing Cream


review pelembab ristra

Creamnya ini thick banget dan rada kurang cocok untuk kulit saya yang sekarang lagi kombinasi gini. Rasanya terlalu jadi berminyak gitu. Setelah dibaca, cream ini memang lebih cocok untuk kulit normal cenderung kering.

Tapi tetep saya pakai buat krim malem dan paginya jadi lembut deh. Apalagi malem full AC gitu biasanya kulit kering kalau pakai moisturizer yang kurang nampol. Kalau ini sih aman banget.

Scrub Cream


review scrub ristra

Ini yang agak ngagetin hahaha. Karena ada sensasi mintnya! Scrub ini untuk peeling yang mengangkat kotoran hingga pori, mengangkat sel kulit mati, dan membantu proses regenerasi sel kulit baru.

Di saya ini cocok banget juga dan suka banget sama sensasi mintnya jadi setelah dibilas rasanya seger banget dan bikin kulit jadi licin. Nggak bikin ketarik juga lho.

Jangan lupa kalau produk scrub gini jangan dipake tiap hari ya. Kalau kulitnya normal/berminyak pakenya seminggu maksimal 3 kali aja. Kalau kulitnya kering/sensitif pakenya sekali seminggu udah cukup.

Suncare


Ini yang paling boros soalnya saya pake berdua JG dan dipake di tangan juga makanya tubenya udah peot gini di foto hahahaha. Suncare Ristra ini SPF-nya 17 dengan total UVA & UVB protection.

review sunscreen ristra

Suncare ini jadi andalan banyak orang saking seringnya saya liat orang pake suncare ini. Jadi rasanya puas banget akhirnya bisa coba sendiri. Teksturnya sendiri justru nggak lengket dan gampang meresap. Agak white cast tapi nggak ganggu kok, masih wajar banget. Plusnya lagi bisa digunakan untuk anak usia 5 tahun. Udah pasti cepet abis lah kalau gini, dipakenya sama-sama hahaha.

*

Bukan cuma skin care, Ristra Cosmetodermatology juga punya produk Ristra Decorative atau make up loh. Semua dengan formula yang lembut dan dermatologically tested. Juga mengandung antioksidan dan UV protection. Dari foundation sampai lipstik lengkap semua. Ada yang sudah pernah coba?

Trivia!


(Saya suka banget trivia gini jadi ini dia fun fact tentang Ristra Cosmetodermatology)

💚Ristra sudah ada sejak tahun 1983 (wow saya belum lahir), didirikan oleh dr. Retno Iswari Tranggono, SpKK. Perhatikan namanya, disingkat jadi Ristra!

💚Ristra punya 43 produk skin care dan 32 produk decorative (make up). Banyak banget jadi pasti ada yang cocok buat kalian.

💚Cosmetodermatology adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang teknologi kosmetik dan kulit. Ahlinya disebut cosmetodermatologist! Susah ya! Hahaha.

-ast-