Image Slider

Pengalaman Tinggal di Apartemen

on
Monday, May 21, 2018
HALAAHHH BARU JUGA DUA BULAN LOL. Cuma rada drastis ini bedanya sama di kost dan di rumah jadi layak satu blogpost hahaha. Maksa bodo amat.


(Baca pengalaman lain selama tinggal di Jakarta: KOST DAN RUMAH)

Apartemen yang kami tempatin sekarang ini nggak asing sama sekali. Waktu pertama kali pindah ke Jakarta, saya sempet liat-liat beberapa unit studio tapi terus ya mahal dan nggak sedeket itu sama kantor.

Terus ada sodara ayah saya juga yang punya unit di sini terus bermasalah bayarnya dan akhirnya dibeli sama ayah. Jadi mayan sering bolak-balik ke sini dan kesannya ya biasa aja. Rame banget terus udah.

NGERASA KAYA GITU KARENA NGGAK ADA RENCANA PINDAH.

Waktu memutuskan pindah ke sini dan pertama liat unit yang akan kami tempati (punya temennya JG btw), saya baru sadar wah kok pintu satu sama lain deket banget ya? Lorongnya kok sempit ya? Ini temboknya kok tipis ya? Kok parkirannya becek dan aspalnya bolong-bolong ya? Kok di taman banyak yang ngerokok ya?

KOK INI GEDUNGNYA TINGGI DAN BANYAK BANGET ADA BERAPA RIBU MANUSIA TINGGAL DI SINI YA? APA NGGAK PADET BANGET! TERUS AGAK PANIK LOL.

Seketika langsung mikir “ini apa gue nggak akan serasa punya rumah di gang ya?”

Ternyata iya dan tidak.

Saya seumur hidup nggak pernah tinggal di gang sementara JG sih tinggal di gang banget waktu kecil. Di otak saya tinggal di gang itu berisik, sama tetangga (terlalu) sering papasan, harus banyak senyum sama tetangga kalau ketemu, endebrei, endebrei. Rada mengerikan untuk ukuran saya yang nggak bisa default senyum gini mukanya.

Kenyataannya orang nggak peduli satu sama lain HAHAHAHAHA I LIKE IT. Sebagai ekstrovert yang suka ngobrol sama strangers tapi malas memelihara hubungan pertemanan, saya suka banget tinggal di sini karena SEGITU banyak orang tapi nggak peduli satu sama lain.

Macam nungguin Bebe main di playground ya nunggu aja senyum sama sesama ibu-ibu yang nunggu juga terus main HP. Nggak ada urusan kenalan sama si ibu terus janjian playdate berikutnya hanya karena si Bebe tampak seru main sama anaknya. Nggak ada urusan merasa harus ramah berbasa-basi karena kita tetangga satu tower. HAHAHAHA.

Terus juga kusenang karena banyak expat jadi si Bebe terbiasa melihat berbagai ras dan main sama anak-anaknya. SUNGGUH KALAU LAGI HALU KUMERASA KAYA DI SINGAPUR LOL. Yang nongkrong di warung kopi itu berbagai kebangsaan banget dari kaukasian, orang Arab pake gamis, Cina mainland yang ngomongnya cuma bahasa Cina sampai para Wakanda jualan narkoba (YA TUHAN MAAFKAN KENAPA GUE STEREOTYPING DAN NEGATIVE THINKING AMAT JADI MANUSIA).

via GIPHY

Saking nggak pedulinya sesama manusia, NGGAK ADA CATCALL SAMA SEKALI! Atau ya at least saya nggak pernah denger. Padahal plek tumplek banyak abang-abang nggak jelas gitu dan juga banyak cewe-cewe yang bajunya kebuka banget. Kalian di rumah suka pake tank top dan hot pants rumah yang udah kumel dan melar kan? Atau daster tidur yang udah lusuh?

Nah ternyata model baju seperti itu dianggap sebagian manusia layak dipake ke teras rumah mereka. Nah kebetulan nih di apartemen nggak ada teras kan jadi ya dipake aja di sekitar HALAMAN TOWER DAN KE MALL APARTEMEN HAHAHA. Ingat ya kalau manusia itu beda-beda dan beda itu? TIDAK APA-APA. :)

Karena yang pake jilbab panjang juga banyak. Terus apa jadi negur gitu? Nggak juga. Cuma ada spanduk aja di luar tulisannya “dilarang mengenakan pakaian tidak senonoh”. Sumpah ngakak pas pertama kali baca. Mungkin spanduk itu dipasang karena kalau negur langsung kok ya bikin berantem, jadi diharapkan kesadaran masing-masing aja. Gitulah.

Apalagi ya.

Segalanya ada. Sebut aja mau jajan apa, ada semua. Ke apotek tinggal turun, atm depan pintu banget kebetulan, galon dan gas tinggal WhatsApp langsung nongol depan pintu rumah. Yang jualan tajil banyak, makanan melimpah, tukang cuci sneakers ada (PENTING), toko grosir buat beli beras dan telor ada, toko buah ada, APA AJA ADA LAH POKOKNYA.

Apa jadi boros? Kami jadi malah irit lho! Karena jadi jarang ke mall. Semua kebutuhan sekarang bisa dijangkau dengan jalan kaki. Sungguh love!

Negatifnya satu: berisik. Karena kanan kiri atas bawah kita ada keluarga yang tinggal juga, suara bisa dari mana aja. Kalau tinggal di rumah kan suara cuma dari tetangga kanan kiri kalau misal mereka lagi maku dinding gitu misalnya. Lha ini atas bawah kiri kanan serong kanan kiri manusia semua kan, ada yang geser kursi kepentok dinding aja kedengeran.

Sama satu lagi saya rada insecure karena dulu pintu kost kan selalu pake gembok tambahan ya. Pintu rumah apalagi. Pager digembok, pintu juga digembok. Iya sih dulu nggak punya security yang jaga 24 jam, tapi sekarang rasanya pintu rumah cuma dikunci aja tuh ….

Ya yang bisa naik dan punya akses ke lantai kami cuma sesama tetangga satu lantai sih, tapi apa tetangga satu lantai bisa dipercaya? Gini-gini banget nih orang yang punya trust issues huhu.

APALAGI YA.

Udah sih sementara itu aja. Gimana rasanya nggak menjejak bumi? Biasa ajaaaaa. Tapi sekali lagi tolong catat karena Bebe udah besar dan udah nggak eksplor amat ya. Kalau dia masih merangkak atau jalan tak tentu arah sih kasian kayanya. Dan kami juga di rumah kalau malem doang kan jadi ya so far so good.

SELAMAT SENIN SEMUANYA! DOAKAN KAMI BISA TINGGAL DI APARTEMEN PLAZA SENAYAN ATAU PAKUBUWONO RESIDENCE YA. THANK YOU.

-ast-


Tupperware untuk Spa Bayi? Kenalan dengan Little Bee Yuk!

on
Friday, May 18, 2018
[SPONSORED POST]

Kalau denger Tupperware, yang pertama diinget tentu becandaannya ya nggak? Jokes urusan “lebih baik nggak pulang daripada mama tahu Tupperware hilang” itu nggak ada matinya banget kan. Jenis jokes-nya banyak banget dan berbagai bahasa lho!


Iya, candaan mama lebih sayang Tupperware dibanding anak dan suami itu nggak cuma di Indonesia aja tapi di seluruh dunia. Maklum, Tupperware kan brand internasional yang udah eksis sejak tahun 1948. Jadi udah berapa generasi tuh mamah-mamah pecinta Tupperware lebih protektif ke koleksi Tupperware dibanding ke anaknya? Hahahaha.

Tapi kali ini saya lagi nggak bakal bahas kotak makan warna-warni Tupperware. Karena Tupperware baru aja ngeluarin produk toiletries untuk bayi dan anak. Iyaaaa, ada sampo, sabun, baby oil, baby powder dan banyak lagi! Produk toiletries dan baby spa ini diberi nama Little Bee.

Little Bee adalah produk baru dari Tupperware. Jadi jangan takut dianggap kurang update ya karena ini produknya baruuuu launching banget. Little Bee punya rangkaian lengkap produk perawatan bayi dengan aroma lembut dan menyegarkan untuk baby spa di rumah.

IH PAS SAMA BEBE BANGET NGGAK SIH.

Si Bebe adalah bayi dari mamah millennial yang belum sekali pun ke tempat spa. Dia belum pernah pijit di tempat spa dan nggak punya video berenang dengan ban renang di leher ala buibu Instagram. KENAPAAAA?

Karena dari bayi dipijatnya ya di rumah aja. Saya dan JG ikut kelas pijat bayi waktu Bebe baru lahir dan catat semua step by stepnya. Jadi sampai sekarang pun saya masih suka pijat Bebe abis mandi sebelum tidur. Jadi saya seneng banget kalau ada produk home baby spa gini. Kepake banget karena simpel, nggak perlu bergerak ke tempat spa ahahahaha.


Little Bee punya 6 jenis produk yang bisa digunakan untuk baby spa dari pijat, mandi, sampai perawatan kesegaran. Bonding banget loh momen pijat bayi itu. Apalagi kalau anaknya udah gede dan nggak mau diem. Bisa tiduran tenang ya kalau dipijit doang. Bisa sambil ngobrol banget jadi bener-bener quality time.

Oiya, setiap produk Little Bee ini juga punya Formula+ yang bermanfaat merawat dan menjaga kesegaran rambut serta kulit bayi. Kelamaan intro ya, langsung aja saya kenalin satu-satu produk Little Bee. Semuanya mengandung komposisi yang alami lho! Hypoallergenic dan tidak pedih di mata.

Baby wash dan baby soap



Sabunnya mengandung Formula+, minyak zaitun, dan lamesoft. APAKAH ITUUU? Lamesoft itu
campuran ekstrak alami minyak kelapa dan minyak biji matahari. Jadi nggak cuma membersihkan, tapi juga menjaga kulit tetap lembab. Nggak bikin kering juga padahal kulit Bebe termasuk yang sensitif dan gampang kering.

Baby shampoo




Samponya mengandung Formula+ dan cetiol conditioner yang melapisi dan menjaga kelembutan setiap helai rambut dan memberi volume

Baby Oil



Mengandung Formula+ dan aloe vera, baby oil ini enaaakk banget buat pijit bayi. Wanginya juga lembut dan nggak nusuk. Dan yang terpenting mudah menyerap dan nggak ada sisa minyak nempel gitu. Kulit jadi lembab dan wangi banget. Saya pakein sebelum tidur soalnya kalau malem pake ini, pagi-pagi tengkuknya nggak bau asem hahahaha.

Baby lotion



Favoritttt. Enak banget deh lembut dan nggak lengket sama sekali. Mengandung Formula+ dan oleate (ekstrak alami minyak kelapa) serta vitamin E.

Baby powder



Baby powder Little Bee mengandung formula allantoin yang berfungsi sebagai anti iritasi dan mengikat butiran bedak sehingga bubuk bedak tidak berhamburan. Saya sih pake baby powder untuk area yang sering gatal karena kena karet celana dalam (atau diapers kalau dulu). Soalnya Bebe paha dan perutnya besar, jadi bekas karet itu njeplak banget di badannya. Kalau nggak dipakein baby powder jadinya gatel banget cian.

Penasaran? Kalau nggak dicoba nggak akan tau deh enaknya gimana. Cus beli!




-ast-


Daftar Alasan Orang Bisa Jadi Selebgram

Kalian pernah nggak sih ada di momen lagi scroll Instagram terus nemu satu akun di explore yang entah siapa terus mempertanyakan sendiri "ini siapa sih kenapa followersnya 1juta?" 



Kalau di geng kami, yang paling sering nanya kaya gini itu siapa lagi kalau bukan bankir di Medan sana yang nanya mulu ginian padahal udah sering dijawab hahahahaha. Iya ih mba Windi sering banget tanya "xxx itu siapa sih kok followersnya banyak?" yang mana biasanya saya jawab dengan "ya nggak butuh alasan kan untuk punya banyak followers?"

PADAHAL SEBETULNYA SELALU ADA ALASAN. Yaiyalah, nggak mungkin orang follow orang di Instagram tanpa alasan kan?

Kepo juga alasan loh. Makanya banyak tuh selebgram yang followersnya di atas 100ribu, likes selalu banyak, tapi yang komen beneran cuma 1-2 orang. Ya itu terjadi karena orang follow dia demi rasa kepo aja, di-like biar postingan foto dia tetep muncul di feed aja, udah gitu ya males komen ngapain? Mentok kalau "menarik" banget sih ya di-share via DM ke para sahabat ghibah dunia maya. BUKAN BEGITU? 

Nah kembali ke alasan kenapa orang banyak followers, pertama kita bagi dua dulu berdasarkan visualisasi. Ada yang fotonya memang bagus dan harus bagus karena orang follow KARENA fotonya indah. Yang kedua, adalah orang-orang yang fotonya nggak perlu bagus tapi orang kepo banget sama kehidupannya seperti artis TV atau akun gosip untuk ngomongin artis TV.

Jadi apa alasan orang punya banyak followers di Instagram dan didapuk sebagai selebgram? Btw saya nulis ini dengan bayangan selebgram lokal ya bukan internesyenel.

*makin bawah makin males jelasin hahaha*

CANTIK. Ini ditaro pertama banget karena sesungguhnya kalian nggak perlu punya prestasi, nggak perlu punya skill make up luar biasa, nggak perlu berkarya atau bekerja. Asal kalian cantik dan bisa foto tidak blur, terang berkilau maka kans untuk jadi selebgram lebih tinggi daripada yang punya prestasi dan punya skill TAPI TIDAK CANTIK. Jadi kalau kalian bingung, "ini dia siapa sih kok difollow orang?" jawaban pertama yang paling mungkin adalah "cantik". Demikian. Dan ganteng, ok.

via GIPHY

KAYA. Ya sedikit lebih kaya dari sebagian besar rakyat Indonesia sehingga rumahnya rapi dan Insta-ready, sering traveling, bajunya mahal-mahal jadi desainernya bisa di-tag atau bahkan diundang ke fashion show-nya, punya mobil atau motor unik yang bikin iri, dapurnya rapi dan bersih serta perintilannya bagus jadi siap difoto, share makanan di tempat yang harganya taulah ya, dll. Kalian PASTI follow orang semacam ini. XD

SANGAT KAYA. Ini level berikutnya. Level yang perginya pake jet pribadi, nginep di tempat liburan entah di mana saking jarangnya orang liburan ke sana, makan makanan yang namanya aja baru denger, endebrei, endebrei. Bisa ditemukan dengan hashtag #richkidsofinstagram.

Artis TV, kalau artis TV followers-nya dikit di IG tandanya ya doi emang sekuter aja kali di TV-nya juga ya. Entahlah aku kan tak punya TV lol.

Keluarga artis, kakaknya, adiknya, neneknya, kakeknya, sodaranya you name it. Kalau keluarganya harmonis biasanya sering ngumpul terus di-tag jadi ikut di-follow juga.

Pengasuh anak artis, kaya si Koneng dan Lala lah ya serta siapa itu pengasuhnya anaknya Ashanty? *gak follow lol*

Pemain bola

Kontroversial atau sensasional, bisa karena pake baju terbuka atau kontroversi lain.

Feednya rapi. Terutama feed pastel atau BW sekalian. Plus point kalau cantik.

Foto makanan semua

Sering share resep

Foto MPASI dihias

Modif mobil

Toy photography

Edukatif

Traveler. Plus point kalau cantik. Ya kalau cantik emang jadi plus point di semua bidang sih lol. 

via GIPHY

Rumahnya rapi

Rajin kasih tutorial atau DIY
Anak lucu, ya semodel dengan alasan cantik.

Minimalism scene dan pernah di-feature Instagram lol

Komik/ilustrator

YouTubers. YouTubers hampir pasti punya banyak followers juga di Instagram tapi kalau selebtwit belum tentu. Keajaiban alam.

Agamis atau goals lain dari sisi agama.

Ustaz

Hafiz atau hafizah

Fitness/body shaping
. Plus point kalau cantik. *IYA IYA*

Inspiratif. Ya macam @grace.melia gitu lol

Dancer dan suka share video cover dance dengan lagu ngetop.

Profesi apapun yang berseragam. Ini harus ganteng atau cantik sehingga jadi polisi cantik atau satpam ganteng.

Binatang peliharaan lucu dengan foto artistik. Plus point kalau ownernya cantik DAN kaya.

Pacarnya mereka-mereka yang di atas ini.

DAN KALAU BELI FOLLOWERS LOL. Bisa dicek di socialblade.com untuk cek apakah doi terduga beli followers atau nggak lol.

Apa lagi coba ada yang mau nambahin? Jangan bingung lagi ya kenapa orang bisa jadi selebgram!
-ast-


Syarat Cemilan Sehat untuk Bebe

on
Monday, May 14, 2018
[SPONSORED POST]

Meski di daycare disediain makan 3 kali sehari dan 2 kali snack, anak-anak biasanya bawa snack favorit mereka dari rumah. Buat saya yang nggak bolehin Bebe jajan, hal ini kadang bikin berantem hahahaha.

Soalnya ada beberapa anak yang bebas makan apapun sama orangtuanya kan, sementara Bebe banyak yang nggak bolehnya. Snack atau keripik ringan gitu nggak pernah saya kasih sama sekali, biskuit juga pilih-pilih banget banget banget.

(BACA CERITA GESI JUGA YAAAA:


Awalnya sih karena waktu kecil si Bebe kan sensitif sama gula. Tipe anak yang bisa sugar rush lompat-lompat terus kalau kebanyakan asupan gula. Salah makan dikit lewat jam 7 malem, bisa-bisa dia nggak tidur sampai jam 1 pagi hanya karena sugar rush.

Makin besar sih dia makin nggak begitu. Makin aman dan udah nggak pernah sugar rush lagi. Tapi sayanya aja emang batesin gula karena yaaaa untuk apa sih dikasih gula? HAHAHA. Permen dan coklat nggak pernah sama sekali.

Jadi ya intinya saya emang punya syarat sendiri untuk cemilan Bebe sih. Sampai Bebe tau persis mana makanan sehat dan makanan tidak sehat saking sering saya ceramahin kalau makanan ini dan itu nggak sehat sementara yang lainnya sehat.

Apa aja syarat cemilan Bebe?

1. Gulanya dikit dan nggak mau ada krim-krimnya. Sesehat mungkin pokoknya.
2. Gampang dicari.
3. Praktis dan nggak lengket-lengket di tangan. Dia anaknya risihan banget, kalau lengket dan pas lagi di mobil gitu repot.
4. Bebenya suka DAN ibunya suka karena kalau nggak abis ya siapa lagi yang ngabisin sistaaa?. *menatap perutku sendiri*

Nah terus di daycare Bebe kan nggak semuanya anak preschool yang cenderung udah boleh makan segala rupa ya sama orangtuanya. Banyak bayi dan toddler juga, jadi banyak banget yang bawa snack biskuit marie dari rumah. Nah, si Bebe suatu hari tiba-tiba rewel banget pengen ikutan ngemil biskuit marie.

Saya sih nggak apa-apa ya dia mau ngemil biskuit marie karena siapa coba yang bilang biskuit marie makanan bayi AHAHAHAHA. Tapi kalau dadakan dan udah malem gitu kan mager amat ke luar rumah demi biskuit marie.

Sampai suatu hari saya liat di Instagram kalau ada Roma MarieGold ya sekarang ternyata. Dan bisa beli di JD.id Cus beli! Baca di komen-komennya katanya bisa dapet hadiah tumbler kalau beli 4. Lha harganya Rp20ribuan doang isi 30 keping. Mayan banget buat stok!

Terus karena di rumah itu kalau siang nggak ada orang, saya kirimlah ke kantor. Pas nyampe kantor kaget karena dusnya gede banget astaga HAHAHAHAHA. Nggak nyangka segede gitu, tau gede gitu kan saya kirim kantor suami aja yah hhhh.

Ringan sih emang tapi gedeeee, kalau kalian follow Instagram saya pasti ngeh deh beberapa minggi lalu saya posting dusnya dan stres sendiri karena hari itu pas nggak dijemput dan mau pulang naik ojek. Untung bapak ojeknya baik dan mau bantu taro di depan. Rasa-rasa mudik banget eym.

Pas dusnya dibuka memang gede ternyata kemasannya. Warnanya gold bagus banget deh, kerasa premium. Di depannya tertulis mengandung susu asli New Zealand dan telur Omega-3. Fav banget deh telur Omega-3 itu! Saya kalau beli telur sebisa mungkin yang Omega-3 emang soalnya nggak encer dan lebih enak. *kemudian malah bahas telur*



Roma MarieGold cocok untuk sarapan, bekal sekolah, atau dicemil biasa.

Awalnya saya agak shock ya karena kok gede amat sih ribet amat bawanya. Eh ternyata dalemnya ada kemasan kecil-kecilnya lagi kusukaaaaa! Ini mah pas banget buat bekal sekolah jadi tinggal bawa 2-3 kemasan kecil aja taro tas. Sisa kemasan gedenya taro rumah.




Plus point berikutnya adalah, karena kemasannya kecil-kecil jadi nggak gampang melempem. Biasanya kan begitu dibuka ribet banget harus dikaretin atau dimasukin ke kotak biar nggak melempem. Ini sih aman semua karena bisa dibuka dan dimakan sesuai keinginan.



Rasanya juga enaaaak. Ini telur sama susunya kerasa banget, nggak hambar sama sekali. Terus biskuitnya mengkilap gitu karena diolesin telur! Pantes kerasa banget telur dan susunya! Ini mah ibu juga suka banget!



Kalau Bebe kan makan biasa aja ya, ngemil gitu. Kalau saya sih senengnya dipotek-potek (jangan remuk banget ingat!) terus dipakein susu coklat dingin aaakkkk surga. Apalagi makannya sambil nonton YouTube dan Bebe tidur HAHAHAHA DAMAI DUNIAKU,

Jadi Roma MarieGold ini pas banget sama semua persyaratan cemilan Bebe dan mungkin buat kalian yang rewel juga soal cemilan anak. Ayo dicoba yuk!

-ast-



Pengalaman Ngontrak di Jakarta (2)

Yang belum baca bagian satu ayo dong dibaca dulu hahahaha: Pengalaman Ngontrak di Jakarta (1)


Di bagian kedua ini saya mau cerita ribetnya nyari kontrakan. Setelah pindah kost 4 kali, saya dan JG akhirnya mau nikah, dan kami memutuskan nggak mau tetap tinggal di kostan.

Alesannya kurang jelas juga hahahaha. Intinya pengen di rumah aja gitu. Kamar kost buat sendiri aja sempit apalagi buat berdua? Nanti kalau pengen sendirian, menyendiri ke mana? Kalau di rumah kan bisa terpisah ruangan gitu loh minimal. Sori, saya emang gitu anaknya. Nikahnya belum, mikirin me time-nya udah hahaha.

Kami juga ingin punya dapur sendiri. Dapur kost kan bersama gitu ya, nggak nyaman aja sharing kompor sama orang. Nggak bisa seenaknya lah.

Dua bulan menjelang nikah, kami mulai ngider nyari rumah kontrakan. Cari di daerah Rawabelong karena deket kantor saya. Radius kurang dari 5 km jadi bisa naik angkot (BELUM ADA OJOL!).

KOK SUSAH YA?

Rumah yang dikontrakin sih banyak. Cuma saya banyak maunya juga. Nggak mau ini dan itu, liat lingkungan dan tetangga kanan kiri juga. Nggak mau rumah lama, nggak mau ada bagian atap yang dari seng (karena panas). BANYAAKKK SEKALI KAMI SURVEY RUMAH. Sampai stres rasanya.

Nah sambil ngider ini udah nyiriin nih satu rumah. Ada 3 rumah kecil dengan bentuk sama persis, tapi pager sendiri-sendiri. Pinggir jalan gede, rumah baru, tetangga kanan kiri adalah rumah orkay yang gede banget banget banget. Jadi yakin nggak akan rese hahahaha.

Masalahnya satu, mahal. Kami telepon ke bu haji yang punya rumah, dan dia minta Rp2,5juta sebulan. Di tahun 2013 itu mahal loh rata-rata di daerah situ Rp1,7-2jutaan.

Tapi kebanyakan rumah yang cocok itu maunya dibayar sekarang juga. Lha gimana kan nikahnya masih dua bulan lagi. Bingung banget karena kalau nyari mepet takut nggak dapet, nyari dari jauh-jauh hari disuruh bayar langsung huhu.

Akhirnya kami pasrah. Kami berkunjung ke rumah bu haji yang Rp 2,5juta itu. Kondisinya saya belum pake jilbab ini dan ternyata ini bu haji jilbab panjang plus suaminya itu anak serta cucu kiai terpandang di daerah itu. Saya takut banget nggak dikasih itu kontrakan karena saya kafir, nggak pake jilbab hahahaha.

Berikut kutipan omongan bu haji selama kurang lebih 2 jam:

“Saya nggak akan pernah ngasih kontrakan ke orang non muslim”

dilanjutkan dengan

“Kalau pun orangnya muslim, tapi saya nggak suka, tetep nggak akan saya kasih juga”

via GIPHY

Tapi urusan berkomunikasi serta mengambil hati orang sih JG paling jago ya. Sepanjang ngobrol itu asli kaya wawancara kerja dan kami harus meyakinkan beliau serta suaminya biar mau ngasih kontrakan ke kami yang nikahnya masih 2 bulan lagi hahahaha.

Pertanyaannya seputar:

“Orangtuanya haji nggak?” (ALHAMDULILLAH IYA BU)

“Kalian udah pernah umroh?” (ALHAMDULILLAH SAYA UDAH, BU)

“Asli mana? Saya pernah ada yang ngontrak orang Padang dan repot” (ASLI BANDUNG BU, DI JAKARTA NGGAK PUNYA SIAPA-SIAPA)

“Pake bank apa nanti transfer uangnya? Bank Syariah X ya kalau bisa” *ternyata si bapak pensiunan bank itu lol*

Plus kami harus dengerin juga beliau curhat soal menyesal naro title Haji di KTP karena jadinya susah kalau mau naik haji lagi, endebrei, endebrei, semua kami IYA kan dan didengarkan serta direspon dengan baik.

DAN DIKASIH!

Pak hajinya kaya seneng gitu ngobrol sama kami (OH PLEASE WHO DOESN’T?!) dan bilang “udah kasih ajalah sama mereka, kasian nggak punya siapa-siapa di Jakarta”

#win

Satu hal yang kalian perlu tau ya, itu ibu haji ajaibnya di pertanyaan wawancara doang! Lima tahun ke depan saya ngontrak di situ, ibu haji adalah ibu kontrakan terbaique!

Lima tahun ngontrak, harga nggak dinaikin sama sekali. Kami nggak pernah diresein soal apapun dan kalem-kalem aja. Sampai kami tau dari tukang yang benerin ke rumah, kalau bu haji itu baiknya pilih-pilih orang. :)))))

Iya jadi ibu haji ini kontrakannya banyak. Dari yang sejutaan sebulan sampai rumah gede banget 3 kamar yang 80jutaan setahun. Dengan demikian, beliau punya tukang khusus yang kerjanya ya mantau rumah kontrakan. Kali-kali ada bocor atau pager rusak atau apa.

Kami mulai sadar, dari 3 kontrakan (kami di tengah), rumah kanan dan kiri itu nggak dikasih mau bayar bulanan sementara kami dari awal nggak diminta bayar tahunan. Plus ternyata salah satu dari mereka, harganya lebih mahal/naik tiap tahun sampai akhirnya pindah. Wow, kenapa kira-kira?

Kata tukang itu kurang lebih “kalau yang ngontrak nyebelin, bu haji bisa jadi lebih nyebelin. Tapi kalau baik gini kaya ke kalian, tandanya kaliannya juga nggak nyebelin”

OH WOW.

via GIPHY

Kalau dipikir-pikir, kami nggak pernah repotin bu haji sama sekali loh. Pager rusak ya benerin sendiri, ada bocor apa yang urusin sendiri, ada apapun yang terjadi sama rumah, ya selesaikan sendiri. Meskipun sampai abis ratusan ribu ya. Tapi kami nggak sedikit-sedikit ngeluh atau lapor. Bayar selalu LEBIH CEPAT, bukan tepat waktu lagi. Jadi ya, dia mau ngeresein juga ngeresein apa?

Makanya sebelum nuduh ibu kontrakan kalian rese, coba bercermin dulu. Kali kitanya juga rese? Kalau kalian ngerasa nggak rese, ya mungkin kalian emang apes aja ya hahahahaha. Alhamdulillah banget sih saya dapet ibu kontrakan yang nggak rese jadinya betah banget. Hidup jadi tenang karena tempat tinggal nyaman.

Demikian cerita ngontrak rumah di Jakarta, berikutnya mungkin mau cerita hidup di apartemen kali ya.

PS: Saat Pilkada DKI, isu pemilik kontrakan hanya pilih pengontrak muslim jadi tenar. Padahal dari dulu emang gitu kok hahaha. Yaaa, hak yang punya rumah ya, rumah juga rumah dia kan. :)

-ast-