-->

Image Slider

Mitos dan Fakta Seputar Vaksin

on
Sunday, May 2, 2021

Ngomongin vaksin zaman sekarang itu sensitif banget ya padahal vaksin terbukti menyelamatkan jutaan jiwa. Eh tapi sebentar deh, kalian udah paham belum sih bedanya vaksin dan imunisasi?


Vaksin: Proses memasukkan vaksin ke dalam tubuh via injeksi atau oral.

Imunisasi: Proses di dalam tubuh membentuk antibodi. 


Pada akhirnya kedua istilah ini sering dipertukarkan dalam keseharian dan ya udalah yang penting sama-sama paham kan hahahaha.


Kenapa tiba-tiba bahas vaksin, karena Jumat lalu saya hadir di event Kenapa Harus Vaksin World Immunization Week 2021 Webinar dengan tema "101 Vaksinasi: Kupas Tuntas Vaksinasi Anak" bersama Kenapa Harus Vaksin (@kenapaharusvaksin), theAsianparent Indonesia, Sisy Prescilia, dan dr. Attila Dewanti, SpA(K) dan merasa dicerahkan kembali soal berbagai mitos dan fakta seputar vaksin.


Apa aja sih mitos seputar vaksin dan gimana faktanya?


Mitos: Vaksin hanya melindungi diri sendiri


Faktanya, vaksin bukan hanya melindungi diri sendiri tapi juga melindungi orang lain! Karena ketika kita divaksin, kita tidak berpotensi menularkan penyakit pada orang di sekitar kita.


Data juga bicara demikian. Vaksin lengkap bisa mencegah lebih dari 26 penyakit dan 2-3juta kematian tiap tahun bisa dicegah dengan vaksin. Ketika cakupan imunisasi secara global diperluas, vaksin bisa menyelamatkan 1,5juta orang lagi setiap tahun.


Inget nggak sih outbreak difteri beberapa tahun lalu? Nah itu karena 65% orang nggak vaksin DPT lengkap. Ya melindungi diri sendiri aja nggak bisa apalagi saling melindungi dengan orang sekitar, outbreak deh.



Vaksin juga bisa menghindari komplikasi penyakit serius. Misal flu, orang yang sudah vaksin influenza punya risiko lebih rendah terkena komplikasi seperti pneumonia atau gangguan sistem saraf pusat.


Mitos: Vaksin gratis lebih tidak efektif dibanding vaksin berbayar.


Faktanya, menurut dr. Attila efektivitas vaksin yang gratis maupun yang berbayar itu sama saja. Vaksin di posyandu atau di rumah sakit juga sama saja yang penting itu vaksin lengkap, sesuai jadwal, dan dengan urutan yang benar sesuai jadwal vaksin dari IDAI.



Bedanya yang gratis disubsidi pemerintah, yang bayar tidak disubsidi. Pun bisa berbeda pula dari jenisnya. Seperti vaksin DPT yang menyebabkan demam itu karena jenisnya whole cell di mana pembuatannya pakai kuman yang dilemahkan. Namun ada juga yang aseluler, di mana selnya saja yang diambil dan tidak semua kuman masuk ke dalam vaksin sehingga menurunkan risiko anak demam. Keduanya tetap merupakan vaksin aman.


Kalau pun anak demam pasca vaksin, itu wajar ya! Biasanya demam terjadi dalam 24-36 jam, lewat itu sebaiknya diperiksa ke dokter karena khawatir ada penyakit lain, bukan disebabkan vaksinnya!


Mitos: Karena pandemi, jadwal vaksin anak boleh ditunda.


Faktanya: TIDAKKKK! Jangan sampai karena takut pandemi (yang entah akan berakhir kapan) kita jadi terkena risiko penyakit lain yang sebetulnya bisa dicegah dengan vaksin ya!



Jadi baik vaksin untuk bayi, vaksin untuk balita, maupun vaksin tambahan atau vaksin booster TETAP diberikan sesuai jadwal IDAI. Bagaimana kalau terlanjur terlewat jadwal? Misal karena PSBB atau alasan lain?


IDAI menyarankan imunisasi kejar dan imunisasi ganda, yaitu vaksin beberapa dalam waktu yang sama sekaligus. Nggak masalah dan aman ya! Selama dikonsultasikan pada dokter tentunya.


Mitos: Vaksin yang sama lebih dari sekali itu berbahaya.


Faktanya menurut dr. Attila ketika orangtua ragu anaknya sudah divaksin atau belum, sebaiknya ya diulang saja karena kalau pun sebelumnya sudah pernah, sisa vaksinnya akan dibuang oleh tubuh. Tidak ada bukti pemberian vaksin akan merugikan penerima yang sudah vaksin dan vaksin tidak akan membuat penyakit bertambah parah.



Bonus: Tips Vaksin Aman Saat pandemi


Nah saya yakin sih banyak yang sebetulnya mau vaksin tapi khawatir duh ke rumah sakit lagi pandemi gini aman nggak ya? Ini tipsnya:


Cari fasilitas kesehatan yang memisahkan anak sakit dengan anak sehat. Rumah sakit ibu dan anak tentu bisa dibilang lebih aman dibanding rumah sakit umum.


Buat janji kedatangan dan datang tepat waktu. Kalau masih ada waktu menunggu, pertimbangkan menunggu di mobil.


Konsultasikan pada dokter tentang imunisasi kejar & imunisasi ganda, siapa tahu ada yang bisa diberikan sekaligus karena waktunya berdekatan. Bisa mengurangi waktu ke RS, kan.


Opsi lain, cari tempat vaksin yang bisa vaksin di rumah sehingga tidak perlu ke rumah sakit. 



Terjawab ya berbagai mitos seputar vaksin! Semoga bermanfaat!


-ast- 







LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!