-->

Image Slider

Showing posts with label tentang liburan. Show all posts
Showing posts with label tentang liburan. Show all posts

Biaya Akomodasi dan Itinerary Liburan ke India

on
Tuesday, September 10, 2019
Sebelum pergi ke India, dengan waktu kurang dari 2 minggu saya ngebut bikin itinerary dan searching akomodasi. Patut diingat kalau kami pergi dengan itinerary tidak ambisius. Kenapa ke India dll bisa dibaca di feed IG ya atau klik di sini.

Kami hanya punya 3 hari, Selasa, Rabu, Kamis. Senin full di pesawat, Kamis malam pulang karena nggak mungkin pulang Jumat. Semua flight Jumat akan nyampe sini Sabtu sore, yang artinya bye bye kelas CFP :(

OGAHHH. Kelas CFP lebih mahal dari perjalanan ini soalnya hahahahahaha.

Awalnya mau Jaipur - Agra - Jaipur, biar 2 hari di Pink City, sehari di Taj Mahal. Hari terakhir langsung ke Delhi untuk kejar flight tanpa jalan-jalan di Delhi. Tapi setelah konsultasi sama rental mobil via email, dia menyarankan untuk seharian aja jalan-jalan di Delhi biar nggak kelamaan di jalan. Iya juga sih ya ngapain bolak-balik segala. Maklum amatir HAHAHA.

Oke saya runut satu-satu ya apa yang harus dilakukan sebelum pergi ke India. Karena kalian pasti akan pindah kota banget nih, terutama kalau mau liat Pink City dan Taj Mahal. Soalnya di Agra, kotanya Taj Mahal itu nggak ada apa-apa. Cuma ada Taj Mahal doang sama Agra Fort (kota lamanya) jadi pikirin kalian mau ke mana aja.

Fotoku sendiri bukan dari Google lol
Sebelum pergi banyak-banyakin baca dan nonton soal scam di India. Akan bantu kalian banget untuk pura-pura bego nggak ngerti bahasa Inggris, pura-pura hilang ingatan, dan jalan lurus siaga satu tetap waspada.

Di sini saya nggak ngelengkapin foto ya, cuma sharing itinerary dan akomodasi. Fotonya cek di IG aja ok.

Cara membuat visa India.

1. Cari tiket pesawat. Setelah ketemu, jangan langsung dibeli. Ini penting karena saat bikin visa, ada pertanyaan akan landing di bandara mana. Kalian mau dari Jaipur apa dari Delhi? Bebas.

2. Cari hotel, karena murah boleh lah langsung dibeli karena saat ajukan visa juga ditanya akan nginep di mana.

3. Ajukan visa, online dan gratis. Cuma siapkan pas foto background putih format jpg dan scan paspor format pdf. Linknya https://indianvisaonline.gov.in/ Memang websitenya tampak tidak profesional tapi itu official kok.

Kalau tidak official kalian akan disuruh bayar sementara paspor Indonesia ke India itu harusnya free. Visa akan diapprove dalam satu hari aja meski tulisannya maksimal 72 jam.

Beli tiket pesawat

Penerbangan dan Jakarta ke Jaipur cuma ada AirAsia. Transit di Kuala Lumpur 2 jam, total perjalanan KL - Jaipur 5 jam lebih kayanya. Tiketnya Rp 2,2juta per orang. Kalau lagi promo sih segini bisa buat return tapi kami kan beli dadakan jadi ya udalah tutup mata aja.

Pulangnya kalau mau pake AirAsia lagi segituan, tapi flightnya nggak ada hari Kamis, adanya Jumat. Jadi Kamis malem kami pulang pakai AirIndia ke Singapura Rp 3,5juta per orang. Pesawatnya canggih banget sampai jendela aja nggak ditutup manual tapi pakai tombol untuk mengatur tingkat kegelapan jendela. Cuma berisik ya ampun, gimana sih sih flight jam 11 malem SEMUA NGOBROL KETAWA-TAWA. Ngantuk. T_______T Akhirnya pasang film, pake earphone, baru deh bisa tidur.

Dari Singapura ke Jakarta pake Garuda, Rp 1,9juta. Pesawatnya so old, jomplang sama AirIndia, mana selimut disuruh sharing sama mba Windi HUHU KESEL. Gimana bisa sih selimut pesawat sekecil itu disuruh sharing :(

Atur akomodasi

Nah ini aku pengen atur semua karena aku memang bossy HAHAHAHA. Antara aku yang bossy atau mbawin yang bos beneran jadi semua maunya diaturin LOL.

Yang harus dipesan: Hotel, rental mobil dari bandara ke hotel (karena taksi itu scam paling gila di India), rental mobil Jaipur - Agra - Delhi, rental tuktuk untuk city tour Jaipur.

1. Rental mobil dari bandara Jaipur ke hostel

Kami landing jam 11 malem yhaaa siang-siang aja takut naik taksi apalagi malem. Pesen mobil dari Klook, cuma USD 11, nyampe sana udah ada mas-mas pegangin nama kita. Di Klook sih fotonya dijemput Innova, kenyataannya dibawa taksi juga lol. Ya nggak apa-apa daripada harus pesen sendiri bayar sendiri, ini kan udah kita bayar dari Indonesia jadi dia nggak bisa malak. Pesen mobilnya di sini: Transportasi Jaipur International Airport (Penjemputan JAI) untuk Jaipur



2. Hotel di Jaipur

Kami nginep di Blue Beds Hostel, pesen via Agoda, semalam Rp 400ribuan udah sama sarapan. Hostelnya seberangan sama Holiday Inn yang harganya 5x lipat. Kekurangannya, Blue Beds ini nggak sediain amenities! Jadi plis bawa sabun sampo sendiri ok.

Ada sarapan yang menunya lumayan banyak, bukan buffet tapi request ke mas-masnya untuk dimasakin. Kami cuma makan plain omelette, pisang, sama apalah kaya pancake rasa India gitu. Lumayan kenyang sampai makan siang.

Semua pegawainya juga ramah dan ingat ini bentuknya hostel ya bukan hotel jadi ya ramah-ramahlah kalian sama semua orang karena sharing common room kan.

2. Sewa tuktuk

Sewa tuktuk liat di TripAdvisor namanya Namaste Jaipur Tours. Tapi jangan pesen langsung di TripAdvisornya, chat aja orangnya langsung di +919571915083 bilang butuh tuktuk seharian. Saya chat paginya sebelum pergi pas sarapan.

Max
Bayarnya langsung ke driver tuktuknya. Driver kami namanya Max, nomornya +919829151513, Rp 180ribu seharian meski kami cuma pake 5 jam aja karena capek nyahahahaha

Itinerary di Jaipur:

- City Palace: INR 700 (Rp 140ribu), orang di ticket box nggak nawarin tiket ini, tapi tiket ini ADA. Mereka nawarin yang INR 3500 (Rp 700ribu) entahlah bahkan tempat wisata resmi aja shady banget. Yang mahal ini bisa masuk museumnya, kami di luar aja cukup kan tujuannya foto bukan cari tau culture atau sejarah. Culture dan sejarah mah googling aja HAHAHAHAHA JUDGE SAJA BODO AMAT.

City Palace, Jaipur
- Jantar Mantar: INR 200 (Rp 40ribuan)

- Amber Fort (kota lama Jaipur): FREE

- Panna Meena Ka Kund (pemandian ratu zaman dulu, baguusss): FREE

Panna Meena Ka Kund
- Hawa Mahal, makan di Wind View Cafe biar fotonya oke: INR 500an (Rp 200ribuan)

- Albert Hall Musem (cuma foto di depannya aja karena tutup).

3. Sewa mobil Jaipur - Agra untuk ke Taj Mahal

Sewa mobilnya di Rajasthan Tour. Kalian ke websitenya terus jelasin deh mau ke mana mana mana. Nanti tektokan via email. Konsultasi itinerary juga ditanggepin dan balesnya cepet banget.

Jaipur - Agra - Delhi masing-masing 5 jam perjalanan, di tiap kota dianterin ke mana pun kalian mau. Biaya sewa mobil ini kurleb Rp 3juta belum sama tip supir. Udah include bensin, tol, parkir.

Drivernya mau pula disuruh puter balik demi foto doang. Mungkin lucky juga dapet driver yang ramah dan berasa dijagain gitu karena tiap turun dari mobil berkali ngingetin “please call me if you have a problem ok” atau “i’ll be right there at the parking lot, call me anytime” atau “don’t worry please” hanya karena nanya udah makan atau belum. :')

BAIK BANGET SIHHHH. Driver kami namanya Ranveer tapi kalian nggak bisa langsung ke dia sih, untung-untungan aja dapet drivernya. Dari review di TripAdvisor sih semua driver ramah dan sopan.

Itinerary Agra: Taj Mahal sama dibawa ke workshop ala-ala gitu tapi udalah nggak usah. Kami terjebak guide aja itu mah.

4. Hotel di Delhi


AKHIRNYA NGINEPNYA DI HOTEL HUHU TERHARU. Hotel kami namanya Bloomsroom Hotel, Delhi. Pilihnya capcipcup aja yang ratingnya minimal 8,5 dan hotelnya gemes HAHAHAHA. Dia serba kuning gitu. Semalemnya Rp 480ribuan, nambah Rp 60ribu/orang untuk sarapan di kafe sebelah hotel.

Nggak recommended kalau kalian pergi tanpa mobil karena TENGAH PASAR banget ternyata. Deket stasiun betul, tapi macet dan rame orang banget, agak serem. Tapi seneng sih karena di sini fotoin beberapa orang lewat dari balik kafe.

Fotonya liat di Agoda aja ya, klik link di atas. Segemes itu juga aslinya kok.

Itinerary Delhi:

- Akshardham Temple: FREE

- Humayun’s Tomb: Rp 220ribu

- Qutb Minar: Rp 200ribuan ke dua tempat ini karena di Delhi udah bisa bayar debit, pake Jenius deh bayarnya jadi nggak tau berapa rupee.

- Jalan-jalan keliling pusat pemerintahan dan India Gate: FREE KARENA MAGER TURUN MOBIL PANAS LOL.

Koneksi selama di sana kami pakai JavaMifi. Sewa multicountry Asia (karena mampir KL dan Singapura) itu Rp 120ribu sehari, bisa sampai 5 devices. Jadi 5 hari itu Rp 600ribu.

Udah sih segitu aja yang penting ketulis lah ini hahahaha. Semoga nggak ada yang kelewat yahhh! Siapa tau ada yang jadi pengen ke India setelah baca-baca cerita kami. Nabung yang kenceng!

-ast-




Liburan Sendirian, Bebe dan JG Gimana?

on
Monday, September 9, 2019

Di antara pertanyaan seputar liburan saya ke India, beberapa orang bertanya: Gimana izin ke Bebe biar mau ditinggal? Apa dia nggak cranky? Apa dia nggak larang pergi?

Btw buat yang nggak ngikutin Instagram saya (heran deh masih ada gitu yang nggak follow? LOL), saya kemarin liburan seminggu. Di India 3 hari, di Singapur 1 hari, sama perjalanan jadi total 5 hari. Berdua aja sama mba Windi, tanpa suami apalagi anak.

Buat yang follow udah lama mungkin nggak heran ya saya pergi-pergi sendiri, tapi buat yang baru ngikutin sekarang mungkin penasaran juga apa anaknya nggak cranky ditinggal selama itu?

Jawabannya … nggak hahahahahahahaha.

Ini pergi saya terlama tanpa Bebe, pertimbangannya karena dia udah besar juga. Udah 5 tahun lho, udah ngerti konsep seminggu itu 7 hari, udah makan dan mandi sendiri, udah nggak bergantung sama saya lagi.

Izinnya gimana?

Soal izin, saya nggak merasa perlu izin sama Bebe lol yaiyalaahhh kenapa harus izin sama Bebe sih. Otoritas kan ada di saya, jadi saya cuma bilang “ibu mau ke India seminggu, Xylo sama appa di rumah ya!”

Passs banget weekend-nya itu, kantornya JG mau pada glamping. Yang lain nggak bawa keluarga sih, cuma ya kalau mau bawa anak boleh aja. Jadi soundingnya pun berubah jadi “nanti aku ke India kamu kemping sama appa ya!” dan “aku ke India seminggu, kamu kemping sama appa 2 hari 1 malam”. Disertai detail hari apa saya akan pergi dan hari apa dia akan pergi.

Dia udah bergumam terus tuh “ibu pulang, aku sama appa malah kemping” lol. Jadi intinya TIDAK ADA izin. Tidak ada penolakan atau “ibu jangan pergi” gitu juga nggak ada. Mungkin karena dia emang nggak pernah larang saya atau JG pergi ke mana-mana sih.

Sejak Bebe lewat umur 3 tahun, dia belum pernah ngelarang saya pergi kerja, jadi saya pergi kerja tiap hari ya santai aja. Nggak pernah ada keinginan resign karena dilarang anak pergi kerja. Itu satu hal krusial untuk bisa pergi liburan sendirian.

Iyalah, kalau pergi kerja yang cuma sehari aja anak ngamuk apalagi pergi seminggu?

Jelang pergi

H-1 saya pergi dia gelendotan terus, manjaaaa banget. Agak mellow sepertinya. Tapi saya kan bukan tipe mellow jadi ya tanggepin aja tapi nggak drama. Nggak jadi bilang “ibu pasti kangen Xylo” nggak begitu juga. Kaya nggak ada apa-apa aja.

Besoknya pun sengaja pilih flight yang nggak terlalu pagi biar rutinitas nggak berubah. JG dan Bebe pergi, saya masih di rumah gitu kaya hari-hari aja.

Selama di India

Selama di sana saya memastikan nelepon JG kalau di kantor aja karena kasiaannn. Biasanya anak kalem dan santai nih, eh ibunya muncul malah jadi drama kan.

Seminggu itu saya cuma telepon Bebe sekali aja. Itu pun kebetulan karena saya nggak tau JG udah sama Bebe. Dia nggak cranky sama sekali sih, masih kalem karena baru hari kedua. Sekali lagi telepon pas udah di Singapur, itu Bebe suaranya agak ketahan gitu kaya mau nangis tapi dia udah excited banget mau kemping jadi nggak nangis.

Sayanya kangen nggak? NGGAK SIH HAHAHAHAHA. Kangennya malah pas nyampe rumah, rumahnya kosong karena Bebe dan JG kemping. Kangen karena ihhh udah satu negara kok nggak ketemu sih. Gitu lol. Tapi karena saya kelas CFP seharian jadi nggak menganggu aktivitas juga.

Please note karena sehari-hari aja saya bukan tipe yang kangen anak kalau di kantor. Cek cctv aja hampir nggak pernah. Saya punya rutinitas, dia punya rutinitas, JG punya rutinitas, masing-masing aja jadinya,

Pulang dari India

“IBUUUU, AKU KANGEN BANGET SAMA IBU!” begitu ketemu saya, bilang gitu berulang-ulang … sambil matanya nonton YouTube Kids di iPad. -__________-

Saya bilang “kalau kangen ngobrol dong kita, katanya kangen tapi malah nonton”. Jawabannya?

“Aku nonton aja deh, ini kan hari Sabtu” HIH. 
-__________-

Tapi malemnya sebelum tidur dia nanya “ibu kok cuma telepon sekali di India, aku bilang appa loh aku kangen ibu”. Hahahaha.

Saya jelasin aja, semua orang perlu lho pergi sendiri kalau memang mau. Appa boleh pergi sendiri (kebetulan appa abis nonton Gundala sendiri), ibu boleh pergi sendiri, Xylo juga boleh pergi sendiri (field trip sama sekolah maksudnya). Lalu udah sih dia nggak mempertanyakan apapun.

Sayanya juga nggak mau drama dengan tanya pertanyaan semacam “nanti ibu boleh pergi lagi kan?” or such. Pokoknya ya menganggap pergi sendiri itu normal aja dan boleh.

Value keluarga dan bonding anak dengan suami

Ini poin terpenting kalau mau pergi ninggalin anak lama-lama sih menurut aku. Liburan sendiri kaya gini nggak bisa ujug-ujug gitu lho. Iya betul liburannya dadakan, tapi sebelum bisa liburan dadakan, kalian harus pikirin dulu hal ini:

Pertama, gimana hubungan kalian sama suami? Ada kesepakatankah soal pergi-pergi sendiri?

Kedua, gimana hubungan suami dan anak? Apakah anak sama dekatnya dengan ayahnya seperti pada ibunya? Apakah ayahnya sanggup ditinggal untuk mengurus anak sendiri? Kalau tidak sanggup, apakah mbak/nanny/ortu/mertua sanggup?

Kalau di poin pertama suami udah nggak ngizinin misalnya, sementara kalian juga apa-apa memang harus izin suami, ya udah kalian nggak bisa pergi lah.

Anggap poin pertama oke, suami ngizinin pergi tapi gagal di poin kedua. Suami/nanny/ortu/mertua nggak sanggup jaga anak, ya gimana jugaaa. Tetep nggak bisa pergi kan.

Sementara dua poin itu harusnya udah bisa diketahui sejak awal. Soal pergi sendiri harus udah disepakati sebelum nikah sementara bonding suami dan anak harus udah bener dari jauh sebelum ada rencana liburan. Jadi ketika liburan dadakan, ya anak juga nggak merasa aneh harus sama ayahnya karena ya seru aja, sama aja mau sama ibu atau ayah.

Ingat kata mba Windi: Kalau orang lain bisa, kamu belum tentu bisa. :)))))

Iya, ibu-ibu bisa liburan tanpa anak dan suami itu nggak buat semua orang dan nggak perlu juga dilakukan semua orang. Kan ada model ibu-ibu yang memang mellow kalau ninggalin anak, atau merasa egois gitu. Kalau kalian model ibu-ibu begitu ya simply jangan pergi lah. Liburannya sekeluarga juga kan bisa.

Satu hal, jangan merasa aneh atau jadi judge ibu-ibu yang pergi sendiri karena ya kami B aja sih, anak juga baik-baik aja, suami juga oke-oke aja. JG malah bilang “kamu liburan lagi gih, 3 bulan sekali ke tempat aneh gitu biar ada konten” WEHHHH, MAU AJA SIH TAPI UANGNYA MANA LOL.

Ada pertanyaan lain juga yang mau dijawab sekalian: Kan India serem, kok suami-suami kalian ngizinin pergi sih?

Yhaaa. Gini deh dari image dulu deh, saya sama mba Windi kan bukan tipe cewek lenjeh manja gitu. Kami berdua kan tipe-tipe cewek galak berani beropini, ya suami-suami juga percayalah. Cranky memang dikasih panas, tapi sori banget nggak lenjeh. Strong women banget kami tuhhh, bukan tipe cewek yang pasrah-pasrah aja HAHAHAHA.

Udah sih segitu aja. Kalau ada yang mau ditanya silakaannn.

PS: Pas saya di Singapur Xylo masuk UGD gara-gara kepalanya kepentok TV di kantor JG sampai berdarah. Diperban doang sih nggak dijahit ahahaha. Kata dokternya bisa dijahit satu jahitan tapi nggak usahlah paling 3 hari sembuh. Dan memang iya, hari kedua udah nutup kok lukanya. :))))

-ast-




On Vlogging & Vacation

on
Friday, December 30, 2016

Seperti yang pasti sudah kalian sadari, saya gagal vlogging rutin hahahahahahaha. Ambisius banget sih emang ya untuk ukuran orang kerja, punya balita, dan masih ngotot blogging minimal seminggu tiga kali.

Tapi sebenernya yang bikin saya males bikin video adalah JG nya sibuk banget bulan Desember kemarin. 😪 Tanpa JG, mentok saya bikin beauty video aja paling, garing, nggak spesial. Dengan JG, syutingnya aja ketawa-tawa. Nggak jadi diedit dan diupload pun udah hepi.

Nah terus minggu ini saya seminggu lebih di Bandung, dari Natal sampai nanti tahun baru. Lumayan jalan-jalan! Biasanya di Bandung cuma 2-3 hari kemudian kerjanya bobo, jajan, bobo, jajan. Mandi pun nggak, boro-boro nyari kafe Instagram-able. Makan nasi pun nggak saking jajan terus dari cilok, lumpia basah sampai mie kocok. Jajan di Bandung malyfe.

Liburan ini saya jalan-jalan, makan di Miss Bee yang sungguh Instagram-able cuma antrinya nggak tahan, mampir ke Taman Lansia yang sialan isinya bapak-bapak ngerokok bawa anak semua, plus ke Makeupuccino yang ternyata harganya lebih mahal daripada beli online!

Terus ke waterboom Sabda Alam di Garut yang woowww jadi gede banget! Terakhir saya ke sana perosotannya cuma satu, kemarin ada kali delapan. Kolamnya pun banyak jadi nggak padet manusia. Worth it banget mana tiket masuknya cuma 40ribu. Di Jakarta aja sekali berenang 60ribu. 😂😂😂

Dari situ jalan-jalan ke pusat kulit Sukaregang. Jadi semacem satu area BESAARRRR BANGET isinya toko-toko yang menjual tas, dompet, dan jaket kulit. Tempatnya bagus banget, banyak tempat duduk buat yang nunggu.

Ke sini karena JG nyari messenger bag kulit. Di Instagram kan rata-rata messenger bag kulit itu harganya 1,5juta, di sini rangenya 700-900ribu bisa ditawar pula. JG dapet deh 650ribu aja kulitnya halusssss banget. Luv!

Tapi saya bete sih karena tas ceweknya "KW" semua. KW tanda kutip karena yang ditiru modelnya doang, no label, polos. Bukan level KW Mangga Dua yang dijiplak sama label-labelnya. Ya tapi tetep aja, modelnya model Longchamp, Balenciaga, Givenchy gitu kan males ya. KENAPA SIH NGGAK MODAL DESAIN SENDIRI? Bahkan pouch Topshop aja ada tiruannya loh!

Di tempat JG beli tas, aa yang jualnya bilang gini:

"Di tempat saya mah tas cowo semua teh. Maunya jual tas cewe tapi saya lagi nyari yang bisa bikin model Fossil gitu nggak mau kaya yang lain."

😩😩😩

"Kuduna mah ngadisain sorangan a, naha kudu model Fossil?"

Kemudian dia mengalihkan pembicaraan. Mungkin diri ini ngomongnya terlalu judes lol. Lagi tas 2jutaan dibikin kw kan sebel. 😩

Padahal kalau modelnya sendiri, jaitannya dirapiin, dimahalin aja pasti masih laku, soalnya kulitnya bagus. Ini yang belanja jadinya ibu-ibu yang nggak ngerti brand. Maaf maaf ya, ibu-ibu kampung gitu yang mobilnya kebanyakan stiker, tau kaannnn. Kalau modelnya bagus pasti yang dateng model ibu-ibu arisan sosialita deh, spend money nya pasti lebih banyak. 😭

Pemkot Garut tolong pertimbangkan ya. 💪🏻💪🏻💪🏻

Akhirnya selama JG muter-muter, saya gendong Bebe yang bobo dan ... jajan HAHAHAHAHAHA. Sambil duduk makan es krim green tea dengan setenteng keresek berisi kerupuk kulit (kulit sisa bikin tas kali 😂) dan bola kusut (rambut nenek kalau kata orang Jakarta), saya merenung. Merenungkan hal yang tidak ada hubungannya dengan urusan tas kulit. Yaitu:

"KENAPA YA GUE NGGAK VLOGGING?"

Padahal kan bisa jadi vlog banget. Berenang, jalan-jalan di pusat tas kulit "kw", jajan. YouTube-worthy banget huft. Saya bawa kamera, bawa GoPro, bawa hp lah jelas. Gears udah cukup banget buat vlogging. Tapi saya tetap diam dan tidak juga mulai beranjak untuk syuting.

Kemudian saya menyadari yah, I'm not into vlogging. Saya inget Agung Hapsah pernah ditanya di Q&A nya dia, kurleb begini.

"Gung, gimana caranya biar tetap semangat dan nggak males bikin video?"

Jawaban Agung dengan judesnya as usual 😂

"Kalau kamu memang malas dan tidak semangat ya tidak usah! Mungkin memang passion kamu bukan di video, tidak ada yang paksa kamu buat video. Aku tidak pernah terpaksa buat video, aku selalu semangat syuting dan edit video jadi kalau kamu malas mungkin ini bukan bidangmu."

💣💣💣 BOOM!

Agung, kamu mungkin baru 17 tahun tapi kamu benar sekali. Untuk apa melakukan sesuatu dengan terpaksa padahal tidak ada yang memaksa?

Iya saya lebih suka nulis! Saya suka bikin video tapi saya lebih suka menulis. Jauh lebih suka menulis. Saya tidak pernah menulis dengan terpaksa, saya tidak pernah habis ide. Serius. Beri saya waktu setengah jam maka jadi satu postingan baru. Itu sebabnya blog ini tetap bernyawa, karena saya melakukannya dengan seutuh jiwa.

Ahem. Ya beda tipis lah sama G-Dragon yang dalam 10 menit bisa bikin lagu baru lol.

Saya tidak merasakan semangat itu untuk vlogging. Satu-satunya sumbu semangat tersisa adalah kebutuhan ingin tampil. Ingin eksis juga di YouTube karena toh sudah eksis di berbagai channel lain. Padahal sejujurnya, saya malas sekali bikin video. 😭

Dan vlogging apalagi daily vlog itu melelahkan. Jalan aja lelah apalagi jalan sambil mikirin angle. Belum lagi angle yang diinginkan ternyata ribet yaelaahh. Kurang usaha emang, kurang niat pula.

Belum lagi harus sambil kejar Bebe! Belum Bebe rebut kamera! Dan saya kok sayang kalau jadi malah sibuk cari angle dan bukannya main sama Bebe. Bukannya enjoying pergi liburan sama keluarga.

Saya juga malas terlihat pucat di kamera. Salahkan eritrosit yang selalu kurang sampai saya harus transfusi darah saat melahirkan dan harus pakai lipstik tiap hari. Absen sehari orang kantor akan bertanya khawatir "mbak kok pucet?" Padahal emang bibir saya pucet banget aslinya, sering banget dikira sakit jadi saya harus lipstikan.

Dan kalau pergi sekeluarga saya nggak pernah pake make up sama sekali. Skin care aja udah, nggak gambar alis apalagi pake lipstik dan blush on. Jilbab aja instan. 😂😂😂

Jadi yah, minimal saya sudah mencoba. Saya sudah pernah lakukan semampu saya untuk seminggu sekali bikin video. Ke depannya mungkin saya hanya akan dandan aja, rekam pake kamera depan HP, dan upload di Instagram. Kalau level YouTube mah kualitasnya harus pake kamera banget dan itu nambah kerjaan.

Nambah kerjaan soalnya editnya harus pake laptop. Kalau dari HP kan tinggal edit di iMovie sama VivaVideo, kelar.

Ngarepnya sih syuting sama JG terus JG yang edit HAHAHAHAHAHAHHA. Auk dia suka males-malesan edit video padahal dia bisa banget ngedit video. Syutingnya aja semangat. Ya mungkin karena bukan passionnya juga sih lol.

Jadi ya begitulah. Mungkin saya jadi akan rutin upload ke YouTube mungkin juga tidak. Yang jelas saya akan tetap menulis. Meskipun menulis cerita semacam ini. Label "parenting blogger" saya lama-lama dipertanyakan ini mah, kapan nulis parentingnyaaa?

😂

-ast-




Yuk, Coba Kelas Ekonomi Premium di Singapore Airlines!

on
Monday, September 14, 2015
[SPONSORED POST]



Jadi 4 tahun terakhir, kota yang sering saya datangi selain Bandung adalah .... Singapura. Iya asli deh nggak pernah ke mana-mana lagi. Setahun sekali minimal ke Singapur karena ngefans sama Xiaxue ya suka ajah. Ngayal sama JG pengen tinggal di sana tapi nggak mampu living cost-nya hahahaha Terakhir ke Singapur itu beberapa bulan lalu waktu #XYLOTRIP ituloh.

Dan selama ini saya termasuk yang selalu berburu tiket promo buat beli ke sana. Karena yaaa, kalau bisa murah ngapain harus mahal ya kan? Bahahahahaha Dan ternyata minggu lalu ada travel fair lohhh dari Singapore Airlines dan BCA! Pada dateng nggak? Atau udah beli tiketnya? Acara tahunan yang sudah digelar 3 tahun ini kemarin digelar di Grand Indonesia Shopping Mall, Jakarta Pusat 10-13 September dengan berbagai penawaran eksklusif.




Jalan-jalan ke Taman Lansia

on
Friday, January 16, 2015
[SPONSORED POST]

Taman Lansia Bandung

Sering kan yah denger orang-orang bilang: "Zaman sekarang orang lebih suka ke mall! Bukannya ke taman!"

Pernyataan itu dipatahkan oleh ayah saya.
"Ternyata bukan orang-orang nggak mau ke taman. Kita butuh taman, buktinya sekarang taman selalu penuh. TAPI JUSTRU SELAMA INI TAMANNYA YANG NGGAK ADA."
WAAAWWW. IYA JUGA. Sebagai anak rumahan yang kalau bosen dikit langsung nge-mall saya merasa pernyataan itu tepat sekali. Waktu libur tahun baru, bosen di rumah, kami memutuskan ke taman! Kenapa? Ya karena ada taman yang dituju! Yuhuuuu!




Main-main ke Pet Park Bandung!

on
Monday, January 5, 2015
pet-park-bandung

Sebagai orang Bandung yang tinggal di Jakarta, kalau ke Bandung tuh rasanya mau di rumah aja. Leyeh-leyeh, makan masakan rumah, tidur sampai siang. Makanya meskipun saya orang Bandung, saya paling nggak tahu kalau ditanya di Bandung enaknya makan di mana? 

Mana saya tahu. LOL. Yang banyak jajan di Bandung kan justru kalian orang Jakarta, saya di Bandung justru kesempatan makan di rumah. Hahaha.

Sampai Sabtu kemarin 3 Januari. Bangun tidur bengong sama Bebe yang clingy banget nggak mau ditaro. -____- Terus mendadak pengen tur taman. Tanpa mandi, buru-buru sarapan sama ganti baju. Cus! Taman pertama, PET PARK di Jalan Cilaki. Kenapa Pet Park? Karena JG adalah pecinta binatang yang memelihara kucing serta landak di rumahnya. Terus karena nggak tahu lagi mau ke mana. Random aja pilih satu taman dari banyaaakk taman-raman tematik di Bandung.




Happy Long Weekend! (Tips Liburan ala JG)

on
Friday, March 28, 2014
JG nulis :

Ini email yang aku kirimkan ke temen-temen kantor untuk menyambut long weekend kali ini. Semoga berguna ya.

Dear All,

Selamat long weekend yah, sudah 2 bulan dari Februari awal baru sekarang ada tanggal merah. Buat yang merayakan long weekend ada beberapa tips nih :

1. Lakukan aktivitas yang melelahkan di hari Sabtu dan Minggu. Pada hari senin lakukan aktivitas yang tidak terlalu berat. Ini dilakukan agar pada hari Selasa (hari kerja) badan fit dan kerja tidak malas

2. Ambil momen momen yang bagus pada saat long weekend, nah foto foto itu di-share di media social (Path, Twitter, Facebook, dll) pada hari kerja agar mood liburannya masih terasa selama hari kerja

3. Kalo ada rezeki berlebih jangan lupa bawa oleh-oleh yah, biar kalo liburan kamu menyenangkan, temen-temen di kantor juga merasakan kesenanangan. Kamu senang dan temen-temen kantor juga seneng. Kerja juga jadi menyenangkan

4. Selamat liburaaaan!!!!

-JG-




Tentang Honeymoon

on
Tuesday, September 24, 2013
"Cieee yang ke Singapur hanimun cieeee ... "

Bosen banget dibilang gitu sama orang-orang yang tahu saya sama JG mau ke singapur akhir minggu ini. T____T

Pertama, kita ke Singapur adalah rencana dari sebelum nikah, dadakan karena dapet tiket murah (kelas menengah ngehe). Kedua, perginya sekeluarga sama ibu dan adik-adik saya. Ketiga, ini saya sama JG ke Singapur untuk ketiga kalinya berdua, masih keitung honeymoon nggak?

Tapi yah, saya emang nggak ngerti konsep honeymoon. HAHAHAHAHAHA. Kalau honeymoon artinya liburan berdua setelah menikah, ya gimana saya perginya sekeluarga. Kalau honeymoon artinya liburan berdua untuk pertama kalinya, ya ini bukan yang pertama kalinya juga sik. Kalau honeymoon artinya liburan pasca stres abis nyiapin nikah, eeerrr saya sama JG nggak stres-stres amat sih pas nyiapin nikah. :S

Kan saya sama JG anaknya kritis banget ya. *sok* Jadi suka ngotot harus tahu makna di balik sesuatu sebelum melakukannya. *halah* Kaya misalnya pre-wedding. Nggak pre-wed kenapa? Karena nggak makna. Nggak resepsi kenapa? Karena nggak makna. Nggak honeymoon kenapa? Karena ya apa bedanya sama liburan berdua aja kan ya?

Atau mungkin karena saya sama JG setelah nikah langsung jauh dari orangtua dan jauh dari siapa-siapa kali ya. Jadi di rumah aja udah honeymoon bangeeett secara cuma berdua mulu selain di kantor. lol. Ngapain jauh-jauh ke Bali/Lombok yang mana adalah destinasi standar hanimun se-endonesia. Plus saya nggak suka pantai. Panyas dan lengket, jadi nggak tertarik hanimun ala-ala newlyweds Indonesia ke tempat panas. Kecuali kalau ada yang bayarin ke Jepang atau keliling Eropa, mau tahun depan atau kapan pun I'll take it as a honeymoon. MUAHAHAHAHAHAHA. Ke Singapur mah males juga dibilang hanimun. XD

Tapi ya, honeymoon sepertinya jadi penting buat yang setelah menikah tetap tinggal dengan orangtua. Karena mungkin butuh waktu private beberapa hari untuk sejenak jauh-jauh dari orangtua dan ingin berdua aja dengan suami. :)

Jadi hanimun itu sebenernya menurut saya sih pilihan bangeeettt. Kalau udah sering jalan berdua dan di rumah cuma berdua (tanpa orangtua) sih menurut saya ya namanya liburan ajalah. Nggak usah hanimun-hanimun. lol Nggak ada bedanya kan ya? Tapi kalau kalian masih serumah sama orangtua, ya bisalah hanimun demi menjauhkan diri sejenak dari stres pasca nyiapin nikah plus quality time berdua aja kan ya.

Selamat hanimun! *lho*

-ast-