-->

Image Slider

#SassyThursday: Tentang Follow-Unfollow

on
Thursday, March 31, 2016

Jadi ehm, saya baru tau masih ada yang baper kalau di-unfollow orang di social media. Yeesssss, udah 2016 dan yang dibahas adalah follow unfollow drama, so last decade banget deh #SassyThursday nya! lol

Baca punya Nahla di sini:

Kenapa so last decade, karena yang (cmiiw) pertama kali punya fitur follow-unfollow ini adalah Twitter (2006). Dia menjawab socmed lain pada zamannya seperti MySpace, Friendster, dan Facebook yang masih mengharuskan konfirmasi pertemanan kalau ingin melihat update orang lain.





Karena Saya Tidak Percaya Prioritas

on
Wednesday, March 30, 2016

Uang dan waktu, dua hal yang harus pakai prioritas. Untuk uang saya setuju, untuk waktu saya sama sekali tidak percaya pada prioritas.

Iya, saya mulai percaya bahwa prioritas waktu itu sebenarnya tidak bisa dibuat saat punya pacar pertama. Si anu yang sekarang jadi mantan saya itu selalu bilang saya adalah prioritas pertama dia.

Somehow that's true karena kapanpun saya minta bantuan, dia pasti datang membantu. Tapi tidak di hari-hari tertentu yang datang beberapa bulan sekali. Hari-hari di mana sepupunya yang akmil di Magelang pulang ke Bandung. Hari-hari bersama sang sepupu, saya jadi entah nomor berapa. Dia menghilang. Jadi saya sebenarnya prioritas nomor berapa?





Nuxe Revê de Miel Lip Moisturizing Stick Review: #SelasaCantik

on
Tuesday, March 29, 2016

#SelasaCantik lagi niihhh. Cepet banget ya tau-tau udah Selasa lagi aja. Kali ini Wina me-review yang pasti dimiliki oleh orang yang kulitnya kering kaya saya. Saya secara nggak sadar punya banyak lipbalm dan produk lip care loh dibanding lipstik.

Ini dia review Nuxe Revê de Miel Lip Moisturizing Stick dari Wina.




#FAMILYTALK: Kapan Idealnya Menikah?

on
Saturday, March 26, 2016


Nggak kok nggak akan jawab pertanyaan itu hahahaha. Ya kapan terserah sih lol. Justru yang pengen dibahas adalah, apakah menikah di usia yang ideal?

Sayaaaa, ragu di iya dan nggak ya. Plislah hidup boleh dong kadang abu-abu. Karena nggak ada yang sepenuhnya benar dan nggak ada yang sepenuhnya salah kalau soal keputusan mau menikah kapan ini.

Baca punya Isti di sini:





Tips Memudahkan Adaptasi Anak di Daycare

on
Wednesday, March 23, 2016
Bebe di daycare mana? Di Tweede Daycare Benhil. Klik untuk baca reviewnya.
 Yang mau nanya-nanya boleh ke Instagram aku ya @annisast. Follow dulu tapi hahaha. Nggak deng, DM langsung aja bisa kok. Thank you!



HAIIII. Udah lama ya nggak nulis soal daycare. Tadinya bingung mau nulis apa hari ini, eh di-email sama seseorang yang nanya-nanya soal daycare (hai mbak!). Ya udah tulis aja deh sekalian.

Ini masih nyambung sama tulisan terakhir soal hal-hal yang paling sering ditanyakan seputar daycare. Ketakutannya adalah, apakah anak bisa beradaptasi dengan daycare yang merupakan lingkungan baru?

Kalau bayi 3 bulan sih adaptasinya cepet ya paling sehari dua hari karena dia nggak tahu juga ayah ibunya yang mana. Yang agak susah biasanya anak umur setahun gitu karena dia udah ngerti ibu ayahnya yang mana, dia udah tahu arti perpisahan *sigh*, dan kadang bingung harus main apa sama temennya. Bingung juga kenapa biasanya di rumah sama nenek/mbak doang sekarang tiba-tiba banyak anak seumurannya.

Nah ini tips saya untuk memudahkan adaptasi anak ketika pertama kali masuk daycare. Dari pengalaman aja karena banyak anak yang datang dan pergi di daycare. Tiap anak beda-beda lah jelas banget. Ada yang hari pertama langsung happy karena banyak temen, ada yang sampai dua minggu masih nangis nyari ibunya.

Tapi ya, semoga ini membantu. :)

Tips Memudahkan Adaptasi Anak di Daycare


1. Ibunya kuatkan hati


Ini sih penting banget karena hari pertama itu anaknya drama, ibu bapaknya suka drama juga. *lo aja keles*. Kata supervisor daycare saya, kalau ibu nggak tenang dan ngangenin terus, anaknya hampir pasti rewel. Jadi kuatkan hati, percayakan bahwa si anak tidak akan apa-apa. KITA BISAAAA!

(Baca: Dear, Working Mom)

2. Nggak perlu trial banyak-banyak

Ada ibu-ibu yang anaknya trial seminggu di sini, minggu depan trial di tempat lain. KAN KASIAAANNNN. Mending survey terus putuskan satu, trial langsung di tempat pilihan. Saya sih dulu nggak pake trial segala, hari pertama langsung aja bayar tetap bulanan. Alhamdulillah cocok ya.

Soalnya proses trial ini kan adaptasi juga. Kasihan lah anaknya kalau pindah-pindah tempat terus. Kupikir semua orangtua memikirkan ini tapi ternyata ada yang nggak huh.

3. Sounding dari beberapa hari sebelumnya

Yes the power of sounding dari jauh-jauh hari. Jangan nganggap anak nggak ngerti karena mereka ngerti kok. Dan sounding dari jauh-jauh hari ini juga menyiapkan mental kita sendiri sebagai ibu. Ini penting karena hari pertama menitipkan itu hati hancur lebur pengen resign aja lol.

Yang nggak kepikiran ya, siapkan juga mental suami. Ada yang ibunya kalem terus ayahnya yang kepikiran terus. Apalagi kalau anaknya cewek ya, ayahnya ngangenin terus, Dan apa yang ayah-ayah lakukan kalau kangen anak? Teror ibunya di kantor suruh supervisor kirim foto. Siapa yang terganggu karena ayah-ayah itu nggak mau whatsapp supervisor daycare sendiri? Exactly.

Jadi demi kenyamanan bersama, siapkan mental sejak jauh-jauh hari.

(Baca: 10 Alasan Kenapa Pilih Daycare Dibanding Nanny)

4. Dari hari pertama langsung full time

Nah ini nih. Banyak ibu yang nggak sanggup ninggalin anaknya terus ngelama-lamain di daycare. Pake ikut mandiin sama nyuapin makan segala. Percayalah, itu bikin si anak makin kepikiran.

Udah pokoknya kalau pagi itu jangan terlalu lama di daycare, masuk sampai ruang depan doang, absen terus say goodbye. Makin lama di situ, makin drama.

Saya kalau lagi kebetulan nganter, suka dilarang sama mbaknya untuk terlalu lama. Karena kalau saya masuk dulu, main dulu sama anak lain, kelarlah Bebe maunya terus sama saya. Dan efeknya bisa jadi seharian Bebe rewel.

Ada juga yang setengah hari dulu. Menurut saya jangan sih, besoknya anak akan nunggu kok nggak dijemput lagi? PHP kan jadinya. Tips saya mah dari hari pertama langsung full time aja pokoknya.

5. Jangan ditengokin siang-siang

Ini juga sama efeknya sama nomor 4. Karena anak itu kalau ketemu ibunya manja luar biasa. Jadi misal dari pagi sampai siang dia kalem, eehhh ditengokin ibunya pas jam makan siang. Kemungkinan besar anak jadi rewel karena ditinggal lagi. Setelah kita pergi dia akan tetap rewel. Kasihan.

Jadi udahlah jangan egois, iya egois karena yang kangen itu emaknya doang. Anaknya mah lagi main aja happy sama temen-temennya.

Atau ditengokin siang karena anaknya rewel? MAKIN KASIAAANNN. Karena anak dalam kondisi rewel, berharap ada ibunya terus, eh ibunya dateng setengah jam terus pergi lagi. Makin susah si anak untuk jadi nggak rewel.

6. Main dulu di daycare

Nah, sebaliknya kalau pulang, saya selalu sempatkan main dulu di daycare. Tujuannya biar Bebe ngerti sih kalau saya juga nyaman ada di sana. Saya sempatkan main dulu sama anak-anak daycare biar tau karakter anak-anak lain juga.

Saya biasanya bacakan buku buat Bebe atau menemani main sepeda dan perosotan. Bebe senang sekali.

(Baca: Mengasuh Anak Sendiri Dibanding Diasuh oleh Kakek Nenek)

*

Udah itu aja. Selamat kangen anak!

-ast-