#FAMILYTALK: Calon Suami dan Poligami

on
Saturday, October 24, 2015


Jadi, dalam sejarah #FAMILYTALK (iyah yang baru episode keempat iniihhhh), mungkin ini tema tersulit yang akan saya tulis. Nggak tau deh kalau buat Isti, soalnya Isti semangat banget ingin nulis ini zzzzz *bobo*

Yes, topik yang hot minggu ini: POLIGAMI.

T_________T *mendadak mellow* *anaknya gampang jealous*

Baca versi Isti di sini:

Disclaimer dulu bahwa saya tidak punya pengalaman langsung dengan poligami. Ayah, mertua, suami, tidak berpoligami. Jadi yang saya tulis di sini murni pandangan saya sebagai "orang luar". Saya mungkin hanya melihat dan menulis dari kulitnya saja. Dan maaf sekali tidak akan menyinggung soal agama. Semua murni masalah hati. *ceile* Mohon maaf kalau ada salah-salah kata. :)


*

Menulis ini pun (seperti juga menulis kebanyakan topik lain sih), saya diskusi panjang dengan JG. Butuh pandangan dari laki-laki karena toh kita-kita ini yang perempuan urusannya langsung makjleb sama hati aja kan kalau denger kata poligami.

Menurut JG, it's all about choice. Life is all about choice. Dalam kondisi tidak mau dipoligami, sebagai perempuan punya pilihan apa kita?

*

Waktu nonton video mbaknya yang viral kemarin itu, saya hiks hiks sedih mellow dan langsung telepon JG.

Saya: "Huhuhuhu sedih banget suaminya jahat huhuhuhuhu mana lagi hamil huhuhuhuhu" T_______T

JG: "Biarlaahhh, kan dia sendiri yang pilih suaminya."

Iya ya bener juga ya. Makanya poin memilih suami ini krusial sekali loh. Banyak sekali yang harus ditanyakan, didiskusikan, butuh waktu panjang karena menikah bukan hanya sekadar keberanian melamar pada ayah calon istri.

BUKAN. Kecuali kalian berdua soleh solehah banget dan bisa ikhlas menerima segala sesuatunya. Tanpa ngedumel tanpa bete tanpa "ya ikhlasin ajalah gimana lagi kan udah nikah".

Ikhlas sama pasrah beda, sis.

Buat saya, ikhlas itu menerima semua dengan lapang dada dan bahagia. Pasrah itu menerima semua meski dengan nangis darah.

Yang berani melamar seketika, belum tentu cocok sama kita dan bisa bikin bahagia. Makanya saya agak gimana gitu karena akhir-akhir ini banyaakkk sekali yang nikah dengan cara seperti itu.

Kalau ada cerita temen yang nikah padahal baru kenal seminggu dua minggu karena "abis dia berani lamar langsung" saya pasti langsung kasih blog post di andalan bawah ini. Iya tau taaruf tau, tapi benarkah sudah diskusi sedalam itu? Nggak butuh berbulan-bulan juga kok kalau memang nggak mau pacaran, tapi semua pertanyaan ini baiknya memang didiskusikan.

(Baca: 30 hal super penting yang harus ditanyakan pada calon suami!)

Plis, diskusikan dulu. Ngobrol panjang dulu. Yang nggak mau ngobrol berdua, ya ajaklah sahabat cewek atau adek untuk nemenin ngobrol sama calon suami. Buat perjanjian pra nikah kalau perlu. Selamatkan pernikahan sebelum dimulai.

Beda urusan kalau sebelumnya udah temenan ya. Atau minimal orang itu adalah sahabatnya sahabat kita yang kita percaya 100%. Meski nggak pacaran tapi bisa taulahhh gimana orangnya. Ini mah ga dikenal, terus kenalan, kucluk-kucluk ngajak nikah. Duh.

Kecuali apa? Kecuali soleh solehah banget dan bisa ikhlas menerima segala sesuatunya. Tuh udah dua kali saya ulang.

Tapi kan meski udah didiskusikan semua,  kita nggak tahu kalau suatu hari orang akan berubah?

Yes. Itulah ketika kita dihadapkan dengan pilihan-pilihan lainnya dalam hidup. *menghela napas panjang*

Coba kita runut satu per satu.

1. Tanya calon suami: apakah pernah terpikir akan poligami?

IYA HARUS DITANYA SEBELUM NIKAH PLIS. Banyak yang mensyaratkan "mau menikah asal tidak dipoligami"seperti Isti. Ini boleh juga, tapi kekuatan hukumnya ada kah? Harus diperjelas lagi, apakah kalau poligami berarti pernikahannya batal/otomatis akan cerai?

JG nggak kepikiran sih katanya. GOOD!

2. Apa jawaban calon suami?

Nggak terpikir? Yakin bukan cuma bikin kita seneng aja? Huh gimana ya caranya biar tahu ini orang tulus atau nggak? Bisa ditanya bagaimana pandangannya tentang poligami. Jawabannya bisa tersirat banget kok ini orang "tampaknya" akan poligami atau nggak.

Jawaban JG: "Nggaklah repot. Kamu aja satu repot apalagi dua."

Alhamdulillah ya ternyata jadi pacar dan istri ngerepotin ada berkahnya juga lol Jadi percayalah, ada pria-pria yang memang nggak kepikiran sedikitpun, ada juga yang "nggak tahu" alias ya mungkin someday mungkiiiin aja sih, tapi mungkin juga nggak. *ribet*

Ya tapi minimal jawabannya bisa jadi bahan pertimbangan sekalihhhh. Daripada nggak nanya sama sekali?

3. Kenapa saya tidak mau dipoligami?

Karena saya pelit berbagi apalagi urusan hati. Yaeyalaaahhh. Urusan yang satu ini kan memang sulit dimengerti ya. Default setting untuk hati kan begini, ketika tombol permintaan untuk dibaginya dipencet, dia otomatis akan patah berkeping-keping. *duh analoginya*

Jadi mungkin banget ada yang settingan hatinya beda sama saya dan bersedia dipoligami. Tapi saya enggak. Menikah bagi saya itu untuk dua orang. Bukan untuk tiga, empat, apalagi lima orang.

Akan lebih baik jika saya menikahi orang dengan pandangan yang sama. Jadi jelas kan kenapa poin nomor 1 itu penting sekali? Jelas kan kenapa saat memilih itu harus benar-benar ditanya segala sesuatuanya?

4. Apakah percaya sepenuhnya bahwa calon suami tidak akan poligami?

Ya insya Allah percaya. Kalau sudah didiskusikan sedalam mungkin kan ya apalagi sih yang bisa kita lakukan. Kalau saya sih kok ya percaya suami nggak akan poligami bahahahahaha Karena yah feelingnya sama kaya waktu "ok he's the one".

Komunikasi kami berdua berjalan sangat lancar sampai rasanya apapun dia tahu. Tidak ada yang disembunyikan. Semoga begini terus selamanya ya. Karena buat saya, komunikasi itu berkaitan erat dengan kepercayaan. Kalau sudah ada yang disembunyikan, ya gimana mau percaya?

Jadi saya suka bingung sama pasangan yang jarang berkomunikasi. Bahkan tidak tahu saat ini suaminya sedang apa di mana. Tahunya hanya malam ia pulang ke rumah, pagi ia pergi ke kantor. Entah makan siang di mana, entah melakukan apa selama di kantor (YA KERJALAAHHH). Rasanya kok ada yang salah ya?

Saling mengabari itu manfaatnya banyak loh. Misal JG bilang, makan siang mau ke Lotte, terus di jalan ada apa-apa (padahal belakang kantor doang sih), saya akan lebih cepat tahu. Saya tahu persis dia terakhir berada di mana.

5. Apa yang akan dilakukan kalau itu menimpa saya? Suami tiba-tiba muncul dengan pernyataan ingin poligami?

Banyak yang memilih untuk bertahan dan merelakan demi anak-anak. Ini bikin mellow asliii T______T Kenapa yang harus merelakan hati demi anak-anak itu selalu dari pihak istri? Kenapa bukan suaminya yang merelakan tidak jadi poligami demi anak-anak?

Takut anak-anak jadi tidak punya sosok ayah? Tapi bagaimana dia melihat sosok ayah panutan itu malah menyakiti ibunya? Yang membuat ibunya tidak bahagia? Apa lebih baik sosok ayah seperti itu atau tidak ada sama sekali?

Meskipun bercerai tak pernah terbersit sedikitpun dalam pikiran, tapi jika itu terjadi saya pilih yang kedua. Tidak ada "ayah" sama sekali untuk anak-anak. Anggap saja ayahnya meninggal dunia.

Duh ngomong kaya gampang banget yah. T______T

JG menekankan di poin ini: Perempuan HARUS financially independent. Meskipun dia yakin suaminya tidak akan poligami, meskipun dia yakin mereka tak akan berpisah selamanya. Kenapa?

Ya itu dia, pertama untuk berjaga jika suaminya lebih dulu meninggal dunia. Yang kedua, jika berpisah. Yang ketiga, ya agar dia punya kepercayaan diri lebih karena kasarnya bisa "belanja" pakai uang sendiri.

Kalau bahasanya Makpuh Indah Juli (eeaaa bawa-bawa orang, orangnya nggak tahu gue bawa-bawa), "Gue cari duit sendiri buat belanja diri sendiri, buat jajan anak-anak. Biar nggak sirik kalau lihat orang punya barang bagus karena mampu beli sendiri."

Good point.

Lagian kerja zaman sekarang kan nggak perlu di kantor. Bisa dari rumah, bisa blogging, nulis, jualan, MLM, apapun. Tapi minimal nggak bergantung 100% dari suami. Yuk kalian pasti bisa ibu-ibuuuu. Ibu-ibu kan jagoan banget multitasking, saya percaya, semua pasti bisa punya penghasilan sendiri. :)

(Baca: Serunya Baca Status Para Pelaku MLM di Facebook!)

*

Satu hal setelah semua panjang lebar ini. Orang bisa banget berubah. Bahkan orang baik sekalipun bisa berubah dalam satu malam. Tapi ketika yang terburuk terjadi, minimal kita sudah punya skenario akan seperti apa hidup selanjutnya.

Have a nice weekend!

-ast-
LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

18 comments on "#FAMILYTALK: Calon Suami dan Poligami"
  1. Jawaban Mas JG kayak jawaban suamiku, satu aja repot apalagi dua, wkwkwwk :D

    ReplyDelete
  2. dari awal nikah udh bicarain poligami, ternyata suami emang udh niat poligami. Aku sih gak mslh. Bukan karena sholehah yah. Tapi poligami itu hak suami. Cemburu pastilah. Tapi percaya aja ada hikmah dibalik semua itu. Poligami emang sakit tapi lebih sakit lagi kalau nolak. Kalau udh siap mungkin sakitnya gak seberapa *sotoy* :D
    Tapi aku jg ngasih syarat untuk poligami. Kalau calonnya harus aku yg cari. Suamiku gk blh jatuh cinta sm cwek lain selama msh nikah sm aku.
    Kadang aku isengin mw dicariin yg tua dan janda, hahaha.

    ReplyDelete
  3. Udah sering nanya gituan ke tuan besar, fan jawabnya selalu sama! " satu aja ga abis2, masa mau nambah"

    ReplyDelete
  4. SUKAK dan SETUJU pake BANGET sama postingan teh icha ini...
    Aku sama calonku pacaran uda hampir 7 tahun...kenapa blm nikah2? ya karena banyak yg harus didiskusikan lebih mengenal lagi, gak ujug2 tiba2 kayak yg mba icha bilang baru kenal seminggu lgsung ucluk nikah...Dan ketika calonku ditanya soal poligami swm jawabannya persis kayak suami teh icha...Alhamdulillah ya sesuatu...Katanya satu aja (aku) cukup gak abis2 hahaha... *emang makanan*

    Ini aku jadi terinspirasi ini dari tulisan teh icha, mau buat postingan tentang nikah juga akh hihihi...

    ReplyDelete
  5. Kalau gitu aku mau jadi calon istri yang ngerepotin aja aaah hahaha...lalu keluar suara jangkrik. Soal poligami emang selalu menarik ya, Cha. Dan aku suka pengen noyor cowok yang ngomong soal poligami dengan raut muka yang menyiratkan ngeles dibalik dalihnya. *pegang kuat-kuat batu ulekan*

    ReplyDelete
  6. aku juga sebagai seorang laki-laki juga gitu waktu sebelum nikah
    aku tanyain dulu calonku, kira2 siap ga dipoligami
    kalo jawabannya siap, lanjut nikah
    kalo jawabannya enggak, batal :D

    ReplyDelete
  7. Panggil Nengnong Irma, tu kalimat penutupnya tu sama dengan yang sering banget aq ucapin sampe berbuih : kenapa perempuan harus egois & mencintai diri sendiri? Karena setiap orang terutama laki2 itu mudah berubah dalam sekejap. Iya klo brubahnya dalam positif, klo negatif & kita ga sedikit egois mencintai diri sendiri, pasti ikut nyungsep ga mup on2 ����

    ReplyDelete
  8. aak aku terharu dikasih motivasi utk punya penghasilan sendiri :')

    motivasi udh ada Mak. cuma yaa.. gitu deh. tetap semangat!

    ReplyDelete
  9. Setujuuuuu makkkkk
    #tosss
    Bener2 ga ngerti sama mrk yg kenal seminggu baru nikah
    Bener sih pacaran dilarang,,tpi kta butuh mengenal pasangan lebih dalam
    Melepas topeng masing2
    Aku pacaran 2 tahun dan masih berdiskusi ini itu mending berantem sekarang dripada nanti

    Sama kaya JG pacarku bilang
    "Memperjuangkan kamu aja aku nangis darah,,udah dapet ngerepoting eh mo nambah lgi ga deh"

    Maaf yaakkk tapi aku masih melihat laki2 itu poligami hanya urusan ego dan sex semata

    ReplyDelete
  10. "...Perempuan HARUS financially independent." ini poin penting yang sering aku dptin dr org2 sekitarku, bahasan poligaminya kalo dr awal udah BIG NO ya tau alesannya pasti sama...seputaran PRINSIP #cmiiw

    kalo si perempuannya bisa independent dalam artian biasa mandiri, NAH istrinya aja bisa mandiri apalagi suami dan anak2nya nanti..aamiin :)

    ReplyDelete
  11. hehehehe....poligami...banyak istri apa bisa adil..? apa kuat fisik...apa kuat ekonomi...? gak la yaw
    btw
    salam kenal mbak eee

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Aku juga masih menganggap poligami itu baru sebatas ego & sex
    Karna, kalau mikirin lebih lanjut, apa siap seorang laki-laki dari segi financial & emosional untuk berpoligami
    Istri 1 aja kadang manage emosi nya ga gampang wkwk..gitu sih kalau kata suami aku XD

    ReplyDelete
  14. Poligami itu sunnah mbak tapi Adil itu wajib.... dan Adil di dunia ini uwow terwujud aja alhamdulillah hahaha.. poligami itu kayaknya istri pertama kudu pulang ke Allah dulu mbak hehe....kalo rejekinya isrrinya itu teruss malah yg mati duluan suaminya yaaahhh emang tiada poligami dah... hehe... poligami hanya emergency kalo bagi saya mbak.... pintu darurat saja... hehe pizzz nice tips mbak... wahhh jadi kapan saya berani nikah ya?? haha haseee slm kenal mbak kunjungan perdana ni cipz....

    ReplyDelete
  15. ikhlas that's the point,, tapi pie ? kan cuma kita dan maha Kuasa yang tau ,,
    Nggak nolak poligami, wong itu juga sah dalam agama. Tapi untuk diri sendiri jangan ya ALLAH,, jangan ^_^

    ReplyDelete
  16. Hihi.. si teteh mah.. lucu itu suaminya jawabannya.. hahaaa

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)