Semangat Shanti Persada Melawan Kanker #FinishTheFight

on
Thursday, October 29, 2015
Photo by: Darwis Triadi.

Setiap kisah selalu punya dua sisi. Kalau cerita tante saya membuat mengharu biru, beda lagi dengan kisah perempuan satu ini. Ia juga divonis breast cancer 5 tahun lalu. Bedanya ia malah menginspirasi banyak orang. Termasuk saya. :)

Hari itu ruangan depan kubikel saya terisi orang baru. Perempuan berkulit putih dengan rambut sebahu. Sepatunya selalu berhak tinggi. Dressnya selalu licin rapi. Berbeda dengan saya yang kadang rasanya ingin dasteran saja ke kantor hahaha


Satu hal, wajahnya sama sekali tidak asing. Mencari tahu namanya, saya langsung browsing: Shanti Persada. Cobalah sendiri, apa yang muncul di Google. Pantaslah tidak asing, wajah ini sering muncul di media.

Iya, mbak Shanti begitu saya biasa memanggilnya adalah seorang cancer fighter. Ia founder komunitas Love Pink Indonesia. Komunitas yang ia dirikan sebagai support group bagi para cancer fighter.



Mbak Shanti divonis kanker payudara 12 Maret 2010. Di acara Kick Andy setahun yang lalu, ia mengaku tak pernah menyangka harus hidup bersama kanker. Apalagi saat itu, ia langsung divonis di stadium 3B di payudara kanannya.

"Sabtu pagi itu saya ke ahli onkologi, tapi kondisi payudara saya sudah seperti kulit jeruk dan puting tertarik ke dalam. Dokternya terkejut melihat kondisi fisik payudara saya dan memperkirakan sudah stadium 3B. Saat itu, dunia seperti berhenti berputar," ujarnya.

Namun kemudian, ia teringat ibunda dan anak perempuan satu-satunya di rumah. Ia pun bertekad harus sembuh dan sehat kembali.

"Saya terpikir mama saya umurnya 81 tahun waktu itu, beliau masih sehat dan kuat. Saya mau anak saya ketika seusia saya, masih punya ibu seperti saya," lanjutnya.

Mendirikan LovePink

Mbak Shanti kemudian menjalani serangkaian perawatan. Ia bertemu dengan Madelina Mutia yang juga sedang berjuang dengan kanker yang sama. Mereka berdua kemudian membentuk support group bernama Love Pink pada 2012.

Love Pink didirikan untuk membantu penderita melewati masa kritis selama perawatan. Misinya adalah memberi dukungan mental pada teman-teman yang terdiagnosa kanker dan mengkampanyekan deteksi dini payudara.

Punya pengalaman sebagai cancer fighter membuat keduanya tahu persis bahwa mental support adalah kekuatan utama untuk bisa menjalani berbagai rangkaian terapi untuk proses penyembuhan.



Terakhir, Love Pink menggelar event Jakarta Goes Pink yang diikuti oleh 9 ribu orang 4 Oktober lalu. Berpakaian pink, mereka berjalan kaki dari Parkir Timur Senayan sampai Jalan Jenderal Sudirman. Semua untuk meningkatkan kesadaran bahwa kanker payudara bisa datang pada siapa saja. Pada pria sekali pun!



"Sebagai penderita kanker payudara, pelajaran paling berharga yang kami dapatkan adalah bahwa sikap dan cara pandang merupakan hal yang yang terpenting. Masing-masing dari kami masih berjuang, tetapi kami tidak lagi menghadapinya sendiri." -- Love Pink.
*

Beberapa bulan berlalu setelah pertemuan pertama itu, saya jadi sering bertemu dengan mbak Shanti karena minimal seminggu sekali kami weekly meeting bersama. Sampai suatu hari di pertengahan minggu, ia bilang harus check up rutin ke Singapura.

Hari Senin ia sudah masuk kerja kembali. Dengan high heels berwarna peach dan dress selutut dengan outer berwarna senada. Saya ingat persis ia membawa buah untuk cemilan saat meeting. Siangnya ia mewawancarai seorang calon karyawan. Ia memanggil saya ikut masuk ke ruangannya.

Usai wawancara, calon karyawan pulang. Saya menanyakan kabar. Bagaimana Singapura?

"Iya jadi kemarin waktu check up, ternyata ketemu lagi, Cha. Di sini," ia berbicara sambil menunjuk lehernya. Nada bicaranya santai sekali. Seperti orang yang menunjukkan ada bentol gatal digigit nyamuk semalam. Yang terkejut siapa? Ya saya dong.

"Hah?! Ketemu apa? Kanker lagi?" tanya saya. Ia kemudian menjelaskan ya, kanker kelenjar getah bening. Dan langsung dioperasi saat itu juga.

"Buat apa sih ditunda? Toh ujungnya harus operasi juga kan. Dokter tanya apa aku nggak ingin konsultasi sama keluarga dulu di Indonesia? Tapi untuk apa? Malah buang waktu kan minggu depan harus ke Singapura lagi," ujarnya.

Padahal ia ke Singapura hanya berdua dengan anaknya. Selama ia check up, anaknya jalan-jalan karena tak tega anak 15 tahun harus menemani ibunya di rumah sakit. Lagipula ia bisa sendiri. Bahkan saat keputusan operasi pun, anaknya tak diberitahu.

Setelah sadar benar dari operasi, dia langsung pulang ke hotel tanpa rawat inap. Rumah sakit Mt Elizabeth memang tak pernah menahan pasien untuk rawat inap jika tidak sangat kritis. Menurut pihak RS, orang sakit sebaiknya dirawat di rumah, karena rumah sakit justru sarang penyakit.

"Kemarin tuh passs banget cek tahun kelima. Eh nggak lolos, dikasih tantangan lagi. Ya udah jalani aja," katanya.

Jadi begini, seseorang yang sudah pernah kanker, harus rutin check up 6 bulan sekali untuk memastikan sel-sel kanker itu benar-benar bersih. Nah jika sudah lewat 5 tahun dan benar bersih, maka bisa dibilang sebagai cancer survivor. Tapi ketika belum lewat 5 tahun, maka ia masih seorang cancer fighter. Tepat di pemeriksaan tahun kelimanya, mbak Shanti ternyata terkena lagi kanker getah bening dan menyebar ke paru-paru.

Ia pun kemudian menjalani operasi dan kemoterapi lagi. Untuk proses pengobatan kali ini ia sempat terbang ke Guang Zhou dari Mei hingga Agustus 2015. Beberapa kemo juga dilakukannya di sana.

Di sela-sela kesibukannya bekerja dan bersama Love Pink, mungkin sedikit sekali yang tahu kalau ia masih menjalani kemoterapi. Teman-teman kantor saya saja malah banyak yang tidak tahu kalau ia seorang cancer fighter. Kenapa? Karena tidak terlihat sama sekali. Ia selalu segar dan ceria. :D

Karena merasa cantik itu penting bahkan saat kita sedang berada di titik terendah. Jadi ia selalu memastikan untuk tampil cantik dan berdandan agar auranya positif. Agar orang yang melihat pun senang dan tidak terbawa negatif.

"Waktu gue operasi cancer yang pertama, temen-temen bagi tugas. Pas keluar ruang operasi, siapa yang mau pasangin lipstik. Bener dong, begitu kelar operasi, gue langsung dipakein lipstik merah," ujarnya sambil tertawa.

Sebelum pergi ke Guang Zhou, saya dan beberapa teman sempat menjenguknya di rumah sakit. Kali ini bukan hanya lipstik merah, tetapi bulu mata palsu juga siap siaga. Pin berbentuk pita pink juga disematkan di bajunya sebagai tanda kalau ia sedang berjuang.

Meski di rumah sakit, mbak Shanti tidak tiduran, duduk tegak seperti orang sehat. Mengobrol dan tertawa seperti tak ada apa-apa. :)



Setelah itu kami jarang bertemu. Sesekali saya menyapa via WhatsApp, mengucapkan selamat ulang tahun. Memberi icon love di status Path-nya yang selalu sibuk wara-wiri dengan kampanye Love Pink. Apalagi bulan ini memang bulannya kanker payudara, sibuknya tiada dua.

*



Sampai beberapa hari lalu. Di ulang tahun XL yang ke-19, saya datang sendirian. Di barisan terdepan duduklah ia bersama dua temannya dari Love Pink, Samantha Barbara dan Dede Gracia. Ternyata CEO XL temannya semasa kuliah. Saya langsung menyapa dan jadi duduk di sebelahnya. Di depan kami, duduk berbaju putih bapak Menkominfo Rudiantara.

Tak menyia-nyiakan kesempatan, ia langsung memperkenalkan diri pada Pak Menteri. Memberinya booklet Love Pink, mengajaknya bekerjasama. Pak Menteri setuju.




Pak Menteri tak tahu, mbak Shanti bersama rombongan Love Pink baru datang dari Bandung kemarin. Bertemu dengan Walikota Bandung Ridwan Kamil, bertamu dan mengajak serta untuk kampanye kesadaran akan kanker payudara. Kang Emil memberi satu karyanya (saya lupa bentuknya apa) untuk dilelang dan hasilnya disumbangkan bagi para cancer fighter.


*

Jadi ya, kanker payudara bisa terjadi pada siapa saja. Tidak bergantung pada usia, status sosial, atau status ekonomi. Punya tante yang meninggal dunia karena kanker payudara saya tahu sulitnya untuk bertahan karena rangkaian pengobatan yang banyak dan menyakitkan. Tapi dunia belum berakhir.

Tetap semangat! Kalau menginspirasi, share yuk tulisan ini. Agar lebih banyak lagi yang teredukasi dan terinspirasi. Klik button share di bawah postingan ini ya! :)


Lebih lengkap tentang kanker payudara bisa diunduh di sini.

#finishthefight #gopink #breastcancerawareness.

Sumber foto: dokumentasi pribadi, dokumentasi Shanti Persada, dan Facebook LovePink Indonesia.

-ast-
LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

10 comments on "Semangat Shanti Persada Melawan Kanker #FinishTheFight"
  1. Aku selalu parno duluan kalau mau periksa ke dokter. Jadi, selama ini berusaha pakai teknik SADARI aja. Salut buat bu Shanti, tetap kuat dan semangat menjalani hidupnya. Inspiring woman ^___^

    ReplyDelete
  2. aku belum pernah mengalami kanker payudara karena kebetulan termasuk penderita kanker minoritas. Tapi kerennnn mbak shanti ini ya ^^...semoga selalu sehat :*

    ReplyDelete
  3. sahabat baikku dulu meninggal karena breast cancer jg, Cha. Dan sepakat, sikap dan cara pandang itu ngaruh banget ya..

    ReplyDelete
  4. Semoga semakin SADARI untuk masing2 . untuk mbak shanti : Semoga ALLAH memberikan kemudahan bersama komunitas love pink

    ReplyDelete
  5. Perempuan itu sangat rentan ya mak.. semenjak kemarin ikut seminar tentang Breast Cancer aku sekarang lebih awere ni.. lebih awere dari apa aja.. dari segi makanan dan pola hidup.. hihihi..
    btw.. aku sudah follow blog mu nis..

    ReplyDelete
  6. semoga selalu diberikan kesehatan mbak

    ReplyDelete
  7. Jadi inget pas kakakku juga harus survive dari kanker payudara, mulai saat itu Fenny juga jadi rutin cek payudara sendiri. Luar biasa ya mbak Shanti, nitip peluk kalau ketemu lagi

    ReplyDelete
  8. Mba Shanti hebaaat :)...dan suka dengan semangatnyaaa...semoga aku bisa join Love Pink Community nantinya setelah kembali ke tanah air..semangat untuk sembuhnya yang perlu selalu dijaga. She is such an inspiration :)

    Terima kasih sudah ikutan GAku #finishthefight #gopink #breastcancerawareness yaaaa :)

    ReplyDelete
  9. Menginspirasi sekali. Semoga mbak Shanti tetap sehat dan disembuhkan kankernya..

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)