-->

JG & AST vs Life #1

on
Monday, November 25, 2013
let's have a good life :)


Selamat datang di segmen terbaru blog JG & AST, yaitu "JG & AST vs Life"! Wohooo! *throw confetti*

Jadi kalau lagi ada kesulitan atau iri sama orang lain yang baru beli rumah mewah JG selalu bilang: "yah, life.." Tapi uniknya *alah* kalimat itu juga disebut kalau kita mendengar orang lain yang hidupnya kurang beruntung. Jadi kalau kasian sama cerita hidup orang, JG juga biasanya bilang "yah, life..".

Nah terus karena saya sama JG anaknya suka ngobrol sama orang, jadi banyak tau cerita orang lain. Terutama supir taksi dan supir travel. Cerita mereka banyak ajaibnya, bahkan banyak yang nggak pernah terbayangkan sebelumnya ada orang yang ngejalanin hidup kaya gitu.

Dua tahun di Jakarta dan kemana-mana naik taksi, saya udah denger ratusan supir taksi cerita kisah hidup mereka. Sayang dari dulu nggak pernah ditulis. -_____- Jadi mulai sekarang mau ditulis. Banyak yang inspiring, banyak yang bikin mangap, banyak yang sulit dipercaya.

Cerita pertama datang dari supir X-Trans, Kamis 7 November kemarin (udah lama jis, masa baru sempet nulis sekarang -____-). Saya dan JG belum booking dan yang tersisa cuma kursi di depan, akhirnya duduk di depan berdua. Kalau udah duduk di depan gini, sadar nggak sadar pasti ngobrol sama supirnya.

Waktu itu saya dan JG pulang jam 8 malem. Supirnya mukanya kaya bukan orang Bandung, kaya agak Jawa gitu. Umurnya late 40-an, rambut di kepalanya udah tipis jadi dibotakin. Badannya tegap dan item kebakar matahari. Garis mukanya ramah makanya ingin ngobrol. Hahahaha. Supir X-Trans dari Pancoran biasanya memang orang Bandung. Tapi karena mukanya nggak Sunda jadi bingung mau nanyanya bahasa Sunda atau bahasa Indonesia. *penting*

Saya: "Bapak orang Bandung bukan?"

Supir: "Bukan"

Saya: "Oh..." *jadi agak sungkan* "Tapi rumahnya di Bandung?"

Supir: "Iya saya dari tahun 90 udah di Bandung. Saya orang Solo, istri saya juga orang Jawa tapi udah lahir dan besar di Bandung jadi ya orang Jawa bukan, orang Bandung juga bukan"

Saya: "Hehehehe. Iya pak, pasti istrinya bahasa Sunda nggak lancar, bahasa Jawa juga nggak lancar ya"

Dan begitulah cerita dimulai. Kalau pertama kali ngobrol sama supir X-Trans, pertanyaan pertama saya pasti "rumahnya di mana" kedua "udah kerja berapa lama, sebelumnya kerja di mana". Pertanyaan pertama "rumah di mana" itu bisa jadi obrolan panjang karena mungkin saya kenal daerahnya. Pertanyaan kedua "udah kerja berapa lama, sebelumnya kerja di mana" ya karena kepo aja. -______-

Ah anjir, jawaban "sebelumnya kerja di mana" sayanya lupa. *fail* Tapi yang menarik adalah ketika saya nanya, di waktu luang kalau nggak nyetir, dia ngapain. Jadi fyi, supir X-Trans itu sistemnya 1-1. 1 hari kerja, 1 hari libur. Jadi selang sehari libur. Saya nanya kalau lagi libur biasanya ngapain. *kepo sedunia* JAWABANNYA ADALAH. JENG JENG:

Supir: "Saya kerja di Prudential"

Saya dan JG: "HAH?!!!" *menjaga jarak takut ditawarin asuransi wtf* "Aduh bapak nggak akan nawarin asuransi ke kita kan? Jadi agen, pak?"

Supir: *ketawa* "Iya, lumayan, sebulan soalnya saya kena terus target, jadi uangnya ada."

Saya sama JG bengong aja. Speechless ih! Kerja jadi agen asuransi kan susah nyari klien. Terus harus nyetir Jakarta-Bandung-Jakarta setiap dua hari. Kalau capek gimana!

Supir: "Nggak capek, udah biasa"

Iya sih, kelihatannya juga fit kok bapaknya. Bukan yang kelihatan capek atau ngantuk. Tapi tetep aja. Ini adalah supir pertama yang saya dan JG ajak ngobrol dan punya sampingan kerjaan yang nggak ada hubungannya sama mobil-mobilan atau nyetir-nyetiran. Saya sama JG masih bengong, dia lanjut cerita sendiri.

Supir: "Saya juga suka dapet proyekan. Ngecek kondisi tanah buat bangunan."

Saya makin bengong. JG mulai tertarik dan nanya lebih lanjut maksudnya apa, caranya gimana.

Supir: "Iya jadi setiap mau ada bangunan baru itu kita cek kondisi tanahnya, kekerasannya gimana, bla bla bla bla bla *saya nggak tertarik jadi nggak dengerin lol* Jadi setiap 50 meter kita bikin 2 hole, satu pake bor tangan satu pake bor mesin. Diambil sampel tanahnya, dibawa ke lab buat diperiksa, kuat nggak tanah di situ buat jadi bangunan sekian lantai."

Saya makin bengong. Pertama nggak ngerti dia banyak ngomong istilah teknis. Kedua ya Allah, ini bapak hardworking banget. T_____T JG dan bapak supir terus aja ngobrol soal tanah, apalagi ternyata bapak ini sering ngecek kondisi tanah buat tower BTS, kerjaannya JG banget dulu ya kan. Ngobrollah mereka tentang cek tanah pertanahan buat bikin tower.

Supir: "Parkiran PVJ itu saya juga yang cek loh tanahnya. Weekend ini mau ngecek buat wisma mahasiswa Minang."

Oh bapak inspiring sekali. Mari kita lanjutkan kepo tentang kehidupanmu, pak.

JG: "Wah bapak nyari uang terus nih, pasti mau naik haji ya pak? Hahaha"

Supir: "Yah buat istri sama anak-anak"

JG: "Anaknya berapa emang pak?"

Supir: "Anak saya dua, tapi ibunya juga dua. Hahahahaha"

Saya bengong. JG menguasai suasana: "Wah hebat nih bapak, anaknya dua-duanya berarti sulung semua ya pak? HAHAHAHAHA"

-___________________________-

Ternyata bapak supir itu istrinya beneran dua. *flat face* Makanya dia harus kerja keras buat menghidupi istri-istrinya. GOD! Ya nggak apa-apa sih. Mending kan ya tanggung jawab.

Dari situ saya tidur karena udah ngantuk banget. Padahal masih kepo apakah istri pertamanya tau kalau dia punya istri kedua. *alah jadi rumpi*

Semoga cerita ini bisa menginspirasi yah. Hahaha.

See you!

-ast-




LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!
Be the First to Post Comment!
Post a Comment

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)