Image Slider

Online Shop Nowadays

on
Friday, December 2, 2016

Jadi gue baru mendapat ancaman, gengs. Gue diancam akan di-blacklist kalau dalam 24 jam nggak transfer ke online shop di mana gue beli pin Sailormoon seharga Rp 12ribu. Barang yang kurang penting memang ya. Gue bayar sih in the end karena pengen hahaha.

Bukan masalah harga atau kepentingan barangnya (karena kapan gue beli barang yang penting selain belanja bulanan lol), tapi ancaman yang kini sering dilontarkan oleh para sis-sis online shop saat chatting kalau kita tanya-tanya barang. Hit & run = Blacklist! Waduh! Gimana nasib kehidupan konsumtif gue kalau gue di-blacklist oleh ol shop!

Padahal wajar nggak sih customer nanya-nanya dulu sebelum beli? Wajar banget lah. Apalagi kalau fotonya udah diedit dan dikasih filter. Atau pake foto official brand. Minta foto asli dulu boleh dong?

NGGAK BOLEH TAUUU. Kalau udah nanya-nanya terus nggak jadi beli maka black list! Di-block! Nggak boleh beli lagi selamanya.

HHHHHH.

Gini deh bayangkan, sekarang kita datang ke mall terus nanya-nanya sama mbaknya. Ini kulit apa mbak? Awet nggak ya? Garansi nggak? Wah nggak ya? Oke deh makasih ya mbak. Kemudian kita pergi karena memang belum pengen-pengen amat beli dan mau survey dulu ke yang lain.

Minggu depannya kita mau dateng lagi ke toko itu tiba-tiba di stop sama mbaknya "MAAF ANDA DI-BLACKLIST KARENA KEMARIN TIDAK JADI BELI."

Dih, sehat mbak?

"Wah nggak bisa disamain gitu dong, tenant di mall kan memang punya karyawan nggak ribet kaya ngurus online shop sendirian. Apalagi gue ibu-ibu, ribet harus bales WhatsApp dulu atau nyuapin anak dulu."

Iya santai sis, santaaaiiii.

Karena ancaman-ancaman demikian, gue jadi suka mikir ratusan kali dulu sebelum menghubungi si seller. Beneran bagus nggak ya barangnya? Mau beli nggak ya? Untuk mengurangi interaksi sama si seller. Karena sekalinya interaksi, takut muncul ancaman huhu. Ini terutama ol shop Instagram yang jual handmade item gitu.

Kalau makeup sih gue lebih suka belanja di Shopee atau website beneran gitu karena gue nggak perlu berinteraksi langsung sama seller via Line atau WhatsApp. Tapi itu karena barangnya ada di mana-mana kan, pilihan storenya banyak. Kalau handmade item gitu kan sulit ya.

Ah situ banyak kritik, emang pernah jualan online?

EHM. Inti dari nulis ini sebenernya ingin cerita juga HAHAHAHAHA. Karena gue adalah sis-sis ol shop juga pada zamannya.

Nggak banyak yang tau kalau dulu, duluuuu sebelum online shop menjamur kaya sekarang, gue punya online shop. Tahun 2008-an gitu. Jualannya di fanpage Facebook Happybee! (yes makanya likesnya 5ribuan, jumlah yang banyak banget mengingat dicarinya tahun 2008 mah). Jualnya aksesoris kaya statement necklace warna-warni gitu. Handmade!

Gue sampai pernah menang kontes desain statement necklace di majalah Gogirl! loh! Desain yang menang itu kalung Elvis Presley, ceritanya bikin kalung dari kaos bekas. Kaosnya kebetulan ada print Elvis Presley. Hadiahnya voucher Forever21 500ribu, bela-belain dari Bandung ke Jakarta cuma buat belanjain vocer hahahaha.

(Baca: Keputusan yang Mengubah Hidup)

I always love crafty things! Makanya idealis amat soal gunting doang, yang mana yang buat kertas yang mana yang buat kain 😂 Gue desain sendiri, bikin sendiri, bahkan beberapa model yang butuh sablon gue SABLON SENDIRI *proud*, photoshoot sendiri.

Gue jualan dan jualan sampai kebeli pake uang sendiri Blackberry Javelin yang waktu itu harganya 3,8juta. Mahal banget mana anak kuliahan kan. Blackberry aja baru keluar 3 seri, Curve, Bold, dan Javelin. Semuanya masih pake track ball, boro-boro touch screen. 😂

Dan iya, online shop one man show itu memang capek banget!

Nggak sekali dua kali gue begadang semaleman ngerjain pesenan. Nggak sekali dua kali gue nonton bioskop sambil balesin sms orang yang tanya-tanya. IYA SMS! Lah satu angkatan di kampus 120 orang yang punya Blackberry aja baru 4 orang, mana bisa gue BBM-an sama pembeli. Hahaha.

SMS nya udah pake format sih, tapi kalau ada orang mau sms nanya-nanya dulu juga gue bales kok. Pulsa habis? Masuk biaya produksi dong. Beberapa ada yang chat via Yahoo! Messenger tapi dulu orang Y!M juga di rumah kan. Lah hpnya nggak bisa dipake online.

Dan dulu orang-orang yang jual dan beli online itu sedikit sekali. Orangnya itu lagi itu lagi. Sampai temenan, mereka bahkan banyak yang add gue di Facebook. Ngobrol di Y!M. HUHUHU Masa-masa itu. 😍

Tapi memang pada zaman itu, orang-orang yang belanja di online shop memang orang yang sangat melek teknologi sih. Ya bayangin, hp aja masih Esia orang udah berani belanja online? Sekarang aja masih banyak yang takut kan?

Di sisi lain, sekarang teknologinya juga udah canggih duh. Punya online shop meluangkan waktu untuk ramah melayani pembeli yang mau tanya-tanya nggak ada salahnya loohhh. Ngetiknya udah pake qwerty loohhh. Apalagi modalnya udah bukan lagi pulsa tapi kuota, 179ribu di XL dapet 40 GB sebulan, buat chatting doang mah puas. (BUKAN IKLAN INI PROMO KANTOR SUAMI LOL).

Intinya tinggal mau apa nggak melayaninya?

Kalau mau tapi sibuk (apalagi ibu-ibu) kan biasanya suka pada langsung ditulis di bio Instagram "slow respon, punya balita". Itu gue respek banget asli. Artinya dia mau merespon tapi harap sabar ya, yang beli jangan rusuh. Kalau mau ngerusuhin, jangan beli di situ.

Ya gitulah. Sekian curhat dan cerita masa lalu hari ini. Semoga sis-sis online shop nowadays bisa tetap eksis tanpa ancaman ya!

Selamat hari Jumat semoga nggak kena macet!

-ast-

PS: Online shop itu akhirnya berhenti karena saya kerja. Kalau diterusin saya udah jadi pengusaha kali ya lol :)


#SassyThursday: CATCALLING

on
Thursday, December 1, 2016


Iya, ini terinspirasi oleh post mas Arman Dhani di bawah soal pengalaman paling merendahkan yang dialami perempuan di jalan. Membacanya saya sedih, sedih sekali.



Hampir 5 tahun di Jakarta, saya tidak naik kereta, naik angkot pernah beberapa kali, naik Kopaja baru 2 kali. Iya sih naik TransJakarta dulu tapi bukan rutinitas (sesekali saja karena kost deket kantor). Jarang sekali jalan sendirian, pasti bersama teman karena saya penakut.

Baca punya Nahla:

Mungkin terakhir saya di-suit-suiti orang itu saat SMA karena SMA saya dekat pasar, catcalling jadi seperti sudah biasa. Malah terparah saat ada exhibisionis pamer kemaluan di depan siswi-siswi yang lewat. Saya tidak di sana tapi teman-teman saya ketakutan sekali, mereka melapor pada guru.

Saya juga pernah mau pergi les berdua dengan teman saya, perempuan juga. Turun dari angkot, saya dan teman saya masih harus berjalan sekitar 500 meter menuju tempat les. Padahal jalan ramai, tiba-tiba kami "dikepung" oleh mungkin sekitar 10 - 15 anak SMA lain. Kami tidak kenal mereka, mereka bukan siswa tempat les kami.

Semua laki-laki. Mereka tidak menyentuh namun mereka berjalan bersama kami dan tertawa-tawa mengintimidasi. Mengobrol seolah kami tidak ada di tengah-tengah mereka.

Mereka benar-benar ada di sekeliling, jalan cepat pun tidak bisa karena beberapa orang sengaja berjalan lambat sangat dekat di depan kami. Pasrah, mau berlari pun sudah lemas duluan. Saya dan teman saya saling menggandeng tangan kuat-kuat karena sungguh takut sekali. Takut salah satu di antara kami ditarik pergi. 😣

Tapi menjelang tempat les yang sangat sangat ramai dan banyak orang yang kami kenal, mereka perlahan menjauh. Sampai akhirnya tau-tau kami berjalan berdua lagi. Teman saya sudah hampir menangis, saya pun shock berat karena tidak bisa mencerna tadi itu maksudnya apa. Kenapa kami diperlakukan seperti itu?

Bertahun-tahun kemudian saya baru sadar bahwa oh mungkin mereka hanya iseng. Melihat dua perempuan berjalan kemudian ingin menunjukkan power, ingin mengintimidasi. Entah apa yang didapat dengan melakukan hal tersebut. Bangga mungkin? Senang? 😕

Jadi yah, pengalaman saya direndahkan di jalan sudah lama terjadinya. Karena kebetulan daerah rumah saya sekarang Islami sekali. Ada yang nongkrong di warung tapi berbaju koko dan sarung, sekadar mampir pulang salat di mesjid. Panitia 17 Agustusan pun dress code-nya tetap baju koko. Jadi kalau jalan sendirian, tidak ada yang catcalling juga.

Saya juga bertanya pada JG dan berdiskusi soal point of view dia soal catcalling ini. Pertanyaan saya yang paling utama "kenapa harus suit-suitin cewek sih?". Kata JG "nggak tau ya, aku nggak pernah suit-suitin cewek di jalan tapi mungkin karena mereka menganggap cewek yang lewat itu cantik."

Kemudian saya sebel banget karena masa karena cantik doang sih! Dan JG tetep berpendapat "serius deh, kalau nggak dianggap cantik nggak akan dipanggil-panggil kok."

Duh tapi alasan "cantik" itu sungguh sangat sialan sekali karena cantik kan masalah selera. Kalau itu alasannya pantas saja apapun bajunya, terbuka atau tidak, disuit-suitin mah tetep ya kan? Pantes jilbab sudah lebar, baju sudah longgar pun tetap disuit-suitin "assalamualaikum bu haji". 😠

Ada juga yang beralasan "ceweknya yang minta disuit-suitin" what! Itu serendah-rendahnya laki-laki banget, beranggapan mereka sedemikian mudah tergodanya hanya karena itu cewek dianggap cantik? Dan mereka berharap itu cewek bangga gitu disuit-suitin? Rendah sekali harga perempuan!

Jadi harus bagaimana? Apa perempuan harus menutup diri sampai wajah? NO! Laki-laki yang harus diajari menghargai perempuan.

Mungkin ini jadi terdengar klise karena banyak sekali yang bilang demikian kan, tapi memang benar! Kita terlalu sibuk meminta anak perempuan kita menjaga diri sampai lupa bahwa anak laki-laki kita harus diajari untuk menjaga perempuan. Untuk menghargainya, untuk tidak pernah merendahkannya.

Saya sendiri merasa demikian, mungkin karena stigma yang terlalu kuat melekat saya sering sekali berpikir "kayanya kalau anak gue cewek, gue bisa jantungan, untung anak gue laki." Karena saya berpikir jalanan sungguh tidak aman untuk perempuan.

Padahal punya anak laki-laki, peer besarnya adalah bagaimana dia bisa mengerti perannya sebagai laki-laki dan ini harus ditanamkan sejak kecil. Bahwa tidak main kasar dengan ibu, tapi boleh dengan appa. (main kasar = gulat atau tindih-tindihan).

(Baca: Mengajarkan Gender pada Balita)

Yang paling penting juga adalah, bagaimana nanti Bebe harus melihat perempuan equally. Dia tidak boleh melihat perempuan sebagai kaum kelas dua yang kerjanya hanya masak di rumah. Dia harus bisa masak, harus bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan rumah yang dulu selalu disebut sebagai "pekerjaan perempuan".

Cara terbaiknya adalah dengan memberi contoh. Sampai sekarang Bebe mengasosiasikan masak dan ke pasar itu adalah tugas appa, bukan ibu. Dia tau ibu bisa masak karena sering main masak-masakan sama saya tapi kalau ada orang masak dia selalu bilang "masak seperti appa". Itu contoh yang paling kecil sekali.

Berikut-berikutnya ya saya selalu menekankan hal-hal apa yang tidak boleh dilakukan pada perempuan. Selalu saya tes dengan nama teman-temannya di daycare, apakah si A perempuan? Apakah si B laki-laki? Dia mulai bisa membedakan bahwa teman-temannya yang laki-laki lebih suka lari-lari sementara temannya yang perempuan lebih suka memeluk boneka. Hal-hal seperti itu.

Mengapa dari usia sekecil ini? Karena saya takut terlambat. Berita anak SD sudah mengerti memperkosa seperti itu sama sekali tidak masuk pada logika saya, tapi itu jelas jadi alarm bahwa tidak perlu menunggu usia tertentu untuk mengajari anak laki-laki menghargai anak perempuan.

(Baca: How are we gonna raise our kids?)

Kembali ke catcalling, sungguh saya tidak melihat solusi instan dan urusan ini. Pendidikan harus merata, pengangguran harus diberantas jadi tidak banyak yang nongkrong tidak jelas di pinggir jalan. Pendekatan agama juga seharusnya bisa menjaga.

Katanya bisa dilaporkan ke polisi, oh tentu lapor saja sih bisa. Ditindaklanjuti tidak? Belum tentu, lha wong kecopetan atau kemalingan di tempat kos aja entah tidak lanjutnya bagaimana. Apalagi catcalling, dianggap serendah-rendahnya harassment. But still, it's a harassment.

Kita harus bagaimana? Ada yang punya ide? Atau ada yang mau bercerita pengalaman catcalling juga? Komen di bawah yaaa.

-ast-

BTW Nahla lagi ikut competition. Dia bikin video soal bagaimana hidupnya harus bisa di-switch jadi 6 peran. NONTON YA! Makasih banget kalau sekalian mau like, komen, dan share!


Emina Creamatte in Jelly Bean Review

on
Tuesday, November 29, 2016
Emina Creamatte in Jelly Bean Review ini menggoda banget aku mau!


Kali ini Wina mau review lipcream yang aku juga mau bangeeettt. Yaitu lipcream dari Emina, namanya Emina Creamatte shadenya jelly bean. Duh aku liat swatch nya kok menggoda banget ya. 😭

Ini dia review Wina:







💖 Tube Emina Creamatte dikemas dengan box berilustrasi jelly bean dan sewarna dengan lip cream-nya.

💖 Tube Emina Creamatte terkesan minimalis dengan tulisan Emina dan Creamatte, tube plastik transparan dan cap plastik hitam yang cukup kokoh.

💖 Tube-nya paling mini dibandingkan dengan liquid lipstick sejenis dari brand lokal tetapi isinya cukup banyak 5,5 gram.

💖 Tidak berbau, aman buat yang sensitif dengan wangi-wangian.

💖 Aplikatornya nyaman digunakan, berbentuk doe foot yang bisa menjangkau lekukan bibir.

💖 Shade Jelly Bean ini percampuran warna merah dengan pink tetapi lebih ke merah jatuhnya.

💖 Kayaknya bukan blue toned red maupun yellow toned red. Tetapi tetap cocok buat daily look.

💖 Teksturnya creamy dan mudah diratakan.

💖 Lightweight, nggak sticky.

💖 Cukup long lasting, ngga perlu repot reapply. Makan-minum, akan hilang sedikit di bagian inner lips. Kalau reapply, ditimpa dengan lipstick baru tetap mudah diratakan.

💖 Matte finish.

💖 Shade Jelly Bean ini pigmented. Katanya ada shade yang perlu dipulas berkali-kali supaya full coverage.

💖 Nggak bikin kering, nggak cracking.

💖 Transfer proof sih tetapi agak inkonsisten, lama-lama nempel sedikit di gelas.

💖 Harganya terjangkau, ramah buat dompet mahasiswi.



💔 Pilihan warna perlu diperbanyak.

💔 Dibersihkan dengan makeup remover karena warnanya pigmented di bibir.

💔 Mengandung paraben dan talc, ngga cocok buat yang alergi kedua formula ini.



Rp 45 ribu



Sociolla



Yes



🌟🌟🌟🌟✰

4 out of 5

Sampai jumpa di #SelasaCantik berikutnya!
Follow Wina di social media dan main-main ke blognya ya!

BLOG | IG: @mrswynnz | Twitter: @mswynnz



My Thoughts on Fantastic Beasts and Where to Find Them

on
Monday, November 28, 2016
SPOILER ALERT. YOU'VE BEEN WARNED.


POTTERHEADS MANA SUARANYAAAA?

Kaya yang udah pernah gue bilang di review Harry Potter and The Cursed Child, JG itu suka nggak mau dengerin gue ngomongin soal Harry Potter karena SUKA BERLEBIHAN HAHAHAHA. Ya udah bodo amat kamu nggak mau dengerin, aku nulis di blog aja. 💩💪

Oke jadi meski nggak mau dengerin, JG baik banget nawarin apakah gue mau nonton Fantastic Beasts sendirian sementara dia jagain Bebe? YA MAU LAH. Tapi minggu lalu kami terlalu malas pergi-pergi, akhirnya baru nonton weekend kemarin dan pas ada Moana! Ya udah JG sama Bebe nonton Moana, gue nonton Fantastic Beasts. Bebe first cinema experience whoa so excited! *bohong* *yang ada gue tinggal diam-diam karena film gue mulai 15 menit lebih awal lol*

Moving on to the movie ... I was super excited, I legit got teary-eyed. Ya gimana pas gue liat buku Fantastic Beasts gue, ada tanggal belinya di situ tahun 2002 HUHUHU. Yang Quidditch Through The Ages malah tahun 2001. Berapa tahun gue diam dan menganggap buku ini complementary doang dari buku dan tiba-tiba sekarang dibikin film itu kan mau nangis banget.

*mulai lebay*

EHM.

SPOILER ALERT. YOU'VE BEEN WARNED. TWICE.

I LOVE THE MOVIE SO MUCH! Langsung mules blushing gitu pas filmnya mulai dan pake soundtrack Harry Potter huhu.

Kaya settingnya, bajunya, perintilannya itu bagus banget. Kalau ada di tengah-tengah mereka gue pasti jadi kaya Queenie deh soalnya dia pake pink terus sementara yang lain bajunya monokrom gitu. Hahaha. Terus yang main dikit banget deh, dikit bener-bener dikit sampai di IMDB list-nya pendek. Langsung ke pertanyaan yang paling banyak ditanyakan:

"Kalau nggak baca bukunya akan ngerti nggak? Nonton semua filmnya sih tapi nggak baca bukunya."

Kalau nggak baca bukunya kayanya nggak akan ngerti deh ini film. Banyak istilah kaya obliviate, squib, legilimens, itu nggak dijelasin.

Gini aja, di awal film ada kalimat ini:

Mary Lou: "Are you a seeker, a seeker of truth?"
Newt Scamander: "More of a chaser."

NGERTI NGGAK ITU? Kalau nggak ngerti kayanya nggak perlu nonton sih soalnya pasti sibuk sama istilah yang nggak dimengerti. Atau minimal nonton sama yang ngerti. Soalnya line itu bikin gue speechless terharu gitu mengingat Harry dan mas-mas sebelah gue bengong kaya nggak ada apa-apa. Berarti dia nggak ngerti bahahaha. Pengen gue colek deh "mas, nangkep nggak mas?" abis sepanjang film dia diem terus huuuu.

Oke the details!

1. Newt Scamander laff banget!

Kalau di buku kesannya dia ilmuwan sekali gitu dan DIA LULUS SEKOLAH. Tapi di buku dia badass banget huhu dikeluarin dari sekolah karena ngebela ... cewek lol. Di film nggak dijelasin kan ya? Gue browsing sih hahahaha.

Gue suka Newt karena dia passionate banget. Dasar geek ya, ngomong sama cewek aja malu-malu padahal Tina cantik banget! Dan pertanyaan terbesarnya kalau dia dikeluarin dari sekolah KOK PUNYA WAND? Nggak dipatahin? Kok Hagrid dipatahin? Harry juga?

Speaking of Hagrid, Newt is a handsome and smart version of Hagrid lol.

2. So, Leta Lestrange who?

Jadi si Leta Lestrange ini suka juga binatang terus ada eksperimen yang membahayakan murid lain dan Newt yang ngebela dia dan bilang kalau dia yang salah. Terus dia dikeluarin HUHU. Mana ganteng. *LHA*

Gue search di Black family tree Leta ini belum ada sih tapi kata sutradaranya akan dijelasin lagi relationship sama Leta ... di film selanjutnya. SHUT UP AND TAKE MY MONEY!

3. Tina 

Tina apa deh nama belakangnya gue lupa. Porpentina Goldstein (browsing dulu lol). Ini orang bener-bener cantik banget! Tinggi terus badannya bagus gitu dan dia auror. Btw kenapa ya Auror tetep dipanggil Auror sementara Muggles jadi No-Maj? No-Maj is super weird gitu.

Tina ini tipe ambisius gitu sukaaaa. Gue freaking out liat ibu-ibu yang pake coat putih, ngambil pikiran Tina terus kaya dikeluarin ke Pensieve gede gitu tapi ternyata buat dihukum mati. Ibu-ibunya lempeng banget gila "it won't hurt, honey" padahal mau bunuh orang. Sinting.



4. Queenie and Kowalski

Pertama kali Queenie muncul gue pikir ini orang rada sakit jiwa hahaha. Macam orang yang dikurung di rumah karena kalau ke luar dia ganggu. Ternyata nggak. Emang agak freak aja kali deh, Luna Lovegood versi terlalu ceria. Dia bener-bener cewek era great gatsby gitu huhu bajunya lucu-lucu banget.

Gue agak khawatir dia tempelan doang tapi ternyata dia pemberani sekalihhhh. Dan kenapa harus suka sama Kowalski hanya karena dia No-Maj? Tapi Kowalski juga emang baik banget sih. Polos amat ya orangnya. Gue turut bahagia karena akhirnya dia bisa punya toko roti. *cemen*



5. Modesty and Credence

Sepanjang film digiring banget kalau Obscurial itu punya Modesty (NAMANYA BAGUS BTW). Modesty ini mukanya nyeremin banget dan dia ternyata witch ya. Penasaran kan dia bilang dia 12 bersaudara, jadi maksudnya mereka keluarga penyihir? Sampai punya wand segala gitu.

Sementara Credence, gue udah nyangka juga sih dari awal kalau dia Squib. Aktingnya bagus banget asli kaya orang depresi.

Ternyata dia bukan squib ya, terus katanya dia akan muncul di film kedua? Jadi dia nggak mati? Kenapa anak kecil yang Sudan mati? WHY WHY WHY?

6. Graves

COLIN FARREL KENAPA TUA AMAT? Dikit lagi ngalahin George Clooney deh ah. Bos Auror kaya begini keren yaaa.

Gue mulai curiga dia bukan orang baik karena dia tiba-tiba kasih kalung Deathly Hallows sama Credence. Gue kepo banget asli soal Grindelwald ini karena dulu Elder Wand punya dia kan? Ini sebelum apa sesudah dia berantem sama Dumbledore ya? *siwer*

Mana Grindelwald nya Johnny Depp AAAAKKKK. Johnny Depp spesialis peran gila emang udah deh ah.

7. Madam President aka Seraphina Picquery

Ini gue masukin karena nggak penting lah di-translate sebagai ibu direktur huhu. Padahal maksudnya dia presiden penyihir seluruh Amerika kan kenapa deh jadi ibu direktur ah elah.

8. Promotes diversity

YES. Merhatiin nggak yang blonde itu dikit banget, semuanya dari berbagai ras gitu. Ya maklum zaman sekarang suka disindirin cyn kalau nggak pake semua ras. Dan Rowling itu mengada-ada menurut gue bilang kalau dari dulu Hermione is black.

Nooo, waktu dia nulis itu, isu diversity belum kaya sekarang. Buktinya di ilustrasi dia aja Hermione-nya white kan. dia kaya nggak enak hati gitu karena film dan buku Harry Potter nggak banyak orang kulit hitam berperan. Ya menyesal sih pasti ya karena sekarang isunya jadi kenceng banget.

*

APALAGI YAAA? UDAH SIH YA ITU AJA YAAAA.

Mau nonton lagi lah plissss.

-ast-


Review & Unboxing Hermo Indonesia

on
Friday, November 25, 2016
[SPONSORED POST]


Dari hari ke hari, kerjaan gue kalau lagi senggang adalah ... browsing online shop yang jual beauty product.

*ketebak banget yhaaa* LOL

Buat urusan make up dan skin care, gue pake brand Korea banget! Dari facial foam, moisturizer, cc cream, sampai lip tint, eyeliner, dan pensil alis gue punya semua yang buatan Korea. Karena pada lucu-lucu banget packagingnya dan cocok karena mungkin memang diset buat kulit orang Asia.

Nah makanya gue seneng banget begitu tau ada website yang khusus jual produk Korea namanya Hermo Indonesia. Nambah lagi satu website yang harus dikepoin. Plus, Hermo ini juga jual beberapa brand non Korea seperti SILKYGIRL. Lengkaps!

Hermo Indonesia adalah website baru dari Malaysia, yang di desain untuk para pencinta produk kecantikan Korea, tidak ada pre-order, pengiriman cepat, banyak promo dan bisa mendapatkan produk yang sulit dicari.

Websitenya pun user friendly dan mobile friendly. Browsing dari hp pun cepat dan gampang. Dan meskipun berasal dari Malaysia, Hermo punya kantor sendiri di Jakarta jadi semua pengiriman langsung dari Jakarta.

Buat kamu yang suka pake sheet mask, Hermo punya satu section khusus lho! Produknya banyak banget gue sampai scroll-scroll terus. Harganya pun mulai Rp 13ribu saja!

Nah kemarin gue dikirimin satu box Hermo. Apa aja isinya?

INI DIA!

Btw box Hermo ini diantar pake ninja (bisa juga pake JNE sih) tapi gue prefer pake ninja banget karena same day delivery gitu. Udah gitu ada notifikasinya via sms kalau ninja (kurir iya kurir) nya udah jalan jadi nggak php amat. Aku nggak bisa di-php-in sis! huhu



Ini isinya, masing-masing di-bubble wrap dengan rapi sekali. Ada facial foam dan toner! Cleansing Foam Herb Day dari The Face Shop ini wangi deh. Cuma di gue agak kering gitu jadi udahnya harus langsung pake oil. Kalau nggak retak.

Terus yang botol hijau itu Tea Tree Refresh Calming Toner dari Secret Key. Penasaran pengen coba banget tapi belum sempet. Tea Tree kan biasanya buat kulit berminyak atau berjerawat ya, tapi ini tulisannya buat segala jenis kulit gue jadi kepo deh. Soalnya tampak seger banget.

Terus ada bar soap B&SOAP Deep Sea Block yang wangi lemon banget! Ini sabun organik non chemical gitu belum gue coba. Soon!



Yang terexcited sampai langsung gue buka dan coba sih ini. Ini brow tattoo dari Secret Key. Itu loh yang dioles terus harus dikletekin terus alisny jadi ada warnanya. Mau nyoba tapi nunggu wiken soalnya takut gagal nanti ke kantor kaya sinchan 😪



Sama da masker dari Nature Republic dan Mamonde. Ada 5 masker aku senaaanggg! Siapa yang hobinya beli-beli masker terus pakenya disayang-sayang? SAYAAAAA!



HAHAHAHAHA gue yakin kalian pun ada yang sama kaya gue lol.

Hermo juga lagi ada promo Black Friday yaitu berupa 4 mystery beauty box berisikan skin care dan kosmetik Korea dengan harga:

Box 1 : IDR199K
Box 2 : IDR299k
Box 3: IDR399k
Box 4: IDR499k

Dan harga barangnya lebih mahal dari yang kamu bayar! Infonya bisa dilihat di page Black Friday Hermo Indonesia (KLIK YAAA).

Oke itu ajaaa. Yuk intip Hermo Indonesia di:



Karena sedang Black Friday jadi banyak promo loh! Cus!

-ast-