Image Slider

Kehilangan dan Kuota Kepemilikan

on
Friday, August 18, 2017


Bicara kehilangan, dua kali barang yang cukup "penting" harus terrampas dari kehidupan saya.

Tahun 2008-an saya pernah dihipnotis di Toko Petra, Bandung. Waktu itu hilang Blackberry pertama yang dibeli dengan uang tabungan sendiri. Kedua kemarin itu, saat barang-barang yang raib malah bukan barang yang saya beli sendiri.

Keduanya cukup bikin bengong seharian. Dan ya ... sedih sekali. T_______T

Saya cerita di grup dan semuanya kalem, Nahla bilang: "namaste, kita harus kasih positive vibes, udah anggap buang sial" --> anaknya emang positif banget sama harta benda

Gesi bilang: "Kalo kata Kousuke papa Miiko: barang yang hilang membawa segala kesakitan dan ketidakberuntungan kita alias kaya kata nahla, buang sial" --> bahkan di saat kesialan pun nge-quote-nya Miiko

Mba Windi bilang: "tp udah dilihat blm ke seluruh rumah siapa tau ketelingsut" --> orangnya paling logis hahahaha heartless wtf

Terus kata anak kantor saya Devina (cie Devina disebut namanya lol) "sejak aku ilang HP itu mbak, aku percaya semua orang pernah kehilangan, kaya ada kuotanya gitu".

Oh ya, kuota kehilangan, kuota kepemilikan. Kehilangan kali ini ternyata mengajarkan saya banyak hal.

*

Pagi itu berita kehilangan belum saya ceritakan di group keluarga. Saya menunggu agak tenang dan memikirkan kalimat yang pas karena saya sendiri masih shock memikirkan ada orang masuk rumah. Saya merangkai kata agar kejadiannya tidak terlalu terasa horor.

Ketika akhirnya saya bercerita, semua orang berduka, adik-adik saya pada kasih emot nangis. Sayanya jadi makin sedih huhuhu.

T_________T

Emosinya campur aduk. Sedih, khawatir, terutama takut. Iya saya takut banget karena malem sebelumnya di rumah cuma berdua Bebe. Saya jadi kepikiran, gimana kalau orangnya masuk pas JG nggak ada. Saya dan Bebe bisa apa?

Gimana kalau pas orang itu masuk ruang tamu dia tidak menemukan apa-apa? Apa dia akan lanjut masuk rumah dan bertemu kami bertiga? Seketika keanehan saya menyimpan kamera dan iPad di ruang tamu jadi terasa sebagai keberuntungan.

Jika hari itu normal dan kamera serta iPad ada di kamar seperti hari-hari biasanya, ruang tamu saya tidak akan terisi barang berharga. Apa yang akan si pencuri lakukan?

Segala emosi itu bercampur plus terpikir adik saya yang akan menikah akhir minggu ini. Rasa kecewa, hasrat kebendaan, dipadukan dengan obsesi pada Instagram ini memang menjerumuskan sekali ya.

*ujung-ujungnya Instagram* 😪

Nggak lama group buibu temen kuliah rame. Temen saya cerita ada anak temennya umur 6 bulan yang baru aja meninggal karena SIDS (sudden infant death syndrome). Yang kacau dari SIDS itu nggak pernah diketahui penyebabnya kan, anak lagi tidur tau-tau meninggal aja nggak ada suara atau apa.

"Abis main terus tidur terus dia ga bangun lagi, kata dokter kematian alami"

T_________T

Belum sekian menit bahas SIDS, guru daycare-nya Bebe chat ngirim beberapa foto Bebe yang dekil keringetan abis guling-guling main bola di halaman. Mukanya bahagia, tengil seperti biasa. Bebe nggak tahu, sepagian ibu dan appanya lagi sedih. Nyes banget rasanya liat Bebe yang happy setelah denger berita anak meninggal.

T_________T

Kehilangan saya ternyata nggak ada apa-apanya. Orang lain kehilangan sesuatu yang jauh lebih besar, sementara saya masih punya segalanya. Hidup saya nggak pernah kurang meski nggak berlebihan sampai bisa beli Hermes. Bebe sehat dan happy, suami support selalu, saya nggak kurang apa-apa.

Abis dikirim foto Bebe itu saya ngerasa Tuhan itu lagi ngegeplak nyamuk depan muka saya yang lagi ngelamun. Saya digeplak di depan mata biar kaget dan berhenti merenung terlalu lama.

Beberapa bulan ke belakang saya memang terlalu banyak mengeluh, terlalu sering ngerasa kurang, terlalu mikir kok hidup gini-gini aja sih. Kok kurang terus ini dan itunya.

Butuh hilang kamera dan iPad dulu baru saya ngerasa bahwa tanpa kedua benda itu aja ternyata hidup saya nggak kurang. Nggak sama sekali. Hidup saya cukup, sangat sangat cukup.

Saya juga jadi sadar satu hal: nothing is unlimited. Every single thing has a limit!

Hidup dan mati sih udah tentu ya. Tapi juga hak kepemilikan kita pada barang. Nggak ada satu pun yang bisa kita miliki selamanya. Semua benda punya "kuota".

Jatah saya untuk punya kamera dan iPad mungkin hanya 5 tahun. Itu pun harusnya saya sudah merasa beruntung lah, selama 5 tahun bisa memanfaatkan kamera dan iPad tanpa modal apa-apa sama sekali karena keduanya adalah pemberian.

Kalau pun nggak hilang, ketika kuota kepemilikannya habis ya barang itu PASTI akan nggak bisa dipake lagi. Entah rusak atau saya beli baru atau barangnya dikasih ke orang atau dijual.

Kalau pun kita simpan barang itu selalu, akan ada masanya dia berhenti kita pakai. Hanya akan terduduk di lemari atau di gudang dan kemudian ditasbihkan sebagai "barang kenangan".

Semua pasti ada batasnya. SEMUA PUNYA WAKTUNYA, SEMUA PUNYA GILIRANNYA. Semua punya kuota kepemilikannya.

Tiba-tiba saya ikhlas. Saya langsung chat JG dan bilang mulai sekarang saya akan lebih menghargai waktu-waktu bersama Bebe dan JG karena ternyata mereka berdua lah sebenar-benarnya definisi bahagia. :')

Saya langsung merasa beruntung menikah dengan JG yang bahkan tidak bertengkar atau saling menyalahkan saat terjadi musibah seperti ini. Padahal menyalahkan adalah hal termudah untuk menenangkan diri.

Dan ya, banyak sekali saya tahu pasangan yang malah bertengkar saat terjadi musibah. Hal sesederhana anak menangis saja bisa jadi sumber pertengkaran. Padahal untuk apa mencari kesalahan yang tidak perlu? Kami tidak, thank God.

JG bisa menyalahkan saya yang entah kenapa menyimpan kamera dan iPad di ruang tamu. Saya juga bisa menyalahkan JG yang tidak mengunci pintu. Tapi kami tidak melakukan itu. Tidak peduli siapa yang salah, yang jelas saat ini kami butuh satu sama lain untuk saling berbagi kesedihan.

Sorenya saya jemput Bebe dan bilang "cil, kamera sama iPad ibu ilang diambil orang, ibu sedih deh".

Manisnya, Bebe langsung peluk saya dan bilang "nanti kalau sudah besar aku beli kamera dan aiped buat ibu".

CRYYYYY.

Sepanjang jalan ke rumah, Bebe yang duduk di car seat terus cium-cium tangan saya sambil bilang "Aku beli kamera, ibu seneng kan? Appa seneng kan? Tapi nanti kalau sudah besal"

😢

Nyampe rumah dia langsung nyalain senter di HP nya dan sibuk nyenterin semua kolong. Kolong meja, kolong rak, sisi samping lemari. Saya tanya, lagi apa? Jawabannya?

"Aku lagi cari kamera dan aiped ibu" seolah kamera dan iPad saya hilang itu sama dengan mobil-mobilan dia yang "hilang" masuk ke kolong.

WHAT HAVE I DONE TO DESERVE THIS SWEET BOY 😭😭😭

*

Nahla selalu bilang "harta itu serem kak, serem banget". Iya saya baru sadar itu sekarang, semakin banyak kita punya sesuatu, semakin besar kemungkinan kita "sakit" karena kehilangan, semakin tinggi rasa khawatir dan curiga.

Tapi yaaa, realistis aja sih. Nggak bakal juga tiba-tiba hidup minimalis hanya dengan satu koper gitu kaya yang lagi trendi hahaha Nggak sanggup, secukupnya aja yaaaa. Hasrat kebendaan ini kan paling susah dibendung karena bikin bahagia dengan instan. Sigh.

Dan ternyata kemalingan gini wajar terjadi di kota-kota besar ya! Iya sih saya sering denger cerita, tapi banyak orang yang saya ceritain soal ini pernah kehilangan dengan cara sama juga, kehilangan di ruang tamu juga karena nggak kunci pintu. Oh well.

Kuota kehilangan itu benar adanya.

Malem itu juga kami ke kantor polisi, mengantri 1 jam lebih dan belum juga kebagian jatah dibuatkan laporan pencuriannya. Kami mengobrol dan menyadari bahwa semua orang di sini melaporkan sesuatu yang hilang karena dicuri!

Saya baru tahu lho, di kantor polisi ruangannya itu beda dengan bikin surat kehilangan atm hilang. Ini ruangannya tegang, ada satu ibu yang ternyata pencuri ketangkep basah, sedang diinterogasi. Beberapa calon pelapor lain menunggu dengan wajah capek. Ditambah pak polisi yang menjawab ketus karena harus jaga image-lah! Ada maling di ruangan gitu loh!

Wow, banyak orang kehilangan artinya banyak yang mencuri, artinya banyak yang butuh uang. Mungkin memang BUTUH uang untuk makan, untuk beli susu, untuk anaknya sekolah.

Iya saya yakin, maling nekat seperti ini tidak akan mengambil kamera dan iPad saya untuk dibelikan iWatch dong? Priority bro. Nggak mungkin kan malingnya komplotan Danny Ocean karena masa iya yang dimaling cuma kamera dan iPad. 😶

Selintas saya mikir loh kok banyak orang jahat di dunia ini!

Tapi kemudian langsung tersadar bahwa nggak fair lah mikir kaya gitu karena kenyataannya orang baik juga banyak. Lebih banyak.

Orang-orang baik yang mau membantu mendorong mobil ke pinggir jalan meski tidak kenal, yang tidak menjambret HP kita saat sedang pesan ojek di sisi jalan yang ramai, yang rela ... apa lagi ya. Ya intinya banyakan orang baik kok! Dalam satu gedung kantor aja maling uang kantor paling berapa orang kan. Rasionya lebih banyak orang yang baik dan jujur kan!

Belum lagi memikirkan orang-orang yang harus mengambil kuota kehilangan mereka dengan cara yang kasar dan tidak manusiawi. Yang dirampok dengan senjata tajam sampai disekap di kamar mandi.

Ya intinya saya masih jauh lebih beruntung. Maling kamera itu hidupnya pasti tidak seberuntung saya. :')

Jadi ya kalau kalian baru kehilangan barang kaya saya, ingatlah selalu bahwa semua orang punya kuota kehilangan. Semua barang punya kuota kepemilikan. Nothing's immortal.

Dan selayaknya ibu-ibu, mari kita tutup postingan ini dengan kata mutiara yaitu ... selalu ada hikmah di balik setiap kejadian hahaha.

Kali ini hikmahnya adalah jadi beli kamera baru. Sebelumnya saya selalu ingin beli kamera tapi tak pernah punya alasan kuat untuk beli karena kamera lama pun tidak apa-apa hahahaha #win

Kalian pernah hilang barang elektronik kesayangan juga? Hilang apa? Jangan sedih ya, mungkin kuotanya sudah habis! ;)

-ast-


Kamera Hilang :(

on
Tuesday, August 15, 2017

Jadi gengs, di pagi yang cerah tadi aku sedang dirundung duka. Duka yang rasanya kaya ditonjok seketika terus langsung dilelepin ke air es. ALAH BANYAK GAYA. Ditonjok aja amit-amit nggak pernah, apalagi dilelepin ke air es.

Intinya kaya sedih tapi terus ya udah. Sedih sedih ikhlas. Sedih sedih merelakan gitu deh. Karena ...

KAMERA AKU HILANG

IYA KAMERA AKU HILANG WOW KAMERA YANG SUNGGUH AKU BANGGAKAN. HILANG. RAIB ENTAH KE MANA.

Misterius. HHHH.

Oke kronologi dulu apa kenangan dulu nih? SIGH.

🌵 Kronologi 🌲 

Weekend kemarin kami ke Bandung, ada nikahan sepupu sama pengajian adik saya. WE HAD FUN. Seru banget lah ketemu seluruh keluarga besar, dandan, pake baju baru, foto-foto, dan ini itu banyak sekali.

Baru sekian meter pergi dari rumah menuju Jakarta, ayah chat, memory card kamera ketinggalan. Oh ya udalah ya, nggak perlu diambil karena weekend ini ke Bandung lagi. Jadi cuma akan Senin, Selasa, Rabu di Jakarta.

Minggu malem nyampe di Jakarta, saya keluarin kamera yang kebetulan ada di tas saya (bukan tas kamera) karena toh buat apa? Kalau pun dibawa-bawa nggak ada memory card-nya juga. Saya simpan di rak buku di ruang tamu. Saya simpan juga iPad di rak buku yang sama.

Posisi rak buku ini tepat di depan pintu banget sih, kalau pintu kebuka emang keliatan langsung rak bukunya. Di rak yang sama kami menyimpan kunci-kunci, jadi Senin pagi pas berangkat sih yakin banget itu kamera dan iPad masih ada.

Senin malem saya pulang berdua Bebe. Pintu kekunci, saya kembali kunci pintu karena JG punya kunci lain. Saya nggak cek itu kamera dan iPad.

Selasa pagi, JG bangun, buka pintu dan manasin mobil terus mandi. Saya di kamar lagi siap-siap, pake skin care, pake baju. Bebe bobo. Kamar dan ruang tamu ini sebelahan btw. Jadi harusnya saya sadar sih kalau ada yang buka pintu. Tapi toh kenyataannya nggak.

Pas siap pergi, JG baru nanya: "kok kamera nggak ada?" Cari-cari di seluruh rumah dan mobil dan nggak ada.

Yak di situlah kami bengong. Lemes karena ya, kamera dan iPad nggak ada lagi di rak itu. Waktu itu masih nggak yakin sih sama iPad karena ya, iPad ini emang jarang banget dipake. Jarang banget like jarang banget.

Well.

Kami ke kantor dengan hampa. Masih ada sisa 10% denial bahwa oh lupa naro aja sih pasti. Sampai akhirnya siang-siang mulai inget banget semuanya. Mulai inget banget bahwa oh memang iya kok bener naronya di situ. Posisi kamera dan posisi iPad udah inget banget jelas. Ingatan memang kadang harus dipaksa keadaan. Sigh. Udalah pasti ilang.

MASALAHNYA ...

...

ILANGNYA GIMANA?

Kalau ditelusuri sih sekalinya pintu nggak kekunci itu memang cuma pas JG manasin mobil aja. Jadi ya, the scary part is, ada orang masuk rumah pas saya sama JG dan Bebe lagi di dalem rumah! YA ABIS GIMANA LAGI KALAU BUKAN GITU.

Langsung deh mikir macem-macem, gimana kalau dia masuk rumah terus nggak nemu kamera sama iPad. Dia akan melakukan apa? Apa dia akan lanjut jalan ke dalem dan KETEMU KAMI BERTIGA?

T________T

🌵 Kenangan 🌲 

Ya, saya dan JG penyimpan kenangan. Dulu saya menyimpan banyak banget barang-bareng kenangan yang bahkan jadi sampah doang kaya tag baju favorit atau tiket bioskop. Semua udah musnah sih karena Konmari.

Ini kamera banyak kenangannya nggak? Well, justru kamera ini adalah perekam kenangan itu sendiri huhuhuhuhuhu. Kamera ini udah nemenin saya dari awal punya blog, foto-foto Instagram hampir semua pake kamera itu, video YouTube juga.

Dan yang paling penting, kamera ini dibeliin ayah waktu saya belum nikah jadi sedihnya dobel. T__________T

Satu, sedih karena kameranya hadiah dari ayah. Dua, sedih karena kalau beli lagi artinya harus beli pake uang sendiri hahahahahaha. SAD.

Sepagian sampai siang itu saya cuma bengong aja mikirin kamera. Tumben-tumbenan juga hari sebelumnya ngosongin memory card, biasanya jarang banget sih ngosongin memory card. Apalagi foto-foto Bebe, paling didiemin aja di kamera. Yang dipindahin kemudian dihapus biasanya foto event aja.

Jadi ya, foto-fotonya aman karena memang nggak kebawa. Tasnya juga nggak dibawa karena pas banget kan itu kamera ada di tas saya. Jadi ya, batere satunya aman, blitz, sampai perintilan kaya tutup lensa aman sih.

SPEAKING OF LENSA. Itu lensanya dapet nyari mau nangis banget! Lensanya rare, nyari berbulan-bulan nggak nemu. HHHH. Di Sony-nya nggak ada, di group, di semua marketplace nggak ada yang jual. Kehebohan hidupku mencari lensa diakhiri dengan hilang begitu saja. HIKS.

Yang punya lensa Sony 35 mm F1,8 boleh loh sini dijual sama akuuuu. T_________T

via GIPHY

Baru sekitar jam 1 siang saya inget, oiya iPad juga ilang. Dan baru ngaktifin lost mode di Find My iPhone huhu sungguh telat. Di Find My iPhone sih tulisannya iPad-nya offline. Dan itu iPad emang nggak saya isi kuota whatsoever. Langsung diaktifin lost mode dan ngarep itu iPad belum di-wipe.

iPad ini lebih dahsyat sih kenangannya. Dulu dapet dari menang kuis dari FOX International. Punya Instagram pertama kali di iPad, zaman liputan bawa iPad banget buat wawancara, gambar, main game semua di iPad. Saya pernah banci game banget main Hay Day sampai Virtual City gitu-gitu semua main di iPad.

Cuma karena akhir-akhir ini jarang dipake jadinya nggak terlalu nyesek. Kampretnya, case iPad abis saya buka dan simpen di mobil hahahaha. Begitu pula dengan camera strap, baru diganti sama yang ori-nya. Jadi iPadnya dikasih dan hilang, casenya saya beli sendiri, ada. Kamera juga dikasih dan hilang, strapnya yang saya beli sendiri sih ada. Speechless ya hahaha.

Sok-sokan hahaha hahaha mulu dari tadi padahal sedih.

*

So yeah, now I'm camera-less. Mikir mau langsung beli lagi apa ya soalnya weekend ini adik saya nikahan, nanti sedih kalau nggak bisa foto-foto. Tapi browsing-browsing kamera kok tambah sedih. Apalagi mikirin lensa yang kemarin udah nggak ada hhh. Apalagi mikirin tiba-tiba harus keluar uang hhh. Sedih gengs, sedih.

Fuji atau Sony mau kasih aku kamera boleh lohhh. Email aja hahaha. Hari ini aja saya udah berhasil convince satu orang untuk beli kamera yang sama kaya yang akan saya beli nanti. Saya anaknya influencing banget emang lolol.

Oke deh pulang dulu deh dari kantor. Jadi terinspirasi mau nulis satu tulisan tentang kuota kepemilikan. BESOK YA! KALAU UDAH NGGAK SEDIH YA!

Tetap waspada ya kalian semua! Jakarta itu keras!

-ast-


Tips Menulis Blog yang Menarik (2)

on
Monday, August 14, 2017


Ini adalah bagian dua dari tips menulis blog yang menarik. Bagian satunya bisa dibaca di sini ya:

Tips Menulis Blog yang Menarik (1)

Oke di bagian kedua ini akan masuk ke pemilihan topik. Milih topik ini emang ribet sih karena yaaa topik sih banyak tapi yang mana yang cocok sama pembaca kita dan diri kita sendiri ya kan?

⭐ Tentang topik ...

Coba kenali diri sendiri, apakah ada pemikiran kita yang spesial dan tidak biasa? Hal-hal tidak biasa ini biasanya disukai orang karena bikin kaget hahahaha.

Kalau nggak kepikiran ummmm, ya jangan nulis opini sih. Karena ya untuk apa nulis opini kalau opini itu adalah opini yang umum?

Misal saya nulis tentang selingkuh dan pelakor, itu rame karena sementara semesta menghujat, saya cenderung "membela" pelakor. Kalau kalian ikut menghujat juga terus nulis sih ya jadinya tulisannya biasa aja, nggak spesial.

Tapi ya jangan cuma anti mainstream, harus punya argumen kuat juga. Kalau nulis di luar kebiasaan orang banyak terus argumennya nggak kuat sih ya siap-siap aja dibully. :)

Jadi menurut saya sih yaaa, kalau kalian emang nggak punya cukup argumen, tulis yang ringan-ringan ajalah. Topik atau cerita sehari-hari, tips seputar rumah, atau tentang kejadian hari itu juga oke. Atau belajar nulis komedi aja! Baca di blognya Raditya Dika dulu banget dia suka share cara nulis komedi.

Karena kadang cerita yang biasa aja bisa jadi menarik dan lucu kalau kita bisa nulisnya. :)

Yang terpenting, tulislah sesuatu yang kita suka! Lebih gampang nulisnya!

⭐ Minta tolong baca dulu ke orang

Saya biasanya kasih dulu ke orang kalau tulisannya kontroversial. Misal yang ini AGAMA DAN MANUSIA, emang sih nggak viral kaya yang lain sampai ratusan ribu views, tapi tembus belasan ribu lah viewsnya. Dan nggak ada yang bantah argumen, karena mau bantah apa. Yang saya tulis emang bener kok.

Tapi tau bener apa nggak itu harus dinilai orang lain dulu. Tulisan itu saya kasih dulu ke JG, Gesi, Mba Windi, dan Nahla. Begitu mereka ok, baru saya publish. Kalau mereka belum sreg, saya edit dulu sana-sini karena kalau orang terdekat saya yang satu pikiran aja nggak sreg, apalagi orang lain?

Untuk topik kontroversial, pencarian plot hole sama orang terdekat itu penting hahaha. Tapi kalau nulisnya lucu-lucuan kaya tulisan si neng ini TENTANG HIDUP SEMPURNA ARTIS INSTAGRAM (A.K.A SI NENG A) saya nggak kasih ke orang dulu karena takut ternoda kemurnian lucunya hahaha.

Sumpah gue kenapa jadi orang pede amat hahahahah

⭐ Endapkan

Ya, mengendapkan tulisan itu penting. Kalau nggak penting-penting amat nggak perlu diendapkan lama-lama sih. Nulis malem, baca lagi pagi. Tapi kembali lagi, kalau nulis yang kontroversial kaya SELINGKUH itu saya nulisnya seminggu lebih. Endapkan, edit, endapkan, edit, tiap hari aja begitu.

⭐ Keep it short

Ini nih, saya sering ngomelin mba Windi gara-gara nulisnya panjang banget astagaaa. Ngasih contoh kasus aja bisa 5 cerita sendiri, padahal mah 2 cerita aja orang udah nangkep kok intinya.

Saya selalu edit banyak. Ketika proofread atau setelah diendapkan, banyak sekali yang saya hapus supaya tidak bertele-tele. Yang penting pembaca nangkep intinya. Soalnya makin panjang nanti orang makin males bacanya. Scroll aja terus tapi inti masalah nggak kesebut terus.

⭐ Latihan!

Iya beberapa waktu lalu saya baca tulisan orang tentang pengalaman dia belajar nulis. Dia nggak punya background nulis apapun, cuma mendisiplinkan diri tiap malem nulis 400 kata kalau nggak salah. EMPAT TAHUN SETIAP HARI TANPA PUTUS DIA NULIS.

Empat tahun kemudian dia jadi kontributor tetap di beberapa publication dan punya kantor yang jual jasa nulis gitu buat CEO dan ghost writer. Dia bilang kalian nggak akan tahu apa itu disiplin sampai kalian mati-matian ngelakuin hal yang sama demi latihan untuk jadi lebih baik. Dan percaya nggak dia latihan nulis di mana? Di Quora aja loh. Padahal kesannya Quora tempat jawabin pertanyaan aja kan, tapi jadi tempat latihan nulis buat dia. So inspiring!

Ya kalau soal latihan ini saya nggak akan bantah sih karena saya sendiri nulis udah lama banget! Kalau untuk dibaca publik, saya nulis sejak SMP dan nggak putus sampai hari ini. Saya nulis untuk majalah dinding sekolah pas SMP dan SMA, saya kuliah jurnalistik, saya berkali-kali nulis resensi buku buat koran pas saya kuliah, saya jadi reporter, saya nulis buat publication lain, saya nulis buku, saya nulis blog. Sebagian besar hidup saya, saya habiskan nulis.

Dan itu kan bisa dianggap sebagai latihan! Terus menerus menulis adalah latihan yang tak kunjung henti. Dengan latihan juga kita belajar diksi yang banyak karena pas nulis mau nggak mau mikir dong nggak mau pake diksi yang sama terus. :)

Buat kalian yang punya blog, coba disiplinkan diri untuk nulis secara rutin. Kalau kalian nggak mau meluangkan waktu, nggak berusaha mencoba, ya mungkin nulis emang bukan buat kalian. Nyerah aja nggak apa-apa kok.

*loh kok judes*

*

Oke deh segitu aja. Panjang yaaaa. Semoga berguna ya! Selamat menulis semuanya!

-ast-


Tips Menulis Blog yang Menarik (1)

Halo semuanya, mumpung hari Senin saya mau share sesuatu yang produktif yaitu tips menulis blog! Gila keren nggak tuh saya ngasih tips nulis hahahaha.


Saya sih berani ngasih tips nulis karena ya ngerasa bagus aja nulisnya HAHAHA. Ya iyalah, harus merasa mampu dulu dong baru kasih tips. Lagian saya sih pede tulisan saya enak dibaca lol. Terbukti ya dengan blog ini yang pembacanya ada terus sampai berjuta-juta kali kusenang deh. Makasih loh kaliaaannn! Makasihnya berjuta-juta kali juga. :*

Ini kayanya akan panjang sih tapi simak ya! Saya nulis ini iseng aja sih karena kadang suka pengen main ke blog orang tapi kok ya tulisannya nggak enak dibaca. Ceritanya nggak seru, point of viewnya biasa aja, cara nulisnya nggak spesial juga, eh terus malah baper curhat di socmed karena blognya sepi. Introspeksi dulu kaliii. :)

Ini dia tips menulis blog yang menarik ala annisast:

⭐ Nggak usah pusing sama kata ganti

Mau pake saya, pake aku, pake gue, bebas. Dan nggak perlu terus-terusan sama juga sih. Misal blog ini, di tulisan yang cenderung serius maka saya menggunakan "saya", di postingan remeh temeh kaya #SassyThursday gitu pakenya "gue".

Yang menentukan itu topiknya, ketika kita ngobrol serius sama orang yang nggak kita kenal, kita cenderung menggunakan saya kan. Dan ketika kita ngobrol sama temen-temen yang akrab dengan topik ringan, maka kita pake "aku" atau "gue" kan. Jadi ya nggak usah dibikin pusing!

Soalnya kata ganti ini ngaruh banget ke feel satu tulisan. Ketika kamu berusaha ngomong serius tapi ngomongnya "kasar" dan pake lo gue, orang nangkepnya bisa beda. Bisa dianggap marah atau malah dianggap nggak serius. Begicu.

Sementara kita nulis blog kan nggak selamanya serius dan nggak selamanya bercanda kan. Jadi sesuaikan kata ganti dengan topik dan feel tulisan.

⭐ Jangan menyingkat kata!

Gini ya saya kasih tau, menyingkat kata itu digunakan di SMS zaman dulu karena keterbatasan karakter. Lah zaman sekarang kan nggak ada yang dibatasi kecuali Twitter, udalah jangan singkat apa-apa. Saya sih chat aja udah nggak pernah nyingkat apapun sama sekali. "Yang" bukan "yg", "belum" bukan "blm".

Ini ngaruh ke psikologis pembaca, baca singkatan itu capek, nggak nyaman. Mana kadang singkatan orang kan beda sama orang lainnya, boro-boro baca dengan enak, malah mikirin arti singkatannya dulu.

Jadi tulis kata dengan utuh, nggak ada ruginya kok.

⭐ Perhatikan panjang paragraf

Yes, jangan kepanjangan dan jangan kependekan. Kalau saya sih maksimal 3 kalimat dalam satu paragraf. Jangan cuma satu kalimat dalam satu paragraf plis kalian bukan tribunnews ya. Baca paragraf yang terlalu pendek itu capek, sekalimat enter sekalimat enter hhhh.

⭐ Jangan mengulang kata yang sama

Sebisa mungkin jangan ulang kata yang sama baik dalam satu kalimat atau dalam satu paragraf. Karena itu MEMBOSANKAN. Contoh ini dari paragraf di atas:

Saya nulis ini iseng aja sih karena kadang suka pengen main ke blog orang tapi kok ya tulisannya nggak enak dibaca. Ceritanya nggak seru, point of viewnya biasa aja, cara nulisnya nggak spesial juga, eh terus malah baper curhat di socmed karena blognya sepi. Introspeksi dulu kaliii. :)

Coba kalau kalian nulisnya gini:

Saya nulis ini iseng aja sih karena kadang suka pengen main ke blog orang tapi kok ya tulisannya nggak enak dibaca. Ceritanya nggak seru, point of viewnya nggak seru, cara nulisnya nggak seru juga, eh terus malah baper curhat di socmed karena blognya sepi. Introspeksi dulu kaliii. :)

((( MENGULANG KATA NGGAK SERU )))

Yang mana yang lebih enak dibaca? Ya tentukanlah sendiri.

Mengulang kata boleh kalau tujuannya menekankan. Contoh:

Tapi Blue ini underrated banget ya, kurang duit promosi gitu sedih deh. Jadi nggak sempet se-hits Westlife atau Backstreet Boys gitu hhhh. Padahal Lee Ryan potensial banget. Potensial apa ya, ya potensial ngetop karena ganteng nyahahahaha. (lengkapnya di post ini)

Nangkep yaaa?

⭐ Proofread and proofread

Proofread itu penting. Kalau saya sih biasanya baru setengah aja udah saya preview dulu dan baca. Fungsinya kalau ternyata alurnya kurang enak, masih bisa atur ulang. Kalau udah selesai banget baru atur alur sih jadinya lebih ribet kan.

Dan jangan cuma baca sekali! Baca berkali-kali, pikirin dari sudut pandang orang yang baca, apa mereka ngerti apa maksud kita? Apa kita bisa mengirim emosi kita ke mereka?

Karena kadang kita nulis pakai bahasa tutur dan orang jadi bingung maksudnya apa karena mereka belum pernah ketemu langsung sama kita. Jadi baca berulang-ulang itu penting.

*

Oke ini kalau dilanjutin akan super panjang jadi saya bagi dua ya! Bagian keduanya bisa dibaca di sini:

Tips Menulis Blog yang Menarik (2)

-ast-


Survey Kidee Child Care Senopati

on
Saturday, August 12, 2017
Beberapa minggu lalu, saya survey ke Kidee Child Care Senopati, maunya sih ke Kidee Elnusa juga cuma kejauhan dari rumah dan kantor. Tulisan ini adalah bagian dari review dan survey daycare di Jakarta Pusat dalam rangka cari daycare untuk Bebe, anak saya yang usianya 3 tahun.

Jadi sudut pandangnya memang toddler bukan bayi. Ini bisa jadi bayangan aja karena survey satu-satu itu menyita waktu sekali kan. Tapi sebaiknya, ya datenglah ke beberapa daycare untuk survey dulu sebelum memutuskan mau ke daycare yang mana. Baca juga postingan lain tentang daycare di sini. :)


Kidee adalah daycare kedua yang saya kunjungi setelah Lovely Sunshine. Sengaja melebarkan sayap cari daycare Senopati karena kalau di Benhil dan sekitarnya udah nggak ada lagi. Ada sih Sahabat Islamic Childcare tapi saya belum ke sana. Pertimbangannya karena halamannya kecil dan pagernya nggak pernah ditutup jadi saya serem kalau pintu kebuka, Bebe lari ke jalan. Huhu.

Oke ini dia review singkat Kidee Child Care Senopati!

🏡 Lokasi

Kidee Child Care ini ada di Jalan Laksana deket Blok S. Jadi kalau kalian makan di pujasera Blok S itu kan sebenernya pertigaan dan depannya ada jalan ya. Nah itulah jalan Laksana. Dari pujasera itu langsung keliatan kok rumahnya agak di belokan gitu. Strategis banget kalau kerjanya di SCBD, deket banget sih ke sini.

🏡 Kondisi bangunan

Rumah satu lantai, bangunannya udah agak tua ya. Halamannya luas dan ada banyak sepeda serta mainan kaya perosotan gitu. Di luar ada rak sepatu anak jadi sepatu rapi. Kekurangannya nggak ada bel hahaha apa saya nggak nemu ya?

Saya ketok-ketok pager nggak ada yang bukain pintu sampai akhirnya ngintip-ngintip dan ada anak bukan pintu! Nggak serem sih soalnya pagernya tinggi dan digembok jadi anak nggak akan kabur. Tapi setelah anak itu muncul, pintu tetep nggak dibukain sampai akhirnya saya telepon ke dalem minta dibukain pintu. :S

Setelah di dalem baru dijelasin sama mbak supervisornya ternyata mas yang jaga di luar lagi keluar fotokopi walhasil orang dalem nggak ngeh kalau ada tamu.

Anaknya banyak ada 30-an anak dan ruang mainnya luas banget jadi nggak keliatan anak-anak numpuk di satu tempat gitu, ada halaman belakang terbuka pula jadi sirkulasi udara bagus. Cuma agak khawatir sama rak di ruang tengah soalnya nongol gitu nggak pake pengaman takut kejeduk, plus ada colokan di bawah nggak ditutup duh kukhawatir banget deh.

Tapi mungkin colokan mati ya mana tau ya kan, masa sih di daycare colokan hidup nggak ditutup.

🏡 Rasio caregiver dan anak

Loh kok lupa tanya ini hahahaha. Jadi waktu itu udah nanya-nanya sama temen saya yang anaknya udah lama di sana terus saya jadi percaya-percaya aja lol, nggak terlalu niat nanya, cuma niat liat rumahnya aja hahaha.

Tapi mbaknya banyak juga sih, ada teacher juga satu lagi main motorik halus injek-injek pasir kasar gitu sama bayi.

🏡 Jadwal harian

Kidee ini nggak ada preschool, cuma ada ekskul ngaji aja. Jadi jadwalnya standar daycare aja, dateng, mandi, makan, main, ngaji, makan siang, mandi lagi, bobo siang, makan lagi, nunggu dijemput. Ya standar daycare lah. Terus yang saya suka, pagi-pagi ada circle time.

Circle time deh kalau nggak salah namanya hahaha jadi semua anak dikumpulin di ruang main, dari bayi sampai yang gede-gede terus nyanyi, nari, dan lain-lainnya. Seru yaaaa!

🏡 Mandi

Kamar mandinya luaasss. Mandi sendiri-sendiri dong ya! Cuma katanya banyak anak yang udah sahabatan jadi mandinya berdua. Jadi ya tergantung anaknya juga.

🏡 Makan

Makannya standar daycare pada umumnya, 3 kali sehari makan berat, sekali buah dan sekali biskuit. Susu bawa sendiri.

Makanan dimasak di dapur daycare juga. Yang agak khawatir, dapurnya deket banget sama halaman belakang jadi pas saya ke sana ada anak di dapur padahal ada kompor nyala. Rada serem yha mengingat Bebe suka lari-lari tak tentu arah.

🏡 Tidur

Tidur ada kamarnya khusus cuma kasurnya baru dipasang kalau jam tidur, karena kalau dipasang sebelum itu jadinya diinjek-injek katanya malah dipake main. Tiap anak punya kasur sendiri dan nggak gantian sama anak lain.

🏡 Program preschool

Nggak ada, ada ekskul ngaji aja nambah Rp 150ribu tiap bulan. Katanya ada anak yang umurnya baru 1,5 tahun tapi udah hafal huruf hijaiyah gitu karena ngaji di Kidee setiap pagi. Tiap semester dapet report, strength weakness anak apa. Seru sih ya!

🏡 Mainan

Nah ini baru kusadari setelah JG ngomong "kok perasaan nggak liat mainan ya di Kidee?" iya ya kok nggak ada ya. Apa emang konsepnya nggak main-main ya. Cuma liat ada satu rak buku, itu pun bukunya nggak terlalu banyak. Mungkin disimpan di tempat tak terlihat lol.

🏡 Jam buka - tutup - overtime

Buka jam 6.30, tutup jam 6. Overtime-nyaaaaa ... LUPA NANYA HAHAHAHAH. Mengapa aku sungguh gagal menulis review. XD

🏡 CCTV

Ada CCTV dan online.

🏡 Toilet training

Ini juga nggak nanya deuh. Lupaaaa.

🏡 Report harian

Report daycare diberikan harian dan report perkembangan anak setiap 3 bulan.

🏡 Punishment

Tidak ada punishment/hukuman. Cuma dikasih tahu aja kalau memang anak salah.

🏡 Anak sakit

Seinget saya sih, nggak ada kamar isolasi ya. Tanya sendiri yaaa!

🏡 Lain-lain

Ada field trip dan bayar lagi tapi katanya nggak pernah lebih dari Rp 200ribu. Field trip-nya pake seragam gitu tampak seru sekali sih kalau liat di Instagram. Visit psikolog, dokter anak, dan dokter gigi setiap 6 bulan.

🏡 Biaya

Admin fee: Rp 2juta
Monthly fee: Rp 3,7juta
Ekskul: Rp 150ribu

Masih affordable sih, admin fee cuma sekali dan untuk itungan biaya daycare Jakarta Pusat juga masih ok ya menurut saya. Saya juga sempet WhatsApp sama ownernya dan ownernya baik banget. Ramaahhh banget padahal saya chat hari Sabtu pagi. Keramahan owner juga jadi pertimbangan banget sih buat saya, karena nanti kalau ada apa-apa kita kan komplain nomor satu ya ke owner dulu.

Masalahnya cuma satu ..

WAITING LIST 10 ANAK HUHUHUHUHUHU

Baca-baca di forum juga emang untung-untungan banget masuk ke sini hhhh. Tapi ya udalah akhirnya naro nama aja. Mengapa sungguh kurang beruntung hahaha.

Oke segitu aja review daycare Jakarta Pusat saya, next akan review Little Bee Daycare & Preschool. Minggu depan ya!

Baca review sebelumnya:

REVIEW LOVELY SUNSHINE DAYCARE BENHIL

dan cerita plus tips seputar daycare di tag:

TENTANG DAYCARE

See you daycare mommies!

-ast-