Image Slider

#SassyThursday: Rokok

on
Thursday, August 25, 2016


Topik minggu ini banget ya kan. Gara-gara menyebar informasi "harga baru" rokok yang naik banyak, entah seberapa banyak karena nggak ada yang merokok di lingkungan keluarga gue.

Terus ternyata harga baru itu tidak bisa dikonfirmasi pada siapa-siapa alias hoax. Padahal para perokok udah panik sampai nyetok segala, yang nggak ngerokok udah hepi.

Gue nggak anti perokok. Silakan aja kalau mau bakar rokok asal asepnya nggak kena muka dan baju gue. Bau. Apalagi harus deket-deket orang yang bau rokok udah nempel sama bau badan if you know what i mean.

Itu loh, tipe orang yang tangan dan badannya tetep bau rokok mau sebersih apapun dia cuci tangan dan semahal apapun laundry bajunya. Bau rokok basi semacam itu bikin mual banget.

Baca punya Nahla:


Gue bersyukur banget karena nikah sama orang yang benci rokok hahahaha. Di antara ibu-ibu yang nyindir suaminya dengan share info-info soal bahaya rokok, gue sih adem ayem.

JG hates smokers so much he even suggested his office to ban smoking at the office's front lobby and they approved. Jadi sekarang di luar gedung XL nggak ada yang ngerokok lagi, cuma boleh ngerokok di kantin, di smoking areanya. #win

Smoking area ini solusi paling oke sih menurut gue. Lo ngerokok dan asepnya ya kehirup sesama perokok. Yang kasian kalau di rumah punya bayi atau anak kecil. *ya anak gede juga kasian sih*

Karena kan abunya nempel di baju ya, terus sampai rumah meluk-meluk anaknya. Kasian anaknya.

Dan para perokok ini paling jago ngeles. Ngeles mulu kaya guru les. *WHAT* Serba mendadak pun kaya supir metromini dibajak anak STM tawuran. *ini apa sik?*

Kaya mendadak senang mencari udara segar dan nambah-nambahin beban nyuci baju.

"Nggak kok ngerokoknya cuma di luar rumah"

"Kalau ketemu anak ganti baju dulu kok"

Atau mendadak inget sejarah keluarga.

"Kakek gue aja umur 90 tahun ngerokok sehat wal afiat tuh"

Kakek lo ga makan junk food dari SD, broh.

Dan mendadak care sama urusan buruh.

"Kasian tau petaninya" atau "Kasian tau karyawan pabrik rokok"

Padahal buruh demo dihina-dina, kenapa buruh minta nambah upah. Ya buat beli rokoklah. Emang lo doang.

Kemudian mendadak peduli lingkungan.

"Lo nggak ngerokok tapi naik ojek, itu kan polusi"

Ya gue kan nggak ngisep knalpot truk di depan mulut gue. Dan lo meski naik mobil kan kacanya dibuka juga karena sambil ngerokok. Why?

Plus mendadak merasa paling sehat.

"Gue ngerokok tapi hidup sehat kok, gue rajin olahraga"

Ummm, excuse me? Hidupnya kontradiktif amat ya.

Intinya buat gue, kalian yang ngerokok dan nggak tinggal sendirian alias tinggal sama keluarga apalagi sama anak, itu egoisnya sama orang yang bakar hutan dan bakar sampah. Orang lain cuma dapet ga enaknya doang. Kecuali ya kalian tinggal sendirian, terserah kalau itu sih.

Dan sepertinya sia-sia berharap cowok berhenti merokok karena cinta, girls. Liat aja ibu-ibu yang tahunan bujukin suaminya berhenti ngerokok dan suaminya keukeuh. Kalau pun berhenti, ya berhenti karena kemauan sendiri, bukan karena istri. Jadi pesan moralnya bagi kalian yang belum nikah: jangan pacaran sama perokok lol.

See you next week!

-ast-


Witch's Pouch Love Me Blusher in Sweet Coral Review

on
Tuesday, August 23, 2016

HOLAAAA!

Lama banget nggak nulis beauty ya, aku kan anaknya mood-moodan. Padahal punya banyak barang yang udah dipake dan belum direview. Karena apa? Karena nggak ada waktu foto-fotonya huhu.

Ini pun akhirnya aku bawa ke kantor dan aku foto pagi-pagi di kantor. Kali ini aku mau review blush on!

Aku suka banget blush on i can't live without blush on lol. Kalau lagi pake bb cushion, aku biasanya nggak pakai bedak lagi. Biar nggak keliatan terlalu oily, aku pakai blush on. Pakenya dari tulang pipi sampai hidung huahahahah. Makanya blush on dengan warna natural itu penting banget buat aku!

Sebelum beli ini, aku pake Benefit Dandelion dan itu super! Diganti-ganti juga sama Benefit Posie Tint yang juga super! Kalau pake Benefit, kaya semua make up luntur setelah seharian dan blush on tetep stay pink. Tapi kekurangan Benefit adalah, harganya juga super! HAHAHAHAHAHA. Dan Benefit Dandelion aku udah hit the pan. T____T

Jadilah dimulai pencarian blush on baru yang bisa mirip-mirip Benefit. Punya sih Bourjois Baked Blush Rose Ambre yang bisa stay seharian dan warnanya pigmented banget, tapi saya sayang-sayang karena nyarinya susah. -______- Nggak mahal tapi yang warna itu nyarinya susah banget. Sampai akhirnya di Althea (MY ALL TIME FAV KOREAN ONLINE SHOP!) nemu brand namanya Witch's Pouch. Dan murah-murah yaaaa. Beli deh blush on-nya.

*astaga ini pengantar aja panjang bener*

OKE JADI INI DIA.

WITCH'S POUCH LOVE ME BLUSHER IN SWEET CORAL REVIEW.

Pertama kali, pegang first impressionnya, GEDE BANGET. Ini pasti awet deh laff. Pas dibandingin itu ukurannya sama kaya BB Cushion-nya Laneige. Packagingnya biasa aja sih kaya apa ya. Nggak kaya apa-apa sih, polos dan gambar topi penyihir untuk menekankan witch-nya. Fontnya juga font penyihir gitu. Dan dari plastik murah yang yaaa ... nggak apa-apa sih toh harganya nggak mahal juga lol.





Di packagingnya tertulis:

"Love me blusher gives natural and sophisticated sensation with high adherence and little flyaway powders that complete contour makeup."


Natural yes, sophisticated sensation aku nggak ngerti maksudnya apa lol, high adherence yaaa mayan lah meski nggak sekuat Benefit, and little flyaway NO. Asli ini powdery banget, fall out-nya banyak.




Ya kan. Itu swatch pake jari sih, kalau pake kuas ya dikeprukin dulu la ya atau ditiup-tiup dulu ((( dikeprukin ))). Teksturnya sih halus, tapi banyak yang terbang-terbang kan why yah.

Pas aku coba sapu ke pipi weehhh pigmented banget. Memang tidak bijak menilai pigmentasi blush on hanya dari swatch jari girls. Betapa swatch jari tidak menunjukkan performa maksimalnya. -_____-

Waktu pertama kali pake aku jadinya pakenya tebel banget karena aku pede ini bakalan sheer coveragenya. Tapi ternyata nggak lol. Jadi catet ya, pake tipis-tipis aja.

Ada foto aku lagi pake tapi karena warnanya natural banget jadinya nggak nongol di foto. Fotonya di bawah sinar matahari yang bercahaya terang pula, makin aja nggak keliatan. Good thing sih buat aku karena tujuannya kan emang cari blush on untuk sehari-hari. Kalau buat difoto atau event sih emang kurang tebel, atau pilih warnanya yang nggak terlalu natural sih harusnya.




AKU SUKAAAAA.




- Gede, 11 gram bayangin aja, Bourjois Baked Blush itu cuma 2,5 gram loh.

- Nggak mahal, yaiyalah apalagi gede lol.

- Pigmented

- Nggak shimmery. Ini dead matte banget sih bayangkan bedak padat warna peach lol.

- Ada brushnya dan brushnya nggak sekasar punyanya Bourjois yang kaya ijuk banget huhu maafkan tapi ini kenyataan. Brush Witch's Pouch ini halus banget. Ini aku bikinkan .gifnya.


- Mayan awet. Nggak awet 24 jam banget tapi ada seharian dipake di kantor tetep ada sisa pink nempel kok, nggak ilang amat.


- Fall out nya banyak.


MY FAV KOREAN BEAUTY STORE ALTHEA KOREA. YASSS.  http://id.althea.kr/love-me-blusher


140ribu


YES


4 out of 5

See you di #SelasaCantik berikutnyaaaa! :*

-ast-


Tips Persiapan Tes TOEFL dan IELTS

on
Monday, August 22, 2016
[SPONSORED POST]



Kalau ngomongin tes TOEFL dan IELTS, saya punya satu penyesalan. Kejadiannya lima tahun lalu. Waktu itu, saya baru lulus kuliah dan memutuskan keluar dari pekerjaan pertama karena saya kerja bukan di bidang yang saya suka. Waktu itu kerja jadi sekretaris di perusahaan Korea sementara passion saya selalu menulis dan hal-hal kreatif lainnya.

Terus karena saya masih muda *EHM*, jadi nothing to lose, cuma kerja 6 bulan terus keluar, nggak peduli nggak bergaji yang penting bahagia hahahaha. Terus karena cita-cita saya adalah kuliah di luar negeri, saya pun mempersiapkan diri. Saya cari tau info-info beasiswa, cari-cari sekolah dan mikirin jurusan, sampai nemu beberapa kampus yang jadi incaran. Dan mereka mensyaratkan TOEFL IBT. Beda loh sama TOEFL biasa yang bukunya banyak beredar di toko buku.

Karena saya kalau ingin sesuatu itu pasti niat, saya kemudian ambil private course preparation test untuk TOEFL IBT yang ternyata susahnyaaaa. Jauh lebih susah dari TOEFL paper based. Dua bulan penuh, seminggu 3 kali saya les private di sebuah tempat les bahasa Inggris di Bandung. Saya selesaikan les dengan baik, nilai dari try out saya selama les sebenarnya cukup untuk daftar sekolah, tapi ...

*senyum nanar mengenang masa lalu*

Sebentar, apa itu TOEFL IBT?

TOEFL mah udah pada tau lah ya TOEFL itu Test of English as a Foreign Language alias tes untuk mengetahui kemampuan berbahasa Inggris kita. Nah TOEFL ini ada dua macam, paper based dan internet based test (IBT).

Paper based itu tes TOEFL yang tidak online, banyak lembaga yang menyelenggarakan tes TOEFL dengan biaya beragam, rata-rata dari Rp 400-600ribu. Soal yang harus dikerjakan pakai kertas aja yang dibagikan, yaiyalah namanya juga paper based.

Nah yang saya ikut preparationnya itu yang internet based alias tesnya online! Jadi kita daftar tes, kemudian akan dikasih jadwal tes, dan kemudian datang untuk mengerjakan tesnya. Online kerasa berat banget karena nggak bisa lewat dulu untuk ngerjain soal yang lain. Per sesi ada break dulu tapi tetep aja panik, satu kali tes bisa menghabiskan waktu 4 jam. Cukup bikin panik sih makanya niat banget ambil preparation course dulu. Karena ada lohhh yang santai dan cuma belajar sendiri di rumah hahaha.

TOEFL IBT ini lebih mahal dari yang paper based. Biaya tesnya sampai USD 180 alias Rp 2juta lebih kalau pake kurs sekarang.

Ini sebabnya, sayang banget kalau mau ambil tes IBT tapi kurang persiapan. Padahal nilai TOEFL dan IELTS itu penting loh. Selain untuk cari beasiswa dan daftar sekolah, banyak juga perusahaan yang pasang nilai minimum TOEFL dan IELTS untuk calon karyawannya *melirik kantor sendiri lol*.

Apa bedanya TOEFL dan IELTS?


Beda tes TOEFL dan IELTS ada di cara penyelenggaraan dan sistem penilaiannya. TOEFL biasanya digunakan untuk tes universitas di luar negeri, beasiswa, peserta sertifikasi internasional, atau murid dan karyawan yang sedang mengajukan visa studi dan visa kerja. Sedangkan IELTS atau International English Laguage Testing System merupakan standardisasi tes keahlian bahasa Inggris di seluruh dunia. IELTS merupakan tes bahasa Inggris paling populer di dunia untuk studi, bekerja, dan migrasi ke luar negeri. Keduanya dijadikan standard internasional dalam hal menilai kemampuan bahasa Inggris seseorang untuk berbagai keperluan.

Nah karena mahal, jadinya persiapan pun harus sebaik mungkin dong! Masa mau keluar uang lebih dari 2juta terus ngerjain tes asal-asalan dan nilainya kecil. Percuma dong nanti nggak bisa dipakai juga.

Jadi di sini aku mau kasih beberapa tips untuk mempersiapkan diri tes TOEFL IBT dan IELTS:

- Persiapkan tes TOEFL dan IELTS minimal sejak sebulan sebelumnya.

- Tonton tayangan berbasis bahasa Inggris atau mendengarkan radio bahasa Inggris untuk meningkatkan kemampuan listening.

- Perbanyak kosakata dan gunakan dalam percakapan sehari-hari untuk melatih pronounciation nya.

- Biasakan membaca teks-teks bahasa Inggris yang ditulis oleh akademisi atau jurnal atau surat kabar berbahasa Inggris sebanyak mungkin. Kembangkan teknik scanning dan skimming dalam menemukan informasi dengan cepat dan tepat pada bacaan yang panjang.

- Cobalah menulis esai dalam bahasa Inggris dan minta masukan dari guru atau mereka yang lebih berpengalaman.

- Latihan! Latih diri untuk menjelaskan diri dalam bahasa Inggris, ini untuk membantu kemampuan speaking.

- Belajar intensif dan praktek terus supaya lancar dan tidak gagap melihat bentuk soal yang diujikan.

Kalau dirangkum berdasarkan sesinya, bisa perhatikan tips di bawah ini.

Reading: perhatikan ide-ide utama, ringkasan, informasi penting, kalimat penyisipan, kosakata, tujuan retoris dan ide keseluruhan bacaan.

Listening: pahami ide-ide utama, detail penting, implikasi dan hubungan antara ide-ide. Berlatihlah untuk menjawab hanya dengan sekali mendengarkan.

Speaking: sampaikan ide-ide atau pendapat sesuai dengan topik yang dibahas, dan tidak hanya jawaban “ya” atau “tidak”.

Writing: tuliskan ringkasan apa yang menjadi topik pembahasaan, dan terakhir menulis esai. Biasakan untuk selalu mengukur lamanya waktu berlatih.

Nah, kabar baiknya, ada platform gratis loh untuk kalian latihan. Platform ini disediakan oleh English First (EF) yang sudah didesain sedemikian rupa sehingga penilaiannya bisa sama dengan skor TOEFL atau IELTS. Bisa coba di sini: www.efset.org

Gampang kaannn? Eh nggak ya? Hahahaha. Ya intinya sarannya akan selalu klasik sih, perbanyak latihan! Manfaatkan platform dari EF untuk mengukur sudah sejauh mana kemampuan kita.

Terus terus, penyesalan saya apa tentang tes ini?


Penyesalannya adalah, sampai detik ini, bertahun-tahun kemudian, saya belum kesampaian ikut tes TOEFL IBT. Sebabnya karena dulu saya berpikir ulang, apakah yakin akan diterima beasiswanya? Saya terlalu takut gagal sampai sayang rasanya mengeluarkan uang untuk tesnya sendiri. Padahal kalau nggak dicoba mana tau ya kan?

Dan karena maju mundur untuk tes TOEFL, semangat mencari beasiswa dan kuliah di luar negeri pun perlahan-lahan menguap. Kalau dibilang menyesal ya menyesal, kenapa dulu nggak ngotot aja tes dulu dan apply-apply dulu? Tapi akhirnya saya diterima kerja di tempat yang saya suka, menikah, punya anak, and the rest is history. Sampai sekarang saya galau apakah itu termasuk penyesalan apa bukan? :))))

Jadi kalian yang masih muda-muda, ayo manfaatkan waktu sebaik mungkin. Dunia masih luas, masih banyak yang bisa dijangkau dan diraih. Semangat yaaa!

-ast-


#SassyThursday: Rasisme

on
Thursday, August 18, 2016


Gue nggak tahu kalau sekolah di kota lain tapi anak-anak sekolah di Bandung itu sadar ras sekali. Minimal kita punya teman dengan panggilan "Jawa" kan karena dia bukan orang Sunda?

Gue punya. JG juga.

Tapi dulu rasanya tak terpikir sama sekali bahwa itu adalah hal rasis. Entah kami yang terlalu polos atau karena si "Jawa" pun sepertinya tidak marah atau kesal mendapat julukan itu.

Poinnya adalah, kita dengan mudah menjuluki orang lain berdasarkan rasnya dan kenapakah kita harus membeda-bedakan orang berdasarkan ras?

Baca punya Nahla:


Entahlah mungkin naturalnya memang seperti itu. Kita merasa kita sama kemudian ketika kita menemukan seseorang dengan logat bicara yang berbeda, kita lantas tertarik dan lahirlah julukan yang rasis itu.

Masalahnya di mana? Mungkin sebenarnya tidak ada, tapi hal-hal seperti ini rawan menimbulkan perpecahan. Karena bisa saja orang minoritas itu menjadi tidak nyaman dan jadi timbul gesekan-gesekan yang sebenernya nggak perlu kalau aja becanda ras itu nggak dilakukan.

Gue jadi inget temen yang orang Papua. Kulitnya hitam, rambutnya keriting. Seiring berjalannya waktu ia merawat diri dan mengubah kulitnya menjadi putih. Jauh lebih putih dibanding kulit asli Papua. Ia juga meluruskan rambut.

Kami dulu diam-diam men-judge dia karena "why are you trying so hard to be a javanese?" Sekarang setelah dipikir-pikir, mungkin dia hanya "trying to fit in" karena jadi beda itu tidak mudah. Mungkin banyak ketidaknyamanan yang dia dapatkan dengan warna kulit aslinya sehingga ia berusaha jadi sama dengan orang-orang di sekitar dia.

Kasihan ya. :(

Tapi gue sendiri bisa dibilang beruntung karena ketika Nahla muncul dengan ide menulis soal rasisme ini, gue sama sekali nggak tahu harus menulis apa. Gue baru sadar itu ternyata karena gue nggak terpapar soal rasisme. Gue nggak hidup di lingkungan yang begitu bodoh dan membeda-bedakan orang berdasarkan rasnya. Tapi gue tau, masih banyak tempat di negeri ini yang rasis sekali

Ditambah lagi dengan judgement rasis seperti "galaklah, batak sih!" atau "pelit banget sih kaya orang cina!". Well, orang galak nggak mesti batak dan orang pelit ada di setiap suku dan ras sih. Kenapa harus dikotak-kotakkan?

Kantor gue, perbedaan itu kerasa banget dan kami hidup berdampingan. Berbagai agama ada, yang tidak beragama ada, orang Jawa, Padang, Cina, sampai setengah Indonesia dan bukan orang Indonesia pun banyak. Hal-hal seperti ini tidak pernah jadi topik obrolan and it's a good thing.

Buat kalian yang masih terima perlakuan rasis, ayo bersuara! Kalau ada yang becanda bawa-bawa ras dan kalian tersinggung, ayo bersuara! Minimal bilang aja "eh jangan rasis dong!" Karena mungkin aja si orang itu nggak sadar kalau rasisme bisa membuat orang lain tersinggung. Mungkin dia menganggap itu biasa.

Dan dunia saat ini lagi melek banget loh soal hal-hal seperti ini, thanks to Donald Trump yang rasis melulu orang jadi terbukakan matanya.

Hermione aja sampai berubah warna kulit jadi hitam saking di film-film Harry Potter sebelumnya, orang kulit hitamnya dianggap terlalu sedikit. Emoji aja bisa pilih warna kulit karena kenapa nggak? Kenyataannya nggak semua orang di dunia ini kaukasian kok.

BuzzFeed dan Cosmopolitan dong yang tercanggih. Mereka bikin artikel review lipstik dengan berbagai warna kulit. Karena ya masa bikin artikel review satu warna lipstik tapi yang nyoba cuma orang kulit putih? Yang kulitnya coklat dan hitam juga ingin tahu dong gimana warna itu di kulit mereka.

Keren ya!

Apalagi ya? Ngantuk sih lolol. Cerita dong, ada yang pernah diperlakukan rasis?

PS: Setelah baca punya Nahla gue baru sadar kalau hal rasis yang paling gue liat adalah soal Ahok. Tapi yah, kasian banget sama yang masih teriak-teriak Ahok nggak layak jadi gubernur karena dia Cina. Kasian karena nggak bisa cari kekurangannya sampai teriak hal yang sebenernya nggak ada hubungannya dengan kemampuan jadi gubernur. Enough said. :)

-ast-

Saya bagi-bagi freebies loh! Quote untuk pajangan yang siap di-print dan dimasukkan ke dalam frame. Cek di sini yaaa: FREE PRINTABLE. Jangan lupa juga nonton video minggu ini, Get to Know Me Tag with KG & AST. Videonya ada di bawah postingan ini. :)


[FREEBIES] Printable Quotes

on
Tuesday, August 16, 2016


Hai hai!

Seperti yang sudah dijanjikan di Instagram, aku mau bagi-bagi freebies wuhuuuu.

Iseng aja sih soalnya liat-liat blog luar banyak banget yang suka bagi-bagi freebies, aku kan anaknya kompetitip jadi aku juga mau dong bagi-bagi lol.

Freebies ini nggak ada syaratnya, tinggal klik link Google Drive-nya, download (ada button download di kanan atas). Nggak perlu sign in atau apa. Terus tinggal print deh. Ini ukurannya ukuran foto 5R (5x7 inch). Ada sedikit attribution di bawah quotesnya buat blog aku, sedikit banget kok. Semoga nggak ganggu ya.

TAPIIII ...

Ada tapinya lol. Aku bikinnya sih udah bener ya ukurannya 5x7 inch. Masalahnya aku belum coba print karena nggak punya printer HAHAHAHAHAHA. Sampai niat mau beli tapi kok harga printer zaman sekarang berjuta-juta? :O Dulu pas kuliah aku beli printer 2juta udah dapet laser yang bagus banget. *yakeles tahun berapa ya kan*

Tadinya mau niat ke tempat printing gitu buat cek tapi nggak sempet. Daripada ditunda-tunda lagi share-nya mendingan share dulu aja, kalian coba print dulu nanti kalau ada apa-apa bilang aku yaaaa. *ngerepotin lolol*

Karena ini pertama kali bikin printables, please banget masukannya. Apa gitu yang bisa di-improve untuk mempermudah. OKEEEE? Komen aja di bawah postingan ini yaaa.

Follow juga dong Instagram aku, subscribe YouTube aku, dan like fanpage aku biar bisa chat langsung di Facebook Messenger hahahaha modus amat neng di mana-mana minta follow. lolol Nggak lah nggak perlu follow kalau nggak mau mah. Tetep dikasih kok ini freebiesnya. :D

Oiya, ini hanya untuk pribadi ya, tidak boleh dijual dan didistribusikan kembali dalam bentuk apapun. Tidak boleh juga untuk dibagi-bagikan lagi di blog.

Kalau mau share image di bawah ini di Instagram boleh tapi harus mention aku yaaa.

Ini dia.

download di sini.

download di sini

download di sini

Semoga sukaaaa!

-ast-