Image Slider

Midnight Sale

on
Tuesday, June 28, 2016

Hari Sabtu kemarin saya ada acara buka bersama temen-temen beauty blogger. Makannya di depan Senayan City. Sebagai anak Sency tentu pulangnya mampir dong yah, dan ternyata salah banget (entah bener banget) karena malam itu adalah Midnight Sale.

Ini pertama kalinya saya ke mall saat Midnight Sale karena tahun-tahun sebelumnya saya nggak pernah ke mall saat Midnight Sale. Bukan karena males penuh tapi karena pengen bobo. Bahkan barang sale nggak lebih indah daripada bobo.

Sency rame. Kaya Pasar Baru Bandung, nggak tahu kalau Pasar Baru Jakarta soalnya belum pernah ke sana. Pasar Baru Bandung di bulan puasa dengan jokes mertua saya yang nggak pernah basi “tong ka pasar baru bisi suku pahili”. Hahaha. Saking ramenya orang. Melihat ke lantai semuanya kaki, takut tertukar dengan kaki orang lain.

Ditambah di atriumnya dibuat acara megah berkemilau cahaya warna-warni. Dengan panggung yang juga warna-warni dan sungguh Instagram-able, melenggang lah model-model dengan baju karya Dian Pelangi. Semakin malam semakin random, dari sexy dancer berbaju rapi sampai tari bali semua tampil bergantian.

Yang seru, karyawan Sency (mungkin PR atau marcomm) nya memakai seragam polo shirt putih. Mereka memegang lonceng dan mengunjungi satu per satu tenant untuk membuat kegaduhan. Lengkap dengan alarm kebakaran dari toa yang dipegang seorang mas-mas. Mereka bergerombol berkeliling Sency dan berhenti di satu tenant bergantian.

“Armani Exchange, diskon 70% … blablabla kincring kincring xsdihsidhsfiovhdividuvb,” kata si bapak itu. Nggak tahulah nggak jelas ngomong apa, gimana mau jelas lah dia ngomong pake toa dan di sekelilingnya ada belasan orang bunyiin lonceng. Pusing.

*

Midnight Sale itu dimulai jam 8 tepat. Saya, JG, dan Bebe kebetulan sedang di Debenhams. Jam 8 tepat speaker pengumuman berdenging dan suara seorang perempuan mengumumkan Midnight Sale akan dimulai. Seketika mas-mas Debenhams berseragam polo shirt ungu sigap mengganti tulisan “Selamat Lebaran” menjadi angka-angka diskon. Wow.

Sudut bermain Lego gratis di bagian mainan yang biasanya hanya dikerubuti 2-3 anak, kali ini penuh. Bebe sempat kecewa dan bingung.

“Banyak orang ibu,” kata Bebe yang membuat anak perempuan di sebelah kanannya menggeser sedikit memberi tempat untuk Bebe.

Saya dan JG hanya berdiri saja di sekitar situ, JG sudah membeli satu mainan yang bahkan tidak diskon. Saya ingin membeli figurine Little Pony Princess Celestia yang diskon, tapi tidak punya alasan kuat. JG membeli mobil-mobilan bisa dimainkan bersama Bebe, saya main Little Pony sama siapa?

*tolong jangan bilang sama anak kedua lol*

Seorang ibu tiba-tiba datang terburu-buru, ia mengantar anaknya untuk bermain Lego dan berpesan, “Jangan ke mana-mana ya! Nanti mama ke sini lagi!” anak yang berusia seitar 9 tahun itu mengangguk. Ia mengambil beberapa blok Lego dan mulai bermain.

“Stay here ok, I’ll find mommy,” ujar seorang bapak dengan 3 anak laki-laki yang kehilangan istrinya. Tipikal anak-anak di mall Jakarta. Kalau mau mengajak ngobrol harus dengan bahasa Inggris dulu karena belum tentu bisa bahasa Indonesia.

“Ya udah kalau kamu ada yang dicari ya sana cari! Aku nggak apa-apa di sini!” seorang bapak lain setengah berteriak. Beberapa kepala menoleh. Istrinya melengos pergi mendorong stroller berisi bayi. Si bapak terjebak berdiri bersama kami. Menunggu anak bermain Lego.

*

Malam makin larut, Sency makin ramai. Barisan lelaki bersandar di depan Bershka, menunggu kekasih dan istrinya mengantri menuju kasir. Beberapa perempuan muda yang tampaknya satu gank sudah menenteng berplastik-plastik belanjaan. Mungkin isinya juga sama dan semodel karena baju yang mereka pakai malam itu pun seragam. Cropped top dengan legging atau off shoulder dengan hot pants.

Bayi dan balita sudah tertidur lelap di stroller masing-masing. Banyak nenek dan kakek melamun di kursi rodanya ditinggalkan sendirian karena terlalu sempit untuk mendorong kursi roda ke dalam store. Di satu sudut yang cukup luas para ayah bermain mobil-mobilan dengan anak laki-lakinya. Duduk di bawah selonjoran, menunggu para ibu selesai berbelanja.

Saya mencuri dengar satu ibu meminta anak remajanya kembali ke mobil … untuk mengambil koper. Tentengan mereka terlalu banyak, sulit membawanya. Si ibu bertanya pada anak perempuannya yang tampak seperti mahasiswi, apa masih ada yang mau dibeli?

“Ya kalau diturutin sih pasti masih ada yang pengen dibeli,” jawab anaknya.

Kami masih duduk di sebuah bangku di depan Topshop. Mengantri Chatime kemudian berjalan-jalan melihat keramaian. Bebe sudah tidur lelap digendong JG. Mampir ke toko roti kemudian pulang. Di luar parkiran luar biasa penuhnya. Parkir gedung tak cukup sampai-sampai barisan mobil mengular sampai jalan. Untunglah Sency punya jalan sendiri, tak terlalu membuat macet jalan lain.

*

Ini cuma cerita, nggak ada intinya hahaha. Cuma ingin berbagi suasana,maklum pertama kalinya datang ke yang namanya Midnight Sale. Penuh orang ternyata, orang-orang yang menghabiskan uang. Tidak apa-apa karena yang dihabiskan kan uangnya sendiri bukan uang saya. Nggak usah juga nyinyir tentang nafsu karena untuk apa? Siapa tahu memang uangnya banyak jadi menghabiskan sekian juta memang dengan akal, bukan dengan nafsu.

Lagipula orang-orang seperti saya juga senang berbelanja. Bedanya di online shop yang free ongkir. Atau belanja di Bandung yang harganya bisa jauh lebih murah daripada harga di mall Jakarta. Jauh sekali lebih murah.

PS: Midnight Sale diskonnya nggak seheboh itu kok. Entah kalau barang branded atau designer’s item ya, kalau level Pull & Bear, Bershka, Stradivarius sih biasa aja. Biasa banget, dikit banget diskonnya. Apalagi Cotton On, di plangnya tertulis harga berapa, di tag bajunya berapa. Yang berlaku tentu yang di tag baju. Terus dia pake tulisan gede-gede, sepatu 300ribu dua pasang. LAH MEMANG SEGITU KAN HARGANYA. Midnight Sale ini tidak lebih dari memanfaatkan momen orang punya uang dan mau menghabiskan uang.

Jadi, sudah sampai mana persiapan Lebarannya? Sudah belanja apa saja?




Ini Dia Pahlawan Baru, Ketua Arisan!

on
Monday, June 27, 2016
[SPONSORED POST]



Di 3 blog post sebelumnya, saya sudah bercerita sedikit tentang Arisan Mapan. Pasti banyak yang bertanya-tanya. Gimana sih jadi ketua arisan itu?

Seperti layaknya arisan biasa, Arisan Mapan juga bisa berjalan dengan baik karena peran besar dari sang ketua. Mereka biasanya orang-orang yang punya suara di komunitas masyarakatnya dan ingin membantu lingkungan sekitar mereka untuk bersama-sama meraih barang impian. Bingung nggak? Nonton video ibu Wiwin ini deh.

Ibu Wiwin ini adalah ketua Arisan Mapan yang punya 20 kelompok arisan! DUA PULUH! Satu kelompok berisi 4 orang yang menginginkan barang yang sama. Ibu Wiwin ini tinggal di Ciwidey, umurnya baru 29 tahun. Sebagai ibu rumah tangga dan ketua Arisan Mapan, ia bisa membantu ibu-ibu rumah tangga lain untuk mendapat penghasilan juga.

]

Udah nonton? TERHARU AMAT. Saya nggak pernah kepikiran satu blender bisa sangat berarti untuk orang lain. T______T

Nah, blender itu didapatkan dengan cara arisan. Jadi ibu Wiwin mengumpulkan minimal 4 orang yang butuh barang tapi belum bisa membelinya secara lunas. Mereka bisa memilih barang yang diinginkan dari katalog Arisan Mapan. Setelah diputuskan barangnya, ibu Wiwin lah yang mengumpulkan uang arisannya untuk kemudian dibayarkan pada Arisan Mapan.

Barang yang ditawarkan banyak sekali. Dari alat rumah tangga, elektronik, sampai baju. Sang ketua bisa menawarkan lewat katalog berupa majalah atau melalui aplikasi Rumpi Mapan. Jangan khawatir uang hilang, karena Arisan Mapan juga bisa pakai sistem COD, jadi uang arisannya dibayarkan saat barang diantar.

Arisan Mapan sendiri diselenggarakan oleh PT RUMA yang sudah terdaftar di Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Pedagang Langsung Indonesia (APLI). Arisan Mapan sudah punya lebih dari 70,000 anggota di Jawa dan Bali. Bayangkan, ada 70.000 orang yang sebelumnya kesulitan mendapatkan barang!

Selain bisa bersama-sama mendapatkan barang impian, ketua Arisan Mapan juga berhak mendapatkan komisi karena telah menjadi Ketua Arisan dan menyelesaikan jalannya kelompok arisan. Komisi akan terus bertambah pada setiap periode dan dapat digunakan setelah kelompok arisan selesai.

Atas berbagai keberhasilan yang dicapai, tahun ini RUMA meraih Rekor MURI dengan kategori Arisan Barang dengan Peserta Terbanyak. Keren yaaa!

Mau jadi ketua Arisan Mapan dan membantu sesama untuk mendapatkan barang impian? Sign up di sini ya! Baca juga blog post saya sebelumnya tentang cara gampang untuk ikut Arisan Mapan.







Lewat Arisan Mapan, kita bisa jadi pahlawan untuk orang-orang sekitar. Karena pahlawan bukan siapa diri kita, tapi hal baik apa yang sudah kita lakukan paada lingkungan sekitar kita.

Masih kurang jelas? Baca di sini ya




***


#SolehaThursday: Gentleman

on
Thursday, June 23, 2016

Sadar nggak sih kalau "adat ketimuran" yang selalu diagung-agungkan itu berat sebelah? Hampir semuanya hanya berpatokan pada perempuan. Perempuan harus begini harus begitu. Tidak boleh begini tidak boleh begitu. Kalau laki-laki?

Laki-laki punya kebebasan lebih. Saking lebihnya banyak laki-laki di negara ini yang nggak mengerti sama sekali soal manner. Soal bagaimana SEHARUSNYA memperlakukan perempuan.

Dan sialnya ketika perempuan meminta diperlakukan begini dan begitu, perempuan akan dicap manja. Padahal come on, gentle=lembut, memperlakukan perempuan dengan lembut BUKAN berarti memanjakan perempuan tapi menghargai mereka.

Baca punya Nahla:

Beruntung JG itu gentleman banget jadi gue nggak ribet hahahaha. He's annoying as hell but still the sweetest and does (almost) all the things that gentlemen supposed to do. Dia buka dan tutupkan pintu, bertanggung jawab sama semua urusan rumah tangga, dan yang terpenting adalah menomorduakan gue. Karena nomor satu adalah kerjaan. -______-


Jadi gue dan Nahla mencontek list 23 Behaviors Of A Gentleman That Every Man Should Adopt ini dan akan membahas satu-satu, seberapa sering hal-hal ini dilakukan laki-laki negara ini. Yang ditulis miring adalah komentar dari artikel aslinya

1. A gentleman opens doors for a lady.

Okelah buka pintu mobil mah sendiri aja. Yang paling penting mah NAHANIN PINTU DORONG. Paling sebel sama cowok-cowok yang masuk/keluar duluan dari pintu dorong terus nggak nahanin pintunya buat gue terus pintunya mau ngejeblak ke muka gue wtf. -_______-

Bok, satpam aja buka dan nahanin pintu loh ya kan. Etika pintu dorong itu adalah lo nahanin pintu buat orang belakang lo, regardless you're a man or a woman. Apalagi orang belakang lo bawa bayi pake stroller. Bukannya buka pintu buat diri sendiri terus orang belakang lo ketabrak pintunya.

Baru tau? Nah sekarang jadi tau. :|

2. A gentleman walks closest to the curb.

Oke ini masih banyak sih cowok-cowok kaya gini ya meskipun masih ada juga yang nggak peduli tapi mayoritas masih lah ya jalan di sisi terluar trotoar. Skip.

3. A gentleman makes reservations.

HAHAHAHAHAHA except you're Chuck Bass, I'm pretty sure you guys prefer to make us women do this. Yang ini mah jelas jarang sekali dilakukan cowok-cowok karena makanan mah urusan perempuan ya? Betapa ketimuran sekali lol.

4. A gentleman gives her his jacket.

Or at least offers to. Please.

5. A gentleman is punctual.

There's no excuse for being late. Respect her time. Never keep a woman waiting. 

Never keep ANYONE waiting. Tapi ternyata mannernya adalah cowok harus dateng duluan ya. Good!

6. A gentleman rises when she enters the room.

Again, a sign of respect and acknowledgement. You should also rise when she exits. At a meal, you stand when she excuses herself and again when she returns. Even a partial rising shows gentle manners, but it's best to fully stand if possible.

Aku laff banget sama cowok-cowok sesopan ini. T______T Jarang sekali dilakukan para cowok karena yah, nggak tau dan ngapain ya kan ngehargain gue dengan berdiri? Gue ibu pejabat aja bukan. -_____-

7. A gentleman gives compliments sincerely and often.

The first words out of your mouth when you meet a woman on a date should be along the lines of "you look stunning." If you're in a relationship, don't fall into the trap of taking her for granted: compliment her as if you were courting her all over again.

*love love love* Nggak tau harus komentar apa because it's too sweet. Bahkan cewek sefeminis apapun juga nggak nolak kok dibilang cantik. :')


8. A gentleman helps her to be seated.

1. Pull the chair out for her.

2. As her knees bend to sit, gently push the chair in with both hands on the backrest.

LIKE NO ONE DO THIS EXCEPT THE WAITRESS T______T Setelah dipikir-pikir kerjaan waitress dan satpam kok sweet banget ya. T_______T

9. A gentleman gives up his seat.

Yes, on the subway. Yes, on the bus. Yes, in the waiting room at the DMV. It doesn't hurt. It costs you nothing. And if a pregnant woman or elderly lady steps into your subway car, your first instinct should be to immediately stand and offer your seat. 

Masih banyak cowok-cowok nggak pedulian sama hal kaya gini dan masih aja bawa-bawa isu feminis. Yes, perempuan feminis nggak akan minta tempat duduk ke cowok tapi cowok gentle akan dengan senang hati memberikan tempat duduk ke cewek mana pun. Berapapun umurnya, apapun pandangan hidupnya.

Saya juga senang dengan ibu-ibu yang membiarkan anak laki-lakinya berdiri di TransJakarta sementara ibunya duduk. Asal anaknya bukan balita ya. Anak usia SD harusnya sudah bisa diajari seperti ini. Ibunya yang duduk, dia berdiri. Dan ketika dia duduk sementara ada perempuan lain berdiri, ibunya sebaiknya mengajari untuk memberikan tempat duduk untuk perempuan itu.

I'll do this to Bebe.

10. A gentleman helps a lady with her coat.

Ask, "May I?" Position yourself behind her and gently grasp her coat near the collar and shoulder and allow her to slip free. Either drape the coat over your arm or hang it up. To help her put the garment back on, hold the coat in the same way and allow her to slip her arms in, then straighten the collar as she adjusts.

Baru tau bangeeettt ternyata urusan masangin coat ini bagian dari manner ya. Sering banget liat di film-film. Tapi karena KAPAN YA di Jakarta pake coat mari kita skip. Hahahaha.

11. A gentleman says "please" and "thank you".

Far too often overlooked, a simple "please" and "thank you" can go a very long way. 

Dan ajari anak-anak kalian untuk bilang "tolong" dan "thank you". Please, thank you.

12. A gentleman minds his table manners.

Even if you've never mastered the continental style of using utensils (left hand, fork; right hand, knife), it doesn't take any training to not talk with your mouth full or chew with your mouth open. 

Yah gue nggak tau harus komen apa. Tapi cowok-cowok tau table manner itu kadar ganteng meningkat dikit lol.

13. A gentleman is never rude to servers, bartenders, or anyone else for that matter.

There is nothing more offensive than someone who talks down to someone and treats them as if they were inferiors. That kind of snobbery has no place anywhere: it's ill-mannered, awful for everyone around you, and it makes you look like an ass. Treat people as you would like to be treated.

ENOUGH SAID. Kalau mereka menyebalkan ... biarkan kami-kami yang ngomel. Hahahahaha. Double standards lols.

14. A gentleman pays.

Put away the calculator. The term "going Dutch" was invented by the English as an insult: they regarded the Dutch as cheap. Just pay... and don't think that paying means you've bought anything more than dinner or drinks. There should be no expectations attached.

Under no circumstances should she see the check or have any idea how much it is. A tight-lipped smile is your friend here, as always.
Masih banyak cowok-cowok kaya gini dan aku laff karena dibayarin terus huahahahahah.


15. A gentleman gets her safely to her door.


Her safety, comfort, and well-being are your first and foremost priority. After a date, meeting, dinner... whatever... make sure that she gets home safely and thank her for the pleasure of her company.

Ini masih banyak kok yang begini. Apalagi kalau ada di grup WhatsApp yang sama, pasti pada ngecek kan, udah sampai rumah belum?

16. A gentleman listens.

If you want to get to know a person, ask them questions... and listen to their responses. Listening does not mean "waiting for your chance to talk." It means being attentive, learning to read responses, understand reactions, and navigate someone's emotional landscape. 

I WISH THEY DO THIS. Karena perempuan suka bicara, maka dengarkan. Hahahaha.

17. A gentleman keeps his word and a secret.

Don't commit yourself to any obligation that you are not willing to brave fire, famine, and flood to fulfill. Likewise, when you are entrusted with a secret, guard it as closely as you do your own. There is no breakup, no fight, no argument, no falling out that absolves you from this responsibility. Live and die with the secrets entrusted to you locked away in your heart.

<3 I DO. *loh* Ya intinya jadi cowok jangan suka bragging dan membocorkan rahasia lah ya. Rahasia apapun.

18. A gentleman never hits a woman. Ever.

No matter what: you never hit a woman. There's no excuse. There's no possible argument to the contrary. There's no "what if?" and there's no qualifier. Gentlemen don't hit women. Ever. 

AMEN TO THAT! Nggak ada maaf buat cowok yang suka mukul apalagi mukul perempuan. Cowok yang suka mukul, bukan temen gue. Eat that. Johnny Depp! Meskipun lo ganteng lo lucu lo menyenangkan, kalau lo mukul cewek maka aku ilfeel. Bye.

19. A gentleman shows initiative.

If you're asked which dress, which pair of jeans, or which pair of shoes looks better...have an actual opinion. "They both look the same" or "whatever you like" are not actual opinions. Likewise, if you're asking someone on a date, have a destination in mind. Have a plan. 

Yang ini LOL. Karena cewek-cewek juga nanyanya basa-basi kok hahahaha. Ya jawablah pake opini lo (JG selalu beropini kalau ditanya soal baju) tapi keputusan ada pada gue tentu saja huahahaha

20. A gentleman pays attention to details.

Take mental notes. Her likes. Her dislikes. Her shoe size. Her ring size (please note that nearly all jewelry stores display a default ring size of 6 for women). Her favorite color. This information will prove useful and when it does – when you show up with a bundle of lavender because you know it reminds her of her grandmother – it shows you care. 


Aduh kasian jadi cowok lelah banget hidupnya ya. *puk puk* Tapi iya, diingat hal-hal kecil itu emang bikin meleleh sih.

21. A gentleman asks for her family's blessing before proposing.

This modern departure from asking her father for permission acknowledges the importance of her whole family: mom, dad, brothers, sisters, grandparents. It shows respect for her family: you are, after all, asking to join them.

So there's no such thing as a surprise for the family!

22. A gentleman is a jack of all trades.

Science fiction author Robert A. Heinlein once wrote,

"A human being should be able to change a diaper, plan an invasion, butcher a hog, conn a ship, design a building, write a sonnet, balance accounts, build a wall, set a bone, comfort the dying, take orders, give orders, cooperate, act alone, solve equations, analyze a new problem, pitch manure, program a computer, cook a tasty meal, fight efficiently, die gallantly."

A gentleman knows how to do things. He's the guy people look to in an emergency, whether it's a natural disaster or a social one. A gentleman is prepared to answer questions and if he doesn't know the answer, he knows where to find it. He is confident and socially adroit, able to handle any situation that life throws at him.

THIS IS PERFECT.

23. He goes out of his way to let her know he cares. Every. Single. Day.

Flowers. Affectionate post-it notes. Spa days. Simple compliments. All of those things add up. So show your affection every day.

Manners aren't something that should feel forced or ostentatious: rather, they should make the people around you feel better about being around you.

THIS IS TOO PERFECT.

*

But yes people, setelah melewati list ini gue sadar banget, nggak ada laki-laki sempurna. Dan tingkat pendidikan itu berpengaruh sama manner seseorang. Cowok-cowok di kantor kebanyakan pada gentle-gentle semua sih gue hepi, begitu pula dengan suami.

Peer sekali buat ibu-ibu dengan anak laki-laki untuk mengajari mereka bagaimana jadi gentleman. Dan sadarilah memang banyak laki-laki cuek jadi ya pasrah aja yang nikah sama laki-laki cuek mah ya kan hahaha.

Minimal tahanin pintu lah buat orang belakang lo. *tetep*

Dan jadi cewek juga jangan ngerepotin lah. High maintenance boleh tapi maintain lah diri lo sendiri jangan suka bikin orang lain repot apalagi bergantung sama cowok.
See you!

PS: Too much Chuck Bass in one post? I know he's not a perfect gentleman but he's hot AF lol.

-ast-


Anak dan Pengambilan Keputusan

on
Wednesday, June 22, 2016

Suatu hari di sebuah toko donat.

Saya ke JG: “Kamu mau yang mana?”

JG: “Mmmmm” *mikir*

Saya ke Bebe: “Bebe mau yang mana?”

Bebe: *lari-lari di depan etalasenya dan menunjuk dua macam donat* “Mau ini, mau ini.”

Saya ke JG: “Kamu?”

JG: “Mmmmm” *mikirnya lama karena nggak tau mau yang mana* “Sh*t, kok Bebe tau apa yang dia mau dan aku engga?”

Separah itu. Separah itu JG nggak bisa ambil keputusan. We discuss everything, yes, but most of the time it’s me who decide.

JG aka suami saya adalah orang yang nggak bisa ambil keputusan spontan. Mau beli yang mana? Mau makan di mana? Mau pergi ke mana? Mampir makan malem dulu atau makan di rumah?

Pasti mikirnya lama. Makin sini makin membaik banget, udah jauh dibanding dulu pas pertama kali pacaran tahun 2011. Dulu parah banget sampai mau ngapain pun telepon saya dulu. Sebelum makan siang nelepon dulu “aku makan apa sekarang?”. Sekarang kadang masih kaya gitu kalau saya tinggal event dan JG berdua Bebe “aku jajan apa dong sayang?” LHA.

Tapi sekarang udah lumayan bisa ambil keputusan sendiri karena ya sayanya juga suka balikin. Apa dong? Maunya apa? Apa aja deh! Jadi sekarang udah pede ngambil keputusan sendiri. Dulu misal saya minta tolong untuk beli biskuit A, biskuit A nggak ada. Orang yang bisa mengambil keputusan sendiri akan memutuskan 2 hal:

1. Pulang nggak bawa biskuit
2. Ambil biskuit lain yang sejenis

Yang JG lakukan adalah telepon saya dan nanya mau diganti apa. Kalau saya nggak angkat telepon dia akan marah-marah dan nunggu sampai saya angkat telepon. Yes, harus saya yang memutuskan karena dia terlalu bingung untuk pilih biskuit lain dan nggak kepikiran jalan keluarnya apa.

Karena JG seperti itu jadinya kami sepakat kalau Bebe tidak boleh seperti itu.

(Baca: Ini hal-hal penting yang jadi tujuan saat saya membesarkan anak saya)


JG seperti itu karena sejak kecil selalu diberi pilihan yang aman oleh orangtuanya. Selalu dipilihkan apa yang menurut orangtuanya “terbaik”. Mau mainan apa tidak disuruh memilih tapi langsung dibelikan. Mau sekolah di mana langsung dipilihkan. Anak-anak seperti ini biasanya disayang orangtua karena dianggap sebagai anak penurut dan baik. Padahal ia bukan baik, tapi ia tidak berani mengambil keputusan lain selain keputusan yang diambilkan orangtua karena seumur hidupnya ia lalui seperti itu.

Orangtuanya juga jenis orangtua yang selalu khawatir. Naik panjat-panjatan dilarang karena bahaya. Sekarang ia takut ketinggian dan mengaku sejak kecil bahkan takut naik perosotan karena disuruh selalu berhati-hati, bahaya katanya.

Ada juga teman saya yang sampai sekarang tidak bisa menyeberang jalan, tidak bisa masak karena sejak kecil selalu dibilang kompor adalah hal yang bahaya. Tidak bisa mengambil keputusan mau kerja atau kuliah lagi. Sejak kecil ia juga tidak pernah diberi pilihan.

Dan orang dewasa yang seperti ini banyak sekali. Gawat sih karena ketika nggak bisa ambil keputusan untuk diri sendiri, bagaimana mau ambil keputusan untuk anak? Bagaimana bisa sukses dalam karier? *halah

Sementara ada anak-anak kaya saya. Yang sejak kecil selalu diberi pilihan. Yang selalu ditanya maunya apa, sukanya apa, ingin yang mana. Yang sudah punya 3 jahitan di dahi di umur 3,5 tahun karena masuk selokan. Saya tumbuh jadi orang yang percaya diri tapi … berantem terus sama orangtua saya saat remaja hahahaha.

Iyalah, seumur hidup selalu disuruh memilih, saat remaja saya nggak terima banyak dilarang. Saya pilih semuanya sendiri. Yes or no untuk jurusan sekolah, untuk jurusan kuliah, untuk kerja atau nganggur, untuk ngapain pun, itu adalah keputusan saya.

Bagaimana cara agar anak bisa jadi pengambil keputusan yang baik?


Beri pilihan

Sesimpel: mau susu coklat atau stroberi? Mau mainan yang mana untuk dibawa mandi? Ini keputusan paling sederhana untuk balita. Dan kalau sudah memilih, biarkan dia mengambil pilihannya. Jangan memaksa! Ngapain maksa anak kecil sih? Hal paling penting apa yang akan dia lakukan sampai kita harus paksa dia pakai jas ke kawinan padahal dia maunya pake kaos? Malu? Nggak pakai baju ke luar rumah itu malu.

Kecuali anaknya artis dan dia nggak mau pake baju yang klien minta ya. *sigh*

Jangan banyak dilarang


Kecuali sangat sangat bahaya seperti geletakan di tengah jalan raya, kami hampir tidak pernah melarang Bebe melakukan apapun. Asal tidak melanggar hukum sih silakan. Main perosotan naik dari perosotannya (bukan dari tangga) boleh, asal tidak menganggu anak lain. Mau nyeker di mall boleh, asal tidak menganggu orang lain.


(Baca: Saya tetap menggunakan kata “jangan” untuk anak saya)


Risiko tidak banyak dilarang ini adalah pengawasannya harus ekstra. Banyak orangtua yang sudahlah anaknya dilarang main ayunan aja daripada main terus jatuh? Loh ya kalau saya sih main ayunan aja ya tapi diawasi 100%.

Beri tanggung jawab


Anak umur 2 tahun bisa diberi tanggung jawab apa? Membereskan mainan sendiri, membuang sampah ke tempatnya, mengepel air yang tumpah, menyapu lantai yang kena serbuk biskuit dia, membawakan minum untuk ibu. Banyak sih.

Dengan meminta tolong pada anak, ia jadi merasa dihargai dan dibutuhkan. Makanya paling semangat Bebe kalau saya atau JG udah bilang “bebe tolong dong …” Pasti dia sumringah. Meskipun namanya bayi ya, kadang nolak juga. Ya kalau nggak mau jangan dipaksa.

Beri pujian

Kalau sudah diberi tanggung jawab, beri pujian. Hebat atau pintar sudah cukup. Bebe sampai pada level memuji diri sendiri kalau berhasil melakukan sesuatu “ibu alo pintar ibu”.

Hahahaha.

Ada orangtua yang menghindari pujian karena takut anaknya cepat puas. Go ahead. Kalau percaya dengan pola seperti itu sih silakan. Saya sih percaya, anak dua tahun mau mengepel lantai sendiri karena minumnya tumpah itu layak disebut “hebat” karena dia berani bertanggungjawab atas perilakunya sendiri.

Beri pengertian tentang rasa kecewa


Ini penting banget. Karena JG hidupnya sangat smooth, dia tidak siap dengan rasa kecewa. Kalau saya ikut lomba dan kalah, yang kecewa dia, yang sedih dia. Karena seumur hidup orangtuanya tidak pernah mau mengecewakan dia, jadi tidak tau rasanya dikecewakan.

Bebe sekarang boleh kecewa. Kalau dia ingin ikut menyetir saat mobil sedang jalan, biar Bebe nangis dan beritahu kalau itu namanya kecewa. Tidak semua hal yang ingin Bebe lakukan, boleh dilakukan. Bebe hanya boleh main setir-setiran saat mobil sedang parkir, bukan sedang berjalan.

Atau dia ingin nonton padahal sudah malam. Silakan nangis dan beritahu kalau Bebe kecewa karena tidak boleh nonton lagi, tapi Bebe hanya boleh nonton jam sekian dan jam sekian.

*

Susah? Nggak sih. Cuma namanya membesarkan anak mah ya harus satu suara sama suami. Semua akan lebih mudah kalau satu suara.

Susah nggak punya suami yang nggak bisa ambil keputusan? Nggak juga. Karena saya suka mengambil keputusan. Saya senang jadi decision maker. Malah suka bengong sekarang kalau JG tiba-tiba ambil keputusan sendiri, i’ll be like: “Seriously? Don’t you need my opinion anymore?” Tapi ngomongnya dalam hati.

Hahaha

See you!

-ast-

Disclaimer:

Setelah menulis ini, sebelum dipublish tentu saya kasih dulu pada suami untuk dia baca dan minta izinnya. "Because too much 'you' in it, I said". Dia setuju dan tidak masalah sama sekali. Juga saya tidak menganggap ketidakmampuannya mengambil keputusan adalah sebuah kekurangan.

Malah saya senang karena ia jadi bisa menyeimbangkan saya yang memang cenderung senang berpikir dan mengambil keputusan. Kalau suami saya juga tipe decision maker, maka kami akan banyak berantem pasti karena akan banyak ngotot-ngototan.

Untuk masalah "aib orangtua suami" alias mertua. kami juga sudah sering sekali membicarakan masalah ini dengan mereka. Dan saya sama sekali tidak menyalahkan mereka karena memanjakan anak dan cucunya. Membesarkan anak adalah pilihan. Pilihan mereka seperti itu, pilihan saya dan JG seperti ini. Mertua juga sadar benar bahwa mereka terlalu memanjakan anak-anak dan cucunya. Jadi kalau mau judge saya menyebarkan aib suami atau mertua it's ok. I have a really good relationship and  feel very comfortable around them so I have no worries writing this post.


Thank you!


The New Beginning

on
Tuesday, June 21, 2016


Alah judulnya. Padahal cuma mau bilang abis ganti template hahahahaha.

Udah berbulan-bulan lalu Nahla pengen banget template responsive. Saya lempeng aja karena nggak ngerasa butuh template responsive, toh yang sekarang dipake udah lucu dan nggak kenapa-kenapa. Tapi dia keukeuh.

"Tapi tampilan mobile bawaannya blogspot itu bapuk banget desainnya!"

Iya sih jelek tapi terus kenapa hahaha ringan juga kan karena bawaan blogspotnya. Dulu saya emang cuma pakai simple template bawaan blogspot terus desain header sendiri dan diutak-atik sendiri lah biar begini begitu.

Sampai tiba-tiba saya pengen ganti share button. Karena saya sebelumnya pake ShareThis, eh terus dia ganti tampilan blablabla intinya saya jadi nggak bisa buka analytic-nya. Dan ini sudah terjadi berbulan-bulan. Gantilah saya sama Shareaholic. Shareaholic ini menghitung share berdasar jumlah URL di socmed tujuan. Dan ternyata ...

POSTINGAN GUE BANYAK YANG SHARE BANGET YA?!

Postingan yang (menurut saya) amat sangat tidak penting aja ternyata share-nya bisa di atas 20. Kalau yang viral kaya gerakan tanpa setrika ini sampai 12ribu, atau bahkan postingan ini share-nya 21ribu!

Terus aku jadi pengen pamer dong jumlah share di tiap blogpost. Setting lah Shareaholic sampai aku menyadari kalau ternyata di mobile nggak nongol share buttonnya.

T_____T

Udah coba yang floating segala macem sampai hubungi helpdesk-nya Shareaholic nanya apa yang salah kenapa share button di mobile nggak muncul. Udah dibales sama mereka dan mereka nggak bisa jawab. Ini pasti karena tampilan mobile-nya blogspot yang amat sangat sederhana itu.

Sungguh tidak mungkin aku pamer sepotong-sepotong karena plis maunya di mobile juga muncul itu share button. Akhirnya diputuskanlah untuk ganti template aja ke responsive karena responsive artinya nggak ada mobile lagi artinya share button Shareaholic udah pasti nongol.

bukan bawaan blogspot dan bawaan blogspot

Kemudian bikin status di Facebook nyari yang bisa bantu desainin. Kenapa nggak beli aja? Karena template responsif yang beredar di pasaran itu nggak ada yang sesuai sama yang saya mau. Ini juga yang bikin Nahla maju mundur karena semua template responsive itu rata-rata white clean, putih bersih, nggak kaya hidup kami berdua yang sukanya nanas dan terong. :|

Status tidak membuahkan hasil. Akhirnya saya browsing di Etsy dan nemu satu template murah (cuma 3 dolar). Belilah untuk iseng ngeliat struktur html-nya, maklum pertama kali liat coding  responsive (dan ternyata ribet lol).

Terus ternyata pas upload header, headernya nggak bisa responsive. I’m too busy to figure out how to make it responsive so i prefer to buy another template hahahaha. Browsing lagi, akhirnya terdampar di page-nya Vefio Themes dan aku jatuh cinta.

Karena templatenya lucu-lucu banget. Ya sama sih kaya yang lain, white clean, putih bersih, super simple tidak berdosa. Tapi ada satu template namanya Olivey yang saya suka banget karena base-nya pink, harganya 9 dolar.

Pas liat nama dan lokasi, ealah orang Indonesia namanya Angga. Saya message Angga di Etsy dan mengkonsultasikan apa yang saya mau. Saya tanya apakah template-nya di lock? Apakah bisa dicustomize sendiri? Dia jawab bisa di-customize, nggak ada yang di-lock sama sekali. Soalnya saya liat banyak template free yang bagian tertentunya di-lock gitu jadi nggak bisa diotak-atik. Tapi itu mungkin karena free ya.

Sayangnya, template pilihan saya si Olivey ini nggak ada footernya. Saya juga ingin ada slider featured post di bawah header. Akhirnya saya hubungi aja dulu orangnya untuk tanya-tanya. Dan ternyata Angga ini ramah banget aku terharu huhu padahal aku banyak maunya hahahha.

Akhirnya saya minta base template Olivey, dengan slider featured post dari Adelyn, dan top menu Vanila. RIBET YA KAN. Olivey, Adelyn, dan Vanila ini semuanya template bikinannya Angga dan semuanya LUCU BANGET ASLIIII. Klik aja untuk demo templatenya.

Untuk keribetan ini a.k.a custom desain lah ya, kena charge lagi 5 dolar jadi totalnya 14 dolar. Totally worth the price!

Kenapa harus beli template di Vefio:
  1. Template-nya rapi, font pilihannya bagus jadi nggak pusing lagi pilih font, cantik-cantik semua
  2. Bisa custom dengan nambah biaya 5 dolar.
  3. Angga ramah dan service-nya bagus banget. Bintang 5 deh pokoknya. Angga mau saya tanya-tanya kode-kode tertentu yang pengen saya custom dan dijawab dengan lengkap sekali. Laff!
  4. Templatenya udah SEO friendly. Pas saya cek juga udah di-install open graph jadi (semoga) ga error lagi kalau share postingan di Facebook. Nggak perlu debug dan scrape ulang. *ok this is too technical*
  5. Bisa ganti header dan otomatis responsive headernya.
  6. Bisa custom sendiri semua opsi yang ada di bawaan template blogspot. Jadi bisa diganti semua background, header, font, warna, semuanya bisa diganti. Persis kaya Simple Template blogspot.
  7. Dikasih dua pilihan, auto read more dan non auto read more. Kalau pake auto read more postingan jadi rapi karena kepotong otomatis, nggak perlu pilih page break sendiri pas nulis.

Nulis ini nggak dibayar lohhh. Emang pengen kasih rekomendasi beli template responsive bagus aja karena ternyata banyak yang punya kesulitan yang sama.



Nah saya sendiri karena nggak suka sama template sepi, akhirnya install read more nanas sendiri. Masih suka agak error sih di device tertentu kaya iPhone 5, nanasnya kepotong. Tapi nggak apa-apalah, nanti ditelusuri lagi salahnya di mana. Dibantu Angga, saya juga ganti back to top button-nya dengan balon udara kesayangan yang sekarang ganti warna. Kemarin pink gonjreng, sekarang pink soft.

Dan kata Nahla ini masih terlalu clean. Iya sih, dulu warnanya terang banget sekarang pake pastel. Dulu backgroundnya aja polkadot lucuuuu. Pengen ditambah background polkadot lagi tapi nanti deh, sekarang menikmati dulu template clean ini. Hahaha. Template yang kemarin itu tepat setahun sih pas liat di folder desainnya, Juni 2015. :’)

Oiya yang belum tau, template responsive itu adalah template yang all devices friendly. Kalau template biasa kan cuma ada 2 mode, desktop dan mobile. Nah di template responsive, templatenya fluid, menyesuaikan lebar device yang dipakai. Kaya gini nih:

video

Template responsive juga biasanya lebih ringan dan yang jelas desain mobile-nya bisa sesuka hati, nggak lagi bawaan blogspot.

Jadi siapa yang abis ini jadi tergoda mau beli template juga? Hahahahaha. Boleh hubungi Angga aja. Tapi nggak dapet diskon juga sih, lah itu udah murah. XD

-ast-