Image Slider

Laneige Lip Sleeping Mask Trial Size Review

on
Tuesday, March 21, 2017
Laneige Lip Sleeping Mask - Trial Size Review



HAIII HALOOOO!

#SelasaCantik balik lagi setelah 2 minggu libur hahahaha. Nggak perlu alesan kan ya, males mah males aja lol. Kali ini Wina ngereview Laneige Lip Sleeping Mask. Ini katanya enak banget cuma saya mau beli maju mundur.

Eh tau-tau ada versi trial nya dan ukurannya lumayan gini. Murah meriah pun! Kemana aja sissss. Hahahaha.

Oke ini dia reviewnya, simak baik-baik yaaa. Main-main juga ke blog Wina (link di bawah postingan), di blognya banyak review produk skin care dan makeup juga!





💖 Kemasan trial size berupa mini jar yang sangat travel friendly.

💖 Nggak mudah pecah karena kemasan jar dari plastik.

💖 Teskturnya seperti salep thick berwarna pink.

💖 Lembut dan mudah dibaurkan ke bibir dengan jari.

💖 Dipakai sebelum tidur, paginya bibir terasa lembab dan supple.

💖 Mengandung Berry Mix Complex yang kaya kandungan vitamin C dan formula Moisture Wrap yang menjaga kelembaban bibir lebih lama.

💖 Wangi berry yang manis.

💖 Hemat pemakaian karena hanya dipakai sekali sehari sebelum tidur. Saya beli trial size ini sejak November 2016 dan masih bisa digunakan sampai sekarang (Maret 2017)



💔 Harga terbilang pricey untuk lip mask Korea. But hey, it's Laneige anyway.

💔 Untuk trial size, kurang higienis karena harus dicolek.

💔 Kurang efektif mengatasi noda kehitaman pada bibir.



Mulai dari Rp50 ribu (trial size)

Rp270 ribu (full size)



Shopee, Instagram seller, Sephora, Althea Korea, dll



Yes



🌟🌟🌟🌟✰

4 out of 5

Sampai jumpa di #SelasaCantik berikutnya!
Follow Wina di social media dan main-main ke blognya ya!

BLOG | IG: @mrswynnz | Twitter: @mswynnz




#SassyThursday: 100 Juta Sehari

on
Thursday, March 16, 2017

Mengkhayal emang paling seru ya. Kali ini gue dan Nahla akan mengkhayal kalau saja kami disuruh menghabiskan 100juta dalam sehari.

BANYAK BANGET?

Nggak juga sih. Tergantung. Kalau mau dibeliin satu Birkin bag juga KURANG. Hahaha. Mau beli tas branded lain juga cuma dapet berapa biji paling. Tapi ya gue ngusahain akan melakukan sesuatu yang menyenangkan hati, tidak mahal sampai bikin keselek, dan berguna bagi kelangsungan hidup. lol

*ngayal aja ribet sis*

Syaratnya gampang;

1. Nggak boleh dikasih ke orang (nggak berkah udah pasti lah soalnya nggak bersedekah -______- sori ngayal doang sis ini ngayal)
2. Harus habis dalam 24 jam (cukup jelas ya)
3. Jam 00.00 harus kembali ke tempat tidur di rumah (yoih jadi nggak bisa kalau mau dipake ke Bahamas)

Nahla mau apa aja? Liat di sini!

Ahem. Pertama gue akan beli ...

KASUR ORTHOPEDIC 
Harga: Rp 8.650.000,-
Sisa budget: 100.000.000 - 8.650.000 = 91.350.000

HJAHAHAHAHAHHA Prioritas bener ini. Usia memang tidak berbohong ya gaes.


Jadi kemarin saya dan JG baru buang kasur. Kasur kami spring bed biasa, beli king size nggak nyampe 3juta 3 tahun yang lalu. Kemudian JG sakit punggung sampai ke dokter dan rontgen segala macem. Tulang punggungnya bengkok dan diduga karena kasur yang nggak rata! Ya gimana mau rata kalau sama Bebe diloncat-loncatin terus huhu. Akhirnya kami buang itu kasur dan kami disarankan beli kasur untuk yoga. Akhirnya custom deh, beli busa rebounded (yang buat alas yoga) tebalnya 6 cm tapi dibungkus pakai bahan spring bed.

Ditaro di bawah aja gitu, cuma dialas karpet karet dan dibungkus sprei biasa. Dan memang iya nyaman banget! Punggung JG sembuh, punggung saya nggak gampang pegel. Anggap aja tidur di lantai kaya orang Jepang yes? YESSSS.

Nah tapi sebenernya kalau punya rumah sendiri sih pengen kasur orthopedic aja sekalian. Tapi nanti kalau Bebe udah besar dan nggak main lompat-lompat lagi. -_________-

Bantal Tempur
Harga: Rp 1.850.000,-
Sisa budget: 91.350.000 - 1.850.000 = 89.500.000


Ini mah udah di ujung tanduk pengen beli banget cuma entah kenapa belum tega lol. Bantal harga segini, mending beli yang lain ya nggak? Tapi kata orang-orang bikin tidur enak banget level nggak mau ganti bantal lain hahahaha. Oke beli lah, cetek! Cuma sepersekian dari 100juta nyahahahahha

Fujifilm XT10
Harga: Rp 11.600.000,-
Sisa budget: 89.500.000 - 11.600.000 = 77.900.000


Selama ini gue pake Sony Nex yang dibeliin ayah dari sebelum nikah tahun 2012 hahahahah Nex 5R. Zaman-zaman mirrorless pilihannya cuma Sony Nex ini atau Nikon J1 lol. Tapi kalau sekarang suruh beli kamera gue pengen jadi geng Fuji biar bisa pake hashtag #terfujilah lolol.

Fujinon Lensa XF 56mm
Harga: Rp 12.349.050,-
Sisa budget: 77.900.000 - 12.349.050 = 65.550.950



MACAM APA LENSA LEBIH MAHAL DARI KAMERA HAAAHHHH. Huh. Dunia memang tidak adil. Ya udah beli lah! Demi feed Instagram yang lebih kece bukan begituuu?

MacBook Pro 13.3"
Harga: Rp 21.699.000,-
Sisa budget: 65.550.950 - 21,699,000 = 43.851.950

Ini gue pengen punya banget tapi nggak butuh HUHUHU. Jadi kalau ada yang mau ngasih duit baru mau beli hahaha. Abis kapan juga gue pake laptop? Semua bisa dilakukan dari HP kan. Selama ini juga laptop di rumah jarang banget disentuh. Karena kapaannn gue harus menyentuhnyaaaa? Jadi ya, beli ajalah namanya juga buang-buang uang lol.

Karena daripada Macbook, gue lebih pengen ini HAHAHAHAHAHA

iPhone 7 128 GB Rose Gold
Harga: Rp 12.050.000,-
Sisa budget: 43.851.950 - 12.050.000 = 31.801.950


Karena iPhone adalah kuntji! Ya gimana gue hampir ngerjain apapun di hp. Dari foto, edit foto, nulis blog, bikin video (kalau males pasang kamera), ngedit video, sampai bikin thumbnail YouTube aja gue di hp. Jarang banget melakukan kegiatan untuk blog atau YouTube di laptop karena kalau nunggu buka laptop mah nggak bakal gue kerjain udahlah. iPhone penyelamat hidupku! Ini iPhone 6 masih oke banget sih udah mau 2 tahun umurnya, tapi kalau dikasih duit ya beli iPhone 7 laaahhh. lol.

Kembali ke umur. Akan sangat indah kalau nulis blogpost di iPhone 7 sambil duduk di sini:

OSIM UDivine Massage Chair
Harga: Rp 20.000.000,-
Sisa budget: 31.801.950 - 20.000.000 = 11.801.950

IYA SECOND AJA SISSS. Soalnya barunya masih di 55juta something omg. Punya kursi pijat adalah cita-cita. Suatu hari gue akan beli ini. Second juga ga apa-apa. LOLOL.

SK-II (IYALAH APALAGI!)
Harga: Rp 2.679.000 + 2.349.000 = 5.028.000
Sisa budget: 11.801.950 - 5.028.000 = 6.773.950

NO EXPLANATION NEEDED.

Duh gila mati gaya harus beli apalagi eerrgghhhh.

Ini aja deh. Huhu. Mengkhayal kok ribet ah elah.

Apple Watch
Harga: Rp 4.499.000
Sisa budget: 6.773.950 - 4.499.000 = 2.274.950


Ini kok lucu beneran gue jadi pengen beli beneran ahahahahahhahahaha.

Sisa 2juta. Beli apa lagi ya?

Voucher MAP: 1juta dan Go-Pay deh 1.274.950 AHAHAHHAHAHAHAHAHAHAHHAHA

HABIS!


Duh beneran deh Go-Pay itu penyelamat hidup banget! Isinya gampang dan nominalnya terserah kita. Nggak kaya GrabPay yang harus transfer ke Bank Permata. Belum apa-apa udah kepotong 6500 karena beda bank. Aku cinta Go-Pay! LOL

*

Bebe nggak dibeliin apa-apa? NGGAK. Kebahagiaan Bebe adalah kalau ibunya bahagia nemenin dia main. Bahkan jika mainannya sesederhana centong nasi. Jadi ya udah ngapain lah beliin Bebe mainan mahal-mahal, nggak punya uang aja dia gue beliin mainan mulu huuu. Lagi kan di syarat nggak boleh beliin orang lain lolol.

Tapi yah, mengkhayal gini bikin satu hal terbukakan. Bahwa sebenernya kita PASTI mampu kok beli barang-barang itu. Cuma nggak mau aja kan. Coba sekarang, tiap hari udah irit makan siang. Weekend bubar semua. Minimal 500k keluar kalau ngemall Sabtu-Minggu. Kan mending nggak keluar rumah ya terus bobo.

Coba kalau 500k itu ditabung jadi tas Kate Spade dalam waktu tidak lama kan? Cuma ya emang nggak mau aja hahahaha. Soalnya sayang amat tas lucu 2juta terus naik ojek huuu. Gue juga sering sih liat mbak-mbak yang naik ojek dan tasnya ditutup dustbag/kantong kain lain. Pasti karena tasnya mahal, tapi duh ribet banget mbaknyaaa, ribet dan gue itu nggak temenan udalah.

Dan satu lagi, mengkhayal gini kok SUSAH YHA?! Ini #SassyThursday paling mikir sumpah!

Gue consciously memilih barang yang sekiranya 'mampu' gue beli. Aneh banget deh. Gue mikirin banget bahwa kamera 20jutaan itu kemahalan meskipun dikasih uangnya. Kenapa gue sadar uang banget sih? Sadar kemampuan diri padahal ini khayalan. Huh. Gagal.

Mungkin karena nominalnya nanggung. Mau dibeliin mobil kurang, mau beli tas branded langsung abis, mau dipake makan mahal juga gue anaknya nggak terlalu menghargai makanan hahaha. Makan asal enak aja cukup, nggak perlu yang 2juta/orang gitu. Jadi gue memilih makan enak tiap minggu tapi 500k dibanding makan enak sebulan sekali 2juta lol. Mental.

Lagian tadinya gue iseng gitu, browsing top expensive restaurant in Singapore. Tau nggak berapa harganya? DUA JUTA DOLLAR. USD 2 MILLION. Kalau dirupiahin ya Rp 26.726.000.000,00 HAHAHAHAHAHAHAHA DUA PULUH ENAM MILIAR. Selain makan, udah termasuk 45 menit naik helikopter liat Singapur malem-malem, 10ribu tangkai bunga mawar, dan hadiah cincin berlian. LOL All in bener sis?

Ya udah intinya gitu deh. Yuk, siapa sini mau kasih gue fuit untuk dihabiskan sehari! Atau malah mau kasih salah satu barang di atas? :)))))

Kalau kamu, mau dibelikan apa kalau dikasih 100juta dan harus habis dalam 24 jam?

-ast-


Cerita dari Konser Dongeng Naura 2

on
Tuesday, March 14, 2017
*Tulisan ini udah mengendap di draft lama banget entah kenapa lupa publish!*

Suatu hari sebulan yang lalu (IYA TELAT CERITA IYAAAA), JG mengirim ke saya poster konser. Namanya pre konser dongeng Naura 2. JG bertanya, mau nonton ini nggak? Saya jawab tanpa pikir panjang, yuk!


Padahal nggak tau Naura itu siapa HAHAHAHAHAHA. Mikirnya oh penyanyi cilik konser, ya udalah ya nonton aja. Sekalian biar Bebe tau suasana konser. Nonton bioskop kan udah tuh.

Konsernya sendiri digelar di Ciputra Artpreneur, Lantai P11 Lotte Shopping Avenue, sebelah kantor JG banget jadi saya yang jemput Bebe dan ketemuan di sana. Di daycare, mbak daycare nanya mau ke mana bu? Saya jawab sambil ngeliatin poster yang dikirim JG. Mbak daycare "WAHHH NAURA! Itu anaknya Nola B3, bu!"

Whoa whoa anaknya Nola B3! Oke kalau AB3 ngerti lah ya lol, siapa coba yang nggak terbuai payung transparan di pantai HAHAHAHA. Mulai agak-agak excited tuh dari situ karena wah minimal emaknya suara bagus masa anaknya nggak.

Sampai Lotte, kami harus naik lift yang ngantri banget karena lift cuma 2. Kami bareng beberapa wartawan TV plus liat Mona Ratuliu juga. Udah mulai ngeh wah ini artis ciliknya tampak ngetop sekali karena wartawan bener-bener banyak.

Tapi tetep, nggak browsing atau apa, we really have no idea mau nonton konser macam apa. Nah pas di lift ngobrol sama mbak-mbak (harap maklum kami random lol). Kata mbaknya "tahun lalu nggak nonton ya? BAGUS BANGET LOHHH! Bener deh aku jadi ekspektasi tinggi sama yang ini."

Kami yang "Oh iyaaaa. Hmmm," karena nggak tau mau jawab apa hahahaha.

Nyampe di lantai 11 WAH GILA KONSER BENERAN HAHAHAHA. Ya maksudnya bukan sekadar konser tapi lengkap dengan booth-booth merchandise, photobooth, dengan anak-anak kecil berbando pink mahkota yang ternyata official merchandise-nya Naura. So cool!

Konser mulai.

Saya sama JG mau nangis.

Karena bagus banget.

T_________T


Lagu pertama Nola muncul di panggung sama anak kecil yang lebih kecil dari Naura. Kami yang blank dan baru ngeh setelah satu lagu mereka bridging dengan ngobrol. OH ITU ADIKNYA! KENAPA LUCU BANGET GEMES!

Detik itu juga langsung search Instagram dan iya emang adiknya dong. Follow Naura, follow Neona, follow Nola HAHAHAHAHA. Neona ini 7 tahun kalau ga salah tapi lucu banget! Dia terobsesi pengen konser sendiri gitu dan celetukannya di panggung itu natural. Kata emaknya itu di luar skrip loh. Gemes banget asli.


Konsernya bagus banget! Mewah tapi ga intimidating. Sederhana meski bajunya Mel Ahyar hahaha. Bajunya mewah tapi nggak intimidating atau terkesan dewasa karena mereka pake sneakers. Anak-anak memang SEHARUSNYA pake sneakers aja meskipun manggung. Soalnya saya suka liat anak-anak manggung di mall gitu pada pake heels huhu. Antara kasian sama pengen toyor emaknya.

T______T

Ada sih di lagu terakhir yang bajunya retro sok dewasa gitu tapi termaafkan lah. Cuma buat closing doang kok.

Suara Naura juga bagusnyaaaaa. Neona juga suaranya bagus. Naura bisa nyanyi sambil main ukulele juga. Bahasa Inggrisnya lancar. Aku sungguh kompetitif dengan anak-anak zaman sekarang. Huft. Karena ini gladi resik konser Naura tahan suara, tiap ada nada tinggi dia berhenti nyanyi, simpan suara buat konser besok dan besoknya katanya. Lagu-lagunya juga lagu anak-anak dengan pesan anak-anak.

Terbikin iri adalah ketika mereka muncul satu keluarga di panggung. Ada ayahnya dan anak tengahnya juga yang cowok. Detik itu juga langsung follow IG ayahnya dan Belvan hahahaha.


Saya enjoy banget nonton ini tapi Bebe bobo lol. Saya terkagum-kagum lihat panggungnya yang sungguh sederhana. Enak banget ya bikin konser zaman sekarang, tinggal bikin panggung 3 dimensi, terus background pake proyektor doang jadinya cantik banget. Kebayang zaman dulu harus bikin properti sendiri duile ribet.

Intinya sampai sekarang belum move on dari konser Naura hahaha masih suka sama satu dancer cowok yang ternyata orang Bandung dan udah di-follow Instagramnya lol. Sebel ya anak kecil zaman sekarang kenapa talented banget! Yang penasaran bisa liat di Instagramnya Naura @aku_naura.

Saya juga vlog sedikit nih buat yang penasaran sama suasana konsernya. Edit apa adanya dari hp nihhhh hahaha.


*

Oiya ini saya nulis ini tulus dari hati loh pengen kasih ide tontonan buat anak-anak. Nggak dibayar hahahaha. Tahun depan kalau ada nonton deh!

Btw semua foto dari Instagramnya @aku_naura ya! LUV!


#SassyThursday: Menikah untuk Siapa?

on
Thursday, March 9, 2017

Minggu ini banyak peristiwa ya, #SassyThursday mau pilih nulis apa? Selma-Haqy? Ah basi, kurang unik lol. Banyak lah orang yang ninggalin pacarnya dan nikah sama orang yang lebih baik lol. Meskipun nggak perlu dijelasin juga sih, she's trying too hard untuk menjelaskan dan jadinya lucu. 😂😂😂

Tapi nggak, bukan itu. Kali ini kami akan membahas pernikahan yang bikin kaget sejuta manusia. Udah bikin kaget, selalu romantis di Instagram, ehhh kemarin gugat cerai. Yes, A dan E.

Maap yah gue sih hampir nggak pernah sebut nama karena nggak enak aja hahahahaha. Untuk nama silakan loh ke blognya Nahla. Dia judulnya aja pake nama HAHAHAHAHAHA. Sia-sia gue rahasiain. lol


Iya jadi A ini laki-laki tapi feminin dan E ini perempuan tapi maskulin. Mereka menikah. Ada yang salah?

Sejak awal pernikahan mereka jadi sorotan banget karena entah kenapa orang begitu yakin nikahnya settingan doang. Karena mereka judge dari looks dong yah namanya juga manusia.

Gue sendiri nggak mikirin amat 😂 Maksudnya ya sempet oh wow dia nikah! Karena gue follow Instagram A dari lama, dari Instagramnya rahasia dan followersnya dikit. Di kesempatan tertentu, dia kadang pake baju cewek. Dia juga ikut #LoveWins rally. E juga sebaliknya kan, dia selalu berperilaku seperti layaknya laki-laki. Sampai katanya suntik hormon or something biar ada jakunnya?

Tapi ya gue nggak mikirin banget karena apa kita bisa judge mereka dengan itu? Kan nggak. Ketertarikan manusia pada manusia lainnya, nggak bisa dinilai dari pakaian atau cara dia bersikap. Lebih jauh, seksualitas itu sangat kompleks, nggak bisa dinilai dengan "jika dia berjenis kelamin laki-laki dan dia tidak suka perempuan, maka dia suka laki-laki" NO, tidak sesimpel itu!

Wah ini bisa jadi panjang, tapi intinya nggak sesederhana itu. Nggak sesederhana kalau laki-laki maskulin nggak suka perempuan, artinya dia sukanya sama laki-laki feminin. Nggak, nggak selalu begitu ya. Tapi mari bahas di lain waktu, sekarang saya mau bahas sisi pernikahannya. Menikah untuk siapa?

Karena kalau menilai dari tingkat rese masyarakat Indonesia, urusan nikah ini jadi urusan bersama banget. Ya masa ada artis umur masih belasan, punya pacar umur belum 20 juga, ditanya infotainment "apa ada rencana menikah?" Astaga, kok heboh?

Belum lagi tetangga "bu, kok si Teteh belum nikah juga?" Tetangga satu RT satu RW nanya semua. Ibunya yang sebelumnya santai jadi mulai kepikiran "iya ya kok anak gue nggak nikah?"


Terus di acara keluarga, di nikahan orang, pertanyaan bagi orang-orang yang udah lulus kuliah adalah "kapan nyusul? kapan nikah?"

WOY!

Bagi orang-orang yang tidak teguh pendirian, lingkungan seperti ini akan jadi urgensi sendiri untuk cepat-cepat menikah. "Wah iya ya, kenapa ya gue nggak nikah?"

Padahal nikah itu apa dan bagaimana aja nggak tau. Ini nih yang harus disodori pertanyaan besar, menikah untuk siapa? Untuk diri sendiri atau untuk memuaskan ego orang-orang di sekitar yang selalu seakan memaksa untuk buru-buru menikah?

T________T

Contoh paling sederhana, adik temen JG ngotot ingin resepsi nikah di gedung dan bikin pesta. Padahal orangtuanya bukan yang berkecukupan. Kalau saya jadi kakaknya saya udah larang dia nikah. Karena dia hanya ingin pestanya, dia nggak mengerti apa esensi menikah.

"Kan sekali seumur hidup, boleh dong pengen gede-gedean." Bolehhh, apa juga boleh. Asal nggak memaksakan aja. Memaksa resepsi besar di luar kemampuan itu hanya menunjukkan dia belum cukup dewasa untuk menikah.

Nah itu contoh betapa lingkungan punya pengaruh yang besar atas keputusan seseorang menikah. Karena ditanya "kapan nikah?" itu annoying! Bikin pengen nanya balik "kapan mati?" karena kan emang nggak tau. Apalagi nggak punya pacar dan memang merasa belum siap untuk menikah

Tanya kek "kapan punya rumah?" atau "kapan kuliah S3?" apalah. Kenapa harus nanya "kapan nikah?" seberapa besar efek jawaban itu sama orang yang nanya? Apa mau sumbang uang buat resepsi? Apa mau bayarin biaya melahirkan kalau punya anak? Apa mau bayarin biaya genteng bocor di rumah? Apa mau bayarin psikolog kalau ternyata nikah malah bikin stres? Kalau nggak kenapa harus nanya kapan nikah coba.

(Baca: Ide Basa-basi yang Nggak Akan Bikin Tersinggung. Nggak ada "kapan nikah?"!)

Intinya, gue sih ngeliatnya A dan E mendobrak itu. Ini imajinasi gue aja tapi mungkin mereka capek ditanya-tanya terus. Semacam: woy lo semua mau gue nikah? Nih gue nikah. Puas lo semua?

Gitu.

Terus kenapa cerai?

Untuk menunjukkan bahwa memaksa orang menikah padahal orangnya tidak mau itu TIDAK BAIK! Gitu loh. Apalagi alasan cerainya nggak terlalu jelas kan.

Di imajinasi paling ngaco gue, ini kaya art performance gitu loh. Di mana karya lo menggebrak nilai moral di masyarakat, mengaduk-aduk perasaan orang dengan nunjukkin berbagai kemesraan, dan akhirnya sad ending gitu untuk nunjukkin bahwa standar moral lo semua nggak berarti apa-apa buat hidup gue. Hidup gue ya hidup gue. Pertunjukkan selesai.

Wow. Antara impresif dan sedih. Impresif karena kalau sekarang mereka ditanya lagi sama orang ngeyel "kapan nikah?" kan bisa jawab "udah pernah!"

YASSSS!

Sedih karena kenapa orang bisa sebegitu ikut campur sama keputusan hidup orang lain. Biar aja sih mereka mau nikah, mau nggak nikah. Mau cerai, mau nggak cerai. Yang penting bahagia dan nggak kriminal. Dan nggak narkoba.

Well itu dia. Jadi menikah untuk siapa?

Yuk yang belum nikah pikirin lagi. Apakah kalian menikah untuk performance belaka? Untuk memuaskan ego? Untuk bikin senang orang lain?

Itu aja. Nggak tau lagi mau nulis apa.

See you next week!

-ast-


Bebe's Story 44 - 46

on
Tuesday, March 7, 2017
Bulan lalu nggak nulis Bebe's Story karena nulis Drama Threenager dan Toilet Training. Bulan ini udah lewat tanggal 6 lagi jadi ayolah nulis Bebe's Story lagi!


Bulan ini Bebe masih mood swing, masih nenen, toilet training suka-suka. Iya toilet training yang kemarin itu belum berhasil 100%.

Pertama sayanya memang males-malesan hahaha. Kedua Bebe sempet demam semingguan gitu jadi nggak tega kalau bolak-balik ngompol dan harus basah-basahan di kamar mandi.

Demamnya ternyata tumbuh gigi, gengs. EMPAT GERAHAM SEKALIGUS. Gimana demamnya nggak seminggu lebih coba.

Jadi sekarang dia kalau siang pake celana dalem, tidur dan pergi doang pake diapers. Ngompol makin jarang. Cuma sayanya nggak berani lepas diapers 100%. Apalagi kalau pergi kan, duh males mikirin ngompol di mobil atau di mall gitu.

So far pernah beberapa kali udah pake diapers dan tetep pipis di toilet mall. Pernah juga akhirnya dia kecewa karena pipis di diapers. Toiletnya jauh boy, di Kokas astaga jarak antar toiletnya kejauhan deh ah!

Ya udalah yang penting progress. :)

Nenen juga bikin Bebe stres. Soalnya dulu kan dia ngakunya "anak kecil" sekarang dia ngakunya "anak besar". Dia marah kalau saya panggil "baby" dia jawab "IBU! SALO ANAK BESAL!" Gawatnya, menurut ibu, yang nenen itu bayi bukan anak besar.

Kebetulan ada anak baru di daycare, baru 2,5 bulan. Bayi banget dong. Nah Bebe stres tiap sore karena dia ingin nenen tapi malu ada bayi. Jadi kalau saya dateng kan biasanya langsung ngajak nenen di kamar, ini nggak mau. Begitu bayi dijemput dan pulang, seketika lari ke kamar minta nenen lol.

Ya anggap juga ini progress. HAHAHAHAHAHA.

*

#44

Baca buku, ada gambar ulat.

Bebe: "Ibu itu apa?"

Ibu: "Ini ulat, ada kakinya banyak"

Bebe: "Untuk jalan bisa nggak?"

Ibu: "Bisa dong"

Bebe: "Untuk olahraga bisa nggak?"


#45

Belajar nama jari.

Ibu: "Ini jari apa?"

Bebe: "Jari pentul"

😂😂😂

Ibu: "Yang pentul itu jarum, ini namanya telunjuk"

Bebe: "Ini pentul"

Ibu: "Ini telunjuukkk"

Bebe: "Ini jari jarum pentul"

ASTAGAAAAA!


#46

Di jalan pulang, macet.

Bebe: "APPA JANGAN NGEREM! SALO LAGI NGUPIL!"

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH

*

Ya begitulah!

Follow Bebe di Instagram @azxylo ya! See you next month!

-ast-