Pesan Parenting yang Menohok Diri Sendiri

on
Wednesday, November 23, 2016

Punya anak, kita pasti ingin anak kita punya kepribadian yang kuat. Yang tidak manja, yang bisa mengambil keputusan sendiri, yang bisa menghargai orang lain.

Tapi kadang pernyataan-pernyataan saya pada Bebe, anak saya, menjadi blunder untuk diri saya sendiri. Kalau sedang demikian, saya suka jadi tertawa sendiri. Bisanya kok menasihati anak, padahal diri sendiri aja butuh nasihat sekali dari orang lain yang lebih waras. 😭

Ini beberapa di antaranya:

"Bebe, tidak boleh seperti itu pada temannya. Kenapa Bebe pukul teman?"

Padahal ada aja kan manusia yang emang gemesin banget bikin pengen nabok atau minimal pengen bikin status sindiran. 😭😭😭

Maka pernyataan saya pada Bebe itu yang selalu menjadi penahan saya kalau-kalau lagi khilaf atau lagi PMS pengen nyindir orang di socmed bahahahaha

"Ibu tidak boleh seperti itu, kenapa ibu menyindir orang?"

Well nggak mirip amat sih ya tapi intinya tentang menahan diri dan menahan emosi kan? KAN?


"Kalau sudah selesai minum susunya dibuang sendiri ya. Kalau sudah selesai main bereskan mainannya ya."

Tidak manja dan disiplin itu harus untuk Bebe! PADAHAL EMAKNYA HASTAGAAAA. Segala-gala ngandelin JG, cuci piring, cuci baju, masak, ke pasar. Ya kan kalau punya suami manjain kenapa nggak dimanfaatin? 💖😍

Pembelaan: Bebe laki-laki jadi Bebe tidak boleh manja karena dia yang nanti manjain pasangannya. HAHAHAHAHA

*

"Wah hebat sekali, pintar!"

Buat saya dan JG, memuji anak itu wajib agar dia tidak kurang apresiasi. Tapi kapan terakhir kali memuji suami?

Ehm.

"JG suamiku suami terbaik di dunia, hebat sekali" LOL


"Wah sebetulnya tidak perlu takut sih, semut baik, kucing baik, ayam baik!"

Padahal sendirinya liat kecoa kabur. 😭😭😭

Tapi sebagai ibu penakut, saya selalu encourage anak untuk jadi anak pemberani! Meskipun di masa depan dia takut sesuatu, minimal bukan karena ditakut-takuti orangtuanya.

Dan seberapa banyak ketakutan dalam hidup yang nggak bisa kita atasi kemudian kita menyerah? Apa menyalahkan orangtua saat kecil? NGGAK KAN? Takut mah takut aja. Tapi kalau anak nggak boleh jadi anak penakut!

"Ibu tidak perlu takut kecoa ya, kecoa baik!"

"Ibu tidak perlu takut gajian masih lama ya, nggak usah belanja dulu!" 😶

*

"Pasti bisa kok, ayo dicoba lagi sampai bisa!"

Padahal sendirinya bikin kue sekali terus gagal terus nyerah langsung mengembalikan timbangan dan oven ke dalam dusnya dan nggak dibuka-buka lagi selamanya lol.

Anak harus pantang menyerah meskipun sesimpel pasang Lego dengan benar. Kita boleh menyerah walaupun baru niat belaka dan tidak jadi dilakukan. #ohsotrue

"Olahraga ah mulai besok" BESOK. BESOK. BESOK. "Makan sehat ah mulai besok" YEA BESOK.

"Ibu pasti bisa kok naik tangga tiap hari di kantor. Ayo dicoba lagi ya sampai bisa"

*

"Waktunya tidur, sudah malam."

PERMISI ITU NGOMONG SAMA DIRI SENDIRI APA GIMANA YHAA?

*

"Udah ya makan biskuitnya, kebanyakan nanti sakit perut!"

*menatap nanar stok makanan sendiri* *mengingat diri sendiri suka kalap makan sushi sampai perut penuh* 😪😪😪

*

dan yang paling nampar

"Silakan menangis. Tidak semua yang Xylo inginkan bisa langsung dipenuhi."

T_______T

Ini gongnya. Mengingat banyak banget yang pengen dibeli tapi sebenernya mah nggak butuh. Ingin lagi-lagi beli lipstik padahal masih punya dan warnanya mirip-mirip.

Apa bedanya dengan Bebe yang ingin lagi dan lagi makan jelly padahal sudah makan banyak sekali?

"Silakan menangis, ibu. Tidak semua yang ibu inginkan bisa dunia penuhi"

Karena nasihat untuk anak adalah sebenar-benarnya pengingat untuk diri sendiri.

WELCOME TO THE ADULTHOOD.


💆💆💆

PS: Pesan buat ibu di atas itu khayalan belaka ya, bukan Bebe yang ngomong beneran sama saya hahahaa. Kadang dia suka nasihatin sih, tapi nggak sedalem ini juga lol.

-ast-
LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!
14 comments on "Pesan Parenting yang Menohok Diri Sendiri"
  1. Aku pun belum tentu melakukan apa yang kunasihatkan pada anak. Kalau udah gitu, biasanya suami yang protes. :D

    ReplyDelete
  2. Yang paling sering terjadi. Tantrum kalau lagi minta apa-apa. :)

    ReplyDelete
  3. Senyum-senyum sendiri waktu baca kalau semut baik. ayam baik. Sering bilang gitu ke anak memang, biar tidak penakut. Padahal sendirinya keder setengah mati.

    ReplyDelete
  4. Hahahaa.... jangankan buat ibu, aku baca ganti sapaannya buat aku wkwkwk... jadi isin sendiri...

    ReplyDelete
  5. Nanti kalau Bebe udah 4 atau 5 tahun udah bisa bangeeeet Cha balikin omongan kita. Kaya anakku yang gede.
    Lagi nikmat banget 'nyeramahin'adeknya, then: Bun, udah lah, Ayyas kan masih kecil.
    -_____-

    ReplyDelete
  6. Wkwkwk... kepikiran banget ya bikin blogpost gini hehehe :)

    ReplyDelete
  7. wakaka, jadi inget Aisyah pernah nasihatin akungnya saat sedang sakit, "Akung jangan nangis ya, gapapa kok" LOL, gegara dia sering dibilangin gitu sm orang di rumah, hahaha.
    Kadang memang konyol :D

    ReplyDelete
  8. "Ibu tidak perlu takut kecoa ya, kecoa baik!" --- > saya takut banget sama kecoa & anak saya jadi ikutan takut karenanya

    "Ibu tidak perlu takut gajian masih lama ya, nggak usah belanja dulu!" --> ngakak banget ini bacanya...

    ReplyDelete
  9. SPEECHLESS. DAH ITU AJA.

    HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA *mulai gila*

    ReplyDelete
  10. Dan tulisan ini, menampar diriku keras banget.
    Karena sesungguhnya, orangtua itu emang OMDO. -____-
    Kita cuma menang usia lebih tua & lebih lama pengalaman hidup aja. Hahaha.

    ReplyDelete
  11. Jangan makan emi yaaa nak ngga baik utk kesehatan... Tapi emak makan emi hehe
    Iyayah sering nasehatin tapi kita ngga ngelakuin... Ngga boleh marah tapi emak marah :))

    ReplyDelete
  12. kirain xylo beneran bilang gitu :)

    ReplyDelete
  13. Hahahha.. bener juga ya.. kalau pertanyaannya dibalikin lg ke kita bikin malu hati..������

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)