-->

Karena Rokok (Pasti) Bisa Menunggu

on
Monday, September 18, 2017

Hari Minggu lalu jam 6 pagi, kami bertiga plus ibu saya jalan-jalan ke Gasibu. Niatnya sih mau lari, tapi ternyata track lari di lapangannya sangat crowded. Jangankan lari, jalan pun susah. Kami pun akhirnya melipir, menyusuri Taman Lansia sampai bertemu Taman Cibeunying.

Itu loh taman yang ada robot Transformers angkot dan Bumblebee. Tamannya tidak terlalu besar tapi banyak tempat sewa mainan. Bebe mulai terdistraksi tukang pancing ikan mainan (Rp 5ribu boleh mancing ikan plastik sepuasnya btw), JG sudah nangkring di tukang lontong sayur, dan saya sendiri duduk di bawah patung. Mengamati sekeliling.

Pengunjung yang datang rata-rata keluarga muda. Suami istri dengan anak balita, paling besar anak TK. Datang hanya untuk duduk-duduk dan jajan. Yang menyebalkan, sebagian besar dari orangtua itu merokok. Baik ayah maupun ibunya.

Ada yang sengaja duduk terpisah dengan anaknya yang sedang makan sosis bakar, ada yang duduk sebelah anaknya dengan rokok disembunyikan di balik badan seolah punggung akan menyerap asap rokok itu, ada yang terang-terangan saja merokok sambil menggendong anaknya yang masih sangat kecil.

Apa yang ada di pikiran mereka? Apa rokok tidak bisa menunggu?

Kalian sengaja bangun pagi, berganti dengan baju yang lebih baik, para ibu bahkan sempat menggambar alis dan memulas lipstik. Demi bisa menghabiskan waktu bersama anak kan? Anak yang mungkin jarang kalian temani karena sehari-hari ditinggal bekerja.

Merokok mungkin kesenangan kalian, tapi ditemani bermain oleh ayah dan ibu yang atensinya full, orangtua yang kedua tangannya bisa digunakan tanpa terganggu memegang rokok berasap mungkin jadi kesenangan anak kalian.

Merokok adalah hak kalian. Tapi menghirup udara bebas asap rokok adalah hak ANAK kalian.

Suami saya bukan perokok, pun saya sendiri, tapi saya yakin rokok bisa menunggu. Pasti bisa menunggu.

Merokoklah saat sendirian, merokoklah di luar rumah, merokoklah saat nongkrong dengan teman-teman, merokoklah di tempat yang disediakan khusus untuk merokok, jangan merokok di dalam rumah, jangan merokok di dalam rumah orang lain saat bertamu. Mandi dan berganti pakaian lah sebelum masuk rumah dan memeluk anak serta istri atau suami.

Karena mereka, orang-orang yang paling kita sayang kan? ATAU TIDAK?

Bukan cuma satu dua artikel kan yang membahas risiko anak sakit pneumonia tinggi jika berada di lingkungan yang merokok? Bukan satu dua penelitian kan yang membahas bahwa residu rokok masih tertinggal bahkan ketika asapnya sudah tidak ada?

Jadilah perokok yang bertanggungjawab. Asap rokokmu, tanggung jawabmu. Seperti juga kehidupan sehat anak-anakmu, tanggung jawabmu.

Rokok bisa menunggu. Ada puluhan jam yang kalian lewati tanpa anak-anak kalian. Gunakan sebaik mungkin untuk merokok sepuasnya. Tapi sisihkan waktu 2-3 jam di Minggu pagi untuk membawa anak-anak ke taman dan menghirup udara segar di bawah pepohonan. Udara segar yang tidak terganggu asap rokokmu lagi.

Untuk kalian yang punya pasangan merokok, tak perlu melarangnya berhenti. Hal sia-sia yang akan berujung pertengkaran saja. Ia akan berhenti ketika ia mau berhenti, bukan karena kalian menyuruhnya berhenti. Tapi mintalah waktunya saja sedikit, waktu-waktu berkualitas bersama anak-anak di mana ia menunda keinginannya merokok.

Demi kalian, demi anak-anak yang lebih sehat.

Terima kasih.

-ast, ibu satu anak yang selalu menyuruh anaknya berteriak serta kabur jika ada orang merokok. Bahkan ketika yang merokok adalah sekumpulan polisi di kantor polisi, "OM POLISI MELOKOK AKU HARUS KABULLL!!!"

GIVEAWAY HADIAH BALANCE BIKE MASIH DIBUKA LOH! KLIK!




LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!
9 comments on "Karena Rokok (Pasti) Bisa Menunggu"
  1. Termasuk jangan buang puntung rokoknya sembarangan..

    ReplyDelete
  2. Sama kayak ika,aku menayangkan xylo teriak
    kalo aku biasanya langsung kabur,apalagi kalo bawa bubuky

    ReplyDelete
  3. Kita sama mba..nyuruh anak kabur ketika ada yg melokok...
    But I've seen the worst...di sebuah tempat tertutup, semua ngerokok, ada yg bawa anak kecil yang malah dibiarkan main dengan asap rokok yang berhamburan. Krn merasa percuma bicara, akhirnya cuma bisa bilangin anaknya aja..tapi yah...

    ReplyDelete
  4. Perokok pasif itu lebih membahayakan. Dan aku nggak suka bau rokok :(

    ReplyDelete
  5. setuju banget dengan tulisan ini!
    saya juga heran kok orang-orang ga bisa tahan sebentarrrr aja buat ga ngerokok. mungkin buat mereka sama sulitnya seperti menahan BAB kali yah..
    yang paling ngeselin dari semuanya adalah yang ga bisa nahan buat ga ngerokok padahal di sekitarnya ada anak kecil/bayi/ibuhamil ! ini adalah tingkatan manusia yang paling ngeselin sedunia :<

    ReplyDelete
  6. setuju banged mbak..
    aku jadi mau ngajarin anak ku buat lari sambil teriak gitu juga,,
    biar yang ngerokok itu malu.. :)

    ReplyDelete
  7. setuju bangettttttttttttttttttt!

    ReplyDelete
  8. Setuujuu banget mba,
    Aku jadi mau minta pendapatnya mba annisa, gimna dengan lingkungan kantor yg gak ada fasilitas smoking area, jadi pada rokok di meja kerja masing2 gitu

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)

IG