To Wean or Not to Wean

on
Wednesday, May 25, 2016

Okai jadi Bebe akan ulang tahun ke dua, dua minggu lagi. Dan sekarang semua orang sudah membombardir dengan:

"Wahhh, Xylo udah mau 2 tahun ya. Nggak nenen lagi dong yaaa"

atau

"Wah, Xylo udah 2 tahun, siap-siap disapih dong yaaa!"

Errrr, who says?

Iya sih saya udah sounding dari umurnya sekitar 15 bulan bahwa suatu hari nanti, Bebe akan berusia 18 bulan, di mana Bebe hanya akan nenen di mobil dan di kamar. Dan akan datang masa di mana Bebe berusia 2 tahun dan tidak akan nenen lagi.

Tapi saya sendiri bingung batas 2 tahunnya itu apa. Hahahahahaha. Orang-orang kan membatasi dengan sesuatu, misalnya "tiup lilin" ya. Jadi setelah tiup lilin tidak nenen lagi yaa.


Masalahnya dari dulu mulai sounding sampai sekarang pun, saya kaya nggak pengen-pengen amat gitu Bebe tiup lilin. Bahkan kalau pun hanya untuk jadi deadline nenen. Mungkin ini bagian dari sayanya nggak rela Bebe berhenti nenen. T_______T

Jadi ya udah, sounding sih sounding aja. Dan Bebe jadinya memang hanya mau nenen di kamar. Kalau lagi di dapur ya dia ngajak ke kamar dulu. Kalau lagi di mall, ya dia ngajak ke mobil dulu.

Dan frekuensinya memang sudah sangat jauh berkurang jadi yah, sayanya makin nggak rela lol. Udah sering bobo malem sendiri tanpa nenen. Udah sering juga nolak nenen karena mau main aja.

Kalau di mall juga jarang sekali minta nenen kecuali udah capek banget. Digendong aja nggak mau, boro-boro nenen. "lali-lali aja ibuuu". Dan dia akan lali-lali sampai capek, 4-5 jam kemudian lah baru akan cranky dan berakhir minta ke mobil untuk nenen kemudian bobo.

(Baca juga: 13 Hal yang Hanya Bisa Dimengerti oleh Ibu Menyusui)

Konsekuensi tidak nenen ini besar sekali. Salah satunya adalah Bebe jadi susah bobo. Biasanya jam 9 dinenenin, langsung tidur. Ini jam 9 ditawarin nenen malah teriak: "ga mau ibuuu! main ajah ibuuu!" Berakhir bobonya jam 11 terus, whyyyy.

Dan yah, saya jelas nggak mau nyapih "cara lama" karena nggak tega. Dioles brotowali lah biar pahit, dioles lemon lah biar asem, diplesterin, diobat merahin pura-pura berdarah lah, apapun yang bisa dirangkum dalam satu kata: dibohongi.

Nggak mau. Nggak tega. Karena dia akan jadi TERPAKSA berhenti nenen. Nenen adalah salah satu hal yang Bebe suka. saya suka, jadi kenapa harus dipaksa berhenti coba? *drama* Apalagi kalau dibikin trauma gitu kaya pahit atau berdarah. Nggak deh, nggak akan.

Atau dialihkan ke hal lain seperti makanan atau benda lain? Jadi tiap mau nenen dikasih makanan/benda itu? Duh itu kok cuma kaya mindahin masalah ya. Nggak deh.

Jadi gimana cara nyapihnya? Nggak perlu ditemukan lah caranya, hidup akan menemukan jalannya sendiri. Hahahahaha. Alias belum tau aja sih gimana. Tapi yang jelas saya nggak menganggap umur 2 tahun itu deadline untuk nenen.

Lagian siapa yang bilang kalau anak 2 tahun itu HARUS disapih?

(Baca juga: Di Mongolia negara yang banyak pegulatnya itu orang nenen SAMPAI DEWASA)

Nggak ada yang melarang dari norma apapun. Nggak ada aturan agama yang melarang. Secara psikologis juga nggak masalah kok anak nenen lama-lama.

Dan dari dulu ternyata banyak juga kok anak yang nggak disapih. Let it flow aja, anaknya mau berhenti ya berhenti. Dan nggak pernah denger kan di Indonesia ada anak nenen sampai kelas 3 SD gitu? Rata-rata cerita yang saya denger, akan berhenti sendiri di umur 3-4 tahun.

Katanya anak akan manja. Amasaaaaa? Nggak ada hubungannya kali ah. Lagi udah banyak kok artikel soal kelebihan menyusui lewat 2 tahun (extended breastfeeding). Ini udah dirangkum sama aimi, ga usah saya tulis lagi ya. *pemalaaaasss*

"Repot aja sih," kata ibu saya dan beberapa teman-teman saya. Well, saya sih nggak ngerasa repot sama sekali sih untuk nyusuin.  Dulu sih repot bener, sampai umur setahunan lah repot. Sekarang repot apanya? Udah bisa dialihkan ke hal lain, udah ngerti kalau dibilangin.

Udah lama juga nggak pake baju yang menyusui friendly karena ya jarang banget menyusui di tempat umum. Kan cuma di rumah, di mobil, atau di ruang menyusui kan. Payudara udah nggak bengkak juga ya karena nyusunya udah jarang. Cuma kalau dipencet sih masih keluar susunya.

Jadi yah, let's see seberapa lama saya dan Bebe akan bertahan.

Fun fact: JG nenen sampai umur 4 tahun. HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA

-ast-

LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

7 comments on "To Wean or Not to Wean"
  1. Anakku 29 bulan belum ku sapih.. karena aku males, haha, malah ya itu karena let it flow, proses menyapihnya jadi alami dan gak beban, tau tau sekarang kalo pergi aku udah bisa pake baju gak busui friendly, seharian gak nyusui gak ngerasa meriang atau PD bengkak, malah emaknya yg belum rela.. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. ah iyaaaa, sama banget. tambahin ah soal baju menyusui hahahaha

      Delete
  2. Kalo di qur'an, sempurnanya menyusui itu sampe 2 taun, cha. Mo lebih gapapa, cm kalo aku liat dr urgensinya aja, perlu apa engga disusui. Selain itu, yg pernah aku tangkep kalo setelah 2 taun itu anak udh mulai ngeh trs bsa diajarin soal aurat, terutama anak cowo. Dan stelah 2 taun fungsi asi bagi tubuh anal gak kyk dl lagi, cm supplemantary, udh ga istimewa lg. Setidaknya itu hal2 yg menguatkan aku buat nyapih. Tp ya liat dr anaknya jg,di siap ga. Karena bagaimanapun pd akhirnya kan mesti lepas jg. And we're all fine without nenen, rite? Aku menganggapnya sebagai fase yg hrs dilewati aja. Kalo dibawa mellow ya gada ujungnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha nggak kok kalau baca artikel soal extended breastfeeding, nggak ada yang bilang ASI nggak istimewa. supplementary mah memang sejak dia satu tahun kan. and yes, he's fine without nenen jadi yaaa kenapa harus berhenti. hahahaha

      Delete
  3. Anakku 18m cha. Disounding nenen buat adek bayi kakak nick ga boleh sering2 nenen. Anaknya ngamuk lol
    Tapi kalau lagi ga mau nenen ya beneran ga mau. Cuma jam tidur masih aman terkendali jam9 tet sudah pules walo ga nenen

    ReplyDelete
  4. Diana 37 bulan nenennya, Cha. Emaknya juga punya pengaruh kenapa jadi lama nenennya, karena nggak rela kayaknya kalo buru-buru selesai. :)

    ReplyDelete
  5. aku 2 tahun trus stop. Alhamdulillah nggak pakai drama horor. Nggak pakai bengkak juga. Udah disiapin sejak 3 bulan sebelumnya. Anaknya nenen cuma pas mau bobok aja. Itupun nggak mesti tiap hari. Kuncinya sih si anak kudu kenyang. Kalau dia kenyang biasanya sih nggak rewel.

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)