-->

Image Slider

Bebe 24 Bulan

on
Monday, June 6, 2016

Bebe 2 tahun. T_______T Bebe bukan bayi lagi dan semakin saya "bayi-bayiin" karena masa-masa ini adalah masa-masa bukan bayi tapi nggak anak kecil banget juga. Hahahaha

Sampai JG kesel gitu ke saya bilang berulang kali. "Ah kamu biang kerok!" Karena Bebe kalau nggak ada saya itu mandiri banget. Tapi begitu ibu muncul, dia langsung berubah jadi bayi super manja.

...

Dan saya seneng dia manja huahahahahahhaha

Highlightnya adalah:

Susah nenen

Kaya yang udah saya ceritain sebelumnya, saya nggak ngotot untuk nyapih Bebe. Biarlah natural aja kalau masih mau nenen ya boleh. Tapi dianya pun udah nolak nenen terus. T______T

Nggak apa-apa sih nggak mau nenen tapi plis jangan susah bobo lah. -________-

Ini mah nenen nggak mau, maunya main. Bobo jam 12 terus, ngantuk berjamaah besok paginya telat ke kantor. Disuruh nenen nggak mau, disuruh tidur nggak mau. WHY.

Anak-anak dan ibu-ibu
Lucu banget deh Bebe tau kalau dia adalah anak-anak dan saya ibu-ibu. Dan dia bisa mengasosiasikan tas saya sebagai tas ibu-ibu dan tas dia sebagai tas anak-anak.

Dia juga refer buku dia sebagai buku anak-anak dan Kindle sebagai buku ibu-ibu. <3

Jarang nangis

Nangis asli cuma kadang-kadang doang. Tantrumnya masih banget tapi udah nggak nangis. Ya tengkurep di lantai mah biasalah, nggak lagi nangis kejer kaya dulu.

Seringnya sih nangis palsu alias nangis negosiasi. JANGAN KALAH! Nangis negosiasi alias nangis strategi mah sebentar juga lupa.

Jalan

Jalan udah bisa dituntun menuju jalan yang benar. Tapi kadang kalau udah capek emang sengajain salah-salah jalan gitu. Harus ditinggal nanti dia ngikut. Tapi kadang nggak ngikut juga karena dia tau dia nggak akan ditinggal beneran. *sigh*

Baru tau "kasian"


Tapi nggak tau artinya apa. HAHAHAHAHAHHAHA. Dia asal doang suka denger saya komentar "kasihan" sama binatang jadinya dia ikutin doang random.

"Ibu ini laba-laba. Kasihaaaannn ibu laba-laba."

"Wah ada semut ibu, kasihan semut ibu."

Padahal semut dan laba-labanya nggak kenapa-napa

XD

Senang sembunyi


Sembunyi terus atulah di balik bantal-bantal dan dia akan teriak "alo mana yaaa? ibu alo mana yaaa?"

Saya dan JG harus pura-pura nyari "wah iya xylo mana yaaa? aduh xylo hilang nih nggak kelihatan"

Nanti dia akan "BAAAA!" *muncul dari balik bantal"

DAN ITU TIDAK BOLEH KITA TEMUKAN SENDIRI. Maksudnya Bebe harus "BAAA" sendiri. Pernah suatu hari JG buka bantalnya, pura-pura menemukan Bebe, dan dia ngamuk. Tantrum parah karena dia bete lagi sembunyi terus ketemu. -________-

Bisa bercerita panjang


Ya sepanjang ngapain aja di sekolah dan menceritakan hal-hal yang dia lakukan sebelumnya. Ini harus dipancing banget sih kalau habis melakukan sesuatu ditanya-tanya terus biar kebiasa bercerita.

Imajinasinya juga jalan banget. Udah bisa pura-pura nelepon nenek pake tangan jadi hpnya.

Ibu: "Xylo telepon pake apa sih?"

Bebe: "Pake ini" *nunjukkin telapak tangan lol

Bebe juga tau tulang dan surprisingly dia ngerti padahal kan tulang itu kasat mata ya. Dia randomly bilang "tulang kaki" (lutut atau mata kaki), "tulang tangan" (sikut atau tulang jari), dan suatu hari di mobil dia bilang sambil nunjuk kepala "tulang jidat". HAHAHAHAHAHHAHAHAHA

Pup di kloset

Seperti juga weaning, saya belum keukeuh toilet training karena anaknya keras kepala banget!

Bebe tau caraya bilang mau pup, dia ngerti segala teori pup harus di kamar mandi blablabla. Tapi karena dibiasakan mengambil keputusan, dialah yang mengambil keputusan mau pup di mana. T_______T

Hari Senin, Selasa, Rabu

Bebe: "ibu alo pupup"

Ibu: "yuk di kamar mandi"

*sukses*

Hari Kamis, lagi sibuk main

Bebe: "ibu alo pupup"

Ibu: "yuk ke kamar mandi"

Bebe: "sini ajah ibu"

Ibu: "yeee jorok itu namanya. pupup itu di kamar mandi"

Bebe: "sini aja ibuuuu!"

*berdebat sampai tantrum dan ujung-ujungnya dibawa ke kamar mandi pun pupup ya nggak jadi karena udah nggak mood* T______T

Hari Jumat

Bebe: "ibu alo pupup"

Ibu: "yuk ke kamar mandi"

Bebe: "sini ajah ibu. alo jorok ih pupup di sini ih."

Ibu: "iya jorok ih. ayo ke kamar mandi"

Bebe: "NGGAK MAUUUU!"

*kemudian berantem* *kemudian pup di diapers lagi*

WHYGODWHY.

Tapi kata psikolog juga toilet training tergantung kesiapan anaknya sih. Dan anak cewek lebih mandiri daripada anak cowok jadi lebih mudah toilet training. Okfain.

And the sweetest thing ever

Lagi senang bilang makasih. Dan sedang didoktrin untuk bilang tolong dan permisi. Tolong dan permisi ini masih susah karena otomatis bilang "AWAASSSS".

Bebe: "ibu ambil minum ibu"

Ibu: "tolong ibu"

Bebe: "ibu tolong ambil minum ibu"

*ngasih minum*

Bebe: "makasih ibu. sama-sama ibu"

*dijawab sendiri* XD

Dan kalau sama saya dia mau peluk, mau cium. SAMA JG NGGAK. HAHAHAHAHAHHA KASIAN.

Dia juga randomly elus-elus saya dan bilang "sayang ibu".

*mewek*

Bebe, kalau di masa depan Bebe baca ini, you're the sweetest little creature and you'll always be. :)

-ast a.k.a ibu.




Cara Gampang Ikutan Arisan Mapan

[SPONSORED POST]


Ada yang pernah dengar Arisan Mapan?

Arisan Mapan itu arisan online dari PT. Rekan Usaha Mikro Anda (RUMA). Dengan metode pembelian melalui sistem arisan, Arisan Mapan jadi sebuah wadah yang dapat menyatukan daya beli masyarakat Indonesia untuk saling membantu melalui struktur yang sudah tersedia di masyarakat yaitu komunitas PKK, posyandu, pengajian, arisan, dan lainnya. Menangnya bukan dalam bentuk uang tapi dalam bentuk barang.

Produk yang disediakan adalah produk yang dibutuhkan anggota berdasarkan permintaan mereka. Semakin banyak anggota yang membutuhkan suatu barang, Arisan Mapan pun dapat memberikan harga yang semakin terjangkau

Di Arisan Mapan, pemenang Arisan tiap periode kocokan akan mendapatkan barang, bukan uang. Setiap anggota bisa pilih barang yang berbeda-beda. Saat ini sudah bergabung lebih dari 70.000 anggota Arisan Mapan di Jawa dan Bali! Banyak banget!

Tertarik? Yuk sekarang saya jelaskan cara gampang untuk ikutan Arisan Mapan.




#FAMILYTALK: Mengenalkan Gender pada Balita

on
Saturday, June 4, 2016

Oke, ini kayanya agak kurang tepat disebut gender sih, tapi nggak sepenuhnya tentang jenis kelamin juga. Tapi dapet kan maksudnya?

Di dunia yang setiap hari penuh pelecehan ini (seperti kasus pramugari Garuda itu atau lebih parahnya lagi tentang sexual harassment di kampus), saya ingin mengajarkan sejak dini pada Bebe bahwa ada laki-laki dan ada perempuan. Bahwa ada hal-hal yang tidak boleh Bebe lakukan pada perempuan karena perempuan harus dihargai.

Bebe should never harass or abuse woman in any way possible. Physically or verbally. NO, and that's me and JG's responsibility.

Baca punya Isti:

Ketika saya curhat ini pada psikolog, psikolognya agak bingung karena memang terlalu dini untuk Bebe mengerti ada bedanya laki-laki dan perempuan. Bebe baru akan berusia 2 tahun akhir minggu ini, FYI.

Kata psikolognya: "Ibu, ketika anak melakukan sesuatu yang salah, ia tidak boleh melakukannya, baik pada laki-laki ataupun perempuan. Misal ia mendorong anak lain sampai jatuh, ia tidak boleh seperti itu, baik pada anak laki-laki atau perempuan."




#SassyThursday: Forced Marriage

on
Thursday, June 2, 2016


Jadi kemarin saya baca di Seventeen (oh yes I read them a lot even tho i'm far from seventeen years old), ada sebuah keluarga Palestina yang tinggal di Amerika. Anaknya 4, perempuan semua, semua kelahiran Amerika, warga negara Amerika. Cerita diceritakan dari sudut pandang anak ketiga.

Intinya kedua kakak perempuannya tiba-tiba hilang setelah lulus SMP. Ibunya bilang mereka ada di kampung. Sampai dia sendiri lulus SMP dan nggak ada tanda-tanda akan didaftarkan ke SMA. Dia disuruh diam di rumah dan dibilang harus belajar jadi "good housewife" dengan belajar masak dan beres-beres rumah.


Baca punya Nahla di sini:


Long story short pas umurnya 14 tahun, dia dibawa juga ke Palestina dan tiba-tiba diajak ketemu beberapa laki-laki dan kemudian dipaksa menikah. Dia nggak maulah, tapi akhirnya nikah juga. Yang inspiring adalah, dia berhasil menghubungi US Embassy untuk kemudian dibantu kabur dari rumah suaminya dan kembali ke Amerika.

Karena menikah-paksa-kan anak di bawah umur adalah ilegal untuk warga negara Amerika (dan kita juga sih sebenernya). Dia kemudian tinggal di beberapa keluarga (foster family) yang mau nampung dia sampai akhirnya salah satu keluarga itu mau mengadopsi dia jadi anaknya.




Tentang Macet dan Menyetir Mobil

on
Wednesday, June 1, 2016


Kalau ada yang nanya saya bisa nyetir nggak sih? Pasti saya dan JG jawabannya nggak kompak lol.

Saya selalu jawab nggak bisa. JG selalu jawab saya bisa nyetir mobil tapi nggak mau ngaku biar nggak disuruh nyetir mobil. HAHAHAHAHAHAHAHA

Iya sih sebenernya JG bener lol. Saya NGGAK MAU nyetir bukannya nggak bisa. Nggak mau level takut banget nyerempet motor, males menghadapi angkot dan macet, dan membayangkan nyetir sambil bawa Xylo di car seat. REPOT.

Dan saya bukan yang jago gitu loh. Ada kan ya orang jago nyetir. Saya kalau nyetir itu terpaksa banget dan jadinya stres. Punya sih SIM, selalu diperpanjang, tapi ya udah. Nggak pernah mau nyetir.

Pas kuliah saya mending naik angkot atau nebeng temen padahal ada mobil nganggur di rumah. Adik saya yang jago nyetir mah pas kuliah hampir selalu ke kampus bawa mobil, saya mending naik angkot. Kalau macet tinggal turun terus jalan kaki. Nggak perlu stres, nggak capek. Simpel.