-->

Image Slider

#FAMILYTALK: Menitipkan Anak pada Orangtua

on
Saturday, August 6, 2016

HOLAAAAA!

Topiknya cemen sih dan kaya udah pernah ya. Udah pernah ga sih? *lupa* Abisan Bebe nggak pernah dititipin di orangtua saya atau pun JG jadi parno dia akan MANJA. Manja seperti yang saya keluh kesah-kan di postingan ini.

Baca punya Isti di sini:

Dan yah, karena Bebe nggak pernah dititipkan pada siapapun kecuali daycare. Artinya ketika daycare sudah tutup atau libur, ya otomatis Bebe dibawa-bawa terus.

Sekali-kalinya kami meninggalkan Bebe dalam jangka waktu yang lama itu waktu nonton AADC dan Civil War huahahahaha. Bebe penting, tapi AADC dan Civil War juga penting. Prioritas itu bullshit lolol.

(Baca juga: Karena Saya Tidak Percaya Prioritas)

Itu kali terlama kami meninggalkan Bebe berdua dan Bebe dititipkan pada ibu saya. Bebe diajak ke arisan, diajak main bola bersama anak-anak tetangga, sampai malam kami pulang, ia masih asyik main dan sepertinya nggak sadar juga saya nggak ada seharian. :|

DAN TERNYATA SERU YAAA PERGI BERDUA. HAHAHAHAHAHA.

Kangen banget pergi berdua JG kaya zaman pacaran dulu. Kangen banget ngemall itu jalan santai pelukan bukannya sibuk lari-lari. 

Hehehehehe -________-

Tapi yah, kalau pergi berdua gitu tetep topik pembicaraan adalah Bebe. Bebe begini Bebe begitu. 

Sempet kepikiran sih ingin Bebe SD di Bandung aja karena Bandung lebih kids friendly daripada Jakarta. Tapi terus artinya Bebe sama orangtua saya terus gitu? Gimana kalau ada prinsip yang nggak sesuai dan Bebe jadinya lebih nurut sama ibu saya dibandingkan saya yang orangtuanya sendiri? Plus gimana caranya jauh-jauh dari Bebe nanti saya kangen. Sementara saya di Bandung mau kerja di mana nggak tau.

:(

JADI AKU GALAU. :(

Eh eh baru inget. Kalian yang sering menitipkan anak sama orangtua, pernah nanya nggak sih apa orangtua kalian keberatan dititipin cucunya?

Kalau ayah ibu saya kan memang sibuk ya, mereka sejak awal menyatakan tidak sanggup kalau harus mengurus Bebe sehari-hari. Lagian capek katanya. Iya sih. Saya sendiri juga tidak mah Bebe diurus aki nininya karena banyak pola pengasuhan yang berbeda lah.


Soalnya ada tetangga mamah mertua yang dititipin cucunya setiap hari. Ibu si anak kerja. Neneknya ngurus cucunya nggak happy.

T_______T

Katanya capek, anaknya rewel nggak mau makan, jadinya dikasih susu terus. Sehari bisa minum Ultra Mimi 7 kotak dan makan sekali doang. 

T________T

Tapi si nenek mau ngeluh ke anaknya juga nggak tega karena dia nggak mau anaknya berhenti kerja. Dan dia iri ketika saya cerita Bebe di daycare. Dia mengeluh kenapa anaknya nggak kepikiran daycare daripada diurus sama dia setengah hati.

Karena mengurus cucu seharian bukan untuk setiap nenek seperti juga jadi ibu rumah tangga bukan untuk semua orang. Dan yah, kuncinya komunikasi sih.

Itu ajaaaa.

Yang belum nonton video nonton di bawah postingan ini yaaa *tetep*. Senin besok udah ada video baru jadi yang ini akan dilepas. Videonya masih lanjutan dari yang ini dan sesuai request yaitu Bebe's Favorit Book.

See you!

-ast-




#SassyThursday: Pernikahan dan Kesetiaan

on
Thursday, August 4, 2016


Oke jadi gue nggak update banget sama berita-berita seleb lokal. Penyebab utamanya sih karena nggak punya TV di rumah jadi nggak tau ada berita apa sih? Kemudian aku terlalu lelah mantengin portal berita gosip karena sudahlah, capek dulu kerja 2 tahun ikutan ngurek-ngurek hidup orang lain. *sigh*

Jadi updatenya cuma seleb hollywood aja huahahaha itu pun terbatas circle tertentu aja. Circle ini gue follow di semua lini kehidupan dunia maya. Follow sih beberapa artis lokal di Instagram, ceritanya biar nggak ketinggalan berita. Eh taunya yang diupload di IG itu yang pencitraannya aja yah. -______-

Saya juga nggak follow akun-akun gosip gitu, jadinya tau gosip itu dari Nahla. Hahahahaha. Disuruh follow jeng ono lah, lambe itu lah, terus siapa lagi gitu. Tapi males hahahah Soalnya Instagram udah rapi isinya blogger sama beauty doang sama YouTubers gitu. Males merusak timeline yang indah-indah bahagia. *naon*

Intinya Nahla ngajakin nulis kabar yang ternyata lagi hits banget yaitu RA kepergok liburan bareng sama ATT. Terus kaget masa buahahahahah. Kaget nggak kaget sih. Nggak kaget soalnya ya RA gituloh? What do you expect? Kagetnya karena RA dan istrinya kan akrab banget sama ATT ya. Dan saya follow sih Instagramnya RA karena dulu pernah dimention @Instagram. Instagram aja mention masa saya nggak follow! #therealfomo.

Dan di Instagram kayanya adem ayem aja sama istrinya. Apalah aku ini mungkin harus dikurang-kurangin percaya sama orang lain. *loh*

Baca punya Nahla di sini:

Komentar pertama sih langsung “yaelah lagian RA dinikahin, ya risiko”. Dan pemikiran berikutnya adalah ... “jangan-jangan settingan”. Abisan semuanya dari booking info, boarding pass, sampai history call bisa leaked gitu kan lebih gampang kalau settingan dari awal lol. Gue kenapa anaknya negatif amat yaaahhhh. -_______-

Tapi emang iya kan, nggak ada orang yang berubah karena pernikahan. Orang berubah karena dia sendiri mau berubah, bukan karena menikah terus ujug-ujug berubah gitu. Woh, sulit bro. Jadi ya udah tau track record seseorang gitu, kalau berani nikah ya berani ambil risikonya. Plus ambil risiko berikutnya yaitu punya anak. Wakwaw.

Ini jadi melebar ke topik berikutnya yaitu kesetiaan.

Menikah itu memaksa kesetiaan dan kesetiaan itu bukan untuk semua orang. Jadi sebelum nikah pertanyakan sama diri sendiri, sanggupkah untuk tidak menyakiti hati pasangan dengan cara apapun? Seperti tidak liburan sama cewek lain ke Eropa? *aduh* Iya pasangan, bukan "istri" karena kesetiaan kan bukan hanya untuk laki-laki.

Di luar setia atau tidak setia, ada satu lagi. Bahwa jatuh cinta kan tidak pandang status menikah atau nggak. Banyak yang mengaku jatuh cinta lagi padahal sayang sama pasangan di rumah nggak berubah. Kalau kasusnya begini berarti yang dipertanyakan komitmen.

Pertanyaannya jadi: sanggupkah berkomitmen pada SATU kesetiaan seumur hidup?

BERAT BANGET YAAA NIKAH ITU.

(Baca juga: Jangan dulu nikah kalau ...)

Yah tapi itu kalau nikahnya bener-bener nikah ya. Kan ada juga tuh yang nikah karena bisnis, karena politik, karena status.

Karena bisnis ya pernikahan yang membawa kesuksesan dalam bisnis karena dua kerajaan bersatu. Karena politik ya pernikahan yang membawa kekuasaan karena networking jadi lebih kenceng. Karena status karena yah ... males ditanya-tanya kapan nikah padahal homo. Kan banyak yang begitu dan itu sah-sah aja. Nikahnya kan sah secara agama dan sah juga secara hukum. Hati mah urusan lain lagi.

Saya sendiri baru menyadari hal-hal begini setelah menikah. Bahwa sangat mungkin menikah hanya untuk status dan sangat mungkin bercerai karena bosan. Karena pernikahan itu bukan pacaran yang bisa kabur kalau lagi berantem, pernikahan adalah tidur bareng orang yang kemarin dan kemarinnya lagi bikin kita sebel. Meskipun sebelum dan sebelumnya lagi bikin kita happy.

Menodai pernikahan juga bullshit kalau sejak awal emang tujuannya bukan untuk hidup sama-sama seumur hidup. Apa yang ternoda coba?

Kalau tujuannya bukan untuk hidup bersama sebagai keluarga, ya harusnya fair-fair aja kalau salah satu mau cari hiburan dengan orang lain. Nggak ada yang ternoda kan?

Kalau tujuannya untuk punya keluarga sih ya plisssss dijaga dong jangan sampai terpecah belah remuk jadi kepingan debu. Ketika godaan datang, pikirkan anak di rumah, pikirkan hal-hal indah yang sudah dilalui bersama.

Sounds so lame but that's the truth.

Jadi buat yang belum nikah, ajak yuk calon suami diskusi. Contekannya bisa dilihat di sini. Yang kira-kira belum mau nikah, ya jangan dulu lah, nggak ada deadline menikah. Yang kira-kira nggak mau nikah, ya udah nggak usah. Daripada menyakiti orang lain?

Udah ah kok tambah berat bahasannya.

See you!

-ast-

PS: Jangan lupa nonton video aku dan JG yaaa. Video terbaru setiap mingguny ada di bawah tiap postingan. Like comment and subscribe pleaaseeeee. *fakir* LOL




Tiga Puluh Lima Ribu yang Berharga

on
Wednesday, August 3, 2016

Jadi saya dan JG bukan tipe orangtua yang memanjakan Bebe. Yang ingin sesuatu pasti langsung dibelikan. Jadinya sampai sekarang dia belum pernah tantrum di toko mainan minta sesuatu, kemudian kami menyerah dan membelikannya. Belum pernah. Tantrum nggak mau pulang sih sering lol.

Termasuk mainan berkoin seperti Amazone dan Timezone. Bebe dulu nggak pernah saya izinkan main. Dia akhirnya hanya menonton anak-anak lain main.

Karena apa? Karena saya takut dia kebiasaan. Kan banyak tuh anak-anak yang kalau ke toko mainan, pulangnya harus beli sesuatu. *lirik JG* Banyak juga anak-anak yang kalau di Amazone/Timezone itu nggak mau pulang. DAN BANYAK JUGA ORANGTUA YANG MENGELUHKAN INI.

Banyak orangtua yang mengeluh karena anak-anak jadi harus main di Amazone/Timezone setiap kali ke mall. Ngabis-ngabisin uang aja, katanya. Iya sih. :|

Makanya saya nggak mau buru-buru mengenalkan Bebe pada game center. Saya nggak mau jadi bagian orangtua pengeluh itu. Jadi tiap ke mall yang ada game centernya, kami ambil jalan memutar biar dia nggak iri liat anak-anak kecil lain main. Hahahaha *jahat*

Sampai beberapa bulan lalu. JG beliin koin buat Bebe saat saya lagi antri bayar di Carrefour. Untuk naik kuda-kudaan gitulah mainan bayi. Kuda-kudaan belum selesai, Bebe udah nangis minta turun HAHAHAHAHAFAILED. Gagal banget si Bebe, sampai nemu tempat mainan di Gandaria City *yang dafuq koinnya mihil banget*.

Taunya dia hepi. Mungkin karena semua mainannya temanya superhero. :')))))

Bebe happy sekali sampai kami akhirnya beli deh kartu Timezone dan Amazone. Baru tau kalau ngisi itu minimal harus 100ribu dan sistemnya nggak online, jadi kalau ganti mall ya harus isi ulang lagi. Nggak bisa satu kartu dipakai di semua mall. -______-

Tapi dipikir-pikir murah juga loh. Karena sekali main kan paling cuma 2.000 sampai 5.000 aja. Seratus ribu habisnya kapan-kapan.

Dan kami biasanya membatasi Bebe main misal 5 mainan ya Be, udah gitu pulang ya. Paling sekali main dia habis 20ribuan.

(Baca juga: Tips Menangani Anak Tantrum di Tempat Umum)

Untuk masa transisi dari game center menuju mobil dan untuk menghindari tantrum heboh *sigh* biasanya kami ajak ke toko mainan dan main di track Hot Wheels (dengan Hot Wheels bawa sendiri tentunya, selalu ada 2-3 Hot Wheels di tas saya) atau duduk main Lego di toko mainan.

Saya mulai ngerasa kalau dihitung dari kebahagiaan Bebe, Dua puluh ribu sekali main itu bukan apa-apa banget. Kok jadi ngerasa jahat ya selama ini menghindari game center karena takut kebiasaan hahahaha. Kebiasaan juga nggak apa-apa sih, asal setiap main tetep dibatasi.

Sampai kemarin di Lotte Shopping Avenue. Ini mall tersering dikunjungi karena sebelahan sama kantor JG. Di sana ada kereta-keretaan yang ngiterin mall. Selama ini Bebe nggak pernah minta naik. Tapi kali ini minta.

Ternyata dia bahagia banget. T______T Dan karena Bebe masih kecil jadinya nggak perlu bayar, yang bayar saya doang 35ribu. Tiga puluh lima ribu yang berharga banget ngeliat Bebe senyum lebar dan ketawa-tawa. Saya cuma keluar uang 35ribu tapi bahagianya Bebe itu priceless. Baru kerasa banget bahagianya anak itu bahagia kita juga.

...

*kemana aja neng*

Baru ngerti kenapa banyak orangtua manjain anaknya. Selalu ngasih apapun yang anaknya minta karena ingin anaknya bahagia. :')

(Baca juga: Ini definisi saya tentang memanjakan anak)


PS: Kami tetap menghindari tempat main di Gandaria City karena satu koinnya MAHAL. Juga menghindari playground yang jam-jaman karena males nunggunya harus 1 jam lol.

See you!

-ast-




WHEN IT'S ONLY JG & AST #113 - #118

on
Tuesday, August 2, 2016
Series ini kembali lagiiii. Menurut saya mah nggak lucu-lucu amat sih tapi yah, for the sake of our precious memories jadi publish aja. lol. (kemudian sayup-sayup terdengar Ruth Sahanaya bernyanyi: meemooriii~~tolong daku~~pergi jauh~~janji tak kan kembali~ ... ~ME-MO-RI~)

OKESKIP

#113
Yang ngikutin Marvel, pasti abis Avenger Civil War yang kemarin itu pada susah move on kan. Begitu pula dengan kami. Nonton lah beberapa film Avenger yang sebelumnya di rumah.

Me: "Bucky ini sarap sih kerennya, di Buzzfeed dia terus. You know people ship him with Capt America because people said that Marvel needs a gay superhero."

*mengundang diskusi serius tentang gay superhero*

JG: "Bucky ini aku rasa tukang kopi deh"

Me: "WHAT"

JG: "Ya abisan dia bawa-bawa bucky ngapain coba?"

FUG.



*

#114
Jadi Noah konser di Senayan, acaranya XL. Saya dan JG diundang terpisah, saya sebagai blogger, JG karyawan XL. Jadi masnya WhatsApp saya pribadi untuk ngundang dan saya tolak.

KAMI BUKANNYA NGGAK MAU. We watched a lot of concert together before Bebe was born. Tapi kan sekarang ada Bebe, kumaha atuh si Bebe harus dititip siapa malem-malem.

Eh masnya bilang gini "yah, nggak diizinin mas Suwandi ya mbak?"

JG: "Duh masa nonton konser doang nggak aku izinin, aku mah suami liberal kali"

Me: "Yaelah liberal apanya dari dulu aku ga pernah dibolehin pake hot pants"

JG: "YOU SHUT UP"

LOL

*

#115
Timeline Facebook saya kan isinya cuma website entertainment semua ya. JG ngelirik kemudian sinis.

JG: "Kenapa sih baca Teen Vogue? You're 27 years old, not even a teen!"

Me: "Look who's talking. you love hot wheels like this baby!"

*tunjuk bebe yang sedang main hot wheels"

#win


*

#116
JG rewel banget pengen beli smartwatch. YA KAN MAHAL. Kemudian turun jadi pengen health band, ya mayan lah nggak semahal smartwatch. Di kantor dia telepon cuma nyuruh saya googling health band yang diincer.

JG: "Timex itu keren banget loh sayang, kamu googling deh Timex seri move x20 blablabla ... "

Me: "Yaelah mi band aja kamu ilang. Ini kalau ilang mahal"

JG: "Iyalah mi band kan bisa copot blablabla. Ini sih nggak mungkin ilang kan aku pake terus"

Me: "Kamu kacamata aja yang dipake terus bisa ilang"

JG: "INI BEDA!"

*5 menit kemudian dihabiskan berbusa presentasi Timex dan pitching apakah boleh beli apa ga*

Me: "hmmm"

JG: "Kamu kok kaya nggak care sih sama aku?"

Me: "Memang"

JG: "Shit"

*kemudian telepon ditutup*

HAHAHAHAHAHAHAHA

*

#117
Di kantor. JG telepon.

JG: "Kamu jadi nggak beli lipstik slim shady?"

Me: "wtf? Lipstik eminem?"

JG: "Slim shady itu warnanya itu loh yang lipstik lokal, yang kamu bilang packagingnya bagus"

Me: "SADDIEEEEE BUKAN SLIM SHADY"

Rollover Reaction maksudnya guys

:|

*

#118
Di mobil. Denger lagu di radio. Kami anak genfm banget. Kemudian ada lagu yang enak banget.

Me: "Bener-bener ya GenFM makes us stay relevant. Kalau ga dengerin gen mana tau ini lagu Ed Sheeran."

JG: "Iya ya"

*BANGGA*

*nyanyi bersama*

"ONCE I WAS SEVEN YEARS OLDDD~~~"

*kemudian browsing liriknya. Turns out it's Lukas Graham. And it's a band not even a solo singer. A DANISH BAND*

T________T


*gagal jadi ABG*

:|

-ast-





Tips Membeli Buku Anak untuk Bayi dan Balita

on
Monday, August 1, 2016

HORE UDAH SENIN LAGI!

Video minggu ini tentang tips membeli buku anak untuk bayi dan balita. Pernah aku singgung di postingan ini sih. Tapi ini dia videonya dan lebih lengkap do's and don'ts nya.

Dan iya, WE KNOW PAUS DAN LUMBA-LUMBA ITU MAMALIA BUKAN IKAN. But it's easier for us to tell Bebe it's ikan because we're only categorising animal as water and land animal to Bebe. Bebe baru 2 tahun, dengan dia bisa tau bedanya paus dan hiu aja aku bangga. Aku akan kasih tahu dia paus dan lumba-lumba itu mamalia NANTI YAAA.

Buat pertanyaan judul buku, penerbit, dan belinya di mana. Nanti aku bikinkan video khusus ok! Bebe's favorite book. :)



Nonton sampai akhir yaaa, jangan di-skip. Hahahaha. Please like, comment, and subscribeeee by clicking on this button below.



Love,
ast