-->

Image Slider

Too Cool for School CC Cheek Blusher Dinoplatz Review

on
Sunday, November 20, 2016
[SPONSORED POST]

Yay akhirnya review beauty product lagi, kali ini review Too Cool for School CC Cheek Blusher Dinoplatz Cinema City. CC cream ini dikasih sama Clozette Indonesia. Thank you so much!


The Packaging's First Impression

Aku sebenernya suka males bahas packaging tapi INI APAHHH PACKAGINGNYA KOK KEREN BANGET! Sampai ada Dino nongol segala. Too Cool for School emang juara banget packagingnya ya. Pasti pada ngiler beli karena lucu-lucu banget dan Insta-worthy lol. Kemudian diputer-puter dan mana ya kok nggak ada keterangannya. Semuanya bahasa Korea huuuu sedih.

Sampai ketemu ada sticker tambahan kecil ternyata yang berbahasa Inggris huft. Jadi ini adalah CC cream gengs. Yang juga sekaligus ada blusher-nya di tutup!

Yang desain itu seniman namanya Hatori Sando (hmmm pasti orang Jepang) yang ternyata punya nama lain Jee Hoon Stark (oke ternyata orang Korea lol). Ini orang keren banget karyanya, gue ngintip studionya duh bikin iri parah. Dia bisa gambar, bisa arsitektur, bisa bikin clay juga. Messy-messy sinting gitu kzl. Salah satunya ya packaging Too Cool for School Dinoplatz series ini.




Produknya dong sis!

Oke ini claimnya, nyontek di websitenya Sephora soalnya di packagingnya mah bahasa Indonesia lol.

What it is: A seven-in-one CC cream and blusher that supports moisturizing, antiaging, brightening, firming, smoothing, evening out skintone, and SPF 30 UV protection.
What it is formulated to do: This CC Cheek Blusher delivers skin care while it covers imperfections, reduces the look of wrinkles, and provides radiance to the complexion in one easy step. It protects from the sun's damaging rays with SPF 30 while minimizing any irritation or redness. This lightweight cream features Too Cool For School’s Water-in-Silicone technology, which allows the cheek formula to go on smoothly, leaving a radiant, flawless face—just flip and dab to add a wash of color.
What it is formulated WITHOUT: - Parabens
- Sulfates
- Phthalates
What else you need to know: This product is free of animal-derived ingredients, GMOs, and benzophone. It contains argan and apricot oils, which are certified organic ingredient by Ecocert. 
Sungguh tampak seperti produk yang sempurna bukan? All in one abis. Plus ada SPF nya pun aku jadi nggak khawatir amat sama dark spot karena usia. *sigh* Non paraben pula! Mengandung argan dan apricot oil pula!

Teksturnya sendiri cenderung cair, mirip tekstur CC cream-nya Etude. Mirip banget cuma ini warnanya coklat kalau Etude kan putih sparkly gitu ya. Ini kaya BB cream tapi cair. Gitulah pokoknya hahaha.



Colek dikit aja bisa kepake banyak alias bahasa beauty bloggernya mah a little goes a long way bener. Warnanya light banget, coveragenya juga hampir nggak ada. Ya standar CC cream lah, ngeratain kulit wajah sih iya banget.

Pertama kali pake bikin glowing banget. Lama-lama di saya agak oxidise ya. Terus pas awal emang berkilauan dewy look gitu, lama-lama mengering dan menggelap di area kering (dagu dan pipi). Tapi mungkiinnnn karena sayanya kepedean nggak pake apa-apa lagi. Nggak di-set pake powder pun lol. Sementara oxi apa nggak kan suka tergantung pada minyak di muka katanya kan.

Dan sampai sore tahan banget ini. Muka cerah seharian deh. Cocok banget buat dipake sehari-hari.



White cast ya, maklum SPF nya tinggi sih. Ini white cast karena saya pake ring light. Kalau ngaca biasa sih natural kok nggak seputih ini.

(Baca: Serba-serbi Ring Light)

Blushernya?

Blushernya asik abis. Tinggal di -tap-tap ke pipi gitu langsung jadi lah oke banget. Nih ya kalau punya ini tinggal bawa ini, lipstik, pensil alis. Cantik seger udah nggak perlu bawa sepaket make up case lol.

Warna pink-nya nggak terlalu pigmented sih tapi pas lah buat hari-hari. Cuma sore ilang sih lol. Jarang banget ya blush on yang seharian bisa stay. Harus Benefit banget, uang yang nggak stay kalau harus Benefit mah hahahaha.

Bisa dijadiin lipstik juga loh karena teksturnya creamnya. Suka deh!



Nah yang punya saya kan blusher ya, ada lagi yang tutupnya concealer dan highlighter. Penasaran banget pengen coba yang highlighter.

JADI REKOMENDID NGGAK?

Yes buat sehari-hari. Simple dan bagus kok, oxi nya nggak super oxi jadi abu-abu. Masih dalam batas wajar. Cuma buat yang kulitnya kering, make sure pake skin care yang bener dulu ya. Kemarin saya skip moisturizer jadinya kulit kering banget. Padahal udah lengkap pake essence, serum, eye cream tapi moisturizer ketinggalan di mobil jadi nggak pake.

Bagian moisturizing di klaimnya itu agak nggak ngaruh di saya sih. Brightening, firming, smoothing, evening out skin tone sih iya banget.

CC cream ini juga nggak bikin oily. Beda banget sama CC cushion-nya The Face Shop yang di saya jadi oily banget. Dewy sih dewy tapi nggak minyakan banget juga kaannn. Ini cenderung jadi kering bukannya jadi oily. Mungkin cocok untuk yang kulitnya berminyak.

Blushernya juga oke. LAFF! Cuma bukanya harus hati-hati karena rawan kebocel banget. IYA AKU SUDAH. Huh.

Harga?

Rp 499ribu bisa dibeli di outletnya Too Cool for School.

Oke semoga bermanfaat. Sampai jumpa di tulisan beauty lainnya yaaa!

-ast-




Karena Rezeki Tidak Selalu Uang

on
Friday, November 18, 2016
Orang mah nganggep rezeki = uang. Cuman ya rezeki bisa berupa doa, kesempatan, pelajaran hidup. Uang itu bagian kecil dari rezeki -- Mevlied Nahla, 21 tahun, tumben-tumbenan wise biasanya mah sinting.


Topik cemen gengs, topik cemen akibat brush Real Technique lagi diskon terus saya sama Nahla ingin beli tapi belum gajian. Kemudian kami meratapi hidup dan rezeki. Bokek memang membuat orang lebih bijaksana.

Ngepas banget sama momen saya kalah kuis beruang padahal udah niat banget sekreatif gila dan yang menang ... emmm, maap yah tapi nggak tau deh jurinya nilainya gimana soalnya yang dinilai katanya kreativitas kan. Saya nggak liat kreatifnya di mana sih lol. MAAP LOH YAAHHH. Bukan salah yang menang tapi salah yang pilih lol. Yang bagus banyak loh tapi yang itu aduh.

Btw respek banget sama yang menang. Dia bilang sedang minta kejelasan sama pihak brand karena banyak diprotes takutnya salah sistem. Duh kok ada orang baik sekali aku respect super.

*abis ini pada ngomongin saya baper lolol* *silakan lohhh* XD

(Baca: Tapi Masuk Akal Itu ... Akalnya Siapa?)

Iya, intinya saya kaya mayan tertohok gitu sama quote Nahla di atas. Abis ini brutal sih di waktu yang sama, Real Technique diskon tapi bokek, kalah kuis, kemudian Coldplay konser. Berakhir pada pertanyaan kok hidup gue gini amat? *HEAKK LEBAY*

Padahal mah ya mau kurang bersyukur apa, kemarin pas diskon 11.11 itu dapet pospak murah banget, terus sempet-sempetnya beli sponge Masami Shouko cuma 60ribu aja. Make up di rumah masih numpuk yang belum kebuka, belum lagi skin care yang masih antri. Ehm. Kenapa yah ujung-ujungnya skinker. 😑

Tapi masih aja berasa kurang uang. Kalau uang ada kan gue bisa beli Real Techniques meskipun nggak diskon! Bisa beli Macbook Gold sendiri nggak perlu heboh ikut kuis. Bisa ke Singapur sekeluarga besar jadi bisa bawa Bebe dititip ke ibu saya pas saya nonton konser. Jadi ninggalin Bebenya beberapa jam doang, nggak perlu dia ditinggal di Indonesia.

Padahal nggak perlu gitu-gitu amat juga kali ya. Seperti kata Nahla, rezeki bisa berupa doa. MMMM, permisi ini sih agak kurang paham ya, gimana ya rezeki doa itu? Ya udah harap maklum yang ngomong Nahla hahaha.

SKIP. NEXT.

(Baca: Mempertanyakan Rezeki)

Rezeki berupa kesempatan. Ini kok iya banget. Kami kemudian membicarakan bahwa kalau nggak ada Bebe, blog ini pasti nggak akan sehidup ini. Ya gimana, 80% isinya Bebe kan. Perjalanan hidup saya, JG, dan Bebe. Kalau berdua JG doang ini blog nanti jadi blog komedi ah elah. Kurang hits dong ya, blog parenting kan lebih edukatif gitu kesannya.

Coba berapa banyak kesempatan yang datang karena saya punya blog. Jadi pembicara, jadi juri, jadi ngetop karena postingan viral hahahaha. Semua karena cerita bersama Bebe. Hampir semua postingan viral saya seputar curhat orangtua baru.

Rezeki berupa pelajaran hidup. ADUH INI IYAAAA.

Bebe mengajarkan saya banyak hal. Bahwa hidup itu untuk bersenang-senang. Bahwa banyak hal yang tidak usah dibuat sedih. Kaya pas mobil mogok di depan daycare, Bebe malah happy luar biasa karena dia bisa lari-larian di trotoar. Kemudian main bubbles sambil teriak-teriak. Duduk di bagasi belakang mobil yang dibuka.

Dia super bahagia karena bisa full main sama saya dan JG sambil nunggu montir otak-atik aki mobil yang ternyata abis masa berlaku macam paket internet. Sementara kalau pulang di rumah juga mentok saya main hp, dia main sendiri. Hahaha. Gagal amat jadi orangtua sis.

Di pinggir jalan, dia bahagia karena bisa pegang daun. Bisa liat tikus lari ke got, bisa loncat-loncat. Sebelum aku di-judge aku jelaskan dulu kalau trotoarnya luas ya bukan trotoar sempit. Dan daycare ini area perumahan jadi bukan jalan raya yang super rame. Ada mobil motor lewat tapi nggak sering. Ya intinya Bebe bahagia ... karena mobil mogok.

Ajaib nggak sih anak kecil itu?

Rezeki banget nggak sih dibikin bahagia sama anak kecil padahal harusnya manyun karena mobil mogok?

Bebe juga mengajarkan kalau keluarga adalah segalanya. Dia selalu rela tunggu JG sampai malem di daycare daripada pulang berdua sama saya pake Grab. Tapi kadang sayanya ngantuk dan capek jadi ingin buru-buru pulang dan males tunggu JG. Kalau disuruh pilih pulang pake Grab atau sama appa pasti Bebe pilih sama appa, meskipun artinya kami menunggu di luar daycare kepanasan.

Jadi yah, kali ini Nahla bener banget. Rezeki tidak selalu dalam bentuk uang.

Tapi kalau kata Gesi (di kesempatan berbeda) "tapi kan kita masih pengen kalung unicorn sis? Pengen shopping biar nggak stres? Tetep butuh uang lah!"

IYA JUGA.

Jadi intinya berbahagia lah dengan apa yang kita punya. Bukan uang yang jadi ukuran karena toh kita tidak kekurangan?

Berbahagia lah karena meski nggak bisa beli brush Real Technique, bulan ini bisa beli sepeda dan boncengan jadi Bebe bahagia. Berbahagia lah karena masih bisa shopping dan makan enak tiap bulan. Berbahagia lah karena masih bisa katering enak buat makan malem jadi nggak perlu masak. Berbahagia lah karena punya teman-teman yang bisa sinting dan wise pada waktunya.

Berbahagia lah karena punya suami yang selalu dukung istrinya untuk bahagia. Hahahaha.

Demikian dan terima pekerjaan tambahan untuk beli MacBook Rose Gold lol iyalah kalau beli sendiri mah maunya yang rose gold bukan yang gold hahaha.

LET'S WORK EVEN HARDEEERRRR!

-ast-




#SassyThursday: Kenapa Tidak Lambe Turah?

on
Thursday, November 17, 2016



BAHAHAHAHAHAH BAHASAN PENTING ABAD INI. Oke jadi gue sama Nahla emang di satu sisi suka banyak sama gitu tapi di sisi lain beda banget juga. Kaya kesukaan dia sama anime, i have no idea. Dan yang terbeda, soal dia dan lambe turah lolol.

Baca punya Nahla:

Iya gue nggak follow lambe turah dan satu pun akun gosip di Instagram. Tadinya gue biasa aja, sampai Gesi nulis soal lambe turah dan gue merhatiin trit dia di Facebook KEB. Deym, gue doang yang nggak follow ternyata HAHAHAHAHAHA.

Nahla follow banget!

Dia bahkan ngasih gue beberapa akun untuk difollow kaya lambe turah dan jeng kelin apa gitu lupa. Terus oke gue coba follow. Kemudian ... gue unfollow lol. Simply karena FOTO YANG DIUPLOAD ELEK. Gue kan anaknya visual banget, gue mau feed Instagram indah dan bukannya screencap-screencap begitu. *remeh*

Ini bukan humble brag (kaya yang dibilang mbak Jihan lol). Gue nggak merasa lebih apa gitu karena ga follow lambe turah. Apalagi konteksnya Gesi adalah, dia habis waktu di lambe turah sampai tidak ada waktu baca berita. Iya gue baca berita (ya gimana kerja di kantor berita lol) tapi gue tetep follow kok artis-artis di IG, yang fotonya bagus aja hahahahaha.

Kenapa sih nggak follow? Kan seruuuu!

Oke pertama. Karena gue lelah sama gosip artis lokal. I mean it. Gue dulu di kantor lama emang pegang KPop, tapi sebulan sekali selama seminggu penuh, gue harus piket pagi atau piket malam dan piket weekend. Dan itu gue ngerjain semua berita entertainment termasuk berita artis lokal. Semingguan (kalau piket pagi-malem) dan dua hari penuh (kalau piket weekend). 

Gue pernah ada di dapur infotainment and judge me, it was SUPER fun. Tanya berita artis lokal, Korea, dan Hollywood tahun 2011-2013 gue hafal semua. Gue tau detailnya mana yang beneran mana yang nggak, mana yang settingan mana yang beneran.

Sampai akhirnya pindah kantor dan waawww ternyata hidup damai ya tanpa tau si anu mau cerai kek, mau ganti pacar sebulan 3x kek, mau bawain suami orang makan siang kek. Turns out it's none of my business at all 😂😂😂. *telat sadar* lol
*Intermezzo, makanya pas kemarin Sandra Dewi nikah dan anak-anak kantor heboh ngomongin, komen gue adalah: oh dulu pacarnya bukan itu 😂. Pengetahuan artis lokal gue berhenti di 2013.*

Gue masih mau kok denger kalau orang pada cerita si anu lagi begini loh. Oyaaa? Gimana gimana? Dengarkan ceritanya terus paling baca-baca dikit terus udah. Bukan kebutuhan hari-hari lol. Apalagi sampai harus merusak timeline IG HAHAHAHA.

Jadi kan ini masalah preferensi ya. Apa yang mau gue baca dan apa yang nggak mau gue baca. Begitu pula dengan kalian.

Dan lagi, gue nggak punya tv di rumah jadi kadang suka nggak tau nama artisnya. Nggak nonton sinetron pun, tau Prilly aja dikasih tahu Nahla dan shock abis pas tau followersnya jutaan di IG.

Jangan khawatir, gue juga bukannya baca berita terus kok. Tau sendiri gue bacanya BuzzFeed HAHAHAHAHA. Dan gue ngikutin banget gosip YouTubers dan blogger. YouTubers lokal sih teuteup taunya dari Nahla kalau YouTubers internasyenel kam memang masuk portal berita ya. Kalau gosip blogger (terutama blogger Spore dan Malaysia) gue kadang sampai kepo ke mana-mana, ke gurugossiper sampai emak bapaknya adiknya segala gue follow deh hahahaha. See, cuma beda orang yang dibahas aja kok.
Satu alasan lagi selain kelelahan pernah kerja jadi wartawan entertainment, gue menjaga hati. Ahem.

Taulah ya, yang di-upload di IG dan di dunia nyata kadang beda. Di IG mesra banget sama istri, padahal kata akun gosip mereka selingkuh.

Pertanyaan gue: kenapa atuh nggak percaya aja sama apa yang mereka tampilkan di IG pribadi mereka?

Karena gue pun merasa demikian, gue ingin dipercaya orang atas apa yang gue upload di socmed. Gue kaya nggak mau juga ada orang ngorek-ngorek hidup gue, hal-hal yang seharusnya tidak dibagi kemudian malah jadi pembicaraan orang. Kasian gitu rasanya.

Tapi kan mereka public figure! Hidup mereka milik publik!

Alah itu mah ala-ala aja biar ada alesan untuk ngorek dapur orang ya nggak? Dan nggak naif lah, itu kan urusan rumah tangga orang huhu. Aku siap jadi seleb jadi aku juga tidak mau rumah tanggaku diurek-urek orang huft. 😪

Makanya perhatiin deh di #SassyThursday, gue nggak pernah sebut nama orang. Gue kaya mikirin gitu kalau nanti anaknya googling gitu terus baca opini gue dan opini gue sampah padahal gue cuma tau sepotong-sepotong dari akun gosip gimana. Terus mereka sedih. Jadi gue nggak sebut nama biar nggak bisa di-search. Iya, gue sepemikir itu lol.

Apalagi yaaa.

Inget loh, Lambe Turah ini nggak verifikasi beritanya jadi tolonglah jangan percaya 100%. Menurut gue loh ya ini. Ya udah gitu aja.

-ast-





The Terrible Terrible Two (Part Two)

on
Wednesday, November 16, 2016
Ya jadi minggu lalu saya udah cerita sedikit soal Bebe dan drama Terrible Two-nya. BTW kemarin terulang loh dia mau turun dari Grab tapi nggak mau pulang. Mau berdiri aja di pinggir jalan. WHY?


TIPS MENGHADAPI TERRIBLE TWO BY ANNISAST

Pahami jalan pikiran anak

Bahwa ya, kita harus memahami jalan pikiran anak 2 tahun. Apa yang tidak masuk akal bagi kita, mungkin sangat masuk akal bagi mereka.

Tempatkan diri pada point of views anak. Kadang mereka melakukan hal menyebalkan bukan karena ingin menyebalkan tapi karena mereka ingin mencoba hal baru. Kebetulan hal barunya menyebalkan bagi kita. Kadang loh ya, karena ada kalanya mereka juga coba-coba, kalau begini ibu marah nggak ya? Oh marah, oke nangis.

-__________-

(Baca: 5 Alasan Anak Perlu Menangis)

So far saya masih waras sih malah JG yang nggak sabaran. Padahal waktu hamil dia yang bilang "pasti kamu marah-marah terus deh, nanti Bebe sama aku pasti bisik-bisik ngomongin kamu". LOOK AT YOU NOW LOL.

JG sama Bebe berantem mulu kan saya yang pusing yah. Padahal pilihannya kan bilangin baik-baik atau diemin aja biar nangis. Nggak perlu jadi teriak-teriak berdua. 😥

Iya, bicara baik atau diamkan menangis

Yah, teriak-teriak atau membentak tidak ada gunanya percayalah. Ngomong baik-baik kadang masih didengar. Kalau masih terus ngamuk dan teriak-teriak ya udalah tinggalin aja asal tempatnya aman.

Kemarin malem Bebe rekor nangis berkali gara-gara hal yang tidak mungkin dilakukan.

1. Ingin diem di pinggir jalan. Nangis di depan pintu ruang tamu minta dibukain ingin ke jalan, udah pake sepatu sendiri pula. Setengah jam sampai saya tinggalin makan dulu. Selesai makan saya tanya: "Bebe mau apa?"
Bebe: "mau jalan-jalan"
Ibu: "oke sebentar ya ibu ganti baju dulu"

2. Kemudian dia sedih karena saya tinggal lagi KE KAMAR DOANG. Nangis lagi dong bilang "nggak usah ganti baju, ibu. Salo mau nenen ajaaaa". Oke akhirnya saya gendong, saya lepasin sepatunya.

3. NANGIS LAGI. Karena bete sepatunya saya bukain, maunya buka sendiri. Udah buka sendiri kemudian nenen kemudian tidur.

4. Setengah jam kemudian dia bangun DAN NANGIS LAGI WITH NO REASON! Apakah mimpi buruk? Saya tinggalin lagi di kamar sekitar 10 menit.

5. Akhirnya tenang, saya bukakan tempat minum, DAN NANGIS LAGI KARENA INGIN BUKA TEMPAT MINUM SENDIRI. Huft kemudian saya minta maaf dan Bebe bobo lagi.

INI ADA APA? T______T

Tapi ya memang harus gitu. Nggak saya teriakin, nggak saya bentak karena tidak ada gunanya gengs. Kalau bisa bicara baik maka bicara baik. Kalau tidak, maka tinggalkan sajalah dulu. Dia nangis juga terlama ya paling setengah jam lah, kuat-kuatin aja. Setelah 15 menit juga nangisnya mulai berjeda, nangis terus liat semut, nangis terus mainin gantungan kunci, nangis terus ngapain kek gitu. Diamkanlah.


Biarkan mandiri

Cuci tangan sendiri, gosok gigi sendiri, makan sendiri, pake baju sendiri, kenapa nggak boleh cuci baju sendiri? Kenapa nggak boleh masak sendiri? Kenapa nggak boleh main bola tengah malam?

Jadi selama kita mau dia mandiri, fasilitasi kemandirian itu. Fasilitasinya dengan ... kesabaran. Makan biarlah berantakan, pake celana biarlah 10 menit sendiri, mau cuci baju sendiri? Ya dibantu aja. Nggak pernah saya larang karena saya tidak mau melarang dengan hal yang tidak masuk akal.

Jadi itulah cikal bakal mencuci baju dengan random tanpa rencana di siang hari. 😑

Kompromi, beri penjelasan dan tepati janji

JG nih suka nggak sabaran. Jadi Bebe dimarahi. Padahal kenapa harus dimarahi? Dia tidak melakukan kesalahan, cuma bagi kita menyebalkan kan? Masa out of the blue nyuci siang-siang. Atau kalau memang berbahaya, ya jelaskan baik-baik.

Coba bilang kalau kita mengerti. "Ibu mengerti Xylo sedih dan kecewa, tapi kompor itu panas, bukan untuk mainan anak-anak ya". Jangan judgmental karena kita aja bete di-judge, anak juga lah.

Bebe juga nggak lagi di-time out karena kurang efektif. Cukup ditinggalkan saja di tempat dia menangis atau nggak ditanggepin, Bebe biasanya sudah cukup tersiksa. Karena meski dia super ingin mandiri, dia juga masih butuh ayah ibunya untuk mencari kenyamanan.

Biasanya kalau sudah menangis, saya bertanya "menangisnya sudah? kalau sudah minum dulu ya". Selanjutnya dia terbiasa meminta minum supaya tenang setelah menangis lama. Tidak boleh lagi berhenti menangis langsung nenen dalam rangka dia harus bisa berhenti menangis sendiri tanpa nenen.

Beri tanggung jawab

Ya, anak butuh penjelasan dan tanggung jawab. Misal "oke Xylo boleh menonton satu film lagi, tapi setelahnya Xylo matikan laptopnya kemudian tidur ya." Ulang dua atau tiga kali bahwa setelah film selesai laptop akan dia matikan sendiri kemudian tidur. Ketika filmnya selesai, tunggu dia untuk menutup laptopnya sendiri. Jangan langsung diambil alih.

*TIPS: Kalau setel film, startnya dari tengah film jangan dari awal jadi nontonnya ga lama hahaha*

Setelah film selesai, pilihannya ada tiga. Dia ngamuk ingin terus nonton (happened a lot), ngambek tapi nggak ngamuk, atau manis mematikan laptop dan menutupnya. Kalau ngamuk, maka harus konsisten. Simpan dan sembunyikan laptopnya, beri penjelasan dan biarkan menangis sampai berhenti sendiri. Jangan dimarahi!

Kalau dimarahi maka kita marah dan dia marah padahal sebetulnya tidak perlu. Tetap jaga tone suara. Kalau dia ngambek tapi tidak ngamuk, tagih janjinya. Biasanya mengulang janji beberapa kali udah luluh sih. Dia matikan laptop karena dia tau dia harus tepati janji.

Jelaskan juga tentang perasaannya, sejajarkan mata kita dengan mata dia "wah kalau muka Xylo seperti ini artinya Xylo sedang marah. Xylo marah dan kecewa pada ibu karena tidak boleh nonton lagi, padahal nonton itu seru ya? Tapi kan tadi sudah berjanji, ayo sekarang matikan laptopnya. ". Ulang dan ulang sampai ia mengerti.

Kalau manis, maka puji! Anak senang sekali dipuji karena keputusannya mematikan laptop seperti diapresiasi.

Konsisten dan kesabaran adalah kuntji!

(Baca: Kebiasaan Baik yang Harus Bebe Lakukan)

Tinggalkan anak kalau kita lagi bete

Buibu yang sendirian di rumah, sabar ya huhu. Kalau saya lagi kesel banget sama Bebe daripada teriak mendingan tinggalin dulu aja. Soalnya teriak nggak akan ngaruh sama teriakan lagi.

Kalau menerapkan tips-tips di atas saya jamin ketika anak meltdown ngamuk heboh, yang dirasakan bukan lagi kesel tapi pengen ketawa. Kadang ngerasa lucu aja sama jalan pikiran Bebe yang ajaib. Dan karena kitanya tidak berteriak, kita juga akan lebih santai dan tidak stres. Kalem ajah, namanya juga anak kecil. Jangankan dia, kita aja kalau emosi suka ingin teriak dan nangis kan.

Lagi dua tahun ini dia sudah tahu mengungkapkan sayang. Sering peluk-peluk dan cium-cium brutal saya sambil bilang "cium ibu kelas-kelaaasss!". Jadi yah, lucu HAHAHAHAHA. Anak sendiri dibilang lucu terus lah bodo amat.

Kenapa sih emangnya jangan dimarahi? Karena most of the time, anak nggak melakukan kesalahan. Dia nggak pukul temennya, dia nggak salah lah pokoknya, cuma mau melakukan hal nggak masuk akal orang dewasa aja jadi ngapain dimarahi? Malah kitanya capek sis, yang dimarahi juga akan tetep nangis.

Udah sih itu aja. Terrible two is still long way to go and there's still threenager phase lol.

Being a mom of toddler is how to cope with never-ending tantrums so take it as your daily dose of humor. Giggle instead of scream back. Don't be a tantrum toddler in front of your tantrum toddler. Be happy! :D

*ngomong gampang amat sis lolol*
*dih btw jadi kangen modern family amat*

-ast-




Maybelline Fit Me! Foundation Matte+Poreless in 230 Natural Buff Review

on
Tuesday, November 15, 2016
Akhirnya Edwina kembali di #SelasaCantik dengan review Maybelline Fit Me! Foundation Matte+Poreless in 230 Natural Buff. Di Indonesia, foundation yang harganya terjangkau ini lagi hits banget! 💖


Oke sebelum masuk ke review Wina, saya mau tambahkan dulu sedikit shade-nya soalnya di tulisannya Wina nggak ada hahaha. Ini shadenya, saya ambil dari Facebook Maybelline Indonesia.


Seru banget shade-nya banyak jadi nggak perlu takut nggak ada shade yang cocok sama kulit wajah. Saya aja jadi penasaran banget pengen nyoba duh, tapi foundation di rumah masih banyak. #problematika 😭




Ini dia review Wina untuk Maybelline Fit Me! Foundation Matte+Poreless shade 230 Natural Buff:



💛 Teskturnya lotion dengan konsistensi sedang: tidak terlalu kental dan tidak terlalu cair.

💛 Tidak berbau chemical yang menyengat.

💛 Formulanya ringan karena water based. Nggak berasa sedang memakai foundie atau ketebelan habis didempul. Feels like your second skin.

💛 Mudah diratakan baik dengan jari tangan maupun beauty blender.

💛 Buildable, dipadukan dengan BB cream nggak akan belang di wajah.

💛 Sesuai klaim-nya "mattifies and refines pores", terbukti kok! Matte finish and bye bye pori-pori besar.

💛 Medium coverage: dark spot, redness, dan bekas jerawat bisa tersamarkan meskipun tidak menyamarkan secara keseluruhan.

💛 Dipadukan dengan face powder, nggak cakey loh!

💛 Staying power jempolan! Seharian di kantor dan ruangan ber-AC baru mulai terlihat nggak rata jelang sore.

💛 Karena water based, sejauh ini foundie buat tipe kulit normal-berminyak ini nggak bikin breakout wajah saya.

💛 Banyak pilihan shade yang sesuai dengan kulit perempuan Indonesia.



💔 Tube terbuat dari kaca dan bulky. Not so travel friendly.

💔 Nggak ada pump! Siap-siap belepotan kalau kebanyakan menuangkan foundie.

💔 Buat tipe kulit berminyak seperti saya, foundie ini cuma bisa menahan minyak di wajah sekitar 3 jam.

💔 Transfer ke tissue dan blotting papers kalau lagi mengelap keringat atau minyak.

💔 Mesti dibersihkan dengan makeup remover atau micellar water karena residunya banyak!



Rp145 ribu



Lazada, Sociolla



Yes



🌟🌟🌟🌟✰

4 out of 5

Sampai jumpa di #SelasaCantik berikutnya!
Follow Wina di social media dan main-main ke blognya ya!

BLOG | IG: @mrswynnz | Twitter: @mswynnz


Follow Instagram saya yuk! @annisast, banyak cerita yang saya share di sana! :)