5 Alasan Anak Perlu Menangis

on
Wednesday, September 21, 2016

Saya dan JG adalah tipe orangtua yang selalu bilang pada Bebe kalau menangis itu tidak apa-apa. Kami selalu membiarkan Bebe menangis karena ya namanya anak kecil masa nggak boleh nangis kan. Jatuh terus sakit ya nangis, kecewa karena tidak boleh makan es krim ya silakan nangis, kecewa karena film harus dimatikan dan waktunya tidur, nangis deh boleh.

Ini dia 5 alasan anak perlu menangis:

Menangis itu mengeluarkan emosi

Iya beberapa bulan lalu kami sempat ngobrol dengan psikolog, menangis itu cara anak untuk mengeluarkan emosi. Dia belum bisa curhat atau marah dengan kata-kata, cara tergampang mengeluarkan emosi adalah dengan menangis.

Bayangkan anak sedang mengeluarkan emosi terus disuruh diam. Kan malah tambah emosi. Atau kalau aku sih khawatir dia jadi memendam emosi. Tidak baik, takut meledak suatu hari nanti. Iya kalau meledaknya dengan tangisan lagi, kalau jadi depresi? :(

Menangis itu mengekspresikan diri

Iya, seperti juga mengeluarkan emosi, menangis itu mengekspresikan diri. Ya kita kalau seneng kan ketawa-ketawa, kalau lagi sedih ya belanja. Kalau anak kecil sedih kan belum tahu harus melarikan diri ke mana. Jadi lah menangis aja.

Orang dewasa kadang lupa nangis. Nangis kalau udah mentok sedih banget baru nangis. Padahal nangis itu nggak apa-apa loh baik untuk anak kecil atau orang dewasa. Kenapa? Karena dua alasan di bawah ini.

Menangis itu mengurangi stres

Yes, ini berlaku untuk orang dewasa dan anak kecil. Menangis bisa mengurangi stres. Aku baca-baca di mana sih lupa hahaha Yang jelas orang yang menangis, energi negatifnya jadi keluar semua. Jadi nggak stres deh.

Bayangkan anak kecil dilarang nangis, kan kasihan. Hidup dari mata anak kecil itu nggak gampang juga, mereka kadang bingung kenapa sih nggak boleh guling-guling di tanah yang bekas hujan ya kan. Jadi kalau anak mau nangis, biarkan nangis, jangan sampai mereka stres.

Menangis agar mood kembali baik

Bebe kalau habis nangis suka jadi manis banget. Dia puas ngeluarin semua emosi negatifnya dan akhirnya kembali peluk dan ngomong manis lagi sama saya. Beda kalau dia nahan nangis, mukanya stres banget.

Menangis itu belajar terbuka dan berkomunikasi


Ya, dengan dia menangis artinya dia menunjukkan rasa kecewanya dengan terbuka. Ia belajar mengkomunikasikan bahwa "aku kecewa, ibu harus tahu". Kalau dia udah mulai aneh-aneh seperti nonton film dengan posisi badan yang aneh (kaya lagi senam lantai), saya selalu bilang:

"Xylo boleh menangis, yang tidak boleh adalah nonton tidak sambil duduk"

Kemudian dia pasti nangis.

(Baca: Menangani Anak Tantrum di Tempat Umum dengan Tenang)



Tapi pusing sis anak nangis terus!

Kalau dibiasakan menangis, lama-lama frekuensi dan lama menangisnya berkurang kok. Misal hari ini nangis 15 menit, besoknya nggak akan nangis selama itu ASAL kitanya nggak cepat-cepat suruh dia diam. Apalagi disogok ini itu biar anak berhenti nangis.

Wah udah, Hari ini anak nangis disogok dengan jajan, ya besoknya dia minta lagi. Nggak dikasih? Ya ngamuk karena orangtua nggak konsisten. Jangan nyogok anak nangis dengan apapun. Kecuali dengan kegiatan bermain lain.

Terus jangan juga membiasakan diri menganggap anak nangis adalah gangguan. Anak nangis karena ngambek (bukan karena sakit) biarkan aja, lakukan aktivitas seperti biasa. Ngobrol, main hp, atau ngapain kek. Jangan jadi menghentikan aktivitas karena memang tujuannya dia kan nyari perhatian.

Atau malah kadang saya cuekin aja. Dia lagi nangis terus ya cuek aja saya ajak ngobrol yang lain, pura-pura nggak tahu kalau dia nangis. Lama-lama dia juga ikut ngobrol, lupa sama nangisnya.

Kecuali kalau anak nangis karena jatuh atau sakit. Biasanya saya diamkan dulu biar lebih hati-hati, baru kemudian peluk dan tanya mana yang sakit? Dan jangan lupa diberitahu supaya hati-hati. Karena jatuh itu sakit.

Susah? Ya, nanti lama-lama juga terbiasa kok membiarkan anak menangis.

(Baca: Memanjakan Anak? Seperti Apa?)

*

Tapi kadang saya juga masih keceplosan apalagi kalau menurut saya tidak perlu nangis. Misal "ibu gendong ibu huhuhu" sambil nangis. Saya suka keceplosan bilang "iya digendong, tidak perlu nangis dong". Sampai suatu hari Bebe malam-malam rewel sekali tanpa sebab, manja luar biasa. Itu baru sembuh sakit, biasalah pas sakit dimanja banget. Sakitnya udah sembuh manjanya nggak ikut sembuh. Biasanya mandiri ini merengek-rengek tapi nggak jelas maunya apa. Akhirnya saya bilang "Bebe silakan marah, ibu tidur ya".

Saya tinggal tidur kemudian saya dengar suara isakan. Dia hiks hiks gitu seperti ingin nangis tapi ditahan. Sekitar setengah jam kemudian saya bangun dan Bebe masih terisak, saya tanya "Bebe sebetulnya kenapa?" Dia tetap telungkup sambil terisak. Saya gendong dan saya bilang "Bebe mau nangis? Ayo nangis aja dulu biar bisa tidur".

Kemudian blar aja teriak nangis, saya gendong dan saya peluk. Kasihan mungkin dari tadi ingin sekali menangis tapi dia tidak menemukan alasan untuk nangis. Sementara saya sering bilang "sudah dong tidak perlu nangis" kalau dia nangis tanpa alasan. T______T Dia menangis lama, saya gendong terus. Sampai akhirnya dia tenang.

Yah. Itulah jadi orangtua. Nangis aja perlu ilmu hahaha.

Ada yang anaknya suka nangis juga?

Tos kitaaaa!

-ast-
LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!
6 comments on "5 Alasan Anak Perlu Menangis"
  1. Saya aja sampe sekarang masih suka nangis Mbak... :')
    Kalau dulu sih Bapak Ibu nggak suka liat saya nangis. Pokoknya harus kuat jangan sampe nangis. Tapi memang akibatnya saya jadi terlalu nahan dan meledak di belakang. Buat saya nangis tetep salah satu solusi untuk lebih tenang. Kalau sudah dewasa, ya liat-liat sikon lah ya :'3

    ReplyDelete
  2. Tos dulu deh mbak nisa. Sy sih nggak terganggu kalau anak nangis, tp yg bikin saya jengah itu kalo anak nangis saya biarin pasti nenek dan nenek buyutnya yang pada heboh jadi gatel kan kuping...

    ReplyDelete
  3. Naia masih sering nangis kalo minta sesuatu.. kalo di rumah ortu jadi masalah karena pada gak tahan denger nangisnya, heee

    ReplyDelete
  4. Anakku banget ini sukanya nangis. Kalo kata dsa-nya, bb susah naik salah satu penyebabnya juga krn nangis, krn nangis itu kan butuh energi besar. Serba salah deh, jadinya. Beberapa kasus, kalo dicuekin, pernah anakku malah makin menjadi nangisnya dan makin lama. >.<

    ReplyDelete
  5. Akuuu... anak ku juga sering nangis bahkan sampe ngamuk ngga jelas.. udah ditanya mau nya apa, dirayu supaya diam eh malah makin kejer.. tapi semuanya masih bisa diatasi sampe berenti sendiri kecuali kalo udah di rumah nenek kakeknya, byarr blass, heboh se-RT.

    ReplyDelete
  6. Mbak...ikut komen ya hehe. Anakku baru 8 bulan umurnya, kadang dia nangis tanpa sebab. Apakah dari umur segitu juga dibiarkan saja kalau nangis?

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)