-->

Image Slider

Bebe's Story 27 - 33

on
Friday, November 11, 2016

HALOOOO.

Bebe's Story ini mau saya bikin bulanan aja ah jadi rekap omongan Bebe sebulan. Hahaha. Tapi mulai bulan depan deh, yang bulan ini rekap 2 bulan soalnya ternyata terakhir bikin Bebe's Story ini bulan September.

#27

Bebe's first encounter with Bahasa Sunda.

Bebe: "Ibu! Salo harodang!"

Bebe: "Ibu! Tangan cepel nih cepel!"

HAHAHAHAHA. Tau dari mana ya btw. Padahal di rumah nggak ada yang ngomong Sunda juga, apalagi di daycare mbaknya orang Betawi semua. Nggak akan saya translate ah buat yang nggak ngerti lol.

*

#28

Di sebelah daycare ada rumah makan Padang di mana saya sama JG kalau udah laper banget makan dulu di situ baru pulang.

Bebe: "Ibu itu kucing, kucing makan apa ibu?"

Ibu: "Apa ya ibu tidak tahu"

Bebe: "Kucing makan padang"

BAHAHAHAHAHA.

*

#29

Bebe baru belajar bilang huruf S dan F. Sebelumnya random aja dia ngomong diganti pake huruf lain. Masalahnya suka nggak konsisten. Dan saya nggak pernah lolosin Bebe ngomong cadel. Nggak pernah sekali pun makanya sekarang dia ngomongnya nggak cadel sama sekali. Kapan pun di mana pun akan kukritik kalau ngomong cadel lol. *obsesif*

Bebe: "Ibu, mau tisu dong. Tisu bacah"

Ibu: "BASSSAH ah bukan bacah." *menekankan huruf S nya*

Bebe: "BASSSSSSSAH"

Ibu: "Iya pintar, tisu basah"

Bebe: "Tisu bacah"

WHY 'S' DI TISU BISA TAPI 'S' DI BASAH GA BISA?

Ibu: "VAN"

Bebe: "FEN"

Ibu: "FLUSH"

Bebe: "FELAS"

Ibu: "VICKS"

Bebe: "FIKS"

Ibu: "FOTO"

Bebe: "SOTO"

Ibu: "FFFFOTO, FFFFOTO"

Bebe: "FOTO"

Bebe: "Mau dong ibu Salo disoto"

AAARRGGHHHHH.

*

#30

Siapa ibu-ibu zaman sekarang yang bisa survive tanpa lagu anak-anak di YouTube? Ayo acungkan tangannya? Oh ada, oke kalian 1% dari populasi ibu-ibu millennials lol.

Bebe hobi banget nonton video lagu-lagu ini dan bahasa Inggris dia berantakan dong tentu saja.

Ibu: "Rain rain go away, come again another day"

Bebe: "Bukan gitu ibuuu"

Ibu: "BENER IH"

Bebe: "WEY WEY GO AWEY. GITUU IBU GITUUU"

-______-

Ibu: "Baa baa black sheep, have you any wool?"

Bebe: "YES SIR YES SIR TIBEPUL!"

Ibu: "Three bags full. THRIII BEGS FULLLL"

Bebe: "TIII BEEE PULLL"

-______-

Ibu berhenti nyanyi.

Bebe: "Ibu lupa yah? (liriknya)"

-______-

*

#31

Film favorit Bebe adalah Zootopia dan Cars. Dia hafal semua adegannya, habis ini si A ngapain, habis ini si B ngapain.

Bebe: "KOKOOLAK!"

Ibu: "Apa sih?"

Bebe: "Itu loh ibu, Judy"

Ibu: "Judy ngomong apa?"

Bebe: "Gini ... KOKOOOLAK!"

Ibu: "KAPAAANNN JUDY NGOMONG GITU?"

Bebe: "Ada ibuuu, itu Judy yang kelinci ngomong gitu"

Ibu: "Iya ibu tau tapi itu apa artinya"

Bebe: "KOKOOOLAK!"

GOD PLEASE HELP. ONLY YOU CAN HELP US AT THE TIME LIKE THIS. YOU'RE THE ONE. AMEN.

Bebe: "PID ... AYEM PID!"

Ibu: "IBU TAU IBU TAU!"

Bebe: "Itu Cars"

Ibu: "SPEED, I AM SPEED!"

Bebe: "IYAAAA!"

*confetti bertebaran, terompet kemenangan ditiup, kepada ibu Annisa silakan naik ke mimbar untuk memberikan speech kemenangan*


*

#32

Baru nyampe ke daycare.

Bebe: "Ibu, ibu rambut Salo jangan dipotong ya!"

Ibu: "Emang kenapa?"

Bebe: "Biar ganteng!"

Ternyata didoktrin mbak-mbak daycare kalau rambut botak itu ga ganteng. Huft.

*

#33

Bebe hobi banget nasihatin. Ya monkey see monkey do lah, saya nasihatin terus ujung-ujungnya dia yang nasihatin saya dan nasihatin dirinya sendiri.

*numpahin minum sendiri* *ibu nggak ngomong apa-apa*

Bebe: "Tuhkan tumpah kaannn"

*selesai minum susu kotak*

Bebe: "Ayo buang, buang ya ke tempat sampah ya"

*ibu sedang masak*

Bebe: "hati-hati panas ya ibu"

*baru tau kalau ada gigi geraham ibu yang ompong*

Bebe: "Ibu gosok gigi ya biar tidak dicabut dokter"

*habis mandi keluar kamar mandi*

Bebe: "hati-hati ya nanti terpeleset"

Sotoy banget anak bayiikkkk.

See you next month!

-ast




#SassyThursday: Abusive Relationship

on
Thursday, November 10, 2016

HAI SEMUANYAAAA!

Gimana minggunya? Sudah bersih-bersih timeline? Atau malah sudah bersih kaya saya dan cenderung adem aja karena dibersihkan perlahan sejak dulu? Lol Ada satu dua terlewat ya harap maklum. Baca dulu dong di sini soal unfollow dan unfriend. Kali ajaahhh mau baca hahaha.

Oke karena timeline minggu ini nggak ada yang menarik, saya sama Nahla agak bingung menentukan topik. Soal demo aduh nggak deh ya enough is enough. Soal Trump ternyata banyak yang nggak peduli juga padahal topiknya bisa dibikin mirip. Rasis dan anti Islam banget itu orang, macam FPI banget lah cuma beda agama yang “dimusuhi” aja. *sigh*

BTW blog ini memang labil antara “gue” dan “saya”. Kadang ada topik ringan yang lebih cocok pake lu-gue dengan gaya bahasa santai karena saya menganggap itu topik obrolan dengan teman sebaya. Tapi ada juga topik yang butuh bahasa lebih serius. Saat itulah tulisan saya lebih serius dan saya memanggil diri sendiri dengan saya.

Sama seperti di kantor kalau lagi makan siang bareng sama temen ngomongnya lu-gue kan, tapi pas meeting pasti minimal jadi “aku”. Nggak pake lu-gue lah di meeting karena topiknya serius.

OKE SKIPPPP. Kali aja ada yang bingung kenapa #SassyThursday tiba-tiba tampak serius lol. Karena topiknya kali ini memang serius. Abusive relationship. Duh nulisnya aja sedih. :(

Baca punya Nahla di sini:

Apa yang ada di benak kalian kalau mendengar kata abusive relationship? Kasar main fisik tentu saja, tapi sebenernya abusive relationship kan lebih dari itu. Kata-kata juga bisa jadi sangat abusive.

Kemarin Nahla ngasih saya link tentang cewek namanya Hanna. Dia cari korban di internet untuk dijadikan pacar dan selanjutnya dibully! Pokoknya cowok-cowok itu dibikin tergila-gila sama si Hanna ini terus diminta melakukan perbuatan aneh-aneh. Kaya ada satu cowok yang diminta cukur rambut dan alis sampai botak. WHY?

Terus si Hannanya lempeng aja “cuma pengen liat aja lucu apa ga”. Terparah ada cowok yang sampai masukin kepala KE KLOSET terus klosetnya di-flush. Karena disuruh si Hanna. WHY GOD WHY.

Para pelaku juga biasanya suka mengancam “kalau kamu tinggalin aku, aku mau bunuh diri aja”. Jadi si korban merasa takut beneran bunuh diri terus gimana? Jadi terjebak deh.

Saya sendiri belum pernah mengalami abusive relationship sih. JG is super annoying when he is angry but yah, marahnya juga jarang-jarang sih meskipun sekalinya marah astaga bikin sedih luar biasa. T______T

Ada temen SMA saya yang pas kuliah pernah punya pacar model abusive begini. Jadi mereka LDR terus si pacar suka drama gitu. Kalau temen sayanya nggak bisa dihubungi, dia bisa nangis-nangis drama terus nyilet-nyilet tangan. Errrr. Tiap mau diputusin ngancem bunuh diri. GIMANA DOONGGG.

Dan sedihnya, banyak yang nggak sadar jadi korban abusive relationship. Kalau cewek-cewek biasanya karena mereka udah ter-brainwashed kalau mereka nggak berharga. Semacam tertanam di otaknya kalau putus/cerai maka hidup mereka akan selesai. Si pacar/suami seperti menekankan kalau cuma mereka yang mau jadi pasangan si cewek. KASIAN.

Kalau versi cowok biasanya karena mereka merasa tertantang. Duh ini cewek lemah banget jadi aku harus melindunginya. YAKALI. Padahal si cowok di-abuse gitu, diminta melakukan hal nggak masuk akal, atau dikata-katain terus pake kalimat-kalimat yang nggak enak didenger.

Para pelaku juga nggak segan untuk menjelek-jelekkan dan berkata kasar soal keluarga kita. Sedih ya. Mereka juga biasanya super protektif, posesif lah gitu. Hubungan kaya gini nggak sehat banget sebaiknya diakhiri sajaaaa. Kaya pengalaman anak magang di kantor saya namanya Kenneth. Dia pernah cerita soal abusive relationship-nya di sini. Judulnya Confessions of a male victim of relationship abuse.

YANG MALES BACAAAA I KNOW I KNOW *huft* Ini bagian yang ingin saya highlight:

I was emotionally abused and insulted for almost the whole time that I was in that relationship. Every time an argument came up, I would be cussed at and made to feel emotionally broken. I allowed this person to dominate me and it caused me to accept the things she said as reality and convince myself that it was normal to be treated this way in a relationship.

I kept telling myself that this is what I deserved. Because I loved her, it was better for her to do it to me than to anyone else in her future. No matter what happened, I stopped caring about how I felt.

Kenneth ini anaknya agak gemuk dan ternyata dulu dia kurus! Dia makan dan nggak peduli sama kesehatan karena stres sama pacarnya. Dan cewek ini mulai maki-maki dan bahas soal badan dia yang menggemuk. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk berhenti karena sadar hubungan ini tidak sehat. Kalau kalian merasakan hal yang dirasakan Kenneth, ayo bergerak! Ayo mulai bicara!

Menurut saya pribadi sih (nggak tau ilmiahnya gimana) sifat abusive ini nggak melekat selamanya loh. Ada model yang abusive karena kebetulan pasangannya gampang di-abuse. Ada juga yang pas ganti pacar, nggak pengen meng-abuse. Jadi emang nggak bisa diterka banget. Banyak cerita model begini nih “kok pas pacaran sama gue dia freak banget pas pacaran sama lo kok beda?” Itulah, perilaku orang memang bergantung sama siapa yang dihadapinya.

Buat yang masih pacaran, pacar model begini jangan dinikahin! Itu udah warning banget. Kamu nggak akan bisa mengubah seseorang karena pernikahan. Percayalah.

Buat yang udah nikah dan suami atau istrinya abusive? Duh saya nggak tahu harus bilang apa karena seharusnya ini sih dihindari. Ada yang sampai harus rutin terapi loh karena sifat abusive ini, saking bahayanya dan di luar kontrol.

Jadi ya, sebisa mungkin tau karakter pasangan sebelum dipacarin atau dinikahin. Soalnya banyak yang di depan umum sangat manis, tapi ketika tidak ada orang dia langsung berubah jadi sangat kasar.

Ayo mulai bicara. Ayo mulai berkomunikasi. Kalian lebih berharga. Ayo selamatkan pernikahan sebelum dimulai.

*btw di tulisannya Nahla lebih detail tentang bagaimana biasanya orang dengan abusive relationship* DIBACA YAAAA.

-ast-




The Terrible Terrible Two

on
Wednesday, November 9, 2016
Gimana kabarnya ibu-ibu beranak usia 2 tahun? Masih tegar menghadapi ngambeknya anak 2 tahun?


Si Bebe bulan ini 2 tahun 5 bulan, lagi fase terrible two yang lumayan parah hahahaha. Tantrumnya beda dengan tantrum bayi ya.

Kalau waktu umur 1,5 tahunan gitu tantrum goleran di lantai, bisa didistraksi dengan mudah. Sekarang nggak goleran tapi diam nggak bergerak seperti patung muahahahaha. Diangkat nggak mau, ditawarin apapun dijawab gelengan. Distraksi apapun nggak ngaruh. Ujung-ujungnya nangis kejer 10-15 menit kemudian minta peluk. EVERY SINGLE TIME.

Keras kepala sama belajar mandiri itu emang beda tipis.

Dan kadang alasan nangis kejernya itu konyol banget bikin saya ketawa. Ya gimana, nangis kejer cuma karena alasan-alasan yang remeh. Remeh menurut saya kaya menutup tempat minum. Maunya dia menutup sendiri, kalau saya refleks tutupkan karena takut tumpah dia bisa teriak sampai nangis dan baru akan berhenti kalau tutupnya dibuka lagi nyahahahahaha. Lawak banget si Bebe.

Tapi ya itu tadi. Menurut saya lawak tapi menurut Bebe itu artinya ibu nggak percaya kalau dia bisa mandiri. Minggu depan akan saya tulis juga tips menghadapi terrible two biar tetep waras. Sekarang mau cerita dulu kejadian-kejadian ajaib bersama Bebe bulan ini.

Tau kan foto-foto viral di Facebook isinya semua anak nangis kejer karena sesuatu yang remeh? Nah itu si Bebe bisa masuk salah satunya. Ini sebagian cerita yang menurut saya paling absurd aja. XD

pose siap menghadapi ibu yang cerewet

Nggak mau turun mobil

Suatu hari pulang dari daycare pake GrabCar. Seperti biasa nggak turun persis depan rumah karena alasan keamanan, jadi turun di pertigaan deket rumah. Mobil sudah berhenti, uang sudah dibayar, BEBE NGGAK MAU TURUN.

Lah gimana, saya paksa angkat dong taro di pinggir jalan terus tutup pintu. Kemudian dia freeze. "Salo ga mau turun ibu salo mau naik mobil om yang ituuuuuu" *menunjuk mobil yang sudah jalan menjauh*

Jangan pikir mobilnya bagus ya, ya mobil standar taksi online lah. Kemudian dia tidak mau  bergerak. Diam di pinggir jalan, di depan rumah orang lain.

"Makan jelly yuk?" *geleng*
"Nonton Cars yuk?" *geleng*
"Telepon appa yuk?" *geleng*

"Salo mau naik mobil om"

T________T

15 menit berikutnya kami berdua habiskan dengan berjongkok di pinggir jalan. Dengan Bebe menatap nanar arah mobil grab pergi. Dengan saya yang bengong jongkok juga nggak tau harus gimana.

Masalahnya ini anak 12 kg, kutakshanggup paksa gendong sis, antara takut encok dan takut jatoh.

Kemudian terdengar suara krek-krek. Yang punya rumah keluar gerbang mendapati satu balita dan satu mbak-mbak cantik sedang jongkok di depan rumahnya bahahahaha. Awkward moment award tahun ini jatuh kepadaaaa ...

Auk pokonya saya senyum-senyum aja sama si mas yang punya rumah. Sampai akhirnya Bebe tampak melunak, pandangannya udah nggak nanar. Saya gendong dia nangis tapi ga nolak, tapi sesenggukan bilang "mobil om aja mobil om aja".

Sampai rumah saya turunin dia karena susah buka gembok sambil gendong. Ngamuk sebenernya pun dimulai. Berjongkok lagi lah kami, kali ini di garasi. Dengan Bebe yang nangis kejer teriak "mobil om aja" dan saya yang ya udah nunggu aja abis gimana, mau pesen grab lagi? lol Lagian udah di rumah juga. Ya udah deh pasrah tunggu aja sampai berhenti nangis.

Setengah jam kemudian ...

#thuglyfe

(Baca: 5 Alasan Anak Perlu Menangis)

The Nggak-Mau-Gendong-Nggak-Mau-Turun Drama

Ini nggak selalu terjadi tapi kalau kejadian bikin speechless tingkat nonton pidatonya Donald Trump deuh. Jadi dia marah, dia ingin digendong karena itu bikin dia nyaman, tapi ketika digendong dia sadar kalau "tadi kan aku bete sama ibu". Jadi pas digendong dia tendang-tendang saya sambil ngamuk, saya turunkan dari gendongan ngamuk juga kakinya nggak mau jejek sentuh lantai.

Sungguh aku tidak tahu jadi anak kecil sesulit itu. Dan kejadiannya selalu di tempat umum karena kalau di rumah mah ya taro kasur lah, nggak susah.

Kalau udah gini ya kasih appa laahhh. Begitu juga sama, JG ditendang-tendang tapi at least JG lebih kuat. Lah saya gendong aja lemes, gendong sambil ditendang bisa-bisa butuh spa dan tas baru. *modus*

Mendadak Nyuci

Jadi pernah suatu siang random kami nyuci baju Bebe hanya karena Bebe memutuskan baju kotor dia sudah banyak dan waktunya dicuci.

Waktu itu saya dan JG lagi makan siang di sebuah weekend yang enaknya dipake bobo. Sampai Bebe bilang "cuci baju yuk ibu, cuci baju Salo yah!"

Kemudian dia jalan ke mesin cuci dan berusaha membuka tutupnya, jatoh dong. Dan dia bilang "ibu makannya simpan dulu, cuci baju Salo dulu"

T________T

Ya udah akhirnya siang itu kami cuci baju instead of bobo siang. Dia berdiri di atas jojodog di depan mesin cuci, memutar knop mesin cuci, dan bantu memeras. Huft. Tau aja Bebe ibu paling males nyuci hahaha.

Tapi kalau dilarang alasannya apa? Tidak boleh karena ibu mau bobo? Di mana orangtua yang mengajarkan anaknya untuk mandiri? Kenapa diajari pake baju sendiri tapi nggak diajari cuci baju sendiri? HAHAHAHAHA *speechless*

(Baca: Mengenalkan Konsep Sharing pada Balita)

Ingin makan ... beha

Tau kan strap untuk penutup bra menyusui? Strap itu akan menggantung kalau sedang dipakai menyusui kan. Nah Bebe paling hobi nenen sambil pegang strap. Tau-tau kemarin dia emut itu strap. IH JOROK!

Saya larang dong dan dijelaskan yang boleh dimakan itu makanan. Dia pegang kenceng itu strap dan saya paksa lepaskan. Cue in 3, 2, 1 CRY! Nangis kejer sambil teriak "makan bea aja makan bea aja ibuuu salo mau makan bea"


Itu kan di daycare terus mbak-mbak daycare heboh ke kamar dan nanya, kenapa ibu? Nggak apa-apa mbak, ini Xylo mau makan beha.


20 menit kemudian, dia minta peluk. Sesenggukan, digendong sambil terus bilang "salo mau bea, salo mau makan bea".

WHY?

*

Dan masih banyak lagi. Aturan lagi main sepeda dibonceng sama JG terus dia nggak mau pulang dan kejer ketika jalannya menuju rumah. Kadang mau dianggap anak besar kadang mau dianggap anak kecil. Suka nyeletuk sendiri "ibu salo hebat, salo sudah besar!" tapi kadang "ibu salo tidak mau pakai sepatu sendiri salo masih anak-anak".

Saya menghindar menyebut sudah besar dan masih kecil karena itu tidak konsisten. Jadi saya sebutnya dia sudah besar jadi harus mandiri. Untuk hal-hal berbahaya seperti kompor atau pisau saya tidak bilang "karena masih kecil jadi tidak boleh" tapi "masih anak-anak jadi tidak boleh, yang boleh hanya ibu-ibu".

Ribetnya kehidupankuuuuu.

Rabu minggu depan tipsnya yaaa! See you next week!

-ast-




Serba-serbi Ring Light

on
Tuesday, November 8, 2016
Ring light adalah lampu berbentuk ring. HAHAHAHAHA.

photo source: twitter @divaringlight

Kalau beauty blogger, beauty vlogger, atau penonton setia beauty vlogger (GUE) pasti taulah apa itu ring light. Ring light adalah lighting paling umum digunakan karena cahayanya bisa merata ke seluruh muka. Pakai satu ring light cukup banget untuk syuting, kalau pake lighting biasa yang pakai soft box gitu kan minimal pakai dua biar seimbang.

Nah buat kamu yang mau beli ring light tapi ragu karena harganya juga memang nggak murah, ini saya jelaskan (lumayan) detail tentang ring light. Maunya sih nulis detail banget tapi kalau teknis sayanya juga nggak ngerti hahaha. Mau jelasinnya gimana dong lol.

Foto-fotonya monmaap nggak pake foto punya saya sendiri karena nggak sempet. Jadi ini hasil comot sana-sini. Nggak apa-apa yang penting pesannya ya nggak? *ahey*

Apa fungsi ring light?

Untuk menerangi masa depan. YA BUAT LIGHTING LAH. Buat lighting video atau selfie, dijamin kece berat. Cahaya rata, seluruh muka berkilau, dan no more dikejar matahari untuk foto atau video. Bebas jam berapa aja.

Apa saja jenis-jenis ring light?

Berdasarkan jenis lampunya ada dua, LED dan Fluorescent. Perbedaan lengkapnya bisa dibaca di link di bawah ini:

THE DIFFERENCE BETWEEN THE DIVA CFL & LED RING LIGHT? 

Intinya *kali males baca lol* yang LED lebih bagus, lebih awet, dan lebih mahal hahaha. Punya saya sih yang Fluorescent aja serinya NG-65C, buatan Cina jadi bukan Diva Ring Light karena kalau Diva belinya harus di Amerika, kalau pun ada di sini mahal banget. Fluorescent ini disarankan untuk pemula karena harganya nggak terlalu mahal. Cukup banget kok!

Saya cuma iri karena yang LED ada dudukan buat kameranya jadi nggak perlu pakai 2 tripod. Hehehe. Tapi harganya beda sejuta gitu kan .... mending beli tripod kamera yah hahaha.

Ring light ini bisa diatur tingkat cahayanya alias ada dimmernya. Jadi bisa terang banget, bisa juga nggak terlalu terang.

Satu ring light ini 65 watt FYI ajah hahaha.

Berapa harga ring light?

Untuk harga sendiri macem-macem banget ya. Saya beli udah agak lama, pas bulan puasa, sekitar bulan Juni tahun ini. Waktu itu belum ada toko lokal yang jual. Cari di Instagram juga belum ada banget. Jadi beli di Lazada, import langsung dari China. Rp 1,5juta seinget saya udah sama tripod *lhoh kok lupa harganya berapa*

*brb cek invoice di email*

Oh ternyata 1,4juta hahaha. Dikirim dari Cina nggak nyampe 2 minggu udah mendarat selamat. Pake full bubble wrap dan kardus. Aman banget kok. Punya saya udah include diffuser. Diffuser ini kain putih yang melapisi ring light, fungsinya agar cahaya lebih soft dan tidak harsh.

Ada beberapa toko yang jual tanpa diffuser atau jual diffusernya terpisah. Kalau kebetulan nggak ada diffusernya dan ngerasa cahayanya harsh, bisa ditutup dengan kain putih tipis bahan kaos atau bahan kaya jilbab gitu. Asal putih jadi nggak ganggu white balance imo.

Tripodnya gimana?

Tripodnya beli terpisah di toko kamera, banyak kok yang jual karena tripod ring light ini sebenernya tripod standar lighting. Jadi bisa beli mana aja harusnya. Saya beli cuma Rp 199ribu aja kok. Nggak ringkih juga, biasa aja.

Modelnya kaya gini:

source


Ada juga tripod meja, tapi saya nggak punya meja riasnya hahahaha. Kalau buat yang pake meja rias, bisa pake tripod meja atau tripod biasa ditaro di balik meja. Jadi kalau meja mepet dinding ya geser dulu, dinding, tripod, meja.

source: twitter @divaringlight

Di mana beli ring light?

Saya di Lazada, Nahla di plazakamera. Ada juga di MLM Photo Pasar Baru, Jakarta. Ada juga di IG @luxevanity.id. Harganya beda-beda dong tentu saja.

Kalau kaya temen saya mbak Yonna itu dia beli dari yang DIY. IYA BISA DIY JUGA KOK. Tinggal cari tutorialnya banyak di YouTube.

Cara penempatan ring light dan kamera gimana?

Bebaslaahhh. Rata-rata pada ditaro di baliknya sih jadi kamera nongol dari bolong ring light. Kalau saya sih taro di depan ring light biar gampang ngeraih kamera.

Kalau yang kameranya pake remote sih no probs ya taro di mana aja, tapi kalau ga pake remote kaya saya sih mending taro di depannya, ngeraihnya gampang untuk stop/pause recording.

Atau lebih indah ya beli yang LED sih udah otomatis ada di tengah ring light karena ada dudukannya.

source

Ring light itu silau nggak sih?

Awal-awal sih silau banget, si Bebe anak saya sampai bete tiap saya nyalain. Tapi lama-lama terbiasa kok. Kan mata fokus ke lensa kamera juga.

Bikin ruangan panas nggak?

Tadinya saya mikir gitu. Tapi ternyata kalau cuma ring light sebiji mah nggak panas sih. Masih oke kok untuk syuting di ruangan non AC. Nggak bikin keringetan parah banget gitu. Panas sih panas tapi tolerable.

Beda sama kalau kita syuting di studio beneran, AC udah kenceng aja biasanya masih panas. Itu karena lighting-nya banyak (lebih dari satu), gimana pun ya pasti panas lah.

Note untuk bikin beauty video pake ring light:

Harus contour!

Iya saya sih ngerasanya (apalagi kalau yang paling terang) muka jadi rata banget. Contour dikit lah biar nggak flat.

Blending!

Blending eyeshadow/contour jadi lebih serius alias lebih lama dari biasanya karena mungkin karena cahaya kenceng nyorot kita jadi imperfection dan harsh lines keliatan banget. Beda sama kita liat di cermin.

Tes kamera dulu

Tes dulu akan seberapa terang lightingnya. Karena kalau saya bikin video biasa sama JG, saya tinggal pasang di mode paling terang maka video aman. Tapi kalau untuk beauty, tidak bisa karena kalau terlalu terang banyak warna yang tidak muncul karena tersapu cahaya yang terlalu terang. Nggak heran lah kalau para artis itu turun panggung make upnya super medok karena kalau kena lighting mah berkurang banyak banget kemedokannya. *bahasa macam apa ini*

Ini juga masih jadi peer saya banget. Susah banget ih bikin video beauty aku putus asa hahahaha. Nggak berarti setelah punya ring light terus masalah selesai. Masih harus bingung taro cermin di mana, masih harus tau posisi badan gimana, editnya gimana wahahaha menguras energi banget ini YouTube.

Baca pengalaman heboh saya YouTube-an di sini:
- Hal-hal yang hanya bisa dirasakan oleh YouTubers newbie
- Catatan untuk para beauty vlogger pemula

Semoga serba-serbi ring light ini berguna ya! Selamat videoan!

-ast-

Follow Instagram saya yuk! Banyak cerita seru yang saya share di sana! Klik @annisast!




#FAMILYTALK: FAREWELL

on
Saturday, November 5, 2016

SO YEAH NGGAK AKAN PANJANG-PANJANG: INI EPISODE TERAKHIR FAMILYTALK.

HUAAAA.

Been a long long journey.

Baca punya Isti:

Berawal dari keambisiusan saya setahun yang lalu, saya punya hari Sabtu sebagai hari kosong untuk blogging.

Senin Monday Techno, SelasaCantik, Rabu Ibu, Kamis-Jumat topik bebas (biasanya curhat bahahaha), Minggu Life Series, dan yah Sabtu saya nggak punya tema.

Akhirnya saya ajak Isti untuk kolaborasi dan bikin FamilyTalk di mana kami bicara tentang topik yang sama seputar keluarga dari sudut pandang masing-masing. Tujuannya supaya dapet pembaca baru, link back organik, dan yah lebih gampang aja nemu ide kalau diomongin berdua.

Nah ini juga sekalian ngasih tau buat yang shock kenapa blog saya 2 tahun bisa 2 juta views, setahun pertama saya blogging hampir TIAP HARI loh. Bolos paling Jumat doang. Plus semua di-schedule untuk ter-upload jam 7 pagi setiap harinya. Jadi saya menulis malam sebelumnya. No wonder kan?

Tapi hidup berjalan terus dan saya sampai di titik di mana sibuk banget di kantor huhuhuhu.

Tahun kedua jadwal blogging mulai berantakan, boro-boro tepat jam 7 pagi, seminggu nulis 3x aja itu udah paling top banget. SassyThursday dan FamilyTalk selalu bikin saya bangun jam 4 pagi dan nulis. Kebayang ga ngantuknya kaya apa?

Berbulan-bulan melakukan itu page views saya belum turun. Tapi 6 bulan terakhir akhirnya kerasa banget turun sekitar 50-60ribu views per bulan. Aku capek sissss, udah ngantuk-ngantuk nulis tapi yang baca dikit huft. Ini diduga karena ganti template juga tapi setelah saya pikir-pikir kenapa menyalahkan orang lain karena memang nulisnya juga berkurang sih.

Udah gitu masih tetep ambisius pengen ke YouTube seminggu sekali. Ya nggak kekejar lah, banyak bolongnya banget itu YouTube. Syuting aja nggak sempet apalagi edit video.

Jadi rencananya saya mau bebenah dulu. Ngecekin apa yang salah dengan template (sampai berencana ganti lagi ke template lama). Nyari flow yang enak untuk blogging dengan teratur lagi. Bikin jadwal dan menepati jadwalnya. Dan saya nggak akan blogging hari Sabtu atau Minggu karena effort luar biasa (aku mau bobo plis aku ngantuk) dan yang baca dikit banget dibanding hari-hari lain. Ini wajar terjadi kok untuk media-media online.

*btw semalem aja saya stand by demo sampai jam setengah 2 dan maunya bangun jam 10 gitu tapi harus bangun jam 6 untuk nulis ini zzzz*

Udah sih gitu aja. Cuma penjelasan sedikit kali ada yang nunggu.

Have a good day!

-ast-