Nggak Suka Alam dan Lebih Suka Mall? Ini Sebabnya!

on
Wednesday, August 31, 2016

Apakah kalian termasuk orang-orang seperti saya, yang lebih nyaman diam di rumah atau di ruangan tertutup yang nyaman seperti mall dibanding harus bertelanjang kaki di pasir pantai?

Saya iya, dan beruntungnya menikah dengan orang yang juga seperti itu. Yang kalau traveling maunya ke kota-kota juga. Bolak-balik ke Singapura untuk kembali duduk manis di foodcourt mall. Atau memilih ke Ho Chi Minh city yang ramai kendaraan dibanding ke Halong Bay yang indah dan serba biru.

Sebelumnya saya ngerasa aneh sendiri. Kok orang-orang bisa bilang “kangen pantai” sampai mau mewek? Kok orang-orang bilang laut adalah vitamin sea sementara saya liat orang foto di pantai aja langsung gerah. Saya risih membayangkan butir-butir pasir menempel di antara sela jari. Saya risih membayangkan harus panas-panasan, lengket, dan silau karena matahari.

Pertanyaan ini terjawab saat talkshow KEB bersama Jiwasraya akhir minggu lalu. Pembicaranya Psikolog Elizabeth T Santosa (yang cantik banget lafff <3). Mbak Lizzie menyebutkan 8 kecerdasan yang bisa dimiliki setiap anak dan bagaimana cara mengasahnya. Surprisingly, ada yang namanya kecerdasan naturalis!

Iya jadi setiap anak punya kecerdasan yang berbeda-beda. Ini 8 kecerdasan itu:

Linguistik: kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif. Cocok menjadi pembaca berita, pembicara, editor, wartawan,dll.

Matematis-logis: kemampuan mengolah angka, menggunakan logika atau akal sehat dengan baik. Cocok menjadi insinyur, peneliti, programmer, dll.

Visual Spasial: kemampuan mempersepsi dunia spasial-visual secara akurat. Cocok menjadi perancang, arsitek, pelukis, dll.

Kinestetik: kemampuan menggunakan seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide dan perasaan. Cocok menjadi penari, atlet, mekanik, dll.

Musikal: kemampuan menangani berbagai bentuk musik dan mengekspresikannya. Cocok menjadi musisi, produser, penyanyi, kritikus, dll.

Interpersonal: kemampuan mempersepsi dan membedakan suasana hati, maksud, motivasi, dan perasaan orang lain. Cocok menjadi public relation, negosiator, marketer, dll.

Intrapersonal: kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasar pemahaman tersebut. Cocok menjadi peneliti, psikolog, penulis, dll.

Naturalis: kemampuan mengenali dan mengategorikan spesies flora dan fauna di lingkungan sekitar. Cocok jadi aktivis lingkungan, dokter hewan, dll.

Nah penjelasan Mbak Lizzie di kecerdasan naturalis itu bikin saya agak bengong. Baru tahu bahwa kesukaan pada alam itu juga bagian dari kecerdasan seperti kesukaan pada matematika!

Masalahnya saya suka dipandang sebelah mata kalau bilang nggak suka pantai. Pake ngotot bilang Indonesia indah lah blablabla. Iya tahu kok, pantai dan gunung itu indah … kalau liatnya di foto aja hahahaha. Orang menganggap saya aneh karena mereka menganggap pantai itu relaxing sementara saya mikirinnya aja stres.

Terus diperburuk sama tren traveling. Di zaman di mana semua orang berlomba-lomba untuk traveling dan ngajakin jalan-jalan, saya males maunya bobo aja di rumah hahaha. Kaya kebawa arus pengen glamping, tapi terus baca-baca reviewnya dan setelah dipikir-pikir kayanya saya dan JG nggak akan ngerasa nyaman, bobonya enak nggak ya takut banyak nyamuk, jalannya jauh nggak ya, panas nggak ya dingin nggak ya, makanannya enak nggak ya.

(Baca: 5 Masalah Taman di Jakarta)

Ujung-ujungnya akhir minggu lalu ke Kuntum Farmfield, Bogor pagi-pagi, dan makan siang di Lippo Mall. Damai. Bebe kena udara segar dan ketemu binatang dan makan siang tetep adem dan nyaman di mall.

Jadi buat kalian yang men-judge karena ada sebagian manusia yang nggak suka alam, saya sekarang bisa balik nanya: “emang lo suka matematika?” (kecerdasan matematis-logis) Atau “emang lo bisa ngomong natural di depan kamera?” (kecerdasan interpersonal).

Terus langsung mikir juga, pantes ada anak yang nggak suka banget main di rumput (naturalis) tapi senang menyanyi (musikal). Ada anak yang risih banget megang batu karena kotor tapi pintar main lego (spasial-visual). Semua orang punya kecerdasan masing-masing, tidak fair kalau anak dibilang tidak cerdas hanya karena dia tidak suka matematika dan dibilang tidak cinta Indonesia hanya karena tidak suka main di pantai.

Dan jangan lupa, ada juga ibu-ibu yang suka "ngebolang" jalan-jalan main blusukan sampai ke hutan dan gunung manalah sementara ada ibu-ibu yang sukanya shopping aja ke mall.

Begitulah. Intinya mbak Lizzie sih menjelaskan ini dalam konteks pencarian minat dan bakat anak ya, tapi nggak sabar pengen nulis ini dulu hahaha. Spesifik soal apa yang terjadi sama saya dan alam terutama pantai. Semoga nanti bisa nulis lebih detail soal pencarian minat dan bakat anak sesuai kecerdasan yang dimilikinya.

See you!

PS: Dua hari sebelum talk show ini saya masih galau soal alam. Postingannya bisa dibaca di sini Anak dan Alam.

-ast-
LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

25 comments on "Nggak Suka Alam dan Lebih Suka Mall? Ini Sebabnya!"
  1. Ya ampun kok sama bgt sih mbak.. akupun males ya berkorban demi gunung dan pantai.. dan paling zbl kalo dijudge "ya kalo lo gak travelling hiduplo akan disitu2 aja, wawasanlo sempit, trus nanti apa yg bakal diceritain ke anak cuculo?"

    LAH

    Trus taunya tipe kecerdasan yg menonjol di diri kita gimana mbak? Thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. lah, ya baca buku lah, nonton film, hahaha taunya ya dikira-kira aja lol dikira-kira sukanya yang mana, kalau mau lebih jelas bisa tes psikologi :)

      Delete
    2. maksudnya baca buku dan nonton film untuk nambah wawasan. yutub mana yutub lol

      Delete
    3. barusan aja mau komen tanya gimana caranya biar tau tipe kecerdasan kita yang mana eh udah ada jawabannya: dikira-kira XD

      Delete
  2. Baca kedelapan kecerdasan ini malah bikin aku bingung. Kayaknya aku ngga punya kecerdasan yang bener-bener kartu as deh.. rata semua. Biasa aja aku mah anaknya teh :')

    ReplyDelete
  3. Aku sama kaya kamu mba, entah kenapa kalau urusan travel ke gunung, pantai itu gak sebegitu suka banget. Alam memang indah, ya saya bisa merasakannya. Tapi malas banget kalo kepantai kaki basah terus pasir nempel di kaki:D

    ReplyDelete
    Replies
    1. mikirinnya aja aku pengen cuci kaki HAHAHAHHAHA

      Delete
  4. Setau aku ada satu lagi teh. Kecerdasan religius, kemampuan memahami segala yang berhubungan dengan ketuhanan. Cocok jadi ustad/ustadzah dll :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa kemarin ada yang komen gini juga, tapi kemarin psikolognya cuma nyebut 8. aku cuma ngutip aja. :)

      Delete
  5. Halo, salam kenal mba Annisa :) (aku selama ini diam2 baca blognya tapi ga pernah komen, hehe).

    Pertama kali baca paragraf awal : "Ngebayangin pantai aja udah lelah". Akhirnya aku menemukan orang yang sehati >o< Hahaha...

    By the way, makasih banyak bagi-bagi cerita tentang tipe-tipe orang-nya ya mba :D Aku baru tahu kalo aku cenderung interpersonal tapi nyemplung di kerjaan naturalis ^^;

    ReplyDelete
    Replies
    1. halooo! makasih udah baca yaaa! kalau aku interpersonal, linguistik, dan visual hahaha

      Delete
  6. Ke pantai kalau lagi pengeeen banget tapi lebih sering ngadem di mall, makan di foodcourt, yummy.

    ReplyDelete
  7. jadi banyak jenis kecerdasan ya. aku lebih suka di tempat yang familiar kayak mall yang sering dikunjungi tapi sesekali main ke alam juga. nggak terlalu sering tapi anggap aja liburan dengan pengalaman yang berbeda :D

    ReplyDelete
  8. aku suka ngemall dong, soalnya pantai jauh hihihi

    ReplyDelete
  9. Suamiku, lebih suka ke mall, akunya suka ke pantai. Kebalik --"

    ReplyDelete
  10. kalau aku mungkin ke natural, linguistik sama visual. Suka yang alami sih kayak pantai, gunung atau sawah. Hihihi...


    anggiputri.com

    ReplyDelete
  11. Aku juga jarang ke pantai, takut panas sama basah. Emang gak suka ribet maunya yang simple aja... Termasuk kecerdasan macam apa ya hihihi....

    ReplyDelete
  12. Aku yang selalu sakau pantai aja risih kok sama orang2 yang sering menyudutkan mereka yang gak demen halan-halan. Bikin tulisan di kertas lah, ngajak2 orang buat nikmatin Indonesia. Tapi abis itu kertasnya asal lempar. Pengen banget bilang, lu mending di mal aja gih gabung sama kelompok yang lu nyinyirin itu. Di sana ada cleaning servisnya bhahahaha

    *ya ampun komen nyiyir begini indah bener ya ternyata* x))

    ReplyDelete
  13. Aduh Cha, nyebur ke pantai itu luar biasaaa, terutama saat kita mau ke sananya jalan dulu sampai gempir, rasa kebayar lunassss dengan indah tu air debyar debyur hahahaha *trus digetok Icha dan diajak ke Mall* :P

    ReplyDelete
  14. Saya sih nggak demen jalan-jalan di pantai apalagi ikutan berjemur. Yang saya suka nyebur di laut, apalagi suhu nyaris 40... ahhhhh nikmatnya air laut.....

    ReplyDelete
  15. kalo aku seneng banget ke pantai, tapi ga pernah mau diajak naik gunung karena males cape dan pegel. terus aku juga seneng jalan-jalan di mall dan di kota-kota gede, tapi suka gemas pingin tau daerah yang ketinggalan peradabannya. Jadi kira-kira itu masuknya kemana ya? wkwk

    ReplyDelete
  16. Betul mbak 8 kecerdasan itu konsepnya Howard Gardner... tdk hanya IQ saja yg disebut cerdas bahkan ada EQ, SQ, AQ...

    ReplyDelete
  17. Wah...kalo saya malah suka alam. Tapi hanya suka memandang dan menikmati saja sih. Kalo sampai main-main dengan deburan ombak, biasanya malah males. :D Untung ketemu suami yang minatnya sama ya, mbak. :)

    ReplyDelete
  18. Indahnya keaneka ragaman, mari saling menghargai. :)

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)