#SassyThursday: Kritik Tanpa Karya

on
Thursday, November 24, 2016

Sudah berkarya apa hari ini?

BAHAHAHAHAHA.

Abis akhir-akhir ini banyak yang bilang "kritik doang lo, nggak punya karya!" Eh banyak nggak yang bilang? Apa cuma circle rapper berawalan Y berakhiran X doang? LOL

Ya intinya banyak yang berprinsip, nggak usah dengerin orang lain yang nggak punya karya, mereka nggak berhak ngritik karya lo!

EMMM NGGAK GITU JUGA SIH YAAA.

Baca punya Nahla:

Oke karya lo banyak, lo terkenal, uang lo banyak, terus lo jadi nggak mau dikritik sama rakyat? Men, nggak masuk sih sama logika gue.

Maksud gue, komentator bola nggak mesti jago main bola kan? Lah elu-elu yang hobinya maki-maki pemain bola dan kritik "aarghhh harus begini harusnya begitu". Apa lo jago main bola? Nggak kan? Si komentator bola karyanya naon?

Atau desainer. Ada desainer yang aduh bajunya nggak banget. Terus apa lo harus punya karya dulu di bidang fashion design baru bisa kritik si desainer? Nggak kan?

Nggak perlu jago main bola untuk jadi komentator bola seperti juga nggak perlu jadi desainer untuk mengkritik desain orang lain.

Karena apa? Karena ada yang namanya penikmat.

Iya, penikmat gamelan boleh dong kritik orang yang main gamelan off beat misalnya. Padahal si penikmat mah sehari-hari juga pegawai biasa, nggak punya karya apa-apa. BOLEH KAN?

Dan ingat lagi, kalian berkarya untuk siapa? Untuk fans kan? Untuk penikmat karya kalian kan? Kalau fans kalian nggak punya karya juga masa nggak boleh kritik. Ya bolehlaahhh.

NOTE PLEASE NOTE:

Kritik itu BISA berdasar teori dan JUGA BISA berdasar selera.

Kalau lo punya teori, rap Yanglek (duh kesebut 😪) di majalah Hai nggak sesuai sama teori syllables di rap, terus lo kritik dia itu fair.

Kalau berdasarkan selera, kalian yang emang ngefans sama Yanglek kemudian mungkin ngerasa nggak perlu kritik.

Kalau berdasar selera, kalian yang sukanya musik melayu ya mungkin bisa kritik juga dengan lagu apa deh kok isinya ngabsen properti di kantor doang?

Nangkep kan?

Oke contoh lain, Diana Rikasari atau Jeremy Scott yang selalu colorful dan tabrak warna. Plus glitter dan sequin sana-sini.

(Misal) secara teori busana, masalah banget tabrak warna atau tabrak motif jadi mereka banyak dikritik.

Tapi kalau pake selera gue dan JG, sepatu dikasih sayap dan baju warna-warna neon itu lucu-lucu aja seru jadi nggak perlu dikritik.

Tapi kalau pake selera orang yang lebih kalem mungkin nggak cocok juga. Ya kan. Malah mungkin mereka stres atau sakit mata lol.

*btw teori busana gue pake "misal" karena entah ada nggak teori begitu?*

TAPI! Sebelum kritik itu baiknya memang punya knowledge cukup yaaa. Minimal memang penikmat lah kaya yang gue bilang di atas. Menurut gue loh yaaa. Karena kalau tiba-tiba kritik tanpa punya knowledge itu biasanya suka terlihat bodoh huhu.

"Gue seneng foto si A dan si B, sering ke pameran foto plus hafal banget fotografer yang notable di seluruh dunia, foto gue nggak bagus-bagus amat tapi gue ngerti lah foto bagus itu kaya gimana. Nah menurut gue foto lo itu overexposure."

Misalnya loh yaaa itu.

Kecuali lo beneran nggak ngerti tapi pengen beropini aja, itu juga ya boleh tapi baiknya pake pengantar "gue nggak ngerti fotografi sih, tapi menurut gue foto-foto lo overexposure".

*Padahal mah emang tone Instagramnya memang over dan white gitu hahahaha.*

Jadi dengan demikian, nggak punya pengalaman politik juga boleh dong kritik pejabat negara. Tapi pastikan dulu tau kronologi, tau keseluruhan cerita dari sumber terpercaya yaa.

Abis melihat kondisi timeline, banyak yang ngotot padahal nggak tau kronologi. Huhu. Banyak yang nggak tahu cerita utuh. Apa, siapa, kapan, di mana, kenapa, bagaimana. Harus tahu dulu semua poin itu baru debat yaa. Kalau nggak tau terus ngotot itu tidak baik, cari info dulu sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber. Tabayyun kan, olrait?

Jadi intinya kalau ada yang kritik mah terima aja lah. Nggak perlu jadi rempongin yang kritik apalagi di depan umum. Serah yang kritik dong mau bilang apa. Mau dia kasih solusi mau dia kritik doang. Mau dia punya karya atau nggak karena kritik dan punya karya itu nggak selamanya berhubungan.

Tinggal gimana kitanya aja menyikapi kritik. Sikapi kritik bisa dengan:

1. Diamkan alias pura-pura nggak baca.
2. Bilang terima kasih.

Nah, kritiknya diterima dan diwujudkan sebagai sesuatu lagi mah urusan kita, bukan urusan yang kritik. Paling dibilang bebal kalau kritik mulu tapi nggak berubah mah. Tapi masa sihhh ada orang yang udah dihujat sedunia masih nggak mau mikir dikit mah lol.

Btw ini tulisan banyak contoh amat ya hahahaha monmaap pemirsa!

PS: No, gue bukan haters bang rapper. Malah kemarin respek denger cerita sukses dia yang inspiratif. Tapi kemudian ilfeel kalau sampai ngedissed senior di publik sih. Hiks. Dan serah juga dia mau ngapain cuma gatel aja sama quotenya dia kurleb "yang kritik juga nggak punya karya" maka itulah cikal bakal tulisan ini hahaha

See you next week!
LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

13 comments on "#SassyThursday: Kritik Tanpa Karya"
  1. nggg anu kak icha itu ada yang typo 'dobg' habis yang bahas tone instagram yang over dan white

    ReplyDelete
    Replies
    1. wehehehe iyaa sudah diganti. maklum ngetik dari hp hahaha

      Delete
  2. Yg g enak klo kritiknya ngotot dan saadees bw2 perkara sensitif. Misal kritik makanan keasinan pake dalil agama wkqkq.

    ReplyDelete
  3. ooohh, kirain mba icha lagi ngomongin penulis novel terkenal yg jg ogah dikritik sama yg gak punya karya. hehehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. OIYA! aku lupa! kemarin ngomongin itu juga sama nahla tapi lupa ketulis di sini hahahaha

      Delete
  4. Ya ampun, gue kudet amat soal rapper sama penulis novel. Siapa sih? Hahaha.

    ReplyDelete
  5. tapi kadang aku baper kaka kalau dikiritik.. ngekngok

    ReplyDelete
  6. Aku sering dikritik potonya, ihihik. Misal dipuji baguuus, tapi apa sudut pengambilan gambar nggak terlalu lebar?
    Lalu aku bingung karena pada dasarnya aku nggak gitu tau fotografi. Seneng moto makanan belajar otodidak dan main di 'feel'. xD.

    Tapi masih banyakan yang muji sih daripada yang ngritik, jadi aku mah selo wae.

    Setuju banget btw sama tulisan Icha.

    ReplyDelete
  7. Selalu suka sama #SassyThursday nya Mbak Icha. Kadang walaupun enggak sreg sama suatu hal, aku suka segan mengkritik kalau sebenernya enggak paham-paham amat, daripada salah ngomong hehehe

    ReplyDelete
  8. Lagipula, banyak kok kritikus hebat yang nggak bisa bikin karya. Soalnya udah jago banget teorinya. Makin jago teori sebenarnya makin susah bikin karya :"")

    www.magellanictivity.com

    ReplyDelete
  9. Bang rapper lagi hits banget yaak gara-gara statementnya ituuuuu xD

    ReplyDelete
  10. "yang kritik ga punya karya"
    modus lain buat nggak nerima kritik XD

    ReplyDelete
  11. kekuatan komentar dari netizen atau bukan pun adalah sebuah energi yang bisa memicu menjadi apa saja..

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)