#SassyThursday: Privasi

on
Thursday, January 5, 2017

Hai hai!

Tema #SassyThursday kali ini adalah privasi! Saya terinspirasi dari soal pemerintah yang mau memonitor chat di WhatsApp. Artinya privasi kita diganggu pemerintah!

Yaelah sis, pemerintah juga nggak kurang kerjaan bacain WhatsApp semua orang. Hanya karena mereka bisa, bukan berarti mereka akan melakukannya pada semua orang. Lagi emang chat-chat situ penting banget bagi kelangsungan masyarakat luas? HAYO?

Baca punya Nahla:

Kalau kerjaan? Ya pakai yang lain lah, masih ada yang pake WhatsApp buat hal-hal panjang lebar seputar kerjaan yang confidential? Pada pake Slack kan buat kerjaan mah?

Iya ngerti pemerintah tidak seharusnya masuk ke ranah pribadi. Tapi kan WhatsApp ini out of control banget. Kalau misal WhatsApp ada trending topic nih ya, pasti akan ngagetin karena pasti kata-kata yang trending seputar hoax atau sebarkan jangan berhenti di kamu.

HUFT. Untung udah nggak punya grup yang share semacam itu. Left ajalah, saya nggak temenan juga nggak apa-apa daripada capek hati hanya demi silaturahmi. Silaturahmi sama orang-orang yang nggak punya otak mah kan cuma bikin makan ati ya nggak? Ujung-ujungnya jadi sibuk ngejelasin dan nggak produktif di hal lain.

Groupnya group keluarga? SAYA LEFT JUGA SATU HAHAHAHAHAHHAHA. Tersisa yang terpelajar aja bahan obrolannya. Sudahlah biarkan kalaupun jadi diomongin om tante. Kalau ketemu jelasinnya lebih enak "males om, banyak hoax". Daripada jelasin di group mah yang ada juga diceramahin ya kan. Mereka tetep nggak ngerti, kita sakit kepala.

KOK MARAH-MARAH SIHHH? AUK AH.

Kalau privasi yang lain seperti di dunia nyata?

Ini setiap keluarga beda-beda banget ya ternyata. Di rumah saya privasi itu diutamakan banget. Ibu saya kalau mau ambil sesuatu di lemari saya, pasti chat dulu. Adik-adik saya juga sama. Nggak ada urusan pinjem baju nggak ngomong karena kalau mengambil barang orang ya ngomong lah.

Mau masuk kamar harus ketok pintu dulu, siapa tau yang di kamar lagi ganti baju. Ya pokoknya urusan semacam ini dihargai sekali.

KELUARGA JG NGGAK. Awalnya saya shock, sekarang udah biasa.

Iya jadi di keluarga mereka itu baju dipake sama-sama aja. Keluar masuk kamar nggak ketok pintu dulu nggak masalah. Apalagi ya, pokoknya saya ngerasa ini kok aku seperti ditelanjangi? LOL LEBAY SIH. Intinya semacam, kok santai banget sih pake kaos saya yang ketinggalan? Malah ternyata udah cuci kering berapa kali dan sayanya nggak tau.

Kalau sama pasangan?


Saya dan JG level yang terbuka semuanya. Yang kalau mau baca chat ya silakan aja, mau baca DM ya boleh aja, nggak ngerasa terganggu atau apa. Karena mungkin kami nggak menyembunyikan apa-apa ya. Saya chat dengan teman-teman saya ya saya yang ngobrol sama dia. Cara bicara sama, jadi dia nggak akan menemukan keterkejutan apapun.

Meski demikian bukan berarti saya jadi cek terus-terusan juga. Nggak lah ngapain? Hanya karena saya punya akses, bukan berarti saya harus memeriksa kan? Ini persis sama urusan pemerintah dan WhatsApp hahahaha.

Tapi kan namanya orang beda-beda ya, ada juga, yang meskipun nggak nyembunyiin apa-apa, tetep nggak suka kalau hpnya dibuka-buka. "ITU KAN PRIVASI AKU!" gitu katanya. Ya kalau terganggu sih silakan, tapi kalau curiga dikit akan berujung ngecek diam-diam nggak sih? Atau ya udah saling percaya aja?

Malah ada yang buka dompet pasangan aja nggak berani. Dompet emang naro apa sih? Banyak rahasia yang bisa disimpan di dompet ya? Seperti struk makan? Hayo kok ada struk di resto A, makan sama siapa? Hahahaha.

Saya sih nggak bisa kaya gitu ya. Percaya justru karena bebas. Kalau nggak bebas malah kayanya nggak percaya.

(Baca lebih lengkap soal Privasi dan Pasangan di sini)

Kalau di dunia maya?


Katanya era internet adalah era di mana privasi itu bullshit. Nggak juga kali ah. Tergantung masing-masing orangnya. Saya tetep jaga privasi Bebe. Dulu Instagramnya saya nggak private tapi sekarang private karena kasian ah, anaknya makin gede. Saya mau yang follow dia adalah benar-benar orang baik, bukan ol shop hahaha.

Rata-rata yang follow Bebe ibu-ibu dengan bayi atau balita juga sih. Juga bayi-bayi lain. Tapi meski private ya tetep nggak saya sebar-sebarin juga nama lengkap Bebe. Nggak usahlah ya.

Privasi paling blur adalah chat di WhatsApp dan status Path. Karena semua tergantung temen-temen kita banget! Kalau kita udah pilih-pilih apa yang di-post di Facebook (yang massanya banyak) dan mana yang di-post di Path, tapi ternyata ada temen Path kita yang screencap dan sebarin ke orang kan apa gunanya coba?

Apalagi WhatsApp dan group-group "private" lainnya. Harus hati-hati banget karena emang percaya sama semua membernya? Sering kan denger orang ngomongin orang lain karena dengar dari group WhatsApp yang saling beririsan anggotanya?

Oiya menjauhkan diri sama tetangga juga ternyata masuk ranah privasi loh!

Iya tadi saya baca teorinya cuma lupa save link hahahaha gagal. Jadi ada orang-orang yang merasa hp privasi kamar bukan, atau sebaliknya. Nah ada juga yang menganggap bergaul dengan tetangga itu melanggar privasi wow wow.

Iya sih. Bisa juga. 

Apalagi ya? Kalian gimana? Apa yang private apa yang nggak?

Jangan jawab les ya yang private. *kriuk*

-ast-
LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

7 comments on "#SassyThursday: Privasi"
  1. aq bergaul sama tetangga, asal jgn nanyain hal yg terlalu pribadi aja sih, ngobrol ringan jgn smpe privasinya terusik

    ReplyDelete
  2. ini mirip dengan temenku yang pas ketemu aku trus tau aku kerja di bank, kemudian nanya " Win lu jangan lihat2 rekening gw ya, itu cuma rek numpang lewat, tabungan gw ada di rek lain"

    i was like, xisjkenfvtysjaanhry. Kurang kerjaan bgt aku ngecekin rek orang, kayak yang kurang gawean aja, xixixi

    ReplyDelete
  3. Privacy buat gue itu urusan gaji dan ranjang. Hahaha, atuhlah nggak pernah nyaman bahas gaji dan yang menjurus ke ranjang.

    ReplyDelete
  4. Salah satu yang private itu meja kerja, soalnya risih banget kalo ada yang lirik-lirik ke monitor. (padahal isinya kerjaan juga, paling curi-curi waktu blogwalking) hayaaah~ XD

    ReplyDelete
  5. aku sangat amat menjaga privasi diri sendiri. Apalagi di dunia maya. Termasuk di blog. Nulis apalah yg penting jangan terlalu membuka diri. Hihiii... biar misterius gitu. *ish, gaiya saiyah, sok banget ya saya, Mba Nis. :P

    ReplyDelete
  6. Kok baca ini aku langsung inget Snowden ya? Terus baru nonton filmnya juga sih. Asli serem terus mbayangin kalau semuaaaa chat dan percakapan kita di dumay ternyata dimonitor :(

    Btw Mba Windi, aku ada temen kerja di bank, temennya mohon2 minta tolong liatin transaksi suaminya karena curiga akut. Ternyata dong banyak banget aliran dana ke perempuan lain. Dan endingnya mereka cerai. Dan temenku yang bankir itu amat sangat merasa bersalah.

    ReplyDelete
  7. Sebelum heboh kasus ini,aku udah ngalamin. Chat, sms, kepantau. Iya,, mantan aku terlalu jenius. Beginian gampil wkwkw. Hidupku sempat g aman banget.

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)