#SassyThursday: Tentang Passion dan Calling

on
Thursday, June 22, 2017
Wow sungguh berfaedah sekali ya #GesiWindiTalk dan #SassyThursday kali ini. Diawali dengan posting Instagram aku beberapa bulan lalu soal passion, Gesi ingin nulis juga soal passion ini. Akhirnya ajak Nahla dan Mba Windi deh sekalian. Karena kami sungguh orang-orang yang passionate lolol.

Baca yang lain juga ya!
Grace Melia: Mencari Passion
Windi Teguh: Menemukan Passion
Mevlied Nahla: Atas Nama Passion

Saya sendiri ingin nulis dari sisi passion dan calling. Dua kata ini definisinya banyak banget dan memang blur gitu. Nggak jelas. Ada yang bilang passion dan calling sama, career yang beda. Ada yang bilang passion, calling, dan career itu beda. Blablabla. Suka-suka orang deh, saya juga mau bikin pendapat sendiri lol.

Kaya yang saya bilang di postingan Instagram, passion itu pencarian seumur hidup, begitu juga dengan calling. Saya beruntung tau sejak kecil kalau passion saya nulis, belum bosan, atau ingin ganti. Iya saya suka agak gimana gitu sama yang membatasi definisi passion dengan sesuatu yang tidak membuat kita bosan.

"Ah kalau bosan namanya bukan passion" ... Ih gitu amat. Padahal ya nggak apa-apa, namanya manusia kan punya titik jenuh yang beda-beda. Yang jelas, yang bikin bosannya paling lama itu bisalah dibilang passion hahaha. Ya kalau baru seminggu udah bosan kan jelas bukan passion ya. Tapi kalau udah 3 tahun? Udah 5 tahun? Terus kita bosan, masa dibilang bukan passion. Kan nggak begitu juga.

Nggak apa-apa banget bilang “aku dulu passionate banget sama A tapi sekarang nggak lagi”. BOLEH KOK. NGGAK MASALAH. Hahaha. Jangankan passion, cinta aja bisa luntur kan gengs. HEYAK.

Dan ingat, masih ada calling!


Ya, calling kalian apa sih? Saya sendiri belum nemu banget, untuk apa saya hidup? Apa panggilan (banyak yang bilang “panggilan Tuhan”) yang bikin saya ngerasa berguna? Tapi saya nggak pusing amat sih saya anaknya santaaaii hahahaha.

Contoh sederhananya gini, ada orang yang passionnya berkebun, tapi dengan berkebun dia jadi nggak bisa bantu orangtua yang sedang sakit dan bayar adiknya kuliah. Jadi dia sekarang tetap bekerja di korporasi, dengan demikian dia jadi bisa bantu keluarga karena gajinya lebih dari cukup.

Keluarga ini tentu dia sayang banget jadi sesuatu memanggil dia untuk terus bantu keluarga dan itu bikin dia bahagia. That’s your calling! Nangkep kan ya? Lagian passion berkebun kan masih bisa jadi hobi.

Contoh lain. Passion kamu traveling, terus ketika lagi masuk hutan Kalimantan kamu jatuh cinta sama orangutan. Dan mulai sekarang kamu mendedikasikan diri kamu sebagai aktivis penyelamatan orangutan. Kamu merasa kamu HARUS dan ada urgensi melakukan itu. That’s your calling! Passion traveling tetap bisa dilakukan saat kamu traveling mencari orangutan untuk diselamatkan atau kampanye ke mana-mana.

Jadi buat saya, passion dan calling itu bisa sama bisa beda. Ketika kamu passionate dan kamu merasa berguna bagi diri sendiri, keluarga, atau nusa bangsa ketika melakukannya, bisa jadi passion kamu dan calling kamu sama.

Begitu gengs. Semoga nangkep ya hahahaha.

Intinya apa?

🌟 Untuk kalian yang masih berusaha menemukan passion dan calling 💙

Pikirkan baik-baik apa ya calling kalian? Jangan-jangan selama ini kalian nggak tau passion kalian apa karena sibuk menjalani calling? Nggak apa-apa banget. Satu-satu aja kok santai ajaaa.

Karena kadang kita bukan nggak tau passion kita apa, tapi kita belum sadar aja. Maka dari itu memang harus dikerjakan berulang-ulang dan terus menerus. Dicoba lagi dicoba lagi!

Dan ya, passion itu memang harus dicari. Kalian nggak akan tau se-passionate apa kalian sama satu hal sebelum kalian coba. Jadi coba hal-hal baru deh. Sekarang banyak banget kan short course gitu buat belajar hal baru.

Dari yang standar kaya baking atau cooking class sampai yang agak “aneh” kaya leather stitching atau jewelry making gitu. Dicoba dulu aja yang kira-kira menarik, siapa tau jadi hobi baru dan bikin kita bahagia melakukannya. Itulah passion! JADI AYO COBA DULU!

🌟 Untuk kalian yang sudah tahu passion kalian apa 
💙

Good for you! Jangan pernah ngerasa puas, terus lakukan dan lakukan karena jam terbang itu nggak pernah berkhianat. Kalian boleh capek, kalian boleh bosan, tapi ingat passion itu adalah tentang sejauh mana kita bertahan dan seberapa kuat kita berusaha mempertahankan.

Kalau kalian cukup beruntung bisa ngerjain passion tanpa terganggu uang, maka kalian punya ruang untuk lebih berkembang. Hard work never lies.

Karena definisi sukses bagi orang juga beda-beda kan. Ada yang definisi suksesnya adalah gaji sekian sebulan, berkali lipat dari temen seangkatan/orang seumuran. Tapi ada juga yang definisi suksesnya kaya saya, gaji so-so lah, hidup nggak mewah, tapi saya punya kerjaan yang saya suka, saya punya waktu banyak buat keluarga. And that makes me happy! :)

🌟 Untuk kalian yang tahu passion kalian apa tapi mengeluh karena kerjaan tidak sesuai passion 💙

Ya pekerjaan akan lebih ringan kalau pakai passion, tapi telusuri lagi deh kenapa ambil kerjaan itu? Karena gajinya? Karena cari pengalaman? Karena apa?

Kalau karena gaji kan ya gimana, siap hidup tanpa gaji? Akan lebih susah mana, kerja nggak sesuai passion atau nggak punya gaji? Passion apa uang? Pusing kan?

Kalau kalian emang nggak tahan ya resign. Kalau kalian bertahan karena uang, maka ya, jalani lah. Passion-nya dijadikan sampingan dulu aja sementara. Siapa tau tabungan dari kerjaan yang menyebalkan itu bisa jadi modal untuk menguangkan passion kan? :)

Lagipula nggak semua passion bisa menghasilkan uang yang layak untuk hidup, sementara kebutuhan hidup terus berjalan dan gaya hidup susah diubah kan.

Gimana pun uang akan selalu jadi motivasi lebih. Kecuali kalian memang sanggup hidup lebih susah demi passion atau passionnya emang bisa menghasilkan uang banget yaaa. Beruntunglah kalian yang bisa hidup layak dan enak sambil kerjain passion. Yosh!

Dan ya, kembali ke calling. Mungkin memang kerjaan kalian nggak sesuai passion, tapi menjalani calling?

🌟 Untuk kalian yang tidak terlalu peduli dan yaaa hidup sih gini aja lol 💙

Nggak apa-apa banget! Iyalah nggak apa-apa banget beneran. Nggak semua orang punya target buat hidup dan hidup tanpa target pun tidak apa-apa hahaha. Kecuali kalau kalian punya anak ya, ya minimal siapin lah dana pendidikan anak karena anak kan tanggung jawab kita.

Karena kalau semua orang ambisius nanti pusing lohhh. Harus ada orang-orang kalem emang biar dunia seimbang hahaha. Kalau semua ambisius nanti pilpres siapa yang milih dong semua orang ingin jadi presiden lol.

*

Oke sebagai penutup, pesan saya (yang juga harus saya katakan berkali-kali pada diri sendiri): carilah kebahagiaan dalam hidup. Whether it’s passion, calling, or career!

Buat ibu-ibu yang ngerasa rendah diri karena jadi ibu rumah tangga, jadi ibu rumah tangga itu calling banget loh. Nggak semua orang punya calling untuk jadi ibu rumah tangga. Meski saya selalu bilang perempuan harus berdaya, saya juga nggak masalah sama ibu-ibu yang hidupnya memang hanya mendedikasikan diri sama keluarga. Selama bahagia kan nggak apa-apa banget. Kecuali memang melakukannya dengan terpaksa. :)

Tidak ada kata terlambat menemukan passion, tidak ada salahnya mengganti passion, dan tidak ada salahnya tidak punya atau belum nemu passion! Your call!

Minimal tau caranya bikin diri sendiri bahagia dulu lah biar nggak monoton hidupnya. Kalau hidup monoton nanti bosen loh. Bosen hidup kan serem ya hehe.

So be proud of what you are now! Be happy! Your happiness is your own responsibility! Your life is your own journey. :)

*

Demikian kuliah umum kali ini, sudah layak kah jadi motivator? :)))))

-ast-
LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

7 comments on "#SassyThursday: Tentang Passion dan Calling"
  1. Kalau aku baru sadar bahwa menulis dan public speaking itu adalah passionku saat ngerasa bahwa kerja kantoran bikin aku sering ngeluh karena bosan rutinitasnya itu-itu aja hahaha. Tapi gimana ya mungkin ini "calling" karena pekerjaan ini bikin keluarga bangga, uangnya lumayan banget, dan terikat dengan ikatan dinas sampai umur 58 tahun, huft lamaa. Tapi masih bisa nulis dan nge-mc di sela-sela waktu lain. Salam kenal mba :)

    ReplyDelete
  2. Dulu merasa ngajar dan jadi guru udah passion aku banget, tapi makin lama ngerasanya kok gini yaa..
    Abis baca ini akhirnya sadar, oo.. mungkin aku bosan, mungkin sudah saatnya cari passion yang lain 😄😄😄

    ReplyDelete
  3. Ah pas banget ini, entahlah passionku apa? Haha. Ngeh sih kalau aku tuh sebenarnya sukanya ngobrol sama orang2 (dalam hal ini qdefinisikan callingku lebih ke konseling dan konsultasi obat ke pasien) tapi kok ya kerja di RS itu capek banget ya, haha. Lha kalo passion apa nulis itu passionku? So far sih ga pernah ga enjoy nulis, pernah sih kalau ngejar DL, tp ujung2nya tetep nulis lagi, haha

    ReplyDelete
  4. Kalo kerja di awal2 sih nggak apa2 nggak sesuai passion kalau emang udah mentok. Yang penting dapet duit banyak dan enggak sampe depresi. Abis itu buka usaha, nah ini yg harus bgt sesuai passion biar greget.

    ReplyDelete
  5. Di tempat saya bekerja, ada ibu2 yg berangkat ngantor n kerjanya seenak dia sendiri, lepas tanggung jawab sm pekerjaan. Berangkat kantor jam 6 pagi buat ngabsen trus pulang lagi, ntar sore jam 5 ke kantor lagi buat ngabsen pulang. Alibi dia adalah krn pekerjaan ini bukan passion dia. Tp giliran ada pekerjaan kantor yg ada honornya dia terdepan terpercaya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dih rese itu mah! suruh ttd surat resign aja zzz

      Delete
  6. Nice share!
    Dan pekerjaan apa yang paling membahagiakan? Bekerja sesuai passionmu.

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)