Well, Hello, The Effing Four!

on
Thursday, April 5, 2018
Saya dan JG lagi ngakak-ngakak speechless akhir-akhir ini karena well, welcome the effing four!



Iya jadi setelah terrible two, threenager, sekarang kami sedang ada di stage menghadapi the almighty F-ing four-year-old. Dua bulan menjelang ulang tahun keempat, rasa-rasa "tantrum" ala umur 4 tahun lagi mulai dicoba-coba lagi nih sama Bebe.

Yang Bebe lakukan sejauh ini adalah, dia jadi savage dan drama banget kalau ngomong.  Seperti:

"Ibu, mikir itu pake otak" -- hanya karena saya bilang "bentar ibu mikir dulu"

"Aku nggak sayang appa lagi" -- FOR NO REASON. Lagi kalem, makan jeruk, tiba-tiba bilang gitu. Ditanya kenapa jawabnya "kemarin aku sayang, sekarang nggak sayang lagi" WAW. 😂

"Aku ga mau tidur, aku sedih ibu ga sayang aku"-- HANYA KARENA DISURUH TIDUR.

Yang terparah dia jadi gampang nangis banget kaya waktu terrible two. Gampang nangis karena hal-hal remeh. Misal, dilarang JG jalan di lantai yang baru dipel karena licin takut kepeleset. Dia tiba-tiba berkaca-kaca, meluk saya dan nangis sejadi-jadinya. Asli nangis kaya abis jatoh gitu kejer dan jerit-jerit. Padahal JG ngomongnya juga biasa aja nggak marah atau apa.

(Baca: The Terrible Terrible Two)

Dan itu sering banget. Cuma karena mobil-mobilannya jatoh ke bawah kasur aja bisa nangis berurai air mata. Sungguh dramatis. Kalau udah gitu biasanya saya nggak bilang apa-apa dan peluk aja.

TAPI YAH KEAJAIBANNYA ADA DI MOOD SWINGS-NYA.

Jadi lagi nangis kejer terus tiba-tiba dia memutuskan kelitikin perut saya dan tiba-tiba ketawa ngakak. NANGIS SEDETIK KETAWA DI DETIK BERIKUTNYA. Apakah ini prank videos? Di mana kameranya? Aku siapa? Mengapa aku diperlakukan seperti ini? T_____T

Tapi ya masih mending ini sih, kalau terrible two kan waduhhh, harus nunggu dia berhenti sendiri dulu kan dan itu mayan lama bisa 20 menitan. Kalau ini mah sekejap nangis sekejap ketawa gitu. Apa yang terjadi dengan dirinya sungguh kupenasaran lol.

via GIPHY

Catatan dari stage ini:

💣Gampang ngambek dan super sensi kaya cerita di atas.
💣Suka mengkhayal. Misal, bilangnya “ibu, appa tadi blablabla” PADAHAL NGGAK. Saya nggak mikir ini bohong sih tapi emang dia kaya berimajinasi aja gitu.
💣Kompetitif. Dulu pas umur 2 tahun, dia nggak peduli kalah menang. Kalau sekarang harus menang terus ya ampun. Kalau main suit gitu gimana mau menang terus ya sumpah ribet. Dan ini cuma bisa diceramahi dengan menang kalah itu sama aja kok, kadang bisa menang, kadang bisa kalah hhhh.
💣Control freak. Semua harus sesuai aturan dia, ibu dan appa nurut aja asal nggak bahaya.

So what I've been doing is: validate his feelings. Kalau dia marah ya saya bilang marah boleh, orang nggak selamanya harus senang. Sedih juga boleh, kalau sedih nanti dipeluk. Kecewa boleh, nangis boleh. Semua boleh, masa emosi aja dibates-batesin hahahaha.

Lagian kalau lagi nggak sensi, Bebe menyenangkan sekali. Udah nggak rempong pilih-pilih baju, udah nggak bergantung amat sama susu, udah jarang ngompol, jarang minta gendong, lagi enak-enaknya lah. Saya aja jadi berani beberapa kali ke mall sama Bebe. Dulu mana berani, taunya tantrum goleran di lantai kan repot.

(Baca: Threenager Comes Early)

Oiya, saya memang sengaja nggak pake istilah positif untuk stage-stage ini. Kan ada tuh yang bilangnya terrific two bukan terrible two, fantastic four bukan f*cking four. Saya harus pake yang negatif biar kalau dia lagi bikin pusing, saya tau ini adalah stage yang lagi dia jalani dan saya tau cara penanganannya. Makanya bisa dengan gampang ketawa karena ya saya tau sebabnya dia berlaku aneh.

Kadang kita stres mikir "ini anak maunya apa sih?!" nah itu karena kita nggak ngerti dia lagi ada di stage apa. Makanya stage terburuk itu harus disiapkan dan dicari tau. Kalau cuma liat yang positifnya aja, takutnya jadi stres pas anak (menurut kita) berlaku negatif.

Pernah tuh ada yang nanya kurang lebih "kak, kalau Bebe lagi ngamuk, kakak sama kak JG biasanya gimana?" Jawabannya "ketawain aja". KARENA BEBE LUCUUUU. #mulaihalu

(Baca: Halu-halu Ortu Baru)

Bebe nangis-nangis kejer itu lucu karena kita tau persis dia lagi kenapa. Makanya kalau ada suami-suami yang kalau anak nangis malah stres, itu mungkin karena mereka nggak ngerti, si anak lagi dalam stage apa.

Makanya saya paling gemes sama yang sebenernya nggak ngerti anaknya gimana tapi menghibur diri dengan "ya udalah namanya juga anak-anak" NO. Jangan meremehkan mereka kaya gitu, mereka tau apa yang mereka mau loh, kitanya aja yang kadang sok dewasa dan sok lebih ngerti dari mereka.

Begituloh gengs.

Selamat hari Kamis. Besok Jumat!

-ast-
LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

3 comments on "Well, Hello, The Effing Four!"
  1. mami sama daddy-nya nggak stress kalo anaknya nangis.. yg heboh adalah yangkung kalo denger cucunya nangis

    ReplyDelete
  2. Keponkanku 1.5 thn kalau nangis org rumah pada ketawa krn mikir itu lucu lol, i mean kita tau dia gk bener-bener nangis lucuuu deh pokoknya, kecuali kalau dia nangis krn susah ee kita jadi stress, dan bingung kasian...ya ampun nak sakit bgt ya susah keluar hehe

    ReplyDelete
  3. Aku selalu suka baca cerita tentang Bebe.

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)