-->

Image Slider

Belajar Make Up

on
Tuesday, December 20, 2016

Hai hai!

Saya masih dalam rangka belum balik semangat nih jadi mau cerita lagi aja, nggak review atau tips hahahahaha. Soal urusan make up!

Dari dulu saya seneng dandan, seneng banget. Tapi nggak ada trigger apapun untuk melangkah lebih jauh karena yaelah mau ke mana? Jadi saya dandan lengkap kalau mau ke kawinan doang. Dulu malah sempet pas kuliah message sama Aldo Akira di Twitter untuk ikut make up classnya tapi karena dulu masih di Bandung jadinya lewat gitu aja. Kemampuan dandan pun ya gitu-gitu aja, nggak canggih sampai kebanyakan follow beauty guru di Instagram loh kok tergoda!

Tergoda bikin mata warna-warni HAHAHAHAHA. Asli tergoda bikin mata rainbow dong. Buat apa? ya buat difoto aja. lol maap aku anaknya emang cemen. 😂

Terus ya udah deh mulai beli palette eyeshadow, sekali beli langsung dua, dua-duanya Sleek. Yang satu ultra matte brights, satu lagi Goodnight Sweetheart. Beli ultra matte karena itu mewakili tujuan mata rainbow banget semua warna ada, dan beli Goodnight Sweetheart karena bagus aja warna-warnanya rose gold gitu.




Itu belinya udah lamaaaaa, tapi baru dipakai 2 bulan belakangan. Karena apa? Karena nggak nemu waktu yang pas untuk mainan make up. Siang kerja, malem abis nidurin Bebe ya saya bobo juga lah. Sampai akhirnya JG beli sepeda dan minggu pagi sepedaan sama Bebe berdua. Mereka pergi dari jam setengah 7 sampai jam 11! YAY!

Saya punya 4,5 jam untuk dandan, hapus, cuci brush, dan mandi lol. Iya dandan cuma buat foto terus hapus aja kok lha mau ke mana juga. 😂 Seneng aja bisa foto cantik terus di-upload ke Instagram. 💅💅💅 Dan harus sempet cuci brush karena itu brush cuma akan dipakai minggu depannya jadi maunya minggu depan pake udah bersih lagi.

Ini hasil mata rainbow aylaf!



Satu hal yang saya sadari, skill saya jadi mendingan HAHAHAHAHA. Awalnya ya cuma bisa gitu aja, eyeshadow smoky eyes pake warna tanah. Blush on mah semua orang bisa ya, eyeliner juga. Lipstik duh siapa yang cuma punya lipstik satu kan zaman sekarang, kalian-kalian ini, hah?

Note ya, dandan biasa sama dandan di depan lighting itu beda. Dandan sehari-hari nggak akan nemu lighting mah gampang, imperfection nggak terlalu keliatan. Begitu lighting nyala, blar, bubar semua. Alis yang biasanya tampak rapi dan normal jadi aneh banget ternyata ga rata ketebalan strokes-nya.*halah*

Urusan alis ini aja diskusinya berjam-jam sama Nahla lol. Abis gimana, nggak tau harus gambar alis kaya gimana karena cara yang biasa saya pake sehari-hari ternyata jelek banget kalau depan lighting jadi saya harus temukan bentuk alis baru. Sampai sekarang sih alhamdulillah udah nemu lol. Udah rapi huhu aku bahagia.

Jadi ya, tahun depan mungkin saya akan sering-sering share foto dan video make up di Instagram. Iya di Instagram karena level kualitasnya emang cuma Instagram. Saya rekam pake kamera depan hp, edit pake iMovie dan VivaVideo. DAN BELUM BERANI BIKIN TUTORIAL!

Tutorial apalah gambar eyeliner aja berantakan. Gimana ya biar nggak berantakan, itu berantakan itu karena eyelids saya wrinkly banget jadi susah banget mau tarik garis smooth. Nanti lah browsing eyeliner for wrinkly eyelids. Huft.

Yes, nggak berani bikin tutorial karena nggak jago laahhh. Contouring aja masih bego, color correcting aja kadang bener kadang nggak. Jadi kalau saya upload video make up ya itu bukan tutorial tapi make up video lol. Anggap aja nonton orang make up. HAHAHAHA.

Ini video yang saya bikin kemarin:



Udah ah. Luv! Jangan lupa pada follow Instagram saya yaaaa @annisast!

-ast-





SassyThursday ft GesiWindiTalk: #TeamRealistis

on
Thursday, December 15, 2016
*Warning: Baca yang kalem karena manusia beda-beda dalam menanggapi sesuatu. Yang tidak setuju alias yang personality-nya kebalikan dengan saya mungkin ada beberapa kalimat di postingan ini yang bisa membuat tersinggung. Maaf yaaa. But you guys 'people with no feelings' will relate so much with this post lol*



Sering nggak sih dulu pas SD ada temen yang tiba nelungkupin muka ke meja, ditumpu tangan terlipat kemudian ... nangis?

ITU BUKAN SAYA. Saya baru mulai nangis di sekolah pas SMA (OH HORMONES), tapi tetep sebenernya saya terlalu malu terlihat lemah. Kenapa? Kalau menurut BuzzFeed itu karena saya masuk ke dalam kategori "people with no feelings" 😂

Baca yang lain di sini: #TeamRealistis atau #TeamMelankolis?

Pada pernah coba personality test Myers–Briggs Type Indicator nggak? Kalau belum bisa coba tes di sini: https://www.16personalities.com/

Hasil saya nggak mengejutkan, ENTP dengan yes T-nya itu 90% thinking, 10% feeling. *prok prok prok* *slow clap* 👏👏👏

Orang ENTP ini disebut The Debater. Kami sanggup berdebat dan berargumen selama tidak debat bersama orang tolol, sori, selama orang diajak debat juga pakai data dan argumen dengan latar belakang yang jelas.

ENTP selalu percaya diri karena kami tahu persis apa yang kami ucapkan. ENTP tahan di-judge, selalu mempertahankan pendapat, selalu bersedia serta tidak takut mengungkapkan pendapatnya meskipun ini membuatnya dimusuhi semua orang. Sounds familiar, eh?
Being so rational, ENTPs often misjudge others feelings and push their debates well past others’ tolerance levels. People with this personality type don’t really consider emotional points to be valid in such debates either, which magnifies the issue tremendously.
Ya, saya orangnya rasional banget, semua harus ada penjelasan logisnya, semua harus berdasar data dan fakta. Atau kalau menurut istilah orang-orang di sekitar saya, saya orangnya realistis, praktis, nggak mau ribet, nggak suka basa-basi. #TeamRealistis.

Dulu, sebelum tau soal urusan personality ini, saya suka males sama orang yang drama. Apa sih hidup kok disusah-susahin? Kalau pun susah, ya disimpen sendiri lah! Saya malas berbagi feeling saya, saya malas berbagi emosi karena untuk apa? Realistis ajalah. *here we go, logic*

Makanya saya nggak pernah ngeluh di sosmed, nggak pernah drama, nggak pernah upload kesedihan, nggak pernah share kesusahan, nggak mau orang tau kalau saya sakit.

Dulu saya selalu judge mereka yang upload hal sedih di socmed sebagai drama queen. Sekarang saya baru mengerti bahwa itu bisa terjadi karena orang menanggapi "feeling" mereka dengan cara yang berbeda-beda.

Ada yang seperti saya yang selalu mencoba menghindari hal-hal seperti itu karena saya tidak suka dikasihani. Saya akan merasa sangat awkward kalau harus bikin status sedih-sedih kemudian dikomentari orang. Kalau misalnya saya sakit terus saya chat di group kantor kemudian temen-temen kantor pada bilang "cepet sembuh yaaa" itu saya rasanya awkward sekali. Entah kenapa.

Saya bahkan hide semua tanggal ulang tahun saya di semua sosial media. Biar apa? Biar dikit yang ngucapin ulang tahun. Saya malaassss diucapi selamat ulang tahun oleh orang yang tidak saya kenal dekat.
Compliments make you super awkward because you have no idea how to take them.
Saya merasa sangat awkward diberi perhatian sama orang lain sampai nggak bilang-bilang nikahan dan lahiran. Nikahan nggak bilang-bilang karena selain awkward dan sayang uangnya, sebagian alasan lainnya adalah, saya malas basa-basi dengan orang yang nggak saya kenal dan saya nggak mau bikin orang repot-repot dateng ke nikahan saya.

Pas lahiran juga saya nggak bikin pengumuman "Telah lahir putra pertama kami blablabla" karena saya malas diselamati hahahahaha. Saya juga malas dijenguk, beneran deh. Call me weird but it's true!

Banyak lah orang yang dibilangin "selamat yaaa" atau "cepet sembuh yaaa" jadi semangat. Kalau saya justru lebih semangat kalau didiemin aja. Bingung nanggepinnya. Asli.

Iya iya ngerti ngasih selamat itu doa dan jenguk artinya sayang dan perhatian tapi untuk orang tanpa perasaan kaya saya, it's hell. Harus basa-basi berjam-jam padahal jaitan masih ngilu plus kurang tidur itu hell on earth banget. Hence this post, postingan marah-marah abis lahiran lol.
You have no clue how people can be so open with their feelings, when you’re constantly avoiding yours.
Ini menjawab kenapa saya sedikit sekali punya teman. SEDIKIT SEKALI. Karena buat saya, semakin sedikit teman saya, semakin sedikit pula orang yang harus saya jaga perasaannya. Menjaga perasaan orang lain itu prioritas nomor sekian dalam hidup, apalagi kalau orangnya kurang penting. Belum lagi harus jaga perasaan keluarga teman-teman kita, lah kalau bapaknya korupsi terus gimana dong susah banget mau bikin status benci korupsi juga.

Sialnya, ini juga berlaku sebaliknya.

Iya, berlaku kalau orang tiba-tiba nangis atau curhat sama saya. Saya nggak tahu harus gimana. Saya akan awkward dan mau kabur aja rasanya.

Ada temen kantor saya yang bisa lembutttt banget sama orang. Kalau ada yang sedih karena suatu hal misalnya dia akan rangkul, pegang tangannya, dipeluk. Saya? Bengong, awkward, menghindar. Nggak tau harus ngapain.

*ingat, feeling saya hanya 10% lol*

Di satu sisi saya senang karena saya bukan tempat curhat orang-orang. Buat saya, menjauh dari segala hal yang bersifat emosional itu menenangkan. Saya bukan tipe orang yang sering dicurhati orang kaya Gesi atau Nahla gitu karena orang males kali deh curhat sama saya terus saya jawabnya yes or no doang.

Misal ada orang nggak dikenal curhat:

"Mba kenapa ya saya susah sekali untuk mulai nulis blog? Saya butuh semangat"

Jawaban instant versi saya: "Oohhh duh, gimana yaaa"

*kemudian mikir keras harus bilang apa lagi yang bisa menyemangati orang itu* *dua hari kemudian* *lupa bales kelamaan mikir*

Jawaban instant versi Gesi atau Nahla: "wah ayo semangat mba, pasti bisa kok, mungkin butuh waktu khusus blablabla"

*jawaban motivator penuh semangat dan mengembalikan kepercayaan diri orang lain*

Sumpah gue nggak bakat sama sekali jadi motivator. -_______- Mba Windi juga dijamin jawabnya akan sekadar "OH, OKE SIP!" LOL

Kecuali yang curhat adalah temen deket yang saya tau persis latar belakang hidup dia dan dia nggak akan tersinggung kalau saya ngomong apa adanya.

(Baca: Tentang Berteman)

Maka dari itu, saya sering banget dibilang judes, dibilang heartless udah biasa saking kalau ngomong ya apa adanya sesuai realita. Nggak mikirin perasaan orang. Sebenernya bukan nggak mikirin tapi nggak kepikiran karena keburu menyebutkan fakta duluan. I only speak the truth and sometimes, truth hurts.

Nah tapi kadang saya bisa mellow parah gitu dan itu biasanya karena PMS. Kalau udah nggak ngerti kenapa saya mendadak drama, nah saya biasanya cek aplikasi iPeriod dan voila! paling 3-4 days remaining gitu sampai saya mens lol. Bahkan orang paling realistis pun kalah sama hormon. 😪 Saya sampai punya tag sendiri namanya "tentang hidup" kalau dibuka isinya postingan emosional akibat PMS semua. 😂

Jadi gimana? Masa nggak punya perasaan banget? Nggak pernah nangis?

Nangis dong SAMA JG TENTU SAJA hahaha. Lemah banget depan JG mah tidak berdaya, manja luar biasa lol, nangis terossss. Tapi di depan orang lain saya awkward kalau harus lemah, saya selalu menunjukkan saya pribadi yang kuat. Sama keluarga aja saya nggak pernah mau bikin khawatir, selalu kuat, selalu jadi orang yang ambil keputusan.

Sisi melankolis saya cuma di urusan pacaran sih 😂. Biasanya people with no feelings benci menye-menye tapi saya sukaaaa. Cuddling adalah hobi. Hahahaha. Deep down inside, saya melankolis, sama orang tertentu aja tapi hahaha.

Gimana sih katanya situ extrovert?

Iya saya senang ngobrol, senang basa-basi, tapi sama orang yang nggak saya kenal. Orang yang cuma sekali saya temui. Ya itu tadi, driver taksi online, mbak-mbak yang antri sama-sama. Saya ajak obrol mereka bukan karena saya mau berteman, tapi karena pengen ngobrol aja. Kalau lanjut jadi teman, eerrr, what about no?

LOL.

Lagi kalau orangnya nyebelin kan bisa langsung kita tinggalin detik itu juga. Semakin tua saya lebih memilih menghabiskan energi untuk orang-orang yang penting buat hidup saya. Jadinya malah kadang terlihat heartless sama orang lain yang kurang akrab. Ya maap, waktu saya sedikit, saya ingin habiskan dengan orang yang benar-benar penting. 💗

Enaknya jadi orang realistis adalah, nggak gampang tersinggung sama omongan orang. Nggak gampang masukin hati omongan orang. Nggak gampang baper, apalagi kalau memang benar hahahaha.

Kalau ada orang komen nyelekit tapi benar, saya biasanya "oh gitu ok". Tapi kalau kaya Nahla gitu biasanya "dia kenapa? dia salah apa sama aku?" HAAHAHAHAHA. Nggak salah apa-apa sih kan cuma nyebut fakta lol.

Kamu termasuk yang mana? #TeamRealistis bersama saya dan Mba Windi atau #TeamMelankolis bersama Nahla dan Gesi?

-ast-

Quote dari artikel-artikel BuzzFeed soal people with no feelings. :')




BOSAN

on
Wednesday, December 14, 2016

Iya gue bosen blogging deh gengs. Abis hawa-hawanya udah liburan gitu tapi kerjaan kantor masih banyak, jadi males banget luangin waktu buat blogging. 😣

Sebenernya ini bosennya udah dari kemarin-kemarin, cuma kemarin kok masih ada setitik semangat kejar 2 tahun 2 juta views, sekarang udah tembus 2 juta kok gue jadi hilang semangat hahahaha.

Kenapa ya?

*ini sok nanya kenapa-kenapa padahal mah males aja sih*

Gue sekarang mending bobo gitu daripada nulis. HHHHH WHY. Dulu nulis prioritas gue banget, sekarang bobo lah yang nomor 1. Bebe deng nomor 1, eh JG deng nomor 1. Auk ah semua nomor satu tapi bobo adalah yang utama hahahaha.

Gue cerita ajalah biar ya daripada nggak tau mau nulis apa. Cerita ini salah satu sumbangsih kegalauan gue juga HAHAHAHA. Jadi gini, kantor gue kan ngasih THR natal, pas banget dong sama momen Harbolnas. Terus gue semangat gitu yey yey harbolnas banyak uang yey! Terus setelah browsing sana-sini ... GUE NGGAK TAU MAU BELI APA.

T_______T

Beli baju sih beberapa biji tapi itu nggak dapet spark nya gitu *SUNGGUH BELANJA PUN BUTUH SPARK✨✨✨*. Karena THR itu harusnya dihabiskan gue kaya merasa harus beli sesuatu aja gitu.

(Baca: THR itu untuk dihabiskan!) --> katanya males blogging tapi masih niat insert link lol

Terus gue browsing-browsing make up mikirnya ya lumayan lah buat foto dan review di Instagram dan YouTube. Sampai gue menyadari bahwa untuk foto dan bikin video pun gue nggak ada waktu. Gue bahkan punya bahan video yang belum sempet gue edit karena ... nggak ada waktu.

Monmaap kalau YouTube jadinya nggak ada upload baru huhuhu. Di otak mah udah banyak pengen bikin ini ono ini ono kenyataannya zero, ziz, zero. Kapan punya 1 juta subscribers kalau gini caranya huuuu.

Jadi setelah gue pikir panjang, gue sedih karena ternyata yang gue butuhkan sebenarnya waktu bukan barang. Hiks. Catet ya, belum butuh barang, butuhnya waktu dan uang. Uang mah butuh lahhh, kalau pun nggak dipake belanja juga biar lah ya cek saldo bikin bahagia hahahaha. #hambauang

Kalau gue punya waktu gue akan bisa bobo dan blogging tanpa harus memilih. Tapi masalahnya kalau waktu gue banyak, uang gue sedikit hahahaha. Hidup adalah pilihan, pilih bobo atau blogging.

Terus gue jadi mikir tambah panjang ini kenapa urusan harbolnas doang gue jadi galau. Ada apa dengan hidup gue, akhir-akhir ini kok perasaan lelah banget bin lebay. Gue ngelirik ke kalender dan oh shit it's the time of the year! Ini emang jadwal-jadwalnya gue galau karena kerjaan kantor banyak dan kurang quality time sama JG! Hahahaha

Tahun lalu juga gue galau gila sampai nulis terus dikomenin orang katanya gue geje. Padahal gue 90% geje sih sebenernya kalau nulis. Liat aja, seberapa banyak sih tulisan gue yang bentuknya tips berfaedah gitu. Banyakannya mah curhat kan? Apakah curhat tidak masuk kategori geje?

Tulisan taun lalu, dipublish 18 Desember 2015: Calm Down, Deep Breaths.

Ya gitulah. Intinya gue nggak tau mau nulis apa tapi nggak tega juga kalau nggak update blog. Ini juga nulis udah jam 5 sore, schedule buat Rabu pagi. Nulis sambil nunggu ojek datang, kasian takut pada nunggu update di blog ini muahahaha kategori ter-geer award 2016 jatuh kepadaaaaa ...

lol

Tapi tenang, besok mah #SassyThursday tetep ada kok. Kasian Nahla hamba page views lol.

See you!

-ast-




Wardah Anti Aging Serum Review

on
Tuesday, December 13, 2016
Serum biasanya mahal ya, tapi Wardah Anti Aging Serum ini murah meriah. Ini review dari Wina. Saya penasaran sih, tapi lagi nggak butuh serum huhu. Katanya bisa menenangkan jerawat yang meradang loh. Simak yuk! :)







💖 Serum wajah yang halal dong pastinya dan made in Indonesia.

💖 Botolnya dilengkapi dengan pipet sehingga pemakaian lebih higienis.

💖 Sebenarnya serum ini travel friendly karena kemasannya yang mungil. Tetapi, perlu hati-hati menyimpannya karena botolnya terbuat dari kaca.

💖 Mengandung formula stem sel apel untuk melindungi sel-sel kulit yang paling berharga; Advanced Moisturizing Complex yang berfungsi menjaga kelembaban kulit lebih lama, 5 Botanical Extract yang melembabkan kulit, dan Peptide untuk menjaga elastisitas kulit. Mengandung antioksidan juga.

💖 Tekstur serumnya seperti lotion yang berwarna putih keruh.

💖 Dipakai pada malam hari, cukup teteskan satu tetes ke area hidung, kening, pipi kiri-kanan, dagu, dan leher. Segera diratakan karena cepat meresap.

💖 Rasanya ringan di wajah seperti tidak memakai apa-apa.

💖 Efeknya kulit lebih lembut, kenyal, dan cerah. Pori-pori mengecil sedikit.

💖 Saya masih jerawatan tetapi serum ini membantu mengeringkan dan mengempiskan jerawat yang meradang.



💔 Belum ampuh menghilangkan dark spot.

💔 Tidak berpengaruh pada kadar minyak pada wajah.

💔 Ada wanginya yang cukup menusuk hidung, kurang cocok buat yang sensitif wangi-wangian pada skincare.

💔 Material botol dari kaca sehingga harus hati-hati menyimpannya.



Rp 75 ribu untuk 17 ml



Sociolla



Yes



🌟🌟🌟🌟✰

4 out of 5

Sampai jumpa di #SelasaCantik berikutnya!
Follow Wina di social media dan main-main ke blognya ya!

BLOG | IG: @mrswynnz | Twitter: @mswynnz






#SassyThursday: Gampangnya Ribut-ribut

on
Thursday, December 8, 2016


Iya ini gara-gara Sari Roti. EH NO, gara-gara reaksi orang atas press release Sari Roti jadi kepikiran betapa gampangnya social media ribut.

Banyak yang memang komplain dan menyuarakan pendapat. Tapi banyak juga yang sekadar "eh nulis status ini deh soalnya lagi rame biar nggak ketinggalan". 😂

Baca punya Nahla:


Bukan cuma urusan Sari Roti ini ya, tapi keributan ini sering banget terjadi! Banyak banget hal yang sebenernya mah nggak perlu diributin sedunia maya eh tapi kok viral juga.

Saya sih kan anaknya kan selalu membanggakan anti mainstream ya jadi orang heboh meme ibu berdaster atau heboh ngomongin topik tertentu. YA GUE NGGAK MAU IKUTAN LOL. Apa yang orang lain bicarakan maka itu yang akan aku hindari. Karena ... males aja sama-sama orang lain. 😂😂😂 #ohsomillennials

Pernah semacam test the water atau social experience gitu bikin ribut sih tapi sekali doang abis itu ya udah. Cukup pengen tau gimana cara ibu-ibu menanggapi isu yang lagi rame di socmed. Tadinya itu buat bahan tulisan tapi kok ya males mulai nulisnya lol.

Kenapa orang seneng banget ribut di socmed?

Biar eksis

Modal kuota doang udah bisa jadi bagian dari sejarah. Ya siapa tau di Year in Review topiknya masuk trending topic kan bangga dong "oh gue ikutan juga tuh ngetweet itu". Kadang nggak tau-tau amat juga masalahnya tapi nge-tweet dululah, bikin status dulu lah, apa susahnya sih biar eksistensi di dunia maya tetap terjaga?

Karena terbaca banyak orang


... dengan mudah. Ya cyn kalau mau rumpi sama ibu-ibu kompleks langsung kan mesti ketemu dulu. Ini jarak memisahkan langsung bisa rumpi. Dari sekadar komen-komen sampai judge diam-diam dan dibawa ke WhatsApp group lol.

Hati-hati ada yang screenshot! WhatsApp group yang membernya lebih dari 5 orang sudah harus diperlakukan public sih karena kita nggak mungkin percaya banyak banget orang akan bisa menjaga rahasia. 😉

Karena bisa mikir panjang

Apalagi buat tipe yang nggak bisa diskusi atau initiate percakapan, status socmed bantu banget untuk buka topik.

Mungkin itu salah satu sebab banyak orang di socmed bawel luar biasa. Sindir sana-sini, berisikin komen orang, heboh di semua linimasa sementara pas ketemu di dunia nyata diam membisu. Ditanya aja jawabnya yes or no doang. Dih kalau di socmed mikir dulu yaaa? Apa malah googling dulu? 😂

Karena membela sesuatu dan kita merasa orang perlu tahu standpoint kita

Yaiya dong orang zaman sekarang kalau diam malah dibully. Kalau diam dianggap tidak punya pendirian. Padahal mah ya bisa aja punya cuma nggak mau bilang-bilang weee.

Setelah kasus Trump **KASUS** saya nggak percaya lagi kehebohan di dunia maya. Gimana nggak, kemarin itu semua media like SEMUA MEDIA anti Trump. Mereka semua bikin artikel anti Trump dan apa efek buruknya kalau milih Trump, boro-boro berimbang.

Eh taunya menang lol. Kenapa coba? Karena ternyata banyak yang diam. Ini baru ketauan setelah Trump menang dan mereka baru bilang kalau selama ini mereka diam karena takut dibully. 😉

Ingin tahu siapa-siapa aja yang sepemikiran sama kita

Iya alias ngetes doang. Soalnya kadang banyak yang bikin speechless. Pendidikannya tinggi, kuliah mulu perasaan tapi terus share berita hoax sambil ngotot. Ah elah. Gunanya apa sekolah tinggi-tinggi kalau riset hoax apa bukan aja nggak mampu. 😩

*

Nah memang poin-poin di atas juga bisa jadi blunder. Bisa jadi mencerminkan kepribadian orang yang sebenarnya.

Kita bisa dengan mudah menakar kadar emotional intelligence seseorang dari cara dia menjawab komentar, dari cara dia menanggapi orang yang tidak sepaham. Dari cara dia curhat masalah keluarga, mengeluhkan suami, cara dia bercerita soal tetangga.

Kita bahkan bisa tahu wawasan seseorang dari komentar dia pada isu-isu yang sedang hangat. Kadang suka kasihan jadinya sama orang yang udah ngotot tapi nggak tau cerita lengkap. Ngotot begini padahal ditanya detail, nggak bisa jawab.

Saran nih yaaa, saran nih. Sebelum bikin status atau debat sama orang, BACA DULU YANG BANYAK. Baca ya bukan gosip. Kalau males baca, jangan debat. Karena debat itu menunjukkan luasnya wawasan seseorang banget.

Atau ajak ngobrol orang yang sekiranya lebih tahu. Kalau saya, saya hampir selalu tanya JG atau temen-temen kantor dulu. Ada apa soal XYZ? Dia siapa? Backgroundnya apa? Diskusi dulu, cari tau dulu. Pasti ada pencerahan dibanding kalau kita cari tau sendiri. Kalau sudah gini kita jadi bisa jelas menentukan sikap. Ini mah tau berita cuma dari copas-copas orang di WhatsApp group, begitu ada yang bantah langsung bilang "dih bilang aja iri". GIMANAAAA?

Socmed emang paling aman untuk share foto liburan, barang baru, foto makanan, foto bayi, selfie, dan video panda. Setidaknya hal-hal yang nggak menakar intelegensia lol.

Btw nih ya dari sisi kecepatan, saya suka pengen ketawa sendiri kalau liat Facebook. Rata-rata pada telat amat. Di Twitter udah trending topic dari pagi, eh di Facebook baru ramenya malem. Di tempat lain ributnya udah mau selesai, di Facebook baru mulai. LOL

Jadi, ada topik keributan apa socmed hari ini?

-ast-