-->

Image Slider

Quotes of The Day

on
Friday, February 27, 2015


Jadi ceritanya lagi sibuk nih punya project baru. Namanya Stowy Project. Project pribadi ala-ala pengen bikin satu set emoticon buat di blog. Ehloh ternyata bikin emoticon itu menyita waktu sekalihhhhh. *hormat grak sama yang bikin emoji*

Karena waktunya abis sama si Stowy jadinya males nulis deh *alasaaannnn*. Terus karena kemarin baru bikin postingan tentang typography apps jadi malah keterusan mainan henpon. -_____-


Bikin ginian ajalah. Just for laugh.


Disclaimer: I don't own the quotes. They spread all over the internet actually. I just rewrite and make it pretty! :D


Motherhood is indeed a lifelong journey.




30+ Hal yang Harus Ditanyakan Sebelum Menikah

on
Wednesday, February 25, 2015
Tulisan ini terinspirasi dari obrolan santai beberapa teman yang sudah menikah disertai dengan keluhan "suami gue nggak mau bantu kerjaan rumah" atau "kalau nggak punya anak, gue mau suruh suami nikah lagi". Ini hal-hal yang saya tanyakan sama JG sebelum menikah. Jawabannya bisa jadi pertimbangan, layak dinikahi nggak nih ini orang? Sudut pandang pertanyaan dari perempuan. Jika merasa ada yang tidak sesuai dengan agama/kepercayaan masing-masing, skip pertanyaannya ya. Pertanyaannya nggak usah sekaligus ditanyain, cicil aja (semacam rumah). :D

***


Jadi, ceritanya udah punya calon. Calonnya kece, punya penghasilan tetap, punya asuransi kesehatan bagus, backgroundnya keren (macam foto Instagram), keluarganya baik, enak diajak ngobrol, restu orang tua udah di tangan, semua serasa perfecto. Ngebet dong pengen nikah secara semua sahabat, rekan, teman seangkatan sekolah sampai kampus kebanyakan udah nikah. Belum lagi keluarga besar dan handai taulan terus-terusan nanya: KAPAN NIKAH?

Yakin nih mau nikah? Ini daftar pertanyaan yang bisa didiskusikan dulu dengan si Mr. Right. Siapa tauuuu. siapa tau ya, ada jawaban yang nggak disangka. Better safe than sorry ya kan. Minjem motto website sebelah: selamatkan pernikahan sebelum dimulai. Jangan ragu mundur kalau ada prinsip yang nggak sejalan. Yuk!

(Baca: Rumitnya Menikah kalau pertanyaan di bawah ini nggak didiskusikan dulu)

Uang dan Pekerjaan

1. Siapa yang memegang kendali uang? Apakah semua gaji suami akan diberikan pada istri untuk dikelola? Atau apakah istri hanya diberi uang belanja sementara sisanya dikelola suami?

2. Apakah akan punya tabungan bersama atau tabungan masing-masing?

3. Gimana kalau penghasilan istri lebih besar? Apakah istri boleh berbelanja tanpa seizin suami? Apakah boleh berbelanja dengan UANG SENDIRI tanpa seizin suami?

4. Apakah istri tetap boleh bekerja? Apakah istri boleh TIDAK bekerja? Bolehkah bekerja setelah punya anak? Apakah jika penghasilan suami sudah cukup istri boleh tetap bekerja untuk aktualisasi diri? Apakah ada syaratnya?

5. Bagaimana pendapat tentang investasi untuk dana pendidikan dan dana pensiun? Apa investasi yang disukai?

6. Apakah setuju dengan sistem kredit? Apakah akan punya kartu kredit? Apakah tidak suka berhutang jadi akan membeli segalanya dengan tunai?

Anak dan Pekerjaan Rumah Tangga

7. Siapa yang akan melakukan pekerjaan rumah tangga? Pertanyaan ini harus di-breakdown: Siapa yang akan cuci piring, cuci baju, masak, beres-beres rumah? Apakah akan punya pembantu rumah tangga?

8. (Meski ini rahasia Ilahi tapi ditanya aja) Kapan akan punya anak? Ingin punya anak berapa dengan range berapa tahun?

9. INI PENTING: Gimana kalau sampai nggak punya anak? Apakah bersedia untuk adopsi? Apakah bersedia untuk bayi tabung/IVF?

10. Apakah akan menikah lagi jika istri tidak bisa punya anak?

11. Apakah boleh kalau TIDAK PUNYA ANAK? Yes, you have right to say: No kids, please!

12. Siapa yang akan mengurus anak? Jika istri bekerja pada siapa anak akan dititipkan? Apakah akan punya baby sitter? Apakah setuju jika diurus mertua atau orangtua? Apakah akan dititip di daycare?

13. Apakah mau membantu mengurus anak? Ini juga harus di-breakdown: apakah mau bantu ganti popok, mencuci baju, mencuci breast pump dan botol-botol, menyuapi, memandikan?

14. Bagaimana cara membesarkan anak? Apakah kualitas pendidikan penting? Apakah harus sekolah swasta atau sekolah negeri juga okay?

15. Apakah akan ber-KB? Siapa yang akan ber-KB? Dalam bentuk apa?

(Baca jawaban JG di sini: Mengapa Menikah?)

Tempat Tinggal

16. Akan tinggal di mana setelah menikah? Apakah setuju jika harus tinggal bersama orang tua atau mertua?

17. Bagaimana pendapat tentang LDR setelah menikah? Apakah istri harus ikut ke kota tempat kerja suami? Apakah salah satu bersedia meninggalkan pekerjaan untuk tetap di kota yang sama?

Mertua dan Keluarga Besar

18. Seberapa sering akan mengunjungi orang tua dan mertua?

19. Apakah ada hal yang kurang sreg dari mertua? Bagaimana solusi dan pola komunikasinya?

20. Apakah boleh memberi uang/bantuan untuk keluarga yang membutuhkan? Apakah akan memberi uang bulanan pada orang tua atau mertua?

21. Bolehkah membiayai pendidikan keluarga seperti adik?


Privasi dan Masalah

22. Bagaimana jika salah satu punya salah? Apakah akan berterus terang tentang semua hal? Apakah akan memendam masalah?

23. Bagaimana pendapatnya tentang KDRT? Apakah punya riwayat keluarga dengan KDRT?

24. Apakah suka memeriksa ponsel dan socmed?

25. Apakah punya niat untuk poligami?

Entertainment

26. Apakah senang traveling? Bagaimana pendapatnya tentang traveling with baby/kids?

27. Setelah menikah bolehkah punya me time? Bolehkah pergi sama teman-teman tanpa suami? Bolehkah pergi MENGINAP dengan teman-teman? Bolehkah pergi nonton konser atau bentuk me time lain? Bagaimana itu semua setelah punya anak? Apakah tetap boleh? Apakah perlu minta izin atau sekadar FYI saja?

28. Bolehkah punya binatang peliharaan?

29. Bolehkah punya teman pria?

30. Apakah merayakan hari ulang tahun? Apakah merayakan wedding anniversary? Apakah merayakannya dengan pesta atau hadiah? Apakah senang surprise atau diberi surprise?

***

Sudah ditanya semua? Pertanyaan terakhir:

31. Siapkah semua pertanyaan ini dan jawabannya dibuat sebagai perjanjian pra nikah?


Karena bahwasanya, manusia tidak akan berubah karena pernikahan. Manusia berubah karena dirinya sendiri. :)



-ast-




APPS REVIEW: BEST TYPOGRAPHY APPS!

on
Monday, February 23, 2015

Good morning everybodyyyy!

Supaya blog tambah kece badai, tiap postingan biasanya saya beri banner bertuliskan judul dan nama blog (seperti yang di atas ini). Fungsinya, agar ketika di-share, selain link, muncul juga foto itu. *penting* Nah terus ternyata banyak yang bilang: tutorial doongg bikin banner!

Kalau tutorial bikin banner sih sebenernya sama aja sama tutorial kolase foto yang buat header itu. Cuma ukurannya diubah dan dibuat jadi persegi. Nah, tapi banyak yang kesulitan kan ya pake photoshop. Dari nggak punya softwarenya, sampai susah karena belum biasa sama interface (tampilan) nya. Daripada ribet, mending pake henpon!

Iya, mending bikin aja bannernya pakai aplikasi di hp! Lebih gampang! Ini dia 3 aplikasi ponsel favorit saya untuk urusan typography. Dua pertama cuma bisa buat iOS, yang ketiga ada di iOS dan Android.

1. TYPIC+
typic+ app review

Typic ini kayanya paling umum digunakan soalnya simpel sekali. Tinggal ambil foto sebagai background, tambah tulisan, ubah warna tulisan, tambah shadow tulisan. Tambah berbagai doodles lucu yang bisa diganti juga warnanya. Recommended sekali deh! Typic ini harganya cuma $1,99 di Apps Store.
typic+ app review

Pilihan font-nya keren. Bisa tambah design, icons, doodles, places, dan words. Semua bisa diubah warnanya juga. Contoh jadinya seperti yang di bawah ini.

typic+ app review

Ada juga sih versi free-nya. namanya Typic aja nggak pake +. Tapi pilihan font dan doodles-nya lebih sedikit. Ada juga Typic Kids! Suka saya pakai untuk edit foto Bebe. Harganya $1,99 juga dengan font, frame, dan stiker khas anak-anak. Lucu banget deh!

2. PHOSTER

phoster app review

Saya udah pakai apps ini sejak pertama kali punya iPad 4 tahun lalu. Aplikasi keren karena seolah hasil foto kita jadi nempel di dinding macam poster! Kita bisa ambil dari template yang ada terus diganti tulisannya, atau bikin template sendiri. BEBAS! Phoster ini harganya sama juga $1,99 di Apps Store.

phoster app review

Pilih template dari sekian banyak yang keren-keren iniihhhh. Ganti tulisannya sama yang kita mau. Apps ini favorit semua orang dan direkomendasikan di mana-mana lho!

phoster app review

Kerennya lagi, setelah selesai, kita bisa pilih filter seolah image yang kita buat jadi serupa kertas. Namanya juga poster! Hasilnya seperti ini. Ini yang saya pakai di awal tulisan untuk banner.

phoster app review

Maunya gratisan? Ayolaaahhh, hargai usaha orang lain dong. Aplikasi gratisan memang banyak yang keren, tapi yang berbayar biasanya lebih keren. Kalau mampu beli iPhone/iPad harusnya mampulah ya menyisihkan 25 ribu untuk beli aplikasi. :D

Nah tapi buat yang nggak pake iOS atau keukeuh nggak mau beli, jangan berkecil hati. Aplikasi yang satu ini lumayan kece nih untuk yang maunya gratisan. Kebetulan available juga di Android.

3. Phonto

phonto app review

Phonto ini aplikasi sejuta umat juga sepertinya. Banyak yang pakai. Fungsinya kurang lebih sama, bisa tambah tulisan, shapes, dll. Pilihan fontnya banyak. Kekurangannya kalau dibanding Phoster, tidak ada template, jadi plek harus kreatif bikin sendiri. Dibanding Typic, nggak ada doodles-nya. Tapi kalau hanya untuk banner blogpost aja sih cukup banget pakai Phonto.

phonto app review


Hasilnya seperti di bawah ini. Lucu yaaa, bisa pasang icon orange kaya notifikasi di Instagram. :D

phonto app review

Intinya apapun aplikasinya, banyak belajar aja bikin banner. Jangan lupa intip-intip Pinterest untuk inspirasi desain-desain yang keren dari seluruh dunia. Biar tahu font apa yang sedang tren, desain seperti apa yang sedang disukai, dll.

Yuk! Have a nice monday!



-ast-




What is Inside My Make Up Case + Tips!

on
Friday, February 20, 2015
Sebagai emak-emak anti rempong saya strict banget soal make up case ini. Pokoknya benda di dalemnya harus ada sesedikit mungkin! Soalnya isi tas harus di share sama mainan Bebe. -_____- Saya ke mana-mana bawa beberapa mainan kecil Bebe in case pulang kantor mau mampir dulu ke mana gitu. Terlalu berat kalau make up case harus besar.

Jadi di tas cuma ada make up case kecil seukuran kotak pensil. Make up case besar ditaro di rumah aja. Saya selalu keluar rumah udah pake pake skin care+bb cream/cc cream. Bedakan kan cepet bisa di mobil ajah jadi nggak pernah bawa bedak di make up case.

Lagian kulit saya cenderung kering jadi nggak perlu touch up untuk ngilangin minyak. Selama alis kece mah apapun mampu saya jalani. Hahaha.

foto agak blur maklum foto dadakan >.<




Tips Manajemen ASI Perah Tanpa Kejar Tayang

on
Wednesday, February 18, 2015
Manajemen ASI perah untuk ibu bekerja.

Siapa di sini yang masih menyusui dan bekerja jadi harus pumping ASI tiap hari? SAYAAAAA!

Ini ceritanya sok-sokan mau ngasih tips manajemen ASIP karena banyak yah yang ternyata ASIP nya kejar tayang. Temen kantor saya yang suka pumping bareng, nyerah kasih susu formula di bulan ketujuh karena freezer yang tadinya penuh jadi kosong. Kejar tayang nggak kekejar, suforlah dikasih.

Saya sendiri alhamdulillah belum merasakan kejar tayang. Stok cuma di freezer kulkas atas aja. Pas Bebe 6 bulan, ASIP satu kulkas kecil (seukuran kulkas hotel) saya buang semua karena tanggalnya lewat 3 bulan dan donor ASI itu terlalu complicated (religion wise, I just don't want to do that so please judge, i don't care).

Sekarang tabungan saya cuma se-freezer itu aja. Kalau penuh, saya cari botol dengan tanggal terlama dan buang. Jadi dalam freezer itu jumlah botolnya akan tetap sama. Pertimbangannya karena so far, tabungan belum pernah terpakai karena Bebe selalu minum ASIP fresh yang dipompa kemarinnya. Pertimbangan kedua, listrik mahal banget gilak. Pake satu kulkas bisa irit listrik lumayan banyak. Pertimbangan ketiga, nggak perlu beli botol lagi. Tiap botol abis, cari tanggal terlama, buang, punya lagi deh botol kosong.

Oiya, saya selalu pake ASIP fresh buat Bebe, bukan ASIP stok. Fresh artinya ASIP yang baru dipompa kemarin atau kemarinnya lagi, nggak lebih dari seminggu. Jadi saya nggak pake sistem pakai tanggal terlama, tapi pakai tanggal terbaru. Nggak tega ah, masa Bebe yang 8 bulan dikasih ASIP untuk bayi 5-6 bulan. :D

(Baca dulu: Tentang 6 Bulan Ng-ASI)

Saya sadar diri baru menyusui 8 bulan jadi masih panjang perjalanan menuju dua tahun. Masih banyak sekali yang mungkin terjadi. Tapi tips di bawah ini mungkin bisa membantu ibu-ibu lain yang struggling karena kok ASIP nya tinggal dikit lagi? Kok rasanya pumping terus tapi kejar-kejaran? Mungkin ada yang salah manajemennya buibu, baca dulu ya!

Btw saya akhirnya sukses menyusui sampai 2 tahun 10 bulan. Baca cerita weaningnya di sini: Akhirnya Bebe Menyapih Dirinya Sendiri

1. Hitung jumlah kebutuhan ASIP

Ini inti dari segalanya keberhasilan ASIP tanpa kejar tayang. TULIS berapa ml atau berapa botol kebutuhan bayi setiap hari. Minta nanny atau neneknya untuk membiasakan diri selalu tulis minum berapa botol hari ini. Saya juga baru sadar saya selama ini bisa sisa, karena saya selalu cek laporan daycare Bebe minum berapa banyak setiap hari. Fungsinya sebagai gol untuk pumping besok.

Misal hari ini Bebe minum 500 ml. Artinya 5 botol ASIP berkurang dari freezer. Artinya besok saya harus pumping minimal 500 ml untuk ganti botol yang hilang dari freezer itu. GIMANA PUN CARANYA HARUS DAPET MINIMAL 500 ML. Nggak sekali dua kali saya pumping di mobil pulang kantor, sambil Bebe nenen karena hasil pumping di kantor masih kurang.

Masih kurang juga? Power pumping! Pumping sambil nenenin, sambil nonton film, sambil ngapainpun! Paling sedih kalau udah menjelang jam tidur dan stok masih kurang, mau nggak mau bangun jam 2 atau jam 3 buat pumping. KALAU NIAT PASTI BISA!

Saya juga bukan tipe yang sekali pumping bisa dapet sampai 300-400 ml. Sekali pumping itu kanan-kiri maksimal banget dapet 250. Standarnya saya cuma dapet 100-200 ml (total kanan-kiri loh), jadi memang harus nambah jadwal pumping. Mau nggak mau.

Saya mah anaknya ambisius banget kan ya, jadi golnya selalu saya lebihin. "Oh, Bebe hari ini minum 500 ml, okay besok harus pumping ENAM RATUS MILI". Dengan gol lebih gitu, akan selalu ada ASIP tertabung setiap harinya.

2. Weekend Supply

Hayoooo, siapa yang kalau weekend malah nggak pumping? Jangan dong! Weekend tetep pumping, meskipun cuma dapet 100-200 ml, weekend supply ini fungsinya untuk tabungan. Loh iya dong, kan buat Senin ada ASIP yang dipompa di hari Jumat! ASIP hari Jumat dipakai buat hari Senin, ASIP hari Sabtu-Minggu buat tabungan. Nah kalau sukses nambah weekend supply, logikanya udah nggak mungkin kejar tayang ya, karena selalu ada stok dari weekend. :)

3. Pompa saat penuh

Ini biasanya saya lakukan kalau weekend dan pengen nambah stok ASIP. Kalau payudara kerasa penuh, JANGAN DISUSUI KE BAYI. Pompa sampai terasa kosong. Kalau bayi mau nenen? Ya nenenin aja itu payudara kosong. Pengalaman saya, payudara kosong memang kosong kalau dipompa, tapi nggak bakal kosong kalau diisap bayi. Isapan bayi kan beda yah, mau kerasa kosong juga keluar aja itu ASI.

Nah sebaliknya, kalau payudara penuh terus malah disusui, nanti pas pumping pasti dapetnya sedikit atau malah nggak dapet sama sekali. Jadi sekali lagi, kalau kerasa penuh, pumping dulu!

(Baca: 13 Hal yang Hanya Bisa Dirasakan Ibu Menyusui)

4. Pelit sama tabungan ASIP

Saya pelit banget super! Dari Bebe lahir sampai sekarang, belum pernah pergi-pergi bawa ASIP. Bebe pergi sama saya, ngapain ngambil tabungan ASIP? Pernah sekali ASIP diambil untuk ngetes apakah Bebe mau dikasih via botol sama JG. Tapi setelahnya no! Mending saya repot nenenin Bebe di tempat umum, di mana pun, daripada harus ambil tabungan ASIP.

Saya nenenin Bebe di restoran, di mobil, sampai di kantor imigrasi. Kita aja lapar dan haus pengennya makan dan minum dong, sama juga hak Bebe untuk dapet makan dan minum dia secepatnya. Meskipun artinya harus diem di pojokan atau nyusuin sambil ditutup pakai jilbab. (saya anaknya malesan bawa apron, jilbablah bisa ditarik dikit jadi apron lol) NO ASIP WHEN YOU'RE WITH ME, BEBE! Hahaha

Banyak ibu-ibu yang memilih bawa ASIP aja karena ribet kalau harus nenenin di tempat umum. Harus pake baju menyusui (baju berkancing), harus ini harus itu. Buat saya, lebih ribet harus bawa cooler bag dan botol. Ribet harus cairin ASIP-nya. Ribet juga harus cuci botolnya nanti di rumah.

5. DISIPLIN

Ini yang paling susah ya kayanya. Saya aja tadi pagi bablas jadwal pumping karena keasyikan kerja *pencitraan*. Selalu kasih deadline untuk pumping. Misal mau pumping sehari 3x di kantor. Pumping 1 maksimal jam 9, pumping 2 maksimal jam 1, pumping 3 maksimal jam 4.

Saya sekarang cuma pumping 2x, maksimal jam 11 sama jam 5 sore. Jangan lewat jadwal! Karena kalau lewat jadwal dan malah bablas ke jadwal berikutnya, hasilnya nggak bakal jadi 2 kali lipat juga kan. Misal kalau sesuai jadwal: jam 11 dapet 200, jam 5 dapet 200. Eh jam 11 kelewat, pas pumping jam 5, nggak mungkin saya dapet 400 ml sekaligus. Mau nggak mau harus sesuai jadwal.

***
Nah tuh, tipsnya cuma 5 ternyata. Ditambah doa yang khusyu dan online dan offline shopping once in a while insya Allah ASI akan terus mengalir deras. Jangan lupa ngemall buat window shopping buibu. Sempetin beberapa menit sehari untuk ngerjain hobi juga bisa bikin happy. Buang jauh-jauh pikiran negatif. Usir orang yang selalu kasih aura jelek. :D

Ribet? Pernahkah ada yang bilang menyusui itu mudah? Menyusui itu susah karena harus berdamai dengan diri sendiri. Harus mengikhlaskan banyak sekali waktu. But believe me it's totally worth it! Worth the money and the health of the baby. :D

Kapan mulai mompa? Saya sendiri mulai mompa sebulan setengah sebelum masuk kerja soalnya malaaassss. Salutlah sama ibu-ibu yang bahkan di rumah sakit pun udah mompa. Saya baru mompa pas Bebe mau umur 2 bulan, itupun hasilnya habis karena si Bebe belajar pake soft cup feeder lah, belajar pake botol ini itu ini itu.

(Baca: Tentang Drama Pilah Pilih Dot)

Tapi yang lalu biarlah berlalu, sekarang mah doanya biar supply ASI lancar terus sampai tiba saatnya Bebe cukup usia untuk tidak ng-ASI lagi.

Semangat buibuuuu! :D

Follow Instagram saya yuk! Banyak cerita seru yang saya share di sana, mau tanya-tanya soal ASI juga boleh! Klik @annisast!

-ast-