-->

Because I Love You

on
Friday, October 26, 2018
Kalau ada satu pertanyaan dari JG yang saya malesssss banget super duper males jawabnya adalah "kok kamu sayang sih sama aku?"



Ribuan kali (lebay bodo amat) pertanyaan itu ditanya dan astaga saya terlalu males mikirin jawaban. Langsung ngerti banget ucapan orang-orang tentang "cinta itu nggak butuh alasan". Cheesy? Banget. Jijik? Nggak terlalu hahahahaha. Cinta nggak butuh alasan karena males mikir jawabannya ternyata.

Nah tapi kebetulan punya suami kok pressure amat ya PASTI DIKEJAR TUH jawabannnya. Penasaran sama pengen dipuji emang beda tipis. Pas masih pacaran saya sih jawabnya termales level "ya biar aja" atau "ya suka-suka akulah!"

Setelah nikah, masih keukeuh juga nanya, saya jawabnya asal-asalan tapi naik kelas dikit dan nggak perlu mikir jadi "ya soalnya kamu mau masak dan ngerjain semua kerjaan rumah tangga jadi aku leyeh-leyeh doang masa nggak sayang". Logikanya: semangat mengerjakan kerjaan rumah tangga = disayang. HAHAHAHA.

Sekarang, setelah dewasa (HALAH) kalau ditanya jawaban benerannya apa adalah ya karena kami satu prinsip. Prinsip ini fondasi nan fundamental banget sih bagi saya dan JG yang terlalu males drama. 99% prinsip sama = no drama. Karena dia memanusiakan saya dan saya memanusiakan dia. That's it.

(Baca dululah di sini: Laki-laki Itu Manusia)

Pertanyaan berikutnya. Kali ini buat kalian nih, berapa kali sehari kalian ngomong "sayang" sama suami atau sama anak?

Sayang itu ucapan bukan perbuatan katanya, ya diucapkan juga bikin seneng orang kan ya udah sih.  KARENA SAYA SIH BILANG SESERING MUNGKIN. Sesering mungkin sama Bebe HAHAHAHA. Sama JG rese dia kalau keseringan dibilang sayang tar repot kaya balita sugar rush XD

Kalau ke Bebe, saya bilang berkali-kali dalam sehari "aku sayang kamu lho" atau "I love you, Baby" (yang dijawab dengan "AKU BUKAN BABY!") Alasannya karena biar si Bebe yakin aja kalau dia disayang. Selain sayang, saya juga selalu tanya "Are you happy, today?" atau "Senang nggak hari ini? Ada yang bikin sedih?" Karena ya buat anak-anak apa lagi sih selain disayang dan senang ya nggak?

Sampai bulan lalu, thok saya cuma bilang gitu doang, saya nggak ngasih alasan kenapa saya sayang sama dia. Sampai liat postingan @humansofnewyork (HONY) yang ini.


Kalau tulisannya kekecilan dan nggak kebaca, ini quote si anak:

“I’m on the way to buy soft drinks for my mother. I also fetch water, and sweep, and help her wash clothes. She calls me ‘boss’ because I work so hard, but I love to help her because she cares for me so much. She buys me clothes. She reads me storybooks. She sings me gospel songs. She helps me with my homework. She gives me medicine when I’m sick. One time she baked my friend a cake because his parents couldn’t afford any presents. I’m going to buy her a house one day. She’s very dark and beautiful. I really have a wonderful mother.” (Accra, Ghana)

Sejujurnya langsung kaget dan terhenyak. Lho ini anak masih kecil kok ya ngerti soal definisi sayang sih? Diajarin ibunya apa gimana?

YA NGGAK TAHU LHA SAYA NGGAK KENAL KOK SAMA IBUNYA. Tapi postingan ini bikin saya mikir banget. Selama ini saya bilang sayang sayang sayang sama Bebe, si Bebe tau nggak sih definisi sayang itu apa? Jangan-jangan dia cuma tau sayang itu cium doang karena biasanya dia bilang "aku sayang ibu" terus cium. YA JADI RADA PANIK.

Kemungkinannya kan ada dua ya:

1. Si anak memang lovable serta jenius sehingga bisa mengambil simpulan sendiri bahwa ketika ibunya beliin baju, bacain buku, nyanyiin buat dia, bantu bikin PR, itu karena ibunya sayang. Karena ibu sayang, maka dia akan sayangin ibu juga.

2. Ibunya mengkomunikasikan ini. Ibunya yang bilang bahwa "ibu bantu kamu bikin PR karena ibu sayang kamu, kalau kamu sayang ibu maka kamu pasti mau bantu ibu"

Karena nomor 1 terlalu risky dan nomor 2 nggak terlalu sulit dilakukan ya udah akhirnya saya coba nomor 2. Dari situ saya jadi menambah kalimat sayang saya sama Bebe. Nggak susah kok cuma nambah kalimat doang.

Jadi setiap hari, sebelum tidur, kami kan selalu cerita apa yang terjadi hari itu. Bebe ngapain aja di sekolah dan ibu ngapain aja di kantor. Kadang kalau belum ngantuk banget ya baca buku dulu atau main dulu sama JG. Setelahnya, selalu saya sisipkan kalimat persis caption HONY:

"Aku senang cerita sama kamu, bacakan buku itu karena aku sayang kamu lhooo"

"Aku main-main sama kamu, mandikan dan pakaikan baju karena aku sayang kamu"

Jangan lupakan appa karena kan Bebe udah tidur di kamar sendiri ya, yang kelonin ya harus ibu jadi ibu yang harus sisipkan kalau appa sayang Bebe juga.

"Seru ya main sama appa, appa mau main sama kamu dan anter jemput kamu sekolah setiap hari karena appa sayang kamu"

Atau Bebe cerita "ibu tadi pagi aku sama appa kasih makan kucing". Saya jawab dengan "seru ya kasih makan kucing sama appa, appa mau seru-seruan sama kamu gitu karena appa sayang kamu loh" gitu.

Intinya itu, dengan berbagai macam alasan. Karena emang iya kan, itu dilakukan karena sayang. Efeknya ternyata wow banget!

Kalau ke saya sih si Bebe emang romantis banget ya peluk cium selalu. Tapi ke JG kan dia love hate relationship hahaha. Mana mau Bebe tiba-tiba cium appa gitu. Weh Bebe menganggap appa sebagai rival banget untuk memperebutkan ibu. Kasarnya misal yang marah ibu tapi yang dibenci tetep appa HAHAHAHA.

Setelah 3 minggu saya mengubah kalimat sayang, Bebe jadi sayang appa!

Bebe jadi suka tiba-tiba peluk dan cium appa juga. Dulu kalau bilang sayang bilangnya "Aku sayang ibu, nggak sayang appa" sekarang setelah pakai alasan dia bilangnya "aku sayang ibu dan appa" MANIS BANGEETTT. Dan itu nggak disuruh, dia sendiri bilang gitu. Manis cekayi anakkuuuu. *shameless*

Saya mau dia merasa disayang, saya mau dia jadi orang yang penuh cinta kasih pada sesama. Gimana bisa penuh cinta kasih kan kalau dia aja nggak tau bentuk cinta dan kasih itu kan ya?

Gitu aja sih karena saya terinspirasi banget sama postingan HONY itu jadi ya mau share juga sama kalian. Siapa tahu bisa diterapkan ke anak-anaknya juga yaaaa.

Hatred is everywhere, people still died in wars, let's teach our kids is about compassion, about how to care and love each other. That's the least we can do.

-ast-

PS: Makin triggered untuk ngajarin kasih sayang ke anak ini setelah baca genocide Rwanda (seriesnya HONY juga, bisa dibaca di IG mereka @humansofnewyork). Gimana kebencian sama etnis tertentu bikin orang saling bunuh satu sama lain. Bunuh tetangga sendiri, temen sendiri. Nggak kuat banget bacanya. T______T


LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

4 comments on "Because I Love You"
  1. "Sesering mungkin sama Bebe HAHAHAHA. Sama JG rese dia kalau keseringan dibilang sayang tar repot kaya balita sugar rush"
    Ngakak bagian itu..

    Thanks sharingnya, bisa dipraktekkan nih..

    ReplyDelete
  2. Anakku mikirnya sayang itu kalau dipeluk cium sama diajak beli kinder joy, wkwkwk. Sepertinya harus ganti manuver :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, itu telur berbahaya kinderjoy. Kayaknya ada narkoba dalemnya, anak anak ketagihan :p

      Delete
  3. Kok aku salfok sama bagian "Jangan lupakan appa karena kan Bebe udah tidur di kamar sendiri ya-" Boleh atuh kak sharing tips sampe Bebe berani tidur sendiriii. Atau udah ada tipsnya tapi aku skip ya? ehehe

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)