-->

Image Slider

#SolehaThursday: Kafe Jamban

on
Thursday, June 30, 2016

Beberapa hari terakhir ini timeline penuh dengan status-status mual, respon dari sebuah tempat makan yang menggunakan toilet sebagai mangkuknya. Saya, yang biasanya tidak peduli dengan hal-hal seperti ini, ikut mual.

Bok, soalnya yang dipake itu kloset jongkok aja beneran loh. Disemen pula jadi entah gimana ngangkatnya soalnya tampak berat. Nggak ada estetikanya sama sekali. Jelek, yang kebayang adalah toilet umum di pom bensin yang jorok dan bau. Hoek.

Baca punya Nahla di sini:

Sebenernya tempat makan berkonsep toilet itu bukan hal baru kan. Yang paling terkenal adalah Modern Toilet Restaurant dari Taiwan. Resto konsepnya toilet. Iya sama juga kok mangkoknya bentuk kloset.

Tapi nggak TERBUAT dari kloset ya, cuma bentuknya aja. Ukurannya kecil. Ada juga yang bentuknya wastafel kecil. Sekali lagi, BUKAN wastafel asli atau kloset asli yang dijadikan mangkok.

A photo posted by .. Aina💜.. (@ainaloria) on

Kalau di Jakarta sih ada Nanny's Pavillon yang di Pasific Place, yang sekarang udah tutup sih. Nanny's kan konsepnya beda-beda, ada yang garden, bedroom, dll. Nah yang di PP ini konsepnya toilet. Jadi ada kursi-kursi yang terbuat dari kloset duduk dengan dudukan kloset dilapis busa dan kain dengan motif cantik. Terus mejanya dari bathtub yang ditutup kaca. Cantik banget.

source

Kenapa Nanny's nggak bikin mual padahal orang makan sambil duduk di kloset duduk di interior toilet?

Karena design factor bro, alias faktor desain lah yang menentukan.

Yaiyalaahhh, si kafe jamban itu beneran kaya toilet di SPBU dipotong sama beton bawahnya terus dibawa ke meja makan ya kan. Sementara Modern Toilet USAHA banget bikin miniatur barang-barang toilet. Dan kalau Nanny's mah nggak perlu ditanya, yang suka shabby chic pasti cita-cita pengen punya rumah kaya Nanny's.

Peer buat pak dokter yang punya yah. Udah mah pake kloset jongkok biasa, ada semen yang bocel pula ya kan. Niat nggak sih.

Pleussss, rada kesel juga sama yang lebay abis nanggepin si kafe ini. Masa sampai ada yang mempertanyakan agama ibu-ibu karena muslim seharusnya senantiasa menjaga kebersihan dan tidak makan dari toilet karena menjijikkan. YAH ELAH.

Iya sih jijik tapi masa sampai suudzon level: memangnya ibu-ibu berkerudung itu muslim beneran?

Maksudnya nuduh orang bukan muslim pura-pura jadi muslim CUMA UNTUK PAMER FOTO LAGI MAKAN GITU? Sempit banget ya. Siapa tahu si dokter yang punya itu emang orang yang dihormati banget sampai ibu-ibu dan bapak-bapak ini nggak bisa nolak undangannya. Dan foto-foto saat launching kafe itu sungguh hal yang biasa sekali bukan.

Lagian serius banget nuduh orang segitunya? Pake bawa-bawa menghinakan agama.

Doh come on, lo aja kali yang melihat segala sesuatunya dari segi agama sampai nuduh orang seenaknya. Padahal eventnya sama sekali nggak ada hubungannya sama agama. Orang-orang kaya gini nggak belajar sopan santun. Agamanya apa sih?

Udah ya gitu aja jadi kesel soalnya.

Kthxbye.
-ast-




Midnight Sale

on
Tuesday, June 28, 2016

Hari Sabtu kemarin saya ada acara buka bersama temen-temen beauty blogger. Makannya di depan Senayan City. Sebagai anak Sency tentu pulangnya mampir dong yah, dan ternyata salah banget (entah bener banget) karena malam itu adalah Midnight Sale.

Ini pertama kalinya saya ke mall saat Midnight Sale karena tahun-tahun sebelumnya saya nggak pernah ke mall saat Midnight Sale. Bukan karena males penuh tapi karena pengen bobo. Bahkan barang sale nggak lebih indah daripada bobo.

Sency rame. Kaya Pasar Baru Bandung, nggak tahu kalau Pasar Baru Jakarta soalnya belum pernah ke sana. Pasar Baru Bandung di bulan puasa dengan jokes mertua saya yang nggak pernah basi “tong ka pasar baru bisi suku pahili”. Hahaha. Saking ramenya orang. Melihat ke lantai semuanya kaki, takut tertukar dengan kaki orang lain.

Ditambah di atriumnya dibuat acara megah berkemilau cahaya warna-warni. Dengan panggung yang juga warna-warni dan sungguh Instagram-able, melenggang lah model-model dengan baju karya Dian Pelangi. Semakin malam semakin random, dari sexy dancer berbaju rapi sampai tari bali semua tampil bergantian.

Yang seru, karyawan Sency (mungkin PR atau marcomm) nya memakai seragam polo shirt putih. Mereka memegang lonceng dan mengunjungi satu per satu tenant untuk membuat kegaduhan. Lengkap dengan alarm kebakaran dari toa yang dipegang seorang mas-mas. Mereka bergerombol berkeliling Sency dan berhenti di satu tenant bergantian.

“Armani Exchange, diskon 70% … blablabla kincring kincring xsdihsidhsfiovhdividuvb,” kata si bapak itu. Nggak tahulah nggak jelas ngomong apa, gimana mau jelas lah dia ngomong pake toa dan di sekelilingnya ada belasan orang bunyiin lonceng. Pusing.

*

Midnight Sale itu dimulai jam 8 tepat. Saya, JG, dan Bebe kebetulan sedang di Debenhams. Jam 8 tepat speaker pengumuman berdenging dan suara seorang perempuan mengumumkan Midnight Sale akan dimulai. Seketika mas-mas Debenhams berseragam polo shirt ungu sigap mengganti tulisan “Selamat Lebaran” menjadi angka-angka diskon. Wow.

Sudut bermain Lego gratis di bagian mainan yang biasanya hanya dikerubuti 2-3 anak, kali ini penuh. Bebe sempat kecewa dan bingung.

“Banyak orang ibu,” kata Bebe yang membuat anak perempuan di sebelah kanannya menggeser sedikit memberi tempat untuk Bebe.

Saya dan JG hanya berdiri saja di sekitar situ, JG sudah membeli satu mainan yang bahkan tidak diskon. Saya ingin membeli figurine Little Pony Princess Celestia yang diskon, tapi tidak punya alasan kuat. JG membeli mobil-mobilan bisa dimainkan bersama Bebe, saya main Little Pony sama siapa?

*tolong jangan bilang sama anak kedua lol*

Seorang ibu tiba-tiba datang terburu-buru, ia mengantar anaknya untuk bermain Lego dan berpesan, “Jangan ke mana-mana ya! Nanti mama ke sini lagi!” anak yang berusia seitar 9 tahun itu mengangguk. Ia mengambil beberapa blok Lego dan mulai bermain.

“Stay here ok, I’ll find mommy,” ujar seorang bapak dengan 3 anak laki-laki yang kehilangan istrinya. Tipikal anak-anak di mall Jakarta. Kalau mau mengajak ngobrol harus dengan bahasa Inggris dulu karena belum tentu bisa bahasa Indonesia.

“Ya udah kalau kamu ada yang dicari ya sana cari! Aku nggak apa-apa di sini!” seorang bapak lain setengah berteriak. Beberapa kepala menoleh. Istrinya melengos pergi mendorong stroller berisi bayi. Si bapak terjebak berdiri bersama kami. Menunggu anak bermain Lego.

*

Malam makin larut, Sency makin ramai. Barisan lelaki bersandar di depan Bershka, menunggu kekasih dan istrinya mengantri menuju kasir. Beberapa perempuan muda yang tampaknya satu gank sudah menenteng berplastik-plastik belanjaan. Mungkin isinya juga sama dan semodel karena baju yang mereka pakai malam itu pun seragam. Cropped top dengan legging atau off shoulder dengan hot pants.

Bayi dan balita sudah tertidur lelap di stroller masing-masing. Banyak nenek dan kakek melamun di kursi rodanya ditinggalkan sendirian karena terlalu sempit untuk mendorong kursi roda ke dalam store. Di satu sudut yang cukup luas para ayah bermain mobil-mobilan dengan anak laki-lakinya. Duduk di bawah selonjoran, menunggu para ibu selesai berbelanja.

Saya mencuri dengar satu ibu meminta anak remajanya kembali ke mobil … untuk mengambil koper. Tentengan mereka terlalu banyak, sulit membawanya. Si ibu bertanya pada anak perempuannya yang tampak seperti mahasiswi, apa masih ada yang mau dibeli?

“Ya kalau diturutin sih pasti masih ada yang pengen dibeli,” jawab anaknya.

Kami masih duduk di sebuah bangku di depan Topshop. Mengantri Chatime kemudian berjalan-jalan melihat keramaian. Bebe sudah tidur lelap digendong JG. Mampir ke toko roti kemudian pulang. Di luar parkiran luar biasa penuhnya. Parkir gedung tak cukup sampai-sampai barisan mobil mengular sampai jalan. Untunglah Sency punya jalan sendiri, tak terlalu membuat macet jalan lain.

*

Ini cuma cerita, nggak ada intinya hahaha. Cuma ingin berbagi suasana,maklum pertama kalinya datang ke yang namanya Midnight Sale. Penuh orang ternyata, orang-orang yang menghabiskan uang. Tidak apa-apa karena yang dihabiskan kan uangnya sendiri bukan uang saya. Nggak usah juga nyinyir tentang nafsu karena untuk apa? Siapa tahu memang uangnya banyak jadi menghabiskan sekian juta memang dengan akal, bukan dengan nafsu.

Lagipula orang-orang seperti saya juga senang berbelanja. Bedanya di online shop yang free ongkir. Atau belanja di Bandung yang harganya bisa jauh lebih murah daripada harga di mall Jakarta. Jauh sekali lebih murah.

PS: Midnight Sale diskonnya nggak seheboh itu kok. Entah kalau barang branded atau designer’s item ya, kalau level Pull & Bear, Bershka, Stradivarius sih biasa aja. Biasa banget, dikit banget diskonnya. Apalagi Cotton On, di plangnya tertulis harga berapa, di tag bajunya berapa. Yang berlaku tentu yang di tag baju. Terus dia pake tulisan gede-gede, sepatu 300ribu dua pasang. LAH MEMANG SEGITU KAN HARGANYA. Midnight Sale ini tidak lebih dari memanfaatkan momen orang punya uang dan mau menghabiskan uang.

Jadi, sudah sampai mana persiapan Lebarannya? Sudah belanja apa saja?






Ini Dia Pahlawan Baru, Ketua Arisan!

on
Monday, June 27, 2016
[SPONSORED POST]



Di 3 blog post sebelumnya, saya sudah bercerita sedikit tentang Arisan Mapan. Pasti banyak yang bertanya-tanya. Gimana sih jadi ketua arisan itu?

Seperti layaknya arisan biasa, Arisan Mapan juga bisa berjalan dengan baik karena peran besar dari sang ketua. Mereka biasanya orang-orang yang punya suara di komunitas masyarakatnya dan ingin membantu lingkungan sekitar mereka untuk bersama-sama meraih barang impian. Bingung nggak? Nonton video ibu Wiwin ini deh.

Ibu Wiwin ini adalah ketua Arisan Mapan yang punya 20 kelompok arisan! DUA PULUH! Satu kelompok berisi 4 orang yang menginginkan barang yang sama. Ibu Wiwin ini tinggal di Ciwidey, umurnya baru 29 tahun. Sebagai ibu rumah tangga dan ketua Arisan Mapan, ia bisa membantu ibu-ibu rumah tangga lain untuk mendapat penghasilan juga.

]

Udah nonton? TERHARU AMAT. Saya nggak pernah kepikiran satu blender bisa sangat berarti untuk orang lain. T______T

Nah, blender itu didapatkan dengan cara arisan. Jadi ibu Wiwin mengumpulkan minimal 4 orang yang butuh barang tapi belum bisa membelinya secara lunas. Mereka bisa memilih barang yang diinginkan dari katalog Arisan Mapan. Setelah diputuskan barangnya, ibu Wiwin lah yang mengumpulkan uang arisannya untuk kemudian dibayarkan pada Arisan Mapan.

Barang yang ditawarkan banyak sekali. Dari alat rumah tangga, elektronik, sampai baju. Sang ketua bisa menawarkan lewat katalog berupa majalah atau melalui aplikasi Rumpi Mapan. Jangan khawatir uang hilang, karena Arisan Mapan juga bisa pakai sistem COD, jadi uang arisannya dibayarkan saat barang diantar.

Arisan Mapan sendiri diselenggarakan oleh PT RUMA yang sudah terdaftar di Kementerian Perdagangan dan Asosiasi Pedagang Langsung Indonesia (APLI). Arisan Mapan sudah punya lebih dari 70,000 anggota di Jawa dan Bali. Bayangkan, ada 70.000 orang yang sebelumnya kesulitan mendapatkan barang!

Selain bisa bersama-sama mendapatkan barang impian, ketua Arisan Mapan juga berhak mendapatkan komisi karena telah menjadi Ketua Arisan dan menyelesaikan jalannya kelompok arisan. Komisi akan terus bertambah pada setiap periode dan dapat digunakan setelah kelompok arisan selesai.

Atas berbagai keberhasilan yang dicapai, tahun ini RUMA meraih Rekor MURI dengan kategori Arisan Barang dengan Peserta Terbanyak. Keren yaaa!

Mau jadi ketua Arisan Mapan dan membantu sesama untuk mendapatkan barang impian? Sign up di sini ya! Baca juga blog post saya sebelumnya tentang cara gampang untuk ikut Arisan Mapan.







Lewat Arisan Mapan, kita bisa jadi pahlawan untuk orang-orang sekitar. Karena pahlawan bukan siapa diri kita, tapi hal baik apa yang sudah kita lakukan paada lingkungan sekitar kita.

Masih kurang jelas? Baca di sini ya




***




Anak dan Pengambilan Keputusan

on
Wednesday, June 22, 2016

Suatu hari di sebuah toko donat.

Saya ke JG: “Kamu mau yang mana?”

JG: “Mmmmm” *mikir*

Saya ke Bebe: “Bebe mau yang mana?”

Bebe: *lari-lari di depan etalasenya dan menunjuk dua macam donat* “Mau ini, mau ini.”

Saya ke JG: “Kamu?”

JG: “Mmmmm” *mikirnya lama karena nggak tau mau yang mana* “Sh*t, kok Bebe tau apa yang dia mau dan aku engga?”

Separah itu. Separah itu JG nggak bisa ambil keputusan. We discuss everything, yes, but most of the time it’s me who decide.

JG aka suami saya adalah orang yang nggak bisa ambil keputusan spontan. Mau beli yang mana? Mau makan di mana? Mau pergi ke mana? Mampir makan malem dulu atau makan di rumah?

Pasti mikirnya lama. Makin sini makin membaik banget, udah jauh dibanding dulu pas pertama kali pacaran tahun 2011. Dulu parah banget sampai mau ngapain pun telepon saya dulu. Sebelum makan siang nelepon dulu “aku makan apa sekarang?”. Sekarang kadang masih kaya gitu kalau saya tinggal event dan JG berdua Bebe “aku jajan apa dong sayang?” LHA.

Tapi sekarang udah lumayan bisa ambil keputusan sendiri karena ya sayanya juga suka balikin. Apa dong? Maunya apa? Apa aja deh! Jadi sekarang udah pede ngambil keputusan sendiri. Dulu misal saya minta tolong untuk beli biskuit A, biskuit A nggak ada. Orang yang bisa mengambil keputusan sendiri akan memutuskan 2 hal:

1. Pulang nggak bawa biskuit
2. Ambil biskuit lain yang sejenis

Yang JG lakukan adalah telepon saya dan nanya mau diganti apa. Kalau saya nggak angkat telepon dia akan marah-marah dan nunggu sampai saya angkat telepon. Yes, harus saya yang memutuskan karena dia terlalu bingung untuk pilih biskuit lain dan nggak kepikiran jalan keluarnya apa.

Karena JG seperti itu jadinya kami sepakat kalau Bebe tidak boleh seperti itu.

(Baca: Ini hal-hal penting yang jadi tujuan saat saya membesarkan anak saya)


JG seperti itu karena sejak kecil selalu diberi pilihan yang aman oleh orangtuanya. Selalu dipilihkan apa yang menurut orangtuanya “terbaik”. Mau mainan apa tidak disuruh memilih tapi langsung dibelikan. Mau sekolah di mana langsung dipilihkan. Anak-anak seperti ini biasanya disayang orangtua karena dianggap sebagai anak penurut dan baik. Padahal ia bukan baik, tapi ia tidak berani mengambil keputusan lain selain keputusan yang diambilkan orangtua karena seumur hidupnya ia lalui seperti itu.

Orangtuanya juga jenis orangtua yang selalu khawatir. Naik panjat-panjatan dilarang karena bahaya. Sekarang ia takut ketinggian dan mengaku sejak kecil bahkan takut naik perosotan karena disuruh selalu berhati-hati, bahaya katanya.

Ada juga teman saya yang sampai sekarang tidak bisa menyeberang jalan, tidak bisa masak karena sejak kecil selalu dibilang kompor adalah hal yang bahaya. Tidak bisa mengambil keputusan mau kerja atau kuliah lagi. Sejak kecil ia juga tidak pernah diberi pilihan.

Dan orang dewasa yang seperti ini banyak sekali. Gawat sih karena ketika nggak bisa ambil keputusan untuk diri sendiri, bagaimana mau ambil keputusan untuk anak? Bagaimana bisa sukses dalam karier? *halah

Sementara ada anak-anak kaya saya. Yang sejak kecil selalu diberi pilihan. Yang selalu ditanya maunya apa, sukanya apa, ingin yang mana. Yang sudah punya 3 jahitan di dahi di umur 3,5 tahun karena masuk selokan. Saya tumbuh jadi orang yang percaya diri tapi … berantem terus sama orangtua saya saat remaja hahahaha.

Iyalah, seumur hidup selalu disuruh memilih, saat remaja saya nggak terima banyak dilarang. Saya pilih semuanya sendiri. Yes or no untuk jurusan sekolah, untuk jurusan kuliah, untuk kerja atau nganggur, untuk ngapain pun, itu adalah keputusan saya.

Bagaimana cara agar anak bisa jadi pengambil keputusan yang baik?


Beri pilihan

Sesimpel: mau susu coklat atau stroberi? Mau mainan yang mana untuk dibawa mandi? Ini keputusan paling sederhana untuk balita. Dan kalau sudah memilih, biarkan dia mengambil pilihannya. Jangan memaksa! Ngapain maksa anak kecil sih? Hal paling penting apa yang akan dia lakukan sampai kita harus paksa dia pakai jas ke kawinan padahal dia maunya pake kaos? Malu? Nggak pakai baju ke luar rumah itu malu.

Kecuali anaknya artis dan dia nggak mau pake baju yang klien minta ya. *sigh*

Jangan banyak dilarang


Kecuali sangat sangat bahaya seperti geletakan di tengah jalan raya, kami hampir tidak pernah melarang Bebe melakukan apapun. Asal tidak melanggar hukum sih silakan. Main perosotan naik dari perosotannya (bukan dari tangga) boleh, asal tidak menganggu anak lain. Mau nyeker di mall boleh, asal tidak menganggu orang lain.


(Baca: Saya tetap menggunakan kata “jangan” untuk anak saya)


Risiko tidak banyak dilarang ini adalah pengawasannya harus ekstra. Banyak orangtua yang sudahlah anaknya dilarang main ayunan aja daripada main terus jatuh? Loh ya kalau saya sih main ayunan aja ya tapi diawasi 100%.

Beri tanggung jawab


Anak umur 2 tahun bisa diberi tanggung jawab apa? Membereskan mainan sendiri, membuang sampah ke tempatnya, mengepel air yang tumpah, menyapu lantai yang kena serbuk biskuit dia, membawakan minum untuk ibu. Banyak sih.

Dengan meminta tolong pada anak, ia jadi merasa dihargai dan dibutuhkan. Makanya paling semangat Bebe kalau saya atau JG udah bilang “bebe tolong dong …” Pasti dia sumringah. Meskipun namanya bayi ya, kadang nolak juga. Ya kalau nggak mau jangan dipaksa.

Beri pujian

Kalau sudah diberi tanggung jawab, beri pujian. Hebat atau pintar sudah cukup. Bebe sampai pada level memuji diri sendiri kalau berhasil melakukan sesuatu “ibu alo pintar ibu”.

Hahahaha.

Ada orangtua yang menghindari pujian karena takut anaknya cepat puas. Go ahead. Kalau percaya dengan pola seperti itu sih silakan. Saya sih percaya, anak dua tahun mau mengepel lantai sendiri karena minumnya tumpah itu layak disebut “hebat” karena dia berani bertanggungjawab atas perilakunya sendiri.

Beri pengertian tentang rasa kecewa


Ini penting banget. Karena JG hidupnya sangat smooth, dia tidak siap dengan rasa kecewa. Kalau saya ikut lomba dan kalah, yang kecewa dia, yang sedih dia. Karena seumur hidup orangtuanya tidak pernah mau mengecewakan dia, jadi tidak tau rasanya dikecewakan.

Bebe sekarang boleh kecewa. Kalau dia ingin ikut menyetir saat mobil sedang jalan, biar Bebe nangis dan beritahu kalau itu namanya kecewa. Tidak semua hal yang ingin Bebe lakukan, boleh dilakukan. Bebe hanya boleh main setir-setiran saat mobil sedang parkir, bukan sedang berjalan.

Atau dia ingin nonton padahal sudah malam. Silakan nangis dan beritahu kalau Bebe kecewa karena tidak boleh nonton lagi, tapi Bebe hanya boleh nonton jam sekian dan jam sekian.

*

Susah? Nggak sih. Cuma namanya membesarkan anak mah ya harus satu suara sama suami. Semua akan lebih mudah kalau satu suara.

Susah nggak punya suami yang nggak bisa ambil keputusan? Nggak juga. Karena saya suka mengambil keputusan. Saya senang jadi decision maker. Malah suka bengong sekarang kalau JG tiba-tiba ambil keputusan sendiri, i’ll be like: “Seriously? Don’t you need my opinion anymore?” Tapi ngomongnya dalam hati.

Hahaha

See you!

-ast-

Disclaimer:

Setelah menulis ini, sebelum dipublish tentu saya kasih dulu pada suami untuk dia baca dan minta izinnya. "Because too much 'you' in it, I said". Dia setuju dan tidak masalah sama sekali. Juga saya tidak menganggap ketidakmampuannya mengambil keputusan adalah sebuah kekurangan.

Malah saya senang karena ia jadi bisa menyeimbangkan saya yang memang cenderung senang berpikir dan mengambil keputusan. Kalau suami saya juga tipe decision maker, maka kami akan banyak berantem pasti karena akan banyak ngotot-ngototan.

Untuk masalah "aib orangtua suami" alias mertua. kami juga sudah sering sekali membicarakan masalah ini dengan mereka. Dan saya sama sekali tidak menyalahkan mereka karena memanjakan anak dan cucunya. Membesarkan anak adalah pilihan. Pilihan mereka seperti itu, pilihan saya dan JG seperti ini. Mertua juga sadar benar bahwa mereka terlalu memanjakan anak-anak dan cucunya. Jadi kalau mau judge saya menyebarkan aib suami atau mertua it's ok. I have a really good relationship and  feel very comfortable around them so I have no worries writing this post.


Thank you!




The New Beginning

on
Tuesday, June 21, 2016


Alah judulnya. Padahal cuma mau bilang abis ganti template hahahahaha.

Udah berbulan-bulan lalu Nahla pengen banget template responsive. Saya lempeng aja karena nggak ngerasa butuh template responsive, toh yang sekarang dipake udah lucu dan nggak kenapa-kenapa. Tapi dia keukeuh.

"Tapi tampilan mobile bawaannya blogspot itu bapuk banget desainnya!"

Iya sih jelek tapi terus kenapa hahaha ringan juga kan karena bawaan blogspotnya. Dulu saya emang cuma pakai simple template bawaan blogspot terus desain header sendiri dan diutak-atik sendiri lah biar begini begitu.

Sampai tiba-tiba saya pengen ganti share button. Karena saya sebelumnya pake ShareThis, eh terus dia ganti tampilan blablabla intinya saya jadi nggak bisa buka analytic-nya. Dan ini sudah terjadi berbulan-bulan. Gantilah saya sama Shareaholic. Shareaholic ini menghitung share berdasar jumlah URL di socmed tujuan. Dan ternyata ...

POSTINGAN GUE BANYAK YANG SHARE BANGET YA?!

Postingan yang (menurut saya) amat sangat tidak penting aja ternyata share-nya bisa di atas 20. Kalau yang viral kaya gerakan tanpa setrika ini sampai 12ribu, atau bahkan postingan ini share-nya 21ribu!

Terus aku jadi pengen pamer dong jumlah share di tiap blogpost. Setting lah Shareaholic sampai aku menyadari kalau ternyata di mobile nggak nongol share buttonnya.

T_____T

Udah coba yang floating segala macem sampai hubungi helpdesk-nya Shareaholic nanya apa yang salah kenapa share button di mobile nggak muncul. Udah dibales sama mereka dan mereka nggak bisa jawab. Ini pasti karena tampilan mobile-nya blogspot yang amat sangat sederhana itu.

Sungguh tidak mungkin aku pamer sepotong-sepotong karena plis maunya di mobile juga muncul itu share button. Akhirnya diputuskanlah untuk ganti template aja ke responsive karena responsive artinya nggak ada mobile lagi artinya share button Shareaholic udah pasti nongol.

bukan bawaan blogspot dan bawaan blogspot

Kemudian bikin status di Facebook nyari yang bisa bantu desainin. Kenapa nggak beli aja? Karena template responsif yang beredar di pasaran itu nggak ada yang sesuai sama yang saya mau. Ini juga yang bikin Nahla maju mundur karena semua template responsive itu rata-rata white clean, putih bersih, nggak kaya hidup kami berdua yang sukanya nanas dan terong. :|

Status tidak membuahkan hasil. Akhirnya saya browsing di Etsy dan nemu satu template murah (cuma 3 dolar). Belilah untuk iseng ngeliat struktur html-nya, maklum pertama kali liat coding  responsive (dan ternyata ribet lol).

Terus ternyata pas upload header, headernya nggak bisa responsive. I’m too busy to figure out how to make it responsive so i prefer to buy another template hahahaha. Browsing lagi, akhirnya terdampar di page-nya Vefio Themes dan aku jatuh cinta.

Karena templatenya lucu-lucu banget. Ya sama sih kaya yang lain, white clean, putih bersih, super simple tidak berdosa. Tapi ada satu template namanya Olivey yang saya suka banget karena base-nya pink, harganya 9 dolar.

Pas liat nama dan lokasi, ealah orang Indonesia namanya Angga. Saya message Angga di Etsy dan mengkonsultasikan apa yang saya mau. Saya tanya apakah template-nya di lock? Apakah bisa dicustomize sendiri? Dia jawab bisa di-customize, nggak ada yang di-lock sama sekali. Soalnya saya liat banyak template free yang bagian tertentunya di-lock gitu jadi nggak bisa diotak-atik. Tapi itu mungkin karena free ya.

Sayangnya, template pilihan saya si Olivey ini nggak ada footernya. Saya juga ingin ada slider featured post di bawah header. Akhirnya saya hubungi aja dulu orangnya untuk tanya-tanya. Dan ternyata Angga ini ramah banget aku terharu huhu padahal aku banyak maunya hahahha.

Akhirnya saya minta base template Olivey, dengan slider featured post dari Adelyn, dan top menu Vanila. RIBET YA KAN. Olivey, Adelyn, dan Vanila ini semuanya template bikinannya Angga dan semuanya LUCU BANGET ASLIIII. Klik aja untuk demo templatenya.

Untuk keribetan ini a.k.a custom desain lah ya, kena charge lagi 5 dolar jadi totalnya 14 dolar. Totally worth the price!

Kenapa harus beli template di Vefio:
  1. Template-nya rapi, font pilihannya bagus jadi nggak pusing lagi pilih font, cantik-cantik semua
  2. Bisa custom dengan nambah biaya 5 dolar.
  3. Angga ramah dan service-nya bagus banget. Bintang 5 deh pokoknya. Angga mau saya tanya-tanya kode-kode tertentu yang pengen saya custom dan dijawab dengan lengkap sekali. Laff!
  4. Templatenya udah SEO friendly. Pas saya cek juga udah di-install open graph jadi (semoga) ga error lagi kalau share postingan di Facebook. Nggak perlu debug dan scrape ulang. *ok this is too technical*
  5. Bisa ganti header dan otomatis responsive headernya.
  6. Bisa custom sendiri semua opsi yang ada di bawaan template blogspot. Jadi bisa diganti semua background, header, font, warna, semuanya bisa diganti. Persis kaya Simple Template blogspot.
  7. Dikasih dua pilihan, auto read more dan non auto read more. Kalau pake auto read more postingan jadi rapi karena kepotong otomatis, nggak perlu pilih page break sendiri pas nulis.

Nulis ini nggak dibayar lohhh. Emang pengen kasih rekomendasi beli template responsive bagus aja karena ternyata banyak yang punya kesulitan yang sama.



Nah saya sendiri karena nggak suka sama template sepi, akhirnya install read more nanas sendiri. Masih suka agak error sih di device tertentu kaya iPhone 5, nanasnya kepotong. Tapi nggak apa-apalah, nanti ditelusuri lagi salahnya di mana. Dibantu Angga, saya juga ganti back to top button-nya dengan balon udara kesayangan yang sekarang ganti warna. Kemarin pink gonjreng, sekarang pink soft.

Dan kata Nahla ini masih terlalu clean. Iya sih, dulu warnanya terang banget sekarang pake pastel. Dulu backgroundnya aja polkadot lucuuuu. Pengen ditambah background polkadot lagi tapi nanti deh, sekarang menikmati dulu template clean ini. Hahaha. Template yang kemarin itu tepat setahun sih pas liat di folder desainnya, Juni 2015. :’)

Oiya yang belum tau, template responsive itu adalah template yang all devices friendly. Kalau template biasa kan cuma ada 2 mode, desktop dan mobile. Nah di template responsive, templatenya fluid, menyesuaikan lebar device yang dipakai. Kaya gini nih:


Template responsive juga biasanya lebih ringan dan yang jelas desain mobile-nya bisa sesuka hati, nggak lagi bawaan blogspot.

Jadi siapa yang abis ini jadi tergoda mau beli template juga? Hahahahaha. Boleh hubungi Angga aja. Tapi nggak dapet diskon juga sih, lah itu udah murah. XD

-ast-