The Terrible Terrible Two (Part Two)

on
Wednesday, November 16, 2016
Ya jadi minggu lalu saya udah cerita sedikit soal Bebe dan drama Terrible Two-nya. BTW kemarin terulang loh dia mau turun dari Grab tapi nggak mau pulang. Mau berdiri aja di pinggir jalan. WHY?


TIPS MENGHADAPI TERRIBLE TWO BY ANNISAST

Pahami jalan pikiran anak

Bahwa ya, kita harus memahami jalan pikiran anak 2 tahun. Apa yang tidak masuk akal bagi kita, mungkin sangat masuk akal bagi mereka.

Tempatkan diri pada point of views anak. Kadang mereka melakukan hal menyebalkan bukan karena ingin menyebalkan tapi karena mereka ingin mencoba hal baru. Kebetulan hal barunya menyebalkan bagi kita. Kadang loh ya, karena ada kalanya mereka juga coba-coba, kalau begini ibu marah nggak ya? Oh marah, oke nangis.

-__________-

(Baca: 5 Alasan Anak Perlu Menangis)

So far saya masih waras sih malah JG yang nggak sabaran. Padahal waktu hamil dia yang bilang "pasti kamu marah-marah terus deh, nanti Bebe sama aku pasti bisik-bisik ngomongin kamu". LOOK AT YOU NOW LOL.

JG sama Bebe berantem mulu kan saya yang pusing yah. Padahal pilihannya kan bilangin baik-baik atau diemin aja biar nangis. Nggak perlu jadi teriak-teriak berdua. 😥

Iya, bicara baik atau diamkan menangis

Yah, teriak-teriak atau membentak tidak ada gunanya percayalah. Ngomong baik-baik kadang masih didengar. Kalau masih terus ngamuk dan teriak-teriak ya udalah tinggalin aja asal tempatnya aman.

Kemarin malem Bebe rekor nangis berkali gara-gara hal yang tidak mungkin dilakukan.

1. Ingin diem di pinggir jalan. Nangis di depan pintu ruang tamu minta dibukain ingin ke jalan, udah pake sepatu sendiri pula. Setengah jam sampai saya tinggalin makan dulu. Selesai makan saya tanya: "Bebe mau apa?"
Bebe: "mau jalan-jalan"
Ibu: "oke sebentar ya ibu ganti baju dulu"

2. Kemudian dia sedih karena saya tinggal lagi KE KAMAR DOANG. Nangis lagi dong bilang "nggak usah ganti baju, ibu. Salo mau nenen ajaaaa". Oke akhirnya saya gendong, saya lepasin sepatunya.

3. NANGIS LAGI. Karena bete sepatunya saya bukain, maunya buka sendiri. Udah buka sendiri kemudian nenen kemudian tidur.

4. Setengah jam kemudian dia bangun DAN NANGIS LAGI WITH NO REASON! Apakah mimpi buruk? Saya tinggalin lagi di kamar sekitar 10 menit.

5. Akhirnya tenang, saya bukakan tempat minum, DAN NANGIS LAGI KARENA INGIN BUKA TEMPAT MINUM SENDIRI. Huft kemudian saya minta maaf dan Bebe bobo lagi.

INI ADA APA? T______T

Tapi ya memang harus gitu. Nggak saya teriakin, nggak saya bentak karena tidak ada gunanya gengs. Kalau bisa bicara baik maka bicara baik. Kalau tidak, maka tinggalkan sajalah dulu. Dia nangis juga terlama ya paling setengah jam lah, kuat-kuatin aja. Setelah 15 menit juga nangisnya mulai berjeda, nangis terus liat semut, nangis terus mainin gantungan kunci, nangis terus ngapain kek gitu. Diamkanlah.


Biarkan mandiri

Cuci tangan sendiri, gosok gigi sendiri, makan sendiri, pake baju sendiri, kenapa nggak boleh cuci baju sendiri? Kenapa nggak boleh masak sendiri? Kenapa nggak boleh main bola tengah malam?

Jadi selama kita mau dia mandiri, fasilitasi kemandirian itu. Fasilitasinya dengan ... kesabaran. Makan biarlah berantakan, pake celana biarlah 10 menit sendiri, mau cuci baju sendiri? Ya dibantu aja. Nggak pernah saya larang karena saya tidak mau melarang dengan hal yang tidak masuk akal.

Jadi itulah cikal bakal mencuci baju dengan random tanpa rencana di siang hari. 😑

Kompromi, beri penjelasan dan tepati janji

JG nih suka nggak sabaran. Jadi Bebe dimarahi. Padahal kenapa harus dimarahi? Dia tidak melakukan kesalahan, cuma bagi kita menyebalkan kan? Masa out of the blue nyuci siang-siang. Atau kalau memang berbahaya, ya jelaskan baik-baik.

Coba bilang kalau kita mengerti. "Ibu mengerti Xylo sedih dan kecewa, tapi kompor itu panas, bukan untuk mainan anak-anak ya". Jangan judgemental karena kita aja bete di-judge, anak juga lah.

Bebe juga nggak lagi di-time out karena kurang efektif. Cukup ditinggalkan saja di tempat dia menangis atau nggak ditanggepin, Bebe biasanya sudah cukup tersiksa. Karena meski dia super ingin mandiri, dia juga masih butuh ayah ibunya untuk mencari kenyamanan.

Biasanya kalau sudah menangis, saya bertanya "menangisnya sudah? kalau sudah minum dulu ya". Selanjutnya dia terbiasa meminta minum supaya tenang setelah menangis lama. Tidak boleh lagi berhenti menangis langsung nenen dalam rangka dia harus bisa berhenti menangis sendiri tanpa nenen.

Beri tanggung jawab

Ya, anak butuh penjelasan dan tanggung jawab. Misal "oke Xylo boleh menonton satu film lagi, tapi setelahnya Xylo matikan laptopnya kemudian tidur ya." Ulang dua atau tiga kali bahwa setelah film selesai laptop akan dia matikan sendiri kemudian tidur. Ketika filmnya selesai, tunggu dia untuk menutup laptopnya sendiri. Jangan langsung diambil alih.

*TIPS: Kalau setel film, startnya dari tengah film jangan dari awal jadi nontonnya ga lama hahaha*

Setelah film selesai, pilihannya ada tiga. Dia ngamuk ingin terus nonton (happened a lot), ngambek tapi nggak ngamuk, atau manis mematikan laptop dan menutupnya. Kalau ngamuk, maka harus konsisten. Simpan dan sembunyikan laptopnya, beri penjelasan dan biarkan menangis sampai berhenti sendiri. Jangan dimarahi!

Kalau dimarahi maka kita marah dan dia marah padahal sebetulnya tidak perlu. Tetap jaga tone suara. Kalau dia ngambek tapi tidak ngamuk, tagih janjinya. Biasanya mengulang janji beberapa kali udah luluh sih. Dia matikan laptop karena dia tau dia harus tepati janji.

Jelaskan juga tentang perasaannya, sejajarkan mata kita dengan mata dia "wah kalau muka Xylo seperti ini artinya Xylo sedang marah. Xylo marah dan kecewa pada ibu karena tidak boleh nonton lagi, padahal nonton itu seru ya? Tapi kan tadi sudah berjanji, ayo sekarang matikan laptopnya. ". Ulang dan ulang sampai ia mengerti.

Kalau manis, maka puji! Anak senang sekali dipuji karena keputusannya mematikan laptop seperti diapresiasi.

Konsisten dan kesabaran adalah kuntji!

(Baca: Kebiasaan Baik yang Harus Bebe Lakukan)

Tinggalkan anak kalau kita lagi bete

Buibu yang sendirian di rumah, sabar ya huhu. Kalau saya lagi kesel banget sama Bebe daripada teriak mendingan tinggalin dulu aja. Soalnya teriak nggak akan ngaruh sama teriakan lagi.

Kalau menerapkan tips-tips di atas saya jamin ketika anak meltdown ngamuk heboh, yang dirasakan bukan lagi kesel tapi pengen ketawa. Kadang ngerasa lucu aja sama jalan pikiran Bebe yang ajaib. Dan karena kitanya tidak berteriak, kita juga akan lebih santai dan tidak stres. Kalem ajah, namanya juga anak kecil. Jangankan dia, kita aja kalau emosi suka ingin teriak dan nangis kan.

Lagi dua tahun ini dia sudah tahu mengungkapkan sayang. Sering peluk-peluk dan cium-cium brutal saya sambil bilang "cium ibu kelas-kelaaasss!". Jadi yah, lucu HAHAHAHAHA. Anak sendiri dibilang lucu terus lah bodo amat.

Kenapa sih emangnya jangan dimarahi? Karena most of the time, anak nggak melakukan kesalahan. Dia nggak pukul temennya, dia nggak salah lah pokoknya, cuma mau melakukan hal nggak masuk akal orang dewasa aja jadi ngapain dimarahi? Malah kitanya capek sis, yang dimarahi juga akan tetep nangis.

Udah sih itu aja. Terrible two is still long way to go and there's still threenager phase lol.

Being a mom of toddler is how to cope with never-ending tantrums so take it as your daily dose of humor. Giggle instead of scream back. Don't be a tantrum toddler in front of your tantrum toddler. Be happy! :D

*ngomong gampang amat sis lolol*
*dih btw jadi kangen modern family amat*

-ast-
LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!
4 comments on "The Terrible Terrible Two (Part Two)"
  1. Kalo saya pribadi kagum banget loh beneran sama fase terrific two ini (yes, I try to be positive hahahaha). Bener-bener pas masuk 2 tahun kayak di-switch tombol rebel nya aja gitu ya? Anak saya yang sebelum 2 tahun nggak pernah tantrum sama sekali, bisa mendadak nangis karena hal yang nggak penting (menurut kita sih g penting :p). Masa kemaren nangis kejer karena..... pup nya nggak boleh di flush! Yakali dah mau disimpen e-e nya -__________-"

    Yatapi dinikmatin aja yah Sis, hahahha. Belakangan biasanya kalau anak saya nangis karena hal yg g penting, saya videoin. Trus masih sambil dianya nangis, videonya saya kasih liat ke dia dan bilang "Nih, kalau nangis dede mukanya kayak gini nih, ga cantik." Trus dia lupa deh sama nangisnya, malah minta ngulang2 videonya. LOL.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku sih udah biasaaaa, si bebe dari dulu emang tantruman banget anaknya. tapi kalau dulu tantrum dengan alasan masuk akal, lah sekarang nggak masuk akal juga nangisnyaaaa. iya aku pun videoin tapi kemudian dia malu gitu, bete sendiri hahahaha

      Delete
  2. Nyuci baju dengan random di siang hari -____- lol
    Pasti butuh kesabaran yang ekstra ekstra banget ya kak Icha. hihi

    ReplyDelete
  3. Wah kudu siap2 nih. Bayek baru setahun aja kadang suka nangis kejer kalo permintaannya gak terpenuhi. Eh gimana nanti umur 2 tahun =))

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)