-->

Ayo Bikin Rencana Kehidupan!

on
Thursday, December 12, 2013
Tulisan ini tidak disponsori siapapun. Kata JG, kami adalah agent of change. Kita semua adalah agen perubahan. Ayo berubah demi kehidupan, keluarga, dan generasi yang lebih baik!

Demi misi itu, saya mau sharing soal saya, JG, dan rencana kehidupan. Baca juga part keduanya Mengapa Membuat Rencana Kehidupan :)

***

Saya follow Ligwina Hananto @mrshananto dari sekitar tahun 2009-2010 awal. Ya sejak awal main Twitter lah. Sejak saat itu sampai sekarang mata saya terbukakan. Asalnya melek jadi melotot banget kalau ngomongin keuangan diri sendiri.



Saya khatam sama semua "ajaran"-nya doi. Bahwa pendidikan itu butuh dana bukan asuransi, bahwa anak harus diajarkan tentang uang sejak kecil, bahwa unitlink itu merugikan, bahwa menabung aja nggak akan pernah cukup untuk masa depan, bahwa reksadana adalah pilihan investasi terbaik untuk beberapa tujuan, bahwa di atas segala jenis investasi yang paling penting adalah menentukan #tujuanloapa, bla bla bla. Hapal di luar kepala.

Termasuk anaknya Teh Wina berapa namanya siapa, rumahnya dulu di mana, sekarang di mana, dulu kuliah di mana, kerja di mana, anaknya sekolah di mana, suaminya dulu kerja apa, sekarang suaminya kerja apa, keluarganya siapa, sodaranya siapa, waktu kecil tinggal di mana, pandangannya tentang susu formula bla bla bla *lila teuing follow jadi apal sagala lol*

Tapi ya udah lewat aja, nggak diaplikasikan ke dunia nyata. Padahal menurut bahasanya Teh Wina:

FINANCE SHOULD BE PRACTICAL! 

Yah namanya single kan, belum nikah. Mikirnya atur uang cuma buat bayar kost, makan, pulang ke Bandung, belanja, nabung. Yang penting uang sebulan cukup. Dana pensiun mah nanti aja, anak nggak punya, nggak punya tujuan lain juga. Paling mentok tujuan beli Macbook doang ya kan yang bisa nabung-nabung biasalah. SAMPAI AKHIRNYA NIKAH. Jeng jeng.

Kalau udah nikah ternyata maunya jadi banyak yah. Dulu ke mana-mana cuek aja naksi sekarang jadi mau beli mobil, mau beli rumah kedua, mikirin kalau punya anak dana pendidikannya gimana. Kepala mendadak pusing. Padahal gaji segitu-gitu aja, mau nabung, nabung buat yang mana dulu? Kok maunya banyak banget? Belum pengen ngisi rumah. Fine, mari kita gunakan financial planner. Hahahahha.

Saya email ke QM Sales. Diminta mengisi form keuangan yang di breakdown sampai perintilan dan hal yang nggak pernah lo bayangin dan remehkan setiap kali bayar kaya: bayar stnk, bayar PBB rumah, bayar ini itu banyaaakkk sekali. :O Selesai isi form itu janjian untuk ketemu di kantor QM Financial.

Ketemu pertama kali itu sama sales managernya @fxmario (jangan kaget liat Twitternya doi karena isinya JKT48 semua lol). Sama Mario dipresentasikan tentang membuat plan, #tujuanguesamasuamiapa *sigh*, dan membahas tuntas form keuangan yang udah diisi sebelumnya. Deal. Dikasih daftar harga untuk biaya pembuatan plan.

Bocoran yah, kali ada yang pengen bikin plan tapi takut mahal. Bikin plan itu (November 2013, nggak tahu kalau-kalau tahun baru naik kan) biayanya Rp 2,5 juta. Paket yang Rp 2,5 juta itu hanya membuat plan dan rekomendasi produk investasi/asuransi DAN KONSULTASI SEPUASNYA. Ya nggak sepuasnya sih as in tiap hari nanya-nanya ke planner, tapi kalau lo nggak bego-bego banget juga ngobrol beberapa SKS mata kuliah kali sama plannernya langsung kebayang kok mau dibawa ke mana hidup ini. *alah*

Paket yang termurah ini harus ke bank sendiri, harus registrasi reksadananya sendiri, semuanya dilakukan sendiri ya maklum atuh yah kan namanya juga paling murah. Paket berikutnya adalah paket apa namanya lupa -_____- harganya Rp 5,7 juta, mencakup bikin plan, ditemenin planner untuk segala tetek bengeknya, diingetin setiap bulan untuk bayar-bayarnya, dan review akhir tahun. Dan paket-paket selanjutnya mah harganya udah nggak saya liat lagi yah, sampai berapa puluh juta juga ada kan tergantung kebutuhan.

Saya sama JG ambil yang termurah aja. Pertama karena justru pengen tahu sendiri gimana rasanya terjun langsung ke bank, buka reksadana, hubungin orang asuransi, dll. Kedua selain lebih mahal paket yang 5,7 juta itu agak gengges kayanya. HAHAHAHAHAHA. Saya nggak diingetin siapa-siapa juga langsung bayar segala tagihan dan nabung kok setiap bulan. Males gitu mikirinnya tiap bulan ditelepon planner. XD

Lagian meskipun ambil yang termurah itu dibikininnya plan untuk seumur hidup kok. Bukan dibikin plan masa kini. Ya lagian namanya plan yah, rencana, Rencana mah buat masa depan ya kan. Dibikinin plan sampai pensiun. Cuma kan kalau tiba-tiba saya tahun depan jadi pemred gitu, gaji naik berlipat-lipat, ya pasti butuh penyesuaian plan lagi. Ya bayar lagi aja atuh dua setengah jutaaaa. Hahahaha.

Mahal? Coba itung-itungan deh sebulan buat jajan dan belanja abis berapa. Saya sama JG aja setelah keuangannya abis di-breakdown ada Rp 2.630.000 yang entah kemana larinya setiap bulan (diduga tersangka utamanya sushi tei sama online shopping -______-). Buat saya sama JG, Rp 2,5 juta cuma seharga sebulan cicilan rumah di Bandung, cuma seharga rumah kontrakan di Jakarta sebulan, kasarnya gaji bulan ini mendadak diambil Rp 2,5 juta mah nggak menggoyangkan rumah tangga gitu. Nggak murah, tapi nggak mahal juga. Buat seumur hidup loh!

Apa gunanya punya plan? Apa aja yang dibikinkan plan?

Gunanya adalah (ini definisi saya sendiri yah) untuk mengalokasikan uang yang ada untuk masa kini dan masa nanti. Namanya uang, gaji 3 juta abis, gaji 7 juta abis, gaji 20 juta juga kalau nggak bisa mengalokasikannya mah abis. Padahal cita-cita masih banyak, yang pengen dibeli luar biasa banyaknya. Apalagi kalau menikah dan hamil, dalam 6 tahun ke depan anak harus masuk SD loh! Masuk SD itu nggak murah! Cuma nabung aja nggak akan kekejar. Kenapa?

Karena menabung tidak melawan inflasi. Inflasi itu rata-rata 8% loh per tahun (ini kata planner saya namanya mas Yudit, nggak mungkin lah saya ngerti inflasi-inflasian kalau nggak dikasih tahu lol). Kalau cuma nabung yah, yang ada tabungan akan terkuras setiap kali anak masuk sekolah, tiap kali mau beli barang mahal. Makanya bikin plan! Bikin daftar tujuan, harus tercapai kapan, dan bagaimana cara mencapainya.

Poin yang dibikin plan juga nggak sedikit loh. Mas Yudit bilang, yang utama adalah Dana Darurat, Dana Pendidikan, Dana Pensiun. Kalau untuk proteksi, Asuransi Kesehatan sama Asuransi Jiwa. Ini semua penting buat masa depan. Kalian sudah punya yang mana? Belum punya?

Ayooo mulai bikin! Semakin kalian menunda "merencanakan hidup", akan semakin besar juga nanti uang yang harus dikumpulkan. Contoh sederhana, saya sekarang umur 25 tahun, akan pensiun umur 55 tahun. Berarti saya punya waktu 30 tahun untuk mengumpulkan dana pensiun. Coba kalau saya baru mulai di umur 35? Kan tinggal 20 tahun. Uang yang dikumpulkan jumlahnya sama, kalau sekarang nabungnya 30 tahun kalau sepuluh tahun lagi nabungnya 20 tahun. Kan lebih ringan sekarang.

Simpelnya, bikin prioritas dulu. Apa kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang. Jangka panjang tuh sampai mati yah. Termasuk biaya hidup sehari-hari kalau udah pensiun. Mau hidup susah pas pensiun? Mau repotin anak pas pensiun? Anak juga punya keluarganya sendiri yang harus dihidupi. Kewajiban kita menghidupi anak, tapi kewajiban anak adalah menghidup anak istrinya dulu, bukan menghidupi orangtua. Tanggung jawab sama hidup masing-masing.

Bikin daftar prioritas dan target tercapai. Misal beli rumah 2 tahun lagi, beli mobil setahun lagi, naik haji 10 tahun lagi, anak sekolah 6 tahun lagi. Terus pikirkan proteksi, sudah punya asuransi apa aja?

Udah pegel belum bacanya? :p

Di posting setelah ini saya jelasin satu soal dana-dana dan asuransi-asuransi itu (baca: Mengapa Membuat Rencana Kehidupan). Soalnya kalau di sini juga kepanjangan. Ayo rencanakan hidup kalian mulai dari sekarang!

-ast-




LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!
3 comments on "Ayo Bikin Rencana Kehidupan!"
  1. Hai mbak, salam kenal :) kunjungan pertama nih..
    Wah, lumayan juga ya 2 setengah jeti utk bikin plan :p tapi ya kalau emang bermanfaat kan jadi worth it ya mbak..

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau dipikir sekarang memang lumayan mahal, tapi ilmu yang didapet worth it banget. bisa diaplikasikan seumur hidup mbak. sepuluh tahun lagi 2,5juta ini pasti ga berarti apa-apa.. :)

      makasih sudah mampir mbaknyaaaa :))

      -ast-

      Delete
  2. jadi kepikiraaan kakaks.. sampe dtik ini, nikah 1 taun, kerja 3 taun, gaji segitu2 aja, foya2 mulu, BLASSSH. baca ini postingan jadi ngurut dada..

    seet daah, ternyata bener2 harus disiapin yaa, ga bisa dientar entar..

    makasii syekali, sangat bermanfaat.. :*

    @aayularaswati

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)

IG