-->

Page Views Bukan Segalanya, Siapa Pembaca Blogmu? (2)

on
Monday, February 15, 2016

Maafkan aku minggu lalu bolos Monday Techno. Huhuhu. Ini pun menulis sambil nunggu press conference yang udah ngaret 1,5 jam. -_______-

Okai, jadi sebelumnya kita sudah membahas tentang page views dan users ya. Di postingan hari ini saya akan membahas tentang mendefinisikan pembaca blog.

Mendefinisikan pembaca blog adalah next step setelah menentukan niche blog. Oke jadi blognya adalah travel blog. Siapa pembacanya? Berapa kelas umurnya? Di mana status sosial ekonominya? Seperti apa karakter pembacanya?


Untuk annisast.com, saya selalu mendefinisikan pembaca sebagai seorang istri atau ibu yang punya kehidupan seru dan nggak membosankan, percaya diri, millenials atau berusia 22-35 tahun, bekerja (atau tidak bekerja, tapi sudut pandang selalu dari ibu bekerja :D), modern, dan open minded. Jadi kalau ada yang merasa tersinggung sama postingan saya, this is not for you. :)

Fungsi mendefinisikan pembaca adalah, untuk menentukan desain blog, menentukan gaya bahasa, menentukan topik yang akan dibahas, sampai menentukan akan bekerja sama dengan brand yang seperti apa.

Jadi saya hanya membahas seputar topik yang kira-kira akan diminati oleh orang yang sesuai dengan profile pembaca saya. Saya akan pikir panjang menerima job review tentang mobil misalnya. Kecuali dibayarnya pake mobil HAHAHAHAHHAHAHA. Loh iya dong, gimana review kalau nggak nyoba? LOL

Ya anggaplah saya dikasih pinjam mobil untuk direview selama seminggu misalnya. Saya tidak akan membahas tentang mesin,  fitur-fiturnya, blablabla. Yang dibahas adalah, luas nggak? Stroller muat nggak? Carseat gimana? Irit nggak dipake ke luar kota? Lagian soal mesin kayanya ibu-ibu kaya saya mah nggak peduli. Asal warnanya kece, modelnya bagus, luas, kelar.

Makanya saya juga menolak job tentang asuransi berunitlink karena sungguhlah ibu-ibu modern sudah tidak akan terjebak pada yang namanya asuransi pendidikan. Saya juga tidak menerima job tentang (again, misalnya) review website untuk jual beli rumah, karena saya yakin tidak ada calon pembeli rumah yang akan mencari info seputar rumah ke blog saya.

Begitu pula dengan lomba blog. Saya tidak pernah ikut lomba blog yang tema atau produknya tidak sesuai dengan niche blog saya. Karena gimana ya, emang sih blog ini blog saya sendiri tapi kurang rapi aja gitu keliatannya. *perfeksionis* lol

Saya juga tidak menerima placement artikel (artikel yang disediakan klien, kita tinggal upload) karena yah, agak kurang sreg lah menerima artikel yang tidak ditulis sendiri. Beda dengan media mainstream, sehari ada 100 artikel, ada 2 placement (advertorial) ya nggak keliatan. Kalau blog? Seminggu 2x posting, yang 1 placement kan rasanya gimana gitu.

Seperti ituuhhh. Jelas ya.

(Baca juga: Tips Sangat Simpel untuk Mengoptimasi Blog)

Ketika semua sudah jelas terstruktur, brandingnya pun akan semakin jelas. Menurut saya lucu aja, blog tentang beauty tapi ikutan lomba blog review mobil.

Tapi blog aku mah blog lifestyle aka random ajah kakaakkk!

Jangan jadikan itu sebagai alasan, anak muda! Karena blog aku juga isinya random tapi semuanya tetap terstruktur! LOL

Lifestyle tentu saja bisa didefinisikan juga profile pembacanya. Karena gaya hidup itu terbagi sekali terutama berdasar kelas ekonomi. Oke blogger lifestyle, lifestyle yang mana? Yang nongkrong di Solaria atau Olivier? *ehm* Yang liburan pakai AirAsia atau Singapore Airlines?

Yang pakai skin care Juara atau skin care beli di Indomaret? Ini bukan menghina atau merendahkan ya, tapi sayang aja kan mereview Juara ketika target pembaca kamu bukan mereka yang pakai high end skin care. Nggak tepat sasaran, sissss. *dan yes saya baru dikasih produk sama Juara muahahahaha biased banget* XD

Ini kerasa banget saat saya gabung di LINE@ (LINE@ saya @annisast) yang ternyata isinya 98% remaja lol. Saya review hand cream The Body Shop (79ribu aja padahal harganya), mereka bilang mahal mahal mahal. Setelah itu di LINE@ saya akhirnya review produk di bawah 50ribu atau kasih tips yang sesuai sama dunia remaja. Nggak bisa dipaksakan review yang sama dengan di blog atau Instagram.

Bisa banget ngeles gini: "ga apa-apalah ga tepat sasaran juga, yang penting ngasih info." Brand itu ngasih kita job karena berharap conversion loh. Berharap orang terpengaruh dan ikut beli. Jadi ya, rada kurang wise kalau kita hanya sekadar share tanpa memikirkan itu.

Ayo siapa yang jadi terpengaruh beli SK-II setelah posting SK-II aku? Atau beli Samsung J5 malah? Nggak ada yang lebih membanggakan dari komentar: "jadi pengen juga deh" di sebuah blog post apalagi blog post review. Dan di daycare Bebe, udah ada 3 anak yang masuk karena sebelumnya baca-baca soal daycare di blog ini. *proud* *minta diskon* LOL

Waktu ngobrol sama Heidi Nazarudin, foundernya Blogger Babes, dia sempet bilang kalau dia bahkan nggak hadir ke event hits Coachella Festival padahal diundang. Karena apa? Karena profile pembaca dia bukan tipe yang akan hadir ke acara tersebut.

Dia bahkan tidak pernah upload foto di Instagram ketika outfit yang dipakai nggak matching dengan niche blog! Niche blog dia fashionable career woman btw. Jadi dia hanya akan upload foto kalau lagi pakai outift yang sesuai aja. Keren pake banget!

(Baca juga: 5 Artikel Monday Techno yang Wajib Dibaca)

*

Dan garisbawahi, mendefinisikan pembaca ini tidak wajib. Suka-suka kalian ajalah yang punya blog. Tapi kalau mau blognya rapi, menarik, punya loyal readers, plus yang baca bukan temen-temen sesama blogger doang, ini penting menurut saya. Kita akan punya kedekatan dengan pembaca karena kita bisa menyentuh hati mereka. Bisa seolah ada di posisi mereka dan menceritakannya dari sudut pandang kita. :')

Oiya, kalau mau nanya urgent dan pengen diskusi, komennya pake Facebook ya. Kalau komen pake blogger, nanti kalian nggak dapet notifnya lagi kalau aku bales. Kalau komennya di komen Facebook, pas aku bales kalian dapet notifnya lagi. Komentar via Facebook ada tepat di bawah postingan.

See you!

-ast-

(Artikel Monday Techno lainnya klik di sini ya)





LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!
38 comments on "Page Views Bukan Segalanya, Siapa Pembaca Blogmu? (2)"
  1. Terima kasih pencerahannya, mbak. Jadi lebih baik nentuin niche sendiri dulu atau ikutin profile pembaca?

    Oh iya, cara tahu profile pembaca pakai apa ya, mbak?

    Thank you :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. niche dulu sih karena ini sebenarnya kita yang atur semua. kalau niche udah ditentukan, profile udah jelas, terus-terusan posting dengan tema sesuai profile, pembaca terbentuk sendiri. :D

      Delete
  2. Wah, seru banget baca post annisast pagi2 gini.
    Berasa dapat pencerahan :D

    Blog aku seh kayaknya pembaca nya rame remaja karena kalau review brand lokal pada banyak banget pembaca atau yg harga nya masuk ke anak sekolahan. Beehh rame :D
    Kalo brand high end, kayak adem ayem sepi.. Hehe
    *jadi curcol

    ReplyDelete
  3. Jadi mikir gara-gara baca ini. Huhuuu
    Pembacaku siapaaaa :v

    ReplyDelete
  4. Apa bisa kita rapihin Postingan blog gadogado, maksudnya beberapa Postingan yang ga niche kita impor ke blog lain/baru atau baik nya gmana ya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleehh. atau mulai mendisplinkan diri juga boleh, ga perlu pindah hehehe

      Delete
  5. Aku ibi rumah tangga milenial full time mommy bahkan sampe kepoin ig mu. Ig bebe juga LOL
    Walo kadang ga paham sm monde tekno aku tetep baca. Yg sering ditinggu rabu ibu sassy tusde sm famtalk eh kadang kepo juga soal trit ast n jg

    ReplyDelete
  6. Blog gado2, karedok punya saya yg baca siapa yaa heheuu. Oia, tapi saya bkn working mom chaa :D tetep baca blog ini..

    ReplyDelete
  7. selama ini nulis-nulis aja... ngga mikir pembaca blognya siapa.. jadi mikir mungkin ini saatnya menentukan target pembaca..
    makasih mba icha :D

    ReplyDelete
  8. Aku tuh kalau login di blog, mengamati dashboard dulu, apa yang terbaru dari para pengunjung yang datang, stats, dan segala macamnya.
    Malah suka kelamaan di dashboard malah lupa update blog :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bahahaha.. Aku sama banget ama makpuh ��

      Delete
  9. klo dilihat-lihat sih.blog aku blm nentuin niche yang pas banget...laaahh
    kok udh lama ngeblog msh bingung

    ReplyDelete
  10. ini yang harus saya pelajari, menyentuh hati pembaca dengan tulisan. sekarang ini nichenya masih gado gado. tapi sudah ada jadwalnya untuk post...

    ReplyDelete
  11. Hmmm... Blogku sih sbnrnya udh niche, krn aku cm membahas ttg traveling dan kuliner. Tp mmang utk pembaca msh luas cakupannya krn aku sndiri traveler yg suka2 mba :D.. Kdg kalo lg pgn traveling ke negara yg lumayan mahal living costnya, aku ngikutin std mereka. Tp kalo lg k negara2 yg murah, ya ngikutin juga :D. Gitu juga ama review kuliner, mulai dr yg fine dining ampe warung kaki lima :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga apa-apa tapi sudut pandangnya tetap kita. misal menentukan "mahal" dan "murah" untuk sebuah resto kan tetep kita. kalau menurut kita makan fine dining masih ok, ya berarti itulah kelas sosial yang kita bidik. *halah

      Delete
  12. Sejak kpn km pakai 'saya'? Kayaknya dulu nggak saya saya an deh. *ga nyambung*

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku dari dulu pake saya kookkk. cek aja posting sejak blog ini ada juga pake saya kok. XD

      Delete
  13. Aku sih ngak pake niche nulis aja yg ada di isi kepala tapi bener juga neh apa yg emak bilang sesuaikan tema lebih asik bacanya ya

    ReplyDelete
  14. gak pernah ikutan lomba blog atu review rumah... emang ga berasa cocok sih..he2

    ReplyDelete
  15. Masih susah banget buat niche mbak ichaa..
    Yang bisa konsisten dan niat banget sesuai blog nya acung jempol bangeet

    ReplyDelete
  16. belum punya niche, tapi tulisan kakak icha mencerahkan banget..

    ReplyDelete
  17. wow, makasih pencerahannya mak. Berguna banget buat introspeksi blog :)

    ReplyDelete
  18. Lagi mencoba disiplin dengan niche blog aku. Aku sih mendefinisikan pembaca blogku emak2 muda yg hoby jalan2 barwng kluarga jd seputar itulah nulisnya. Mungkin jumlah emak2 itu jaaauuuhh dibawah para penggila traveling yg kebanyakan masih muda n jomblo n jg suka solo traveling tp bismilah aku..
    Semoga makin kesini mak bisa disiplin n banyak yg baca blogku. Tfs mak
    Selalu suka postinganmu :*

    ReplyDelete
  19. Kalo aku kok membayangkan pembaca blogku ya yang seumuran aku, sekarang mungkin yang 25-35, selanjutnya kalo umur nambah ya umur sgtu juga yang jd pembaca hehehe.

    ReplyDelete
  20. Wow thank u for sharing ;) ak mah ngeblog cuman buat curhatan ajah hehehehhe

    ReplyDelete
  21. Nyamak sambil nyamil. #Eh nyari target pembaca maksudnya. :D

    ReplyDelete
  22. Terima kasih infonya..selama ini banyak yang kurang memperhatikan pembaca blognya dan mendefinisikan dengan tepat. Tapi kalau blog atau situsnya membahas tentang update berita hari ini atau tentang segala topik sepertinya tidak ada masalah karena segmen pembacanya luas :D

    ReplyDelete
  23. Waah terima kasih infonya, berguna banget untuk yang baru saja menekuni aktivitas blogging :D

    ReplyDelete
  24. Setiap habis baca blognya kak icha saya jd ngenes sendiri.. Merasa receh banget, hiks...

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)