-->

Image Slider

Tips Menulis Blog yang Menarik (2)

on
Monday, August 14, 2017


Ini adalah bagian dua dari tips menulis blog yang menarik. Bagian satunya bisa dibaca di sini ya:

Tips Menulis Blog yang Menarik (1)

Oke di bagian kedua ini akan masuk ke pemilihan topik. Milih topik ini emang ribet sih karena yaaa topik sih banyak tapi yang mana yang cocok sama pembaca kita dan diri kita sendiri ya kan?

⭐ Tentang topik ...

Coba kenali diri sendiri, apakah ada pemikiran kita yang spesial dan tidak biasa? Hal-hal tidak biasa ini biasanya disukai orang karena bikin kaget hahahaha.

Kalau nggak kepikiran ummmm, ya jangan nulis opini sih. Karena ya untuk apa nulis opini kalau opini itu adalah opini yang umum?

Misal saya nulis tentang selingkuh dan pelakor, itu rame karena sementara semesta menghujat, saya cenderung "membela" pelakor. Kalau kalian ikut menghujat juga terus nulis sih ya jadinya tulisannya biasa aja, nggak spesial.

Tapi ya jangan cuma anti mainstream, harus punya argumen kuat juga. Kalau nulis di luar kebiasaan orang banyak terus argumennya nggak kuat sih ya siap-siap aja dibully. :)

Jadi menurut saya sih yaaa, kalau kalian emang nggak punya cukup argumen, tulis yang ringan-ringan ajalah. Topik atau cerita sehari-hari, tips seputar rumah, atau tentang kejadian hari itu juga oke. Atau belajar nulis komedi aja! Baca di blognya Raditya Dika dulu banget dia suka share cara nulis komedi.

Karena kadang cerita yang biasa aja bisa jadi menarik dan lucu kalau kita bisa nulisnya. :)

Yang terpenting, tulislah sesuatu yang kita suka! Lebih gampang nulisnya!

⭐ Minta tolong baca dulu ke orang

Saya biasanya kasih dulu ke orang kalau tulisannya kontroversial. Misal yang ini AGAMA DAN MANUSIA, emang sih nggak viral kaya yang lain sampai ratusan ribu views, tapi tembus belasan ribu lah viewsnya. Dan nggak ada yang bantah argumen, karena mau bantah apa. Yang saya tulis emang bener kok.

Tapi tau bener apa nggak itu harus dinilai orang lain dulu. Tulisan itu saya kasih dulu ke JG, Gesi, Mba Windi, dan Nahla. Begitu mereka ok, baru saya publish. Kalau mereka belum sreg, saya edit dulu sana-sini karena kalau orang terdekat saya yang satu pikiran aja nggak sreg, apalagi orang lain?

Untuk topik kontroversial, pencarian plot hole sama orang terdekat itu penting hahaha. Tapi kalau nulisnya lucu-lucuan kaya tulisan si neng ini TENTANG HIDUP SEMPURNA ARTIS INSTAGRAM (A.K.A SI NENG A) saya nggak kasih ke orang dulu karena takut ternoda kemurnian lucunya hahaha.

Sumpah gue kenapa jadi orang pede amat hahahahah

⭐ Endapkan

Ya, mengendapkan tulisan itu penting. Kalau nggak penting-penting amat nggak perlu diendapkan lama-lama sih. Nulis malem, baca lagi pagi. Tapi kembali lagi, kalau nulis yang kontroversial kaya SELINGKUH itu saya nulisnya seminggu lebih. Endapkan, edit, endapkan, edit, tiap hari aja begitu.

⭐ Keep it short

Ini nih, saya sering ngomelin mba Windi gara-gara nulisnya panjang banget astagaaa. Ngasih contoh kasus aja bisa 5 cerita sendiri, padahal mah 2 cerita aja orang udah nangkep kok intinya.

Saya selalu edit banyak. Ketika proofread atau setelah diendapkan, banyak sekali yang saya hapus supaya tidak bertele-tele. Yang penting pembaca nangkep intinya. Soalnya makin panjang nanti orang makin males bacanya. Scroll aja terus tapi inti masalah nggak kesebut terus.

⭐ Latihan!

Iya beberapa waktu lalu saya baca tulisan orang tentang pengalaman dia belajar nulis. Dia nggak punya background nulis apapun, cuma mendisiplinkan diri tiap malem nulis 400 kata kalau nggak salah. EMPAT TAHUN SETIAP HARI TANPA PUTUS DIA NULIS.

Empat tahun kemudian dia jadi kontributor tetap di beberapa publication dan punya kantor yang jual jasa nulis gitu buat CEO dan ghost writer. Dia bilang kalian nggak akan tahu apa itu disiplin sampai kalian mati-matian ngelakuin hal yang sama demi latihan untuk jadi lebih baik. Dan percaya nggak dia latihan nulis di mana? Di Quora aja loh. Padahal kesannya Quora tempat jawabin pertanyaan aja kan, tapi jadi tempat latihan nulis buat dia. So inspiring!

Ya kalau soal latihan ini saya nggak akan bantah sih karena saya sendiri nulis udah lama banget! Kalau untuk dibaca publik, saya nulis sejak SMP dan nggak putus sampai hari ini. Saya nulis untuk majalah dinding sekolah pas SMP dan SMA, saya kuliah jurnalistik, saya berkali-kali nulis resensi buku buat koran pas saya kuliah, saya jadi reporter, saya nulis buat publication lain, saya nulis buku, saya nulis blog. Sebagian besar hidup saya, saya habiskan nulis.

Dan itu kan bisa dianggap sebagai latihan! Terus menerus menulis adalah latihan yang tak kunjung henti. Dengan latihan juga kita belajar diksi yang banyak karena pas nulis mau nggak mau mikir dong nggak mau pake diksi yang sama terus. :)

Buat kalian yang punya blog, coba disiplinkan diri untuk nulis secara rutin. Kalau kalian nggak mau meluangkan waktu, nggak berusaha mencoba, ya mungkin nulis emang bukan buat kalian. Nyerah aja nggak apa-apa kok.

*loh kok judes*

*

Oke deh segitu aja. Panjang yaaaa. Semoga berguna ya! Selamat menulis semuanya!

-ast-




Tips Menulis Blog yang Menarik (1)

Halo semuanya, mumpung hari Senin saya mau share sesuatu yang produktif yaitu tips menulis blog! Gila keren nggak tuh saya ngasih tips nulis hahahaha.


Saya sih berani ngasih tips nulis karena ya ngerasa bagus aja nulisnya HAHAHA. Ya iyalah, harus merasa mampu dulu dong baru kasih tips. Lagian saya sih pede tulisan saya enak dibaca lol. Terbukti ya dengan blog ini yang pembacanya ada terus sampai berjuta-juta kali kusenang deh. Makasih loh kaliaaannn! Makasihnya berjuta-juta kali juga. :*

Ini kayanya akan panjang sih tapi simak ya! Saya nulis ini iseng aja sih karena kadang suka pengen main ke blog orang tapi kok ya tulisannya nggak enak dibaca. Ceritanya nggak seru, point of viewnya biasa aja, cara nulisnya nggak spesial juga, eh terus malah baper curhat di socmed karena blognya sepi. Introspeksi dulu kaliii. :)

Ini dia tips menulis blog yang menarik ala annisast:

⭐ Nggak usah pusing sama kata ganti

Mau pake saya, pake aku, pake gue, bebas. Dan nggak perlu terus-terusan sama juga sih. Misal blog ini, di tulisan yang cenderung serius maka saya menggunakan "saya", di postingan remeh temeh kaya #SassyThursday gitu pakenya "gue".

Yang menentukan itu topiknya, ketika kita ngobrol serius sama orang yang nggak kita kenal, kita cenderung menggunakan saya kan. Dan ketika kita ngobrol sama temen-temen yang akrab dengan topik ringan, maka kita pake "aku" atau "gue" kan. Jadi ya nggak usah dibikin pusing!

Soalnya kata ganti ini ngaruh banget ke feel satu tulisan. Ketika kamu berusaha ngomong serius tapi ngomongnya "kasar" dan pake lo gue, orang nangkepnya bisa beda. Bisa dianggap marah atau malah dianggap nggak serius. Begicu.

Sementara kita nulis blog kan nggak selamanya serius dan nggak selamanya bercanda kan. Jadi sesuaikan kata ganti dengan topik dan feel tulisan.

⭐ Jangan menyingkat kata!

Gini ya saya kasih tau, menyingkat kata itu digunakan di SMS zaman dulu karena keterbatasan karakter. Lah zaman sekarang kan nggak ada yang dibatasi kecuali Twitter, udalah jangan singkat apa-apa. Saya sih chat aja udah nggak pernah nyingkat apapun sama sekali. "Yang" bukan "yg", "belum" bukan "blm".

Ini ngaruh ke psikologis pembaca, baca singkatan itu capek, nggak nyaman. Mana kadang singkatan orang kan beda sama orang lainnya, boro-boro baca dengan enak, malah mikirin arti singkatannya dulu.

Jadi tulis kata dengan utuh, nggak ada ruginya kok.

⭐ Perhatikan panjang paragraf

Yes, jangan kepanjangan dan jangan kependekan. Kalau saya sih maksimal 3 kalimat dalam satu paragraf. Jangan cuma satu kalimat dalam satu paragraf plis kalian bukan tribunnews ya. Baca paragraf yang terlalu pendek itu capek, sekalimat enter sekalimat enter hhhh.

⭐ Jangan mengulang kata yang sama

Sebisa mungkin jangan ulang kata yang sama baik dalam satu kalimat atau dalam satu paragraf. Karena itu MEMBOSANKAN. Contoh ini dari paragraf di atas:

Saya nulis ini iseng aja sih karena kadang suka pengen main ke blog orang tapi kok ya tulisannya nggak enak dibaca. Ceritanya nggak seru, point of viewnya biasa aja, cara nulisnya nggak spesial juga, eh terus malah baper curhat di socmed karena blognya sepi. Introspeksi dulu kaliii. :)

Coba kalau kalian nulisnya gini:

Saya nulis ini iseng aja sih karena kadang suka pengen main ke blog orang tapi kok ya tulisannya nggak enak dibaca. Ceritanya nggak seru, point of viewnya nggak seru, cara nulisnya nggak seru juga, eh terus malah baper curhat di socmed karena blognya sepi. Introspeksi dulu kaliii. :)

((( MENGULANG KATA NGGAK SERU )))

Yang mana yang lebih enak dibaca? Ya tentukanlah sendiri.

Mengulang kata boleh kalau tujuannya menekankan. Contoh:

Tapi Blue ini underrated banget ya, kurang duit promosi gitu sedih deh. Jadi nggak sempet se-hits Westlife atau Backstreet Boys gitu hhhh. Padahal Lee Ryan potensial banget. Potensial apa ya, ya potensial ngetop karena ganteng nyahahahaha. (lengkapnya di post ini)

Nangkep yaaa?

⭐ Proofread and proofread

Proofread itu penting. Kalau saya sih biasanya baru setengah aja udah saya preview dulu dan baca. Fungsinya kalau ternyata alurnya kurang enak, masih bisa atur ulang. Kalau udah selesai banget baru atur alur sih jadinya lebih ribet kan.

Dan jangan cuma baca sekali! Baca berkali-kali, pikirin dari sudut pandang orang yang baca, apa mereka ngerti apa maksud kita? Apa kita bisa mengirim emosi kita ke mereka?

Karena kadang kita nulis pakai bahasa tutur dan orang jadi bingung maksudnya apa karena mereka belum pernah ketemu langsung sama kita. Jadi baca berulang-ulang itu penting.

*

Oke ini kalau dilanjutin akan super panjang jadi saya bagi dua ya! Bagian keduanya bisa dibaca di sini:

Tips Menulis Blog yang Menarik (2)

-ast-




Survey Kidee Child Care Senopati

on
Saturday, August 12, 2017
Beberapa minggu lalu, saya survey ke Kidee Child Care Senopati, maunya sih ke Kidee Elnusa juga cuma kejauhan dari rumah dan kantor. Tulisan ini adalah bagian dari review dan survey daycare di Jakarta Pusat dalam rangka cari daycare untuk Bebe, anak saya yang usianya 3 tahun.

Jadi sudut pandangnya memang toddler bukan bayi. Ini bisa jadi bayangan aja karena survey satu-satu itu menyita waktu sekali kan. Tapi sebaiknya, ya datenglah ke beberapa daycare untuk survey dulu sebelum memutuskan mau ke daycare yang mana. Baca juga postingan lain tentang daycare di sini. :)


Kidee adalah daycare kedua yang saya kunjungi setelah Lovely Sunshine. Sengaja melebarkan sayap cari daycare Senopati karena kalau di Benhil dan sekitarnya udah nggak ada lagi. Ada sih Sahabat Islamic Childcare tapi saya belum ke sana. Pertimbangannya karena halamannya kecil dan pagernya nggak pernah ditutup jadi saya serem kalau pintu kebuka, Bebe lari ke jalan. Huhu.

Oke ini dia review singkat Kidee Child Care Senopati!

🏡 Lokasi

Kidee Child Care ini ada di Jalan Laksana deket Blok S. Jadi kalau kalian makan di pujasera Blok S itu kan sebenernya pertigaan dan depannya ada jalan ya. Nah itulah jalan Laksana. Dari pujasera itu langsung keliatan kok rumahnya agak di belokan gitu. Strategis banget kalau kerjanya di SCBD, deket banget sih ke sini.

🏡 Kondisi bangunan

Rumah satu lantai, bangunannya udah agak tua ya. Halamannya luas dan ada banyak sepeda serta mainan kaya perosotan gitu. Di luar ada rak sepatu anak jadi sepatu rapi. Kekurangannya nggak ada bel hahaha apa saya nggak nemu ya?

Saya ketok-ketok pager nggak ada yang bukain pintu sampai akhirnya ngintip-ngintip dan ada anak bukan pintu! Nggak serem sih soalnya pagernya tinggi dan digembok jadi anak nggak akan kabur. Tapi setelah anak itu muncul, pintu tetep nggak dibukain sampai akhirnya saya telepon ke dalem minta dibukain pintu. :S

Setelah di dalem baru dijelasin sama mbak supervisornya ternyata mas yang jaga di luar lagi keluar fotokopi walhasil orang dalem nggak ngeh kalau ada tamu.

Anaknya banyak ada 30-an anak dan ruang mainnya luas banget jadi nggak keliatan anak-anak numpuk di satu tempat gitu, ada halaman belakang terbuka pula jadi sirkulasi udara bagus. Cuma agak khawatir sama rak di ruang tengah soalnya nongol gitu nggak pake pengaman takut kejeduk, plus ada colokan di bawah nggak ditutup duh kukhawatir banget deh.

Tapi mungkin colokan mati ya mana tau ya kan, masa sih di daycare colokan hidup nggak ditutup.

🏡 Rasio caregiver dan anak

Loh kok lupa tanya ini hahahaha. Jadi waktu itu udah nanya-nanya sama temen saya yang anaknya udah lama di sana terus saya jadi percaya-percaya aja lol, nggak terlalu niat nanya, cuma niat liat rumahnya aja hahaha.

Tapi mbaknya banyak juga sih, ada teacher juga satu lagi main motorik halus injek-injek pasir kasar gitu sama bayi.

🏡 Jadwal harian

Kidee ini nggak ada preschool, cuma ada ekskul ngaji aja. Jadi jadwalnya standar daycare aja, dateng, mandi, makan, main, ngaji, makan siang, mandi lagi, bobo siang, makan lagi, nunggu dijemput. Ya standar daycare lah. Terus yang saya suka, pagi-pagi ada circle time.

Circle time deh kalau nggak salah namanya hahaha jadi semua anak dikumpulin di ruang main, dari bayi sampai yang gede-gede terus nyanyi, nari, dan lain-lainnya. Seru yaaaa!

🏡 Mandi

Kamar mandinya luaasss. Mandi sendiri-sendiri dong ya! Cuma katanya banyak anak yang udah sahabatan jadi mandinya berdua. Jadi ya tergantung anaknya juga.

🏡 Makan

Makannya standar daycare pada umumnya, 3 kali sehari makan berat, sekali buah dan sekali biskuit. Susu bawa sendiri.

Makanan dimasak di dapur daycare juga. Yang agak khawatir, dapurnya deket banget sama halaman belakang jadi pas saya ke sana ada anak di dapur padahal ada kompor nyala. Rada serem yha mengingat Bebe suka lari-lari tak tentu arah.

🏡 Tidur

Tidur ada kamarnya khusus cuma kasurnya baru dipasang kalau jam tidur, karena kalau dipasang sebelum itu jadinya diinjek-injek katanya malah dipake main. Tiap anak punya kasur sendiri dan nggak gantian sama anak lain.

🏡 Program preschool

Nggak ada, ada ekskul ngaji aja nambah Rp 150ribu tiap bulan. Katanya ada anak yang umurnya baru 1,5 tahun tapi udah hafal huruf hijaiyah gitu karena ngaji di Kidee setiap pagi. Tiap semester dapet report, strength weakness anak apa. Seru sih ya!

🏡 Mainan

Nah ini baru kusadari setelah JG ngomong "kok perasaan nggak liat mainan ya di Kidee?" iya ya kok nggak ada ya. Apa emang konsepnya nggak main-main ya. Cuma liat ada satu rak buku, itu pun bukunya nggak terlalu banyak. Mungkin disimpan di tempat tak terlihat lol.

🏡 Jam buka - tutup - overtime

Buka jam 6.30, tutup jam 6. Overtime-nyaaaaa ... LUPA NANYA HAHAHAHAH. Mengapa aku sungguh gagal menulis review. XD

🏡 CCTV

Ada CCTV dan online.

🏡 Toilet training

Ini juga nggak nanya deuh. Lupaaaa.

🏡 Report harian

Report daycare diberikan harian dan report perkembangan anak setiap 3 bulan.

🏡 Punishment

Tidak ada punishment/hukuman. Cuma dikasih tahu aja kalau memang anak salah.

🏡 Anak sakit

Seinget saya sih, nggak ada kamar isolasi ya. Tanya sendiri yaaa!

🏡 Lain-lain

Ada field trip dan bayar lagi tapi katanya nggak pernah lebih dari Rp 200ribu. Field trip-nya pake seragam gitu tampak seru sekali sih kalau liat di Instagram. Visit psikolog, dokter anak, dan dokter gigi setiap 6 bulan.

🏡 Biaya

Admin fee: Rp 2juta
Monthly fee: Rp 3,7juta
Ekskul: Rp 150ribu

Masih affordable sih, admin fee cuma sekali dan untuk itungan biaya daycare Jakarta Pusat juga masih ok ya menurut saya. Saya juga sempet WhatsApp sama ownernya dan ownernya baik banget. Ramaahhh banget padahal saya chat hari Sabtu pagi. Keramahan owner juga jadi pertimbangan banget sih buat saya, karena nanti kalau ada apa-apa kita kan komplain nomor satu ya ke owner dulu.

Masalahnya cuma satu ..

WAITING LIST 10 ANAK HUHUHUHUHUHU

Baca-baca di forum juga emang untung-untungan banget masuk ke sini hhhh. Tapi ya udalah akhirnya naro nama aja. Mengapa sungguh kurang beruntung hahaha.

Oke segitu aja review daycare Jakarta Pusat saya, next akan review Little Bee Daycare & Preschool. Minggu depan ya!

Baca review sebelumnya:

REVIEW LOVELY SUNSHINE DAYCARE BENHIL
REVIEW TWEEDE DAYCARE BENHIL (DAYCARE BEBE 3 TAHUN TERAKHIR)
REVIEW HAPPY TREE HOUSE DAYCARE SETIABUDI

dan cerita plus tips seputar daycare di tag:

TENTANG DAYCARE

See you daycare mommies!

-ast-




#SassyThursday: Tipe Cowok dari Masa ke Masa

on
Thursday, August 10, 2017

Judulnya panjang hahahaha. KEMBALI LAGI DI #SASSYTHURSDAY YANG YA AMPUN UDAH LAMA BANGET BOLOS! Abis Nahla sibuk dan aku malas jadi ya udah lol. Nggak perlu maksa karena yang bisa memaksa itu hanya jadi dewasa. Adulting is so damn hard.

Sigh. Gue dan Nahla sebenernya lagi capek banget nih nulis topik "terpaksa dewasa" terus jadi hari ini kami mau senang-senang dengan topik remeh temeh yaitu tipe cowok dari masa ke masa nyahahahaa. Sungguh topik majalah remaja sekali ya!

Baca punya Nahla:
Tipe Cowok dari Masa ke Masa

Gue sih yang ngasih ide tapi kemudian sendirinya blur. Nggak inget dulu suka cowok kaya apa ya? Emang punya yang namanya "tipe cowok"? Nggak sih kayanya, yang penting ngobrolnya nyambung aja. Dan speaking of "nyambung", nyambungnya anak SMP, SMA, dan kuliah serta sekarang itu pasti beda sih.

Jadi ya kalau harus nyebutin tipe cowok kesukaan sih gue beneran nggak bisa sama sekali. Yang penting mau dengerin gue ngomong, dah titik.

Pacar? Ya gitu aja, pas zaman sekolah sih yang penting suka lagu-lagu yang sama jadi nonton pensi bisa bareng ya kan. Bisa dibikinin mix tape juga pake radio. Lagu pilihannya ya gue otomatis sukalaahh kan setipe band kesukaannya nyahahaha. NAH! Jadi mendingan kita ngomongin bias di band aja!

Bias ini bahasa masa kini sih ya, buat yang nggak tau, artinya itu member favorit kita. Disebut bias karena apapun yang mereka lakukan, pandangan kita akan selalu bias kepadanya lol. Mau dia tidur mangap sambil ileran, kita tetep bilang dia ganteng. Bias sebias-biasnya nyahahaha.

Tapi ya, jauh sebelum era jadi reporter KPOP dan ketemu artis Korea, pada dasarnya gue emang lemah sama boyband. Anaknya fangirl boyband banget sampai nggak mau ngikutin One Direction karena meragukan diri sendiri bisa lolos dari jeratannya. Ya udah cukup tau hitsnya ajalah, plus kepoin Gigi dan Zayn. Aku harus tobat!

Perjalanan boyband gue cukup panjang. Dari SMP sih ya. SD gue ngapain sih auk, nggak inget sama sekali. Kayanya pas SD gue masih baca buku banget gitu deh. Belum ada pressure untuk nonton MTV hahaha.

Gue SMP tahun 2001 dan itu lagi zamannya Westlife banget. Backstreet Boys sama *NSYNC udah beberapa tahun sebelumnya ya CMIIW (LUPA). Yang jelas gue ngefans bangetnya sebenernya bukan sama Westlife. Tapi sama ...

...

BLUE!

Bias gue Lee Ryan. Bagi gue zaman SMP, Lee Ryan itu ganteng banget ya ampun.


Astaga kalian perlu tau gini doang gue Google Image-nya sambil blushing najong. :')))))

Gue ngefans sama Blue level pernah maksa ibu kantin sekolah SMP buat jual poster HAHAHAHAHAHA. Jadi dulu Blue itu jadi bintang iklan Pepsi Blue. Nah kantin sekolah gue jual dong Pepsi Blue dengan kulkas biru gitu kan. Dikasih lah sama orang promosi Pepsi: POSTER BLUE SEGEDE GABRUK. Dulu sih rasanya gede banget ya, kemarin-kemarin pas beberes Konmari kok ya cuma ukuran A3 lol.

(Baca: Beres-beres Rumah dengan Konmari Method Yuk!)

Bahan posternya itu bagus banget, bukan kertas tapi semacam plastik gitu. Kertas dilaminasi lah pokoknya bagus banget, nggak bisa sobek. Dan nggak Pepsi Pepsi amat juga, cuma mereka berdiri berempat pake baju biru abu terus ada logo Pepsi di bawahnya. Gue nanya dong ke ibu kantin, bu itu posternya buat saya aja. Karena jelas dia dikasih dan dia nggak ngefans sama Lee dong nggak kaya gue!

Terus sama ibu kantin nggak boleh coba! IH MAU NANGIS! Terus gue bujuk-bujukin karena itu kan itungannya poster official, sampai akhirnya dia bilang "ya udah tapi beli!" HUAAAA terus akhirnya gue beli Rp 1000 apa gitu lupa hahaha. Dulu uang jajan padahal Rp 1500 doang lolol kalau sama les baru dikasih Rp 3500.

Tapi Blue ini underrated banget ya, kurang duit promosi gitu sedih deh. Jadi nggak sempet se-hits Westlife atau Backstreet Boys gitu hhhh. Padahal Lee Ryan potensial banget. Potensial apa ya, ya potensial ngetop karena ganteng nyahahahaha.

Oke sebelum lanjut ke bias berikutnya, mari kita dengarkan dulu satu tembang dari Blue, All Rise. Yang nggak tau lagu ini nggak temenan! Haha!


Kalau sekarang di Blue ditanya siapa bias, gue pilih Simon sih ya. Suaranya bagus banget! Dulu suka Lee karena dia cute aja sih. Remeh lah aku mah.

Nah karena Blue kurang promosi, naturally ya gue suka juga Westlife. Tau bener-bener tau semua lagunya. Nah di Westlife, bias gue Nicky Byrne sama Brian McFadden. Nah dari sini aja udah keliatan kalau tipe cowok gue itu random banget. Apapaan nggak ada benang merahnya sama sekali gini.

Suka Nicky karena mukanya Amerika banget gitu. Model-model Aaron Carter. Suka Brian karena dia tinggi gede aja sih. Auk ah nggak jelas amat.

Yang jelas pas Brian pacaran sama si Kerry Atomic Kitten itu gue yang sebel karena Kerry pendek banget! Jari-jarinya juga pendek, gue inget mereka ngedate ke pantai gitu Kerry pake bikini dan jelek hih berani-beraninya pacaran sama Brian. Memang sungguh tidak masuk akal sekali ya sebelnya hahaha.



Sama Westlife ini bersyukur sih karena beberapa tahun lalu pas mereka ke sini gue nonton HUHUHUHU. SUMPAH TERHARU. Tapi promotornya sempet rusuh sih, jual tiket di luar kapasitas Tennis Indoor Senayan yang kecil banget gitu. Gue nonton festival kedorong-dorong sampai pengap banget dan akhirnya melambaikan tangan ke kamera.

NGGAK DENG. Melambaikan tangan ke mas-mas yang jaga gitu di seat atas minta dipindah karena gue sama temen-temen udah nggak kuat banget. Ya udah akhirnya pindah ke atas, duduk dan nyanyi-nyanyi sepanjang konser. Konser nostalgia banget senaaanggg!

Apa lagi ya?

Udah sih kayanya mereka doang yang ngaruh banget di hidup pas zaman SMP mah. SMA dengerinnya udah band macam Hoobastank gitu. Dan itu bukan karena ngerti tapi ya karena temen-temen dengerinnya itu ya udah ikutan aja hahaha. 180 derajat banget sama Nahla deh kalau soal musik mah.

Berikutnya punya bias lagi langsung yang ini. HAHAHAHAHA.


Ya gara-gara Boys Before Flower sih. Berikut-berikutnya sih bisa diliat di sini: daftar cowok ganteng kesayangan (TOP BIGBANG FTW!). Di situ baru keliatan ada tipenya ya. Mungkin memang butuh jadi agak tua dulu sampai bisa menentukan sukanya cowok kaya gimana. Makanya jangan nikah muda ya gengs. Hahaha.

(Baca: Rumitnya Menikah)

Sebenernya pengen bahas juga Backstreet Boys sama *NSYNC sih tapi duh kepanjangan. Intinya kalau di BSB gue suka Nick Carter lah who else! Combo sama Aaron Carter juga. Brother of the era. Kalau *NSYNC ya Justin Timberlake tentu saja karena Britney Spears my queen! Kalau Britney konser di sini gue mau nonton!

Btw nanggung nostalgia, INGET MEREKA NGGAK? GILA SIH ANAK MTV MILENIUM MANA SUARANYAAAAA?!


Steps tahun ini 20 tahun! Mereka comeback dan punya album baru omg omg omg. Duh gue beneran harus bikin satu postingan tentang nostalgia lagu favorit 90-an.

Masa-masa di mana kalau mau tau band favorit itu bener-bener cuma dari majalah dan tabloid Fantasi. Harus rajin dengerin radio dan mantengin MTV karena kalau nggak gitu nggak akan tau apa-apa soal mereka. Masa-masa itu. :')

Kalau kalian gimana? Suka tipe cowok kaya gimana? Siapa bias boybandnya? AYO NGAKU!

-ast-




Bebe dan Bahasa Inggris, 6 Bulan Pertama

on
Wednesday, August 9, 2017
Sudah masuk bulan keenam sejak Bebe pertama kali bilingual dengan bahasa Inggris di rumah. Saya mau update progress-nya nih. Siapa tau bikin semangat buat ibu-ibu yang juga mau coba bilingual di rumah. :)


Update dari mana yaaaa. Lhoh kok bingung sendiri hahahaha. Oiya sebelum mulai saya mau bilang dulu kalau no, bahasa Inggris saya nggak sebagus itu kok serius. Kalau bahasa Inggris saya bagus banget kali udah jadi wartawan di Amerika hahahaha (sepertinya mudah lol nurut ngana aja).

Tapi ya kalian-kalian yang millennials saya yakin bisa laahhh bahasa Inggris sehari-hari mah ya. Saya percaya kalian bisaaaa hahahaha. Dan ya, saya kan cuma ngomong sehari-hari sama Bebe mah. Mau ngomong apa juga ya kan.

Saya bikin poin aja ya! Ada 5 poin. Ayo simak baik-baik!

📢 Udah bisa apa?

Sebulan belakangan udah berani ngomong! Itu sih kemajuan yang sangat membanggakan hahaha karena ada masa-masa dia nggak mau ngomong sedikitpun. Dia ngerti saya tanya apa, tapi dia tetap jawab dengan bahasa Indonesia. We've all been there, right? Ngerti sih ngerti tapi takut ngomong.

Dia udah tau anggota tubuh, binatang, warna, kendaraan, apa lagi ya yang basic-basic gitu lah. Bebe juga mulai merangkai kalimat dan ini bikin terharu. Oiya jangan kira langsung bener ya! Saya kan ngikutin bayi-bayi blogger luar (yang cuma belajar bahasa Inggris aja) umur 2-3 tahun masih begitu aja kok Inggrisnya. Misal "my name Penny" bukan "my name is Penny" gitu.

Sekarang dia kasih sesuatu ke saya dan bilang "is for you" (this is for you), kalau nunjuk sesuatu bisa bilang "this one, this one, this, aaaannnnd this!", bisa nanya "where the other?", bisa bilang kalau mau sesuatu "i want this", "i want sleep" pokonya i want i want aja nggak pake to hahaha. Bisa bilang "aylaik!" dan "so yummy!". Apa lagi ya. Bisa menggabungkan warna dan benda "black dog" "red firetruck" dll. Bisa nyanyi Twinkle Twinkle dengan pronunciation yang bener dan nggak ngarang lol.

Udah lumayan banget lah, komunikasi sehari-hari tidak terhambat sama sekali. Dan cara ngomongnya itu ... LUCU BANGET SUMPAH HAHAHAHAHA #shamelessmom

📢 Metodenya apa?

Awalnya saya ngomong dua bahasa sekaligus tapi itu capek banget huuuu. Nggak kuat. Capek lah karena ngomongnya jadi ngeluarin energi dua kali lebih banyak *anaknya itungan lol*. Tapi itu efektif banget loh kayanya. Soalnya Bebe jadi nggak nanya.

Jadi saya bener-bener "Are you hungry? Kamu lapar?" atau "No you can't do that Xylo, nggak boleh begitu Xylo" BAYANGIN AJA CAPEKNYA.

Terus saya nyerah di bulan pertama hahahahahaha.

Akhirnya ya udah bodo amat, kalau lagi males ya full Indonesia, kalau lagi on banget ya full Inggris. Cuma karena bahasa Indonesia dia udah lancar banget dia jadinya nanya kalau ada kata yang dia nggak ngerti. Misal saya bilang "don't throw it!", Bebe tidak tahu throw itu apa terus dia nanya "throw apa tuh?" Saya jawab dan dia biasanya langsung coba pake "throw ajalah!" HAHAHAHA

Nah jadi kayanya emang lebih gampang mengajarkan bahasa kedua setelah anak sangat lancar bahasa pertama. Jadi komunikasi bisa pakai dua bahasa. Cuma ya ingat, sebaiknya mulai diajarkan bahasa kedua sebelum usianya 6 tahun ya!

Alasannya ada di postingan yang ini: Mengajarkan Bahasa Inggris pada Balita

Banyak juga yang memang membagi orangtua kan, ibunya full Inggris, ayahnya full Indonesia sejak anak masih bayi. Nanti otomatis anak akan bisa keduanya asal konsisten. Nah kalau ini saya males karena saya sendiri pusing kalau ngobrol bertiga hahaha pengen nyautin pake bahasa Indonesia juga dong jadinya karena Bebe dan JG seru ngobrol pake bahasa Indonesia.

Ya intinya sayanya kurang nyaman lah hahaha *ALASAN!*

Nonton juga belum terlalu ngaruh ya. Katanya banyak anak yang jago bahasa Inggris karena seharian nonton Disney Channel, Bebe nonton sih tapi kayanya nggak ngaruh banyak. Jadi ya beda-beda, harus dicoba, jangan jadi anak dikasih nonton terus hanya demi dia bisa bahasa Inggris tapi kita nggak coba metode lain hehehe.

Saya coba juga dengan buku cerita bahasa Inggris sih. Lumayan ngaruh karena kalau ada kata yang dia nggak ngerti, dia stop kita cerita dan nanya. Jadi intinya interaksi ya! IYAAA.

📢 Reaksi Bebe gimana?

Awalnya marah. Kalau saya ngomong pake bahasa Inggris dia teriak "NGGAK MAU!" nggak mau jawab maksudnya. Dia agak nggak terima gitu kenapa tiba-tiba ibu ngomong banyak tapi dia nggak ngerti. Tapi ya nggak usah ditanggepin amat sih, harus ngotot aja kitanya.

Lama-lama dia mulai jawab meski pakai bahasa Indonesia, mulai berani tanya kata yang nggak dia ngerti, dan mulai berani ngomong.

Terus yang paling ngaruhnya banget sih ketemu anak orang yang ngomongnya bahasa Inggris juga. Jadi dia nggak ngerasa asing sendiri. Dia merasa itu bahasa yang umum buat anak-anak. Setelah itu naturally dia nggak marah lagi dan mulai terbiasa.

📢 Susah nggak sih?

Apapun yang perlu dilakukan dengan konsisten dan disiplin kan emang susah ya. Sekarang saya batasi aja dengan ngomong baik dalam bahasa Inggris, menegur yang perlu penjelasan saya pakai bahasa Indonesia.

Bukan apa-apa, sebel tau panjang lebar nyeramahin anak terus anaknya nggak ngerti hahahaha.

Jadi dibilang susah sih nggak susah ya, dibilang gampang juga ya nggak gampang karena butuh niat kuat. Niat Bebe bisa bahasa Inggris sejak bayi aja cukup sih karena ya anak-anak lain pada bisa masa Bebe nggak. Lagian effortnya kan cuma dari orangtuanya aja, nggak perlu les atau apa. Jadi niatkan!

📢 Apa nggak takut dia lupa bahasa Indonesia?

Nggak lah, lingkungan dia masih mayoritas bahasa Indonesia kok, saya yakin dia nggak akan lupa. Ngomong campur-campur sih iya banget dan itu wajar karena anak masih belajar tentang code switching, bagaimana melatih diri agar bisa bicara full satu bahasa.

Good news-nya, kalau sudah sampai code switching ya artinya anak sudah punya dua bahasa di otaknya. Senang ya!

Dan saya memang nggak pengen dia cuma bisa bahasa Inggris doang sih makanya tetep nekenin bahasa Indonesia juga. Kasian nanti kalau sekolahnya ternyata bahasa Indonesia takutnya pusing. Pokoknya sebelum urusan sekolah dimulai, Bebe harus lancar dulu kedua bahasa itu. Masuknya ke sekolah berbahasa Inggris atau bahasa Indonesia liat uangnya nanti hahahahaha.

*

Oiya, untuk penyemangat, saya nonton videonya mbak Yonna Kairupan. Anaknya empat dan semuanya lancar bahasa Inggris dari kecil karena di rumah bilingual. No, suaminya nggak bule dan anak-anaknya nggak di sekolah internasional. Karena konsisten aja dari kecil di rumah pakainya dua bahasa. Masa saya yang anak satu nggak sanggup?! #kompetitif

Nonton aja deh yaaa biar lebih jelas. Ada juga satu video lagi dengan anak-anak sebagai bintang tamu dan ditanya gimana perasaan mereka bisa bahasa Inggris sejak kecil. Cari sendiri di channelnya hahahah.


Oke deh segitu aja dari saya. Nanti diupdate lagi kalau udah ada progress yaaa!

See you when I see you!

-ast-