-->

#FAMILYTALK: Homeschooling, Yay or Nah?

on
Saturday, October 1, 2016

Kalau 20 tahun lalu (alias pas saya SD) terus saya atau ada temen saya bilang ke orang tuanya. “Bu, aku nggak mau sekolah ah!”. Hampir pasti si ibu menghela nafas kecewa atau ngamuk. Si anak akan dijudge sebagai anak pemalas dan (mungkin) juga dianggap bodoh.

Kalau zaman sekarang nggak ya ternyata. Pernyataan tidak mau sekolah bisa ditanggapi dengan pertanyaan serta pencarian minat dan bakat, kemudian homeschooling deh!

Baca punya Isti:

Kalau yang sering baca blog saya pasti taulah ya saya sih pro homeschooling dan sekolah full day. Beberapa kali saya juga bilang kalau saya nggak sanggup homeschooling. Tapi ternyata setelah baca banyak sekali pengalaman orang-orang yang homeschooling, kayanya saya sanggup deh. Hahahaha. Pede aja ya kan.

Ini jaga-jaga aja sih kalau Bebe ternyata nggak mau sekolah atau dia nggak bahagia di sekolah. Saya takut dia sekolah di bawah tekanan kan kasihan. Opsi sekolah full day tetap jadi opsi utama, dana pendidikannya tetap diusahakan bisa tepat waktu tepat jumlah. Tapi saya juga mencari dan belajar banyak soal homeschooling ini.

Apa yang bikin percaya diri untuk homeschooling?

Belum sih belum, belum 100% percaya diri sih. Tapi yang menarik dari konsep homeschooling ini adalah anak bisa belajar sesuai minat dan bakat dia. Soalnya saya ngalamin ini banget.

Saya dari kecil suka menulis. Suka menggambar tapi rasanya kurang bakat. Jadi anggap minat dan bakat saya menulis dan menggambar hanya minat saja (tidak atau kurang berbakat).

Karena ibu saya baik sekali, saya diarahkan sejak kecil untuk kuliah yang mendukung minat dan bakat saya. Ibu saya tidak marah kalau nilai saya kecil. Ibu bahkan tidak marah waktu nilai Fisika saya di rapot 4. Saya hanya disuruh les karena ibu takut saya tidak naik kelas.

(Baca: Full Day School Idaman)

Coba kalau saya tidak harus melewati semua pelajaran eksak itu. Coba kalau saya dari kecil menulis dan terus menggambar. Mungkin saya sekarang sudah jadi senior editor di BuzzFeed (LHOH KOK CEMEN). Mungkin sudah jadi senior editor di Huffington Post lah katakan. Atau sudah kerja dari rumah aja jualan desain di Creative Market atau Etsy. 

Sekarang nulis juga nanggung di blog doang lol. Desain juga masih panjang perjalanan karena kurang pengalaman. Saya nggak mau Bebe seperti itu.

Ada temen kantor saya yang jago banget gambar, namanya Sarah. Sarah ini emang desainer di kantor saya. Ini contoh gambarnya. Instagramnya posting gambar semua bisa dilihat di sini.


Gambarnya halusss banget padahal ga pake alat mahal-mahal. Pake bolpen biasa gitu hikssss. Terus saya tanya, dia belajar gambar dari umur berapa? Dia jawab dari umur 4 tahun! EMPAT TAHUN. Dia seumuran sama saya jadi dia sudah menggambar selama 24 tahun! Tanpa putus! Kuliah desain!

Jadinya wajar kan gambarnya halus banget? Pengalamannya 24 tahun loh!

Orang-orang kaya gini yang bikin saya menyesal. Kalau kemampuan belajar saya sama kaya dia, dengan minat tanpa bakat menggambar, dan saya baru mulai sekarang, saya baru akan bisa sehalus itu 24 tahun lagi. WHY GOD WHY.

Atau Valentino Rossi, *jangan kira saya ngerti yah, ini diceritain JG* dia di sekolah dicap anak "nakal" karena nggak pernah mau belajar. Tapi dia fokus satu hal yaitu balap, dia udah balap dari umur 4 tahun juga!

Nah, jadi intinya tugas saya sekarang adalah mencari minat dan bakat Bebe. Untuk dikembangkan sejak dini. Untuk menentukan nantinya dia perlu sekolah apa nggak. Soalnya kan kali aja ternyata Bebe suka belajar, ada loh ya orang yang hobinya memang belajar, belajar apapun dia suka. Ya udah kalau gitu mah sekolah formal aja.

Kalau nggak tahu bakatnya apa?

Ya dicari pelan-pelan. Kalau sampai masuk usia sekolah belum tau bakatnya apa, saya sih kayanya mau sekolah dulu aja. Bisa ada orang ketiga juga (guru, sekolah) yang bantu saya untuk nemuin minat dan bakatnya. Kalau di tengah-tengah mau berhenti karena sudah ketemu juga ya boleh.

*ngomong kaya gampang yah karena belum terjadi aja sih*

Kalau minat dan bakat berubah di tengah jalan?

Nah ini nih yang jadi pertanyaan beberapa orang. Minat dan bakat waktu kecil kan nggak mencerminkan pilihan saat dewasa yah, kalau berubah atau menyesal gimana?

Sungguh aku pun tak tahu hahahaha. Mungkin ya diasah lagi pelan-pelan, lagipula seumur hidup kan pencarian dan pembelajaran, jadi nggak apa-apa ya harusnya kalau di tengah jalan mau belajar hal baru.

Ada yang bisa bantu jawab kah untuk poin ini?

Kalau bingung mau kuliah di mana?

Kalau sampai lulus SMA belum nemu juga minat dan bakat gimana dong, kuliah di mana dong? Nah, ambillah jeda waktu setahun. Kasih masa tenggang dulu *macam provider telco* Magang atau jadi volunteer, lihat dunia lebih luas.

Dulu saya judge orang yang nunda kuliah dengan "hih sayang banget waktunya! keburu tua loh!". Sekarang mah wah, lebih sayang lagi kuliah hal yang nggak kita suka sih. Mending tunda dulu.

(Baca: Salah Jurusan Kuliah)

Asal jangan menunda tapi terus bobo bobo aja di rumah ya. Tunda tapi terus cari sebenernya apa yang dicari dalam hidup.

Kalau nggak mau kuliah?

Tergantung alasannya apa hahahaha. Karena kuliah itu mengubah seseorang banget, bukan cuma urusan susah cari kerja nantinya. Kalau tiba-tiba nggak mau kuliah karena ngeband sih no ya, kecuali bandnya sejak SMA udah go international gitu. Kalau tiba-tiba nggak mau kuliah karena mau bisnis misalnya, ya kuliahlah, ambil manajemen, bisnis, atau finance.

Apalagi ya. Huh sampai ngos-ngosan banget nulis ini.

Kalau ada yang kurang kabar-kabariii. Kalau ada pertanyaan, tulis komen. Kalau pertanyaannya menarik nanti aku edit postingan dan aku tambahin di sini.

Happy weekend!

-ast-






LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!
17 comments on "#FAMILYTALK: Homeschooling, Yay or Nah?"
  1. Sepertinya kita berada pada garis berseblahan masalah full day school mba hehe..Sebenarnya tujuannya baik hanya saja menurut saya tidak dengsn survey yang menyeuluruh. Baik bgi masyarakat indonesia bagian barat. Kurang baik bagi kita yang ada di timur hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, aku juga ga setuju kalau wajib untuk se indonesia sih. aku setuju buat anakku aja hahahaha itu ada kok tulisannya soal full day school. :)

      Delete
    2. Hehe iya mba saya udah baca barusan tulisannya..cuman pencanangannya kemaren memang ditujukan untuk menyeluruh :D

      Delete
  2. saya ibu yg bekerja,anak saya 4 tahun sama sekali blm mau sekolah..gimana caranya berdamai dengan hati biar yakin utk home schooling atau masukin sekolah?..aku masih galau ninggalin kerjaan,rasa ga sanggup utk homeschooling dan anak stress ga mau sekolah.. 😢

    ReplyDelete
    Replies
    1. huhu tunda dulu aja mungkin ya. 4 tahun kayanya masih bisa belajar di rumah deh. lagian TK kan ga wajib. mungkin nanti kalau umurnya udah 7 tahun mau sekolah asal disiapkan juga dari sekarang kalau suatu hari nanti dia akan 7 tahun dan harus sekolah (kalau ga mau homeschooling ya)

      Delete
  3. belom dijelasin mbak icha, homescooling a to z nya, pengen tau saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya minggu depan sepertinya akan nulis ini lagi deh :)

      Delete
  4. Baca ini langsung merenung, sekarang aku 19 tahun dan rasanya kayak yang rakus banget semua dikerjain. Ya nulis lah ya nggambar lah ya edit video lah. 😂😂

    ReplyDelete
  5. multitalenta juga kadang tidak efektif yaaa.. hihihihi nice post moms bebe
    ditunggu family talk berikutnya ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha sayang aja kalau ga jago di salah satu sihhhh

      Delete
  6. Kalau minat berubah di tengah jalan, bisa diasahh kok Chaa kemampuannya.. Tonton TEDx (duh, aku lupa judulnya), ada di postingan aku tentang growth vs fixed mindset. Kalau setua apapun kita, asal fokus, sebenernya bisa belajar apapun yang kita minati.. Kira2 menjawab gak ya, hahahaha

    ReplyDelete
  7. Hi. I'm not against homeschooling at all. But I'm just curious, was Sarah homeschooled? Is she was, it's okay then, I don't have any further comment. I get why you put her story in this post.

    BUT, if she was not homeschooled, what's the point of telling her story? For me personally, I think anyone can also draw (and doing other stuff that she/he is interested and good at) for 24 years while still attending formal school.

    Maybe the reason that you are not selling your design at Etsy right now while working from home, is not because you got into formal school and learn physic. The reason is because you stop drawing.

    It's about whether your talent/interest being facilitated or not. And obviously not about how some difficult major (like physic) get in the way and buried down your talent.

    Anyway, that was just my two cents. I really hope the answer to my first question is yes, Sarah was homeschooled.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yes i had to stop drawing because i was too busy studying any other object that i was not interested to. i was not that smart, i studied a lot. and my point is, homeschooling is a way to facilitate the child who interested in, let's say drawing, but couldn't practice much because they need to catch up with school stuff. so they can become another Sarah who is talented, even tho they only interested, not talented. :)

      Delete
  8. Kayaknya aku juga termasuk ibu yg kepedean nih buat homeschooling anakku. Yep, she's 4 y.o, dan udah mulai belajarin dia bbrp bulan lalu. Sejauh ini yang aku amati , dia suka menggambar... semoga bisa konsisten nih homeschoolingnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. KEREENNNN. aku pun sedang mengumpulkan serpih-serpih semangat hahahaha

      Delete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)

IG