-->

Image Slider

Yuk, Coba Kelas Ekonomi Premium di Singapore Airlines!

on
Monday, September 14, 2015
[SPONSORED POST]



Jadi 4 tahun terakhir, kota yang sering saya datangi selain Bandung adalah .... Singapura. Iya asli deh nggak pernah ke mana-mana lagi. Setahun sekali minimal ke Singapur karena ngefans sama Xiaxue ya suka ajah. Ngayal sama JG pengen tinggal di sana tapi nggak mampu living cost-nya hahahaha Terakhir ke Singapur itu beberapa bulan lalu waktu #XYLOTRIP ituloh.

Dan selama ini saya termasuk yang selalu berburu tiket promo buat beli ke sana. Karena yaaa, kalau bisa murah ngapain harus mahal ya kan? Bahahahahaha Dan ternyata minggu lalu ada travel fair lohhh dari Singapore Airlines dan BCA! Pada dateng nggak? Atau udah beli tiketnya? Acara tahunan yang sudah digelar 3 tahun ini kemarin digelar di Grand Indonesia Shopping Mall, Jakarta Pusat 10-13 September dengan berbagai penawaran eksklusif.




Tentang Makanan dan Picky Eater

on
Friday, September 11, 2015

Udah Jumat lagi ajahhhh!

Gara-gara beberapa hari lalu Diana Rikasari nulis soal makanan. Jadi mikir pun saya, iya loh banyak orang yang "rewel" soal makan.

Untungnya saya engga. JG juga engga. Si Bebe mah iyah. DEUH.

Abisan gimana, hidup masih banyak cicilan gini mau pilih-pilih makanan. *bilang aja lo emang segala digares neng* *emang* Bebe kan ga punya cicilan jadi bolehlah dia pilih-pilih makanan.
...
...

Yah ...

Jadi kan sejak hamil ituh saya dan JG jadi selalu bekal makan siang tiap hari ke kantor. Alasannya dua. Pertama, ibu hamil makan sehat jadi nggak boleh jajan #idealis. Pas hamil itu saya bekal sarapan, bekal makan siang, dan bekal buah buat cemilan sore. Nggak jajan snack-snack MSG sama sekali. Makan dijaga pokoknya.

Alasan kedua yang disadari setelah semua berjalan: "LOH KOK IRIT YA?" Setelah dihitung-hitung, kalau nggak bekal makan siang, saya dan JG ngabisin sekitar 2juta/bulan. BUAT MAKAN SIANG DOANG. SAMA JAJAN. BELUM TERMASUK MAKAN MALEM. What the ih banget.

Karena apa? Karena kalau belanja ke pasar, buat seminggu makan bertiga sama Bebe itu cuma habis 200ribu. 200ribu udah dapet buah buat sarapan tiap hari. 200ribu itu untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Tanpa daging merah ya karena ... ga sehat ... wtf. Udah include ayam/ikan-ikanan/telor Berarti sebulan cuma 800ribu untuk makan sekeluarga di Jakarta yang katanya keras inih. KEREN KANNNN? *standing applause*

(Baca: Tentang Perubahan Setelah Menikah. Masak included!)

Eh terus saya campaign dong ke semua orang: "AYO BAWA BEKAL! BAWA BEKAL LEBIH IRIT! BAWA BEKAL LEBIH SEHAT!" dsb dsb

Tapi ternyata banyak juga yang nggak setuju ya sama konsep masak sendiri kemudian bekal makan dari rumah itu. Meskipun jelas lebih irit dan lebih sehat. One of my boss di kantor malah terang-terangan menyerang kempen saya. LOL *serasa war beneran padahal mah ngobrol biasa sambil makan siang* XD

Alasannya dia:

1. Gimana kalau bekal makan siang yang disiapkan istri itu NGGAK COCOK dengan selera hari itu?

2. Gimana kalau tiba-tiba ada yang ajak makan di luar? Nanti kamu galau dong mau bilang apa sama suami kalau makanannya nggak dimakan? 

3. Gimana kalau istri masaknya kebetulan lagi nggak enak?

4. Gimana kalau lagi males makan siang jadi bekal makannya nggak jadi dimakan?

Jawaban saya:

1. Well, belum pernah nggak cocok sih. Saya mah apa juga dimakan. Asal bisa makan siang on time dan dimasakin juga sama JG kan kenapa ribet deh? Makan mah makan ajaahhh. 

2.  Ya makan di luarlaahhh. Kenapa galau? Tinggal bilang: "sayang aku diajakin makan nih, aku ke Sency yah." Kelar urusan. Nggak ada tuh drama karena bekal makan siang yang dimakan. -_____- Pergi ya pergi aja. 

3. JG sering masak kurang garem. Protes ga? Protes doonggg. "Sayang, makannya ga ada rasanyaaaaa" Tapi dimakan ga? Dimakan dong. Bahahahaha. Saya mah kalau ga asin masih santai aja dimakan, kalau keasinan baru suka bingung. XD Makanya JG selalu berprinsip lebih baik kurang daripada keasinan.

4. YA NGGAK USAH DIMAKANLAH KOK REPOOOTTTT? HAHAHAHAHAHA Tapi saya belum pernah seumur hidup saya bekerja, melewatkan makan siang karena malas. LAPAR IH.

(Baca: Cerita JG soal menghargai makanan. Iya JG dulu suka nulis juga.)

Kesimpulannya: because luckily both me and JG are not picky eaters. Saya pengalaman nih di rumah banyak picky eater.

Jadi ibu saya nggak makan daging merah, nggak terlalu suka western food, suka asian cuisine gitu. Ayah saya nggak suka seafood dan segala yang hidup di air, prefer western food, ga suka asian karena banyak siputnya *IYE SEAFOOD*. Adik saya yang pertama, nggak suka daging merah dan segala olahannya. Adik saya yang ketiga nggak suka nasi. SAYA SUKA SEMUA. Kecuali yang pedes. 

Bayangkan ketika kami memilih resto untuk makan keluarga. BAYANGKAAANNNN. Mau ke tempat steak, ibu nggak suka. Mau ke resto Jepang, ayah ilfeel banyak ikan. Mau ke resto Sunda, makannya harus pake nasi. Ujung-ujungnya ke KFC. -______-  Aman jaya, sentosa, semua bahagia. -______-

Saya nggak suka pedes doang mah gampang. Ya jangan makan pake sambel. Lagian kalau pedesnya level gochujang Korea mah masih suka. Kalau udah level sambel Bu Rudi baru nggak suka.

Apa ya sebab picky eater? Karena buktinya dibesarkan dengan cara yang sama aja, saya dan adik-adik saya beda.

Nah terus buat saya, keuntungan bekal tanpa pilih-pilih juga adalah mengurangi kegalauan di jam-jam pra makan siang. Galau model: "makan di mana kitaaaa?", "makan apa ya hari ini?", "titip OB apa keluar ya?"

*kemudian jalan panas-panasan sampai pujasera*

dan pertanyaan kembali terlontar: "makan apa yaaaa?"

*muter-muterin pujasera sampai puyeng* *pilih satu tempat makan dengan berbagai pilihan makanan*

kembali ke pertanyaan yang sama: "MAKAN APA YAAA?" Capek. Nggak kuat. Jangan paksa aku. *sigh*

Sefavorit apapun kafe atau resto itu, sesungguhnya makanan terenak adalah tetap makanan rumah. Apalagi masakan ibu dan mamah mertuaaaa! MAKAN MALAM APA KITA HARI INIIII? :D

(Baca posting Tentang Mertua di sini ya)

-ast-




Beli Tenda? Ace Hardware aja!

on
Wednesday, September 9, 2015
[SPONSORED POST]



Pernah kepikiran nggak sih, beli tenda semacam ini di mana. Yang kaya gini.

source
Atau gini.




Bebe 15 Bulan



HORE BEBE 15 BULAN. DIKIT LAGI BERHENTI NENEN. *wtf kemudian mellow*

Bener-bener deh, lewat setahun itu si Bebe mendadak segala bisa. Dia bisa mengkomunikasikan segalanya. Ya minimal BERUSAHA mengkomunikasikan segalanya lah. Emak bapaknya ngerti apa nggak mah lain soal lol Yang penting ngoceh dulu. Ipijijipijicacacamimimahpejepejejepecucucubah? *ARTINYA BEEEE?*

Cerita apa dulu ya? Foto dulu deh gimana? :D




Tentang Blogwalking dan Kenapa Tidak Berkomentar Link Hidup

on
Tuesday, September 8, 2015

Hola holaaa!

Monday Techno hari Selasa nggak apa-apa yaahhh. Hehehehe. Mau bahas topik yang lagi hot nih. Tentang blogwalking dan kenapa sebaiknya tidak meninggalkan komentar berupa link hidup. Dari pendapat saya pribadi aja sih. Feel free to disagree. :)

Blogwalking

Saya baru mulai blogging (siapalah aku ini) tapi saya sudah lama sekali jadi pembaca blog. Saya sejak lama mengikuti banyak blogger baik lokal maupun internasional. Saya sudah punya Bloglovin untuk follow blog-blog favorit jauh sebelum saya sendiri punya blog. Saat blogwalking, saya selalu memposisikan diri sebagai pembaca.