-->

Tentang Menitipkan Anak di Daycare

on
Wednesday, February 4, 2015
Bebe di daycare mana? Di Tweede Daycare Benhil. Klik untuk baca reviewnya.
 Yang mau nanya-nanya boleh ke Instagram aku ya @annisast. Follow dulu tapi hahaha. Nggak deng, DM langsung aja bisa kok. Thank you!

tips menitipkan anak di daycare kekurangan dan kelebihannya

Judulnya sungguh sangat baku sekali demi judul yang SEO friendly lah ya. HAHAHA.

Saya udah pernah nulis soal daycare ini waktu awal-awal Bebe di daycare (which means waktu umurnya 3 bulan lol). Mengingat sekarang Bebe makin besar, saya jadi merasa perlu meng-update apa saja kelebihan dan kekurangan daycare. Saya juga udah lebih tahu seluk beluk daycare.

(Baca dulu: Tentang Bebe di Daycare)

Selain itu, trigger dari postingan kali ini adalah karena masih banyak sekali yang memandang saya dan JG secara negatif karena menitipkan Bebe di daycare.

Bahkan kalimat sesimpel: "Yah, kok di daycare?" atau "Hah? Nggak takut emangnya di daycare?"

Satu, harus takut kenapa? Dua, ada yang punya solusi lain? Kecuali ada yang mau ngasih saya kerjaan dengan gaji sama kaya sekarang tapi boleh setiap hari kerja dari rumah, we have no better options. Dan saya pribadi memang masih ingin kerja. Judge me lah, tapi saya mungkin satu dari sedikit orangtua yang nggak merasa bersalah karena ninggalin anak kerja.

Tapi rasa bersalah dari ibu-ibu bekerja itu mungkin, MUNGKIN YA, muncul karena anak dititipkan ke baby sitter atau neneknya. Baby sitter bisakah diajak diskusi dan ngerti ngurus anak kaya yang kita mau? Kalau dititip ke neneknya mah dijamin lah dimanjain segala rupa. Tak ada nenek yang tahan denger cucu nangis. Belum lagi dengan berbagai mitos ala nenek-nenek zaman baheula dari bedong hingga MPASI dini.

Saya nggak merasa bersalah karena Bebe di daycare ada guru yang tentu saja kuliah pendidikan PAUD, plus ada dua supervisor yang keduanya tentu saja sarjana. Yang punya daycare adalah ibu dari dua balita yang idealis soal ASI dan MPASI. Saya juga akrab dengan mbak pemilik daycare.

Lagipula I need my own time. Saya senang sekali jadi ibu bekerja. Pagi, malem, dan weekend main sepuasnya sama Bebe. Siang Bebe main sama temennya dan saya kembali ke kehidupan saya. Dan memang kantor saya sih mendukung sekali buat remote office atau work from home. Kalau kebetulan JG harus ke luar kota jadi nggak bisa anter jemput ke daycare, ya saya kerja dari rumah sama Bebe. Samapun waktu Bebe demam. Ya kerja di rumah aja. Go digital lah. :D

Nah apalagi buat ibu-ibu yang sering banget galau soal mbak, believe me, daycare solusi jitu deh. Tapi memang ada yang harus diperhatikan.

Beberapa tips mencari daycare:

- Lokasi. Pilihannya deket dari rumah atau deket dari kantor. Untuk mengurangi jam anak di jalan. Tapi ada sih anak-anak daycare Bebe yang rumahnya di Bintaro. Slow aja tiap hari ikut ayah ibunya pergi kerja.

- Biaya. Berapa per bulan? Ada uang pangkal nggak? Daycare Bebe per 2015 ini uang pangkal 1,7 juta, per bulan 2,7 juta. Worth the money nggak? Kalau daycare di daerah kantor kaya Sudirman atau Mega Kuningan, sebulan bisa 4-5 juta. Yang murah sebulannya 500ribu-sejuta juga ada, kalau di Jakarta biasanya tempat penitipan anak (TPA) di kantor-kantor kementerian. Tapi namanya TPA fasilitasnya tentu jauh beda sama daycare. Kalau di Bodetabek, daycare biasanya lebih murah.

- Lihat bangunannya. Luas nggak? Pengap nggak? Aman nggak untuk anak-anak main?

- Lihat kamarnya, apakah bayi dan balita dipisah? Apakah satu boks bayi dipakai bergantian?

- Lihat mbak-mbaknya, jorok nggak bajunya?

- Selain penitipan, apa lagi fasilitasnya? PAUD? Dokter anak? Dokter gigi? Psikolog? Pijit bayi?

- Tanyakan satu mbak berapa bayi? Apakah satu mbak akan memegang terus bayi yang sama? Di daycare Bebe satu mbak 2 bayi atau 3 balita. Soalnya bayi perlu digendong, balita kan cuma butuh mandi dan disuapi, sisanya bisa diawasi sambil main duduk atau jalan-jalan sendiri.

- Sesuaikan dengan prinsip membesarkan anak. Apakah pro ASI? Apakah mau memberi ASI dengan cup feeder atau sendok? Apakah MPASI-nya homemade? Apakah snacknya buah atau biskuit? Kemarin agak kesel juga sih denger temen kantor, anaknya dua-duanya di daycare yang nggak murah. Anak yang kecil seumuran Bebe, 7,5 bulan. Daycarenya ngasih MPASI bergula garam. Karena katanya kasian bayi kalau nggak pake gula garam nanti makannya nggak enak. Temen kantor saya pasrah. *sedih*

Kelebihan daycare:

- Nggak khawatir karena Bebe banyak temen dan ada supervisor. Takut kalau Bebe di rumah berdua sama baby sitter tanpa pengawas.

- Bisa belajar sebelum usia PAUD *obsessive parents* lol. Ini baru kerasa setelah Bebe jadi "manusia" yang punya emosi. Bukan bayi yang nangis nenen nangis nenen nangis nenen repeat. Sebulan belakangan, Bebe udah bisa duduk, udah bisa tepuk tangan, udah bisa main. Jadi setiap pagi ikut belajar deh di kelas. Ikut nyanyi-nyanyi sama kakak-kakaknya yang lain. Saya sama JG nggak mau kalah dong, menghapalkan lagu-lagu PAUD. Happy banget Bebe kalau di rumah saya dan JG nyanyi lagu PAUD.

- Nggak khawatir sama perkembangan motorik dan nggak perlu beli mainan. Dia megang banyak hal di sekolah. Mainan edukatif dan buku buanyak banget. Lagu-lagu PAUD juga rata-rata mengharuskan gerak tangan dan badan.

- Nggak perlu masak MPASI. *sujud syukur* Saya enjoy sekali masak buat Bebe ... karena hanya Sabtu dan Minggu. Kalau harus setiap hari mah bhay, bendera putih. HAHAHA.

- Nggak perlu mandiin Bebe di hari kerja. Dateng daycare belum mandi, pulang daycare sudah wangi.

- Nggak perlu galau mbak pulang kampung dan nggak kembali. Seperti kegalauan yang selalu terjadi pada emak-emak di timeline Path. lol

- Di daycare Bebe ada dokter anak dan pijit bayi sebulan sekali, dokter gigi dan psikolog tiga bulan sekali. Kalau nggak di daycare, dijamin saya nggak akan pernah bawa Bebe ke dokter gigi apalagi konsul ke psikolog. :p

- Mau membantu toilet training. Mbaknya siap kalau diminta bawa anak ke toilet setiap dua jam untuk toilet training. *terharu*

Kekurangan daycare:

- Harus anter jemput tiap hari. Pergi ke kantor jadi lebih pagi Anak jadi pergi-pergi terus. Kalau yang OCD anak nggak mau kena debu dan polusi sih nggak cocok.

- Lebih mahal dibanding pakai mbak di rumah. Ofkorslah ya. Kalau bayar mbak di rumah kan bisa jauh lebih murah.

- Pekerjaan rumah tetep dikerjain sendiri. Ini nih yang jadi concern beberapa ibu. Kalau saya kan semua pekerjaan rumah dikerjain JG. Saya tinggal ngurus Bebe aja. Hehehe.

Nah banyakan positifnya kan. Kekhawatiran selanjutnya adalah, apakah Bebe jadi lebih dekat dengan mbak/gurunya daripada sama saya dan JG? That's worth a separate blog post. Minggu depan bahasa spesial soal bonding yah!

Apakah mencerahkan? Jadi jangan takut lagi sama daycare!


-ast-




LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


LATEST VIDEO

PLEASE SUBSCRIBE!
21 comments on "Tentang Menitipkan Anak di Daycare"
  1. Icha, suka banget dengan postingan ini. Emak-emak anti mainstream dan realistis dengan keadaan. Tetapi, masih banyak yang berpihak pada menitipkan anak pada kakek-nenek, seperti gue yang sampai kelas 5 SD dititipkan di rumah nenek, sampai sekolah dan mengaji dekat rumah nenek.
    I was once told my hubby about your choice and he surely didn't agree. He will choose his parent to look up to our future baby, one day.

    ReplyDelete
    Replies
    1. gue sih kondisinya kakek neneknya ga bisa dititipin -_____- tapi setelah menjalani kaya gini, baru berasa enaknya ga titip ke kakek nenek karena jadi ga ada intervensi. jumat diposting lengkap ya!

      Delete
  2. makasih mbak info dan sharingnya, bermanfaat sekali :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama yaaa. makasih udah mampir. :)

      Delete
    2. Hai mba nisa..
      Thanks for you sharing.. btw klo boleh tau anaknya di daycare mana? Soalnya aku lagi nyari2 daycare di daerah bintaro atau ciputat

      Delete
    3. halo, boleh email/dm aku di instagram ya. thank you.

      Delete
  3. wihh sekarang postingannya sdh bukan kpop lagi, but cool..ngasih pencerahan banget. Apalagi buat yang takut nitipin anaknya ke orang non family member gitu. Jadi ingat variety show The Return Of Superman di KBS World. The Triplets (Daehan Minguk Manse) kalo gak dijagain bapak ibu atau neneknya juga dititipin di daycare. Bawaannya nyanyi... melulu. Mudah bergaul juga kelihatannya. Tapi yah tergantung daycarenya juga sih ya,cha? bener gak sih?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini emang blog parenting (ceritanya). blog kpop masih ada meskipun jarang update di crayonmonster.blogspot.com.. hehehe.. dan iyaaa, tergantung daycarenya juga.. :)

      Delete
  4. Daycare nya sipp ya mak. Tfa bgd nih, bs jd referensi sy nih mak, bentar lg mau sekulah lg. Tengkiu yak

    ReplyDelete
  5. Iyooo.. masuk akal sih yaa mendingan ke Daycare daripada diasuh sama pengasuh yang paling2 lulusan SD atau SMP..Dan di Daycare pun ada yang bertanggung jawab kan yaa plus bisa belajar bersosialisasi :D

    ReplyDelete
  6. Tos! sesama pelanggan daycare. Aku sudah 10 tahun pake jasa daycare

    ReplyDelete
  7. Mbak, suka deh sama ceritanya yang apa adanya. Baru ketemu sama blog ini hari ini, jadilah sibuk bacain cerita bebe. Sama niii... sering bgt dapet pertanyaan : ngapain deeja di daycare? *padahal gue nggak kerja* Kalau siap disinisin, gue bilang : deeja butuh sosialisasi, emaknya butuh tidur dan beberes dengan tenang. HAHAHAHA.

    ReplyDelete
  8. Beda pendapat soal yang satu ini. Panjang alasannya. Kalau tertarik berdiskusi silahkan baca tulisan di blog saya. Gapapa ya, mba ..setiap kepala kan boleh berbeda...

    ReplyDelete
  9. mbak, klo boleh tau..daycare nya dimana ya? min. usia berapa bulan yg bs ditangani daycare nya..makasih :))

    ReplyDelete
  10. Kalau aku belum berani nitip anak di Daycare, masih ragu. mending dititipin sama neneknya,,

    ReplyDelete
  11. Mba, boleh tau kah daycare-nya Bebe dimana ya? Kelihatannya daycare Bebe patut dijadikan rekomendasi..

    ReplyDelete
  12. halo mbak salam kenal,

    makaish ya sharenya membantu banget buat bikin keputusan, secara masih bingung daycare , nenek or prt ... please info donk mbak daycarenya dimana ?

    ReplyDelete
  13. Bener banget nih mom... Infonya. Saya jg dri berbulan2 bingung urusin bisnis setengah2 karena ada anak. Cari pembantu tp bentar-bentar berhenti. Dan pembantu pun ga bisa ajarin anak saya. Cuma bisa turutin maunya anak apa. Padahal anak saya udah didik mandiri karena masuk pembantu malah jadi manja. Bikin dilema
    Anak yg pertama di titipkan di nene kake di kampung karena kehendak suami. Disana sekolah TPI ga bisa nulis jg.... Klo liburan akhirnya saya yg ajari anak saya. Secara kakek neneknya jg ga bisa ajarin cuma bisa teriak2 ko ga bisa jg sih . sementara agar anak bisa paham ada cara2 tertentu
    Dan gurunya di kampung jg kurang bagus.
    Anak saya yg kedua akhirnya saya masukan di day care dia emang senang berinteraksi dengan orang lain. Walaupun pengeluaran lebih mahal dari pada punya pembantu tp lumayan lah ga perlu masukin sekolahkepribadian atau inggris soalnya miss nya pda pake bahasa inggris

    ReplyDelete
  14. Mba, boleh tau daycare nya bebe dimana ya? Saya lagi nyari2 daycare untuk bayiku,.bulan april masa cuti melahirkan abis soalnya..klo boleh minta tolong di email ke : dgreenpurple@gmail.com

    Makasii sebelumnya mba ��

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)

IG