Bulan lalu saya belanja bulanan di Bandung. Pringles lagi diskon buy 1 get 1 free. Ini pertama kali Bebe makan cemilan model begini, biasanya dia makan mentok biskuit doang. Coklat dan permen belum pernah makan. Excited dong Bebe.
JG antri di kasir, saya ambillah itu Pringles dan ajak Bebe duduk di bangku depan supermarketnya. Di bangku itu ada anak umur 4 tahunan berdiri di kursi, bersama perempuan setengah baya yang saya duga neneknya. Ternyata benar,
*Ah elah mau bilang anak umur 4 tahun duduk sama neneknya aja ribet lol*
Karena Bebe excited ingin makan, Bebe kalem. Dia manis sekali. Nggak lari-lari atau apa. Si nenek itu ngeliatin kami terus sampai akhirnya nyeletuk.
"Berapa tahun ini neng? Meni (kok) kalem gitu, ini mah nakal," katanya sambil menunjuk sang cucu.
NAKAL. INI MAH NAKAL. SI CUCU DIBILANG NAKAL.
T________T
na.kal
[a] (1) suka berbuat kurang baik (tidak menurut, mengganggu, dsb, terutama bagi anak-anak) (2) buruk kelakuan (lacur dsb) - source kbbi
Saya jawab, "Dua tahun setengah bu, nakal kenapa emangnya?"
"Ya ini naik-naik kursi, kalau di rumah duh nggak mau diem. Blablabla," si ibu full curhat mode-nya diaktifkan.
Yang ada di otak saya cuma satu. Anak naik kursi dibilang nakal. Anak lari-larian dibilang nakal. Kok sedih sekali.
T________T
Apa definisi nakal?
Dulu, seperti yang saya ceritakan di postingan Karma Anak Laki-laki ini definisi nakal saya memang seperti itu. Tapi kan itu waktu saya kecil, setelah punya anak sendiri, ya berubah lah. Kok tega banget bilang anak sendiri nakal?
Kalau menjudge anak sendiri nakal, apalagi masih balita, apa yang sudah kita lakukan sebagai orangtua? Karena menurut saya, nakal pada balita itu masalah pola pikir sebagai orangtua.
Nakal itu judge yang parah sih menurut saya. Karena anak balita bukan tidak mau menurut tapi memang tidak mengerti bahwa ia HARUS menurut. Maka ia harus diberi pengertian, bukan dilabeli nakal. Karena melabeli nakal pada balita itu nggak ada gunanya.
Oh wait, kayanya memberi label nakal pada semua orang itu nggak ada gunanya. Cewek nakal dan cowok nakal aja definisinya nggak sama. Hih.
(Baca: Bebe Umur 2 Tahun itu Bikin Pusing!)
Karena si anak dilabeli nakal lalu apa? Lalu kita stres karena merasa punya anak nakal. Padahal yang pertama kali bilang si anak nakal itu siapa? Kita sendiri.
Bebe jauh dari kalem. Tapi kalau dia naik kursi ya dijaga aja biar tidak jatuh. Kalau memang bahaya yang diberi tahu kalau itu bahaya, nanti Bebe jatuh. Kalau marah? Diamkan. Kalau kita kalah karena dia marah? Kita yang gagal.
Iya kita yang gagal. Kita memberi kesempatan pada si anak untuk menunjukkan bahwa kita lemah dan kurang tegas. Padahal balita butuh sosok yang tegas, sosok yang dia percaya. Dengan tegas dia nggak akan benci sama kita kok. Kalau udah terlanjur gagal? Masih ada kesempatan.
Besok lagi juga anak akan melakukan hal yang kita rasa salah kok, dijamin. Jadi orangtua kan proses seumur hidup, nggak mungkin mulus terus. Sesekali gagal tapi tolonglah jadikan pelajaran. *ngomong sama diri sendiri*. Bukannya jadi menyalahkan si anak dengan bilang "ini anak nakal".
Lebih parahnya lagi membandingkan dengan anak orang lain. Bebe dianggap kalem karena duduk, si cucu dianggap nakal karena berdiri di kursi. Kenapa dia sungguh yakin kalau Bebe tidak pernah naik kursi? Dijadikan perbandingan itu menyakitkan, saya langsung kebayang ibu si anak.
Ibu si anak mungkin hidupnya tertekan karena ibunya sendiri mengkritik cucunya sebagai cucu yang nakal. Sedih. :(
(Baca: Tips Menangani Anak Tantrum di Tempat Umum)
Kalau anak sudah usia SD atau SMP sih menurut saya karena definisi "nakal" nya sudah bisa dalam level mengganggu ketertiban umum. Pernah saya lagi makan indomie di warung deket kostan dulu, dan tiba-tiba anak empat anak SD pake seragam pramuka mengobrol di depan warung, mereka membuka tas, DAN MEMINDAHKAN CELURIT. Dari tas si anak satu ke tas anak lain.
ANAK SD. MEMINDAHKAN CELURIT. Si ibu warung langsung melempar anak-anak itu dengan kursi plastik dan mengusirnya. Mereka diancam agar tidak main lagi ke daerah situ. Mereka kabur terbirit-birit.
Oke kalau level seperti itu baru bisa dibilang nakal sih. Meskipun tetep pertanyaannya mendasarnya "orangtuanya ke mana? kenapa bisa mereka begitu?" Kadang orang harus dibekali otak dulu sebelum memutuskan untuk punya anak.
Ya tetep, problemnya di orangtua.
Apa definisi nakal buat kalian?
Tolong jangan bilang nakal pada balita ya karena kasihan. :(((((
-ast-












