Selepas ASI, Apakah Anak Harus Minum Susu?

on
Wednesday, September 7, 2016

Apakah anak harus minum susu UHT atau susu formula setelah lewat 2 tahun?
Pertanyaan itu datang dari pembaca blog saya via email beberapa hari lalu. Jawabnya ya sesuai pengalaman aja, saya nggak bilang harus atau nggak harus karena saya kan bukan dokter, bukan ahli gizi juga. :)

Karena biasalah ibu-ibu masa kini, seneng banget kontroversi. Soal susu yang dulu nggak pernah jadi bahan perdebatan, sekarang rame bener. Bener nggak sih nggak butuh susu setelah 2 tahun? Kalau nggak minum susu apa nggak kurang kalsium?

*ya maklum ibu-ibu tambah pinter sis* *iya iya*

Sebenernya saya sendiri juga mempertanyakan hal itu sih. Di antara kubu anti susu dan kubu fans susu, saya akhirnya mengambil jalan tengah.

Sebentar, enaknya sih kita bahas satu-satu ya antara kedua kubu ini. Biar mencerahkan lah, brightening gitu (dikata skin care).

Pro susu

Yang ini ibu-ibu yang ngasih susu buat anaknya. Malah sehari kalau bisa dikasih target, harus 3 gelas! Kalau nggak nanti kalsiumnya nggak cukup, takut anaknya jadi pendek dan giginya kurang kuat. Lagian dulu kan kita semua minum susu juga nggak kenapa-kenapa kok.

Anti susu

Yang ini ibu-ibu yang nggak ngasih susu buat anaknya. Sebagian besar karena memang menjalankan pola makan food combining dan jadi tim #KibulanSusu. Anti susu karena naturally susu sapi memang nggak cocok buat tubuh manusia dewasa. Susu hanya cocok untuk bayi, itu pun ASI bukan susu sapi. Lagian susu hanya mengandung kalsium padahal tulang juga butuh magnesium.

*

Saya sebagai ibu-ibu masa kini tentu saja bingung harus ikut yang mana hahahaha. Masalahnya bahkan dokter aja terbagi dua kubu. Dokter siapa dulu nih? Ada dokter yang anti susu, ada dokter pro susu, ada dokter selow nyantai kaya saya hahaha. Jadi ya semua juga bisa bilang "kata dokter gue sih blablabla".

Oke jadi intinya saya sendiri bukan keduanya. Seperti biasa saya ambil jalan tengah ajalah biar aman. Bukan nggak punya pendirian tapi kalau kontroversial gini kan yang bisa kita percaya tinggal diri sendiri dan Tuhan ya nggak?

Jadi gini.

Selepas 1 tahun, Bebe udah nggak minum ASIP karena udah nggak mau. Mulai saya kasih UHT (iyaaa, UHT boleh dari 1 tahun, di kotaknya emang 2 tahun tapi kan itu dalam rangka mensukseskan ASI 2 tahun).

Saya kasih Ultra Mimi (bukan iklan) dan dia mau semua rasa. Selang-seling sehari satu rasa untuk mengenalkan dia ke berbagai rasa dan dia mau semua. Sampai bisa ngomong tuh, 1,5 tahunan, mulai nawar, maunya coklat doang. Udalah kasih coklat doang. Sampai umurnya 2 tahun pas, dia masih minum UHT sekotak sehari.

Beberapa bulan terakhir minum susunya makin banyak. Sehari bisa 4-5 kotak! Tapi setelah ditelaah lebih lanjut, dia minum susunya banyak kalau makannya sedikit. Kalau di daycare makannya banyak (dan ngabisin makanan orang) dia kadang sehari nggak minta susu sama sekali.

Maka akhirnya kalau weekdays di daycare, tetap saya bekalkan susu. Mau diminum silakan, nggak diminum nggak apa-apa, asal makannya habis. Kadang diminum kadang nggak. Kalau di rumah alias weekend doang, karena sudah dipastikan makannya nggak habis, jadi bolehlah minum susu 4 kotak sehari. Kadang pake sereal atau oatmeal biar sekalian kenyang.

Jadi intinya, nggak mewajibkan minum susu dan nggak ngelarangnya juga. Karena yah, secukupnya ajalah, nggak 100% begini atau begitu. Yang jelas saya masih keukeuh sama merek satu itu karena nggak ada garemnya dan gulanya sedikit.

Minum susu coklat setiap hari bikin gigi rusak nggak sih?

Bebe bukan anak yang minum susu sampai ketiduran sih. Dia minum susu di kotak (kalau di rumah) dan di gelas (kalau di daycare) jadi nggak mungkin sambil tiduran hahaha. Anaknya emang nggak mau pake dot dari umur 6 bulan jadi ya gosok gigi lah sebelum bobo. Dan syukurlah nggak ada drama gosok gigi, kenapa coba?

Karena ada anak daycare giginya jelek banget, hancur. Jadi tiap dia nggak mau gosok gigi saya bilangin giginya nanti rusak loh kaya xxx hahaha dia parno setengah jijik gitu liat gigi rusak jadi selalu mau gosok gigi.

(Baca cerita Bebe gosok gigi di sini)


Kenapa susu UHT dan bukannya susu bubuk?

Pernah saya jelaskan di postingan waktu jalan-jalan ke pabrik Ultrajaya, karena kandungan susu UHT lebih baik dan lebih terjaga dibanding susu bubuk. Itu alesan sok-sok an aja sih, alasan intinya mah karena praktis aja. Sekotak sekali minum, nggak perlu bikin dulu, nggak perlu cuci gelas dan sendok. Kalau dibekel ke mana-mana pun praktis banget.

Iya aku nyampah banget gaes maafkan ya bumi. :(

*

Udah sih itu aja. Yang jelas jangan menyalahkan orang dengan pilihannya. Nggak minum susu ya terserah, minum susu ya terserah juga, nggak minta susunya sama kalian juga kan. Hahaha.

See you!

-ast-

LIKE THIS POST? STAY UPDATED!


FOLLOW @annisast ON INSTAGRAM!

7 comments on "Selepas ASI, Apakah Anak Harus Minum Susu?"
  1. Kalo aku mah doyan..jadi ya gimana dong. lol

    ReplyDelete
  2. Kita sama Cha. Anakku nggak minum susu bubuk, jadi nyetok ultra sedus yang isi 40 tuh, yang 125ml. Sehari tapi dibatesin maksimal 2 kotak aja.
    Dan iya alasannya sama banget: praktis, nggak repot, tinggal tusuk dan minum. Kelar. Hahaha.

    ReplyDelete
  3. Sebenernya yg gak pro susu lanjutan (selain food combainer) itu niatnya biar orang gak memaksakan diri buat beli susu dan ganti pedoman 4 sehat 5 sempurna jadi gizi seimbang.. tapi saking semangatnya jadi ngelarang2 minum susu.. :D

    anakku dulu minum UHT, sekarang ganti sufor karena abis muntaber gara2 UHT, minum UHTnya sesekali aja..

    ReplyDelete
  4. Jalan tengah,,saya juga. Tapi anak saya doyan semua sih, UHT mau, susu bubuk mau, makan banyak, masih ASI juga ��

    ReplyDelete
  5. Gue gak doyan susu dan emang pendek, suami gue pecinta susu juga gak tinggi, jadi gimana dong teorinya. LOL
    Anak gue termasuk yang suka makan dan doyan nyusu dan gue sih gak masalah, selow ajalah.

    ReplyDelete
  6. Anakku minum UHT dari umur 13 bulan sampe sekarang mau 3 tahun. Alesannya ya praktis dan karena ga banyak lewatin proses pabrik. Lagian pas dicoba kasih susu bubuk yang diseduh anaknya ga doyan, jadi ya udah pilih yang anak mau aja.
    Sekarang karena di daycare kakak-kakak TK pada kenal karakter kartun, susunya harus yang ada boboboy nya -_-"

    ReplyDelete
  7. Hahahahaha.. kita sepaham kayaknya mom. Selowlah dulu aja aku asi cuman 3 bulan dan sisa hidupku sampai skrg diisi dengan sufor (dari hamil sampai skrg lg menyusui minum prenagen), and i turn out to be just fine..

    Aku percaya sih banyak faktor x yg lbh banyak berperan dalam kecerdasan dan tumbang si kecil instead of cuma sekedar masalah persusuan, kayak asupan gizi, pola asuh dan faktor genetik juga (tinggi, pendek, bakat gemuk/kurus, IQ, EQ, tralala trilili..)

    Karena tiap orang tua punya background & karakter yg berbeda, setiap anak unik, dan kondisi yg dihadapi berbeda juga, jadi pastinya setiap orang punya parenting style yg beda juga ga mungkin disamain.

    Setujulah sama kamu, ga usah nyalahin pilihan orang lain, ngurusin hidup kita dan anak kita sendiri aja udah pusing kan :D

    ReplyDelete

Hallo! Terima kasih sudah membaca. :) Silakan tinggalkan komentar di bawah ini. Mohon maaf, link hidup dan spam akan otomatis terhapus ya. :)