-->

Image Slider

Showing posts with label tentang bayi-bayian. Show all posts
Showing posts with label tentang bayi-bayian. Show all posts

Mitos dan Fakta Seputar Vaksin

on
Sunday, May 2, 2021

Ngomongin vaksin zaman sekarang itu sensitif banget ya padahal vaksin terbukti menyelamatkan jutaan jiwa. Eh tapi sebentar deh, kalian udah paham belum sih bedanya vaksin dan imunisasi?


Vaksin: Proses memasukkan vaksin ke dalam tubuh via injeksi atau oral.

Imunisasi: Proses di dalam tubuh membentuk antibodi. 


Pada akhirnya kedua istilah ini sering dipertukarkan dalam keseharian dan ya udalah yang penting sama-sama paham kan hahahaha.


Kenapa tiba-tiba bahas vaksin, karena Jumat lalu saya hadir di event Kenapa Harus Vaksin World Immunization Week 2021 Webinar dengan tema "101 Vaksinasi: Kupas Tuntas Vaksinasi Anak" bersama Kenapa Harus Vaksin (@kenapaharusvaksin), theAsianparent Indonesia, Sisy Prescilia, dan dr. Attila Dewanti, SpA(K) dan merasa dicerahkan kembali soal berbagai mitos dan fakta seputar vaksin.


Apa aja sih mitos seputar vaksin dan gimana faktanya?


Mitos: Vaksin hanya melindungi diri sendiri


Faktanya, vaksin bukan hanya melindungi diri sendiri tapi juga melindungi orang lain! Karena ketika kita divaksin, kita tidak berpotensi menularkan penyakit pada orang di sekitar kita.


Data juga bicara demikian. Vaksin lengkap bisa mencegah lebih dari 26 penyakit dan 2-3juta kematian tiap tahun bisa dicegah dengan vaksin. Ketika cakupan imunisasi secara global diperluas, vaksin bisa menyelamatkan 1,5juta orang lagi setiap tahun.


Inget nggak sih outbreak difteri beberapa tahun lalu? Nah itu karena 65% orang nggak vaksin DPT lengkap. Ya melindungi diri sendiri aja nggak bisa apalagi saling melindungi dengan orang sekitar, outbreak deh.



Vaksin juga bisa menghindari komplikasi penyakit serius. Misal flu, orang yang sudah vaksin influenza punya risiko lebih rendah terkena komplikasi seperti pneumonia atau gangguan sistem saraf pusat.


Mitos: Vaksin gratis lebih tidak efektif dibanding vaksin berbayar.


Faktanya, menurut dr. Attila efektivitas vaksin yang gratis maupun yang berbayar itu sama saja. Vaksin di posyandu atau di rumah sakit juga sama saja yang penting itu vaksin lengkap, sesuai jadwal, dan dengan urutan yang benar sesuai jadwal vaksin dari IDAI.



Bedanya yang gratis disubsidi pemerintah, yang bayar tidak disubsidi. Pun bisa berbeda pula dari jenisnya. Seperti vaksin DPT yang menyebabkan demam itu karena jenisnya whole cell di mana pembuatannya pakai kuman yang dilemahkan. Namun ada juga yang aseluler, di mana selnya saja yang diambil dan tidak semua kuman masuk ke dalam vaksin sehingga menurunkan risiko anak demam. Keduanya tetap merupakan vaksin aman.


Kalau pun anak demam pasca vaksin, itu wajar ya! Biasanya demam terjadi dalam 24-36 jam, lewat itu sebaiknya diperiksa ke dokter karena khawatir ada penyakit lain, bukan disebabkan vaksinnya!


Mitos: Karena pandemi, jadwal vaksin anak boleh ditunda.


Faktanya: TIDAKKKK! Jangan sampai karena takut pandemi (yang entah akan berakhir kapan) kita jadi terkena risiko penyakit lain yang sebetulnya bisa dicegah dengan vaksin ya!



Jadi baik vaksin untuk bayi, vaksin untuk balita, maupun vaksin tambahan atau vaksin booster TETAP diberikan sesuai jadwal IDAI. Bagaimana kalau terlanjur terlewat jadwal? Misal karena PSBB atau alasan lain?


IDAI menyarankan imunisasi kejar dan imunisasi ganda, yaitu vaksin beberapa dalam waktu yang sama sekaligus. Nggak masalah dan aman ya! Selama dikonsultasikan pada dokter tentunya.


Mitos: Vaksin yang sama lebih dari sekali itu berbahaya.


Faktanya menurut dr. Attila ketika orangtua ragu anaknya sudah divaksin atau belum, sebaiknya ya diulang saja karena kalau pun sebelumnya sudah pernah, sisa vaksinnya akan dibuang oleh tubuh. Tidak ada bukti pemberian vaksin akan merugikan penerima yang sudah vaksin dan vaksin tidak akan membuat penyakit bertambah parah.



Bonus: Tips Vaksin Aman Saat pandemi


Nah saya yakin sih banyak yang sebetulnya mau vaksin tapi khawatir duh ke rumah sakit lagi pandemi gini aman nggak ya? Ini tipsnya:


Cari fasilitas kesehatan yang memisahkan anak sakit dengan anak sehat. Rumah sakit ibu dan anak tentu bisa dibilang lebih aman dibanding rumah sakit umum.


Buat janji kedatangan dan datang tepat waktu. Kalau masih ada waktu menunggu, pertimbangkan menunggu di mobil.


Konsultasikan pada dokter tentang imunisasi kejar & imunisasi ganda, siapa tahu ada yang bisa diberikan sekaligus karena waktunya berdekatan. Bisa mengurangi waktu ke RS, kan.


Opsi lain, cari tempat vaksin yang bisa vaksin di rumah sehingga tidak perlu ke rumah sakit. 



Terjawab ya berbagai mitos seputar vaksin! Semoga bermanfaat!


-ast- 





Agabang, Cerita dari Kamar Bayi Korea

on
Saturday, June 3, 2017
[SPONSORED POST]



Ada yang pernah denger Agabang? Saya beluummm! Ah berarti mainnya kurang serius nih kalau di mall. Karena Agabang ini udah 3 tahun ada di Indonesia, tepatnya dari Desember 2014. Hayo, udah berapa kali ke mall selama 3 tahun terakhir? Hahaha.

Beruntungnya, beberapa minggu lalu saya diundang oleh Mommies Daily dan Agabang untuk re-opening store mereka di Plaza Indonesia. Dan seperti biasa eventnya Mommies Daily itu selalu thoughtful karena selama buibu liputan event, anak-anak dan ayah/mbaknya dikasih one day pass Miniapolis biar bisa main. Luv sekaliii. :*


⭐️ Jadi Agabang itu apa? 🌈

Agabang itu berasal dari dua kata "aga" yang berarti bayi dan "bang" yang berarti kamar. Iya jadi Agabang itu artinya kamar bayi.

Di Korea, Agabang mendominasi pasar barang-barang bayi lho! Nggak heran karena mereka sudah eksis sejak tahun 1979! Wow ayah saya aja baru masuk kuliah tahun 79 sih. *info penting abad ini*

Dan itu semua berawal dari kebingungan Kim Wook, terakhir menjabat sebagai chairman Agabang, karena kedua anak perempuannya sulit menemukan baju yang pas. Anak ketiganya malah sampai harus custom made coat sendiri saking susahnya nemu baju yang pas di badan.

Duh gemes yaaa bayangin bayi Korea. Kalian jadi inget siapa? Saya jadi inget Moon Mason. Ituloh bayi yang di 'Baby and Me'




Oke skip.

Akhirnya Kim Wook bertekad untuk membuat sendiri baju-baju itu dan memasarkannya. Ia termasuk yang pertama menjual botol bayi di store loh, sebelumnya di Korea botol bayi hanya dijual di apotek. Kemudian lahirlah Agabang!

Sekarang Agabang masih menguasai pasar bebayian di Korea. Mereka pun mulai melebarkan sayap ke negara lain seperti China, Mongolia, Amerika, dan Indonesia. Di China mereka malah punya lebih dari 100 stores! Wow. Ya maklum orangnya aja banyak ya nggak lol.

⭐️ Di Indonesia, Agabang jual apa aja? 🌈

BANYAAAKKK. Macem-macem banget. Semua kebutuhan bayi, balita, anak, dan ibu ada di sini. Dari baju, alat makan, alat mandi, mainan, sampai sabun cuci baju!


Dan modelnya gemes-gemes banget. Didominasi warna pastel gitu. Plus storenya yang serba putih jadinya nyaman banget buat belanja.

Agabang juga punya brand skincare namanya Putto yang didesain spesial untuk bayi dengan kulit sensitif. Cocok banget buat Bebe karena Bebe kulitnya sensitif banget. Pernah kulit punggungnya ngelotok sepunggung-punggung karena ganti merek sabun hiks.

Nah Putto ini terbuat dari bahan organik alami herbal ekstrak. Tanpa kimia, pengawet, pewarna, alkohol atau air. Sangat cocok untuk kulit Asia atau kulit eczema. Penasaran kan! Mana botolnya Instagram worthy banget hahahaha.




Selain itu Agabang juga menjual produk fashion dari baju tidur sampai baju formal, sepatu, dan topi. Juga hardware (alah) kaya tempat makan, sendok, sikat gigi, stroller, potty seats, dan gendongan. Nah bocoran dari owner Agabang di Indonesia mbak Ranita Angkosubroto (yang cantik sekaliiii <3), baby carrier-nya Agabang ini satu pabrik sama baby carrier yang sedang trendi itu. Berawalan i berakhiran L, tau dong ya. Tapi Agabang produksi jauh lebih banyak jadi harganya bisa lebih murah.

Motifnya juga lucu-lucu loh. Dari gendongan tradisional Korea sampai carrier yang ada hip seatnya tersedia semua di Agabang.




Selain buat bayi dan anak, Agabang juga punya brand Destination Maternity yaitu baju hamil dan menyusui. Lengkap kannn!

🌟 Terus kemarin eventnya ngapain aja? 🌈

Nah kemarin di event itu 10 mommies yang hadir termasuk aku diberi gambaran soal Agabang dan produk-produknya seperti yang aku jelaskan di atas. Setelah itu kami berkunjung ke store Agabang di Plaza Indonesia untuk melihat-lihat produk dan main games!

Gamesnya tampak simpel, kami dikasih 10 nama benda dan harus cari di storenya. Kesulitannya adalah, semua produk di kemasannya pake Hangul alias huruf Korea!

Tapi karena saya cerdas (ehm) saya akhirnya sadar kalau semuanya emang pake bahasa Korea kecuali di label harga yang ada barcodenya! Akhirnya saya puter-puter cari label harga satu-satu. Tetep susah ternyata karena barang di tokonya banyak banget sementara kami have no idea apa itu orgel? Apa itu rabbit podaegi? Mati kan yah HAHAHAHA

Plus heboh banget karena buibu kompetitip amat kan yah, apa yang diambil orang lain ikutan diambil juga padahal nggak tau bener apa nggak.

Akhirnya saya ... Google Image hahahahahaha dan menang dong! WOOHOO! Seneng banget dapet voucher belanja Rp 1juta.

Pulangnya pun kami dibekali goodie bag berisi produk Agabang. Senang sekali!

🌟 Apa aja isinya? 🌈

Agabang Baby Wipes, tisu basah yang bahannya organik jadi cocok buat anak-anak yang kulitnya sensitif dan nggak bisa sembarangan pake tisu basah (melirik Bebe). Wanginya enak! Saya baru pertama kali nyium tisu basah dengan wangi kaya gini. Wangi sabun bayi, nggak mengandung alkohol.

Laundry soap, iya sabun batang buat cuci baju bayi! Kata mbaknya ini bersih banget dan nggak bikin alergi ke kulit bayi. Sssstt, mbaknya bilang buat noda menstruasi aja sabun ini enak dipake. Bersih banget katanya. Katanya soalnya saya belum coba, maklum yang biasanya cuci baju kan JG hahahaha.

Saputangan segiempat yang haluussss banget lebih halus dari tisu! Kalau dilipat jadi segitiga, saputangan ini bisa jadi bibs. Bahannya 100% katun natural!

Putto Toc Toc Bath, sabun mandi yang bisa dibikin bubble bath atau dipakai langsung ke kulit. Bahannya 100% alami dan dia nggak ngambil minyak di kulit tapi bikin kulit jadi lembab. Head to toe juga loh jadi nggak perlu beli sampo.

Putto Angel Recipe Lotion. Nah kalau ini untuk mengatasi atau melindungi kulit dari iritasi, panas, debu, dan alergi.

Kaos kaki. Yang ini spesial buat Bebe huhu terharu amat. Semua mommies yang hadir dapat hadiah spesial sesuai dengan usia anaknya.

Seneng banget! Thank you Agabang dan Mommies Daily!



🌟 Agabang Gallery ðŸŒˆ
Plaza Indonesia 
Gandaria City
Pondok Indah Mall 2 
Sogo Plaza Senayan 
Sogo Medan

Website
: https://agabang.co.id
Facebook: https://web.facebook.com/agabangID/
Instagram: https://www.instagram.com/agabang/



-ast-

Source:
http://koreajoongangdaily.joins.com/news/article/article.aspx?aid=2904431
http://www.korea.net/NewsFocus/Business/view?articleId=122331




Agar Anak Mau Duduk di Car Seat

on
Wednesday, January 25, 2017
Yak, ini adalah pertanyaan semua umat terutama ibu-ibu dengan bayi yang sering pergi-pergi, gimana sih caranya agar anak mau duduk di car seat? Gimana biar anak betah di car seat?

agar anak betah di car seat

Hai hai semuanya.

Saya kembali dengan artikel parenting. Finally! Seperti yang sudah saya bilang di atas, saya akan berbagi tips tentang bagaimana agar anak betah duduk di car seat.

Soalnya saya sering dapet pertanyaan ini "Bebe kok mau sih duduk di car seat? Anakku susah banget!".

Sebelum masuk ke tips, ibu-ibu yang hamil atau baru melahirkan juga suka nanya saya: "mau beli car seat deh buat anak, beli merek apa ya?" Jawaban pertama saya pasti "butuh banget car seat? akan dipakai sesering apa?" Kalau cuma sebulan sekali ke rumah nenek mah anaknya nggak bakal mau sih dijamin. Kecuali ibunya strict banget anak jerit-jerit ngamuk tetep di-strap di car seat ya. Ya udah good lah kalau gitu.

Kalau kaya saya kan anak nangis di car seat pasti saya turunin dan nenenin, kalau kalian model kaya saya begini terus cuma di car seat sebulan sekali, nggak bakal kepake udah. Nggak perlu beli, sayang. Dipake minimal seminggu sekali deh baru anaknya kemungkinan besar mau. Kalau nggak rutin dipake mah nggak perlu beli sekali lagi yaaa.

Bahaya nggak? Ya bahaya lah. Duh boro-boro concern car seat ya tapi di Indonesia, supir taksi online aja masih banyak yang nggak mau pake seat belt. Gemes.

Ya buibu, ini ya tipsnya.

Perkenalkan sedini mungkin


Ya, umur berapa Bebe pertama kali duduk di car seat? Dua bulan. Technically dia malah bobo karena belum bisa duduk. Bandung-Jakarta pake car seat dan dia rewel. Kenapa rewel? Nanti akan dijelaskan di poin selanjutnya.

Kemudian di usia 5 bulan dia tiap hari duduk di car seat karena dia pergi ke daycare berdua sama JG. Bebe di daycare dari 3 bulan sih tapi dua bulan pertama saya ikut anter ke daycare karena kami pake motor gengs, belum beli mobil hahahaha. Deket sih nggak nyampe 5 kg tapi berat astaga, pinggang saya sakit semua. Iya saya memang cemen.

Jadi kalau ditanya kenapa betah? Ya karena dia naik car seat sejak bayi SETIAP HARI KERJA, pulang dan pergi. Itu aja udah cukup alasan sih lol. Tapi bacalah duluuu poin-poin berikutnya. Hahahaha.

Cek kenyamanan car seat


Ya, Bebe rewel diduga karena car seat nggak nyaman. Car seatnya waktu itu minjem punya temen saya dan kurang tebel gitu busanya jadi nggak nyaman. Pas beli sendiri merek Joie sih aman jaya.

Perhatikan juga ukuran car seat. Bebe pernah tiba-tiba rewel banget nggak mau di car seat, ternyata karena car seat nya kekecilan. Diganti yang baru langsung mau dan nggak ada masalah.

Yang penting empuk lah udah.


(Klik image di bawah untuk baca tentang jenis dan memilih car seat)

Matahari is no no

Bayi dan balita tidak bersahabat dengan matahari, gengs. Matahari membuat cranky. Kalau bayi sih mending kacanya ditutup penghalang kaca gitu loh yang diceplok-ceplok di kaca. APA DEH NAMANYAAAA. Ya pokoknya penghalang matahari.

Kalau kaya Bebe sih udah gedean (2 tahun 7 bulan) udah bisa pakai kacamata item lol. Bebe punya 2 kacamata item, yang satu h&m dan itu tidak nyaman dipakai toddler, nggak usah beli. Mungkin kalau 5 tahunan udah bisa karena di Bebe nggak nyangkut sama sekali hahaha. Bebe pake kacamata Superman beli di Kidz Station gitu sejak dia umur 2 tahunan lah. Jadinya dia kalem karena tidak silau. Kalau silau dia berisik dan marah-marah "SILAU IBU SILAAUUU!" -__________-


agar anak betah duduk di car seat
kiri kacamata superman, kanan kacamata h&m

Bawa mainan atau ...

pasang gadget HAHAHAHAHHA. Maaf ya aku emang gagal banget jadi ibu idealis idaman kalian semua. Saya pasang dudukan hp di kaca samping Bebe jadi dia bisa nonton sambil duduk di car seat. Itu udah pasti kalem lah dijamin nggak gagal.

Kalau gagal mungkin dia ngantuk atau laper makanya cranky. Kalau bayi-bayi belum ngerti nonton sih bisa digantung mainan yang bunyi kincring-kincring macam di baby bouncer ya. Bebas lah, berikan apa yang bayi kalian sukai.

Nonton tentang Car Safety

Ini works well banget sama Bebe abis kemarin drama daycare itu, selain dia nggak mau juga duduk di car seat karena takut saya strap terus saya tinggalin huhu. Sekarang dia udah nggak drama tapi itu worth separate blog post!

Intinya Bebe mau duduk lagi di car seat karena saya kasih tonton film tentang car safety. Bebe lagi suka Robocar Poli jadi kebetulan banget! Episode Poli di bawah ini tentang car safety dan pentingnya duduk di car seat untuk anak-anak. Jadi kalau dia nggak mau duduk saya tinggal bilang "kata Poli apa?" dan kalau mau duduk saya akan puji "wah pintar ya menurut pada Poli" IYA BUKAN MENURUT PADA IBU HUUUU.


Terakhir, temani dan tunjukkan kalau kita pun pakai seatbelt. Seatbelt itu keren, puji setiap dia mau duduk di car seat. Gitu aja sih. Saya juga nggak ekstrem banget tapi most of the time Bebe di carseat. Kalau ibu-ibu yang hebat kaya si Gilang temen saya mah beuh, mau nenen aja mobil harus berhenti dulu. Saya nggak tahan ah, nenen ya nenen dulu. Kalau bobo ya taro lagi di car seat.

Begitulah. Semoga berguna yaaa.

-ast-




To Wean or Not to Wean

on
Wednesday, May 25, 2016

Okai jadi Bebe akan ulang tahun ke dua, dua minggu lagi. Dan sekarang semua orang sudah membombardir dengan:

"Wahhh, Xylo udah mau 2 tahun ya. Nggak nenen lagi dong yaaa"

atau

"Wah, Xylo udah 2 tahun, siap-siap disapih dong yaaa!"

Errrr, who says?

Iya sih saya udah sounding dari umurnya sekitar 15 bulan bahwa suatu hari nanti, Bebe akan berusia 18 bulan, di mana Bebe hanya akan nenen di mobil dan di kamar. Dan akan datang masa di mana Bebe berusia 2 tahun dan tidak akan nenen lagi.

Tapi saya sendiri bingung batas 2 tahunnya itu apa. Hahahahahaha. Orang-orang kan membatasi dengan sesuatu, misalnya "tiup lilin" ya. Jadi setelah tiup lilin tidak nenen lagi yaa.





10 Tips Agar Balita Cepat Lancar Bicara

on
Wednesday, April 27, 2016

Jadi di usia Bebe yang baru 22 bulan, dia sudah sangat lancar bicara. Bebe jarang sekali blabbering. Dia bisa mengobrol bahkan dengan orang asing. Indikatornya memang harus orang asing, kalau ibunya sendiri kan kadang memang ngerti ya anak ngomong apa.

Ketika kita sendiri (yang juga ibu-ibu), ngobrol dengan anak kecil lain, kadang nggak ngerti kan? Nah makanya untuk ngetes kelancaran bicara anak, biarkan dia ngobrol dengan orang asing. Kalau si orang asing ini ngerti, dan bisa mengobrol dengan anak, berarti anak kita lancar bicara.

Bebe ngobrol sama siapa? Banyak sih, selain sama keluarga di rumah, mbak daycare, orangtua di daycare, dan seringnya sama driver GrabCar lol. Dia suka tanya "om nyetir om?", "om pake topi?" atau "om angkot om" dan lain sebagainya.




10 Kebohongan Saya pada Anak Saya

on
Wednesday, April 20, 2016

Saya benci berbohong pada anak kecil apalagi pada anak saya sendiri. Saya benci pada kebohongan model menakut-nakuti "jangan nakal loh nanti ditangkap polisi".

Nggak masuk akal banget mengkambinghitamkan polisi. -______-

Atau "kalau nggak dimakan nanti nasinya nangis loh".




Tips Memotong Kuku Balita (18+ Bulan)

on
Wednesday, January 20, 2016

Tips memotong kuku balita banget sis judulnyaaaa? Mau pamer akhirnya bisa sukses potong kuku Bebe setelah setahun lebih struggling dan melepaskan tanggung jawab ini pada mbaknya hahahahaha.

Iya jadi potong kuku Bebe itu susah banget karena dia selalu berusaha melepaskan diri. Saya sampai pernah tanya di Facebook: gimana sih cara potong kuku bayi?

Karena saat itu nggak pernah sukses potong 10 kuku jari tangan Bebe. Baru 3 jari, keburu nangis. Besoknya lanjut lagi 3 jari, keburu saya ditamparin. Pas di hari keempat selesai semua jari, 3 jari yang pertama kukunya udah panjang lagi. Atuhlah. Hari-hariku hanya dipenuhi dengan memotong kuku masa. T_____T




Misteri Sugar Bugs, Urat Hijau di Hidung Bayi

on
Wednesday, November 25, 2015
perhatikan hidung Bebe. Ada ungu-ungu kan di antara kedua mata?

Judulnya nggak lebay soalnya urat hijau di hidung bayi itu beneran misterius lol. Beberapa hari setelah Bebe lahir, saya sadar kalau di hidungnya ada urat hijau ungu yang kentara sekali. Sebelumnya bingung soalnya kok kaya yang bonyok gitu. Pas jadwal ke dokter, saya tanya sama dokternya katanya no problem, no worries.

Okelah kalau gitu. Tapi suatu hari saya kepo juga. Soalnya sempet baca status siapalah gitu kalau urat di hidung itu related ke ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder). Duh kalau ADHD kan sedih. :( Mana agak sensitif kalau denger kata hyperaktif karena Bebe anaknya memang sangat aktif. Jadilah saya cari tahu soal urat dan ADHD ini.

Nggak seperti topik lain yang hasil pencariannya jutaan, topik ini sedikit sekali yang membahas. Ternyata urat hijau di hidung bayi itu (katanya) bernama Sugar Bugs atau kanmushi dalam Bahasa Jepang. Dan rata-rata para ibu yang curhat di blog kaya saya gini, merujuknya ke website ini. Ini saya rangkum aja di bawah ini dalam bahasa Indonesia ya.

Disclaimer: Ini hanya rangkuman diskusi ibu-ibu seantero internet raya dan di dunia nyata yang saya temui langsung. Tidak ada bukti hubungan secara medis dan hasil diskusi dengan dokter anak pun hasilnya nggak ada yang perlu dikhawatirkan. 

Apa itu Sugar Bugs?


Sugar bugs adalah urat biru kehijauan, biru keunguan, ya sewajarnya urat yang tampak samar di balik lapisan kulit. Adanya di hidung di antara kedua mata. Diberi nama Sugar Bugs karena anak dengan urat ini biasanya sensitif pada gula. Iya, tipe yang sugar rush alias bisa hiperaktif hanya dengan minum minuman manis.

Apa ciri anak Sugar Bugs?


Ya selain urat itu, mereka adalah anak-anak aktif. Kalau dari website yang saya rujuk tadi, ini katanya:

"Sugar Bug babies may cry more, have more issues with sleep, and – my personal favorite – shriek.  These children have a propensity to more temper tantrums and potentially attention and hyperactivity issues when they get older if proper care is not taken to divert this tendency along the way."

Cry more? Checked. Have issues with sleep? Checked, sampai sekarang Bebe masih bangun 2-3 kali semalam. Shriek? CHECKED. Si Bebe was shrieking right after he was born. Temper tantrum? OF COURSE LAH.

Anak Sugar Bugs juga biasanya terlalu aktif sampai susah fokus. Ini sebabnya mereka sering langsung di-judge sebagai ADHD. Bisa ya bisa nggak. Tapi yang jelas, tidak semua anak dengan Sugar Bugs akan berakhir ADHD, dan tidak semua anak ADHD punya Sugar Bugs.

Anak Sugar Bugs juga biasanya alergi, sering menggaruk telinga, dan pencernaannya sensitif. Terjawab semua kenapa si Bebe alergian, sering garuk telinga, dan waktu bayi kolik cuma karena saya makan kuning telor sepotong. :D

(Baca: Cerita Tantrum Bebe)


nih di foto ini jelas banget sugar bugsnya

Jadi harus bagaimana kalau anak saya punya urat hijau di hidung atau Sugar Bugs?


Batasi pemberian gula. I mean it. Bahkan buah-buahan pun karena ada yang sangat sensitif sampai makan buah pun hebohnya bisa semalaman.

Waktu Bebe awal MPASI, dia selalu terakhir makan sore itu di daycare sekitar jam 4 sore. Pernah suatu hari saya iseng kasih dia makan pepaya jam 7 malam. Nggak tidur dong sampai jam 12. Pepaya aja bikin sugar rush omg.

Semakin ke sini, saya hanya membatasi asupan gula-nya aja. Bebe punya jam tidur tepat waktu, jam 9, kalau dia salah makan atau makan terlalu banyak gula, bisa-bisa jam 12 baru tidur. HOAM. Jadi sekarang kalau malem di atas jam 7, nggak usah kasih Bebe susu (yes Ultra Mimi pun bergula buibu). Kasih jus pun tanpa gula. Jangan kasih Chatime. -_____-

Tapi ini beda-beda ya, ada yang dikasih gula alami kaya buah juga bikin sugar rush. Ada juga yang dikasih madu bisa nggak tidur semalaman, dsb. Jadi ya kenali dulu anak sendiri, lihat polanya, dan yang jelas selalu cek kandungan gula di tiap makanan yang mau dimakan anak.

Buat rutinitas sehari-hari. Karena anak dengan Sugar Bugs bisa cranky banget kalau ada yang keluar dari jadwal sehari-hari. Jangan sampai lupa tidur siang.

Bebe sendiri kalau weekdays jadwalnya tepat semua karena di daycare kan. Makan mandi tidur jam sekiannya udah pasti. Tidur pasti jam 9 malam. Tapi kalau weekend, yaaa maklumlah bangun paginya aja suka kacau kan. Tapi sebisa mungkin jangan buat dia lapar atau ngantuk dalam kondisi nggak nyaman.

Kayanya bukan cuma anak Sugar Bugs ya, anak lain juga kalau dalam kondisi gitu pasti akan cranky berujung tantrum.

(Baca: Bebe Kolik, Saya Baby Blues)

Anak saya punya Sugar Bugs dan aktif sekali, apakah ADHD?


Itu pertanyaan saya juga. Untungnya JG punya temen psikolog anak jadi bisa curhat-curhat dikit dan gratis. Jawabannya, ADHD baru bisa dideteksi di usia 4 tahun. Jadi kalau baru 2 tahun yaaa, memang sedang senang eksplorasi aja kali ya. Dan mungkin anaknya memang kinestetis jadi senang bergerak dibanding diam.

Dan dia menekankan, anak ADHD tidak mungkin bisa bertahan melakukan sesuatu selama 15 menit. Jadi kalau ada yang tahan nonton TV 15 menit, atau kaya Bebe baca buku 15 menit atau main Duplo 15 menit, hampir pasti dia tidak ADHD

Jadi begitulah. Soal ADHD bisa browsing sendiri ya karena artikelnya buanyak. Beda dengan Sugar Bugs.

Sekali lagi, ada yang percaya ada yang tidak. Tapi untuk saya pribadi, nggak ada salahnya kok membatasi asupan gula, entah anaknya Sugar Bugs atau tidak.

(Baca: Kenali Anak, Tips Membangun Bonding dengan Anak)

*


Sejak saya tahu kalau urat hijau di hidung itu adalah Sugar Bugs, kalau ketemu anak orang yang punya urat yang sama pasti saya tanya. Pasti suka sugar rush ya? Pasti suka garuk kuping ya? Waktu bayi kolik ga? Alergian ya anaknya? Dan jawabannya selalu iya. :D

Anak kakaknya JG juga. Dia punya Sugar Bugs, dari bayi sampai umur 4 tahunan gitu tidur malemnya selalu jam 1-2 pagi karena apa? Karena habis magrib ngemilnya coklat, biskuit, gitu-gitu deh. Gila jam 7an itu udah sugar rush bisa loncat-loncat lama banget di kasur. Tak terkendali lah pokoknya. Jadi emang membatasi asupan gula sih yang terpenting.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di Rabu Ibu minggu depan!

UPDATE BEBE 2 TAHUN 4 BULAN 

Sekarang Bebe umurnya udah 2 tahun 4 bulan, masih sangat aktif tapi gula sudah tidak berefek langsung seperti waktu bayi (seperti penjelasan aku di atas). Cuma ya tidak ada salahnya sih membatasi makan gula karena tidak sehat hehe. Dia juga sudah tidak garuk kuping, sudah tidak alergi. Jadi mungkin sugar bugs ini hanya berpengaruh saat anaknya bayi.

Bandel nggak? Katanya kalau ada urat hijau di hidung anaknya bandel? Please define "bandel". Anak melakukan sesuatu pasti ada alasannya, mungkin kurang perhatian? :)

Dan urat hijaunya masih ada, dia baik-baik saja. Jadi no worries, mommies!

UPDATE BEBE 4 TAHUN

Nggak ada efek apa-apa. Bebe masih saya batasi gula dan masih nggak pernah jajan. Bebe nggak ADHD, malah kalau di sekolah cenderung pendiam dibanding anak laki-laki lain.

Urat hijaunya masih ada dan ya, dia baik-baik saja. :)

-ast-

source | source 





Belajar Berkomunikasi dengan Balita

on
Wednesday, October 28, 2015

Yaelah sis, anak lo satu doang masih kecil pula sok-sokan mau nulis tips begini. XD

NGGAK APA-APA YAAAAA?

*mengabaikan yang melarang kemudian lanjut nulis lol*

Jadi pernah di daycare ada anak namanya Z. Si Z ini laki-laki, umurnya dua tahun. Dan seperti layaknya anak laki-laki umur 2 tahun, nggak bisa diem. Lari-larian mulu. Saya sore itu jemput Bebe kan, dan lihat jempol kaki kanan si Z berdarah.




Kenalan Yuk dengan Jenis-jenis Car Seat

on
Wednesday, September 30, 2015
Jenis-jenis car seat itu biasa bikin bingung untuk ibu yang baru pertama kali punya anak dan sering pergi-pergian, sebetulnya car seat perlu atau tidak?

tipe-car-seat-untuk-bayi

Baca sampai selesai ya, selain menjelaskan tipe, saya juga akan kasih rekomendasi carseat bayi yang bagus dan nggak menguras kantong lol *penting ngets*.

Jadi car seat ini hal paling utama untuk Bebe karena dia pergi dan pulang sekolah sama JG berdua doang ya kan. Ya masa mau disuruh duduk di kursi, bisa-bisa kabur dia.

Waktu bayi, Bebe pakai car seat Joie Juva. Pertimbangannya karena car seat ini 0+ (bisa dari newborn) sampai berat anak 13 kg. Kenyataannya?

Kenyataannya itu sangat mungkin bisa dipakai sampai anak beratnya 13 kg .... kalau anaknya kalem duh. Bebe baru 9.5 kg tapi nggak kalem sama sekali jadi sebulan terakhir dia udah ngerasa nggak nyaman banget duduk di carseatnya dan selalu berusaha meloloskan diri.

(Baca: Bebe Ingin Car Seat Baru)

Emang sih car seatnya terlihat "penuh" dan dia udah nggak nyaman harus di posisi setengah tidur gitu. Dia maunya duduk. Alhamdulillah rezeki cucu pertama anak soleh, minggu lalu dibeliin car seat idaman sama ayah saya. Masih dari Joie juga, jenisnya Joie Tilt. Kenapa Joie? Karena jarang yang pake wtf masih affordable tapi bahannya udah bagus banget, nggak cheap looking, busanya pun bagus, nggak tipis-tipis gitu. :D

Joie Tilt ini agak susah dicari ya. Di Mothercare TSM Bandung habis dan entah ada stocknya lagi kapan. Ada di Lotte Shopping Avenue tapi harganya Rp 1,8juta. Di online shop Instagram ada yang jual tapi duh berat di ongkir. Akhirnya nemu di toko bayi favorit ibu-ibu se-Bandung Lavie Baby Shop bahahahahaha Dengan harga normal di Rp 1,525,000,-.

Daaannn, duduk di Joie Tilt ini Bebe berubah jadi anak kalem. *MANGAP* *ANAK GUE BISA KALEM*

Entahlah dia excited sekali punya car seat baru sampai mau aja loh duduk tenang di car seatnya. Padahal di car seat yang lama selalu rewel pasti minta gendong sama saya. Ini mah tau-tau bobo ajah. Emaknya dicuekin.

Saya: "HUHUHUHUHU BEBE LUPA SAMA AKU HUHUHUHU"

JG: "Berisik ah kamu main henpon aja sana, biasanya ngeluh pegel gendong Bebe pengen main henpon"

OHIYA BENER JUGA. -_____-

Okaayyy. Jadi kenapa Bebe harus punya car seat baru? Karena ada 3 jenis car seat di dunia perbayian ini. Kalau nggak cocok, bisa berisiko anak rewel karena car seatnya nggak enakeun. Nggak nyaman. Rewel lah dia.

Ini dia jenis-jenis car seat bayi:

Infant car seat

infant-car-set

Ini car seat khusus buat bayi. Kodenya biasanya 0+. Artinya bisa digunakan mulai usia 0 sampai 13 kg. Perhitungan saya sih 13 kg bisa sampai usia dua tahun ya tapi ternyata nggak. Karena posisinya yang setengah tidur, anak yang udah lewat setahun jadi nggak nyaman. Kakinya juga mentok ke kursi. Karena apa? Karena infant car seat ini harus rear-facing alias balik ke belakang. Bukan ngebalik ke depan. Iya jadi mundur.

JG: "Bebe jagoan yah ... jalan mundur aja nyampe ke daycare"

wtf

Convertible car seat

convertible-car-seat

Ini car seat serba guna. Kodenya 0+/1 alias bisa dipakai dari bayi tapi juga bisa terus dipakai sampai anaknya gede. Tapi meskipun bisa dipakai sampai gede, kalau anaknya belum 9 kg, BELUM BOLEH LIHAT KE DEPAN. 

Iya jadi meskipun pakai convertible car seat, anak di bawah 9 kilogram harus tetep rear-facing alias lihat ke belakang. Nanti kalau udah lewat 9 kg, baru posisikan car seat dengan front-facing alias lihat ke depan.

Car seat convertible ini bisa digunakan sampai bayi beratnya 20 kg. TAPI BAYI MANA DEH YANG BERAT BANGET SAMPAI 20 KG? Iya maksudnya sampai anak beratnya 20 kg. Jadi bisa sampai anak berusia 4 tahunan.

Booster seat

booster-car-seat

Suka lihat carseat tapi bentuknya kaya ganjelan dan senderan duduk aja bukan kaya car seat normal? Nah ini namanya booster seat. Bisa digunakan untuk anak usia 4 tahun ke atas atau minimal sudah 20 kilogram. 

Apa sih pentingnya car seat?

Untuk keamananlah jelas. Sama seperti sabuk pengaman. Kalau amit-amit sampai terjadi sesuatu, dia akan terjaga aman di kursinya, nggak kelempar ke sana kemari. T_____T

Di Indonesia emang belum ada aturannya ya, tapi kalau di Amerika, anak harus duduk di car seat sampai usianya 7 tahun. Di Korea kalau lihat di variety show sih mereka aware banget ya kalau anak sampai 5 tahun harus duduk di car seat. 

Buat emaknya sendiri, enak banget sih bayi di carseat. Tangan bebas banget. Bisa main hp atau minum tanpa ada kemungkinan direbut sama anak bayi. Cuma ya itu, drama deh aku merasa ditinggalkan hahahaha

Jadi beli yang mana?

Menurut saya mending langsung beli yang convertible sih. Harganya beda dikit banget sama yang infant tapi bisa kepake lebih lama. Saya sendiri beli yang infant dulu karena terlalu mudah percaya sama tulisannya yang katanya bisa sampai 13 kg. Ternyata belum 10 kg aja udah minta upgrade. Jadi buat yang lagi hamil atau punya bayi, mending langsung beli yang convertible.

Udah sih gitu aja rekomendasi carseat bayi dari saya. Selamat jalan-jalan! :D

Sumber foto:
Joie UK | Joie Japan | Britax | Combi

Follow Instagram saya yuk! Banyak cerita seru yang saya share di sana! Klik @annisast!

***




Tentang Skill Tambahan Setelah Jadi Ibu

on
Wednesday, July 1, 2015

Iya nih Rabu Ibu nya ke skip karena si Bebe kemarin diare, jadi rempongs deh ke dokter. Ibunya jadi nggak kerja. >.< Udah ada draft-nya tapi belum kelaaarrr.

Oke lanjut!

***

Tahu nggak, setelah jadi ibu, saya jadi sadar saya punya kemampuan-kemampuan yang tidak pernah terbayang sebelumnya. Makluuummm saya kan sebelumnya takut punya anak.  Blah, tak sanggup rasanya mikirin nggak punya me time. Tapi ternyata bisa. Bisa punya me time. BAHAHAHAHAHHAHA.




Ayo Jadi Ibu yang Bahagia!

on
Thursday, June 11, 2015
[SPONSORED POST]



Sebagai ibu-ibu yang ketemu anaknya pagi dan malem doang, saya selalu berusaha happy di depan Bebe. Secapek apapun, sepucing apapun pala abis meeting seharian, begitu ketemu Bebe, moodnya harus bahagia.

Karena berdasarkan pengalaman, kalau saya happy, Bebe juga happy dan cenderung koperatif. Kalau saya nggak happy dan marah-marah kaya waktu baby blues dulu, Bebe juga cenderung berantakan moodnya.




Tentang Mempertanyakan Segalanya

on
Wednesday, June 10, 2015

Diawali dengan keresahan *duile resah sis?* melihat ibu-ibu lain mengurus anaknya. Mau judge mereka sebagai "ignorant" juga nggak mungkin. Karena selalu ada kalimat "ibu tau yang terbaik untuk anaknya" sebagai perlindungan dan pembenaran untuk "BEBAS DONG, ANAK JUGA ANAK GUE".

Ya kan. Tenang aja. Saya juga gitu kok. Berlindung di balik kalimat itu. Forever.





Tentang Idealisme vs Kenyataan Saat Punya Bayi Part 3

on
Wednesday, May 20, 2015

Jadi siapa yang udah manggut-manggut setuju setelah baca Tentang Idealisme vs Kenyataan Saat Punya Bayi Part 1 dan 2? Kalau setuju, share dong sesering mungkin! LOL *modus*

Nah, meskipun saya jadinya seperti ibu yang blangsakan banget di Part 1 dan Part 2, ada hal-hal yang justru sebaliknya terjadi. Hal-hal yang sebelumnya saya pikir saya tidak akan melakukannya dengan ideal, tapi pada kenyataannya bisa kok ideal juga. *ruwet*




Tentang Idealisme vs Kenyataan Saat Punya Bayi Part 2

on
Wednesday, April 29, 2015



Jadi di Part 1, saya udah bahas tentang idealisme para anak muda belum punya anak tapi judgmental sama emak-emak beranak.

(Baca: Tentang Idealisme vs Kenyataan Saat Punya Bayi Part 1)

Nah di Part 2 ini, saya justru mau membahas hal-hal yang dulu kayanya AKAN DAN MAMPU dilakukan tapi kenyataannya bubar jalan. Maklumlah idealisme ibu hamil kan romantis yah. Punya bayi dalam perut yang ketemunya pun sulit karena harus nunggu jadwal dokter dulu sebulan sekali. Pas bagian USG eh kok ya gemesin banget sih mukanya ditutup terus sama tangan jadi susah lihat mukanya. Belum lagi ratusan tendangan yang mengingatkan saya akan segera jadi ibu sebentar lagi. :')




Tentang Baby Blues

on
Wednesday, April 22, 2015
Cara Menghindari Baby Blues

Cerita baby blues ini banyaaaakkk sekali ya. Saya juga sempet kena sih meskipun nggak parah banget. Tapi cukup menguras air mata. HAHAHAHAHA.

Temen saya cerita, dia lahiran anak kedua di usia 30 something. Jarak sama anak pertama 10 tahun. Nah pas anak keduanya lahir, dia suka banyak ngelamun: "Aduh ngapain sih punya anak lagi? Gue kan udah tua? Gimana kalau nggak bisa ngurus anak ini?" Sambil gendong anaknya, dia tanpa sadar dia naik ke lantai 2 menuju balkon.

Di otaknya, dia mau BUANG AJA BAYINYA lewat balkon. >.<  Eh tiba-tiba telepon bunyi. Suaminya nelepon nanya, kamu lagi apa? Dengan lempengnya dia jawab: "Ini aku mau buang xxx (nama bayinya). Aku nggak sanggup urus dia."





Tentang Idealisme vs Kenyataan Saat Punya Bayi Part 1

on
Wednesday, April 8, 2015


Jadi kemarin baca statusnya temen saya di Path. Tentang ibu-ibu masa kini yang kalau di mall, strollernya malah dipake buat taro belanjaan, terus anaknya digendong nanny, dan dia sendiri nenteng belanjaan. Dia bingung melihat pemandangan itu, katanya siapa menggaji siapa sih?

Saya sih nggak bingung. Temen saya itu bisa bilang gitu karena dia belum punya anak. HAHAHAHAHA.




Tentang Menyusui Seperti Orang Mongolia

on
Wednesday, March 11, 2015

Jadi setelah baca artikel tentang Breastfeeding in Mongolia ini, saya jadi bertekad akan menyusui selama mungkin. Saya sebisa mungkin tidak akan menyapih alias weaning Bebe. Alasannya karena posesip ajah. Hehehe. Abis saya menikmati sekali momen menyusui jadi selalu mellow kalau diingetin suatu hari harus berhenti menyusui Bebe.

Apalagi menyapih anak dengan cara kasar ya kaya puting payudara dioles brotowali biar pahitlah, puting diplester lah. Duuhhh, nggak tega. Jangankan cara kasar gitu, baca cerita weaning with love (WWL) aja saya mellow. T____T




Review Baby Wrap: Hanaroo

on
Wednesday, January 21, 2015
Review baby wrap bagus: Hanaroo
review gendongan bayi hanaroo baby wrap
belum dandan yang penting foto duluuu XD
Masihhh menyambung heboh minggu lalu tentang masalah gendongan bayi.

Waktu Bebe lahir, saya belum bisa pakai kain jarik (samping, bahasa Sunda). Ribet banget, pasti melorot. Browsing-browsing, eh ada nih yang mirip-mirip dan tampak lucu karena bayinya menclok di perut jadi kaya bayi kanguru, mereknya Hanaroo.

Nggak pikir panjang, belilah Hanaroo ini di toko bayi deket rumah. Harganya berapa ya, lupa deh, sekitar Rp 160 ribuan. Setelah beli dan coba, LOH KOK TERNYATA LEBIH SUSAH? LOL

Waktu Bebe bayi, ini dipake paling tiga kali. Sukses sih dia tidur. Tapi setelahnya saya bertekad harus bisa pake jarik. Nah sekarang Bebe beratnya 8,3 kilo, sebelah bahuku sudah tak mampuuuu menahan jarik. Kembali lagi deh pake Hanaroo. Hanaroo ini saya pakai kalau gendong Bebe pakai motor. Suami saya yang nyetir motornya ya, bukan saya.

Oiya karena contoh-contoh di website Hanaroo cara pemakaiannya kurang tepat, ibu-ibu yang pakai Hanaroo bisa lihat tutorial sejenis dari merek Moby Wrap atau Boba Wrap. (browsing sendiri ya)

Review Hanaroo gendongan bayi ala kangaroo! *rhymes*

Plus:

💙 Murah. Ya kalau dibanding baby carrier instant lain yaa.

💙 Nyaman sekali. I mean it. Bayi nyaman, ibu nyaman.

💙 Bahu nggak sakit karena beban terbagi ke kedua bahu. Juga terbagi ke pinggang.

Minus:

💙 Pakenya susah dan ribet. Nggak ada praktis-praktisnya. Bayangin aja kain sekitar 4 meter harus dibelit-belit dan diiket manual.

💙 Tidak untuk bayi tidak kalem. Masih ribet iket-iket eh keburu nangis kejer anaknya. Kalau udah nangis, masukinnya susah. -____-

💙 Berat untuk dibawa-bawa. Bulky banget!

💙 PANAS! Bikin keringetan.

💙 Yang terakhir, pakenya susah ya tentu bukanya juga susah. Kalau Bebe ketiduran di Hanaroo, 98% dia bangun pas saya sedang berusaha buka iketan untuk naro dia di kasur. Kalau pake jarik, nggak bakal bangun dia karena bukanya lebih simpel.

Intinya? Nggak rekomen buat yang mau praktis dan anaknya nggak kalem. Ini saya aja beralih ke gendongan instan alias gendongan modern. HAHAHAHA. Yang terpenting, gendongnya harus benar dan sehat ya!

Itu dia review baby wrap Hanaroo, follow saya di Instagram yuk! @annisast yaaa banyak cerita seru yang saya share di sana! ðŸ’™


-ast-




Tentang Pilah-Pilih Gendongan Bayi

on
Wednesday, January 14, 2015
Tentang menggendong bayi atau bahasa kerennya baby wearing, dari dulu ibu saya selalu bilang: "gendongan modern (model ransel, bisa front facing) itu nggak sehat! Apalagi bayi baru lahir, Lehernya belum kuat, yang paling sehat itu gendongan kain (jarik)!"

Well, setelah punya anak sendiri saya cari tahu dong yang "sehat" dan "benar" itu gendongan seperti apa sih. Dan ternyata pernyataan ibu saya itu tidak sepenuhnya benar. Pun tidak sepenuhnya salah.

Gendongan modern bukan berarti tidak sehat, karena ada yang sehat ada yang tidak. Bergantung pada bagaimana model gendongan dan posisi bayi saat digendong. Kain jarik juga bukan berarti lebih sehat, karena kembali pada bagaimana cara bayinya digendong.

Kesalahan saat menggendong ini bisa fatal. Salah satunya adalah pergeseran tulang kaki dari tulang pinggul atau hips dysplasia. Jadi gimana dong cara gendong yang benar?

Untuk gendongan modern:

image dari hipdysplasia.org

Untuk sling:

image dari hipdysplasia.org

Pastikan gendongannya cukup lebar untuk menyangga kaki bayi. Sesuai dengan bentuk tubuh, bayi paling nyaman dan perkembangannya tidak terganggu jika digendong di posisi membentuk huruf M (M position). Kalau ribet mikirin huruf M, gini aja, jika lutut bayi sudah sejajar dengan pinggulnya, bisa dibilang cara menggendongnya sudah benar.

image dari sini

Itu cara menggendong kalau bayinya sudah bisa duduk. Nah kalau newborn, bukan berarti tidak boleh pakai gendongan modern. Bisa banget karena sudah banyak gendongan bayi yang menyediakan infant insert alias insert tambahan untuk membawa newborn dengan aman. Newborn PALING AMAN digendong dengan fetal position. Fetal position itu adalah posisi seperti bayi di dalam perut ibu. Digendong vertikal dengan kaki menekuk seperti jongkok.

Untuk gendongan merek luar yang menyangga sempurna ada Tula, Boba, Ergo Baby, Moby, dan masih banyak lagi. Harganya lumayan ya berkisar di Rp 1 juta-Rp 2,5 juta. Untuk merek dalam negeri yang saya tahu ada Cuddle Me atau Bobita yang harganya tentu sepersekian dari merek-merek asing itu.

Yang jadi concern saya, so far gendongan merek lokal tidak ada yang mengangkat topik ini. Jangankan hips dysplasia, di tutorialnya cara menggendong dengan benar dan sehat saja tidak ada. Apalagi untuk model baby wrap semacam Hanaroo atau Bobita, model di website resminya malah pakai dengan cara yang tidak tepat. Wrap tidak menyangga lutut bayi, malah kakinya menggantung. *sedih* Untuk newborn juga digendong miring, tidak sesuai fetal position.

Disclaimer ya ibu-ibu, saya juga pake Hanaroo buat gendong Bebe, tapi cara pakainya mengikuti tutorial dari Moby atau Boba. Tutorial keduanya sudah sesuai standar baby carrier seluruh dunia dengan M position dan lutut tersangga dengan baik.

Sedikit tambahan, hips dysplasia selain dari faktor menggendong juga bisa dari pemilihan car seat yang salah dan membedong bayi terlalu kuat di bagian kaki. Satu lagi tentu saja faktor bawaan lahir atau kelainan.


Tentang Hips Dyplasia lebih lengkap bisa dibaca di sini ya!

Yuk, perhatikan lagi cara kita menggendong bayi!

Follow Instagram saya yuk! @annisast, banyak cerita yang saya share di sana! :)

-ast-